Hwajung Episode 5-6: Antara Kematian dan Hidup Baru



 
Aku bingung nih sama episode ini, jadi sebenernya gimana sih ini, Gwanghae nya gak tau Seonjo di racun sama Gae Shi dan Yi Chum kah?? Tunggu episode mendatangnya aja kali yah, biar jelas sebenernya Gwanghae itu kaget karena Lee Deuk Hyung tau tentang Seonjo yang keracunan ataukah kaget karena Ayahnya meninggal karena di racun. Sigh… bikin gemes jadinya.


Jung Myung terus memohon pada Gwanghae agar kakaknya itu memaafkan Yeongchan dan membawanya kembali ke istana. Tentu saja itu adalah permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh Gwanghae, padahal dia sangat sedih saat mendengar Jung Myung terus memohon padanya, apalagi saat dia teringat pada janjinya di masa lalu untuk melindungi Yeongchan.

Para Pejabat juga memohon pada Gwanghae agar dia mempertimbangkan kembali keputusannya untuk mengasingkan pangeran Yeongchan hanya karena pengakuan seorang narapidana. Bahkan Lee Deok Hyung yang paling keras mengeluarkan suaranya dalam hal ini. Gwanghae tidak bergeming, dia tetap pada keputusannya dan  akhirnya memerintahkan untuk memecat semua pejabat yang tidak patuh pada keputusannya.

Siapa yang paling bahagia dengan keputusan Gwanghae? Tentu saja Lee Yi Chum. Dia Berjaya, tertawa puas saat melihat Lee Deok Hyung dkk dibawa oleh para petugas untuk dilucuti dari jabatannya. Kini istana adalah milik partai utara. Yang bertugas menjadi pejabat di kerajaan tinggal orang-orang partai utara saja. Namun Lee Yi Cheom tetap berpikir jika masih ada yang harus mereka lenyapkan selain pangeran Yeongchan. Ratu Inmok dan Putri Jung Myung.

Itu juga yang diusulkan Kim Gae Shi pada Gwanghae, yang tentu saja ditolak dengan keras oleh Gwanghae. Dia tidak bisa melengserkan Ratu Inmok dan Putri Jung Myung dari posisinya, bagaimanapun Gwanghae ingin menjaga keutuhan keluarga kerajaan. Namun bagi Kim Gae Shi, itu sama saja meninggalkan masalah yang kelak harus dihadapi Gwanghae dimasa depan. Karena orang-orang dari partai barat dan partai lainnya akan mencoba bersekutu dengan Ratu dan Putri untuk melawan Gwanghae.

Namun kemudian terjadi kejadian menggemparkan di Aula Istana. Seekor kambing mati tanpa kepala di gantung di dekat kursi Raja. Sebuah surat berdarah terselip disana bertuliskan, Raja sekarang tidak berhak atas tahtanya, dan buktinya ada di Biro kepolisian. Lee Yi Chum langsung mencarinya kesana dan dia menemukan dokumen Ramalan The Great Seer yang menyatakan bahwa Keturunan murni lah yang berhak atas tahta Raja.

Atas kejadian ini, Ratu In Mok diinvestigasi, dan dia kaget saat melihat isi dokumen ramalan itu, apalagi saat dia tahu siapa yang menulisnya. Saat dia hamil, dia juga pernah bertemu The Great seer tersebut dan mengatakan dia harus menjaga anak yang ada di dalam kandungannya, tapi anak itu bukan Yeongchan, melainkan Jung Myung. 

Takut Gwanghae akan membunuh putrinya jika dia tahu tentang ramalan itu, Ratu pun segera melarikan Jung Myung dari istana. Sayangnya di perjalanan, rombongan Jung Myung di hadang Lee Yi Chum yang telah mendapat perintah dari Kim Gae Shi untuk membunuh Jung Myung, beruntung datang Lee Deok Hyung bersama Joo Won dan In Woo yang membantu mereka. Joo Won membawa Jung Myung dan dua dayangnya menuju pelabuhan lewat jalan pintas. Joo Won berjanji pada Jung Myung bahwa dia akan melindungi Jung Myung juga pangeran Yeong Chan.

Jung Myung dan dua dayangnya berhasil tiba di Pelabuhan, sementara Joo Won pergi mengalihkan para penjaga. Mereka mendapatkan kapal, namun sebelum sempat melepaskan talinya, Lee Yi Chum sudah mendekat ke arah pelabuhan. Dayang meminta Jung Myung pergi sendiri dengan perahu dayung untuk satu orang. Dia harus selamat dan mengambil kembali semua hal yang diambil darinya.

Saat Jung Myung mendayung untuk meninggalkan Pelabuhan, Lee Yi Chum dan para penjaga semakin mendekat, Dayang memutuskan mengorbankan dirinya dengan meledakan perahu yang tadinya akan dia gunakan bersama Jung Myung untuk melarikan diri. Ledakan itu bergitu hebat, hingga Gwanghae pun melihat nya dari istana.

Sebelumnya, Kim Gae Shi sudah memberitahu jika Gwanghae akan segera mendapat kabar tentang kematian Jung Myung yang meninggal saat melarikan diri dan pangeran Yeongchan pun hidupnya tidak akan lama lagi. Gwanghae marah besar pada Kim Gae Shi hingga menghunuskan pedangnya, namun suara ledakan itu menganggunya dan dia tahu sesuatu telah terjadi pada adiknya tersayang.

Gwanghae pergi ke Pelabuhan, dia bahkan masuk ke dalam lokasi ledakan, namun dia tak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Adik tersayangnya Jung Myung telah meninggalkannya, padahal dia ingin menjaga janjinya pada Jung Myung untuk membiarkan Yeongchan hidup. Bahkan janji itu pun tidak bisa ditepati Gwanghaee karena Yeongchan akhirnya meninggal di pengasingan karena udara yang terlalu dingin untuknya.

Ratu In Mok sangat marah dan sedih mendengar kondisi mayat putranya yang tanpa kuku, dengan banyak tanda goresan kuku di ruangan pengasingannya. Dendamnya pada Gwanghae semakin menjadi bahkan hingga meneriakan nama Gwanghae tanpa embel-embel Raja.

Istana berduka atas kematian Putri dan Pangeran Agung mereka, kematian Jung Myung dalam ledakan disebutkan sebagai kecelakaan, dan Yeongchan pun meninggal karena sakit, namun rumor tentang Gwanghae yang membunuh saudara-saudaranya semakin gencar.

Gwanghae masih tidak terima dengan kematian kedua adiknya, sementra Kim Gae Shi dengan tenang berkata jika dia melakukan semua itu untuk menjaga tahta Gwanghae. Tahta? Ya.. itu masalahnya, apakah Kim Gae Shi tidak curiga dengan apa yang sedang terjadi? Ada yang salah dengan sejak insiden kambing di Aula kerajaan, ada seseorang yang sedang mengatur mereka untuk membunuh Jung Myung dan Yeongchan. Seseorang yang membuat mereka menjadi orang bodoh dan mempermainkan mereka seperti boneka. Kim Gae Shi kaget dengan apa yang dikatakan Gwanghae, benarkan itu yang sedang terjadi?

Gwanghae sudah mencurigai hal ini sejak dia menemukan tentang dokumen yang berisi ramalan tentang pewaris tahta sesungguhnya. Dia yakin Ratu tidak tahu tentang ramalan itu sebelumnya, karena jika dia tahu dia pasti akan bergerak sejak dulu, mengapa baru mengeluarkan ramalan itu ketika Pangeran Yeongchan sedang diasingkan? Dan lagi, insiden kambing itu juga mencurigakan, bagaimana bisa seseorang dengan mudahnya membawa Kambing tanpa kepala ke Aula kerajaan tanpa diketahui penjaga. Setelah menyelidiki lebih jauh, Gwanghae menyadari ada seseorang yang merencanakan semua itu, dan orang itu memiliki power kekuasaan dan koneksi yang besar di dalam istana sehingga dia bisa membawa kambing itu dengan mudah ke dalam Aula kerajaan.

Apakah itu artinya ada Villain yang lebih mengerikan dari Lee Yi Chum dan Kim Gae Shi? Begitulah…. dan sosoknya sangat mengejutkan. Adalah dia, Kang Joo Seon ayah dari Kang In Woo, Sang Walikota yang merupakan salah satu orang kepercayaan Lee Deok Hyung, ternyata dia lebih dari sekedar Walikota. Koneksinya sangat kuat, bisa di bilang dia adalah King Maker. Namun tentu saja tidak ada yang tahu dengan semua aksinya tersebut yang diam-diam ingin menggulingkan Gwanghae dari tahtanya hanya karena satu hal. Gwanghae sedang bermain dengan api. Dia tidak butuh seorang Raja yang memperkuat negaranya dengan membuat senjata, itulah mengapa dia harus membuat Gwanghae merasa tahtanya sedang terancam.

Tadinya Kang Joo Seon belum menemukan cara yang tepat untuk mengancam Gwanghae, hingga dia menemukan dokumen ramalan tentang keturunan murni itu. Dia sengaja memeriksa keaslian dokumen itu dan merencanakan semuanya. Kang Joon Seon tahu jika dokumen itu sampai ke tangan Gwanghae maka nyawa Yeongchan tidak akan selamat, dan seperti yang sudah dia prediksi orang-orang Gwanghae bergerak cepat, bahkan mereka juga melenyapkan nyawa sang putri. Kemudian dengan mudahnya dia berkata semua tragedy itu terjadi karena kesalahannya yang telah memeriksakan dokumen itu pada ahlinya, sehingga dia terlepas dari kecurigaan sebagai orang yang sedang mempermainkan Gwanghae dan orang-orangnya di dalam istana.

Kang Joo Seon ini semacam Kim Ja Jum nya Hwajung kali yah, pemimpin dari para pejabat yang memberikan kekuasaan pada Raja namun menjadikan sang Raja bonekanya untuk memberikan keuntungan pada para Bangsawan, dan Ommo… jika mengingat episode-episode sebelumnya, dia itu kan dermawan ceritanya sering memberikan makanan gratis pada rakyat dari uangnya sendiri, ternyata dia adalah orang yang sanggup merencanakan kematian Jung Myung dan Yeongchan tanpa harus mengotori tangannya dengan satu tujuan. Membuat Gwanghae tidak dipercaya sebagai Raja, karena Gwanghae bukan Raja yang sesuai dengan harapannya.

Mengapa Gwanghae tidak menjadi Raja yang sesuai harapannya? Karena Gwanghae ingin memperkuat Joseon dengan mengembangkan senjata api untuk Joseon, Gwanghae ingin Joseon menjadi Negara yang kuat yang bisa mengungguli Dinasti Ming, tapi bagi Kang Joo Seon, menciptakan senjata bukanlah tugas Raja, dan itu bukan Joseon banget, ntah pikirannya terlalu kolot, ntah Kang Joo Seon ini ingin orang-orang Joseon tetap berada di bawah pengaruh Ming. Yang jelas visi misinya sangat bertolak belakang dengan Gwanghae, itulah sebabnya dia berencana menggulingkan Gwanghae.

Lalu bagimanakah nasib sang Putri? Apakah dia benar-benar meninggal, ternyata tidak^^ Putri Jung Myung yang lunta-lunta di tengah lautan, ditemukan bajak laut Jepang dan dibawa ke Jepang untuk dijadikan budak di pertambangan Sulfur. Oh iya, karena Jung Myung masih berpakaian pria, dia pun dianggap sebagai pria, walau sempat di curigai, namun Jung Myung berhasil meyakinkan mereka bahwa dia adalah anak laki-laki.

Beruntung Jung Myung bertemu dengan anak dari Joseon juga, salah satunya Ja Gyung, pemimpin budak anak-anak di pertambangan itu. Ja Gyung adalah orang yang dingin dan tegas, namun dia selalu membela para budak anak-anak terutama yang dari Joseon. Dia sebenarnya sebal dengan tingkah Jung Myung, namun lama kelamaan Ja Gyung sadar jika saat di Joseon Jung Myung pasti berasal dari keluarga berada karena dia terlihat bingung saat diberi makanan budak.

Jung Myung teringat pada pesan ibunya jika dia harus bertahan hidup dimanapun dia berada, dan saat dia punya kesempatan untuk kembali ke istana dia harus mengambil kembali segala yang terenggut darinya. Jung Myung pun jadi rajin bekerja meski itu tidak mudah. Namun kemudian Jung Myung melihat air kawah bergolak, apa yang terjadi di pertambangan itu? Ja Gyung melihatnya juga dan dia lebih berpengalaman tentang hal ini, Air kawah yang bergolak menandakan bahwa gunung di sekitar pertambangan akan meledak. Sebelum semuanya lebih parah Ja Gyung mengajak Jung Myung untuk lari dari tempat itu.

Pemilik pertambangan tempat Jung Myung bekerja bernama Maruno, dia adalah seorang budak Joseon yang berhasil menjadi pemilik pertambangan sulfur, dia berhubungan baik dengan pedagang Joseon, dan dia cukup kaget saat Joseon menginginkan sulfurnya untuk membuat senjata. Hmmmm… sepertinya nanti bisa kembali terhubung dengan istana karena Maruno kali yah? Karena Gwanghae kan sedang membutuhkan sulfur untuk membuat senjata api.

Gwanghae menjadi raja yang kesepian, dia teringat saat Lee Deok Hyung memintanya mempertimbangkan keputusan yang akan membuatnya menyesal, Gwanghae rindu pada perdana mentrinya itu, akhirnya Gwanghae mendatangi tempat tinggal Lee Deok Hyung setelah dia pecat, sebuah rumah sederhana. Saat Gwanghae datang Lee Deok Hyung tidak ada, tapi dia masuk ke dalam ruangan itu dan kaget saat menemukan sebuah buku catatan kesehatan yang menjelaskan tentang kematian Seonjo akibat di racun dalam jangka waktu yang lama. Gwanghae syok melihat buku catatan itu, apa yang membuatnya syok? Karena mengetahui Seonjo meninggal karena di racun, ataukah mengetahui jika Lee Deok Hyung tahu tentang penyebab kematian Seonjo??

Masalahnya bagaimana Lee Deok Hyung bisa memiliki buku tersebut dan mengetahui tentang penyebab kematian Seonjo? Semua berawal saat Lee Deok Hyung sedang beres-beres untuk pulang kampung, pelayannya menemukan buku di kudanya, saat di bukan ternyata buku itu adalah buku yang ditulis salah seorang dokter yang dulu memeriksa mayat Seonjo, dia meyadari bahwa Seonjo di racun namun dokter lain diam saja, setelah tidak lagi jadi dokter di istana, dia pun mencari tahu  racun apa yang membuat beberapa tanda hitam di tubuh Seonjo, dan akhirnya mengetahui jenis racunnya. Dia bahkan bisa menduga jika Seonjo telah mengkonsumsi racun tersebut untuk waktu yang sangat lama.

Lee Deok Hyung bingung, bagaimana bisa itu terjadi? Apakah itu semua adalah ulah Gwanghae? Lee Deok Hyung menyadari adanya keterlibatan Kim Gae Shi dalam hal ini dan mencari tahu tentang mantan dayang tua yang membawa Kim Gae Shi ke istana. Tentu saja, Lee Deok Hyun pun sudah menduga jika Lee Yi Cheom pasti terlibat dalam rencana busuk itu.

Untuk mengibarkan bendera perangnya, Lee Deok Hyung mengirimkan racun yang digunakan Kim Gae Shi untuk meracuni Seonjo pada Lee Yi Cheom dan menuliskan namanya di kotak berisi racun yang dia kirimkan ke kantor pemerintahan. Lee Yi Cheom kaget melihatnya dan segera melaporkan hal itu pada Kim Gae Shi, kedua orang ini akhirnya ketar ketir juga, apa yang akan terjadi pada mereka berdua jika semua itu terbongkar. Bagaimanakah nasih Lee Deok Hyung selanjutnya? Aku yakin nih, Lee Yi Cheom dan Kim Gae Shi tidak akan membiarkan Lee Deok Hyung begitu saja

***


Akhirnya terkuak juga alasan Kang Joo Seon nampang di posternya Hwajung, ternyata dia King Maker nya toh >.< bahkan aku berpikir ke depannya perannya akan lebih penting dari Lee Deok Hyung. Sebenernya lebih serem orang yang semacam Kang Joon Seon ini yah? Pura-pura baik tapi ternyata, heu… dia tidak mengambil kedudukan yang terlalu penting di pemerintahan, tapi koneksinya di istana super sekali, keren banget tuh dia bisa suruh orang bawa kambing tanpa kepala ke Aula Istana tanpa di hadang penjaga. Daebak… Daebak…

Aku merasa Kang Joo Seon ini sedang memanfaatkan Lee Deok Hyung dan Hong Young untuk mencapai tujuannya, karena dua orang terdekatnya ini tampak tidak tahu rencana busuknya untuk menggulingkan Gwanghae dari tahta.

Sejak awal Hwajung akan tayang aku penasaran apakah aka nada Kim Ja Jum di drama ini? Dalam drama Cruel Palace dan Samchongsa, diceritakan bahwa Kim Ja Jum adalah ketua pemberontakan yang menggulingkan Gwanghae dari tahtanya dan mengangkat Injo jadi raja, tapi setelah melihat aksi Kang Joo Seon, sepertinya peran Kim Ja Jum di Hwajung diambil alih sama dia, yah… gimanapun drama ini juga hanya fiksi sejarah sih, penulisnya bebas mau memunculkan karakter apapun juga^^

Toh cerita tentang Putri Jung Myung nya juga aku rasa hanya fiksi. Karakter Jung Myung memang ada di sejarahnya, tapi tidak banyak catatan tentang keberadaannya dan peranan dia diistana, hanya tertulis dia adalah nenek dari istrinya putra mahkota Sado, Lady Hyegyeong. Hmmm… nama bapaknya Lady Hyegyeong siapa yah? Hong Bong Han sih kalo liat di wiki, Aha! Berarti nanti Jung Myung nikahnya dengan pria bermarga Hong dong, hayo siapa?? Hong Joo Won donk, hahahah… akh gak asyik nih loveline nya udah ketebak ;p

Ugh… tapi aku kok kurang suka yah sama karakternya Joo Won itu, dia menya menye kek gitu, semacam terlalu sensitive, karena gak bisa melindungi putri dia jadi mabuk-mabukan kek gitu, trus katanya jadi gak bisa belajar apalagi jika nanti harus bekerja di pemerintahan, halah… berharap nanti karakternya makin berkembang deh, kan kasian juga Seo Kang Joon kalo karakter Joo Won seperti itu, apalagi katanya dia akan jadi orang Gwanghae, dan dilemma dengan perasaannya pada Jung Myung yang ingin melawan kakaknya itu.

In Woo malah lebih gak penting lagi tuh cast remajanya. Sejak kecil dia bercita-cita jadi suami Jung Myung, tapi di episode 5 dan 6 ini perannya hanya sebagai best friendnya Joo Woon saja, sama sekali tidak terlihat jika dia ada rasa sama Jung Myung, apalagi melihat temannya yang sampe mabuk-mabukan karena kematian Jung Myung, In Woo ekspresinya lempeng-lempeng aja. Mungkin memang belum suka kali yah sama Jung Myung, heu… berharap peran Kang In Woo setelah diperankan Han Joo Hwan bisa lebih penting lagi, apalagi dia kan anaknya Kang Joon Seon si King Maker Kang Joo Seon.

Di episode 6 aku punya tokoh favorit baru^^ Ja Gyung… Ommo… suka banget lah sama si anak kucel itu,, cool banget karakternya padahal baru liat beberapa scene aja, udah suka gitu sama karakternya dingin-dingin menggemaskan >.< kelak Ja Gyung dewasa akan menjadi pengawal pribadi Putri Jung Myung, dan tentu saja selama Jung Myung jadi budak, dia pasti akan menjadi penjaganya Jung Myung juga kan? Chems nya Ja Gyung-Jung Myung di pertambangan itu kok langsung klik yah, suka suka… sepertinya aku bakal lebih nyipperin Jung Myung dan Ja Gyung nih, soalnya kan katanya Ja Gyung juga bakal suka sama Jung Myung, apalagi pemeran dewasanya itu Gong Myung^^ bakalan patah hati nih aku, tapi yah semoga aja nanti chemsnya Seo Kang Joon dan Lee Yeon Hee yang lebih nampol.

Hmm.. sebenernya agak kecewa juga sih karena Hwajung semacam menjadi Jung Myung center, karena ternyata orang yang akan menghancurkan Gwanghae itu ya Jung Myung, entah bagaimana caranya, semoga saja tidak membuat cerita yang sudah terbangun baik di 6 episode pertamanya menjadi dragging di pertengahan. Please… jangan jadi King’s Face kedua yah yang menjadikan Kim Gae Hee sebagai pusat cerita, tapi karakternya Gae Hee kurang nendang, apalagi endingnya sangat mengecewakan untukku.

Semoga Hwajung tetap teguh dengan Splendid Politik nya, lebih dimunculkan aksi-aksi cerdas dan kejamnya Lee Yi Cheom dan Kim Gae Shi, karakter Gwanghae tetap dibuat manusiawi, dan ditunggu sekali peranan Kang Joo Seon yang akan menggulingkan Gwanghae dan berkolaborasi dengan Injo, menanti keluarnya Kim Jae Won nih, pengen liat Injo versi Kim Jae Won akan seperti apa karakternya^^

Menonton Hwajung ini, aku sepenuhnya menjadi pendukung Gwanghae… OMG kasian sekali Gwanghae ini. Dia yang berjuang mati-matian saat perang Imjin, tidak diakui Ayahnya sebagai putra mahkota karena dia anak selir tapi mendapat kepopuleran luar biasa di kalangan rakyat. Sayangnya setelah berhasil jadi raja dia mendapatkan pendukung yang salah, asem yah itu Lee Yi Cheom dan Kim Gae Shi, semua ide gila mereka demi menjaga tahta Gwanghae ya semuanya di limpahkan pada Gwanghae, bahkan di kalangan Rakyat biasa tersebar rumor tentang kejamnya Gwanghae yang tega membunuh keluarga sendiri demi menjaga tahtanya, akh padahal kan itu semua di luar kehendak Gwanghae T.T

Lagian nih yah… jika saja sejak awal Ratu In Mok dan Imhae-gun tidak ambisius dan membantu Gwanghae membangun Joseon, tanpa haus kekuasaan, aku yakin kok… Gwanghae pasti bisa melindungi mereka. Tapi yah karena ulah merekanya sendiri demi memenuhi ambisi pribadi, kesannya Gwanghae jadi kejam, padahal kan itu semua salah mereka sendiri heu… kasian sekali Urri Jeonna ini~~~~

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


1 Komentar untuk "Hwajung Episode 5-6: Antara Kematian dan Hidup Baru"

Salut sm irfa tahu banyk tentng drama sejarah ma kasih bgt penjelsan eps 5-6. Coba nih drama ada sub indo nya kadng eng sub jga gk ada. Hwajung ceritanya bgus utk di ikuti wlw yg membwt q menarik krn pengn liat kang joon tp lama2 ceritanya bgus

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top