Witch's Love Episode 14 part 1

 
Ji Yeon bersiap-siap untuk berangkat ke kantor di pagi hari. Dia dikejutkan dengan kehadiran Dong Ha di depan pintunya, “Apa yang kau lakukan disini?” Dong Ha bilang Ji Yeon harus pergi bekerja dan dia pun akan pergi untuk pekerjaan part-time nya. Jadi Dong Ha akan mengantar Ji Yeon ke kantor.

Dengan sepeda motornya? Ji Yeon tampak enggan, dia mengeluhkan jika tatanan rambutnya akan berantakan jika dia memakai helm di pagi hari. Apa nya yang rusak? Dong Ha tidak menerima alasan dan tetap ingin mengantar Ji Yeon.

Ji Yeon pun tak bisa menolak, dia pergi ke kantor diantar Dong Ha dengan motornya. Di perjalana ada sepasang kekasih yang berbahagia di dalam mobil, bahkan si wanita memberikan kecupan mesra untuk kekasihnya. Dong Ha yang melihat hal itu Nampak terganggu da segera memacu motor nya setelah lampu hijau menyala.

Tiba di depan gedung Trouble Maker, Ji Yeon mengeluhkan penampilannya setelah dia melepas helm dan Dong Ha memuji penampilan Ji Yeon yang sangat keren hari ini. Ji Yeon bertanya apakah rambutnya baik-baik saja? Dong Ha tersenyum, sudah berapa kali Ji Yeon menanyakannya?

Hari ini Ji Yeon tidak boleh kelihatan lemah, karena Ketua Byun akan bersenang-senang jika dia tahu pernikahannya di batalkan. Jadi hari ini Ji Yeon harus tampil dengan gaya yang keren. Apakah Ji Yeon tipe orang yang tidak mau kalah dimanapun? Tentu saja itulah dia. Dong Ha agak cemas dengan staf yang lain, karena mereka juga terlibat dalam rencana kemarin. 

Dong Ha malah berteriak, “Aww… berhati-hatilah… berhati-hatilah” seolah memperingatkan staf lain pada reaksi Ji Yeon hari ini. Ji Yeon jadi kesal dan menghentikan teriakan Dong Ha.

 
Tapi kemudian Ji Yeon pamit pada Dong Ha, kemudian mengucapkan terima kasih karena telah mengantarnya. Ji Yeon tersenyum manis pada Dong Ha sebelum dia masuk ke kantor Trouble Maker. Dong Ha melihat dari jauh hingga Ji Yeon masuk, dan tetap mengkhawatirkannya, namun dia tahu Ji Yeon adalah orang yang tangguh.

Saat Ji Yeon tiba di dalam kantor, semua orang langsung menyambutnya karena semalam dia tidak datang, terutama Young Shik yang penasaran apa yang terjadi kemarin, apakah Ji Yeon tidak tahu mereka lama sekali menunggu? Ketua Byun juga protes, padahal mereka ingin memberi kejutan, tapi Ji Yeon malah tidak muncul?

Rin Ji malah salah fokus, daia bertanya apakah Ji Yeon bertengkar dnegan Philip Noh? Young Shik mengeluh lagi dan Ji Yeon langsung memotongnya

“STOP! Terjadi sesuatu kemarin, jadi aku tidak bisa datang. Terima kasih karena telah merencanakan sebuah pesta kejutan untukku. Mulai sekarang, lebih baik jika kalian tidak membuang-buang waktu dan uang untuk hal-hal yang tidak berguna seperti itu”

Ji Yeon pun berniat masuk ke dalam kantornya, namun dia berbalik dan berkata, “Ah.. dan juga… aku tidak akan menikah” Semua orang kaget mendengar kabar itu. Ban Ji Yeon tidak jadi menikah dan dia tampak baik-baik saja?

Young Shik yang paling penasaran, dia mengkikuti Ji Yeon ke ruangan dan bertanya, “Sunbae! Sunbae! Kenapa kau tidak jadi menikah dengan Philip-hyung? Kau tidak pernah membicarakan itu padaku”

Ji Yeon mengingatkan Young Shik, “Apakah aku pernah membicarakan kehidupan pribadiku?” Itulah.. Young Shik tampak sangat kecewa. Ji Yeon tidak peduli dan berkata mereka akan rapat dalam waktu 10 menit lagi, apakah ada berita terbaru tentang kasus RS?

Jae Wong memberitahu jika dokter yang bertugas hari itu memberikan rekaman CCTV dan dari sama terlihat jelas jika itu bukan kasus penolakan terhadap perawatan medis. Lalu bagaimana dengan Media? Semuanya menjadi tenang, bahkan kehebohan di SNS pun lenyap. Merebaknya kasus ini hanya menjadi berita sedih untuk keluarga pasien meninggal.

Eun Chae memberi saran jika mereka bisa membuat artikel tentang perasaan keluarga pasien yang meninggal itu. Bagi orang lain, mungkin berita ini akan berlalu begitu saja, tapi untuk keluarga almarhum itu adalah bekas luka yang akan ada untuk selamanya.

Dong Ha sedang melamun di rumahnya (eh rumah Soo Chul maksudnya). Apa yang dia lamunkan? Dia mengenang apa yang terjadi semalam setelah dia melihat jawaban Ji Yeon di buku momen ajaib.

Apakah pernikahan Ji Yeon dan Shi Hoon batal karena dirinya? Ji Yeon jadi gugup, namun dia menyangkal. Dong Ha berkata, “Aku bukan orang bodoh” Dong Ha kemudian menarik Ji Yeon kedalam pelukannya dan dia berkata. “Ini belum terlambat bagi kita”

Dong Ha kemudian berkata dia sebelumnya sudah bilang jika Ji Yeon pada akhirnya akan menyukai dia juga. Ji Yeon hanya berkatam “Yoon Dong Ha…” namun dia sama sekali tidak menolak pelukan Dong Ha.

“Aku sudah melihat buku itu. Apa yang dikatakn beruang kutub, itu tentang kita kan?” Ji Yeon tak menjawab dan Dong Ha menganggap diamnya Ji Yeon menunjukkan bahwa dia benar.

Dong Ha tersenyum bodoh saat mengingat momen itu, berapa dia sangat bahagia karena akhirnya dia tahu Ji Yeon juga menyukainya *OMG wajahnya Dong Ha manis banget pas senyum gitu #abaikan*

Young Shik mengajak Eun Chae untuk meliput berita, Ji Yeon memanggil Eun Chae dan mengingatkannya apa yang sudah dia nasihatkan pada gadis itu, “Apakah kau ingat apa yang katakan sebelumnya?” Dengan mantap menjawab Ya, dia masih ingat, “Sederhana, unik dan berbobot”

Ji Yeon malah meminta Eun Chae untuk mengabaikan semua itu saat bertemu dengan keluarga almarhum, yang harus dia lakukan hanya satu hal. Dengarkan cerita mereka dengan seksama. Hal yang paling penting adalah membuat mereka menemukan ketulusannya. Eun Chae mengerti hal itu. Dia dan Young Shik pun pergi untuk menemui keluarga almarhum.

Ketua Byun  datang untuk mengejek Ji Yeon, Bukan kah Ji Yeon akan menggali kasus korupsi di RS itu? tapi ujungnya adalah wawancara dengan keluarga pasien yang meninggal? Apakah setelah pernikahan di batalkan dia menjadi lemah hati dan melupakan mentalitas Troble Maker? Apakah penyihir tanpa air mata dan darah itu bisa dipenagruhi oleh hal-hal kecil seperti itu? JI Yeon tadinya diam saja, namun Ketua Byun tidak berhenti.

“Philip Noh yang menyedihkan” Ji Yeon kesal mendengarnya dan akhirnya dia bereaksi, “Mulai sekarang, jika kau memnyebutkan nama Philip Noh di depanku…”

“Jika aku melakukannya, apa yang akan kau lakukan?” Ketua Byun malah menantang.

“Aku akan membeberkan rahasia Ketua Byun!” Ji Yeon mengancam dengan tegas.

Rahasia? Rahasia apa? Ji Yeon pun membisikan rahasia tentang Ketua Byun yang dia ketahui. Ketua Byun lansgung panik dia tidak menyangka jika Ji Yeon masih mengingat hal itu.

Sebuah panggilan masuk ke ponsel Ji Yeon, itu dari Shi Hoon, Ji Yeon mengangkatnya dan Shi Hoon mengatakan dia sudah tiba di bandara, tapi dia sepertinya masih ada di pinggir sungai seperti itu *apakah itu terlihat seperti bandara?*

Shi Hoon memikirkan penerbangan 12 jam yang akan dia lalui sungguh mengerikan. Shi Hoon berpesan pada Ji Yeon, jika mulai saat ini, jangan lagi membahayakan diri untuk mencari berita. Shi Hoon sangat terkejt saar mendengar Ji Yeon bahkan pernah diancam. Dan juga sepertinya Ji Yoen terlalu banyak minum kopi, lebih baik dikurangi. Jangan sakit dan jangan menangis lagi. Kali ini… Ji Yeon harus bahagia.

Mendengar pesan terakhir dari pria yang pernah mengisi hatinya selama lebih dari 6 tahun itu membuat Ji Yeon tidak bisa untuk tidak meneteskan air mata, dia menangis tertahan, tidak ingin Shi Hoon mendengarnya, dan akhirnya Ji Yeon mengucapkan sebuah kalimat perpisahannya, “Terima kasih,, Sunbae”

Menurut Na Rae, Shi Hoon sunbae datang seperti angin musim semi dan pergi pun seperti angin lagi. Ji Yeon merasa dia baru saja terbangun dari mimpi yang panjang. Ya! Ji Yeon menang harus Bangun! Lalu apa yang akan Ji Yeon lakukan sekarang? Tentang apa?

“Kau mengataka jika Shi Hoon Sunbae ingin kau mencoba untuk berkencan dengan Dong Ha”

Ji Yeon tidak merasa Shi Hoon mengatakan itu padanya. Na Rae pikir Ji Yeon itu reporter, seharusnya dia bisa membaca sesuatu yang tersirat. Tadinya Na Rae tidak ingin memberitahu Ji Yeon karena hanya akan membuat Ji Yeon merasa tidak enak hati.

Tapi… apakah Ji Yeon tahu seperti apa Dong Ha saat itu? Setiap kali ada kemajuan hubungan Ji Yeon dengan Shi Hoon, maka Dong Ha akan datang ke toko mereka dan mulai minum sendirian. Saat Dong Ha mengakui bahwa dia menyukai Ji Yeon di depan ibu Ji Yeon, Na Rae merasa dirinya hampir mati karena menangis.

Min Goo pun mengatakan hal yang sama, Min Goo juga merasa akan mati karena Dong Ha tampak benar-benar menyedihkan. Ji Yeon tidak bisa menjawab apapun dia hanya bisa menghembuskan nafas panjang.

Yoon Se Joon datang ke rumah Soo Chul, Dong Ha yang membukakan pintu, dan dia tidak ada pilihan untuk menerima Ayahnya. Ayah masuk dan memperhatikan rumah itu, Dong Ha mempersilahkannya duduk dengan dingin, bahkan tanpa menoleh ke arahnya. Ayah kemudian bertanya, apakah mereka (Dong Ha dan Soo Chul) makan dengan baik?


Dong Ha tidak ingin Ayah berbasa basi, dia hanya meminta Ayah untuk mengatakan tujuannya datang. “Pulanglah sekarang, sudah cukup kau hidup seperti yang kau inginkan selama 3 tahun. Apakah kau pikir selamanya akan jadi anak-anak? Sekarang kau sudah 25 tahun” Dong Ha tidak menjawab apapun. Dia sama sekali tidak pernah berpikir untuk pulang.

Ji Yeon pulang ke apartemennya, dia mengoceh sendiri, “Apakah aku mengatakan aku tidak menyukai Yoon Dong Ha? Aku juga sangat menyukainya. Dia tinggi, tampan dan memiliki kepribadian yang baik. Ah… benar… dia bahkan jago olahraga, dan juga pintar. Tak ada satupun yang kurang”

“Mengapa aku tidak ingin dia, ketika seorang pria sepeti itu mengatakan jika dia menyukaiku. Aku seperti ini karena aku merasa bersalah”

Ji Yeon menghela nafas panjang. Dia begitu merasa bersalah hingga dia tidak berani menerima perasaan Dong Ha untuknya.

Dong Ha mengantar Ayahnya pulang, Ayah berkata dia akan mempersiapkan agar Dong Ha bisa kembali kuliah semester depan… Dong Ha langsung memotong dan berkaya, “Aku bilang aku tidak mau! Aku tidak punya pikiran untuk kembali ke rumah maupun ke kuliah”

Ayah jadi sedikit naik pitam, apakah ini karena gadis yang sudah meninggal itu, bukan kah sejak awal Ayah sudah menjelaskan… Dong Ha tidak ingin mendengar penjelasan apapun dan merasa kesal karena Ayah membawa nama Young Chae, “Jangan bawa-bawa nama Young Chae”

Ayah merutuki Dong Ha dan memintanya untuk memperbaiki sikapnya yang seperti bayi itu. Ayah tidak bisa melihat Dong Ha hanya hidup seperti pecundang. Ayah pun kemudian pergi.

Dong Ha sedikit kaget saat melihat Ji Yeon sedang berdiri di dekat pintu rumahya, apakah Ji Yeon sdah pulang? Ya dia baru saja datang. Dong Ha pun meminta Ji Yeon untuk masuk dan dia saat Dong Ha akan masuk… Ji Yeon memanggilnya, “Yoon Dong Ha, apakah kau sudah makan malam?”

Ji Yeon mengajak Dong Ha makan malam bersama di rumahnya, Ji Yeon datang membawa sepanci makanan dengan penuh semangat meski kepanasan. “Oooh Baunya enak.. Ini terlihat lezat!” Ji Yeon memuji masakannya sendiri dan mengajak Dong Ha untuk makan dan mempersiapkan sendok untuknya. Sementara Dong Ha terlihat tak puas, “Kau bilang kau akan memasak untuk ku, tapi itu hanya ramen?”

Ji Yeon mendelik kesal, “Hanya ramen?” Ji Yeon mengambil sendok dan garpu yang tadi dia persiapkan ungtuk Dong Ha, dan berkata dengan kerus, “Kemudian tidak usah makan!” Dong Ha merajuk, “Kenapa kau jadi pelit seperti itu terhadap makanan”

Bukannya Dong Ha bilang itu hanya ramen, Ji Yeon masih tampak kesal. Dong Ha mengalihkan topic bahwa ramennya akan segera mengembang. Dong Ha adalah Master Ramen, yang terbaik adalah jika memakan mie adalah secepatnya setelah matang. Ji Yeon tak mendengarkan dan cepat-cepat memakan ramennya.

Melihat cara makan Ji Yeon, Dong Ha berkomentar agar Ji Yeon makan pelan-pelan saja, nanti dia kena gangguan pencernaan. Ji Yeon Nampak tidak peduli dan tetap makan dengan buru-buru, nampaknya Ji Yeon sangat lapar.

Selesai makan ramen, Ji Yeon menyajikan kopi favorit nya untuk Dong Ha. “Enak kan? Ini adalah Hawaiian Kona, kopi terbaik ke tiga di dunia. Ini adalah kualitas tertinggi bahkan diantara sejenisnua, Kona ekstra mewah” Ji Yeon membanggakan kopinya.

Dong Ha tak percaya, “Kona?” Yups, Kona ekstra Mewah. Dong Ha berpikir rasa kopinya aneh. JI Yeon kesal lagi. Apakah Dong Ha tidak tahu jika berapa harga kopi itu? Itu adalah yang paling mahal dari semua paket yang tiba pekan ini.

“Kopi campuran rasanya lebih baik. Ada apa dengan Kona?” Dong Ha berkomentar lagi tanpa menggubris penjelasan Ji Yeon tentang harga kopi itu. Ji Yeon berniat mengambil kopinya, Dong Ha menahannya dan berkata, “Dunia baru” hahahaha.

Ji Yeon kemudian bertanya tentang apa yang dia lihat sebelumnya, dia mendengar apa yang terjadi pada Dong Ha dan Ayahnya, mengapa mereka seperti itu? Dong Ha tidak ingin membicarakan Ayahnya. Ji Yeon tidak menyerah, “Apakah kau meninggalkan rumah karena kekasihmu?” Apa yang sebenarnya ingin Ji Yeon ketahui? Dong Ha tampak tidak nyaman dengan rasa penasaran Ji Yeon.

“Yah.. aku hanya berpikir… mengapa Yoon Dong Ha meninggalkan rumha dan menjadi seperti ini…” Dong Ha langsung memotong ucapan Ji Yeon, “Mengapa? Apakah aku terlihat menyedihkan juga bagimu, Ketua? Karena aku seorang pecundang yang tidak memiliki mimpi atau masa depan”

Ji Yeon tidak mengatakan seperti itu. Dong Ha tidak ingin berbicara lagi dan berterima kasih untk kopinya. Ji Yeon mencoba menjelaskan, mengapa Dong Ha jadi bersikap seperti itu? Dong Ha hanya lelah, dia pun pamit pergi.

Soo Chul muncul didepan Eun Chae dan bertanya mengapa dia pergi keluar di larut malam begitu? Eun Chae kaget, mengapa Soo Chul ada disana?

“Apa maksudmu mengapa? Apa hanya menunggu adik “kandung” ku, tapi mulai hujan” Eun Chae tidak enak mendengarnya. Soo Chul bertanya mengapa Eun Chae baru datang, ini satu jam lebih lambat dari biasanya.

Eun Chae baru pulang dari meliput berita, kemudian pergi ke toko kelontong untuk membeli bola lampu. Apakah Eun Chae akan mengganti bola lampur? Ya, bola lampu di kamarnya mati sehingga harus diganti. Soo Chul langsung dengan suka rela menggantikannya untuk Eun Chae.

Awalnya Eun Chae menolak, karena dia bisa melakukannya sendiri, tapi Soo Chul berkata, “Pekerjaanku adalah Master Part-time bahkan spesialisasiku adalah Master bola lampu” Soo Chul mengajak Eun Chae untuk ke rumah Eun Chae agar Soo Chul bisa segera menggantikan bola lampu di kamarnya.

Tanpa banyak hambatan Soo Chul berhasil mengganti bola lampunya, Eun Chae takjub dan Soo Chul meminta Eun Chae untuk menyalakan lampu. Setelah lampu di nyalakan, Soo Chul bisa melihat kamar Eun Chae dengan jelas. Ups… tempat tidur Eun Chae agak berantakan, dan Eun Chae langsung panik, mencoba membereskannya.

Soo Chul malah berkata, “Ai, tidak ada alasan untuk malu di depan Oppa ‘kandung’ mu” Eun Chae semakin tidak enak hati mendengarnya.

Eun  Chae berterima kasih atas bantuan Soo Chul, tiba-tiba Soo Chul berkata dirinya lapar, Apakah dia ingin Eun Chae memberinya beberapa potong buah-buahan?

“Ei… tidak perlu. Tapi.. jika itu adalah yang kau inginkan, aku akan memakannya” Kata Soo Chul dok bijak. Eun Chae kebingungan dan mengecek isi kulkasnya. Eun Chae merasa menyesal karena dia tidak punya apa-apa kecuali kiwi. Dengan cepat tanggap Soo Chul berkata, “Aku benar-benar suka Kiwi”

Ji Yeon mendatangi RS Hanbit untuk menemui Yoon Se Joon, namun sekretarisnya menolaknya bersikeras bahwa mereka tidak menerima interview, bukan kah mereka sudah memberikan bahan laporan untuk artikelnya? Ji Yeon hanya sebentar, lagi pula dia tidak menulis artikel hanya berdasarkan bahan laporan. Lagi pula yang ingin Ji Yeon ketahui bukan tentang kasus ini saja… 

Ayah Dong Ha keluar dari ruangannya. Ji Yeon langsung memanggilnya, “Direktur Yoon Se Joon, Aku Reporter Ban Ji Yeon dari Trouble Maker. Jika Anda memiliki beberapa waktu…” Ayah menolak untuk diwawancara dan berniat pergi, namun Ji Yeon mencoba menahannya.

“Tiga tahun lalu, pasien Jung Young Chae, anda masih ingat kan?  Dia adalah kekasih Yoon Dong Ha”

Nama Dong Ha membuat Ayah menerima Ji Yeon di ruangannya. Ji Yeon meminta maaf jika caranya kasar, namun dia tidak punya cara lain untuk menemui Yoon Se Joon.

“Apakah kau mengenal, Urri Dong Ha?” Ayah bertanya dengan cemas. Ji Yeon tersenyum dan berkata jika beberapa waktu lalu, Dong Ha bekerja di kantor Trouble Maker. Ji Yeon juga mengatakan jika dia mendengar apa yang terjadi semalam di depan rumah, karena dia bertetangga dengan Yoon Dong Ha.

Ayah mengeluhkan, “Dia putraku satu-satunya, jadi kami memanjakan anak itu…”

Ji Yeon berkata Dong Ha sangat dewasa, ada sesuatu yang ingin dia katakan pada Yoon Se Joon tentang Dong Ha. Ji Yeon menceritakan tentang pertemuannya dengan Dong Ha yang rela menjadi santa di musim panas untuk anak-anak yatim piatu. Dong Ha juga menyelamatkan hidupnnya beberapa kali. Dong Ha adalah orang yang sangat berbakat, tidak ada yang tidak bisa dilakukannya.

“Kami belum lama bekerja sama, namun dia adalah partner terbaikku” Seperti itulah Dong Ja do mata Ji Yoen.

Ayah tersenyum mendengarnya, “Dia memiliki kasih sayang dan bakat sejak dia masih kecil” Dong Ha sedang dalam kondisi down mengapa dia sekarang hidup seperti itu. Dong Ha sudah hidup semaunya untuk beberapa lama, sudah waktunya dia kembali. Dong Ha tidak mungkin hidup seperti pecundang selamanya.

Ji Yeon tidak tahu apa yang terjadi 3 tahun lalu, namun seharusnya Yoon Se Joon tahu bagaimana kehidupan Dong Ha selama 3 tahun ini. Jika dia tahu, Ji Yeon yakin, dia tak akan menganggap Dong Ha pecundang. 

Ji Yeon kemudian pamit dan berterima kasih karena Yoon Se Joon telah meluangkan waktu untuknya. Sebelum pergi Ji Yeon meninggalkan sebuah alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi Yoon Se Joon

Min Goo menyetelkan OST Superman untuk Na Rae, awalnya Na Rae sangat menikmatinya, nmaun kemudian dia mengeluh, “Aku pikir ini tidak akan bekerja” Min Goo bingung, mengapa? Apakah Na Rae tidak suka Superman? Apakah dia harus menggantinya dengan Avengers?

Bukan masalah itu, Maksud Ji Yeon adalah Ji Yeon dan Dong Ha. Min Goo mengerti, tapi mereka berdua itu kenapa? Bahkan jika mereka tidak melihatnya, itu sudah sangat jelas. Ji Yeon tidak bisa mendekati Dong Ha, karena dia merasa bersalah dan Dong Ha ragu-ragu karena dia sedang memahami perasaan Ji Yeon.

Apa yang mereka perlukan saat situasi seperti itu terjadi? Na Rae dan Min Goo saling bersahutan, Sebuah perekat? Pengikat? Lem? Kemudian keduanya serempak berkata, “Cupid of Love”

Soo Chul curhat pada Dong Ha, “Kau tahu kan bahwa aku punya alergi kiwi? Kemarin aku makan tiga buah kiwi. Lidahku terluka, bahkan sekarang aku tidak bisa menelan air liurku”

Dong Ha juga sama melamunnya dengan Soo Chul bukannya menanggapi curhatan temannya, dia juga malah mengeluh, “Apa yang akan aku lakukan dalam sepuluh tahu ke depan?”

Soo Chul pun menggunam, “Oh,,, bagaimana kamarnya bisa begitu menarik? Apakah lampunya tidak akan mati lagi? Aku membuang banyak tissue di toilet, tinggal menunggu waktu untuk menjadikannya tersumbat” (Sengaja? Supaya Soo Chul bisa balik lagi ke rumah Eun Chae? Ckckckc)

Dong Ha masih mengawang-ngawang, apa yang bisa dia lakukan agar bisa menjadi orang yang pantas untuk Ji Yeon yang dia sebut “Nyonya Ban”

Terdengar bunyi ponsel berdering, keduanya tersadar dari lamunan dan masing-masing mengangkat telepon, tapi ternyata ponsel nya tertukar. Setelah menukarnya, Soo Chul berbicara dengan ayahnya dan Dong Ha berbicara dengan Min Goo yang memintanya datang ke toko malam ini.

CEO Kwon besiap-siap untuk pergi ke suatu tempat, dia bertemu dengan Ji Yeon ditangga. Ji Yeon langsung curiga, “Kemana Anda akan pergi?” CEO Kwon gelagapan, dia ada janji. Dengan siapa? “Distributor… tidak tidak… pemasang iklan”

Ji Yeon semakin gencar bertanya, siapa pemasang iklan itu? Dia mengenal hampir sebagian besar pemasang iklan. CEO Kwon berkelit pemasang iklan itu baru, mereka akan menandatangani kontrak hari ini. CEO Kwon melihat jam nya dan berkata dia tidak punya waktu banyak, dan buru-buru pamit pada Ji Yeon yang masih menatapnya penuh kecurigaan.

Merasakan keanehan sikap bosnya itu, Ji Yeon segera menelpon ibunya, “Ibu, kau dimana?” Ibu yang sedang duduk di sebuah restoran berkata dia sedang keluar karena pertemuan bulanan bersama temannya. Ji Yeon semakin curiga bukannya pertemuannya itu setiap hari Kamis? Ini adalah hari Selasa. Ibu bingung dan mencari alasan.

“Itu benar. Tapi wanita yang memiliki restoran Shing Shing menyebarkan rumor tentang batalnya pertunanganmu, jadi aku meminya semua orang untuk datang agar bisa menutup mulut mereka”

Ji Yeon masih saja curiga, apakah itu benar? Tentu saja, Ibu harus segera menutup mulut mereka supaya tidak tersebar fitnah apapun. Lebih baik mereka bicara lagi nanti, kemudian Ibu menutup teleponnya.

Ternyata Ji Yeon masih merasa curiga karena gelagat Ibu dan CEO Kwon. Apakah mereka berkencan?

Ibu mengeluh mengapa Ji Yeon tiba-tiba mengawasinya. Tak lama, CEO Kwon pun datang, “Jung Sook-ssi” (Ecieeee…) Ibu langsung menyambutnya dengan sumringah, “Kau cepat sekali datang?” 

CEO Kwon pun tak menyia-nyiakan kesempatan malancarkan rayuan gombalnya, “Aku berlari demi dirimu” Ibu pun langsung tersipu karenanya.

Ji Yeon mendapat telepon dari Na Rae yang minta di belikan sesuatu, dan memintanya datang malam ini. Mengapa Na Rae tidak meminta saja pada Min Goo? Awalnya Ji Yeon menolak, namun setelah Na Rae menyebutnya ‘Ibu peri’ dan akan menjadikan Ji Yeon Ibu baptis dari anaknya, Ji Yeon langsung setuju.

Rencana Na Rae berhasil, membuat Ji Yeon setuju datang malam ini. Min Goo juga berhasil meyakinkan Dong Ha. Namun Na Rae cemas sambil memegang sebuah kotak hadiah “Apa kau pikir mereka akan menyukainya” Min Goo memberikannya semangat, “Tentu saja, kan kau yang buat

Ji Yeon memuji ringkasan wawancara Eun Chae, namun Eun Chae malah berwajah murung. Ji Yeon jadi bingung dan bertanya apakah ada yang salah? Eun Chae menyerahkan materi yang diberikan Jae Wong pada Ji Yeon. Itu adalah materi tentang insiden 3 tahun lalu. Kenapa?

Jung Young Chae adalah kakakku” Eun Chae berkata dengan sedih, Ji Yeon terpana, “Jadi… Oh Mi Yeon dari Rumah Cinta adalah ibumu?” Eun Chae membenarkan. Ji Yeon bingung mengapa Ibu Eun Chae bisa tinggal disana?

Dulu Young Chae unnie sering menjadi sukarelawan disana, karena itulah ibunya memilih tinggal disana karena merasa tinggal bersama Young Chae. Ji Yeon pun mengerti dan merasa tidak enak pada Eun Chae.

CEO Kwon dan Ibu sedang berjalan bersama setelah makan malam. CEO Kwon khawatir karena ibu tidak makan dengan baik tadi. Ibu berkata makannya lezat, dan dia makan banyak. CEo Kwon mengerti Ibu pasti kecewa karena batalnya pernikahan Ji Yeon. Ibu merasa tidak ada yang lebih merasa lebih buruk dari Ji Yeon dalam hal ini, Ji Yeon bukan orang yang mudah berpaling hati. Dia pasti sangat menderita karena hal ini.

Melihat ibu begitu lesu, CEO Kwon ingin menghiburnya, dia mengajak ibu ke tempat yang biasa dia kunjungi saat sedang galau.

Tempat itu adalah tempat memukul bola kasti yang di lempar mesin. Ibu sama sekali tidak bisa melakukan permainan itu, bukannya melepaskan diri dari kegalauan, ibu malah kelihatan kikuk dan kebingungan, apa yang harus dia lakukan? CEO Kwon yang melihat di luar arena malah tertawa kegirangan.

Akhirnya CEO Kwon masuk dan mengajari ibu melakukan pukulan dengan merengkuh Ibu dari belakang sambil mengajarkan ibu cara memukul bola kasti itu. “Jangan diturunkan. Tahan langsung seperti ini. Ayunkan.

Bukannya konsentrasi mempelajari cara memukul bola, Ibu malah berdebar-debar tidak karuan karena posisi mereka yang terasa begitu intim.

Namun ibu berusaha memfokuskan diri dan mengikuti apa yang diajarkan CEO Kwon, saat bola datang, ibu memukulnya dan… “Home Run” Bola yang ibu pukul terlempar jauh ke luar lapangan, CEO Kwon bersorak kegirangan sementara ibu hanya melongo. Apakah itu kekuatan cinta?

Mereka akan mencoba melakukan pukulan sekali lagi, Ibu fokus pada pukulannya namun.. kini giliran CEO Kwon yang tidak fokus dan dengan sengaja memegang tangan ibu, “Aku akan memegang tanganmu dengan erat, Jung Sook-ssi” Ibu pun jadi tersipu karenanya.

Ji Yeon datang dengan membawakan jus buah segar pesanan Na Rae. Ji Yeon jadi penasaran akan secantik apa anak Na Rae hingga setiap hari mengidam buah terus. 

Na Rae menirukan suara anak-anak dan berkata, “Terimakasih, Imho” Kalau dia makan buah dia akan memiliki kulit yang sehat. Penuh dengan vitamin, Ji Yeon berpesan pada si janin, “Kau tidak boleh lupa kalau aku yang membelikanmu buah setiap hari ya?” Na Rae menjawab dengan semangat (masih menirukan suara anak-anak) “Ya, ya, ya

Dong Ha datang, dan Ji Yeon jadi merasa canggung. Dong Ha berkata Min Goo yang menyuruhnya datang. Mereka memang mengundang Ji Yeon dan Dong Ha untuk datang. Ada apa? Apakah haru ini adalah hari istimewa? Benar sekali, hari yang istimewa.

Min Goo dan Na Rae mengajak keduanya duduk. Hari istimewa apa sebenarnya hari ini? Hari perhatian. “Apa kau tahu kisah.. Kapdori dan Kapsoonyee? Mereka menikah dengan orang lain padahal mereka saling cinta. Kau tahu kenapa kenapa mereka tidak menikah walau saling cinta? Mereka tidak berani mengungkapkan perasaan mereka” Na Rae bercerita pada Ji Yeon dan Dong Ha.

Ji Yeon tidak mengerti maksud Na Rae, “Apa yang kau bicarakan?

Di hari si wanita menikah dengan orang lain, Dia menangis sepanjang malam. Dia merindukan si pria itu. Dari apa yang aku lihat Kalian seperti Kapdori dan Kapsoonyee” Itulah pendapat Na Rae.

Ji Yeon menegur sahabatnya itu, “Baek Na Rae”

Na Rae tidak ingin memperpanjang masalah, dia punya hadiah khusus untuk Ji Yeon dan Dong Ha. Na Rae memberikan kotak yang sudah disiapkannya sejak tadi dan menunjukkannya pada Dong Ha dan Ji Yeon. Isi kotak itu adalah dua buah kaos untuk pasangan berwarna merah muda.

Wolgaedong fashionista Baek Na Rae Karya seni ini dibuat dengan perhatian khusus Ta-da!”

Ji Yeon tidak percaya dengan hadiah khusus itu. Apakah Na Rae ingin Ji Yeon dan Dong Ha memakai itu? Na Rae sedikit kecewa melihat reaksi Ji Yeon, padahal dia sudah bekerja keras merancang baju itu. Dong Ha langsung memuji Na Rae, “Sangat bagus dan unik” Na Rae jadi senang. “Dong Ha, kau tahu fashion juga ya

Ji Yeon juga harus mencobanya, Ji Yeon menolak, itu sangat norak. Apa yang salah? Kaos itu terlihat sempurna dengannya, warnanya juga bagus. Cobalah. Di kaos itu tertulis masing-masing inisial Ji Yeon dan Dong Ha. DH di kaos Ji Yeon dan JY di kaos Dong Ha. Mereka terlihat sangat serasi.

Setelah lama berpikir, Ji Yeon menatap Dong Ha dan merasa itu sangat lucu, Ji Yeon dan Dong Ha pun tertawa bersama.

Dua orang tamu datang ke toko, ternyata itu adalah Ibu dan CEO Kwon. Ibu sangat kaget melihat ada Ji Yeon disana, dia langsung balik kanan berniat melarikan diri, namun sayangnya Ji Yeon sudah melihatnya. “Stop!”

Ji Yeon langsung mendekati ibunya, “Choi Jung Sook-ssi, Katamu kau bertemu teman temanmu?” Ibu langsung gelagapan, Ji Yeon beralih pada CEO Kwon, “CEO. Katamu kau pergi menandatangani kontrak dengan pemasang iklan” CEO Kwon mencari alasan, namun dia bingung apa yang harus dia katakan.

Ji Yeon tahu mereka berdua sangat mencurigakan belakangan ini. “Apa hubungan kalian sebenarnya?” Ji Yeon memperhatikan ibunya, “Apa kau bermake up? Ini baju baru” Ibu merasa terdesak. Dia sudah tertangkap basah dan tidak tahu bagaimana caranya melarikan diri.

Dong Ha yang melihat situasi rumit dan sulit ini langsung mengambil alih keadaan. Dong Ha memberi salam pada Ibu dan CEO Kwon, “Annyeonghaseong” Ibu langsung kegiranga, “Mr. Yoon, kau juga ada disini” CEO Kwon pun memberikan sapaan ramah. Dong Ha berkata, bahwa mereka berdua (Dong Ha dan Ji Yeon akan segera pergi) Dong Ha pun pamit sambil membawa Ji Yeon keluar dengan sedikit memaksa.

Ji Yeon protes, “Pergi kemana? Kita harus mencari tahu hubungan mereka” Dong Ha tidak mendengarkan protesnya dan pamit pergi sambil menarik Ji Yeon keluar dan meminta Ibu dan CEO Kwon menikmati waktu mereka berdua, “Tunggu… Ibu… CEO” Ji Yeon berteriak tertahan, namun Dong Ha berhasil membawanya keluar.

“Mereka berdua mencurigakan.” Ji Yeon tidak terima ibunya jatuh cinta pada CEO Kwon, mengapa harus si tua keras kepala itu? Dong Ha merasa tidak ada yang salah, CEO Kwon adalah orang yang keren.

Kau tahu berapa umurnya? Dia 5 tahun lebih muda dari ibuku” Ji Yeon tidak tenang dengan kenyataan itu dan sepertinya Dong Ha merasa terganggu. “Cuma 5 tahun. Emangnya salah?” Dong Ha dan Ji Yeon bahkan berbeda 14 tahun.

Ji Yeon akhirnya meralat alasan keberatannya, “Dia adalah bos ku. Kami akan canggung kalau mereka berdua bertengkar.” Dengan simple nya Dong Ha memberikan usul, “Maka berhentilah seperti diriku.” Ji Yeon jadi kesal mendengarnya, apalagi Dong Ha memanggilnya dengan sebutan Nyonya Ban.

Dong Ha berkata dia punya permintaan. Dia ingin mereka memakai kaos pasangan yang diberikan Na Rae.

Beberapa saat kemudian, Dong Ha sudah menanti Ji Yeon dengan kaos pasangannya, sementara Ji Yeon berjalan dengan malu-malu, dia merasa geli memakai kaos itu. “Na Rae Noonim punya selera yang bagus” Tapi Ji Yeon merasa risih dan tertawa geli, kenapa dia tertawa, dia terlalu malu untuk memakai kaos itu.

Dong Ha malah sangat bangga, “Aku punya Ban Ji Yeon di hati ku” Dong Ha heran mengapa Ji Yeon merasa sangat malu padahal tidak ada yang melihat. Dong Ha mengajak Ji Yeon duduk di kursi dimana Dong Ha sudah menyiapkan dudukan kamera agar mereka bisa berfoto bersama.

Apa ini? Kau ingin berfoto? Hei, ini sangat alay!” Meski Ji Yeon protes, tetap saja dia tidak keberatan untuk berfoto bersama Dong Ha. Karena mereka sudah memakai kaos pasanga, jadi gaya mereka pun harus mesra. 

Mereka berfoto beberapa gaya yang cute dan terlihat sangat akrab. “Menghadap kedepan dan tersenyum. Smile!

Ji Yeon merasa ini sangat menyenangkan. Dia akhirnya bisa memakai kaos pasangan karena Bae Na Rae. Dong Ha heran, "Kau tidak pernah memakai baju pasangan?” Ya. Ji Yeon tidak pernah sekalipun, menurutnya itu sangat norak. Walau Norak tapi bagus kan? Ji Yeon tertawa dan merasa bajunya lucu.

Dong Ha kemudian bertanya, “Ketua Tim. Apa aku kurang pantas.. Menjadi pacarmu?” Ji Yeon bingung mengapa Dong Ha tiba-tiba menanyakan hal itu?

Kenapa aku meninggalkan rumahku dan hidup seperti ini…” Ji Yeon tidak pernah bermaksud menganggap Dong Ha pecundang karena hal itu namun Ji Yeon kesulitan menjelaskannya. Dong Ha tahu maksud Ji Yeon, dan dia ingin memberika tahukan alasan mengapa dia meninggalkan rumah.

Ini hanya pelampiasanku saja. Tapi ketika aku berpikir tentang hal itu, Aku tidak yakin pada mimpiku sendiri. Orang lain bertambah maju.Tapi aku merasa tidak bisa lepas dari masa laluku

Ji Yeon bingung harus bekomentar apa, Dong Ha kemudian meminta Ji Yeon masuk, karena Ji Yeon harus pergi bekerja besok pagi.

Saat Ji Yeon akan pergi, Dong Ha memberikan kecupan di dahi Ji Yeon saat mengucapkan selamat malam, tentu saja itu membuat Ji Yeon kaget, “Apa itu?

Si pria harus mencium si wanita jika dia akan pergi tidur saat mereka memakai baju pasangan” Ji Yeon langsung tersipu mendengarnya. 

Dong Ha masuk duluan, dan meninggalkan Ji Yeon yang masih tersipu malu  karena perlakuan pria itu. Apakah kebahagiaan ini akan berlangsung selamanya?

***

Akhirnya sweet Scene yang sexy antara Ji Yeon dan Dong Ha kembali lagi, bye bye beruang kutub, semoga menemukan  wanita yang tepat untuk mu di luar negeri sana >.<

Ngakak liat kelakuan Soo Chul yang pantang menyerah mengejar Eun Chae, semoga Eun Chae luluh pada akhirnya yah, sampe rela ngeboong tentang alergi kiwinya itu, pasti menderita itu makan 3 kiwi, untung aja nafas dia gak berhenti sejenak kayak dr. Han yang juga alergi kiwi, hihihi.

CEO Kwon dan Ibu... OMG,, wkwkwkwk No Comment deh, gemes liat mereka bedua pokoknya, hihihi.

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

19 Komentar untuk "Witch's Love Episode 14 part 1"

setuju sma mbak irfa... seo joon-shi bner" manis saat snyum kya gtu, mbak irfa udh lhat blm running man yg trbaru... di situ seo joon bner" bkin klepek" deh, waaaah seruu pokokny!! aduuh maaf jdi ngelantur nee, ttp smngat ea mbak dn dtunggu part slnjutny

Sweeeet banget sih liat pasangan ini, hihihii
Soo chul banget" dah ngejar cewek ampe segitunya, smpe nyumpel tisu di toiletnya eun chae hahaaa
Bwt pasangan ibu ama CEO kwon, bener ka no comment, tp jgn" si CEO kwon cuma mau mainin ibunya JY aja nih?

yeyy, udah ada episode 14nya. makasih mba

sebenernya gak suka sama Shi Hoon... tapi sedih juga liat adegan itu.. dia mau mengorbankan perasaannya sendiri.

lagian...kenapa coba dulu gak pernah ngehubungin, percaya gitu aja sama si asisten, kita aja kalau mau putus perlu konfirmasi ulang kali.. jadi aja ada seseorang yang masuk menggantikan dia.. hehe...

tapi syukurlah, jadi Dong Ha bisa senyum lagi..

mungkin halangan selanjutnya adalah Direktur Yoon ya.. entah bagaimana reaksinya saat tahu Ji Yeon yang dia kenal sebagai mantan atasan Dong Ha dan membantunya berbaikan dengan Dong Ha, ternyata pacarnya Dong Ha..

SH pasangannya sama beruang kutub beneran aja..,hehehe...

Aaaaaigo!! Benaran balik lagi jadi episode'y DH&JY couple! :D suiiiiit bingit,, jadi senyum2 sendiri... DongHa malah bikin melting *.* :D
part 2'y ditunggu!!! ;)

Mksh ya mba.ditunggu part selanjutny.

Lanjutkan mbk part 2 nya..trims atas usahanya..smoga bsk sdh d posting klanjutan nya ya mbk irfa...

Mbak irfa kok sekarang aku gak bisa baca di blognya mbak mumu. Peepus masuk dan hanya yyang di undang wajah. Pdahal tadi malam masih bisa.

Aku juga mau diundang di blognya mbak irfa dan mbak mumu

mian...hatiku masih sakit walau jiyeon dan dong ha udah bisa senyum bahagia. shi hoon sunbe moga cepat dapat penggantinya ya........oh ya,,,aku juga kaget lo ngga bisa masuk ke blognya mba mumu lagi...ada apa yah?????????

awww...q suka dg hadiah yg di berikn baek na rae...baju itu cocok di pake sm nyonya Ban hehehe menurtku dr episode 1-14 baju couple ini yg paling pas dg ji yoon bukn style ji yoon g bagus tp bgku ngeliat ji yoon pake baju pasangn ini ji yoon jd keliatn muda n fresh...hihihi cukae yoon dong ha akhir'y hubungnmu dg JY ada kemajuan.

halo mba irfa san mba mumu makasih atas sinopsisny aq baca semu sinopsi yang kalian buat. tapi mba mumu ko sekarang aq mau masuk ke blog mba ngk bias ya harus masukin email tp masukin email jg ngak biasa karna ngk diundang.apa sekarang blog mba mumu hanyu untuk yg diundang saja

Kaosnya kereennnnn.....jd pengen. Ji yoon harus sma Dongha.Ga rela klo ga sampe jadian lg....
semangat mb...lanjutin ke part 2 y
(Iya..g bs akses ke blog mb mumu.invite dong)

Iya kmr siang gak bisa masuk ke berbagi sinopsisnya mb mumu tp tadi malam aku coba bisa buka kok .... jenk irfa n jenk mumu makasih ya ditunggu kelanjutannya ... ( Ina )

Mbak irfa ditunggu ya part selanjutnya
Tetap semangat
Wulan

Oh ada alergi buah kiwi ya.... baru tahu. Emang sih sperti kayak ada getah tajemnya di lidah. Tp ak kalo mo ngupas tak potong dulu trus potongan td saling digesek2an sampe keluar semua getahnya. Dijamin aman deh dilidah...
Makasih mb sinopnya

Hadeuh....ini cerita so sweet bgt dari awal ampe skrg, bikin envy, dongha sebagai cwo itu gentle n care bgt... ada ga y di dunia nyata namja kyk gtu, mauuuu

#saran
Mba Irfa, apa My short obsession udah bikin channel BBM? Kalo belom, gimana kalo bikin aja biar gampang diupdate pembaca... Kalo udah... Heheh kyknya sy Ɣang ga update ^^

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top