Witch's Love Episode 16 part 1

Pagi hari nan cerah, Dong Ha terbangun dan memandangi dan menyentuh wajah Ji Yeon yang masih tertidur nyenyak di depannya.

Ji Yeon pun terbangun dan menatap dan memanggil namanya, sementara Dong Ha bertanya apakah tidur Ji Yeon nyenyak? Ji Yeon malah bertanya, “Apa yang lakukan disini?”. Dong Ha mengingatkan, “Apa maksudmu? Kau tidak ingat yang tadi malam?” Ji Yeon mencoba mengingatnya, Dong Ha kembali mempertegas, “Ang! Ang!” 


Ji Yeon kemudian tersenyum malu. Dong Ha kemudian kembali mengajak Ji Yeon bergelung di bawah selimut. Sama sekali tidak mempedulikan protes Ji Yeon yang berkata dia harus pergi bekerja.

Dong Ha terburu-buru membawakan sarapan untuk Ji Yeon, dan tak sengaja menjatuhkan tas kerja Ji Yeon. Dong Ha mengeluh karena Ji Yeon tidak pernah benar menaruh barang, selalu saja tercecer. Saat membereskan tas Ji Yeon, Dong Ha menemukan surat pemberitahuan Global Challenge Program atas nama Ban Ji Yeon, Apa ini?

Sebelum membaca lebih banyak, Ji Yeon sudah memanggilnya, “Yoon Dong Ha. Apa roti panggangnya sudah siap?” Dong Ha langsung membereskan tas Ji Yeon dan surat pemberitahuan Global Challenge Program di atas kursi dan segera mengantarkan sarapan ke tempat Ji Yeon berada.

Dong Ha dan Ji Yeon pergi kerja bersama, Ji Yeon berkata hari ini dia akan pulang terlambat karena harus kembali ke kantor setelah dari lapangan. Dong Ha mengeluh, “Apa yang harus ku lakukan? Aku akan merindukanmu” Ji Yeon jadi geli mendengarnya, dan mereka tertawa bersama. Ji Yeon dan Dong Ha benar-benar menikmati kebahagiaan mereka saat bersama seperti pagi ini.

Na Rae memberikan selamat pada Ji Yeon karena telah berhasil di terima di Global Challenge Program. Na Rae tahu bahwa Ji Yeon pasti bisa melakukannya. Ji Yeon berterimakasih, namun dia tampak tak bersemangat. Na Rae jadi bertanya, Bagaimana perasaan Ji Yeon? Tentu saja senang, tapi Na Rae tidak bisa merasakan kegembiraan di nada suara Ji Yeon.

Bukankah dia selalu ingin ikut pertukaran reporter sejak pertama kali menjadi reporter? Itu memang benar, namun saat itu dia masih muda. Apa Na Rae tahu berapa umur Ji Yeon saat dia kembali dari Inggrus nanti? Na Rae mengerti kegelisahan Ji Yeon, pasti karena Dong Ha. Ji Yeon pasti merasa stress karena hal ini, memangnya apa yang Dong Ha katakan? Ji Yeon menghela nafas panjang, dia sama sekali belum memberitahu Dong Ha.

Na Rae langsung protes, “Jangan menanggung stres itu sendiri. Diskusikanlah dengan dia” Bisa jadi Dong Ha akan melarangnya pergi. Ji Yeon tidak ingin merepotkan Dong Ha. Saat ini Dong Ha sedang sibuk dengan pekerjaan part-time nya, dan juga dia berencana untuk kembali kuliah. Ji Yeon tidak ingin mengganggu Dong Ha dengan urusannya.
 
Ji Yeon mengajak Na Rae pergi jika dia sudah selesai makan, dia ada wawancara. Na Rae langsung protes belum selesai. Kenapa? Ji Yeon melihat piring Na Rae yang sudah kosong. “Aku mau makan 1 potong kue lagi” Na Rae kemudian memanggil pelayan lagi. Ji Yeon hanya bisa bengong, ya ampun… bumil satu ini yah^^

Di lab tempatnya kerja part-time Dong Ha memikirkan tentang apa yang dia temukan tadi pagi di rumah Ji Yeon. Lamuannya disadarkan saat sunbae nya bertanya mengapa Dong Ha melamun? Dong Ha tersadar dan bertanya apakah sudah ada kemajuan?

Dong Ha kemudian pamit pada sunbae nya untuk keluar sebentar. Dia langsung menelpon Young Shik untuk bertanya tentang Global Chalenge Program. Young Shik menjelaskan bahwa  itu adalah program pertukaran reporter ke luar negeri.  Mereka memilih 2 wartawan tiap tahun dan sangat sulit untuk lolos itu. Ji Yeon tidak diterima 2 tahun terakhir ini walau dia mendapatkan berita yang bagus. Young Shik tidak tahu apalah Ji Yeon terpilih atau tidak tahu ini.

Young Shik jadi curiga, kenapa Dong Ha bertanya tentang hal tersebut? Dong Ha ngeles, “Ah.. itu bukan apa-apa” Dong Ha pun berterimakasih pada Young Shik, namun Young Shik tetap curiga, dia yakin pasti terjadi sesuatu Dong Ha adalah pria yang mencurigakan, “Dasar kau pria bawang”

Ji Yeon datang dan bertanya apa yang digunamkan Young Shik, melihat kedatangan Sunbae nya Young Shik kaget dan malah bertanya kenapa Ji Yeon cepat sekali datang, apakah dia tidak bertemu dengan Oh Guk Ja? Ji Yeon tampak kesal dan berkata orang yang akan ditemuinya berhentu dari pekerjaannya dan menghilang. Ji Yeon bertanya apakan CEO Kwon ada di kantornya? Young Shik berkata jika CEO ada di ruang konfrensi.

CEO Kwon kaget saat mendengar apa yang disampaikan Ji Yeon padanya, “Apa aku salah dengar?” Ji Yeon sangat serius dengan apa yang dikatakannya. Tapi kenapa? Kenapa Ji Yeon tidak mau pergi? Dengan yakin Ji Yeon berkata dia bisa melakukan pekerjaan dengan baik di Trouble Maker. Menjadi Kepala Editor adalah tujuan utamanya seja mulai bekerja disana.

Tentu saja Ji Yeon bisa mendapatkan posisi itu setelah dia kembali dari Inggris.  Tidak. Ji Yeon tidak ingin menunggu satu tahu lagi. CEO Kwon berkali-kali memastikan, apakah Ji Yeon serius? Apakah dia yakin tidak akan menyesal? Dengan tegas Ji Yeon berkata dia tidak akan menyesal.

Dong Ha masih memikirkan tentang program pertukaran reporter yang dibicarakan  Young Shik, dia kemudian melihat Soo Chul keluar dari gedung apartemen. Dong Ha bertanya, “Kau mau kemana?” Apakah ada pekerjaan Soo Chul yang tidak diketahui oleh CEO Master Part-time? Soo Chul Nampak tak peduli karena Dong Ha akan berhenti jadi master part-time setelah mulai kuliah lagi.

Dong Ha tidak yakin jika Soo Chul akan pergi bekerja. Melihat gaya berpakaian Soo Chul sepertinya dia mau bertemu dengan wanita, lihat saja dari cara Soo Chul memasang dasi. Soo Chul kesal dan meminta Dong Ha untuk berhenti untuk ikut campur.

Soo Chul sebal karena semalam Dong Ha tidak pulang, seperti istri yang cemburu pada suaminya yang tidak pulang ke rumah, Soo Chul pergi meninggalkan Dong Ha dengan kesal. Dong Ha tahu Soo Chul dengan mengalihkan pembicaraan karena dia malu. Dong Ha semakin curiga karena Soo Chul benar-benar besikap canggung.

Ternyata Soo Chul memang pergi mengejar wanita, siapa lagi jika bukan Eun Chae. Soo Chul datang ke Trouble Maker untuk membawakan minum untuk Eun Chae, membuat gadis itu kaget mengapa Soo Chul ada disana.

“Master part-time datang untuk mengantarkan minuman ini” Akh,,, apakah itu minuman yang dipesan Rin Ji sunbae. Bukan, dengan yakin Soo Chul berkata Eun Chae lah yang memesannya. Eun Chae bingung, kapan?

“Sangat panas belakangan ini. Tolong antarkan jus buah dingin yang menyegarkan” Itulah yang Soo Chul dengar. Eun Chae bingung karena tidak merasa pernah mengatakan hal itu. Sebelum mempertanyakan lebih jauh, Rin Ji datang dan menyapa Soo Chul.

Rin Ji melihat minuman yang dibawa Soo Chul, dan bertanya dengan meremehkan apakah Eun Chae uang memesan minuman itu? dengan gaji sebagai pegawai magang? Rin Ji langsung menuduh Eun Chae ingin menjilat pria kaya.

Eun Chae kesal mendengarnya, dan semakin kesal saat dengan tidak tahu malu Rin Ji mengambil minuman satunya lagi dan berterima kasih pada Soo Chul. Eun Chae langsung mengambil kembali minuman itu, “Kau tahu berapa harganya ini?” Eun Chae kemudian memberikan minuman itu pada Soo Chul.

Dengan sebal Rin Ji berkata jika Soo Chul tidak suka minuman asam, dengan penuh percaya diri Eun Chae membalas, “Dia suka minuman asam yang ku berikan kok. Benarkan, oppa?” Soo Chul yang sejak tadi hanya terpesona saja pada Eun Chae langsung tersadar dan membenarkan pertanyaan Soo Chul.


Eun Chae pamit pergi dan merasa puas telah membuat kesal Rin Ji, sementara Rin Ji semakin kesal karena Soo Chul yang terus menatap Rin Ji dengan tatapan memuja. “Manisnya...”

Ibu menggalau karena kandasnya hubungan yang baru saja dia mulai dengan CEO Kwon, dia menyanyikan sebuah lagu sedih sambil melihat bunga-bunga.

"Sayangku telah pergi "

"Kekasihku tercinta telah hilang."

"Aku ditulikan dengan suara manismu, sayangku "

"Aku dibutakan oleh wajah tampanmu, sayangku."

"Kita…  takut untuk mengucapkan selamat tinggal saat bertemu."

"Aku percaya pertemuan kita saat ini untuk mengucapkan selamat tinggal."

Belum selesai ibu bernyanyi CEO Kwon datang  dan memanggil nama Ibu dengan lantang, “Jung Sook-ssi” Ibu sebal melihatnya dan mengeluh, “Astaga, si pria gila bersih ini...”

CEO Kwon langsung bernyanyi untuk merayu ibu, “Kau sangat cantik… Bagi ku” Dia juga berkata bawa dia sangat merindukan ibu. Heuu.. apakah CEO Kwon berpikir dia akan memaafkannya begitu saja?  

Memang tidak akan mudah, CEO Kwon membawakan sebuket bunga pada Ibu dan berkata,

“Maafkan aku dengan perlahan saja Pelan-pelan saja. Jadi kita bisa saling lebih mengenal lagi. Tidak heran aku tidak bisa tidur semalaman karena jantungku berdebar”

Ibu ingin mengabaikan rayuan gombal CEO Kwon, namun… dia sedikit tersentuh juga.

Ji Yeon melihat Dong Ha di depan gedung apartemennya, Kenapa Dong Ha ada disana? Apakah Ji Yeon tidak mau Dong Ha menjemputnya? Apakah Dong Ha memalukan baginya? Bukan begitu, tapi Young Shik membicarakan Dong Ha terus akhir-akhir ini, dia mengatakan Dong Ha seperti bawang. Dong Ha kaget mendengarnya.

“Dia pikir kau hanya pekerja paruh waktu, tapi ternyata kau mahasiswa kedokteran dan anak direktur  Rumah Sakit” Ji Yeon menjelaskan mengapa Young Shik menyebut Dong Ha seperti bawah.

Akh.. baru segitu saja, jika Young Shik tahu jika Nyonya Ban adalah kekasih Dong Ha, dia pasti akan pingsan. Haruskan Dong Ha mengatakan padanya? Ji Yeon memukul Dong Ha pelan, apakah tadi Dong Ha bertemu Young Shik? Tidak, mereka berbicara di telepon. Untuk apa?

“Kenapa kau tidak memberitahuku tentang pertukaran reporter?” Dong Ha langsung to the point. Ji Yeob kaget karena Dong Ha mengetahuinya, dari mana Dong Ha tahu? Tadi pagi tidak sengaja dia melihatnya di ruang tamu.

“Aku kecewa. Bukankah kita harus saling cerita? Kita kan sepasang kekasih”

Ji Yeon berkata dia sengaja tidak memberitahu Dong Ha karena dia tidak jadi pergi. Kenapa? Bukankah Ji Yeon sangat ingin mengikuti program itu? Ji Yeon sudah berjanji jika dia tidak akan pergi kemana-mana. Jika Dong Ha jadi Ji Yeon apakah dia akan pergi?

“Sulit bagi kita untuk sampai ke hubungan ini. Bagaimana kalau kita terpisah nanti? Aku tahu itu kesempatan besar, tapi... Kau juga penting bagi ku. Dan ini adalah pilihan ku”

Dong Ha terharu karena keputusan Ji Yeon, dia langsung memeluk Ji Yeon yang mempertanyakan mengapa Dong Ha tiba-tiba memeluknya? Ji Yeon tidak memberinya kesempatan untuk mengatakan apapun, dan hati Dong Ha langsung menyuruhnya untuk melakukan itu (memeluk Ji Yeon maksudnya). Merekapun saling berpelukan dengan penuh kasih sayang.

Saat Dong Ha mengantar Ji Yeon ke depan apartemennya, Dong Ha berkata, “Ayahku ingin makan malam denganmu” Ji Yeon kaget mendengarnya. Dong Ha sudah mengatakan pada Ayahnya jika dia sedang jatuh cinta pada seseorang. Ji Yeon panik dan bertanya, “Kau bilang itu aku?”

Dong Ha menenangkan Ji Yeon, bahwa ayahnya menyukai Ji Yeon, tapi tetap saja Ji Yeon tampak resah. Kenapa? Apakah Ji Yeon gugup? “Tentu saja. Ayahmu punya kharisma tegas” Dong Ha berkata, Ji Yeon juga punya karisma, “Karisma mu itu kan tidak pernah gugup” Dong Ha mengecup bibir Ji Yeon singkat membuat Ji Yeon tersipu, kemudia dia menyuruh Ji Yeon untuk masuk ke dalam apartemennya.

Esok harinya Ji Yeon melihat Rin Ji yang sedang kena omel Ketua Byun, “Hmm  kau tidak bisa mengubah apa yang sudah dicetak di majalah” Rin Ji minta maaf karena dia tidak mengeceknya dulu. Ji Yeon bertanya pada Young Shik apa yang terjadi?

“CEO perusahaan game yang Rin Ji diwawancarai, Dia mengembangkan game baru bernilai $ 40 miliar. Rin Ji membuat kesalahan dan menulisnya 40 sen. CEO nya marah dan bilang wawancaranya membuang buang waktunya yang lebih berharga dari 40 sen. Dia mengancam akan menggugat majalah kita kecuali kita mengubahnya”


Rin Ji mulai menangis dan membuat ketua Byun cemas, “Hei, Oh Ji Rin. Kenapa kamu menangis seperti ini? Apa kau sudah mempublikasikan koreksinya di internet?”

Ya. Rin Ji sudah melakukannya. Dia sudah memposting jika mereka akan menerbitkan koreksiaannya di majalah edisi mendatang. Bagus jika begitu, mereka juga harus mengoreksi daftar isinya gara pembaca bisa melihat koreksinya  dengan jelas

Rin Ji minta maaf karena telah melakukan kesalahan, ketua Byun pun menghibur Rin Ji, “Minta maaf apanya? Semua wartawan pernah membuat kesalahan seperti itu” Ketua Byun pun menceritakan jika di masa magangnya dulu dia juga pernah melakukan kesalahan yang sama bahkan kata-katanya sangat kacau. Saat itu dia berpikir akan mati hingga dia berkeringan di bawah hidungnya.

Mendengar cerita itu Rin Ji jadi tertawa, dan ketua Byun pun berkata, “Lupakan saja. Tertawalah. Jangan lakukan ini lagi.” Sekali lagi Rin Ji meminta maaf dan berjanji tidak akan  mengulanginya. Rin Ji berterimakasih atas pengertian dan semangat yang diberikan Ketua Byun.

Ji Yeon yang menyaksikan cara Ketua Byun menangani masalah Rin Ji kemudian tersenyum kecil. Sepertinya Ketua Byun tidak seburuk yang dia kira selama ini^^

Ji Yeon sibuk memilih pakaian yang akan digunakannya untuk bertemu Ayah Dong Ha. Na Rae bingung mengapa Ji Yeon begitu sibuk memilih baju? Akh.. Na Rae tahu.. dokter itu orang nya sangat detail yah, dan Ji Yeon ingin meninggalkan kesan yang baik.

Na Rae penasaran seperti apa Ayah Dong Ha? “Ya… Kau akan sakit perut jika makan bersamanya” Na Rae tidak percaya, Anak itu tercermin dari Ayahnya, dia merasa yakin jika Ayah Dong Ha pasti lembut dan baik seperti anaknya. Ji Yeon berkata, Na Rae bisa bilang begitu karena belum pernah bertemu dengannya

“Dia terlihat keras sekeras batu. Matanya terlihat seperti mau menembakkan laser” Begitulah Ji Yeon menggambarkna Ayah Dong Ha. Na Rae malah takjub. Keras kepala dan pemilih, kombinasi yang romantis, dia berharap Min Goo juga akan seperti itu saat tua nanti.

Ji Yeon langsung mencibir, “Maaf mengatakan ini, tapi si mata besar mu itu tidak punya kharisma seperti itu” Na Rae tidak senang mendengarnya, namun dia tahu bahwa perkataan Ji Yeon ada benarnya.

Ji Yeon kembali bingung memilih baju, dia mencoba mencocokan beberapa baju namun semuanya tidak sreg di hati. Kemudian Na Rae memilihkan sebuah baju untuk Ji Yeon, dia merasa pakaian itu terlihat bagus untuk dipakai Ji Yeon. Benarkah? Ji Yeon pun merasa seperti itu dan akhirnya memilih baju itu.

Ji Yeon tampak gugup saat menunggu Ayah Dong Ha, Dong Ha berkata agar Ji Yeon tidak perlu gugup, tapi Ji Yeon tidak bisa menahannya. 

Ayah akhirnya datang dan cukup kaget saat melihat wanita yang dicintai Dong Ha adalah Ji Yeon, sunbae Dong Ha yang pernah jadi atasannya. Ayah berkata, ketika Dong Ha kembali kuliat semester depan, butuh waktu 8 tahun untuk Dong Ha mendapatkan ijin praktek sebagai dokternya. 

Mereka bahkan tidak akan punya banyak waktu untuk berkencan. Dong Ha membela Ji Yeon bahwa kekasihnya itu akan sibuk juga karena dia adalah reporter yang sangat sukses.

“Apakah reporter yang sukses mau menunggu seorang mahasiswa kedokteran yang masih kuliah?” Ayah mencoba memastikan.

Dengan tegas Ji Yeon menjawab, “Aku tidak punya niat untuk menunggunya. Aku punya pekerjaan dan tujuanku sendiri” Dong Ha kaget mendengar jawaban Ji Yeon, namun Ji Yeon melanjutkan kata-katanya.

“Walau begitu... Aku akan terus mengawasinya dan menghiburnya... Aku bisa tetap jalan bersama dengannya. Sampai dia mencapai tujuannya” Dong Ha lega pada akhirnya, Ayah pun tampak menyukai jawaban Ji Yeon.

Meski begitu, Ayah masih saja memastikan keyakinan Ji Yeon, apakah dia benar-benar mau menunggu Dong Ha yang masih kekanak-kanakan itu? Dong Ha protes karena Ayah menyebutnya kekanakan, bukan kah Ayahnya bilang Dong Ha sudah dewasa?

Ayah tidak percaya jika putranya itu sudah dewasa, namun Ji Yeon berkata, “Dia bisa dipercaya dan diandalkan. Tapi dia belum dewasa” Ahaa… Ji Yeon sepertinya mendukung Ayah. Dong Ha makin sebal, apa yang sedang Ayah dan Ji Yeon lakukan? Mereka membicarakan Dong Ha bahkan saat Dong Ha berada di depan mereka. Ji Yeon dan Ayah pun tertawa melihat kelakuan Dong Ha.

Saat pulang ke apartemen, Dong Ha merasa takjub pada Ji Yeon, dia pikir Ji Yeon gugup bertemu dengan Ayahnya. Tapi apa yang terjadi? Ji Yeon dan Ayah malah menganggapnya kekanakan. Seperti anak kecil? Ji Yeon berkata, Ayah Dong Ha pasti sangat mengenal putranya, dan dia tidak salah, “Kau selalu saja sok dewasa dan sok tahu. Tapi kau mudah sekali marah”

Dong Ha merasa Ji Yeon mengkhianatinya, bagaimana bisa Ji Yeon melakukan ini padanya? Kapan Ji Yeong mengkhianati Dong Ha? Apakah Dong Ha tidak dengar bahwa Ji Yeon akan mengawasi, menghibur dan tetap berjalan di samping Dong Ha?

“Aku ingat kau bilang kau tidak bisa menunggu sampai aku jadi dokter” Dong Ha merajuk karena sebal.

“Lihat ini. Kau marah lagi kan” Dong Ha menyangkal jika dia tidak marah.

Ji Yeon mengeluh, “Kenapa dia tidak menelepon?” Dong Ha bertanya dengan curiga, “Siapa?” Siapa lagi jika bukan Young Shik. Apakah Ji Yeon tidak punya hari libur? Selalu saja bekerja. Dong Ha merasa sangat marah.

Mendekati apartemen, mereka malah bertemu dengan Eun Chae, Ji Yeon kaget melihat Eun Chae, “Jung Eun Chae. Apa yang kau lakukan di sini?”

Dong Ha yang awalnya tidak sadar keberadaan Eun Chae menyadarinya saat Eun  Chae menyapa Ji Yeon, kemudian gadis itu bertanya mengapa mereka bersama? Dong Ha langsung merangkul pundak Ji Yeon, “Kita… kau tahu... seperti ini. Sebarkan rumor ini di kantor, oke?” Ji Yeon panik dengan tingkah Dong Ha, namun Eun Chae malah mengatakan jika mereka sangat serasi.

Dong Ha merasa senang karena Eun Cha mengatakan mereka sangat serasi, “Apa kami terlihat pantas bersama?” belum sempat Eun Chae menjawab, Soo Chul datang untuk membawa Eun Chae, Dong Ha langsung cepat tanggap, “Yong Soo Chul, STOP!”

Soo Chul gelagapan dan berusaha menyapa Dong Ha dan Ji Yeon dengan wajar. Dong Ha curiga, “Kenapa kau mau melarikan diri? Kau berpakaian seperti untuk jalan dengan wanita kan?” 

Dong Ha mencium bau parfum Dong Ha, aroma itu… khusus untuk menggoda wanita balk-blakan dan polos. Eun Chae kaget mendengarnya, Soo Chul berusaha mengalihkan perhatian dengan memuji Ji Yeon yang terlihat cantik hari ini.

Namun perhatian Dong Ha tidak bisa dialihkan begitu saja, “Ah-ha! Jadi itu dia. Eun Chae-ya, kau adalah wanita blak blakan dan polos itu?” Soo Chul tidak bisa menyangkal dia sudah tertangkap basah.
Giliran Eun Chae yang mempertanyakan, “Apa aku wanita blak blakan dan polos katamu?” Soo Chul hanya bisa mengangguk pasrah, hahaha… Lalu Soo Chul mencium tangan Eun Chae beberapa kali dan menciumkan tanganya pada bibir Eun Chae juga, sementara Eun Chae hanya bisa bengong. Dong Ha dan Ji Yeon hanya bisa tertawa melihat kelakuan Soo Chul

Jadilah, mereka berempat makan bersama. Dong Ha merasa kecewa karena Soo Chul menusuknya dari belakang. Dong Ha selalu menceritakan tentang Nyonya Ban, tapi Soo Chul tak pernah memberitahunya tentang Eun Chae. Soo Chul beralasan jika dia memberitahu Dong Ha, maka pasti Dong Ha juga memberitahu Ji Yeon Noonim, Soo Chul takut Ji Yeon akan mengatakan hal buruk tentang dirinya pada Eun Chae.

Eun Chae jadi penasaran, apa yang akan diberitahu Ji Yeon padanya, apakah tentang Soo Chul yang menyukai dan mengejarnya? Lihatlah, Eun Chae memang wanita yang seperti itu (balk-blakan). Soo Chul memberi nasihat pada Dong Ha, dia tidak akan tahu kapan Ji Yeon akan memukulnya.

Ji Yeon langsung berkata pada Eun Chae, “Jika Yong Soo Chul pernah mengecewakan mu, Beritahu aku” Sementara Dong Ha juga tidak mau kalah, “Jika kau ingin memukulnya, beritahu aku” 

Soo Chul protes bagaimana bisa tidak ada yang berada di pihaknya, “Noonim, Yoon Dong Ha.. bukan kah kalian temanku?”

“Aku bos nya Eun Chae”

“Aku Oppa nya Eun Chae”

Soo Chul semakin kesal dan menyebut mereka berdua pengkhianat.

Ji Yeon mendapat telepon dari Young Shik, saksi utama pembunuhan berantai di Iltan telah ditemukan. Ternyata selama ini dia bersembunyi di rumah guru SDnya. Mereka harus segera ke Iltan, Ji Yeon setuju dan berkata akan segera ke kantor dalam 10 menit untuk menemui Young Shik.

Dong Ha bertanya ada apa? Sepertinya ada keadaan genting yang sedang terjadi. Ji Yeon memberitahu tentang apa yang di dengarnya dari Young Shik. Ji Yeon pun pamit pergi duluan. Dong Ha cemas dan menawarkan diri untuk mengantar Ji Yeon, namun dia menolaknya dan berkata akan menelpon Dong Ha nanti. Sebelum pergi  Ji Yeon mengucapkan selamat pada Soo Chul dan Dong Ha. *Jadi mereka udah jadian?*

Soo Chul berkomentar, “Noonim reporter yang sangat bergairah. Aku merasa kasihan padamu. Ini seharusnya jadi waktu terbaik untuk kalian berdua” Dong Ha tampak tidak mempermasalahkan hal itu. 

Eun Chae berpendapat jika menjadi reporter sepertinya adalah takdir Ji Yeon, “Mimpinya adalah membuat ‘brand’ reporternya sendiri” Apa maksudnya itu?  “Artikel Ban Ji Yeon yang bisa dipercaya” itu adalah mimpi besar Ji Yeon, bukan kah itu sangat keren? Dong Ha merenung mendengar kata-kata Eun Chae.

Sisa harinya Ji Yeon habiskan dengan menulis artikel hingga dia tidak sadar jika malah telah tiba. Saat selesai menulis artikel Ji Yeon baru sadar akan waktu. Dia melihat surat penerimaan Global Challenge Programnya namun kemudian dia menyimpannya ke dalam laci.

Saat turun dari ruangannya, Ji Yeon menyadari lampu menyala di ruang konferensi, dia pun menuju kesana, apakah masih ada orang di kantor? Ternyata disana ada foto dirinya semasa bayi di layar besar kemudian beberapa slide foto masa kecilnya tampil silih berganti

“Apa ini…”

Narasi dengan suara Dong Ha pun mulai bergema di ruangan itu, “Pada 6 Mei 1976 pukul 04:00, Sesuatu yang besar terjadi di Yongin daerah Kyungkido. Seorang ibu melahirkan bayi perempuan8,4 pound dan pingsan. Gadis ini… Selalu unggul baik di sekolah ataupun kelasnya. Dia diikutkan ke berbagai kompetisi dan Dia cantik dan juga pintar  Semua orang penasaran akan jadi apa dia nanti. Semua orang ingin tahu tentang masa depannya”

Suara Dong Ha itu mengiringi tampilan slide di layar besar itu yang menampilkan foto-foto Ji Yeon dari kecil hingga dewasa, juga saat dia membuat beberapa artikel hebat di Trouble Maker.

“Dengan satu visi ingin mengangkat keadilan di negeri ini, Dia memilih menjadi seorang reporter. Dia memulainya dari awal. Tidak butuh waktu lama, Dia menjadi ratu berita utama yang mengungkit masalah keadilan” Lalu artikel yang pernah ditulis Ji Yeon pun bermunculkan di layar slide.

Dong Ha kemudian muncul dan Ji Yeon langsung mempertanyakan apa maksud semua ini? “Aku bekerja mencari berita, Berita tentang Reporter Ban Ji Yeon” Dong Ha menjawabnya dengan ringan.

“Aku.. Sangat bangga... Reporter Ban Ji Yeon menjadi kekasihku. Ke depannya, Aku harap kau terus meliput orang jahar diluar sana, Dan membuat heboh di semua tempat. Dan menjadi reporter yang terbaik. Jadi.. Pergilah ke Inggris”

Ji Yeon kaget mendengarnya, “Yoon Dong Ha” Dong Ha berkata, seperti yang Ji Yeon janjikan padanya, “Aku juga akan Mengawasi dan menghiburmu… Aku yakin aku tetap bisa berjalan di sampingmu” Ji yeon sangat terharu dengan sikap Dong Ha. Dia tidak menyangka jika Dong Ha rela melepaskannya untuk mencapai impiannya.

Ji Yeon bertanya bagaimana Dong Ha tahu tentang semua ini? Dong Ha kemudian bercerita bagaiamana dia mencari tahu semua hal tentang Ji Yeon, dia mendapatkan beberapa dari internet, namun Ketua Byun lah yang paling membantunya. Dia mengingat dengan baik semua artikel hebat yang pernah di tulis Ji Yeon.

Artikel tentang laporan pendistribusian makanan sampah dari Januari tahun 2011. CEO perusahaannya menerobos ke kantor Trouble Maker dan mengancam akan membakar tempat ini. Lalu pada bulan Mei 2011, Perusakan ekosistem yang berbahaya dari pabrik pewarna, Pabriknya benar-benar ditutup. Ketua Byun tidak ingin mengakuinya, namun Kasus korupsi Fasilitas Panti Rehabilitasi yang 2 tahun yang lalu itu sangat menakjubkan.

Ji Yeon kaget karena ternyata Dong Ha mengetahui semuanya dari ketua Byun. Bahkan Ketua Byun tahu semua peralatan yang biasa Ji Yeon gunakan di simpan dimana, dia juga tahu semua artikel Ji Yeon lengkap dengan tanggalnya. Ternyata semangat bekerjanya sangat hebat. Akhirnya Dong Ha mengerti mengapa Chang Min dan Rin Ji begitu loyal pada ketua Byun. Ji Yeon setuju dengan pendapat Dong Ha.

Setelah tiba di depan apartemen masing-masing, Ji Yeon menyuruh Dong Ha untuk masuk duluan, tapi Dong Ha malah mengajak Ji Yeon untuk masuk bersama ke apartemen Ji Yeon. Apa? Itu sudah malah sebaiknya Dong Ha pulang. Dong Ha berniat pulang tapi dia berbalik lagi,

“Ah… Aku lupa lagi... Aku mau masuk bukan karena dirimu.  Aku cuma mau memeriksa Kapdori dan Kapsoonyee”

Ji Yeon mencibir, memangnya mereka akan pergi? Dong Ha penasaran kemana Kapdori dan Kapsoonyee akan berenang. 

Dong Ha mengambil inisiatif untuk membuka kunci apartemen Ji Yeon denga kode yang sudah sejak lama dia ketahui, namun ternyata salah. Ji Yeon datang dan berkata dia telah mengubahnya sambil malu-malu di punggung Dong Ha.

Dong Ha menebak dan memasukan kombinasi angka, 001216. Terbuka. Dong Ha langsung kegirangan. Ji Yeon heran bagaimana Dong Ha bisa tahu? Sekarang bukan itu yang jadi masalah, lebih baik mereka masuk dulu.

Dong Ha menatap Kapdori dan Kapsoonyee yang ada di akuarium, Mereka tampak kurus, apakah Ji Yeon memberinya makan? Tentu saja, bahkan Ji Yeon memberinya makan saat dia kelaparan. Jika Ji Yeon pergi ke Inggris nanti, Dong Ha yang akan mengurus mereka, jadi Ji Yeon tidak usah khawatir.

“Aku akan mengunjungi ibu mu juga setiap minggu. Aku akan makan dengan dia dan Bermain kartu dengannya. Jadi, jangan khawatir tentang apa pun di sini. Nikmati saja waktumu disana”

Ji Yeon berterimakasih atas pengertian dan perhatian Dong Ha padanya^^

Dong Ha malah menggoda Ji Yeon bertanya tentang paketnya yang tidak lagi datang belakangan ini. Apakah tidak ada sesuatu yang ingin ditunjukkan Ji Yeon padanya *mengingat insiden Lingeri* Ji Yeon sebal karena Dong Ha terus mengungkitnya. Ji Yeon mengalihkan pembicaraan apakah Dong Ha berhenti dari pekerjaan paruh waktunya?

Dong Ha tidak terpancing dan fokus bertanya apakah benar-benar tidak ada yang ingin ditunjukkan Ji  yeon padanya? “Ang.. Ang” Dong Ha menirukan gaya binatang peliharaannya, Ji Yeon tertawa melihatnya, dan bertanya apa yang Dong Ha lakukan. Ji Yeon bertanya apakah Dong Ha tidak mau pulang? Dia akan segera pulang, tapi…

Tapi apa? Ji Yeon jadi malu sendiri dan bertanya apa yang Dong Ha lakukan? Ji Yeon akhirnya menjauh dari Dong Ha, “Kenapa? Memangnya apa yang aku lakukan?” Dong Ha mengejar Ji Yeon dan mereka pun berkejar-kejaran di ruang tamu Ji Yeon dengan Dong Ha yang meminta Ji Yeon untuk menunjukkan sesuatu padanya.

CEO Kwon membuat pengumuman bahwa Ketua Tim Ban Ji Yeon telah terpilih sebagai peserta untuk Global Challenge Program. Semua orang bertepuk tangan dan memberikan selamat, kecuali Ketua Byun.

Jadi, selama satu tahun, Ban Ji Yeon akan bekerja di Week Issue, Inggris sebagai reporter pertukaran. Ketua Byun langsung kelabakan, lalu bagaimana dengan kompetisi kepala editor? Tadinya untuk mengubah suasana, CEO Kwon berniat mendatangkan orang baru, namun Ban Ji Yeon telah merekomendasikan satu nama untuk dijadikan kepala editor. CEO Kwon juga merasa dia pantas untuk ditempatkan di jabatan kepala editor.

Ketua Byun langsung protes, “Tunggu, CEO! Apa maksudmu Ketua Tim Ban merekomendasikan... Itu omong kosong! Kau bilang kami harus bersaing dengan ketat” CEO Kwon kembali menjelaskan bahwa orang itu bukan saja yang direkomendasikan oleh Ban Ji Yeon, namun dia juga adalah orang yang sudah diperhatikan sejak lama oleh CEO Kwon secara khusus.

“Ketua Tim Byun. Aku memilihmu sebagai kepala editor dari Trouble Maker, Tolong lakukan yang terbaik” Ketua Byun kaget dengan pengumuman itu, dia tidak pernah nyangka jika orang yang direkomendasikan Ji Yeon adalah dirinya. CEO Kwon berharap Ketua Byun akan bekerja keras dan para pegawai Trouble Maker lainnya memberi selamat padanya.

Chang Min sudah menduga ini akan terjadi. Setelah semua orang pergi tinggalan Ji Yeon dan Ketua Byun. Ji Yeon memberi selamat karena Ketua Byun telah terpilih menjadi Kepala Editor.

Ketua Byun bingung mengapa Ji Yeon merekomendasikannya. Apakah Ji Yoen kasihan padanya? Merasa tidak enak karena Ji Yeon pergi ke Inggris? Ji Yeon tersenyum mendnegar tuduhan itu. Kenapa Ji Yeon harus merasa tidak enak padanya? Ji Yeon memilih berdasarkan kemampuan Ketua Byun. Bukahkan Ketua Byun juga sudah tahu jika Ji Yeon bukan orang yang mudah kasihan.

Lalu apa maksudnya merekomendasikan Ketua Byun menjadi kepala Editor? Ji Yeon bertanya “Kau tahu berapa banyak kursi di lantai atas?” Tanpa ragu Ketua Btun menjawab “9”

“4 dijit terakhir dari nomor Jung Eun Chae?”

“0334”

“Artikel yang aku tulis tentang korupsi layanan pengantar?”

“Minggu ketiga bulan Juli tahun 2013.|NKenapa kau menanyakan itu?”

Itulah alasan mengapa Ji Yeon merekomendasikan Ketua Byun, karena dia mengetahui Trouble Maker dengan baik, mulai dari kondisi kantor dan juga para pegawainya.

Ji Yeon kemudian berpesan pada Ketua Byun, “Mulai sekarang, periksa kesalahan mengetik atau suruh cari ulang cerita pada anggota Tim mu. Kau bisa memeriksa semuanya, kan? Dan tidak usah baik pada anggota tim mu...”

Tak lama Ji Yeon segera meralatnya, “Jangan dipikirkan. Lakukanlah apapun yang kau mau” Ketua Byun makin bingung, apa yang Ji Yeon bicarakan?

Dengan penuh senyuman Ji Yeon kemudian berkata, “Mulai sekarang, Carilah wanita yang cantik dan berkencanlah. Uruslah Trouble Maker selama setahun ini” Ji Yeon mengajak Ketua Byun untuk berjabat tangan. Ketua Byun masih terpana mendengar kata-kata Ji Yeon, jadi dia agak ragu-ragu menerima ajakan jabat tangan dari Ji Yeon.

Kutukan sang penyihir telah dilepaskan, akan kah Ketua Byun akhirnya medapatkan kekasih?

***

Episode 16 benar-benar fanservice yah^^ aku kita Ayahnya Dong Ha akan menentang hubungan Ji Yeon dan Dong Ha, ternyata dia malah kagum pada Ji yeon, tentu saja… Ji Yeon sudah mengembalikan Dong Ha ke pelukannya. Dong Ha juga mau memikirkan masa depannya demi Ji Yeon, ayah mana yang tidak bangga pada calon menantu seperti  Ji Yeon.

Dong Ha tetep so sweet yah^^ setelah Ji Yeon memutuskan untuk tidak pergi ke Inggris, tapi dia memilih melepaskan Ji Yeon mengejar impiannya, dia mempercayai Ji yeon dan juga dirinya sendiri bahwa jarak diantara mereka selama setahun tidak akan membuat hatinya terhadap Ji Yeon berubah.

Yong Soo Chul…. Wkwkwkw sepertinya Eun Chae mulai merespon yah? Jadi beneran nih mereka mulai jadian sekarang ini? Aduh ngakak liat pasagan Soo Chul-Eun Chae ini. Satunya gadis polos yang blak-blakan satunya lagi pria penggombal yang tererat cinta sang gadis polos. Tapi yah… kata orang… pria seperti Soo Chul ini, yang hobinya bergonta-ganti pasangan, akan setia sampai mati jika sudah menemukan gadis yang bisa meluluh lantakan hatinya, bahkan disaat gadis itu tak peduli padanya. Hahaha…

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
5 Komentar untuk "Witch's Love Episode 16 part 1"

aulia ::: semangat ka... di tunggu part 2 nya yah...
happy ending nie kayaknya... sedih jg drama ini abis,,,, bakalan kangen sama dong ha....

Bak irfa, kok belum ada kelanjuta sinopsis god's Quiz 4 nya.aku bolak balik ngecek keblok nya bak irfa belum ada2...gomawo bak irfa. Semangat membuat sinopsisnya bak.sarang hae.hahahaha ...V

Paling suka DH-SChul couple shbat yg #konyol poooollll....msh q tggu part 2 nya mbak,,,1 lg finish...

Banget suka dg romancenya dong ha dan ji yeon,, aishh suka ama dong ha,, mski dah tau endingnya tetep nunggu sinop lngkapnya disini,, ku tunggu......

Part 2 y chingu...gomawo bgt wat sinopsisnya

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top