The Time We Were Not In Love Episode 3

 
Sebuah hubungan kadang tidak terjadi karena suatu langkah besar. Ada kalanya itu dimulai dari kata-kata sederhana yang manis. Saat hati seorang perempuan berdebar karena merasa di lindungi, bukan kah itu artinya mereka sedang jatuh cinta? Hana mengingat bagaimana perasaannya saat Sung Jae melakukan semua hal yang manis untuknya, juga ketika pria muda itu melindunginya di bawah payung.


Seperti hari lainnya, dia membicarakan perasaan itu pada Won dia atap, tempat favorite mereka sambil makan ceker pedas, kesukaan keduanya. Tapi sahabatnya menganggap itu adalah sebuah penyakit. Jika hati Hana berdebar tidak seperti biasanya, itu bisa jadi Hana sedang kena dihernia atau diabetes. Sigh, Won selalu saja merusak suasana. Apakah Won tidak tahu betapa hebatnya hati Wanita saat dia menerima perhatian seperti itu?

Hana merasa jantungnya berdebar karena melihat sepatu-sepatu heels yang cantik dan menemukan sebuah sepatu yang benar-benar membuat dirinya ingin membali. Akh… Jadi Hana menganggap Sung Jae itu adalah sepatu? Bagaimana perasaannya yah kira-kira? Hana sebal Won selalu saja bercanda. Won hanya mengingatkan agar Hana tidak bersikap berlebihan karena sebuah payung. Jika seorang pria yang usianya lebih muda 8 tahun mengatakan padanya bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Hana, barulah dia mempertimbangkannya.

Won menyodorkan ceker pedas ke hadapan Hana. Tapi dia menolak dan menyuruh Won memakannya saja. Won berkata di dalam ceker itu banyak mengandung kolagen yang akan menunda penuaan. Benarkah? Hana tersenyum dan memakannya.

Esoknya, Hana kembali memikirkan kata-kata Won agar dia tidak bersikap berlebihan hanya karena insiden di bawah payung bersama Sung Jae. Tapi dia menemukan kopi dengan catatan manis di atas mejanya dari Sung Jae.Bagaimana Hana tidak akan salah paham? Hana Kaget saat Sung Jae datang dan menyapanya. Sung Jae berkata dia telah menyusun laporan penjual di komputernya. 

Hana mengeceknya, tapi tidak menemukannya. Sung Jae tiba-tiba berada di belakang Hana dan mencarikan file tersebut untuk Hana. Posisi mereka sangat dekat dan intim membuat Hana berdebar tidak karuan.

Sung Jae lalu bertanya apakah ada hal lain yang Hana butuh kan? Hana yang masih begitu gugup berkata tidak ada dan beranjak dari kantornya untuk menemui Direktur dengan sikap yang canggung, tidak berani menatap Sung Jae. Tentu saja itu hanya alasan, Hana keluar hanya untuk meredakan debaran jantungnya, sambil memeluk pilar.

Salah satu Anggota Tim Desain bertanya tentang Model Go Yeon Jung yang tidak berhasil dia temui. Hana sudah mencari ke rumahnya dan tidak berhasil menemuinya. Sebagai tim marketing bagaimanapun juga dia harus bertanggung jawab membuat Go Yeon Jung mau menggunakan sepatu yang harus dia iklankan. Sung Jae keluar dari ruangan Hana, itu membuat anggota tim desain memandang aneh pada Hana.

Di dalam pesawat, So Eun mendapat masalah dengan seorang penumpang (Ahjuma Mi Ran di Lets Eat 2) yang ingin mengeluarkan Anjingnya dari Kandang karena sepertinya si Anjing yang bernama Josephine (tapi terlihat seperti Barassi di mataku) merasa tidak nyaman berada dalam kandang. Ahjuma Mi Ran terus memaksa pada So Eun yang akhirnya memutuskan untuk membuka kandangnya karena penumpang lain juga mulai protes karena keributan itu.

Woo Jin dan Won datang, dan Woo Jin langsung  mencegah So Eun membuka Kandang. Dia mengatakan pada Ahjum Mi Ran, bahwa mereka harus mengikuti peraturan dimana tidak membiarkan binatang peliharaan keluar dari kandangnya. Ahjuma Mi Ran protes, dia itu adalah penumpang VIP, dia adalah kerabat dekat mertua pemilik perusahaan airlines tersebut. Panggilkan pilotnya kesini! Woo Jin mengatakan jika Pilot senang mengendalikan pesawat mereka, Ahjuma Mi Ran tidak peduli, dia ingin Josephine keluar dari Kandang atau dia akan keluar dari pesawat sekarang juga!

Won mengambil alih masalah ini dan meminta Woo Jin dan So Eun untuk masuk ke kabin saja. Won mengambil Josephine yang ada di dalam kandang dari tangan Ahjuma Mi Ran, dia kemudian semacam menina bobokan Josephine, dan membuatnya tenang sambil bolak balik di lorong pesawat memamerkan senyum pada Ahjuma Miran yang tampak puas dengan pelayanan Won untuk menenangkan Josephine.

Padahal sebenarnya Won sudah merasa pegal melakukan hal itu. Min Guk mengintip di balik kabin, dan tertawa kecil melihat Won yang sudah merasa pegal mengangkat kandang anjing itu bolak-balik.

Saat Won kembali ke kabin, Min Guk langsung memberinya air dan berkata, “Ada tiga hal yang masih menjadi misteri dalam kehidupan ini. Pertama, kapan menara Pisa akan runtuh? Kedua mengapa wanita senang pergi ke toilet bersama-sama? Dan ketiga… “ Min Guk menatap Won yang terlihat tidak tertarik mendengar ocehannya. “Ketiga adalah, mengapa orang pemilih seperti  Sun Bae, mau menjadi kru kabin, yang mengabdikan hidupnya melayani penumpang?”  Won menatap Min Guk dengan dingin dan berkata bahwa gurauannya keterlaluan. Min Guk yang tadinya tertawa langsung terdiam dan minta maaf.

Seusai penerbangan, Woo Jin memarahi So Eun karena berniat melanggar peraturan. So Eun menjelaskan alasannya, namun itu tetap saja melanggar peraturan dan Woo Jin berharap So Eun tidak melakukan kesalahan yang sama. Jika So Eun seperti itu lagi, lebih baik dia segera menulis surat pengunduran diri.

So Eun sedih karena Woo Jin memarahinya. Won yang sejak tadi melihat hal itu menghiburnya dan berkata peraturan tetaplah peraturan jadi So Eun jangan terlalu sedih. So Eun paham, dan dia juga bisa belajar dari kesalahan itu. Lagi pula ibunya bilang, seseorang memarahinya karena dia peduli pada So Eun, jadi dia tidak akan sedih lagi. Won tersenyum dan berkata, So Eun sunggu orang yang optimis? Apakah itu sebuah pujian? So Eun sangat senang mendengarnya.

Asisten Hong mencoba menghubungi manager Go Yeon Jung, tapi hasilnya nihil. Mereka hanya mengatakan akan segara mengabari jika dia kembali. Hana ambil inisiatif lain, mereka harus pantau terus aktifitas Go Yeon Jung, tidak hanya sekedar menunggu manager nya menghubungi mereka kembali. Hana mendapat telepon dari Na Young yang menanyakan kabarnya.

Hana bertemu Na Young di sebuah café. Na Young baru seminggu di Korea dan mereka saling melepas rindu karena lama tidak bertemu. Na Young berkata, Hana sedikit berubah dia sekarang lebih stylish. Hana bertanya tentang kabar suami Na Young, tapi dengan bangga Na Young mengumumkan dia telah bercerai. Hana kaget, rasanya Na Young belum lama menikah? Tiga bulan sudah cukup untuk membuat keputusan untuk berpisah. Apa alasannya? Karena Na Young tidak tahu mengapa dia harus melakukan pernikahan itu. Hana tidak bisa mengatakan apapun lagi.

Na Young bertanya apakah Hana masih berhubungan dengan anak-anak yang lain? Memangnya kenapa? Na Young mengeluarkan sebuah brosur. Dia ingin memulai hidup baru dengan memulai pekerjaan yang baru. Hana kaget dengan langka Na Young. Baginya Na Young seperti bola yang bergerak tanpa arah, dia itu teman baiknya sejak SMA, namun langkah-langkahnya selalu tak terduga.

Flash Back

Hana dan Won baru pulang dari ‘kencan’ mereka. Keduanya tampak nyaman satu sama lain saat tiba di depan rumah masing-masing dan mengucapkan selamat malam. Won yang lebih dulu masuk rumah, saat Hana akan masuk rumah, seseorang memanggilnya. Dia adalah Kang Na Young. Hana kaget mengapa Na Young ada disana? Sebenarnya sejak tadi Na Young bersembunyi di balik pohon melihat Hana dan Won yang tampak bahagia pulang berkencan. 

Na Young langsung menuduh Hana membohonginya. Tenyata Hana memang berkencan dengan Won, dia sendiri melihatnya. Lalu di acara kencan buta tadi siang, Na Young menyadari sesuatu, Hana dan Won sudah merencanakannya kan? Agar mereka berdua bisa berkencan. Itulah mengapa Won tidak menerima hadiahnya? Atau jangan-jangan Hana memang tidak pernah memberikannya pada Won? 

Hana menyangkal semua itu, dia tidak akan mengkhianati Na Young demi Won. Jadi Hana tidak bersalah? Jika begitu Na Young ingin mereka bertemu dan membicarakan hal tersebut agar semuanya menjadi jelas.

Na Young mengajak Hana dan Won bertemu di gereja. Di hadapan langit, mereka tidak boleh berbohong. Na Young bahkan menyiapkan perekam untuk mengabadikan pembicaraan ini. Na Young bertanya pada Won, apakah dia menerima hadiah Na Young? Won terlihat bingung dan menatap Hana,  Na Young protes, melarang Won melihat ke arah Hana dan menjawab pertanyaannya saja. Won berkata dia menerimanya. Tapi dia menolaknya karena Won dan Hana berkencan kan? Na Young langsung menuduh.

Dan Hana… dia tidak bisa menolak permintaan Na Young karena mereka adalah teman, jadi Hana dan Won membuat sebuah rencana dengan mengatakan jika Won menolak hadiahnya. Hana merasa frustasi, dia menjelaskan itu tidak perna terjadi. Won juga mencoba mengatakan bukan itu yang terjadi, namun Na Young bersikeras dengan asumsinya. Hana mencoba menjelaskan bahwa dia dan Won hanya teman, dia tidak mungkin mengkhianati Na Young. 

Won meminta Hana untuk berhenti menjelaskan dan berkata, “Aku sudah menyukai seseorang” Hana pun tampak kaget mendengarnya.  Na Young apalagi. Dia bertanya siapa yang Won sukai? Won menatap Hana sekilas, kemudian dengan kesal berkata, “Pokoknya ada!” Won kesal dan merasa bodoh berada disana. Dia meninggalkan ruangan itu tanpa pamit.

Akhirnya Hana dan Na Young makan bersama. Na Young bertanya-tanya siapa gadis yang disukai Won. Hana mencoba menebak, tapi tebakannya mustahil karena gadis itu sudah punya kekasih. Apakah murid pindahan yang jago matematika itu? Itu tidak masuk akal, Won bahkan tidak menyukai pelajaran matematika. Nah, itulah sebabnya Won tidak mau mengatakannya, karena dia malu. Hana jadi merasa kasihan pada Won. Na Young juga jadi merasa bersalah. Kesalah pahaman mereka berakhir dengan baik karena Won.

Flash Back End

Jadi Na Young ingin menjalankan bisnis asuransi? Begitulah. Hana merasa bangga pada Na Young dan berkata akan mengenalkan semua pegawai wanita di kantornya pada Na Young. Tidak, Hana hanya perlu mengenalkan pegawai pria saja. Kenapa? Karena dalam formulir asuransi itu, mereka akan menuliskan semua asset yang mereka memiliki, dan tugas Na Young adalah memastikan keberadaannya. Hana mengerti maksud Na Young, apakah Na Young menjadi pegawai asurasi untuk mencari suami yang kaya. Benar sekali, bukankah dia pintar.

Hana tidak berpikir seperti itu, jika saja Na Young menggunakan kepintarannya untuk serius menekuni pekerjaannya dengan baik, bukan kah dia bisa menemukan pria yang baik untuknnya. Akh... Oh Hana memang selalu begitu. Dengan prinsip itulah Hana belum menikah juga, padahal yang lain sudah menikah untuk kedua atau ketiga kalinya.

Hana membicarakan pertemuannya dengan Na Young pada Won, saat mereka makan bersama di restoran. Won tampak tidak familiar dengan nama Na Young, dan Hana pun mengingatkan bahwa Na Young adalah temannya yang menyukai Won. Benarkah? Hana kaget karena Won melupakannya, bahkan mereka dulu bertemu bertiga untuk menuntaskan sebuah kesalah pahaman. Won akhirnya mengingatnya, dia merasa sangat bodoh hari itu.

Jika saja hari itu Won tidak mengatakan bahwa dia menyukai gadis lain, mungkin Hana sudah tidak bersahabat lagi dengan Na Young. Akh… Hana penasaran siapa sebenarnya gadis yang Won sukai? Tidak tahu, Won sudah lupa. Hana tidak percaya, apakah itu cinta yang tak terbalas?

Won menatap Hana dan bertanya, apakah dia terlihat seperti seorang pria yang memiliki cinta tak terbalas? Hana mengiyakan begitu saja. Won tampak kesal, namun ponselnya berdering. Dari So Eun. Won langsung menujukkan pada Hana, bahkan sudah selarut ini pun dia masih mendapatkan panggilan dari Hobae wanitanya.

Won mengangkat telepon So Eun yang menanyakan keberadaannya. Won menjawab dia sedang makan bersama teman. Hana berkata agar Won menyuruh So Eun datang kesana. Won mengabaikan permintaan Hana, namun Hana malah sengaja terus meneriakan ajakannya.

Akhirnya Won mengundang So Eun untuk bergabung bersama mereka. Won mengenalkan Hana sebagai sahabatnya dan So Eun sebagai hobae nya. Hana menatap So Eun dari atas ke bawah dan tampak sedikit terkejut dengan penampilannya. Apalagi sikapnya pada Won juga tampak berbeda. Hana mencoba bersikap ramah pada So Eun, dan menawarinya memesan apapun yang dia mau karena malam ini Hana yang akan mentraktirnya. So Eun tampak senang.

Pesanan mereka datang, Hana kesulitan menggunakan sumpit dan Won mengejeknya tapi sambil mengambil apa yang sejak tadi tidak bisa dilakukan Hana. Won melihat So Eun menggunakan sumpitnya dengan baik dan memujinya, membuat Hana sedikit sebal. So Eun berkata, dulu juga dia tidak bisa, tapi dia berusaha keras karena orang tuanya akan menghukumnya tidak memberi uang jajan jika dia tidak bisa melakukannya. Saat Won sedang menyelesaikan makanan Hana, So Eun menyuapi Won membuat Hana merasa terganggu melihatnya.

Won memisahkan bawang daun ke piring lain. So Eun bertanya apakah Won tidak suka bawang daun? Bukan dia, tapi Hana, jadi dia yang akan memakan semua bawang itu. Bahkan saat sekolah jika ada bawang daun di makanannya Hana akan memelas padanya untuk memakan bawang itu untuk nya. Hana sebal, kapan dia memalas seperti itu. Won sendiri yang menyukai bawang dan memakan itu untuknya. Ha! Dia terpaksa jadi suka karena Hana, Mereka terus berdebat tentang bawang daun dan itu membuat So Eun sedikit tidak nyaman dan memilih memesan Soju lagi.

So Eun tampak sedikit mabuk dan menyandarkan kepalanya di bahu Won. Hana bertanya apakah So Eun tidak apa-apa? So Eun berkata dia baik-baik saja. So Eun lalu bertanya apakah Hana tidak punya kekasih? Memangnya kenapa? So Eun merasa sekali melihatnya saja, sepertinya Hana itu adalah wanita yang mementingkan pekerjaan dan persahabatan daripada cinta. Itu akan membuat semua laki-laki yang mendekati Hana merasa kesulitan. 

So Eun meminta pendapat Won tentang penilaiannya tentang Hana. Hana sudah merasa kesal dengan ocehan So Eun, ditambah lagi, Won malah menjawab dia juga tidak tahu. Tapi itu lebih baik dari pada terlihat gampangan, balas Hana membuat So Eun sedikit bingung dan mengalihkan pembicaraan dengan bertanya pada Won, apakah Won mau menjadi Black Knight nya So Eun? Sigh..

Hana pergi ke toilet dan mengomel. Sulit di dekati? Apakah dia benar-benar seperti itu? Dia semakin kesal saat mengingat reaksi Won. Hana sama sekali tidak merasa seperti itu.

So Eun tampaknya benar-benar mabuk. Won berkata lain kali dia akan mentraktir Hana, dan jika Hana tidak nyaman pulang sendiri, dia meminta Hana menunggunya mengantar So Eun dulu. Tidak masalah, ada orang lain yang akan mengantarnya pulang. Won tampak bingung, dan Sung Jae pun datang.

Sung Jae nyapa Won, mereka bertemu lagi. So Eun yang mabuk langsung bertanya apakah Sung Jae pacar Hana? Mereka cocok sekali. Sung Jae langsung mengenggam tangan Hana dan membenarkan perkataan So Eun. Won tampak terganggu dengan sikap Sung Jae dan senyum bangga di wajah Hana. So Eun lalu berkata, tadi Hana berkata tidak punya pacar apakah karena malu? Hana kesal, kenapa dia harus merasa malu? Sung Jae membela Hana dan berterimakasih pada mereka yang membuat Hana memanggilnya untuk datang.

So Eun minta maaf karena membuat Hana kesal, sementara Won malah berkomentar untuk apa Sung Jae berterimakasih, dan lagi itu hanya masalah sepele, mengapa Hana menanggapinya dengan serius. Hana mencoba menenangkan diri dan akhirnya minta maaf karena terlalu sensitif. Hana dan Sung Jae akhirnya pamit duluan, Hana bahkan tidak menjawab saat Won memintanya untuk menghubungi Won setelah dia tiba dirumah.

Di perjalanan, Sung Jae bertanya apakah Hana menyukai Won? Tentu saja tidak, mereka hanya teman. Tapi Sung Jae merasa dirinya sedang digunakan untuk membuat Won cemburu. Sama sekali bukan begitu kok. Hana kemudian berniat memberikan ongkos taksi pada Sung Jae, tapi Sung Jae menolaknya, dan pamit pulang. Sung Jae bahkan berbalik dan melambaikan tangannya pada Hana dengan senyum manis di wajahnya, membuat Hana terpesona dibuatnya.

Tanpa Hana sadari ada seseorang yang melihatnya bersama Sung Jae, dia adalah salah satu anggota tim desain, yang tampaknya beranggapan lain karena Hana dan Sung Jae bertemu di luar jam kerja.

Sesampainya di rumah So Eun, Won di ajak untuk minum bersama di halaman rumahnya. Won memuji masakan So Eun, dan So Eun mengatakan dia bisa masak karena Neneknya yang mengajarinya. Sejak SMP dia sudah tinggal dengan Neneknya karena orang tuanya meninggal terlalu cepat. Meski Neneknya sering memarahinya dia berterimakasih karena Nenek tidak membuatnya kesepian. Won melihat rumah So Eun tampak sepi, apakah Neneknya juga sudah meninggal? Tidak. Dia sedang pergi jalan-jalan dengan temannya. Nenek So Eun sangat berjiwa muda, dia bahkan iri karena So Eun menjadi seorang pramugari.

Menyadari sudah larut malam, Won pamit pulang, namun dia tidak sengaja menumpahkan minuman ke celananya. Won pun minta ijin untuk menggunakan kamar mandi di rumah So Eun.

Hana yang sudah bersiap tidur merasa bersalah dengan sikapnya. Apakah dia terlalu kasar? Dia pun menelpon Won yang langsung bertanya apakah Hana sudah tiba dengan selamat? Ya. Hana balik bertanya apakah Won sudah mengantar So Eun dengan selamat, begitulah. So Eun datang dan memangilnya, “Oppa” Apakah saati ini Won sedang bersama So Eun? Ya, di rumahnya. Hana jadi agak kesal meminta Won menelponnya lagi jika sudah tiba di rumah.

Hana benar-benar kecewa mengetahui Won dan So Eun masih bersama hingga selarut ini. Padahal Won sendiri yang mengatakan padanya untuk berhati-hati. Hana tidak ingin memikirkannya, dan berusaha untuk tidur. Tapi dia benar-benar kesal dan sangat terganggu. Hana akhirnya menyimpan ponsel di atas bantal, menanti Won menelponnya.

Di rumah So Eun, Won tampak bingung, dan tiba-tiba saja Won melihat So Eun tersenyum seperti seekor rubah, dia mendekati Won dengan seduktif dan berusaha menggoda Won yang kebingungan di buatnya. Bahkan So Eun mendorong Won ke belakang hingga tubuh Won membentur sesuatu dan merasa kesakitan.

“Oppa” panggilan So Eun menyadarkan Won dari halusinasinya. Won kaget sendiri, sepertinya dia sudah terlalu mabuk. Akhirnya Won pamit pulang.

Tiba di depan rumah, Won menatap kamar Hana yang telah gelap. Dia berniat menelpon Hana namun mengurungkan niatnya dan memilih masuk ke dalam rumah, padahal Hana  masih menanti telepon dari Won. Dan karena Ponselnya tak juga berdering Hana mencoba untuk tidur.

Masalah aktris Go Yeon Jung tak kunjung selesai. Hana memilih menyelesaikannya sesuai kontrak yang telah ditanda tangani. Boss nya bertanya bagaimana perkembangan kasus Go Yeon Jung? Hana berkata dia akan menemuinya besok, itu bagus. Dengan skandal perceraiannya, mereka harus meyakinkan Go Yeon Jung bahwa mereka masih bersamanya, itu akan sangat menguntungkan bagi mereka. Hana mengingatkan Direktur bahwa dia tidak berniat keuntungkan dari kondisi sulit orang lain. Dia hanya akan mengurus segalanya sesuai kontrak saja.

Hana bingung mengapa orang-orang di kantor menatapnya aneh hingga Hana bertemu  Hoo Jun yang baru keluar dari lift. Pria itu mengejeknya tentang tingkah Hana yang menggoda intern yang usianya lebih muda 8 tahun dari dirinya. Bukan kah itu berlebihan? Apakah Hana seperti itu karena dirinya, bahkan dia telah merusak acara pernikahan Hoo Jun. Hana kesal dan tidak menanggapi, namun dia risih dengan gossip yang tersebar hingga ke toko di departemen store.

Saat akan masuk ke toilet Hana pun mendengar Min Ji dan pegawai tim desain lainnya menggosipka  dirinya dengan Sung Jae. Pasti Hana seperti itu karena sangat terpukul ditinggal Hoo Jun. Min Ji lalu berkomentar, mungkin dalam keadaan in, Hana dan Sung Jae akan pergi melakukan perjalanan bisnis bersama.

Hana diam saja, dan membuat mereka sangat kaget saat menyadari Hana mendengar pembicaraan mereka. Tak ada rasa penyesalan, namun mereka tampak takut dan segera menghindar. Hana akhirnya mengambil keputusan.

Dia mendatangi Sung Jae dan memintanya untuk membuat reservasi Hotel karena mereka berdua akan pergi untuk perjalana bisnis keluar Kota dengan menggunakan mobil pribadi Hana. Sung Jae menerimanya dengan sangat baik. Pegawai lain kaget dengan keputusan Hana, terutama para tim desain yang bergosip tadi.

So Eun datang ke rumah Won, membawakan makanan kesukaan Mir MBLAQ untuk Mi Hyang, dia bahkan menyarankan kapan Mi Hyang bisa membawakan makanan itu untuk Mir. Mi Hyang merasa takjub dan mengajak So Eun untuk memulai hubungan Noona-dongsaeng. So Eun sangat senang dan berterimakasih.

Tentu saja, tujuannya datang untuk mencari Won. Mi Hyang memberitahu jika Won sedang makan bersama keluarga tetangga. Apakah itu artinya keluarga Hana? Akh ternyata So Eun kenal Hana? Ya, mereka pernah bertemu, dan merasa sedikit cemburu melihat hubungan Hana dan Won. Tidak ada yang perlu dicemburui, mereka memang sangat dekat.

Won datang bersama Dae Bok yang numpang ingin main game di TV Home Teater nya Won. Melihat So Eun ada disana, Won sangat kaget hingga membuatnya tidak sempat berkedip. Orang lain yang juga kaget melihat keberadaan wanita cantik di rumah Won adalah Dae Bok.

Dae Bok langsung melaporkan hal ini pada Ayah dan Ibunya, bahwa So Eun adalah wanita terbaik yang pernah ada dalam hidup Won. Jika Won tidak sampai jatuh hati padanya, Won bukan laki-laki. Dae Bok menjelaskan keistimewaan So Eun, dan juga kebaikannya. Ibunya sangat stress, sementara Ayah bertanya darimana dia tahu jika So Eun itu baik. Tentu saja karena dia cantik. Tidak bisa begitu! Ibu berpikir mereka harus merencanakan sesuatu yang khusus untuk menyelamatkan Hana di saat genting seperti ini. Mengapa Hana selalu melewatkan pria-pria yang baik?

Won mengintip makanan yang di kirim So Eun, dia tersenyum melihat ada tanda hati di dalamnya. Mi Hyang menilai So Eun wanita yang baik dan menyenangkan karena sampai membawakan makanan untuk Mir-nya demi Won. Apakah Won tertarik berkencan dengannya? Won mengingatkan apakah sekarang Mi Hyang sedang mengurusi kehidupan cintanya? Mi Hyang minta maaf dan berkata jika Won berniat berkencan dengannya, sebaiknya dipikirkan dengan serius, jangan membuatnya bingung. Won memilih menghindar ke atas, namun Mi Hyang memaksa Won untuk berjanji.

Saat membuka Laptop, Won mendapatkan pesan dari So Eun yang bertanya apakah makan yang dia bawakan rasanya enak? Jika enak, dia meminta Won untuk mengajaknya makan bersama. Won berniat menjawab, namun pada akhirnya dia memilih menyimpan ponselnya tanpa menjawab SMS So Eun.

Hana berlatih untuk memberikan pernyataan pada Go Yeon Jung tentang kesepakan kontra kerja mereka. Hana gugup dan lupa beberapa kalimat, dia melihat catatannta lagi dan merasa sedikut frustasi. Sung Jae datang dan bertepuk tangan untuk Hana, dia berkata jika Go Yeon Jung pasti ketakutan mendengar ancaman Hana itu, mungkin dia akan melarikan diri dengan Heels nya.

Sung Jae memberikan data-data Go Yeon Jung yang diminta Hana, dan Hana pun memeriksanya. Saat melihat berita tentang Go Yeon Jung yang akan mendatangi festival film, Hana mendapatkan sebuah ide. Dia pun meminta Sung Jae untuk melakukan sesuatu untuknya.

Hana dan Sung Jae keluar dari kantor bersama. Sebelum pulang Sung Jae berkata pada Hana, jika urusan mereka dengan Go Yeon Jung telah selesai, Sung Jae mengajak Hana untuk melihat pantai di pagi hari bersama. Hana terpaku mendengar perkataan Sung Jae. Dia menangkap makna lain dalam ajakan itu.

Won pergi ke supermarket untuk membeli beberapa botol bir, dia melihat Hana di bagian pakaian dalam. Apa yang sedang Hana lakukan? Hana berniat membeli sepasang pakaian dalam berwarna hitam setelah memikirkan ajakan Sung Jae untuk melihat pantai bersama di pagi hari. Hana merasa malu sendiri. Won datang mendekat dan bertanya apa yang sedang Hana lakukan?

Hana sangat kaget dengan kehadiran Won. Melihat Hana sedang memilih pakaian dalam, Won berkata daripada pilihan yang sedang dipegang Hana, lebih baik Hana membeli apa yang dipilihkan Won. Hana antusias dan melihat pilihan Won, ternyata pakaian dalam yang ukurannya lebih kecil dari yang Hana pilih dan modelnya sangat sederhana. Hana jadi kesal karena Won malah mengerjainya, dan akhirnya Hana mengejar Won yang langsung kabur setelah mengerjai Hana. ;p

Won kaget saat Hana bercerita bahwa dia akan melakukan perjalanan bisnis dengan Sung Jae selama 2 hari 1 malam. Apalagi tempatnya tidak terlalu jauh, bisa bolak balik dalam sehari. Hana mencibir bukan kah Won juga sering menginap kalau pergi ke Seoul. Akh, Hana selalu berlebihan dalam memandang sesuatu.  Hana mengerti posisi Won, tidak ada salahnya seorang pria dewasa melakukan hal itu. Apa yang sebenarnya Hana mengerti? Pikirkanlah, apakah ada ketulusan dalam momen tersebut.

Apa maksud Won? Dulu Hana pernah memberitahunya tentang momen penting dan sesuatu seperti itu. Akh! Jadi Won masih mengingat tentang Momen itu? Itu bukan tentang Won, tapi tentang Hana dan Sung Jae. Tidak masalah karena dia melihatmu sebagai wanita baik, jangan jatuh cinta karena hal itu. Hana jadi kesal, apakah Won selalu menilainya sebagai wanita serba kurang karena beberapa alasan? Won membenarkan. Hana berdalih jika dia bukan saja wanita yang baik, tapi sangaat baik. Pengakuan Hana membuat Won ingin muntah saja.

Hana tidak peduli, dia meyakini sebuah hubungan bisa dimulai dengan kata-kata sederhana seperti itu. Hana begitu percaya diri dan dia meminta uang 5000 dolarnya pada Won, namun Won mengelak, seperti tidak mau membayar.

Orang tua Hana datang dan tampak sangat senang melihat mereka bersama di depan rumah. Won berkata mereka bertemu di supermarket saat membeli beberapa kaleng bir. Jadi Won punya bir, apakah mereka harus minum bersama? Ajak Ayah Hana. Itu ide yang sangat bagus. Hana juga tampaknya antusias dengan ide itu dan mengajak Won, masuk ke dalam rumah.

Ibu sengaja memasak Lobster untuk Won, Dae Bok senang karena dia bisa makan Lobster karena Won, saat Dae Bok akan mengambil lobsternya ibu mencegahnya dan memberikan potongan yang special pada Won, tapi Won kan sayang sama Dae Bok jadi dia membiarkan Dae Bok mengambil semuanya. Melihat orang tuanya begitu perhatian pada Won, Hana pun ikut tersenyum senang.

Saat Won sibuk makan, Ibu mengatakan jika mereka sudah menganggap Won seperti anak sendiri. Saat Won masih sekolah, tiap tahu dia membuatkan sup rumput laut di hari ulang tahunnya. Dan saat Won menjani wajib militer, mereka sekeluarga, jauh-jauh pergi ke pegunungan Gangwon-do untuk mengunjungi. Tentu saja, bagaimana Won bisa lupa. Dia juga sudah menganggap ortu Hana perti orang tua nya sendiri. Dae Bok berkata agar Ayah dan Ibu tidak berlebihan, Won juga membelikan mereka hadiah dari Gaji pertamanya kan?

Ibu tidak menggubris dan mulai bertanya pada Won, apakah dia ingin dijodohkan? Won kaget mendengarnya, ibu mengatakan jika temannya memiliki anak perempuan yang ambisius dan karirnya sukses. Ayah berkomentar, wah… itu seperti Hana. Dia sangat cantik, ibu melihat penampilan Hana dalam busana santainya dan meralat kata-katanya bahwa gadis itu sangat cantik jika berdandan. Dae Bok gerah mendengar kepalsuan ibunya dan berkata, mengapa mereka tiba-tiba seperti itu? Padahal sejak dulu mereka selalu memintanya mengawasi Won dan Hana karena hubungan mereka yang begitu dekat.

Won tersenyum mendengar ucapan Dae Bok, ibu kesal pada anak lelakinya itu dan meneruskan usahanya untuk membujuk Won mau di jodohkan dengan mengatakan bahwa keluarga gadis itu sangat damai. Won beruntung bisa mendapatkan keluarga seperti itu. Sepertinya baik Hana dan Won sudah paham jika kedua orang tua Hana berusaha menjodohkan mereka berdua. Hana meminta ibunya untuk berhenti karena Won bisa saja kena gangguan pencernaan mendengar semua bujuk dan rayunya itu.

Hana mengajak Won pergi agar terhindar dari ocehan  ibunya. Tadinya Aya dan Ibu protes, tapi saat tahu Hana mengajak Won ke kamarnya, mereka malah bersikap lebih jauh. Ayah bahkan mengatakan agar ibu menyiapkan melon dan memberikan tanda hati pada Hana dan Won. Hahahaha…

Sesampainya di kamar Hana, dia berkata pada Won agar tidak terlalu menanggapi ucapan orang tuanya. Mereka selalu berlebihan, apakah mereka tidak bisa mengerti bahkan setelah 17 tahun tidak ada ketertarikan di antara mereka berdua. Tepat saat itu keduanya saling berhadapan, menghalangi jalan satu sama lain. Hana terlihat canggung dan Won berkata, bahwa dia adalah pria yang super baik (itulah mengapa ortu Hana bersikap seperti itu) Hana gugup dan berkata dia akan mengambil melon.

Won menunggu di kamar Hana dan melihat foto-foto Hana saat SMA yang ada di dinding kamarnya. Won menatap sebuah foto dimana Hana berfoto dengan poster Lee Seung Hwan, idola Hana di tahun 1997 saat gadis itu datang ke konser idolanya tersebut.

Dan ternyata Won memiliki sketsa foto Hana bersama poster Lee Seung Hwan tersebut di buku sketsanya. Won tersenyum saat melihat sketsa Hana ketika dia sudah berada di kamarnya. SMS masuk ke ponselnya, dati So Eun lagi yang bertanya apakah makanannya tidak enak? Dia menunggu balasan SMS Won. Akhirnya menutup buku sketsanya dan  membalas SMS So Eun dengan bertanya, apa yang ingin So Eun makan?

Hana dan Sung Jae pergi untuk perjalanan bisnis mereka. Sung Jae membawa barang yang diminta Hana, namun Sung Jae bingung mengapa Hana memerlukan barang itu? Untuk Plan B, seandainya dia tidak berahasil membujuk Go Yeon Jung untuk mengiklankan sepatu mereka.

Di dalam mobil,  Seperti biasanya, Sung Jae bersikap sangat manis dengan menawarkan jika Hana lelah dia akan menggantikannya untuk menyetir. Sung Jae juga bertanya apakah Hana sudah sarapan dan sebagainya. Tiba-tiba Sung Jae menirukan suara kentut dan bertanya apakah Hana mengingatnya? Hana tidak menjawab dan bersikap agak malu, Sung Jae terus menirukan suara tersebut dan bertanya apakah Hana mengingatnya?

Hana kesal dan mencekik leher Sung Jae, meminta Sung Jae menghentikannya. Sung Jae kaget dan minta maaf sambil ketakutan. Tapi itu semua hanya khayalan Hana, pada kenyataannya dia sama sekali tidak bisa melakukan hal itu pada Sung Jae, dan berakhir meminta Sung Jae menghentikannya dengan nada suara yang manis, membuat Sung Jae minta maaf sambil tersenyum.

Won berniat memenuhi janjinya pada So Eun yang memilih untuk dibuatkan makanan oleh Won, tapi So Eun sebaiknya jangan berekspetasi terlalu tinggi. So Eun tidak masalah, dia akan senang jika bisa makan bersama Won. Jam berapa So Eun harus datang? Apakah mereka akan belanja bersama? Tidak perlu, So Eun cukup datang ke rumah Won jam 5 sore saja.

Hana dan Sung Jae tiba di hotel tempat Go Yeon Jung menginap. Go Yeon Jung sedang latihan Yoga, dan tampaknya tidak tertarik menerima kehadiran mereka berdua. Bahkan secara jelas Go Yeon Jung meminta asistennya untuk membukakan pintu agar mereka pergi. Hana tidak menyerah, dia ingin meyelesaikan masalah ini sesuai kontrak, jika Go Yeon Jung melanggarnya dia harus membayar ganti rugi. Apakah Hana sedang mengancamnya? Go Yeon Jung tidak peduli dan menyuruh mereka pergi.

Hana menjalankan rencanan B nya dengan menunjukan sebuah gaun indah dan sepatu Tandy yang seharusnya di iklankan oleh aktris itu. Hana berkata jika Go Yeon Jung tidak mau menjadi home shopping mereka, maka Hana punya solusi lain, dia ingin Go Yeon Jung memakai gaun yang dia bawa dan sepasang sepatu mereka. Jika Go Yeon Jung bahkan tidak bisa menerima tawaran ini, maka dengan menyesal Hana akan membawa masalah pelanggaran kontrak ke jalur huku,.

Go Yeon Jung sama sekali tidak bereaksi, namun dia melirik gaun itu penuh minat, karena gaun hitam yang dibawa Hana terlihat sangat cantik. Karena Go Yeon Jung tidak memberikan jawabannya, Hana menganggap Go Yeon Jung mebolak dan berniat pergi. Go Yeon Jung menahan Hana dan berkata tidak ada salahnya dia menggunakan itu di acara festival film nanti. Hana pun tersenyum senang mendengar kabar baik itu.

Sung Jae merasa Hana sangat hebat dengan rencana B nya, bagaimana Hana bisa memikirkannya? Dia mendapatkan ide setelah melihat data tentang Go Yeon Jung yang Sung Jae bawa. Dia teringat bahwa Go Yeon Jung pernah bilang impiannya adalah memakai sebuah gaun yang cantik untuk pergi ke festival film. Hana juga berterimakasih karena Sung Jae membawakan gaun yang sesuai dengan selera Go Yeon Jung, dari mana Sung Jae mendapatkannya? Sung Jae punya kenalan yang bekerja di butik di daerah Cheongdam-dong.

Pekerjaan mereka sudah selesai, apa yang akan mereka lakukan? Hana dan Sung Jae pun memilih jalan-jalan di daerah tersebut. Melihat berbagai hasil laut dan juga makanan. Hana sangat bahagia saat bersama Sung Jae dan dia selalu tertawa. Tak bisa disangkal, mereka tampak seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan dengan manis.

Tiba di hotel, Sung Jae mendekati Hana saat dia sedang menghirup udara malam. Sung Ja menggenggam tangan Hana dan berkata, karena semuanya berjalan lancar, besok pagi, mereka bisa pergi ke pantai bersama kan? Hana terpana mendengarnya.

Di dalam kamar Hana baru saja selesai mandi dan memikirkan ajakan Sung Jae, dia pun berinisiatif untuk mengajak Sung Jae minum segelas sampanye karena urusan mereka selesai dengan sangat baik. Hana mempercantik dirinya untuk menemui Sung Jae.

So Eun sudah tiba di rumah Won, mereka akan makan malam bersama Mi Hyang juga. So Eun sangat takjub pada kemampuan memasak Won, menurutnya Won sangat keren. Mi Hyang berkata jika Won pandai memasak, dia sudah memasak sejak kecil. Dia sangat jago membuat kimchi.


Selesai masak Won membawa makanannya ke atas meja. So Eun tampak takjub, bahkan sebelum memakannya dia sudah merasa itu sepertinya sangat enak. Won berkata dia tidak tahu apakah So Eun akan menyukainya atau tidak. 

So Eun mencicipinya dan berkata, rasanya sama seperti pasta yang dia makan saat hari pertama masuk Universitas. Bagaimana rasanya? Sangat menyentuh. Dulu Neneknya membawa So Eun ke sebuah restoran yang menyajikan spageti dan dia sangat terharu dengan rasanya yang sangat menyentuh. So Eun melanjutkan makannya, sementara Mi Hyang diam-diam memuji So Eun pada Won dengan bahasa isyaratnya.

Hana pergi ke kamar Sung Jae. Saat akan mengetuk pintu, seorang pelayan hitel keluar, Hana pun langsung masuk dan memanggil Sung Jae. Hana mendengar Sung Jae berbicara, dia pikir Sung Jae sedang menjawabnya, tapi ternyata Sung Jae sedang bicara di telepon.

Pembicaraan Sung Jae di telepon membuat Hana terpukul karena Sung Jae membicarakan tentang mengirimkan uang untuk biaya RS, dan dia akan segera jadi pegawai tetap karena dia dekat dengan ketua tim nya (Hana maskudnya?) Jadi pasti Hana akan mengurusnya. Sung Jae menaikan nada bicaranya saat berkata dia akan membuat semua itu terjadi.

Hana menyadari sesuatu. Sung Jae sedang memanfaatkannya agar bisa dengan cepat menjadi pegawai tetap? Sung Jae menyadari keberadaan Hana dan tampak sangat kaget. Hana bertanya apakah dia tampak seperti wanita yang akan mengurusnya hanya karena mereka dekat? Dan Bagaimana bisa Sung Jae begitu percaya diri, jika mereka memang dekat? Ternyata Sung Jae hanya memanfaatkan Hana demi mendapatkan sebuah jabatan? Semua senyuman dan perhatiannya sama sekali tidak tulus. Mengapa Sung Jae bisa melakukan hal yang begitu rendahan seperti itu?

Sung Jae mencoba membela diri, bukankah Hana juga pernah merasakannya, saat semua yang dia miliki di renggut oleh bawahannya. Hana tampak bahagia saat saat Sung Jae datang padanya, jadi Hana tidak seharusnya menilai Sung Jae dari apa yang dia lakukan. Hana tidak ingin mendengar lagi. Dengan dingin dia berkata jika mereka tidak akan melihat laut di pagi hari.

Hana keluar dari kamar Sung Jae dengan perasaan terluka. Hana berpikir bahwa apa yang Sung Jae lakukan hingga membuat hatinya berdebar adalah karena ketulusannya. Hana kecewa karena dia berdebar dengan semua kepalsuan itu, namun yang paling membuatnya terpukul adalah karena Hana merasa bahagia karena semua itu. Akhirnya Hana hanya bisa menangis meratapi karena dia merasa bahagia saat dimanfaatkan seperti itu.

Selesai makan, Won, So Eun dan Mi Hyang tampak bahagia mengobrolkan sesuatu hingga So Eun panik hanya karena dia tidak sempat mengambil foto masakan Won, padahal itu pertama kalinya Won memasak untuknya. Won dan Mi Hyang tersenyum mendengarnya. Mi Hyang berkata foto saja sekarang, tapi So Eun sudah menghabiskan semuanya, piringnya sudah kosong. Akhirnya Won berkata dia akan memasakannya lagi lain kali untuk So Eun, dan saat itu So Eun bisa memfotonya. So Eun langsung merasa lega.

Mi Hyang bercanda, bahwa So Eun tampak sangat berbakat untuk membuat kesempatan agar bisa makan masakan Won lagi. So Eun tampak gugup, dia tidak bermaksud seperti itu. Mi Hyang bukan sedang mencibirnya, dia hanya ingin mengatakan So Eun sangat cantik, dan keuntungan juga bagi Mi Hyang bahwa dia bisa memakan spageti buatan Won lagi.

Hana menelpon Won, dan saat mendengar suara tertekan Hana, Won segera menjauh untuk menerima telepon itu. Mi Hyang berkata pada So Eun, mereka (Hana dan Won) benar-benar sangat dekat. So Eun menatap dari belakang bagaimana ekpresi Won saat dia menerima telepon dari Hana.

Won sangat khawatir mendengar Hana yang terisak di telepon. Hana mengatakan bahwa apa yang dikatakan Won semuanya benar. Bagaimana dia merasa begitu bodoh hanya karena merasakan debaran itu, tapi ternyata semuanya palsu. Hana berjalan luntang lantung selama menelpon Won, “Kurasa aku bisa gila hanya karena ingin dicintai” Won yang mendengarnya menjadi kesal sendiri namun dia tidak bisa mengatakan apapun. Bahkan saat Hana bertanya padanya,  apakah dirinya sebodoh itu?

Waktu terus berlalu, Hana berkali-kali memutus sambungkan teleponnya dengan Won. Hana kini sudah berada di pinggi pantai dan terus berbicara pada Won di telepon, “Semuanya begitu kacau, Apakah aku begitu bahagia saat mendapatkan sepatu baru yang berkilau? Wonna… aku tidak memiliki kepercayaan diri lagi. Haruskah aku tidak memikirkan hal lainnya dan bekerja saja sampai aku mati?  Semakin aku memikirkannya,  Aku merasa semakin kesal”

Merasa lelah setelah berjalan cukup jauh, Hana duduk di sebuah ayunan di pinggir pantai sambil menonton orang-orang yang sedang menyalakan kembang api. Tiba-tiba saja hujan turun. Semua orang menyingkir mencari tempat untuk berteduh. Hana linglung sendiri, dia menutupi kepalanya dengan tas untuk menghindari air hujan, tapi itu tidak bekerja. 

Saat Hana mencoba menelpon seseorang dalam kebingungannya, tapi tiba-tiba saja seseorang melindungi Kepala Hana dari air hujan dengan jas nya. Orang itu adalah Won dengan senyuman lega di wajahnya. Hana termangu dan memangilnya, “Wonna…” 

Hana berdiri dan berhadapan dengan sahabatnya, Won berkata, “Akhirnya aku menemukanmu Oh Hana. Kau akan benar-benar di hukum jika sampai sakit karena kehujanan” Hana tidak bisa mengatakan apapun lagi. Won membenarkan letak jaketnya dan mencoba melindungi kepala mereka berdua. Saat Won tersenyum padanya, mau tak mau, meski hatinya sedang bersedih, Hana juga membalas senyumnya.

***

Bukan kah karakter Won ini semakin complicated, mengapa dia menjadi semakin misterius setiap episode nya? Dan sepertinya alasan dia mengatakan tidak bisa mencintai Hana bukan hanya satu, dari yang aku lihat dari adegan flashback nya, Na Young yang menuduh mereka berkencan dan reaksi Hana terhadap tuduhan itu juga menjadi salah satu alasannya. Seperti yang So Eun katakan, Hana terlihat seperti orang yang akan mementingkan perasahabatan daripada Cinta, itu jugalah yang terjadi di masalalu.

Hana bahkan sangat merasa bersyukur karena saat itu Won mengatakan bahwa dirinya menyukai gadis lagi, yang tanpa mereka sadari bahwa mungkin Won gadis yang dia bicarakan adalah Hana. Namun demi ingin melindungi persahabatan Hana dan Na Young dia pun membual tentang menyukai orang lain.

Seperti yang dikatakan Lee Jin Wook di acara konpers drama ini bahwa karakter dia dan Li Da Ren sangat berbeda, itu juga terlihat dari pengakuan dramatis Won yang dengan kejam mengatakan bahwa dia tidak akan pernah mencintai Oh Hana. Di drama aslinya, semuanya berawal dari pengkhianatan sahabat You Qing sejak di SMA yang menyukai Da Ren. Tapi di drama ini Hana yang dituduh berkhianat pada persahabatan mereka dan  Won yang menyelesaikannya untuk Hana.

Hana tumbuh menjadi gadis yang positif tanpa sakit hati karena hubungan perasahabatan yang rusak dengan sahabatnya. Bertolak belakang dengan Won yang tumbuh menjadi pribadi yang misterius, seolah menyimpan banyak luka dari masa lalu untuk menyembunyikan perasaannya pada Hana. Itu lah mengapa ketimbang bersikap begitu pengertian terhadap Hana, Won lebih memilih selalu mendebat Hana, bahkan mengejeknya dan dia tidak segan mengatakan pendapat terburuknya pada situasi Hana. Won hanya ingin Hana sadar akan usianya, dan tidak lagi menangis karena laki-laki.

Di episode ini, bahkan pilihan pekerjaan Won menjadi Kru kabin menjadi semakin misterius. Won yang dikenal pemilih, tentu akan lebih pantas dengan cita-cita nya menjadi sutradara, lalu mengapa dia tiba-tiba merubah cita-cita itu dan mengabdikan diri dengan melayani orang lain di pesawat. Hmmm apakah itu untuk melatih dirinya bersabar dalam menghadapi Hana? Eh?

Suka banget sama keluarga Hana yang selalu cari-cari kesempatan untuk menjodohkan mereka. Scene favoriteku di episode ini adalah saat Won makan bersama dengan keluarga Hana keliatan banget akrabnya, dan Ibu nya hana itu lho, ngebet banget tampaknya pengen Won jadi mantunya hehehe.
 
So Eun modus banget yah ;p pinter ngambil Hati Won dan Mi Hyang, jadi tidak heran kalau pada akhirnya Won memutuskan untuk ‘mencoba’ berkencan dengannya sementara dia tetap menjadi sahabat terbaik Oh Hana.
 
Siapa yang terharu melihat Won tiba-tiba datang melindungi Hana dari hujan? Pasti banyak yah? Bahkan komen-komen netizen tentang scene ini pun sangat positif, tapi sayangnya ini menjadi scene yang membuatku sedikit kecewa jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di versi originalnya. Menurutku Scene ini terlalu dramatis aja hehehe…

Aku sebelumnya tidak berniat membandingkan versi Taiwan dan korea nya, tapi aku benar-benar menunggu Scene ini, Ending episode 3 di versi Taiwannya adalah Scene favorite ku, sayang sekali aku tidak bisa melihatnya d versi Korea nya.

Melihat Lee Jin Wook di dekat Ayunan di hari hujan malah membuatku teringat pada ending Nine episode 10, saat Sun Woo akhirnya menemukan Min Young yang basah kuyup kehujanan karena merasa frustasi dengan ingatannya. Tapi tentu saja…. Kesannya sangat berbeda…. Swing and Rainy Scene nya Nine lebih membuat hatiku berdebar-debar dan sangat membekas di ingatanku. “Kau tau kata apa yang paling aku benci… Samchoon” Brrr kesannya itu dalem banget >.<

Dan kenapa Ahjuma Mi Ran dan Barassi tiba-tiba jadi cameo di episode ini? Sudah terlalu banyak scene di drama ini yang mirip denga Scene di Let’s Eat 2 dan sekarang cameo nya pun salah satu pemain Let’s Eat 2? Hmmm… bolehkah aku berharap Seo Hyun Jin jadi cameo, mungkin dia bisa menjadi salah satu penumpang rese yang tidak bisa di handle So Eun lagi, dan akhirnya Won yang melayani istrinya yang cantik itu *aku aku ini ngomong apa sih* (Mohon maaf, aku belum sembuh dari kutukan Crown Couple ku)

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

10 Komentar untuk "The Time We Were Not In Love Episode 3"

Iya irfa.aku jg ga suka endingnya.pas nonton rasany kok 'ajaib' won tb2 muncul..

Itulah drama,hehehe. Makasi mba Irfa, sy sependapat dgn mba Irfa nine lebiiiih keren..

Ditunggu ulasan episode 4 nya ya mba..

Bukan masalah Won yang ajaib ada disana kok, sejak awal Won bilang tempat Hana dan Sung Jae pergi itu deket, knp juga harus nginep. Dan Hana menelpon Won sepanjang malam, jadi aku gak heran klo Won bisa cepet dateng kesana, dan yah... kan jaman udah cangih, Won bisa ngtrack keberadaan Hana dengan GPS.

Yang membuat aku kecewa, adegannya dibikin dramatis, tapi malah feel sedih dan romantis nya ilang aja, sementara di drama aslinya, Scene Daren nyusulin YQ itu sederhana, tapi makjleb terasanya. Jadi rasanya kurang aja eksekusinya untuk versi Korea nya ini~~

Memang Nine itu belum ada tandingannya yah... di naver ada yang komen kalo mungkin Park Sun Woo akan terlupakan karena karakter Charmingnya Won, tapi buat aku.. Park Sun Woo tetap yang the best >.<

di episode 4 paas won dan hana makan jamppong itu mereka nonton tv acaranya pas running man kyaknya pas running man episode seo hyun jin...kekekekekeke.........

makasih mimin udah mau review in....

eh jangan lupa baca juga Sinopsis Drama Korea Terbaru hanya diblog Drama Korea Terbaru dan Film Drama Korea Terbaru

Sampai sekarang peran lee jin wook sebagai park sun woo masih paling is the best,gara2 nine jadi pengen lihat akting lee jin wook terus...^^

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top