The Time We Were Not In Love Episode 4


Hana menatap Won yang tersenyum padanya bahkan saat dia merasa berada dalam kondisi menyedihkan. Hana bergunam dalam hatinya, Semua akan baik-baik saja, saat dia merasa begitu sakit hati akan selalu ada sahabat yang berada disisinya, seperti sekarang.



Won mengambilkan kunci kamar hotel Hana di resepsionis dan menyuruh Hana untuk segera berganti baju agar dia tidak kena flu. Sementara Won berniat untuk membeli beberapa botol Bir, Hana meminta Won memveli ceker Ayam juga, tapi Won sepertinya menolak ;p

Akhirnya Won membelikan makanan lain untuk menjadi camilan teman minum mereka. Hana merasa frustasi dengan hidupnya. Saat usianya 24 tahun, dia pikir wanita di usia 34 tahun sudah bukan lagi seorang wanita. Semua debaran yang di alaminya di masa muda, dia pikir tidak akan lagi dia rasakannya karena orang-orang akan mulai memanggilnya Ahjuma. Tapi ternyata dia salah.

Yah… Hana benar, dia memang sudah berada di usia orang-orang akan memanggilnya Ahjuma. Saat Ibu Hana berusia 34 tahun, mungkin dia sudah menjadi dari seorang anak usia sekolah. Hana sebal dengan komentar Won, apa sebenarnya tujuan Won datang kesana, apa untuk mengejeknya? Won kemudian berkata bahwa Sung Jae sangat tidak berpengalaman, jika dia bisa mendapatkan Hana, dia akan dapat jackpot. Apa maksud Won?

“Yak.. Kau trampil, cantik, baik hati, pintar dan cute. Dia tidak akan pernah bertemu dengan wanita seperti mu lagi” Hana merasa terharu mendengarnya, apalagi setelah Won tersenyum mengatakan hal itu. Namun Hana benar-benar ingin menangis karenanya. Hana merebahkan tubuhnya di sofa dan berkata terus saja Won menyanjungnya, dan menghempaskannya kembali. Sekalian belikan saja tiket pesawat untuk Hana.

Won mendekati Hana dan duduk di sofa, dia menyentuh Kening Hana dan bertanya apakah Hana demam karena kehujanan? Jika sampai itu terjadi Hana benar-benar menjadi seorang Ahjuma yang bodoh. Hana masih tidak mendebat Won dan meratapi situasinya yang menyedihkan. Dia berdebar karena seorang pria muda, kemudian di campakan? Yang paling mengesalkan adalah karena dia bersikap belebihan, itu sangat mengganggunya.

Saat Hana mulai meneteskan air mata, Won menatapnya sedih, namun dia tidak ingin menunjukkannya pada Hana. Won mengusap air mata Hana dan memberinya semangat. Sekarang sebaiknya Hana tidur! Berhentilah bersikapa seperti tokoh utama wanita yang menderita di usianya saat ini! Won membangunkan tubuh Hana, namun kata-kata Won memprovokasi Hana.

“Apa kau bilang? Usia ku saat ini? Memangnya aku sendiri yang menjadi tua disini? Kau bahkan terlihat lebih tua!” Won kaget dengan reaksi Hana. Kekesalan Hana berujung pada ajakan minum minum semalaman.

Won langsung setuju dan malam itu mereka benar-benar menghabiskan malam dengan bermain berbagai macam games dan hukuman untuk yang kalah adalah minum sebotol bir. Won sering kalah dan dia menirukan berbagai pose Aneh untuk membuat Hana tertawa, melupakan kesedihannya setelah merasa di tipu Sung Jae.

Hana dan Won mabuk bersama, dan mereka pergi ketempat tidur dengan bersahabat setelah membuat kamar itu bagai kapal pecah, botol bir yang berserakan juga bantal-bantal yang melayang entah kemana. Keberadaan Won sungguh membantu Hana melupakan luka hatinya malam itu, karena mereka bisa tertawa terbahak-bahak bersama.

Paginya Won terbangun dengan Hana yang tertidur di atas lengannya. Dia menatap betapa cantiknya Hana saat tertidur, dan menyentuh beberapa helai rambut Hana yang menghalangi kecantikannya. Won menatap Hana dengan penuh cinta, hingga dia melihat tanda-tanda Hana akan bangun. Won kembali memejamkan mata, pura-pura masih tertidur.

Hana terbangun dan melihat Won dihadapannya. Hana bingung bagaimana dia harus bersikap, hingga Won terbangun dan mereka saling bertatapan. Won kemudian berkata, “Tanganku” Hana tidak mengerti, “Kau meniduri tanganku” Hana menyadari hal itu dan langsung bangun, merasa aneh dengan keadaan ini.

Won tampak biasa saja dan menggerakan tangannya yang pegal. Hana melihat ke arah Won dengan canggung dan bertanya, apakah tidur Won nyenyak semalam? Ya begitulah, Hana mencoba bersikap biasa saja karena melihat Won juga yang bersikap biasa.

Namun Hana tidak bisa berhenti merasa canggung selama perjalana pulang. Dia menghindari kontak mata dengan Won dan merasa bingung sendiri. Saat tiba di depan rumah dia linglung, bahkan dia berniat keluar mobil dengan sabuk pengaman yang belum di buka. Hana benar-benar merasa kacau, bahkan saat mereka berebut koper Hana siapa yang harus membawanya, Hana bahkan gugup saat tangannya dan Won hampir bersentuhan secara tidak sengaja.

Akhirnya Won yang mengeluarkan koper Hana dari mobil. Hana langsung mengambilnya dan menolak saat Won berkata dia akan membawakannya untuk Hana. Tidak dia yang membawanya saja.

Tas Hana ketinggalan, Won memanggilnya, tapi Hana bereaksi lain, dia takut Won mengatakan hal yang seolah tidak ingin di dengarnya (atau sebenarnya ingin?) Saat mengetahui Won hanya ingin memberitahu tas Hana ketinggalan, dia buru-buru mengambilnya dan segera masuk rumah dengan tergesa-gesa. Won menatap Hana dan merasa bingung dengan sikap yang tampak menghindar.

Dae Bok yang menjadi saksi kecanggungan Hana dan Won di pagi hari mulai berpikir macam-macam. Dia yakin terjadi sesuatu antara mereka berdua hingga membuat hubungan mereka menjadi seperti itu.

Hana masuk ke kamar dan menyimpan koper serta tasnya. Saat dia melihat tempat tidurnya, dia mengingat percakapan antara dirinya dan Won saat mereka hampir setengah mabuk.

Hana berbaring di tempat tidur dengan menjadikan Won sebagai bantalnya, Hana berkata dia pasti banyak melakukan hal bodoh akhir-akhir ini. Won menjawab,tapi tidak separah saat Hana berkencan dengan Cha Seo Hoo. Benarkah? Memang seperti apa Hana saat itu? Hana benar-benar tidak menjadi dirinya sendiri, yang ada di pikiran Hana hanya tentang kepentingan pria itu. Demi bajingan dan playboy seperti itu.


Itu karena Hana mencintainya. Cinta adalah tentang memberi dan berkorban. Pria tidak pernah tahu tentang hal itu. Won menyangkal. Cinta adalah menyukai orang itu apa adanya. Hana terdiam dan berkata, “Orang yang menerimaku apa adanya hanya kau. Tapi kau tidak pernah melihatku sebagai wanita” Won tertawa dan berkata, “Kau satu-satunya orang yang tidak menganggapku sebagai pria” 

Hana kemudian menoleh ke arah Won dan bertanya, “Apakah kau pernah melihatku sebagai wanita?” Won menatap Hana, namun dia tidak mengatakan apapun.

Ingatan itu membuat Hana bingung dan gugup. Apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Won? Hana menatap jendela kamar Won dengan resah, apa yang harus dia lakukan?

Won sedang bersiap pergi bekerja, dan dia teringat perkataan Hana bahwa orang yang menerima dirinya apa adanya hanyalah Won. Perkataan itu tampaknya cukup menganggu Won, dia menatap jendela kamar Hana, dan memikirkan sesuatu.

Saat tertidur di ruang tunggu, Mi Hyang bermimpi seokor babi datang padanya, Mi Hyang ketakutan untung dia segera bangun. Orang bilang mimpi bertemu babi itu akan mendapat keberuntungan, apakah akan terjadi hal baik hari ini? Saat di toilet, Mi Hyang melihat seorang Nenek yang tiba-tiba ambruk, dia menolongnya dengan sekuat tenaga, memberikan napas buatan dan tindakan penanganan lainnya  agar membuat sang Nenek kembali bernapas dan akhirnya terbangun. Mi Hyang merasa lega karena berhasil menyadarkan si Nenek.

Ibu bingung melihat sikap Hana yang tiba-tiba membersihkan kamarnya. Itu pertanda sesuatu yang tidak baik sedang terjadi pada Hana, karena Hana selalu melakukan itu pada saat kondisinya sedang terpuruk, seperti saat putus dari Cha Seo Hoo atau pekerjaannya tidak berjalan dengan lancar. Ibu meminta Hana untuk bercerita, tapi Hana terus membersihkan kamarnya hingga selesai. Ibu sangat khawatir, jika Hana tidak mau cerita itu artinya yang terjadi kali ini benar-benar buruk. Meski ibu terus bertanya, Hana memilih tidak menjawab. 

Setelah acara beres-beres kamarnya selesai, Hana memilih untuk pergi bersepeda untuk menikmati udara segar. Ketika sedang bersepeda, Hana melihat pasangan muda yang sedang berkencan, dia teringat kejadian antara dirinya dan Won di Hotel, namun Hana berusaha melupakannya dengan memejamkan matanya, hingga dia tidak sadar ada dua anak kecil yang sedang bermain sepatu roda di depannya. Hana mencoba menghindari kedua anak itu dan berakhir dengan terjatuh dari sepeda.

Won tidak bisa berhenti memikirkan saat dia dan Hana terbangun bersama di pagi hari. Itu membuatnya tidak fokus, bahkan saat ketiga temannya bertanya apakah Mi Hyang tidak pernah terlambat selama 20 tahun karirnya menjadi kru kabin? Bukannya menjawab, Won malah meminum cappuccino nya dan meninggalkan krim di hidung dan mulutnya.

Min Gook mencoba menyadarkan Won dengan memanggilnya, saat Won menatap mereka, Woo Jin yang melihat krim di hidung dan mulut Won berkata, “Memangnya kau ini Gil Raim, cepat bersihkan” Won segera membersihkannya, dan menjawab pertanyaan tentang Mi Hyang. So Eun datang dan menyapa Won dengan canggung.

Won dan So Eun berjalan bersama. So Eun bertanya apa yang terjadi semalam? Kenapa Won tiba-tiba pergi, So Eun jadi tidak bisa tidur semalaman. Won berkata pikirannya agak kacau semalam, terjadi sesuatu pada Hana. So Eun merasa tak nyaman dan bertanya, jika So Eun memanggil Won di tengah malam seperti itu, apakah dia juga akan segera datang?

Won tidak menjawab, dia malah berkata jika Hana adalah teman yang sudah seperti keluarga baginya. Teman yang sangat penting. So Eun kemudian mengambil kesimpulan sendiri, jika Hana adalah teman yang sudah seperti keluarga, berarti So Eun adalah Teman wanitanya (bisa diartikan sebagai pacarnya?). So Eun akan berpikiran positif seperti itu. Won tidak menjawab, dia hanya tersenyum kecil mendengar pikiran positif So Eun itu.

Akibat terjatuh dari sepeda, pergelangan tangan Hana terluka, dan untuk menyembuhkannya Hana tidak boleh menggerakannya, jadi harus memakai gips. Ayah mengomel mengapa Hana tidak hati-hati saat bersepeda, kan jadinya repot. Dae Bok berkata, ini lebih baik dari pada Hana melukai kakinya sehingga dia akan minta di gendong untuk pergi kemanapun. Hana kesal dan berkata dia tidak akan meminta Dae Bok yang menggendongnya. Kenapa? Apakah karena Hana memiliki Won? Hana makin sebal mendengarnya.

Ibu bertanya apakah Won tahu, jika tangan Hana terluka. Sigh… mengapa Hana harus melaporkan apa yang terjadi padanya pada Won? Hana sudah tidak tahan dan memilih pergi ke kamar setelah selesai makan.

Ayah merasa bingung,  Apa ada sesuatu antara Hana dan Won? Ini tidak seperti biasanya. Dae Bok berkata memang terjadi sesuatu. Ibu dan Ayahnya pasti senang mendengar hal ini. Hana dan Won menghabiskan malam bersama? Ibu dan Ayah kaget mendengarnya, kapan itu terjadi? Saat Hana melakukan perjalanan bisnis? Bagaimana bisa? Itu seperti perjalanan bisnis yang berakhir dengan bulan madu.

Dae Bok sudah mengecek jika malam itu, Won tidak pulang semalaman dan yang paling penting adalah, Dae Bok menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri saat mereka pulang bersama dengan sikap yang bisa dia samakan dengan pasangan pengantin baru yang baru menghabiskan malam pertama mereka. Tentu saja hal ini baik untuk Hana, tapi jika memikirkan Won, Dae Bok sungguh merasa tidak adil.

Tidak. Tidak. Tidak, ibu sangsi itu yang terjadi, karena Hana membersihkan kamarnya hari ini. Itu artinya situasinya lebih buruk. Mereka tidak bisa membiarkannya begitu saja, mereka harus mengatur rencana. Bagaimana jika mereka pergi liburan keluarga tanpa Hana? Itu ide yang bagus. Saat Hana turun untuk mengambil minum, semua orang terdiam, merasa gugup takut rencana mereka ketahuan.
Hana mendapat pesan dari Jung Mi (salah satu teman SMA nya) bahwa dia akan menikah. Hana pun menemui Jung Mi dan Na Young. Mereka mengucapkan selamat pada Jung Mi yang akan menikah dengan Chang Soo, teman SMA mereka juga.

Dimana mereka akan menikah? Di sebuah Hotel yang cukup mahal,bahkan gaun pengantin Jung Mi pun terlihat glamor. Sebenarnya orang tuanya tidak setuju mereka menikah disana, karena tidak sesuai dengan kondisi keuangan keluarga, namun Ibu Chang Soo sangat menginginkannya. Ambil sisi baiknya saja, pernikahan adalah sesuatu yang sakral, akan sangat menyenangkan jika dilaksanakan di tempat yang bagus.

Na Young cukup kaget akhirnya Jung Mi dan Chang Soo menikah, padahal mereka selalu bertengkar seperti kucing dan anjing.  Jung Mi dan Chang Soo selalu bersama selama 17 tahun ini, kapan mereka mulai resmi berkencan? Sekitar 5 tahun yang lalu, saat mereka semua pergi minum bersama dan menjadi mabuk. Akh iya, Hana mengingat kejadian itu. Jung Mi membawa Chang Soo pulang ke rumahnya, dan tiba-tiba saja Chang Soo memegang tangannya, itu bukan skinship pertama mereka, tapi terasa lain, dan membuatnya tidak bisa melupakan Chang Soo setelah kejadian itu.

Na Young jadi penasaran apakah Hana dan Won juga pernah mengalami hal yang sama? Mereka terus bersama selama 17 tahun, bahkan bertetangga. Hana mengklaim hubungannya dengan Won tidak seperti itu. Dia sudah berkali-kali melihat tubuh Won, tapi dia tidak merasakan apapun. Lalu Won? Apakah dia juga tidak pernah merasakan apapun pada Hana. Hmmm… mungkin begitu juga.

Hana teringat saat suatu malam dirinya tertidur di perpustakaan dan Won menontonnya, saat Hana terbangun, kalimat yang dikatakan Won adalah tentang betapa joroknya Hana tertidur sambil ngiler. Jadi Hana merasa yakin diantara dirinya dan Won tidak ada perasaan semacam itu. Jung Mi mengerti, tapi terkadang sesuatu yang biasa itu akan menjadi tidak biasa di waktu tertentu, dia hanya memberi peringatan saja.

Peringatan Jung Mi membuat Hana tidak nyaman, dia terus kepikiran saat dia dan Won menghabiskan malam di hotel dengan bermain segala macam games, itu seperti kegiatan yang biasa, namun menjadi tidak biasa karena Hana terus memikirkannya. Hana berusaha menyangkal, namun pikirannya menjadi tidak fokus sehingga dia menjatuhkan ponselnya ke toilet.

Won mengajak Hana makan ceker pedas dan bir di atap, namun tak ada respon dari Hana. Bahkan pesan yang dia kirimkan sama sekali tidak di baca. Won menunggu semalaman, tapi pesannya tetap tidak di baca, bahkan setelah dia mengirimkan beberapa pesan lagi.

Won berasumsi, apakah terbangun bersama di pagi hari, membuat Hana benar-benar merasa tidak nyaman? Won mencoba menelpon Hana, namun hasilnya nihil, tak ada jawaban dari sahabatnya itu.

Meskipun tangannya terluka, Hana memutuskan untuk bekerja seperti biasanya. Sebelum pergi, Hana mendengar Dae Bok kena omel Ayahnya karena kerjaannya masih luntang lantung, seolah tidak berniat mendapatkan pekerjaan tetap. Dae Bok meminta Ayah mewariskan toko mereka saja pada Dae Bok, tapi Ayah menolak dan meminta Dae Bok melakukan hal yang membuatnya bisa lebih percaya pada anak lelakinya itu. Ayah heran, mengapa Dae Bok bisa berprilaku seperti itu padahal dia pintar. Hana sedikit khawatir pada Dae Bok, dan dia memperhatikan sepatu Dae Bok yang sepertinya sudah tidak muat, sehingga dia harus menginjak bagian belakannya saat memakai sepatu tersebut.

Hana tiba di kantor lebih pagi dari biasanya. Dia kaget saat melihat ada kopi dan catatan manis dari Sung Jae, tapi ternyata itu hanya halusinasi nya saja. Hana mempersiapkan diri untuk rapat hari ini, dan Assisten Hong mengabari jika Sung Jae kana terlambat hari ini, sepertinya terjadi sesuatu di rumahnya. Hana tidak menanggapi dan baru mengeluarkan suara saat Asisten Hong mengatakan Direktur mengadakan rapat mendadak di pagi hari, apakah mereka akan mendapatkan bonus? Hana berkata hangan terlalu berharap. Sigh… Ketua Tim nya selalu seperti itu, tapi asisten Hong tetap berharap akan mendapatkan bonus.

Rapat hari itu tentu saja membahas kesuksesan mereka tentang penjualan sepatu Go Yeon Jung karena sang aktris bersedia memakainya di acara premier film sehingga sepatu mereka untuk pertama kalinya menjadi urutan no.1 di mesin pencarian. Direktur mengklaim itu semua adalah karena dirinya yang tidak sama sekali tidak pernah menyerah saat tim marketing dan tim desain menyerah pada launching sepatu tersebut. Padahal semua orang di ruangan itu tahu jika Hana lah yangberperan penting dalam hal tersebut.

Namun Hana sama sekali tidak masalah dengan hal itu, dia malah bertepuk tangan untuk direktur dan memujinya. Momen ini dimanfaatkan oleh Hana untuk membuat Direktur setuju agar tim marketing menangangi online shop di China. Direktur awalnya tampak ragu, tapi karena masih dalam masa eforia, dia pun setuju dan itu membuat tim marketing bersorak riang.

Tim marketing merayakan keberhasilan mereka saat makan siang, Hana mentraktir mereka makan. Meksi kecewa tidak mendapatkan bonus, mereka senang karena Hana berhasil membuat direktur setuju tentang masalah Online Shop di Cina. Asisten Hong kemudian bertanya pada Hana apa yang harus mereka lakukan pada Sung Jae, masa internship nya akan segera berakhir.

Hana merekomendasikan Sung Jae untuk dijadikan pegawai tetap yang ditempatkan di cabang Cina. Meskipun pengalamananya belum banyak, tapi dia sangat trampil dan akan berkerja keras jika dia dijadikan pegawai tetap. Direktur tampaknya agak ragu karena dari segi pendidikan Sung Jae juga kurang meyakinkan, namun Hana mengatakan jika kemampuan cocok sesuai untuk menangangi permasalahan marketing di China. Selain itu, Hana juga meminta ijin untuk cuti liburan, karena tangannya yang terluka. 

Saat hendak pulang, Hana kembali berhadapan dengan hujan, dia menikmati tetesan air hujan di depan kantor, hingga seseorang memayunginya, dia adalah Sung Jae yang berterimakasih karena Hana telah merekomendasikannya. Hana mengeluarkan payungnya sendiri dan berjalan pergi meninggalkan Sung Jae.

Hana kemudian berbaik dan berkata dia merekomendasikan Sung Jae karena menilai kemampuannya. Sung Jae pasti memahami hati wanita dengan baik, Hana berharap di masa depan hanya menggunakan bakatnya untuk membuktikan kemampuannya.

Hana meninggalkan Sung Jae yang berlari menyusulnya, Sung Jae berteriak, Karena Hana menyukainya, Sung Jae benar-benar jadi ingin pelindung Hana. Mendengar ucapan Sung Jae, Hana tidak menoleh sedikitpun, dia terus maju kedepan dan menganggap apa yang Sung Jae lakukan selama ini untuknya adalah sebuah ketulusan. Hana tidak akan menyesalinya dan dia menantikan hari yang baru baginya.

Won mengecek ponselnya, Hana belum juga membaca pesannya. Ada sebenernya dengan Hana? Won benar-benar merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Won kemudian mengirim pesan, apakah tangan Hana terluka atau sesuatu hingga dia tidak sempat membaca pesan-pesannya?

Karena ponselnya mati, Hana pergi untuk memperbaikinya, dan ternyata itu membutuhkan waktu satu hari. Hana tidak masalah dengan hal itu karena besok dia hanya akan diam di rumah. Hana datang ke tempat itu bersama Dae Bok, yang sepertinya ingin di belikan ponsel, namun tujuan Hana  membawanya ke mall adalah untuk membelikan sepatu.

Dae Bok memilih sebuah sepatu yang dia inginkan, Hana menolak dan memilihkan yang lebih nyaman dan pantas di gunakan di setiap event. Harganya cukup mahal, apakah Hana sanggup membelinya, itu sama sekali tidak masalah baginya. Dae Bok malah melunjak minta dibelikan barang lainnya. Hana mengancam, sebaiknya mereka pulang saja tanpa membeli apapun. Dae Bok menggeleng.

So Eun melihat Hana dan Dae Bok, kemudian menyapanya. Hana menyuruh Dae Bok pulang duluan, sementara Hana dan So Eun minum bersama. So Eun ingin mengajaknya makan bersama tapi melihat tangan Hana yang terluka sepertinya tidak akan nyaman. So Eun berkata dia sebenarnya ingin menemui Hana dan menanyakan apa yang terjadi antara Hana dan Won malam itu, karena itu sungguh membuatnya tidak nyaman. Tapi dia sudah mengklarifikasinya pada Won, bahwa Hana adalah teman yang sudah seperti keluarga bagi Won. Jadi So Eun merasa lega, dan dia senang karena Won memilik Hana dan Mi Hyang disampingnya.

Hana terpana mendengar ucapan So Eun tentang Won yang menganggapnya sebagai teman yang sudah seperti keluarga. Hana pun berkata, Won juga teman yang sangat penting untuknya yang sudah dia anggap seperti keluarga. Jadi So Eun tidak perlu khawatir tentang apa malam itu, karena sebenarnya tidak terjadi apapun.

Saat tiba di rumah, keluarga Hana sedang membereskan pakaian, mereka akan pergi ke pemandian musim panas tanpa Hana dengan alasan tangan Hana yang terluka. Ayahnya mengatakan jika mereka akan mematikan ponsel mereka selama disana, jadi jika Hana membutukan sesuatu, dia bisa menghubungi Won. (Ini modusnya keliatan banget  ;p)

Ayah Hana menghubungi Won, memberitahu tangan Hana yang terluka dan rencana liburan mereka. Sepertinya dia juga sengaja menitipkan Hana pada Won. Dengan tergesa Won hendak pulang ke rumah, namun dia bertemu dengan So Eun yang menunggunya.

So Eun mengajaknya makan bersama, tapi Won menolak karena dia harus segera menemui Hana yang tangannya terluka. So Eun mengerti, dia juga tahu tangan Hana terluka karena tadi tidak sengaja bertemu di mall. So Eun memberitahu beberapa makanan untuk menyembuhkan tangan yang terluka, dan Won tersenyum mendengarnya karena So Eun tampaknya mengkhawatirkan Hana juga.

Hana menikmati kesendiriannya di rumah dengan mengecek tiket pameran seni, namun karena tidak hati-hati dia menyenggol gelas berisi jus yang isinya tumpah di atas meja. Untungnya Hana cepat tanggap dan segera memindahkan laptopnya. Saat dia berniat ke kamar mandi, Hana bingung karena lampunya ternyata mati.

Terdengar suara bel, itu adalah Won, Hana canggung berhadapan dengan Won yang menanyakan keadaan tangannya. Tapi Hana kaget saat melihat Won membawa lampu. Won bilang Ayah Hana menelpon jika lampu kamar mandi Hana mati. Hana mengerti jika itu semua hanya akal-akalan keluarganya saja.

Hana membantu Won memberikan penerangan dengan senter saat Won mengganti lampu kamar mandinya. Hana sangat canggung dan gugup. Namun saat dia bertanya apakah Won mendapat penerangannya, dia bilang tidak masalah. Tapi ketika melihat ke atas, dia baru sadar dirinya sama sekali tidak membantu dan membenarkan letak senternya sehingga Won berhasil memasangkan lampu yang baru.

Ketika Won akan menutup lampunya, Won meminta Hana mengambilkan bautnya. Menyadari Hana yang tidak nyaman berada di dekatnya, Won mengambil baut dari tangan Hana dengan berusaha untuk tidak bersentuhan dengan tangganya. Dan semuanya selesai.

Won hendak pulang jika Hana tidak membutuhkan apapun. Keduanya menjadi canggung, bahkan disaat Hana mencoba bersikap biasa saja. Saat Won akan pergi, Hana juga menuju kea rah yang sama dan itu terjadi beberapa kali, hingga Won berinsiatif membiarkan Hana keluar lebih dulu. Won pamit, dan Hana mengiyakan saja tanpa berani menatap Won. Hana benar-benar merasa tidak nyaman saat berhadapan dengan Won, dan sepertinya Won sangat menyadari hal itu.

Saat malam semakin larut, Won menunggu Hana di depan rumahnya. Hana keluar dan bertanya untuk apa Won memanggilnya selarut itu? Won tidak menjawab dan mendekati Hana. Tiba-tiba saja dia mencium Hana dan berunjung dengan pukulan di hidungnya oleh tangan Hana yang di gips.

Won terbangun dari mimpi buruknya, ya… scene dia mencium Hana dan mendapat pukulan hanyalah mimpi belaka, namun hal itu membuatnya teringat pada apa yang terjadi dimasa lalu, saat teman-temannya mempermasalahkan sikapnya terhadap Hana. Apakah Won berkencan dengannya? Sehingg dia berani mengkhianati mereka? Won menjelaskan bukan itu yang terjadi, tapi mereka tidak berhenti dan membuat Won marah.

Akhirnya Won meradang dan memukuli mereka, Won hanya sendirian dan dia babak belur, tapi Won  tidak menyerah dan memukul orang sejak tadi menuduhnya sambil berteriak. “Mengapa aku tidak boleh menyukai Oh Hana??”

Wajah Won penuh dengan luka setelah perkelahian itu. Dia termenung di perpustakaan, dan Hana datang menemuinya. Hana berniat meminjamkan catatan fisika nya yang berharga pada Won, tapi Won menolaknya dengan dingin. Hana bertanya apakah ada yang terjadi? Won berteriak untuk mengusir Hana membuat semua orang kaget. Hana merasa dipermalukan dan segera pergi dari sana.

Mimpi Mi Hyang yang bertemu dengan babi ternyata bukan tanpa arti. Nenek yang ditolongnya di toilet adalah pemilik restoran kaki babi yang terkenal. Dia merasa sangat berterimakasih pada Mi Hyang karena telah menyelamatkan nyawanya dan memberikan kupon gratis seumur hidup untuk makan kaki babi di restorannya. Bawahannya sangat menikmati kaki babi tersebut, tapi Mi Hyang sama sekali tidak suka. Dia benar-benar tidak menyukai kaki babi.

Hana sudah siap untuk pergi ke luar saat orang tuanya kembali dari liburan. Ayah dan Ibu tampak kecewa karena tidak terjadi apapun antara Hana dan Won selama mereka meninggalkan rumah, Hana tersenyum puas dan berkata dia akan pergi keluar karena merasa bosan.

Saat menghidupkan kembali ponselnya yang sudah di perbaiki, Hana mendapatkan belasan pesan dari Won yang mengajaknya makan ceker pedas dan bertanya mengapa Hana sulit dihubungi. Hana tersenyum, dia terkahir dengan perhatian Won, namun kemudian dia teringat bahwa So Eun mengatakan Won menganggap Hana sebagai teman yang sudah seperti keluarga. Benar. Baginya Won juga teman yang sudah dia anggap seperti keluarga. Yang selalu ada disampingnya.

Hana dan Won sama-sama pergi ke galeri seni. Tapi Won datang kesana bersama So Eun, dan tidak tahu jika Hana juga datang kesana. Saat melihat sebuah karya seni, So Eun berkomentar Seni adalah sesuatu yang sulit, dia datang pertama kali ke galeri seni saat kuliah tingkat dua. Won datang pertama kali ke galeri seni karena Hana yang menyeretnya.

So Eun terlihat agak sedih dan bertanya, apakah semua tempat yang Won datangi adalah karena Hana? Won berpikir, benarkah? Lalu dia bertanya apakah dia egois karena dia yang mengajak So Eun pergi ke galeri. So Eun tersenyum dan mengatakan itu tidak masalah. Dia senang karena akhirnya bisa merasakan kencan yang sebenarnya. So Eun lalu menggandeng tangan Won, sementara Won tampak tak nyaman dengan hal itu. Setelah mengisi otak mereka dengan melihat-lihat karya seni, So Eun mengusulkan mereka untuk mengisi perut mereka juga.

Hana sedang melihat-lihat karya seni, dan kaget melihat Won dan So Eun dari kejauhan. Melihat mereka bersama, Hana memperhatikan So Eun dengan seksama, jika di lihat dari kejuahan seperti itu, So Eun ternyata hanya tinggi dan kurus, kepalanya juga kecil. Hana kemudian mendapat SMS dari Na Young yang memintanya segera datang ke suatu tempat.

Jung Mi membatal pernikahannya dengan Chang Soo karena masalah Biaya Hotel mereka menikah. Na Young merasa itu yang terbaik, dari pada Jung Mi harus hidup dengan keluarga seperti itu. Jung Mi menangis keras, tapi bukan pembatalan pernikahan yang dia sesalkan. Yang paling dia sesali adalah hancurnya hubungan pertemanan Jung Mi dan Chang Soo selama 17 tahun ini. Na Young membenarkan, bagaimana mungkin Jung Mi bisa berteman dengan mantan pacar. Mendengar hal itu, Hana seolah tersadar akan sesuatu tentang hubungannya dengan Won. Namun karena Jung Mi terus menangis, Hana kembali fokus untuk menenangkan Jung Mi.

Saat tiba di depan rumah, Hana melihat jendela kamar Won yang menyala, lalu Won datang menyapanya. Apakah Hana baru pulang dari suatu tempat? Iya, dia baru bertemu Jung Mi. Lalu bagaimana dengan makan malam? Dengan malu-malu Hana mengatakan dia belum makan malam, dan keduanya tersenyum bersama.

Won mengadukan Jajamyung untuk Hana saat merekam makan malam. Bukan kah Won sudah makan malam? Bagi Won, Jampong adalah makanan penutup, jadi mereka bisa makan bersama. Hana bersiap memakan Jajamyungnya, namun dia kesulitan untuk membuka bungkus sumpitnya.

Won yang melihat itu pergi ke dapur dan mengambil kan garpu. Hana merasa takjub, bagaimana Won bisa begitu paham tentang dirinya.

Won bahkan mengerti bahwa Hana ingin menyalakan TV, dan mereka pun menonton Running Man (Ups! Itu episode 253??). Saat mulut Hana belepotan, Won tak canggung mengelap nya dengan tissue untuk membersihkannya. Hana ingin mencicipi Jampong nya, Won dengan sukarela menyuapinya, dan dia tidak segan mencicipi Jajamyung milik Hana juga.

Hana memperhatikan Won yang bersikap seperti biasa padanya, dia lalu berkata pada Won, “Wonna…  Jika aku tua nanti dan tinggal di Panti Jompo, kau harus sering mengunjungiku yah?” Mengapa Hana harus menjadi tua sendirian. Hana merasa dia akan sibuk bekerja, dan kini dia juga tidak punya kekasih. Benar juga sih, Hana tidak punya mata yang baik untuk menilai pria.

Baiklah, Won berjanji akan terus bermain dengan Hana sampai tua, dia juga akan sering mengunjungi Hana di Panti Jompo. Benarkah? Hana merasa sangat senang dan meminta Won berjanji padanya. Tapi saat Won berkata, jika dia tidak bertemu dengan jodohnya, Hana juga harus berjanji akan bermain dengannya sampai tua, Hana malah berkata akan memikirkannya dulu. Won sebal, Hana selalu membuat perjanjian yang menguntungkan dirinya. Perjanjian di batalkan! Hana tidak terima dan dia mulai menyerang Won seperti biasanya. Hubungan Won dan Hana kembali menjadi dekat seperti semula.

Esoknya, Hana keluar dari RS dengan gips yang telah dibuka. Hana tersenyum cerah saat mendapat telepon dari Won yang menanyakan keberadaannya. Hana mengatakan hari ini dia telah bebas, Won memberinya selamat dan mengajak untuk makan ceker pedas dan minum Bir.

Setelah menutup telepon, Won berkata dalam hatinya, “Hana… aku harap kau selalu bahagia” Sementara itu Hana baru sadar jika Won adalah satu-satunya orang yang mengetahui kata sandi ponsel dan emailnya. Keduanya kemudian mengatakan sebuah kalian bersamaan, “Mari kita hidup bersama sampai Mati” sambil tersenyum bahagia.

Namun suasan hati Won seketika berubah saat dia melihat Cha Seo Hoo (Yoon Kyun Sang) yang tampaknya baru tiba di Korea.

Seo Hoo adalah seorang pianis jenius yang kembali ke Korea untuk mengadakan pertunjukkan. Dia mengecek periapan konsernya dan berlatih memainkan piano, namun dia tiba-tiba berhenti dan teringat pada kata-kata Hana, dia tersenyum kecil. Ya… Cha Seo Hoo adalah mantan kekasih Hana yang dibicarakan Won dan ibunya. Setelah mengingat kata-kata Hana, tentang setelah doremifaso, dalam kepala Hana selalu terpikir sofamiredo bukannya lasolasido, Seo Hoo berhenti berlatih dan berniat pergi ke suatu tempat.

Won sudah membawa bir dan Ceker pedas saat Hana memanggilnya dari atas Balkon dengan penuh senyum. Won melambaikan tangannya dan mengajaknya untuk pergi ke atap tempat favorite mereka. Hana segera turun, dan saat itu…

Won melihat Seo Hoo ada di ujung jalan, seolah sedang memperhatikan rumah Hana sejak tadi. Senyum Won lenyap, namun dia tersenyum lagi saat melihat Hana keluar dari rumah dengan riang.

Melihat Hana yang penuh senyum, Seo Hoo yang sejak tadi memandang Won dengan dingin, tiba-tiba tesenyum kecil. Won melihat hal itu, dan sepertinya kembalinya Seo Hoo bukan sesuatu yang menyenangkan bagi Won. Hana tiba di depan Won dan menikmati cuaca hari itu, tanpa dia sadari Seo Hoo sedang memperhatikan dirinya dan Won dari kejauhan.

***
Epilog

Apakah benar dugaan Hana bahwa Won tidak pernah menganggapnya sebagai wanita, karena dia malah mengejeknya saat dia tertidur di perpustakaan hari itu?

Tentu saja itu salah, Hari itu Won menatap penuh cinta sambil tersenyum pada Hana yng tertidur di perpustakaan. Bahkan dia menyentuh dari dan merapikan rambut Hana. Kemudian memberikan buku sebagai bantal, agar Hana bisa tertidur lebih nyaman.

Tapi saat Hana mulai terbangun, Won langsung mengejeknya dengan berkata, Hana jorok dengan iler di sekitar mulutnya dan menyuruhnya untuk membersihkannya. Won segera pergi, bahkan sebelum Hana benar-benar sadar. Setelah menjauh, Won pun tersenyum kecil..

Oalaaaahh… Wonna… sampai kapan kau akan melakukan hal-hal yang manis itu secara diam-diam…

***

Apakah kembalinya Seo Hoo akan menyalakan alarm dalam diri Won untuk tetap mempertahankan Hana disampingnya dengan mengatakan perasaannya? Seo Hoo tampak sangat mencintai Hana, dan Hana juga sepertinya begitu, lalu apa mengapa dulu mereka putus?

Benarkah apa yang dikatakan Won tentang Seo Hoo, bahwa dia adalah pria egois dan plaboy yang membuat Hana rela melakukan apapun untuknya bahkan saat Hana berpacaran dengannya Hana tidak menjadi dirinya sendiri?

Entah mengapa aku merasa, tatapan gelap Won pada Seo Hoo bukan karena dia merasa cemburu, dia seolah takut, kembalinya Seo Hoo akan membuat Hana terluka lagi. Satu-satunya yang Won pikirkan hanya kebahagiaan Hana. Lihatlah betapa Won merasa terganggu sata berpikir Hana menghindarinya setelah apa yang terjadi di hotel. Mungkin alasan Won memutukan untuk ‘tidak mencintai’ Hana, adalah karena dia tidak ingin kehilangan Hana dan ingin selalu berada disampinya. Dia takut jika dia mengatakan perasaannya pada Hana, dia akan kehilangannya gadis itu, jika Hana menolaknya. Atau seandainya Hana menerima cintanya, dan mereka berkencan, lalu apa yang akan terjadi saat mereka putus? Dia akan tetap kehilangan Hana, Won tidak mau itu terjadi.

Tapi tetap sih, kata-kata dia terhadap Hana 17 tahun lalu masih jadi misteri, apalagi saat melihat Scene Won yang dipukuli teman-temannya karena sesuatu yang dia lakukan untuk Hana sehingga mereka menuduh Won tidak loyal karena dia berkencan dengan Hana. Apa yang sebenarnya terjadi 17 tahun lalu, hingga Won selalu berakhir dengan bersikap kejam pada Hana, seperti juga yang terjadi di perpustakaan setelah dia dipukuli.

WOW… So Eun cepat tanggap sekali yah? Masa gara-gara Won bilang Hana itu teman yang sudah dia anggap sebagai keluarga, dia langsung ambil kesimpulan kalau dirinya adalah ‘teman wanita’ Won. Itu sih seperti Won jawab A, tapi So Eun ambil kesimpulan E, alias gak nyambung. Tapi yah… salah Won nya juga sih gak nolak So Eun secara tegas, atau mungkin sebenarnya dia memang sedang mempertimbangkan untuk berkencan dengan So Eun, karena ingin memenangkan taruhannya dengan Hana tentang siapa yang akan menikah sebelum usia 35 tahun? Akh… Wonna…

Btw… ini PDnim sepertinya benar-benar sedang memprovokasiku untuk tidak cepat-cepat Move on dari Crown Couple…. Itu kenapa Running Man yang ditonton Won dan Hana harus episode 253 coba ikh… Itu kan RM dimana Seo Hyun Jin jadi salah satu guestnya >.< Mungkin tidak sengaja kali yah? Lagi pula jika yang menonton drama ini bukan fans nya Crown Couple seperti aku, pasti tidak akan merasakan apapun… tapi aku… masih kena kutukan Crown Couple, dan sejak episode 1, PDnim terus-terus memprovokasi ku dengan menghadirkan scene-scene yang membuatku teringat pada Crown Couple ;p

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
12 Komentar untuk "The Time We Were Not In Love Episode 4"

Mantap irfa
Gomawoyo sinopnya

Ita


,\=D/>   hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi.. 
  hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi.. 
_( )_  hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi.
Muncul jga akhirx
ThankU sinopx mb

Smga sehat selalu
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

Betul mbak,
Saya tidak terprovokasi krn tdk tahu apa apa
Kkkkkkk

Thq mba irfa u sinopnya,membantu sekali karena aku download di df subnya masih english jdi kadang ada yg kurang aku fahami
Makin penasaran deh sama duo sahabat ini...aku dah coba nonton versi taiwan nya tapi kurang suka mbak...hehehe satu eps aja aku delete aja....abis mumet lebih suka versi hankook nya...
Tetap semangat ya nulis sinop nya....

Salam....:flo

Irfa..aku udah nonton smp episode 8.tp kok kurang greget ya rasanya.SW nya diganti lg ya denger2?

Mba Irfa, kenapa tidak dilanjutin lagi sinopsisnya?

Irfa,,,,
Lanjutin dong,,,
still waiting for ^^

Ko g d lanjutin mba..

D tunggu pke bnget pko"y hehe

Tolong di lanjut ini sinopsis nya 😭
Tanggung bngt baca nya padahal udah mulai penasaran eh malah berhenti.

Lanjutin donkz sinopsisnya please

Lanjutin dong mba sinopsisnya...

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top