Rabu, 11 Juni 2014

Witch's Love Episode 14 part 2

 
Esok nya Ji Yeon menemui CEO Kwon di ruangannya, dia penasaran, apakah tidak ada yang ingin dikatakan CEO Kwon padanya? Tidak ada. Lalu bagaimana tentang tadi malam, apa yang terjadi antara CEO Kwon dengan ibunya? Akh.. itu, “Aku sudah bilang padamu kemarin Ketua Tim Ban. Aku ingin mentraktir ibumu makan malam…”

Ji Yeon masih tidak percaya, tapi CEO Kwon balik bertanya apakah ada alasan lain? Jika Ji Yeon sudah tidak ada urusan lain Ji Yeon bisa pergi dari ruangannya.


Dong Ha mengantarkan barang ke sebuah toko, pemilik toko merasa sangat berterima kasih karena dia datang tepat waktu. Jika terlambat, dia pasti akan rugi besar. Dong Ha dengan senang hati bisa mengerjakannya, dan meminta pemilik toko untuk kembali memanggilnya jika butuh bantuan.

Setelah mengantarkan barang, Dong Ha bertemu dengan seorang pria tua yang kesulitan mengangkat barang, dia pun membantunya. Dari jauh Yoon Se Joon menatap putranya yang sedang melakukan pekerjaan Master part-time nya itu. Ji Yeon benar, Yoon Dong Ha tidak pernah hidup sebagai pecundang.

Dong Ha mendatangi Ji Yeon di Trouble Maker “Nyonya Ban” Ji Yeon risih dipanggil seperti itu ada apa Dong Ha datang? Dia mampir setelah bekerja, Dong Ha kemudian mengajak Ji Yeon untuk pergi bersamanya. Kemana? Ikut saja, di Trouble Maker terlalu banyak mata. Benar saja, Young Shik dan Jae Wong melihat Ji Yeon yang pergi bersama Dong Ha.


Mereka pergi ke taman bermain, Ji Yeon heran mengapa Dong Ha mengajaknya kesana, apakah Dong Ha ingin bermain terus? Bagi Dong Ha, taman bermain adalah tempat yang sangat ideal untuk berkencan. Siang hari dipenuhi banyak anak kecil dan malam hari terasa garang nya. Ji Yeon tertawa mendengarnya, jadi Dong Ha akan jadi garang saat malam?

Dong Ha jadi gugup dan akhirnya, dia meminta Ji Yeon menunggunya karena dia akan pergi membelikan es krim.

Ayah Dong Ha mendatangi rumah cinta, dia menemui ibu Young Chae memintanya untuk berbicara dengannya. Ibu Young Chae menolak, tidak peduli berapa kali Yoon Se Joon datang menemuinya, Ibu Young Chae terus menolak untuk berbicara dengannya, dia merasa tidak ada yang harus mereka bicarakan lagi.

Dong Ha dan Ji Yeon makan es krim bersama, Ji Yeon tau jika Dong Ha mengajaknya ke taman bermain bukan hanya untuk makan es krim kan? Kenapa? Bukan kah Ji Yeon senang berada di taman bermain bersama Dong Ha?

“Aku akan menunggu sampai anak-anak ini pulang. Dan ketika malam tiba… “ Dong Ha bersikap seolah-olah akan mencium Ji Yeon, dengan tangkas Ji Yeon malah menyuapkan es krim ke mulut Dong Ha dan mereka pun tertawa bersama.


Dong Ha akhirnya bercerita tentang Ayahnya,  “Ayah ku adalah seorang dokter yang sangat hebat. Dia sangat mematuhi aturan dan Selalu percaya diri. Aku tahu. Ayah tidak suka aku berkencan dengan Young Chae. Dia berpikir Young chae yang sakit akan Menjadi penghalang hidupku. Setelah Young Chae meninggal, Aku tidak bisa memaafkannya”

Tiga tahun lalu, karena kecelakaan bus, Young Chae di bawa ke RS Hanbit. Dong Ha yang mengantarnya menangis dan memanggil-manggil namanya. Dong Ha bahkan tidak rela melepas Young Chae saat dia di bawa ke dalam ruang operasi.

Seorang pasien lain datang, dia adalah supir bus yang ditumpangi Young Chae. Ayah Dong Ha datang untuk mengoperasi si supir itu. Dong Ha memohon pada Ayahnya untuk menyelamatkan Young Chae, namun Ayah menolak dengan kasar, karena dia harus pergi mengoperasi Supir bus tadi.

Dong Ha putus asa, dia menangis di depan ruang operasi. Ibu Young Chae datang dan menanyakan keadaan putrinya pada Dong Ha, namun Dong Ha terlalu bersedih dan merasa bingung harus mengatakan apa. Ibu pun menangis bersama Dong Ha. 

Saat dokter keluar dari ruang operasi Young Chae, dokter hanya bisa meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan nyawa Young Chae. Ibu dan Dong Ha menangisi kematian Young Chae.

Sementara itu, Ayah Dong Ha keluar dari ruang operasi lain, dia mengabarkan pada keluarganya jika operasinya berjalan lancar dan meminta mereka untuk tidak perlu khawatir. Dong Ha merasa marah karena hal itu. Dia bepikir, “Jika Ayah,,, Mengoperasikan Chae Young bukannya orang itu. Dia pasti masih hidup”

Hari itu Dong Ha pergi meninggalkan Ayahnya di RS, tanpa pernah kembali ke rumah. Melihat Dong Ha yang tampak marah, Ayah mencoba mengejar sambil memanggil namanya, namun Dong Ha yang sangat diliputi amarah sama sekali tidal mempedulikannya.

Dong Ha pun menyalahkan dirinya, jika Dong Ha tidak mengajaknya menonton film hari itu, Young Chae pasti tidak akan meninggal hari itu.

Ji Yeon merasa miris mendengarkan kisah itu, “Jangan menghukum diri sendiri. Ketika Jung Young Chae tiba di rumah sakit, Dia sudah tidak ada harapan lagi. Ayahmu...  hanya mencoba menyelamatkan orang yang punya peluang hidup”

Dong Ha masih merasa tidak rela, “Tapi… Young Chae meninggal.  Ibu Yong Chae kehilangan putrinya. Dia hidup dalam rasa sakit seumur hidupnya. Aku tidak bisa menjalani hidupku.. Seperti tidak ada yang terjadi”

Namun tindakan Dong Ha itu, bagi ayahnya hanya terlihat seperti pecundang lemah.  Berhenti kuliah. Pergi dari rumah tanpa punya tujuan.

Ji Yeong mengingat pertemuannya dengan Ayah Dong Ha, “Kau tahu... Aku pikir Aku bisa tidak melakukan yang kau lakukan itu. Jika ayahmu tahu bagaimana kehidupanmu, Dia pasti akan sangat bangga padamu.”


Tidak hanya Ayah saja yang akan bangga pada Dong Ha, Ji Yeon bahkan sangat bangga padanya, “Wah, aku bangga padamu. Apa ada pecundang yang bisa begitu keren di dunia ini?” Ji Yeon kemudian mengacak-ngacak rambut Dong Ha seperti yang pernah dia lakukan sebelumnya.

Dong Ha protes, “Aku sudah melarangmu menyentuh rambut seorang pria seperti itu!” Tapi Ji Yeon tidak mendengarkannya, dia melakukannya lagi dan lagi. Dia merasa Dong Ha sangat imut. Dong Ha akhirnya membalas,  “Aku juga akan menyentuh rambutmu” Ji Yeon kaget, tidak sangat Dong Ha berani menyentuh rambutnya seperti itu. Mereka pun tertawa bersama .

Soo Chul sedang melamun kan Eun Chae, apakah dia menarus terlalu banyak tissue di toilet Eun Chae? Dia penasaran apakah toilet Eun Chae tersumbat? Soo Chul pun langsung menelpon Eun Chae dan langsung bertanya, “Hai, Eun Chae. Toiletmu lancar?”

Sepertinya toilet Eun Chae memang tersumbat, sehingga Soo Chul langsung menemui Eun Chae dan bertanya,  mengapa Eun Chae tidak menelponnya. Tapi dengan santai Eun Chae berkata, “Aku sudah membersihkannya. Aku lebih kuat dari yang terlihat” akh.. padahal Eun Chae tidak perlu melakukan itu, dia kan master part-time.

Eun Chae mengalihkan pembicaraan, “Oppa. Seperti apa Young Chae Eonnie ketika dia masih SMA?” Eun Chae  tidak tahu banyak tentang Eonnie nya itu, setelah mereka lama terpisah,  dia bahkan baru tahu Young Chae meninggal setelah beberapa hari.

“Young Chae adalah yang terbaik. Kepribadiannya terbaik, wajahnya tercantik, kebaikannya terbaik. Dia terlalu sempurna untuk Dong Ha.” Begitulah penilaian Soo Chul terhadap Young Chae. Eun Chae senang mendengarnya, namun dia masih ingin memastikannya, “Benarkah?”

Soo Chul meyakinkan Eun Chae, “Mungkin.. Dia mendapat peringkat #1 diantara para gadis. Tentu saja, aku salah satu pengagumnya” Eun Chae semakin bahagia mendengarnya.

Soo Chul kembali ke rumah saat Dong Ha sedang melamun. Dong Ha mengeluhkan mengapa Ji Yeon tetap menyentuh rambutnya?  Dong Ha kemudia menyentuh rambutnya dan langsung tersipu malu.

Sementara Soo Chul juga curhat mengapa Eun Chae selalu membuatnya tetap bersemangat  “Bagaimana bisa dia sangat hebat juga?” Soo Chul memperagakan gerakan menyedot toilet dengan pompa. Dia tidak sangka jika gadis itu sangat kuat.

Dong Ha kemudian bertanya, “Soo Chul. Apa kau pernah memakai baju pasangan berwarna pink?”

Bukannya menjawab, Soo Chul pun malah bertanya balik, “Dong Ha. Sebagai Master part-time, haruskah kita mempekerjakan karyawan perempuan juga?”

Dua orang sahabat ini kemudian malah terpesona sendiri pada perempuan idamannya masing-masing. So Cute *kompak bener dah mereka, galau bareng, kesengsem juga bareng*


Seorang anak di Rumah cinta berulang tahun, Dong Ha menjadi badut di acara ulang tahunnya. Anak-anak sangat bahagia, namun Dong Ha melihat Ayahnya datang menemui Ibu Young Chae, apa yang sebenarnya di lakukan Ayah disana?

Akhirnya Ibu Young Chae mau juga bicara dengan Ayah Dong Ha yang bercerita tentang Dong Ha yang meninggalkan rumah setelah meninggalnya Young Chae. Selama 3 tahun ini, Dong Ha tidak pernah pulang ke rumah. Ayah berpikir bahwa Dong Ha akan pulang setelah dia menyelesaikan tugas wamilnya, tapi ternyata dia malah tidak pernah kembali ke kampus untuk meneruskan kuliahnya.

Selama 3 tahun ini Ayah tidak pernah melihat Dong Ha, hingga dia sengaja menemui Dong Ha belakangan ini.

Ibu Young Chae kemudian menjadi merasa bersalah setelah mendengar cerita Ayah, “Tidak peduli.. Betapa kerasnya aku memperlakukan dia.. Dia selalu datang dan tidak pernah melewatkan satu minggu pun”
 
Ibu tahu jika Dong Ha bertenti kuliah dan mencari uang setelah meninggalkan rumah, dan Ibu Young Chae selama ini tetap tidak pernah menerimanya.

Setelah Ayah Dong Ha pergi, ibu pun menemui Dong Ha, dia berkata padanya, “Dong Ha. Ayahmu... Datang menemuiku beberapa kali. Dia ingin tahu apa yang telah kau lakukan.. Aku dengar Kau belum menemuinya selama 3 tahun”

Dong Ha membenarkan hal itu, dan ibu menjadi sentimental. “Seperti saat Young Chae yang menghilang dari hadapanku. Ayahmu pasti merasakan hal yang sama” Ibu tahu ini juga pasti sangat sulit bagi Dong Ha. Ibu minta maaf karena telah mengabaikan rasa sakit yang dirasakan Dong Ha.

Akhirnya ibu meminta Dong Ha untuk kembali dan kembali menjani hidupnya nya lagi. “Memang sangat menyedihkan Young Chae meninggalkan kita. Tapi karena itu, Kita tidak perlu menyebabkan rasa sakit pada orang lain juga”

Ibu  Young Chae meminta maaf setulus hati pada Dong Ha karena telah membuat hubungan Dong Ha dan Ayahnya menjadi seperti itu. Namun Dong Ha sama sekali tidak menyalahkan ibu.

CEO Kwon membuat sebuah pengumuman, “Dalam semester pertama tahun ini. Aku akan menunjuk Kepala Editor yang baru untuk Trouble Maker. Jika aku meninggalkan tempat itu kosong terlalu lama, akan menimbulkan masalah komunikasi nanti. Aku akan mengawasi kalian untuk sebulan  kedepan”

CEO Kwon menatap Ji Yeon dan Ketua  Byun, “Ketua Tim Ban. Ketua Tim Byun. Bersainglah Dengan ketat”

Mereka pun sepakat untuk bersaing dan akan membuat kompetisi itu menjadi seru. Aura persaingan Ji Yeon dan Ketua Byun bahkan sudah terasa sangat kental.

Ketua Byun berkata, “Akhirnya hari ini tiba juga. Apakah kau tahu aku sudah menantikan ini sejak lama?” Dengan percaya diri Ji Yeon menjawab, “Kau pasti sibuk mencari berita ketika kau tidak disuruh bos”

Ketua Byun kesal dan berkata dia akan menghitung semua ke arroganan Ji Yeon, “Ketika aku menjadi kepala editor nanti, kau... hawk” Ketua Byun mengibaratkan akan memenggal leher Ji Yeon.

“Kenapa kau tidak Berbicara seperti itu setelah kau menjadi kepala nanti?” Ji Yeon masih saja tampak sangat percaya diri.

Ketua Byun kemudian meminta Ji Yeon mendekat dia berbisik pada Ji Yeon, “Kau selalu mengancam akan membeberkan rahasia orang lain”

Ji Yeon malah berteriak, “Rahasia orang lain apanya? Itu adalah rahasiamu, Ketua tim Byun” Ketua Byun langsung panik dan meminta Ji Yeon untuk menutup mulutnya.  Ji Yeon tersenyum puas melihat kepanikan ketua Byun, dan dia pun pamit pergi dari ruang rapat, dan ketua Byun merutukinya, “Penyihir..”

Setelah Ji Yeon pergi semua orang menjadi penasaran, “Rahasia apa?” Ketua Byun langsung gelagapan apanya yang rahasia? Bahkan Young Shik kembali dan bertanya, “Kau punya rahasia? Rahasia apa? Apa?” Ketua Byun mengelak, “Bukan Rahasia… tapi plastik.. plastik..” (dalam bahasa Korea, kata rahasia dan plastik terdengar serupa)

Dong Ha mendatangi Ayah di kantornya, ini bahkan membuat Ayah sedikit kaget, “Duduklah. Ada apa? Kau bahkan tidak menelepon dulu”  Dong Ha berkata dita melihat Ayah mampir ke Rumah Cinta. 

Dia juga mendengar Ayah menjadi relawan bantuan medis juga disana. Dong Ha berterimakasih pada Ayah. Ayah merasa apa yang dilakukannya tidak sebanding dengan apa yang telah di lakukan Dong Ha untuk rumah cinta.

“Aku minta maaf karena... tidak pernah menghubungimu” Dong Ha akhirnya mengucapkan rasa bersalahnya. Ayahpun menjelasakan situasi 3 tahun yang lalu, “Aku tidak bisa melakukan apa-apa pada gadis itu saat itu. Vena nya benar-benar tertutup saat itu. Jantungnya...”

Dong Ha tahu itu bukan salah Ayah, Dulu… Dong Ha hanya mencari orang untuk disalahkan dan akhirnya dia melampiaskan hidupnya menjadi seperti sekarang ini. Tapi Dong Ha merasa dia telah melakukan hal yang benar. Tentang kuliah… Dong ha akan memikirkannya lagi. Ayah langsung senang mendengarnya.

“Kenapa kita tidak makan bersama kapan-kapan?” Dong Ha setuju dan berkata dia akan mampir ke rumah dalam minggu ini. Ayah tersenyum bahagia.

“Oh… Sampaikan terima kasihku pada sunbaemu di kantor majalah itu” Dong Ha cukup kaget mendengarnya, dia tidak menyangka jika Ji Yeon menemui Ayahnya.

Saat mampir ke rumah Ji Yeon sambil membawa makanan, Dong Ha kaget melihat situasi Ji Yeon dan kondisi rumahnya yang kacau. “Apa ini?” Beberapa tulisan penyemangat tertempel di rumah Ji Yeon. “Kalahkan Byun Ki Suk”, “Kepala Editor Adalah Milikku”, “Kau dipecat jika kau tidak bisa mendapatkan berita”

Ji Yeon berkata pada Dong Ha bahwa dia akan mendapatkan berita yang akan menjadi hits bulan depan, dia akan menjadi kepala editor. Dong Ha tertawa mendengar semangat Ji Yeon.  Ada apa Dong Ha datang? Akh.. Dong Ha membawakan ayam goreng kesukaan Ji Yeon. Bagaimana jika mereka makan Ayam dan bir bersama?

Ji Yeon ragu, dia sedang fokus mencari berita. Dong Ha mengerti dan berkata dia akan pergi saja jika  Ji Yeon sedang sibuk. Dong Ha akan makan bersama Soo Chul. Namun Ji Yeon Nampak tergoda dengan ayam dan bir itu, dia juga sepertinya merasa lapar.

Maka saat Dong Ha akan pergi, Ji Yeon berkata, “Stop! Setiap ayam yang datang ke rumah ku tidak pernah bisa meninggalkan rumah ini dengan utuh” Tapi Dong Ha tidak melihat tempat untuknya bisa duduk. Dia langsung menyingkirkan Laptop dan materi-materi beritanya dari atas meja dan menyediakan tempat untuk Dong Ha agar bisa duduk.

Sambil makan Ayam, Ji Yeon dan Dong Ha membaca berita, dia pun menegaskan alasannya menjadi reporter adalah karena ada begitu banyak bajingan di dunia ini. Mereka adalah orang yang senang menyalahkan orang yang tidak bersalah. Dia ingin menggigit mereka.

Dong Ha dan Ji Yeon mengenang masa lalu tentang berita yang mereka selesaikan bersama. Skandal perselingkuhan Kim Jeong Do. Pesta ulang tahun profesor korupsi. Skandal narkoba komedian. Begitu banyak berita... Ji Yeon kemudian menyadari, “Kita sangat mengagumkan kalau bersama ya?”

Mengingat hal itu, Ji Yeon kemudian terinspirasi, untuk mempekerjakan Dong Ha menjadi wartawan paruh waktu. Ji Yeon merasa membutuhkan Dong Ha untuk mengalahkan Byun Ki Suk. Ji Yeon merasa tidak bisa mengandalkan Jae Wong karena dia tidak tahu banyak tentang si Pulau pengemis itu.

“Jika kita membuat cerita headline, aku akan membayarmu 2 kali lipat. Jika aku menjadi kepala editor, Aku akan membayar mu 2 kali lipat lagi sebagai bonus” Ji Yeon memberikan penawaran.

Dong Ha berpikir dan merasa itu terlalu kecil, dan Dong Ha membuat penawarannya sendiri, “Bayar aku ganda dan Beri aku 4 hari perjalanan ke Pulau Jeju” Ji Yeon tampak ragu, namun akhirnya setuju. Deal.

Tapi… Dong Ha membuat syarat tambahan untuk bayarannya, “Kau harus ikut denganku” Ji Yeon geli mendengarnya dan memukul Dong Ha sambil tertawa.

“Kenapa kamu memukulku? Aku tahu kau senang” Ji Yeon masih tertawa dan bertanya apakah Dong Ha akan tetap memanggilnya Nyonya Ban? Lagipula mengapa dia harus ikut ke pulau Jeju bersama Dong Ha?

“Jadi, aku mau pergi sama siapa? Aku tahu kau mau kan...” Dong Ha menggoda Ji Yeon. Tentu saja, Ji Yeon sama sekali tampak tidak keberatan dengan ajakan itu.


“Sebenarnya… Aku datang untuk mengatakan sesuatu” Dong Ha teringat tujuannya menemui Ji Yeon. Apa yang ingin dikatakannya? Dong Ha mendengar Ji Yeon menemui Ayahnya, akh… itu, memang benar, Ji Yeon menemuinnya beberapa hari yang lalu.

“Ayah... Menyampai terima kasih padamu” Ji Yeon bingung, untuk apa Ayah Dong Ha berterima kasih padanya? Itu karena, Ji Yeon membuat kesalah pahaman antara Dong Ha dan Ayahnya selesai. Dong Ha juga berterimakasih pada Ji Yeon.

Ji Yeon merasa tidak enak, namun dia senang karena masalah Dong Ha dan Ayahnya sudah selesai. Mereka pun bersulang, meminum bir yang Dong Ha bawa. “Bersulang! Bersulang!”

Pagi hari, Ketua Byun sibuk membagikan makanan untuk para pegawainya. Apakah ada seuatu yang istimewa? Tidak ada dia hanya harus mempersiapkan diri untuk hal-hal yang besra di masa depan. Apa maksudnya?

“Hei, ketika aku menjadi kepala editor nanti... Kemudian Aku akan menjadi CEO berikutnya” 

Ji Yeon datang dan berkomentar, Wah… Ketua Byun bahkan Nampak seperti CEO saja. “Bekerjalah. Jangan berpolitik seperti itu” Ketua Byun kesal, “Siapa yang peduli! Apa aku bekerja atau berpolitik? Apa itu urusanmu?” Ji Yeon tidak menjawab apa-apa, dia hanya tersenyum lalu pergi ke ruangannya.

“Kenapa dia tersenyum seperti itu? Itu membuat ku gugup” Ketua Byun bergunam dalam hati melihat senyum penuh percaya diri dari Ji Yeon.

Ji Yeon masuk ke ruangannya dan memberikan sapaan hangat pada Young Shik dkk, “Good Morning!” Young Shik jadi kaget, “Sunbae. Apa yang terjadi?” Ji Yeon bingung apa maskud Young Shik? Ji Yeon belum pernah menyapa nya di pagi hari seperti hari ini. Ji Yeon tidak ingin menjawab, dia malah langsung bertanya berita bagus apa yang mereka miliki?

Setelah Young Shik sibuk mencari berita, Ji Yeon langsung membayangkan apa yang membuat pagi nya menjadi begitu indah dan ceria. Tadi pagi, sebelum Ji Yeon berangkat ke kantor, Dong Ha mencegatnya, dia memberikan sarapan Sandwich untuknya, “Master Sandwich datang dengan sandwich supernya untuk Nyonya Ban” Ji Yeon jadi tersipu mendengarnya, lalu dia bertanya mengapa Dong Ha memakai baju couple mereka?

Itu adalah baju couple dari Na Rae Noonim, tulisannya Ji Yeon.  Dong Ha menyodorkan sandwich nya dan menyuapkannya pada Ji Yeon, “Makan dan pergilah bekerja” Ji Yeon memakan sepotong Sandwich nya dan sisanya di makan Dong Ha, kemudian Dong Ha menyodorkan potongan yang lain setelah Ji Yeon mengatakan Sandwich itu sangat enak. Dong Ha pun kembali menyuapkan sepotong sandwich yang lain *Akh,,, envy*

Mengingat hal itu, Ji Yeon merasa sangat bahagia.  Dong Ha begitu manis dan perlakuannya membuat Ji Yeon merasa istimewa.

Dong Ha menatap buku-buku kedokterannya. Dia masih mempertimbangkan tentang kuliahnya, apa yang harus dia lakukan? Jika dia ingin menjadi pria yang pantas untuk Ji Yeon, mungkin akan lebih baik jika dia melanjutkan kembali pendidikannya menjadi dokter.

Malamnya Dong Ha mengajak Ji Yeon untuk makan bersama di toko kue ikan Na Rae, Karena Dong Ha yang akan mentraktir, dia akan memesan banyak makanan. Eiiiyy lihatlah kelakuan Ji Yeon itu, Baiklah.. tapi jika Ji Yeon tidak menghabiskan semua makanan itu, Ji Yeon harus mentraktirnya di putaran kedua.

Tidak mungkin! Aturan dari mana itu? Ji Yeon sangat percaya diri. Tapi kenapa Dong Ha tiba-tiba ingin mentraktir? Sudahlah lebih baik mereka masuk saja.

Ji Yeon bingung saat mendapati toko kue ikan Na Rae gelap gulita, “Ada apa ini? Kenapa begitu gelap di sini? Apa mereka tidak membuka toko hari ini?” Ji Yeon memanggil sahabatnya itu, “Na Rae-ya”

Tiba-tiba lampu di tempat Koki menyala, Soo Chul ada disana, berbalik menghadap Ji Yeon dan Dong Ha dan suara musik romantic pun berbunyi. Ji Yeon tertawa kecil melihat kelakuan Soo Chul, Apa ini?

Soo Chul mulai berbicara, “Tolong lihat kesini sebentar. Untuk pasangan paling romantis di sini hari ini, Tahun Vintage 2014… Kami akan memberikan kue ikan buatan rumah” Na Rae dan Min Goo muncul disudut lain dengan voucher kue ikannya dengan penuh semangat dan kebahagiaan.

Ji Yeon tertawa melihat keceriaan itu, namun dia  bertanya apa yang sedang mereka lakukan? Soo Chul mengabaikan pertanyaan Ji Yeon, “Pengakuan, pelamaran. Tidak peduli apa pun itu. Apa ada orang yang berani?”

Dong Ha sejak tadi tersenyum saja melihat skenario parodi pertemuan Ji Yeon dan dirinya saat mereka melakukan first kiss beberapa bulan lalu. Min Goo heboh mengacungkan tangannya, namun Na Rae memintanya untuk tetap tenang.

Soo Chul bertanya lagi, “Apakah tidak ada yang berani?” Dong Ha berpikir, dan akhirnya dia mengacungkan tangannya. Ji Yeon terpana, “Yoon Dong Ha” Dong Ha kemudian mengambil buket bunga yang sudah ada di atas meja.

Apakah mereka berkencan? Soo Chul memberikan pertanyaan seperti yang ditanyakan MC di bar waktu itu. “Aku akan mengaku padanya hari ini” Jawab Dong Ha dengan mantap. Soo Chul pun meminta Na Rae dan Min Goo memberikan tepuk tangan pada Dong Ha. Dan merekapun memberi semangat pada Dong Ha, Fighting Yoon Dong Ha!

Dong Ha berdiri di hadapan Ji Yeon, dia menatap serius dan fokus pada Ji Yeon, “Ban Ji Yeon. Mulai hari ini, Mari kita berkencan” Ji Yeon terharu mendengarnya, Dong Ha menyodorkan buket bunga padanya, dan tanpa ragu,, Ji Yeon menerimanya. 

Dong Ha tersenyum dan mengeluarkan sebuah kalung dari saku jas nya. Ji Yeon tertawa melihatnya. Dong Ha pun memasangkan kalung itu pada Ji Yeon, sementara Na Rae, Min Goo dan Soo Chul sudah heboh menonton adegan ini.



Selesai memakaikan kalung, Dong Ha kembali menatap Ji Yeon yang tersenyum padanya, “ Aku bilang mari kita berkencan. Mengapa kau tidak memberikan jawaban?” Ji Yeon terdiam dan menatap Dong Ha, dia tampak mempertimbangkan dan akhirnya memberikan jawabannya.

“Baik. Bahkan jika kau menyuruhku untuk pergi. Aku tidak akan kemana-mana” 

Semua orang bersorak mendengarnya, Dong Ha pun tersenyum dan dia kemudian mencium Ji Yeon.

***

Yeaay… akhirnya mereka jadian juga >.< senengnya.

Setelah melihat episode 14 ini, aku sempat cemas apa yang akan terjadi di episode 15 dan 16, karena sepertinya semua masalah sudah selesai di episode 14 ini. Takut-takut ada masalah baru yang akan muncul. Penolakan Ayah Dong Ha? Tapi ternyata tidak ada yang seperti itu. Aka nada sedikit konflik kecil di episode 15-16, tapi itu untuk menjawab beberapa pertanyaan yang selama ini berputar-putar disekitar Ji Yeon dan Dong Ha.

Yang jelas, episode 15-16 itu fanservice banget, tapi aku sukaaaaa >.<

Nantikan Spoiler episode 15 dan 16 di blognya mba mumu yah^^

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

7 komentar:

  1. sukaaaaaa...!!!

    BalasHapus
  2. Suka sm Dong Ha-Soo Chul ^^

    BalasHapus
  3. Sy jg berfikir kalo masalah Ɣang harus Dong Ha-Ji youn hadapi selanjutnya adalah Ayah Dong Ha Ɣang lagi-lagi tdk setuju dgn pasangan Dong Ha karena beda usia Ɣang terpaut jauh..tapi kalo eps 15 16 diisi dengan fan service, kyaknya lebih seru lagi !!! Smangat yah mbak berdua, tinggal 2 eps lagi!!! Smoga sehat slalu

    BalasHapus
  4. Yaa 2 Episode lagi ^_^ Ji yeon Dong Ha Hidup brrsama selamanya .... Kekwkkek mungkin DH lanjut dokter JY dapat promo di LN. Tak saabaaarrr

    BalasHapus
  5. G sbr mbk dgn next eps..yoon dong ha..sooocute...^-^q jd bnyak ketawa2 sndri lht dong ha sma soo chul..cpt ya mbk untk posting eps 15 and 16...

    BalasHapus
  6. wah sukaaaaa bangeeeeettttttt...
    Dh & jy..
    So sweet

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^