The Time We Were Not In Love Episode 5



Musim Panas Tahun 2011

Won baru kembali dari penerbangannya saat Hana menelponnya dan meminta maaf karena tidak bisa menghadiri pertemuan dengan teman-temannya. Seo Hoo (kekasih Hana saat itu) tiba-tiba datang untuk memberi kejutan, bukan kah itu keren? Padahal sebelumnya dia tidak mengatakan apapun saat berbicara dengan Hana di telepon semalam. Won merasa heran, dia bahkan tidak menanyakan jadwal Hana dulu dan meminta Hana menjemputnya? Apakah itu disebut kejutan? 


Hana merasa itu sangat keren, karena dia menempuh perjalanan 20 jam di pesawat hanya karena Hana mengatakan merindukannya.  Hana meminta Won untuk menyampaikan permohonan maafnya pada teman-teman mereka , padahal mereka akan datang untuk merayakan promosi Hana di tempat kerja. Hana berjanji akan mentraktir mereka lain hari. Won sebal dan berkata dia membenci Hana.

Sebelum Hana sempat marah, Hana pamit untuk menutup telepon karena pewasat Seo Hoo sudah mendarat. Won kesal karena Jama selalu seperti ini jika membicarakan Cha Seo Hoo,Won jadi penasaran orang seperti apa Cha Seo Hoo itu.

Won pun pergi ke terminal kedatangan, dia melihat Hana yang sedang menanti kekasihnya dengan wajah gembira. Seo Hoo tiba dengan gaya coolnya, memberikan lambaian tangan dan senyuman pada Hana yang disambut Hana dengan langsung berlari ke arahnya. Saat Hana di depannya, Seo Hoo langsung mencium Hana di depan banyak orang, dan Won melihatnya dengan wajah yang sulit di jelaskan. Cemburu kah? Terluka kah?

Semua itu adalah ingatan Won tentang pertemuan pertamanya dengan Seo Hoo, dan kini mereka bertemu lagi… Won dan Seo Hoo saling menatap intens, sebelum akhirnya Hana keluar dari rumahnya dengan wajah sumringah. Saat Hana mengajak Won ke tempat favorit mereka, Won menahan Hana dan mengajaknya pergi ke restoran. Won seolah mencegah agar Hana tidak bertemu dengan Seo Hoo.

Di restoran mereka membicarakan tentang batalnya pernikahan Chang Soo dan Jung Mi karena masalah tempat dilangsungkannya pernikahan. Memang sangat disayangkan, tapi Hana merasa hubungan mereka tidak akan berakhir begitu saja. Won berpendapat lain, pernikahan mereka batal artinya semuanya sudah berakhir. Mengapa pikiran Won begitu negatif, apakah dia tidak pernah mendengar jika semakin keras bumi terguncang akan semakin kuat. Masalah yang menimpa hubungan mereka akan membuat mereka semakin tegar. Hubungan Jung Mi dan Chang Soo sudah berlangsung selama 17 tahun, mereka tidak mungkin terburu-buru untuk memutuskan menikah, jadi menurut Hana, masih ada kesempatan untuk keduanya bisa bersama kembali.

Won lalu bertanya apakah Hana akan menerima kembali orang yang memutuskan untuk berpisah dengannya? Bukan masalah mengapa mereka putus, itu tergantung dari seberapa dalam hubungan mereka di masa lalu. Won langsung teringat pada Seo Hoo yang menunggui Hana, dia tersenyum miris dan bertanya, jadi Hana bisa saja kembali dengan mantannya? Hana tidak mengerti maksud Won, memangnya dia itu Jung Mi?

Merasa sudah membuat mood Hana jelek, Won kemudian mengajak Hana jalan-jalan di akhir pekan, apakah Hana ingin bersepeda? Hana masih kesal dan melihat Won mendapatkan pesan. Won mengabaikan ponselnya dan berusaha mengajak Hana untuk jalan-jalan bersamanya. Akhirnya Hana yang membuka pesan di ponsel Won, dia mengajak Won pergi kencan seperti minggu lalu. Won sama sekali tidak menanggapi pesan So Eun, dan terus mengajak Hana untuk bersepeda bersamanya, saat Hana berkata dia hanya ingin minum, Won mengusulkan mereka bisa minum setelah bersepeda. Akhirnya Hana pun tertawa dan setuju.

Seo Hoo mengecek persiapan pertunjukan pianonya, dia tampak tidak senang saat persiapannya untuk latihannya belum siap dan managernya malah memberikan alasan-alasan yang tidak ingin dia dengar. Dia meminta menagernya untuk mengatakan yang sejujurnya saja, jika persiapannya belum selesai karena dia datang lebih cepat.

Sembari menunggu persiapan latihan pianonya, Seo Hoo mendengarkan music klasik yang akan dia bawakan dan dia mengingat wajah sumringah Hana saat bersama Won. Jelas Seo Hoo tahu jika Won berniat untuk menghalangi Hana bertemu dengannya.

Hana kaget saat melihat So Eun ada di depan rumahnya, dia berkata akan ikut bersepeda bersama Won dan Hana. Won malah bingung melihat So Eun ada disana, dan memberi isyarat pada Hana, bukan dia yang mengundang So Eun.

Seingat Won, saat So Eun bertanya mengapa dia tidak membalas SMS nya, Won berkata dia sedang bersama Hana. Dan ketika So Eun mendesaknya untuk berkencan di akhir pekan, Won juga mengatakan dia sudah ada rencana untuk bersepeda bersama Hana. So Eun yang tahu jika Hana dan Won hanya teman, minta ikut sebagai teman juga. 

Won kemudian berkata jika So Eun adalah orang baik, dan hobae yang menarik. Tapi tidak lebih dari itu baginya. Tapi bagi So Eun, Won adalah pria yang ingin dengan serius dia ajak berkencan, jadi dia tidak peduli jika Won hanya menganggapnya hobae, dia akan berusaha dengan sepenuh hati. Won memberi nasihat pada So Eun, tapi dalam hal ini So Eun melibatkan perasaan orang lain, jadi So Eun tidak bisa bertindak sekehendak hatinya sendiri.

Sepertinya So Eun memilih mengabaikan nasihat Won. So Eun seolah memaksa Won dan Hana untuk mengajaknya, dengan membawa kimbab untuk makan mereka nantinya. Hana yang tidak menolak mengajak So Eun, membuat Won tidak bisa menolak juga. Saat Hana akan duduk di depan bersama Won, dia melihat So Eun dan memberikan kursi depan pada So Eun, membuat Won merasa bingung dengan sikap Hana yang seolah sedang menjodohkan Won dan So Eun.

So Eun ternyata tidak bisa mengendarai sepeda roda dua, jadilah dia memakai sepeda  dua orang bersama Won. Sementara Hana dengan bebas menggunakan sepeda untuk satu orang. Won tampak kesal, jika So Eun tidak bisa mengendarai sepeda, untuk apa dia ikut bersama mereka. Hana merasa dia jadi pengganggu Won dan So Eun, dia bersepeda lebih cepat dan membuat Won merasa tersaingi, tapi mau bagaimana lagi, Won bahkan tidak bisa mengejar Hana dengan membawa sepeda dan juga So Eun di belakangkanya.

Waktunya makan. Hana dan Won mengagumi masakan yang dibuat So Eun, pasti dia sangat sibuk di pagi hari untuk membuat semua itu. So Eun memberikan minuman kesehatan pada Won, tapi Won malah memberikannya pada Hana yang langsung berterimakasih pada sahabatnya itu. Setelah So Eun memberikan minumannya lagi untuk Won, Won pun mencicipi kimbab buatan So Eun, yang tidak diragukan lagi rasanya. Hana memberitahu Won jika di dalam kimbabnya ada akar burdock (salah satu tanaman herbal). Won sebal dan berbisik pada Hana mengapa dia tidak mengatakan sejak awal? Hana malah mengatakan, kimbab itu dibuat dengan penuh cinta, jadi harus di makan semuanya, termasuk akar burdock nya juga.

So Eun bertanya apakah Won tidak makan akar burdock? Hana membenarkan dan mengatakan alasannya, jika Won tidak suka burdock karena berpikir itu lengket, padahal  Won sendiri juga tampak tidak jauh dengan burdock. Ha! Itu namanya seksi, Won membela diri. Hana mencibir apakah Won tau apa itu seksi? Tentu saja, dia menunjukkan definisi seksi menurut dirinya. Heol!

Melihat keakraban Won dan Hana, So Eun berkomentar mereka seperti saudara kandung saja. Hana jadi terbatuk dan Won memberikan minum pada Hana. So Eun tadinya khawatir, dia akan membuat Won dan Hana menjadi canggung, tapi sepertinya dia sudah mengkhawatirkan hal yang tidak  perlu. Melihat hubungan Won dan Hana, So Eun jadi percaya jika ada persahabatan diantara pria dan wanita. So Eun bertanya pada Hana, apakah menyenangkan memiliki sahabat seperti Won?

Hana malah menjulurkan kakinya pada tubuh bagian belakang Won dan mendorongnya pelan. Hana mengatakan agar So Eun mengambil Won dan menjadikannya temannya. Won tampak risih dengan sikap Hana, namun So Eun malah berkata, dia tidak bisa menjadikan Won sebagai temannya, karena setiap kali melihat Won, hatinya berdebar-debar. Won tidak berkomentar, sementara Hana menatap penuh arti pada Won.

Dae Bok tidak suka model sepatu yang dibelikan Hana, modelnya terlalu jadul. Dia memutuskan untuk menukarkannya ke toko. Saat melihat ada sepatu yang cocok di hatinya, Dae Bok langsung mengambilnya namun disaat yang bersamaan, Hong Eun Jung (asistennya Hana) juga mengambilnya. Mereka sempat berebut, hingga akhirnya Dae  Bok yang mengalah dan berkata pacarnya Eun Jung sangat beruntung karena memiliki pacar seperti dia yang memiliki selera yang bagus.  Eun Jung jadi tersenyum mendengarnya. Hmmm… apakah akan ada benih-benih cinta diantara mereka?

Won menunjukkan permainan baseball yang menakjubkan membuat Hana memberi jempol padanya dan So Eun bersorak untuknya. Won menantang Hana untuk melakukannya juga, tapi Hana malah berpura-pura sedang tidak enak badan. So Eun malah jadi penasaran melihat permainan baseball Hana. Dengan terpaksa Hana akhirnya mau bermain baseball, walau mendapat ejekan dari Choi Won, jika Hana bisa memukul bola dua kali, itu adalah sebuah keajaiban.

Buktinya Hana memang tidak bisa memukul satu bola pun, membuat Won merasa malu saja. Dan akhirnya masuk ke area permainan untuk mengajarkan Hana dasar-dasar bermain baseball secara langsung. Posisi mereka bahkan terlihat intim, membuat So Eun tampak cemburu.  Won berada di belakang Hana dan mengajarkannya bagaimana cara memukul bola yang benar. Dan akhirnya Hana benar-benar bisa memukul bola setelah menuruti ajaran Won.

So Eun berkata dia juga ingin melakukannya juga. Dia mendekatkan diri pada Won, seolah minta di ajari secara langsung seperti yang Won lakukan pada Hana. Tapi Won hanya memberinya uang untuk meminjam pemukulnya dan memberikan teori bahwa So Eun hanya harus memukul bolanya sekuat tenang. Tidak ada pelajaran praktek yang romantis dari Won untuk So Eun. Meski hanya diajarkan secara teori saja, ternyata So Eun langsung bisa memukul bola membuat Hana takjub, dan Won malah tampak bingung dengan kepandaian So Eun itu.

Selesai bermain baseball, Won bertanya apakah Hana baik-baik saja? Seharusnya Hana mengatakan tidak bisa saat dia tidak bisa melakukannya. Sigh.. itu bukan prinsipnya, Hana yakin dia akan bisa mengalahkan Won dalam bermain baseball, sepertinya mereka akan terus bermain baseball hingga mereka tinggal dip anti jompo sekalipun.

Hana menantang Won, dia bisa melakukan olah raga lainnya dengan baik. Won mau bertanding apa? Won menolak, sudah cukup untuk hari ini. Mengapa? “Omma… aku mendapatkan telepon dari Omma ku”

Won mengantarkan So Eun pulang, sebelum berpisah dengan sok manisnya So Eun berkata dia merasa sedih karena harus berpisah secepat itu, Won hanya tersenyum dan berkata jika mereka akan bertemu lagi di tempat kerja. So Eun pun keluar setelah pamit pada Hana.

Di perjalanan pulang, Hana melihat Won yang sedang menyetir lewat kaca spion. Won sadar Hana sedang memperhatikannya. Dia membuat wajah lucu berkali-kali hingga Hana tertawa pada akhirnya. Hana bergunam dalam hatinya. Ekspresi wajah Won hari ini, sama dengan ekspresi wajahnya menjelang ujian SAT Universitas. Hari itu, hari dimana Ibu Won meninggalkan rumah.

Flashback

Won membaca surat yang ditinggalkan ibunya yang meminta Won memahami dirinya. Hana datang dan  membuat Won yang sedang membereskan meja belajarnya menjadi tidak fokus. Hana berkata ibunya mengirimkan makanan untuk Ibu Won, tapi dia tidak ada di bawah. Won yang tadinya hampir akan menangis, menunjukkan wajah  pada Hana dengan ekspresi lucu. Membuat Hana bingung, tapi dia melakukannya lagi dan Hana akhirnya tersenyum.

Hana menemani Won makan di atap favorit mereka. Won makan dengan sangat lahap, membuat Hana mengerti bahwa Won sedang mengalami hari yang berat. Won tiba-tiba berkata, “Apakah kau berpikir Julia Robert itu cantik?” Tentu saja, dia kan bermain dalam film Pretty Woman. Won baru-baru ini melihat film Julia Robert, di Film itu dia terlihat sangat cantik. Apa? Nothing Hill? 

Bukan semuanya, tapi film yang berjudul Step Mom. Hana belum menonton film itu, tampak agak menyesal. Won memberitahu Hana cerita filmnya. Tentang seorang Ibu tiri yang membesarkan anak-anak yang bukan anak kandungnya. Dia bahkan tidak memiliki anak kandung. Julia Robert benar-benar terlihat cantik di film itu. Hana pun menatap Won dengan sedih, namun Won seperti  biasanya, menunjukkan wajah penuh senyumnya.

Flashback end

Mi Hyang merasa heran dengan ibu Won. Di usianya yang sudah matang seperti ini, disaat dia tega meninggalkan putranya setelah menemukan cinta yang baru, bagaimana bisa dia terus menangis dan mengeluh pada Won saat dilanda masalah. Bukan kah itu sangat egois? Manusia memang egois. Tapi Mi Hyang merasa dia tidak seharusnya melakan itu pada putranya sendiri. Bagaimanapun dia itu Ibu Won. Mi Hyang merasa kasihan pada Won, bahkan di usianya yang sekarang Won tidak bisa menemukan kehidupan cinta yang bergairah. Dia selalu berujung dengan dicampakan karena merasa tidak yakin pada kekasihnya.

Sigh, bukan kah Mi Hyang lebih mengkhawatirkan dengan kecintaannya pada Idol? Apa yang salah? Mi Hyang bahagia dengan hidupnya, bisa mencintai Idolanya dengan sepenuh hati tanpa harus merasa tersakiti. Mi Hyang tidak suka merasakan hal-hal yang melelahkan karena cinta. Sepertinya hanya Won satu-satunya orang yang merasa lelah mendengar kecintaan Mi Hyang pada Idol, hahaha.

Mi Hyang sebal, dan Won langsung ngacir pergi. Saat Won akan naik ke kamarnya. Mi Hyang menatap sedih pada sepupunya itu, lalu berkata, “Seperti kata Pepatah, Like father Like Son” Dulu Ayah Won pun selalu memihak Ibunya, bahkan disaat Mi Hyang tidak mengerti mengapa dia selalu melakukan itu. Won tidak berkomentar apapun dan masuk ke dalam kamarnya.

Keluarga Oh sedang menanti pancake buatan ibu. Setelah pancake nya matang, mereka saling menyimpan sumpit di atas pancake nya dengan tidak sabaran hingga tiba di meja makan. Ibu mencegah mereka semua untuk makan dulu, Ibu ingin Hana memanggil Won untuk makan pancake bersama. Hana berkata, mala mini sebaiknya mereka membiarkan Won sendiri dulu. Dae Bok bertanya apakah Hana mengurus semua kebutuhan Won?

Ibu bersikeras, Won sangat menyukai pancake, dan yang  paling membuat ibu bahagia adalah ekpresi Won yang mengatakan masakannya enak. Dae Bok protes, mengapa ibu tidak lebih memperhatikan putra sendiri yang sedang makan bersamanya? Ibu mengomel pada Dae Bok dan masih berharap bisa makan bersama Won, bahkan saat Ayah menyarankan untuk membungkuskan pancake nya untuk Won.

Hana mengingatkan Dae Bok tentang lamaran pekerjaannya dan dia menyimpan uang bekalnya di meja  belajar, ternyata Ayah dan Ibu pun melakukan hal yang sama. Dae Bok merasa dirinya sedang terjepit dan memilih kabur, dan pura-pura tidak mendengar saat Ayah memintanya mengembalikan uang bekal ke rekeningnya. Hana tertawa mendengar candaan Ayahnya pada Dae Bok, kemudian dia teringat pada Won.

Saat ibunya menelpon, maka hari itu menjadi hari yang berat bagi Won, dia sedang melamun di kamarnya yang gelap saat dia melihat cahaya lampu warna warni mampir di kamarnya. Cahaya itu berasal dari kamar Hana. Won mendapat telepon dari Hana dan mengangkatnya saat dia berdiri dan menatap jendela kamar Hana.

Hana bertanya pada Won, “Aku yang lebih cantik atau Julia Robert yang lebih cantik?” Won tersenyum menyadari Hana sedang mencoba menghiburnya. Won menjawab dengan jujur jika Juli Robert lebih cantik, tapi Hana lebih muda. Hana kesal, akan sangat menyenangkan jika Won bisa mengatakan teman baiknya itu yang lebih cantik. Hana bersembunyi dari balik jendela dan Won bertanya kemana Hana pergi? Hana memilih berbaring, karena tidak menyenangkan bermain bersama Won. Won mengancam jika Hana tidur duluan dia kalah. Jika tentang taruhan, itu adalah Oh Hana. Hana pun mengintip Won dari jendela kamarnya, membuat Won tersenyum melihatnya.

Esok paginya, Hana mendapat kabar buruk karena Eun Jung salah membawa ukuran sepatu untuk model dalam sebuah iklan. Hana mencoba mengatasi masalah ini, tapi terlambat, Direktur sudah memberitahunya jika mereka memilih menggunakan sepatu dari perusahaan lain. Hana dan Eun Jung pun kena omel. Direktur lebih menyalahkan Hana karena tidak mengecek ukuran sepatunya sebelumnya. Eun Jung menangis dan mengatakan semua itu bukan salah Hana, namun Hana meminta Eun Jung diam. Direktur berkata, semua adalah tanggung jawab Hana karena dia adalah Ketua Tim marketing yang gajinya lebih besar dari Eun Jung.

“Ada saat nya air mata menjadi senjataku. Tapi aku yang kini berusia 34 tahun, dan juga seorang ketua tim, air mata malah menunjukkan ketidak mampuanku dan semua alasan itu hanyalah alasan. Sekarang yang aku butuhkan adalah kemampuan untuk menahannya”

Seo Hoo menemui Won di kantornya, padahal orang asing tidak bisa masuk sembarangan. Bagaimana ya.. tapi mereka mengijinkan Seo Hoo untuk masuk. Won berpikir hubungannya dengan Seo Hoo tidak sedekat itu sehingga dia harus mengintrupsi pekerjaannya. Bahkan Seo Hoo rasanya tidak punya alasan untuk menemuinya. Seo Hoo melihat catatan Won tentang Hana dan bertanya apakah hubungan Won dan Hana masih beteman. Won tidak merasa harus memberitahukan hal itu pada Seo Hoo, itu urusan mereka. Seo Hoo datang untuk memastikan saja, meskipun dia tidak mendapat jawaban yang sebenarnya dia sudah mengetahui intinya. Seo Hoo berniat pergi, Won menahan bahunya dan meminta Seo Hoo untuk tidak menggoyahkan Hana lagi.

Seo Hoo tersenyum sinis dan berkata, Membuat Hana goyah itu adalah keputusannya. Keraguan Hana padanya adalah keputusan Hana. Won membalas, lalu menghentikan Seo Hoo melakukan itu adalah keputusannya juga! Seo Hoo tidak senang mendengarnya, punya Hak apa Won menghalaginya? Seo Hoo tidak suka dihentikan oleh orang yang tidak memiliki Hak untuk itu.

Seo Hoo pun pergi dari kantor Won dan So Eun melihatnya. Dia tampak bingung melihat ekspresi wajah Won setelah Seo Hoo pergi.

Hana yang sedang merasa frustasi merasa kaget saat melihat sebuah boneka kelinci berwarna pink yang besar ada di kursi kerjanya. Hana bertanya pada para pegawai apakah itu memang untuknya? Begitulah, tapi tak ada yang tahu siapa yang mengirimnya.

Hana membawa boneka kelinci itu pulang bersamanya. Won yang membawakannya untuknya, dan tampak tidak rela, hahaha… saat Won dan Hana makan tteokbokki bersama Hana mengatakan bahwa seseorang mengirimkan untuknya tanpa nama. Won berpikir sebaiknya Hana tidak membawanya pulang, bagaimana jika itu dikirim oleh rekan kerjanya yang dendam dan ada bom di dalamnya. Hana tidak yakin dengan ide gila Won tersebut. Ini pertama kalinya Hana mendapatkan boneka sebesar itu, suasana hatinya menjadi baik. Won memikirkan Seo Hoo, dan menduga Seo Hoo lah yang mengirimkannya. Won mengatakan dia akan membelikan boneka yang lebih bagus dari itu. Hana mencibir, Won mengatakannya hanya karena dia tidak ingin membawakannya  pulang kan?

Hana mengajak Won pulang dan membawa bonekanya. Won berdiri dan berkata agar mereka tidak pulang dulu. Hana tampak kaget, apalagi saat Won berkata jika mereka sebaiknya terus bermain bersama hingga larut malam. Hana beralasan jika sebagai wanita karir dia harus lebih cepat pulang dan beristirahat. Won mendekat kea rah Hana membuatnya agak gugup meski berusaha keras tidak menunjukkannya. Won lalu berkata, sekarang Hana mengakui bahwa dia sekarang adalah wanita berusia 34 tahun dengan kondisi kesehatan yang tidak terlalu baik ;p

Hana sebal dan harus mengakuinya. Dia memukulkan boneka kelincinya pada Won, memintanya untuk membawakan boneka itu untukknya. Dia merangkul Won dengan bersahabat dan mengajaknya pulang bersama.

Sesampainya di depan rumah, Hana minta maaf pada Won, dia berjanji  lain kali akan lebih lama jalan-jalan dengan Won. Won mengerti dan menyuruh Hana segera istirahat. Hana tampak keberatan membawa boneka kelinci itu masuk ke dalam rumah dan membuatnya agak cemas. Sebelum masuk ke dalam rumahnya, Won memperhatikan tempat Seo Hoo mengamati mereka tempo hari, Sepertinya Won sangat yakin jika boneka kelinci itu dikirim Seo Hoo untuk Hana.

Ibu kaget melihat Hana membawa pulang boneka kelinci, dan wajah Hana bahkan lebih menyeramkan dari wajah boneka yang dibawanya. Hana capek dan langsung masuk kamar, dia tidak menanggapi ocehan ibunya yang mengatakan Hana tidak cocok dengan boneka itu. 

Ayah datang dan ibu mengeluhkan tentang Hana yang membawa boneka itu, Ibu semakin cemas pada Hana karena sepertinya dia bertingkah tidak sesuai dengan usianya. Ibu cemas dengan kehidupan cinta Hana setelah di tinggal Cha Seo Hoo dan apa yang terjadi pada Ho Joon. Ayah berpikir tidak ada yang salah, Hana bisa melakukan apapun yang dia inginkan, dan Ayah rela hidup bersama Hana selamanya. Ibu tidak setuju dan mulai mengomel lagi.

Hana mendudukan boneka itu di sofanya, dia teringat pada kata-kata Won, kemudian memeriksa boneka tersebut dengan seksama. Hana mengirim pesan pada Won, jika boneka kelinci itu aman (tidak ada Bom di dalamnya?) Won tersenyum mendapatkan pesan dari Hana, dia melihat ke arah jendela kamar Hana, namun dia tetap merasa cemas.

Mi Hyang memiliki bia baru, Woo Hyun INFINITE haha dia tampak senang nelihat fotonya. So Eun datang dan memberinya minuman. So Eun mengajaknya makan bersama karena mereka sama-sama sedang bebas tugas. So Eun menjamunya dengan sebotol wine dan camilan ringan buatan tangannya. Mi Hyang tampak takjub, karena So Eun mengetahui kesukaannya. Dengan jujur So Eun mengatakan jika dia sengaja mencari informasi tentang Mi Hyang untuk memberikan kesan baik.

Untungnya Mi Hyang tidak mempermasalahkan tujuan So Eun, yang sebenarnya adalah Won. So Eun pun to the point, bertanya apa yang Won sukai, tipe wanita idealnnya, makanan kesukaannya dan sebagainya. Mi Hyang berkata, So Eun tidak akan senang mendengar jawabannya. Sejujurnya, Won tidak pernah membicarakan wanita selain Hana. Won tidak pilih-pilih makanan,tapi dia paling suka makan masakan buatan Ibu Hana. Hobinya adalah makan ceker pedas bersama Hana, dan melalukan semua hal bersama Hana.

So Eun tersadar, semaunya berkaitan dengan Hana? Mi Hyang memberitahu So Eun, dia merasa Won itu menyukai wanita yang tidak akan meninggalkannya. Dia menyukai wanita yang bisa dia lindungi. So Eun mematrikan itu dalam hati, “wanita yang tidak akan meninggalkannya”

Hana sedang mengecek laporan penjualan saat Seo Hoo tiba-tiba datang ke kantornya. Hana kaget melihat kedatangannya. Dengan penuh percaya diri, Seo Hoo bertanya, “Kau merindukan ku kan?” Hana tidak menjawab. Seo Hoo mengajaknya keluar, Hana menolak karena sedang banyak pekerjaan. Seo Hoo mengatakan bahwa dia membutuhkan sepatu dan pakaian untuk pertunjukkannya dan mereka mengatakan untuk menemui Ketua Tim Oh Hana.

Melihat Hana diam saja, Seo Hoo menariknya keluar. Hana merasa tidak nyaman, dan dia berkata jika dia tidak ingin pergi bersama Seo Hoo, namun yang Seo Hoo katakan malah tentang Hana yang terlihat lebih cantik dan kurus. Hana kesal karena Seo Hoo tetap orang yang berkata-kata semaunya. Hana meminta Seo Hoo mendengarkanya, dia sama sekali tidak punya alasan untuk berbicara dengan Seo Hoo. 

Ternyata kepribadian Hana belum berubah, Seo Hoo merasa bersyukur, apakah Seo Hoo harus menemuinya saat kondisi hati Hana baik-baik saja? Hana menolak dan Seo Hoo pun mengatakan, “Aku merindukanmu… sangat..” Hana tidak bisa berkata apa-apa lagi, apalagi saat Seo Hoo bertanya apakah Hana sudah menerima boneka kelincinya? Seo Hoo meminta Hana mengingat dengan baik, apa alasan Seo Hoo mengirimkan boneka kelinci itu padanya.

Min Guk, ditemani Woo Jin dan Dong Gun, sedang berusaha kerasa mengambil cincin yang akan dia berikan pada kekasihnya saat Won datang dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Woo Jin menyarankan agar Min Guk membelinya lagi, memangnya kekasihnya itu mau menerima cincin yang sudah jatuh ke dalam selokan? Cincin itu harganya mahal, dia membeli dengan mencicil. Kekasihnya bilang cinta yang tidak berwujud bukanlah cinta. Cinta harus ditunjukan dalam bentuk hadiah. Woo Jin mengasihani hidup Min Guk.

Won malah bertanya jika hadiah itu adalah boneka, apakah arti wanita itu bagi sang pria? Min Guk menjelaskan itu artinya cintanya tidak bisa ditukar dengan uang. Pria itu dengan setulus hati ingin mengajak wanita itu berkencan dengannya. Won memikirkan kata-kata Min Guk, mengajaknya kembali berkencan dengan setulus hati?  Ponsel Won kemudian berdering, Hana menelponnya. Seketika wajah sumringah Won berubah begitu mendengar Hana berbicara.

Hana merenung di atap tempat favorite nya dan Won, dia mengingat hari pertunangannya dengan Seo Hoo. Saat itu dia merasa sangat bahagia di kelilingin teman-temannya. Bahkan Won juga datang, namun satu persatu teman-temannya pulang, tinggal lah dia sendirian karena Cha Seo Hoo tidak pernah datang ke acara itu.

Saat Hana membuka matanya, Won sudah ada di atap, tersenyum padanya yang masih berbaring. Hana bangun dan mengatakan jika Seo Hoo telah kembali. Dia masih seperti dulu, egois dan mengatakan semaunya. Dia datang ke kantor Hana bahkan tanpa bertanya tentang keadaannya. Won tidak kaget mendengarnya namun dia tampak kesal dan berkata bahwa Hana tidak boleh kembali bersamanya. Hana tahu, tapi Won merasa Hana hanya mengatakannya. Sejak dulu Won sudah memberinya peringatan bahwa Hana tidak seharusnya bersama Seo Hoo, bukan hanya karena dia tidak baik. Tapi juga karena dia mencampakan Hana 3 tahun lalu.

Hana mengatakan pada Won, bahwa Seo Hoo yang mengirimnya boneka kelinci itu. Seo Hoo memintanya untuk mengingat apa alasan Seo Hoo mengirimkan boneka itu. Won ingin mengatakan sesuatu, namun ponselnya berdering. Ibu Hana menelponnya untuk mengajak makan. Won mengatakan pada Hana daripada memikirkan sesuatu yang tidak berguna lebih baik mereka makan dulu.

Won makan bersama keluarga Hana dan masakan ibu seperti biasa, selalu enak. Ibu membicarakan salah seorang tetangga mereka yang mengkoleksi batu hingga usia tua dan hanya peduli pada beda koleksinya, Ibu khawatir Hana akan seperti itu juga pada boneka kelinci yang di bawa nya. Hana kaget mendengar kekhawatiran ibunya dan tertawa mendengarnya. Won yang tahu dari siapa boneka itu awalnya tampak tak senang saat ibu mengungkit tentang boneka itu, namun kemudian ikut tertawa bersama Hana.

Hana masuk ke kamar dan menatap boneka kelinci itu, dia teringat kata-kata Seo Hoo agar Hana mengingat apa arti boneka kelinci itu, tapi Hana bertekad untuk tidak mengingatnya. Di kamarnya Won mengingat hari dimana Hana membatalkan janjinya karena kedatangan Seo Hoo ke Korea 4 tahun lalu.

Won dan teman-teman SMA nya minum bersama dan mengeluhkan sikap Hana yang lebih mementingkan kekasihnya. Sepertinya kali ini Hana sangat serius, apakah Won tidak apa-apa? Won menganggapi sambil lalu dan kemudian menerima telepon dari Hana yang mengatakan akan datang karena Seo Hoo ada urusan. Saat Hana sibuk memuji betapa pengertiannya Seo Hoo, Won melihat Seo Hoo di pintu masuk yang sibuk di sambut para gadis cantik, bahkan dia memeluk dan memberi hadiah pada salah satu gadis tersebut.  

Karena kejadian itu, dimata Won, Seo Hoo adalah seorang playboy yang hanya mempermainkan Hana, dan merasa Hana bodoh jika pada akhirnya sahabatnya itu kembali goyah dengan kembalinya Seo Hoo kedalam hidupnya.

Esok harinya Hana bersiap untuk bekerja, tak seperti biasanya, dia memeriksa penampilannya dengan seksama, bahkan memilih untuk memakai sepatu cantik untuk pergi ke kantor. Tiba di depan gedung perusahaannya Hana melihat sekeliling seolah berharap ada seseorang yang menunggunya disana. Setelah menghadiri rapat pun, Hana menatap sekeliling, tampak mengharapkan kedatangan seseorang (siapa lagi jika bukan Cha Seo Hoo).

Saat masuk ke ruangannya, Hana menemukan buket bunga dari Seo Hoo dengan catatan bahwa dia akan menjemput Hana nanti malam. Hana tampak ragu, namun akhirnya membuang catatan itu ke tempat sampah dan meminta Eun Jung untuk membuang buket bunganya.

Di perusahaan Airlines, Won melihat So Eun kurang sehat, dia memberikan vitamin dan meminta So Eun untuk rileks dan banyak istirahat. So Eun kemudian bertanya apakah Won bisa tetap perhatian padanya? Maka dia pun akan menjaga Won selamanya, Won tidak menjawab apapun dan mengatakan dia sedang banyak pekerjaan. Won pamit sebelum meminta So Eun untuk meminum vitaminya, sebagai seorang Sunbae, sudah seharusnya dia menjaga Hobae nya.

Secara tersirat, Won menegaskan pada So Eun jika dia hanya menganggap So Eun sebagai Hobae nya saja, tidak lebih dari itu.

Hana menatap jam tangannya menunggu malam, meski dia tidak ingin peduli pada pesan Seo Hoo yang akan menjemputnya nanti malam, pada kenyataannya dia peduli. Bahkan dia sengaja tidak datang ke acara makan malam perusahaan dengan alasan ada pekerjaan yang belum selesai.  

Saat Hana menggalau, Hana mendapat SMS dari Won yang mengajaknya untuk nonton film di bioskop. Hana tadinya berniat membalas bahwa dia tidak bisa menonton, tapi dia mengambil catatan dari Seo Hood an bertanya-tanya, nanti malam itu jam berapa? Akhirnya Hana mengatakan OK pada Won, bahwa dia akan datang untuk menonton film bersama Won. Tepat setelah Hana membalas SMS Won, Seo Hoo mengirim SMS bahwa dia akan sedikit terlambat, dia inging mengatakam sesuatu pada Hana, Hana pun jadi galau.

Hana mengingat Seo Hoo yang tidak datang di hari pertunangannya. Sesuatu yang istimewa harus disimpan ditempat yang istimewa. Hana berusaha meyakinkan dirinya, Cinta yang paling indah dalam hidupnya, Perasaan paling menyakitkan dalam hidupnya, telah dia simpan dengan baik di suatu tempat istimewa dalam hatinya dan dia bersiap untuk melupakannya.

Won menunggu Hana di bioskop, tapi pada akhirnya Hana tidak datang, dia sedang menunggu Seo Hoo di kantornya. Won jadi cemas, dia keluar bioskop sebelum film habis dan mencoba menelpon Hana, tapi Hana dengan sengaja tidak mengangkatnya dia tidak ingin Won tahu jika dia sedang menunggu Seo Hoo. Won jadi panik saat Hana tidak mengangkat telepon, dia segera berlari menuju kantor Hana.

Won bertanya apa yang sedang Hana lakukan? Apakah dia menunggu Cha Seo Hoo? Setelah apa yang telah dilakukannya? Hana berkata dia tahu Seo Hoo bukan orang baik, tapi Seo Hoo bilang ingin mengatakan sesuatu. 3 tahun lalu, Hana tidak bisa mendengarkan alasan Seo Hoo, setidaknya kali ini dia ingin mendengarkan permintaan maaf dan alasan Seo Hoo. Dia ingin tahu apa alasan Seo Hoo memberinya boneka kelinci. Menurut Won itu sangat berbahaya untuk Hana, dia mengajak Hana untuk membuktikan bahwa boneka itu berbahaya dengan mengajaknya pulang.

Tiba di depan rumah Hana, ternyata ada Seo Hoo yang sedang menunggunya. Seo Hoo bertanya apakah dia sangat terlambat? Dia minta maaf karena Hana terlalu lama menunggu. Hana bingung harus mengatakan apa, Won memegang pergelangan tangan Hana dan melindungi Hana dari Seo Hoo kemudian berkata agar Seo Hoo pergi saja.

***
4 Komentar untuk "The Time We Were Not In Love Episode 5"

Halo, saya baru lihat drama seri ini di S One,
Hari ini (27112015) yg episode5.
Sinopsisnya baik, tertata sesuai cerita.
Tolong link episode 6 dstnya disertakan di text 'episode' seperti episode 1-5.
Karna coba open link episode 6 dst yg ada malah ke homr dari kisah romance.

Trims

Halo juga^^ terimakasih sudah berkunjung, sinopsis drama ini di blog ku memang baru sampe episode 5 kok, belum ada lanjutan episode 6 dan seterusnya

Semangat irfa
Walau jarang komen, tapi selalu berkunjung kok kesini :)

Ita

Lanjutannya mana nih heheh

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top