Witch's Love Episode 16 part 2 [End]


Ibu mengepak beberapa makanan kesukaan Ji Yeon untuk di bawa ke Inggris, beras merah goreng untuk diminum air seduhannya dan beras merah nya bisa dimakan setelah lembut. Ada juga rumput laut yang harus dimakan sebelum basi.

Ji Yeon mengerti kekhawatiran ibu dan akan memakannya. Ibu mengeluh, Ji Yeon pergi ke luar negeri seperti ini, kapan dia akan menikah? Kan hanya satu tahun. Tetap saja, tahun depan Ji Yeon berumur 40 tahun. Lalu apa masalahnya? Ji Yeon kan sudah punya pacar sekarang.

Ibu menghela nafas panjang, “Aku suka segala sesuatu tentang Mr. Yoon kecuali umurnya yang terlalu muda. Dan sekarang dia kembali kuliah juga, Akan ada banyak gadis muda yang cantik mendekati dia” Ibu mencemaskan hubungan Ji Yeon dan Dong Ha.

Dong Ha bukan orang seperti itu, Ji Yeon membela kekasihnya. Ibu sebal, memangnya ada berapa pria yang bisa kelihatan bahwa dia tukang selingkuh dari dahinya.

Ji Yeon mengalihkan perhatian ibu, apakah ibu sudah mengantuk? Kenapa? Haruskah ibu pergi? Tidak… Ji Yeon memeluk Ibu dan berkata dia ingin melakukan sesi bergosip dengan Ibu. Tidak kah Ji Yeon akan kecapean untuk pergi besok? Tidak akan, besok Ji Yeon akan terbang lebih dari 10 jam, dia akan menghabiskan waktunya dengan tidur. Ibu pun setuju melakukan sesi gossip bersama Ji Yeon.

Ibu kembali memeluk Ji Yeon dan mengeluh, “Apa yang harus aku lakukan? Aku akan merindukanmu” Ji Yeon menenangkan ibu jika dia akan segera pulang. Setahun itu terlalu panjang. Ji Yeon meyakinkan ibu jika itu akan cepat jika dilalui.

Esoknya Soo Chul dan Dong Ha sudah siap untuk mengantar Ji Yeon ke bandara. “Noonim. Jangan terlalu khawatir. Aku akan mengawasi Dong Ha” Soo Chul berjanji pada Ji Yeon, dengan tanggap Ji Yeon pun langsung berpesan agar Soo Chul mengawasinya dengan hati-hati. Laporkan padanya jika Dong Ha bertindak bodoh. Jika ada gadis yang mengejar Yoon Dong Ha, Soo Chul harus mengirimkan semua biodata mereka dengan segera.

Dong Ha merasa itu tidak adil karena dia tidak bisa mengawasi Ji Yeon jika dia bermain-main di Inggris. Memangnys siapa yang mau bermain-main? Soo Chul melerai mereka, sebaiknya Dong Ha dan Ji Yeon tidak bertengkar di depannya, dan lagi mereka akan terlambat.

Soo Chul langsung mengambil koper Ji Yeon, Dong Ha berniat mengambil alih, tapi Soo Chul melarangnya, “Biar aku yang membawanya, kau pegang saja tangannya” dengan baik hati Soo Chul memberikan kesempatan pada Dong Ha. Ji Yeon dan Dong Ha pun segera berpegangan tangan dan berjalan menuju tempat parkir.

Selama perjalanan ke Bandara, mereka tetap berpegangan tangan. Ji Yeon menatap Dong Ha dengan sayang, sementara Dong Ha meninggalkan beberapa pesan sambil menyetir,

“Telepon aku jika kau sudah sampai”

“Ya”

“Kita akan video chat sekali sehari. Seringlah SMS”

Ji Yeon bertanya apakah Dong Ha ingin bertaruh siapa yang akan paling sering memberi kabar? Tentu saja, dan taruhannya, yang kalah harus membayar perjalanan 4 hari ke pulau Jeju. Setuju.

Dong Ha mencium punggung tangan Ji Yeon dan Ji Yeon pun membalasnya, mereka nampaknya melupakan Soo Chul yang ada di belakang, melihat tingkah sepasang kekasih itu.

Soo Chul jadi gemas dan mengigit pundak Dong Ha, sementara Ji Yeon tak mempedulikan Soo Chul malah terus menciumi punggung tangan Dong Ha, dan Dong Ha pun membalasnya lagi, tingkah mereka benar-benar membuat Soo Chul geli.

Semakin dekat menuju bandara, Dong Ha berkata pada Ji Yeon, “Nyonya Ban…  Aku akan merindukanmu” Ji Yeon pun berkata, dia juga pasti akan merindukan Dong Ha.

[1 Tahun Kemudian]

Bunga Hiacynt Dong Ha kini telah berbunga lagi. Membutuhkan waktu setahun untuk melihatnya kembali berbunga. Dong Ha kini sudah memulai hidup barunya. Dia kembali menjadi mahasiswa kedokteran yang berprestasi.

Soo Chul menemui Dong Ha yang tampak cemberut di kampusnya, ada apa dengan wajah Dong Ha? Bukan kah dia sudah selesai UTS minggu lalu? Memangnya ada apa dengan wajah Dong Ha?  Akh sudah lah tidak usah dipikirkan. Dong Ha pun bertanya ada apa Soo Chul datang? Dia berniat menjemput Dong Ha. Soo Chul mengajak Dong Ha untuk pergi ke resortnya di akhir pekan ini.

“Tidak bisa, aku harus membuat laporan” Soo Chul memaksa, Dong Ha harus pergi. Ada apa dengan Soo Chul? Melihat Dong Ha curiga, Soo Chul bersikap biasa lagi, dia berpendapat, Dong Ha baru saja selesai ujian, dia harus liburan 1 atau 2 hari. Dong Ha selalu bergadang minggu lalu, Soo Chul merasa kasihan padanya. “Jujur saja padaku. Sebenarnya kau mau kan? Mau kan?” Dong Ha masih bersikap dingin dan nampak enggan pergi.

Soo Chul putus asa, dia memaksa Dong Ha untuk ikut. Eun Chae juga akan ikut dengan mereka. Oh… Dong Ha mengerti, Soo Chul membawanya agar bisa pergi dnegan Eun Chae yah? Bukan begitu, bagaimana bisa Soo Chul melakukan itu pada Dong Ha, dia tahu sahabatnya itu sedang kesepian.

“Aku tahu kau sedang tidak senang belakangan ini, tapi... Noonim akan pulang minggu depan. Kali ini ikut saja denganku”

Dong Ha sebal mendengar Soo Chul menyinggung Ji Yeon, “Aku tidak bisa berhubungan dengan Nyonya Ban lagi. Dia bilang dia akan menelponku setelah ujian, tapi aku belum dapat kabar darinya 10 hari ini. Dia bahkan tidak menjawab teleponnya”

Soo Chul membela Ji Yeon, mungkin dia sedang sibuk. Lagi pula, jika Dong Ha ikut ke resort, dia akan mendapatkan jawabannya. *jawaban apa? Jawaban mengapa Ji Yeon tidak bisa dihubungi?* Dong Ha nampak tak memperhatikan kalian terakhir Soo Chul, dan berkata dia akan memikirkan tawaran Soo Chul.

Dong Ha akhirnya ikut bersama Soo Chul dan Eun Chae ke resort keluarga Soo Chul. Dong Ha di tempatkan di kamar 301 sementara Soo Chul dan Eun Chae di kamar 101. Soo Chul meminta Dong Ha segera menaruh koper di kamarnya agar mereka bisa pergi makan bersama, dia sudah merasa lapar.

Setelah Soo Chul dan Eun Chae pergi, Dong Ha kembali mencoba menghubungi Ji Yeon, namun hasilnya nihil, dia sama sekali tidak berhasil menghubunginya. “Kenapa aku tidak bisa menghubunginya?  Aku khawatir padanya”

Soo Chul dan Eun Chae datang dan langsung pamer sepatu berbarengan pada Dong Ha, “Apa itu?” Dong Ha bingung dengan tingkah mereka. Soo Chul berbangga diri, “Kau lihat? Yoon Dong Ha.  Kami memakai *Oon Dong Ha Couple, Lucu kan?” (*Oon Dong Ha artinya sepatu lari)

Dong Ha mencibir bahwa mereka kekanak-kanakan, namun kemudian dia teringat saat dirinya dan Ji Yeon memakai kaos pasangan dan Ji Yeon tampak malu padahal tidak ada orang yang melihat. Hari itu mereka begitu bahagia bahkan berfoto bersama saat memakai kaos pasangan itu.

Karena lapar, Dong Ha segera mengajak mereka makan, tapi Soo Chul semapt-sempatnya menggombal dulu, “Melihat wajah Eun Chae saja sudah membuatku kenyang” Namun jika Dong Ha benar-benar lapar dia akan menemaninya. Dengan penuh perhatian, Soo Chul bertanya pada Eun Chae, “Eun Chae-ya, kau mau makan apa?” Dengan malu-malu Eun Chae menjawab bukan kah Soo Chul tahu dia suka makan apapun. Dong Ha sebal melihat mereka dan berkomentar, “Kalian berdua cocok bersama”

Saat mereka makan, Eun Chae bertanya pada Dong Ha, katanya Dong Ha mendapatkan beasiswa lagi ya? Dong Ha langsung berbangga diri, “Yup! Tidak seperti pria yang disampingmu tahu, aku pintar di kelas ku. Aku tidak harus begadang semalaman biar dapat nilai bagus. Aku tinggal bersantai saja” soo Chul sebal dengan sindiran Dong Ha, dia membela diri, “Setidaknya aku sudah lulus, dan kau masih mahasiswa” Sigh Soo Chul sangat kekanakan.

Eun Chae kemudian menyuapi Soo Chul, “Makanlah ini” dengan manja Soo Chul menerimanya dan berkata itu sangat enak. Soo Chul pun melakukan hal yang sama, “Eun Chae-ya, Kau coba juga…” Eun Chae sudah kegirangan, namun dia menyadari tatapan tidak suka Dong Ha melihat tingkagh mereka. Eun Chae berkata, “Apa yang kau lakukan?” dan melirik pada Dong Ha. Soo Chul berkata siapa yang peduli, tidak usah pedulikan Dong Ha. Eun Chae pun membuka mulutnya namun dia memutupinya dengan tangan agar Dong Ha tidak melihat suapan Soo Chul untuknya.

“Ugh, aku tidak bisa makan dengan kalian. Apa yang kalian lakukan?” Dong Ha benar-benar kesal melihat kemesraan Soo Chul dan Eun Chae.  Tapi Soo Chul sama sekali tidak peduli, dia malah kembali menyuapi Eun Chae bahkan memberikan kecupan ringan di pipinya dan membuat Dong Ha semakin sebal. Tapi Soo Chul tampak puas mengerjai Dong Ha seperti itu.

Lagi-lagi Dong Ha teringat akan kenangannya bersama Ji Yeon. Dia sedang tertidur di pangkuan Ji Yeon yang sedang membaca buku. Ji Yeon menyuapi buah padanya, namun beberapa sari buah mengenai wajah Dong Ha. Dengan santai Ji Yeon membersihkannya dengan tissue. Dong Ha awalnya senang-sennag saja diperhatikan begitu oleh Ji Yeon, namun…

Akhirnya Dong Ha menyadari sesuatu dan langsung terbangun, “Kau sudah berpengalaman ya”  Ji Yeon bingung, dalam hal apa? Ji Yeon bahkan tidak gugup menyentuh wajah pria. Kapan dia menyentuh wajah Dong Ha? Dia hanya membersihkan sari buah yang tercecer di wajah Dong Ha.

“Itulah yang mereka sebut ‘berpengalaman’. Tindakan kecil yang bisa melelehkan pria” Ji Yeon sebal mendnegarnya, apalagi Dong Ha mulai berspekulasi, “Di Inggris, James, Paul, Smith.. Apa kau akan mengelap muka mereka kalau ada makanan?”

Ji Yeon benar-benar tidak mengerti ada apa dengan Dong Ha. Siapa orang yang menyuruhnya pergi ke Inggris? Dong Ha langsung menyesal, “Aku sudah gila. Seharusnya aku tidak pernah mengatakan itu”

Tanpa mempedulikan aksi merajuk Dong Ha, Ji Yeon menyuruh Dong Ha kembali berbaring di pangkuannya. Dong Ha awalnya menolak karena masih marah namun setelah berkali-kali Ji Yeon memintanya, akhirnya dia kembali berbaring di pangkuan Dong Ha.

Saat Ji Yeon menyuapinya buah, Dong Ha menolak memakannya, namun Ji Yeon memberinya kecupan ringan di pipi Dong Ha dan akhirnya Dong Ha mau memakan buahnya, hahaha

“Kau memakannya kan” Ji Yeon merasa menang, dia pun menawari melon pada Dong Ha dan kembali meyuapinya. Sari buah kembali tercecer di wajah Dong Ha, dan Ji Yeon membersihkannya lagi, kali ini Dong Ha tidak kesal lagi. Mereka berdua tersenyum bersama.

Teringat pada Ji Yeon membuat Dong Ha melihat ponselnya, berharap Ji Yeon menelpon atau membalas pesannya, tapi nihil. Tak ada tanda-tanda apapun dari Ji Yeon.

Selesai makan, Soo Chul merasa sangat kenyang, dia bertanya apakah Eun Chae suka makanannya? Ya, dan dia berterimakasih untuk makanan itu. Soo Chul kemudian pamit pada Dong Ha, dia dan Eun Chae akan berjalan-jalan sebentar. Dong Ha menawarkan agar mereka bertiga minum bir bersama, namun Soo Chul mengabaikannya dan mengajak Eun Chae untuk pergi jalan-jalan. (Kasian Dong Ha di kacangin)

Dong Ha akhirnya hanya bisa mengeluh. Kenapa Soo Chul mengajaknya ke resort? Liburan apanya? Ini sama sekali tidak menyenangkan. Dong Ha tidak merasakan apa-apa. Semuanya tidak ada artinya karena Nyonya Ban-nya tidak ada disana.

Masih penasaran, Dong Ha kembali menelpon Ji Yeon, tampaknya telepon itu seperti diangkat, namun lagi-lagi hanya pesan operator yang Dong Ha dengar, “Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi. Silakan hubungi beberapa saat lagi”

Dong Ha kembali ke kamar dan mendapati beberapa lilin di tata di lantai kamarnya, dan di ujung sana. Ji Yeon berteriak menyambutnya, “Ta-da, Yoon Dong Ha. Aku di sini! Apa aku mengejutkanmu” Ji Yeon memasang gaya seolah dia adalah hadiah untuk Dong Ha hari ini. Reaksi Dong Ha?

Dia hanya diam pada awalnya, kaget dengan kedatangan Ji Yeon yang tiba-tiba, namun meradang kemudian, “Apa kau sedang mempermainkanku? Apa yang kau lakukan?”  Dong Ha benar-benar sangat marah melihat kemunculan Ji Yeon yang tiba-tiba itu, dan Ji Yeon sangat kaget dengan reaksi Dong Ha.

Dong Ha berjalan mendekat  pada Ji Yeon dan memegang kedua pundaknya dengan erat seolah meluapkan amarahnya, “Kau membuatku khawatir, kau tidak bisa dihubungi 10 hari ini”  Ji Yeon bingung apa yang harus dia lakukan, mengapa Dong Ha begitu marah.

“Yoon Dong Ha” akhirnya dia hanya bisa memanggil namanya saja.

Dong Ha masih tampak sangat marah, “Jika kau muncul setelah setahun secara tiba-tiba begini…” Dong Ha menatap Ji Yeon intens, dan kemudian memeluknya, “Aku sangat senang” ternyata Dong Ha hanya pura-pura marah^^ Ji Yeon tertawa senang karena ternyata Dong Ha sangat senang melihatnya kembali, dia memeluk erat Dong Ha, bahkan sempat mengaitkan kakinya ke kaki Dong Ha saking senangnya.

Ji Yeon pikit Dong Ha benar-benar marah, dia sangat takut. “Kemampuan akting ku tidak pernah berkurang kan?” Dong Ha berbangga diri, Sigh… “Kesombongan mu juga tidak pernah berkurang” Ji Yeon mencibir.

“Kau tahu betapa aku sangat merindukanmu. Ketika aku melihatmu, aku ingin..” Ji Yeon langsung memotong kata-kata Dong Ha, “Stop! Biar aku yang mengatakannya” Ji yeon menatap Dong Ha dengan penuh cinta dan akhirnya berkata, “Aku mencintaimu”

Sebelumnya, Ji Yeon hanya menjawab saat Dong Ha mengatakan dia mencintai Ji Yeon, kali ini dia ingin dia yang mengatakannya duluan. Dong Ha tersenyum melihat tingkah Ji Yeon, dan mengeluhkan mengapa Ji Yeon begitu terobsesi untuk menang. 

Dong Ha memberikan ciuman singkat di bibir Ji Yeon membuat kekasihnya itu bahagia dan kembai mengatakan, “Aku mencintaimu”  Dong Ha kembali memeluk Ji Yeon dengan sayang. Mereka benar-benar terlihat sangat bahagia karena akhirnya bisa kembali bersama.

Eun Chae cemas pada Dong Ha, apa dia akan baik-baik saja? Soo Chul merasa yakin Dong Ha dan Ji yeon saat ini sedang bahagia sambil berpelukan. Bagaimana Soo Chul bisa tahu?

“Aku tahu lah. Aku sudah banyak mengencani wanita...” Ups.. Soo Chul salah bicara. Eun Chae langsung memasang wajah kesal. Soo Chul meralat, maksudnya dia berharap Dong Ha dan Ji Yeon senang dengan rencana yang telah disusunnya itu.

Soo Chul mengalihkan topic dnegan berkata, “Kenapa kau berjalan-jalan dengan ‘Pul’ diwajahmu?” (Pul dalam bahasa korea artinya lem). Eun Chae jadi panik dan menyentuh wajahnya, tapi Soo Chul menjelaskan yang dia maksud dengan ‘Pul’.

“Beautiful...” kemudian dia pergi meninggalkan Eun Chae sambil menghela nafas lega, akhirnya dia terbebas dari kesalahan lidahnya. Eun Chae langsung tersipu dan pergi mengejar Soo Chul sambil tesenyum.

Ji Yeon dan Dong Ha berbaring sambil berpelukan di tempat tidur. Ji Yeon bertanya bagaimana UTS Dong Ha? Tentu saja Dong Ha melakukannya dengan baik, dia bahkan khawatir sepertinta dia akan mendapatkan lagi beasiswa semester depan. Sigh… Dong Ha sombong sekali. Ji Yeon merasa, lain kali Dong Ha harus memeriksakan kejiwaannya, dia pikir sombongnya Dong ha adalah sebuah penyakit. Dong Ha tertawa mendengarnya dan Ji Yeon pun ikut tertawa.

Giliran Dong Ha yang bertanya bagaimana pekerjaan Ji Yeon sebagai reporter di Inggris? “Issu Week, terus saja memohon dan mengemis. Agar aku tetap kerja disana” Tapi tentu saja Ji Yeon bilang pada mereka dia tidak mau. Dia ingin pulang dan mengatakan pada mereka bahwa kekasihnya di Seoul telah menunggunya. Dong tesenyum lebar mendengarnya, tentu saja, Ji Yeon wajib pulang.

“Jadi, Apa kau akan kembali ke Trouble Maker?” Ji Yeon menjawab sambil terkantuk-kantuk, “Aku tidak yakin. Pria tua keras kepala itu ingin bertemu denganku. Ketika aku kembali ke Seoul nanti, Aku mungkin akan menemuinya”

Ji Yeon tampaknya benar-benar mengantuk dia bahkan tidak mendengar ajakan liburan dari Dong Ha, “Ketika kuliahku liburan musim panas nanti, Kau mau liburan bersamaku? Bagaimana dengan 4 hari perjalanan ke Pulau Jeju itu?” Dong Ha menunggu jawaban, namun dia akhirnya sadar jika Ji Yeon telah terlelap. Dong Ha pun tersenyum melihatnya lalu berkata, “Kali ini, Aku akan mengatakannya duluan sekarang. Aku mencintaimu, Nyonya Ban” Dong Ha mempererat pelukannya pada Ji Yeon yang telah terlelap.

Ji Yeon datang untuk menemui CEO Kwon, dia melihat CEO sedang menunggunya bersama seorang wanita yang ternyata adalah ibunya. Ji Yeon kaget melihat Ibu ada disana, CEO Kwon mempersilahkan Ji Yeon duduk sementara Ibu terlihat merasa bersalah pada Ji Yeon.

“Bukankah kalian sudah putus… Bukankah hubungan kalian sudah berakhir?” itulah pertanyaan pertanyaan Ji Yeon setelah dia duduk. CEO Kwon bingung berakhir? Ibu meminta Ji Yeon untuk tidak memberikan tatapan mengintimidasi padanya. Ibu tahu Ji Yeon pasti sangat marah padanya.

CEO Kwon mencoba menenangkan Ji Yeon dengan mengatakan mereka baru saja memulai, tapi ibu menyangkal dan berkata mereka sudah satu tahun berhubungan. Ji Yeon tampak kesal namun dia memilih bertanya tentang tujuan CEO Kwon mengajaknya bertemu apakah itu tentang mengajak Ji Yeon kembali ke Trouble Maker? Oh tentu saja, tapi mereka bisa membicarakan itu di lain waktu.

“Ji Yeon-na.  Hyun Sub dan aku… Hubungan kami serius” Ibu meyakinkan Ji Yeon, namun Ji Yeon masih khawatir saat mereka kelak bertengkar lagi, Ibu akan sakit lagi dan harus ke dokter seperti waktu itu. CEO Kwon meyakinkan mereka tidak akan bertengkar lagi. Janji. Lagi pula, sejak keajadian itu CEO Kwon begitu baik pada Ibu.

Ji Yeon tak bisa apa-apa lagi, namun dia penasaran, “Kalian berdua. Kapan kalian mulai berkencan lagi?” Ibu dan CEo Kwon gelagapan. Ji Yeon jadi curiga jangan-jangan mereka sudah berkencan sebelum Ji Yeon pergi ke Inggris, dengan ragu-ragu Ibu menjawab, mungkin… Ji Yeon tampak masih kesal karena Ibu tidak memberitahunya sejak tahun lalu.

Na Rae bertanya, apakah kapan mereka mulai berkencan menjadi penting? Ji Yeon menemui Na Rae yang telah melahirkan putrid cantiknya. Ji Yeon mengeluh saat itu ibunya berkata jika dia sudah putus dengan si pria tua keras kepala itu. Jika sudah begini, Ji Yeon tak bisa apa-apa lagi

Melihat putrid Na Rae, Ji Yeon tampak sangat takjub. “Kulitnya sangat sehat karena dia selalu
makan buah ketika dikandungan” Ji Yeon memuji bayi itu karena terlihat sangat cantik. Na Rae membanggakan karena putrinya tidak menderita Atopy. Ji Yeon masih takjub, bagaimana bayi Na Rae bisa memiliki hidung yang mancung dan mata yang besar seperti itu.

“Dia mirip Min Goo, tapi kepribadiannya mirip denganku. Kadang-kadang dia sangat murka, Terutama ketika dia lapar” Ji Yeon membenarkan, Na Rae paling tidak bisa menahan lapar.  Ji Yeon masih bermain-main dengan putrid Na Rae, jadi bayi itu mudah marah ya? Ya ya ya..

Kemudian Ji Yeon curhat pada Na Rae, “Aku pergi menemui ibuku beberapa hari yang lalu. Dia dan pria tua keras kepala itu saling tukaran nomor telepon. Aku bahkan belum pernah melakukan itu” Ji Yeon merasa sangat aneh.

Heuu… Itulah kenapa orang-orang mengatakan jika membesarkan anak-anak itu tidak ada gunanya. Ketika seusia Ji Yeon, Ibu membiayai pendidikan SMA Ji Yeon sendirian. Sekarang Ji Yeon sudak punya pekerjaan, bahkan sempat bekerja di luar negeri, Ji Yeon juga berkencan dengan Dong Ha. Bagaimanapun Ibu juga seorang wanita. Ji Yeon mengerti, tapi kenapa harus si pria tua keras kepala itu?

Ji Yeon menemui CEO Kwon dan bertanya tentang kinerja Ketua Byun. Dia bekerja keras tapi tetap saja… dia tidak sebaik Ji Yeon. Jadi… apakah Ji Yeon siap kembali ke Trouble Maker dan membuat masalah lagi. Tidak. CEO Kwon kaget mendengarnya, apakah CEO Kwon pernah mengecewakannya?

“Aku kecewa denganmu setahun yang lalu. Kau berkencan dengan ibuku di belakangku” CEO Kwon tidak bisa mengatakan apapun tentang hal itu, tapi… tetap saja bagaimana bisa Ji Yeon tidak kembali ke Trouble Maker. Seharusnya Ji Yeon bisa memisahkan urusan bisnis dan urusan pribadi. Itulah alasan mengapa Ji Yeon tidak mau kembali, dia tidak bisa bekerja pada kekasih ibunya. CEO Kwon jadi serba salah.

“Nyonya Choi Jung Sook… Tolong jaga dia. Jika kau membuat nya menangis, Kau tahu apa yang akan terjadi padamu, kan?” Itu adalah persetujuan Ji Yeon untuk hubungan Ibu dan CEO Kwon. Mendengarnya CEO Kwon merasa lega dan berkata pada Ji Yeon agar tidak usah khawatir, merekapun saling melempar senyum.

Ji Yeon datang ke sebuah kantor majalah, CEO nya berkata dia membaca artikel yang ditulis Ban Ji Yeon di Issue Week saat perjalanannya ke London bulan lalu. Itulah mengapa dia ingin segera menemui Ji Yeon saat mendengar Ji Yeon telah kembali ke Korea. CEO langsung to the point, apakah Ji Yeon mau bekerja di kantor penerbitan mereka?

Dengan percaya diri Ji Yeon bertanya, “Apa aku harus menjawabnya sekarang?” Tentu saja CEO akan senang jika Ji Yeon langsung menjawabnya, namun dia bisa memikirkannya dulu. Pikirkanlah tawaran mereka dengan sebaik-baiknya.

Ji Yeon berjalan di jalanan yang dikelilingi gedung bertingkat sambil bernarasi, “Aku selalu menatap lurus ke depan dalam hidup ku. Agar aku selalu di depan orang lain, Aku tidak ingin menyia-nyiakan 1 menit atau 1 detik pun. Tapi sekarang, aku tahu bagaimana memperlambat jalanku”   


Ji Yeon pun menoleh ke belakang, “Keindahan yang ada di dunia ini... Saat kau mendapatkan kebahagiaan dalam hidup ini.. Sekarang aku tahu kalau waktu bisa diperlambat... Olehku..”

Dong Ha bertemu dengan ayahnya, membicarakan operasi yang dilakukan ayahnya. Dong Ha menyampaikan terimakasih dari Direkturnya pada Ayah. Meski operasi berjalan lancar, Dong Ha masih harus tetap mengawasi pasien itu.

Ayah kemudian bertanya tentang Ji Yeon, Dong Ha menjawab Ji Yeon pergi wawancara ke perusahaan majalah lain, Ada banyak penawaran pekerjaan untuknya hari ini. Dia pasti sangat sibuk. Ayah senang karena Ji Yeon masih tetap sangat sukses. Lalu… apa yang akan Dong Ha lakukan?

Dong Ha bingung, apa maksud Ayah? “Aku senang kalian berdua bahagia saling bersama, tapi… Umur Reporter Ban sudah saatnya memikirkan pernikahan.  Aku yakin keluarganya mendorongnya untuk segera menikah” Dong Ha sedikit gelagapan, tapi Ji Yeon baru saja kembali dan dia juga sangat sibuk.

Itulah mengapa,Dong Ha yang harus memikirkan masalah pernikahan, “Pikirkan tentang hal ini. Wanita suka hubungan yang serius” Dong Ha termenung mendengar kata-kata Ayahnya.

Dong Ha dan Ji Yeon sedang bebaring berhadapan di tempat tidur,

“Sayang bisa kau bolos kerja?”

“Apa kau juga akan bolos kuliah?”

“Aku akan mendapat masalah dengan profesor ku nanti”

“Apa kau lebih mencintai dosenmu daripada aku?”

Dong Ha bertanya bagaimana Ji Yeon bisa memikirkan hal itu, Ji Yeon adalah yang paling penting baginya. 

Sweet scene mereka harus terganggu karena  suara seorang pelayan toko, “Pelanggan. Anda tidak boleh melakukan itu di sini” Hahaha… ternyata Dong Ha dan Ji Yeon sedang di toko furniture untuk mencoba tempat tidur, bahkan ada pelanggan lain yang menonton aksi mereka.

Dong Ha dan Ji Yeon segera bangun dari tempat tidur dan berkata tidak jadi membelinya, Kasurnya tidak terlalu bagus. Ji Yeon lebih suka tempat tidur yang lebih keras, mengapa yang ini bisa sangat lembut? Terlalu lembut. Tidak baik. Mereka pun pergi begitu saja.

Kini mereka mencoba menonton televisi 3 Dimensi dengan kacamatanya. Dong Ha dan Ji Yeon heboh sendiri saat menontonnya, bahkan mereka tidak peduli jika mereka sebenarnya sedang ada di toko elektronik, mereka sangat heboh dan merasa berada di rumah sendiri saat menontonnya. Ampun deh pasangan ini, ckckckck.

Kemudian mereka memilih peralatan rumah tangga. Dong Ha membawa sebuah panci, dan meminta Ji Yeon melepaskan barang-barang yang dibawanya.  “Aku tahu ini karena aku ini master chef. Ini pot ukuran yang bagus untuk memasak” Ji Yeon merasa yang lebih besar akan lebih baik. Saat membuka panci Ji Yeon menemukan sepasang gelas polkadot. “Ada apa ini?  Kau mau membeli ini? Norak” Ji Yeon dan Dong Ha tertawa bersama.

Ji Yeon kemudian menemukan boneka pengantin di dalam panci itu, mereka saling melempar senyum malu-malu dan Ji Yeon bertanya pada pelayannya, “Yang satu ini... Berapa harganya?”

Ji Yeon menatap bayangannya di cermin, dia sangat cantik dengan gaun merah mudanya. Ibu masuk dan berkata Ji Yeon sangat cantik. Ibu juga sangat cantik. Apakah mereka sedang bersiap untuk sebuah acara pernikahan? Siapa yang akan menikah?

“Ibu.. Kau telah membesarkanku menjadi anak yang cantik dan cerdas, Aku ucapkan terima kasih” Ibu pun berterima kasih karena Ji Yeon telah tumbuh dengan baik. Mulai sekarang, Ibu tidak perlu khawatir lagi pada Ji Yeon, Ibu harus melakukan apapun yang ibu mau. Hiduplah dengan bahagia.

“Aku… Selalu bahagia sejak kau dilahirkan. Bagi ku, melihat mu bahagia saja... Sudah membuatku senang dan bahagia”

“Aku mencintaimu… Nyonya Choi Jung Sook” Ji Yeon memeluk ibunya dan menangis bersama saat moment mengharukan tersebut. Ji Yeon menghapus air mata ibunya, make up mereka bisa luntur jika terus menangis. Ibupun  kemudian pamit untuk pergi duluan.

Dong Ha masuk ke ruangan tempat Ji Yeon berada, namun dia segera meminta maaf dan berniat akan pergi lagi. Ji Yeon jadi bingung, “Apa yang kau lakukan?” Dong Ha tersenyum dan berkata Ji Yeon sangat cantik, dia pikir dia salah ruangan. Ji Yeon mendekat ke arah Dong Ha, dan berkata dia juga sangat tampan hari ini.

“Aku memang selalu tampan. Bukannya hari ini saja. Kau tidak ingat?” Sigh, Dong Ha seperti itu lagi, mereka pun keluar ruangan bersama-sama.

Na Rae sedang menina bobokan putrinya bersama Min Goo, mereka sedang menghadiri sebuah acara pernikahan. Mereka berdua menatap putrid mereka dengan bahagia, Na Rae berkata putrinya mirip Min Goo, dia sangat cantik. Tapi saat tidur, menurut Min Goo dia mirip dengan Na Rae.

Soo Chul datang bersama Eun Chae dan menyapa Na Rae, “Apa ini? Kalian berdua akhirnya berpacaran?” Soo Chul berbangga hati karena akhirnya Eun Chae mengigit umpannya. Na Rae sangat senang melihat mereka. 

Young Shik datang dengan kameranya, “Halo. Kalian semua sangat keren. Biar aku foto” Na Rae mengajak Min Goo dan bayinya berfoto bersama, dan mereka pun mengambil foto bersama, “Satu, dua, kimchee”

Rin Ji datang tanpa pasangan, Young Shik bertanya apakah Rinji datang sendirian? Jadi dia harus foto sendirian? Rin Ji enggan di foto, namun Jae Wong datang dan menggandeng tangan Rin Ji, mereka pun berfoto bersama. Jae Wong dan Rin Ji tampak serasi^^

Ketua Byun datang dengan kekasihnya, Young Shik mendekatinya dan memuji kekasih Ketua Byun, saat Young Shik akan memfoto mereka berdua, Ji Yeon dan Dong Ha datang, perhatian Young Shik jadi teralih. Melihat semua orang terlihat keren hari ini, Young Shik mengambil foto mereka bersama-sama.

Hari ini, Ketua Byun bertindak sebagai MC pernikahan, “Sejak awal Trouble Maker, Berita pernikahan inilah yang paling panas dari semuanya. Akhirnya, 2 orang ini memutuskan untuk menikah. Mereka yang pasangan paling spesial, cantik, dan tampan...” Dong Ha dan Ji Yeon berdiri bersama  dan di limpahi tatapan penuh kebahagiaan dari semua orang. 

Namun pengantin hari ini bukanlah mereka, melainkan Ibu Ji Yeon dan CEO Kwon. Mereka berjalan meunju Altar dan melangsungkan pernikahan mereka. Ji  Yeon dan Dong Ha saling bertatapan, Ji Yeon memegang kalung yang diberikan Dong Ha saat pertama kali mereka memutuskan berkencan, Dong Ha tersenyum melihatnya.


Setelah kedua pengantin saling memakaikan cincin, Dong Han mendekat pada Ji Yeon dan menggandeng tangannya, tapi Soo Chul yang menyanyi di acara pernikahan itu memisahkan mereka, hahaha… namun mereka mengusirnya dan kembali bergandengan tangan.

Dong Ha dan Ji Yeon menjadi pengiring pengantin  dan menaburkan bunga pada pasangan yang berbahagia tersebut. Saat acara lempar bunga, Yes! Dong Ha yang mendapatkannya, apakah itu artinya Ji Yeon dan Dong Ha akan segera menyusul untuk menikah? Semua orang tertawa senang saat Dong Ha dengan semangat menangkap buket bunga itu.

Saat pesta berlangsung, Ji Yeon dan Dong Ha memisahkan diri untuk berjalan-jalan di tepi danau. Ibu akan berbulam madu ke Eropa selama sebulan, Dong Ha pun mengajak Ji Yeon untuk berlibur ke pulau Jeju selama 4 hari. Ji Yeon heran mengapa Dong Ha selalu membicarakan pulau Jeju? Dong Ha jadi sebal, jika Ji Yeon tidak mau pergi dia akan pergi sendirian.

Giliran Ji Yeon yang sebal dan berjalan duluan meninggalkan Dong Ha. Tak lama Ji Yeon berbalik, “Cepat kesini. Kau mau diam saja disana?” Dong Ha menggeleng, Ji Yeon pura-pura marah dan gemas, namun kemudian dia melakukan aegyo nya, “Datanglah kepadaku!” dengan gaya yang lucu. Dong Ha tertawa dan akhirnya luluh juga.  Dia mendekat pada Ji Yeon dan kembali menggenggam tangannya.

“Baiklah, ayo kita pergi. 4 hari ke Pulau Jeju” Ji Yeon akhirnya setuju. Dong Ha sangat senang dan meminta Ji Yeon berjanji padanya, mereka pun menautkan jari kelingking dan mempertemukan jempol mereka sebagai symbol janji yang harus di tepati.

Dong Ha kemudian menanyakan sebuah pertanyaan penting, “Tapi... Kapan kita menikah?” Ji Yeon tersenyum dan berkata Dong Ha masih seorang mahasiswa. Lalu kenapa? Memangnya ada hukum yang melarang seseorang menikahi seorang mahasiswa? Dong Ha tidak habis pikir bagaimana bisa Ji Yeon menolak 3 kali lamarannya?

Menolak? Siapa? Dia hanya menundanya. Sama saja bagi Dong Ha. Ji Yeon memutuskan mereka akan segera menikah setelah Dong Ha lulus. Harus! Akh… kenapa Ji Yeon selalu sulit menurut, dia benar-benar keras kepala. 

Apakah Dong Ha tidak tahu? “Aku ini penyihir” Dong Ha tertawa mendengarnya dan malah menjawil pipi Ji Yeon, “Astaga, penyihir” Ji Yeon meminta Dong Ha melepaskannya namun Dong Ha menolak dan berkata Ji Yeon sangat cantik, hahaha.

Dong Ha akhirnya melepaskan juga jawilan di pipi Ji Yeon, dan mereka jalan bersama sambil bergandengan tangan. Dong Ha dan Ji Yeon saling bergantian bernarasi di dalam hatinya,

“Sekarang... Aku berkencan orang ini”

“Aku akan melindungi wanita ini seumur hidupku”

“Sekarang... Aku tidak takut untuk mencintai”

“Cinta tidak pernah malu untuk bermimpi”

“Mungkin… Jalan kami mungkin masih jauh berakhir di pernikahan. Tapi itu tidak masalah. Selama kami tetap saling mencintai. Kami akan tetap bahagia”

“Orang ini... Wanita yang kucintai”

Mereka berdiri berhadpaan, dan Dong Ha mencium Ji Yeon dengan lembut dan mereka pun saling bertatapan penuh cinta setelahnya^^

Ji Yeon dan Dong Ha kemudian kembali berjalan bersama, Ji Yeon melepaskan tangannya dan berlari menjauhi Dong Ha, “Tangkap aku jika kau bisa” Aha…  Ji Yeon mengajak Dong Ha bermain kejar-kejaran, Dong Ha pun mengikuti keinginan Ji Yeon, dan melakukan gaya, “Aaannggg” kemudian mengejar Ji Yeon, hingga akhirnya Dong Ha bisa menangkap Ji Yeon juga^^

*Its Just Happy End*

_END_

***

Akhirnya selesai juga…. Maaf yah lama banget, dua minggu kemaren memang masa sibuk ku dan agak lama mengumpulkan mood untuk menulis setelah lama tidak menulis^^

Meski Ji Yeon dan Dong Ha tidak sampai menikah, tapi seperti kata Ji Yeon, selama mereka saling mencintai mereka akan bahagia >.< dan semua orang punya ending bahagianya masing-masing di drama ini^^ Ibu dan CEO Kwon akhirnya menikah, Soo Chul berhasil menggaet Eun Chae, Na Rae dan Min Goo bahagia bersama putri kecil mereka,  Ketua Byun juga mendapatkan kekasih pada akhirnya, lalu Rin Ji dan Jae Wong? Hmm,,, entahlah… sayang banget nih The First OTP ku di drama ini malah tidak ada kemajuan, Rin Ji dan Chang Min sepertinya memang hanya sekedar partner, buktinya Rin Ji malah tertarik mengejar Soo Chul dan yang naksir Rin Ji malah si Pulau pengemis itu, wkwkwk.

Terimakasih pada mba mumu yang telah dengan sabar berpartner dengaku menulis recaps drama ini. Menanti joinan kita selanjutnya mba^^ Bagaimana dengan Let’s Eat season 2? Tampaknya menarik^^

Tak lupa juga para reader yang dengan sabar menantikan recaps ku yang sering banget molor dari jadwal, dan maaf banget kalo aku juga jadi sering ngomel pada akhirnya klo ada reader yang rewel meminta kelanjutan dramanya, tapi aku tidak memendam rasa kesal di dalam hati ku jika sudah mengomel, jadi jangan diambil hati yah^^

Sampai jumpa di Project selanjutnya^^ Sementara ini aku akan fokus dulu pada God’s Quiz season 4 yang sudah ketinggalan jauh, meskipun sebenarnya sepertinya tidak banyak yang menunggu kelanjutan cerita God’s Quiz yah, hehehe… maklum juga sih, memang tema God’s Quiz sedikit unik, jadi tidak banyak yang menontonnya^^

Sekali lagi, terima kasih banyak semuanya >.<

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

16 Komentar untuk "Witch's Love Episode 16 part 2 [End]"

aku menunggu dan menanti sinop god's quiz kok mb irfa
:)

Ahhh jgn gitu mbak ak nungguuuuu bgt god quiz

Makasih buat mba irfa sama mba mumu. daebak banget... Ditunggu project selanjutnya. ^^

Terima kasih jenk irfa n jenk mumu atas dinopsisnya ditunggu proyek selanjutnya yg keren ya ...

Finish....drama g rngan yg di kemas ssssaaangat apik&menarik....suka liat klakuan duo sobat DH-Schul...gomawo mbak irfa & mbak mumu

tak tunggu mba god's quiznya...
aku sampe bolak balik ke blognya mba irfa..
gak sabar menanti, heheeee

#fighting

Mksh bnyak ya semua buat recapers ....ditunggu proyek selanjut nya...

Aaaaaaah... Sweet bgt drama ini...
Tpi what's? Ada Let's eat sesion 2? Gak boleh ketinggalan ya mba irfa drama yg 1 itu.. Yg slalu menggugah selera.. Hehehehe
Mkasih untuk sinopsis2 yg selalu ditunggu2 y... Kiss kiss :*

wkwkwk mbak irfa jangan melepas tanggung jawab! mbak irfa duluan yang ngajakin nonton LOL
btw, thanks a lot mbak irfa dan mbak mumu untuk menyelesaikan sinopsis ini^^
pasangan min soo dan eun young kita entah kenapa bermain di drama tvN setelah OWW
dan pas banget habis drama ini tamat, dramanya han groo yang bakal tayang wkwkwk masih shipper nih karena barusan nonton :P

lepas tanggung jawab apa dir?? tetep dianjut kok GQ nya, tapi sedikit santai aja bikinnya, soalnya subnya juga lama sekaliii keluarnya,,,

dramanya Han Groo baru tyg awal juli kan? gak tau nonton gak tau enggak sih itu, soalnya sekarang juga udah lumayan banyak tontonan nih akunya, hehehe...

hahahaha mian mian mbak irfa, dira kiddingnya salah milih diksi ya? :P
sip sip, dira juga sabar nih belum download episode 4 padahal udah penasaran makanya nih sekalian kepo.in dr han (sigh, di doctor stranger juga ada dr. han tapi lebih sedih hehe)

oke mbak, dira lagi nyari temen juga ini ^^
SEMANGAT MBAK IRFA XD

witch love ini ceritanya mirip dengan MY QUEEN nya drama taiwan

lha... kan emang witch's Love ini remake Korea nya My Queen, jadi wajar aja klo storyline nya mirip

Sy sll ngikuti jln cerita ini setiap minggux saat mb irfa nulis...tp br sempat koment skrg..suka sm cerita ini...
Thx sinopsisx mb Irfa..😊

makasih mimin udah mau review in....

eh jangan lupa baca juga Sinopsis Drama Korea Terbaru hanya diblog Drama Korea Terbaru dan Film Drama Korea Terbaru

Waw.. Untuk buanyak yg d * . Lega,, thanks ya.. Aku baru baca skrg krn br tau d ktv. Oh y, young shik nasibnya gimana ? Masa,, jomblo terus.. Smoga ada season2. :-D. Bye..

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top