[Sinopsis] Witch's Love Episode 4 part 1


Dalam keadaan tidak sadarnya Ji Yeon mengingat saat Shi Hoon melamarnya. Terdengar suara Shi Hoon yang memanggilnya untuk menyadarkannya. Benarkan itu Shi Hoon? Saat sama-samar membuka mata, memang terlihat itu adalah Shi Hoon namnun setelah  benar-benar membuka mata, panggilan pria itu berubah dari Ji Yeon-na menjadi Ketua. Pria itu ternyata Dong Ha.

“Ketua. Apa kau sudah bangun? Apa kau mengenaliku? Ketua, jawab aku”

Dengan lemah Ji Yeon menjawab, “Arbeit..” Dong Ha pun merasa lega karena Ji Yeon mengenalinya.

Dong Ha langung mengomel , Sebelumnya dia sudah mengatakan untuk tetap dirumah. Ji Yeon bahkan tidak memberitahu kemana dirinya pergi dan juga tidak menjawab telepon. Ada apa sebenarnya dengan Ji Yeon. “Kau membuatku…. Khawatir”

Kesadaran Ji Yeon semakin pulih, dia menatap sekelilingnya dan bertanya apa yang terjadi? Dong Ha bertanya, apakah Ji Yeon tidak ingat? Kepalanya terbentur, Dokter bilang hanya geger otak ringan.

Ji Yeon tidak menjawab, dia malah kembali tertidur dan itu membuat Dong Ha menjadi panik. “Ketua! Ketua!” Dong Ha mencoba membangunkan Ji Yeon lagi. Suster datang dan menjelaskan jika obat penenangnya mulai bereaksi dan membuatnya tertidur. Setelah Ji Yeon tidur 3 jam mereka akan melakuan CT Scan dan Ji Yeon bida pulang kerumah jika tidak ada masalah.

Suster melihat tangan Dong Ha yang berdarah, “Biar aku lihat tanganmu” Dong Ha membuka lengan bajunya, sebuah luka yang cukup parah tertoreh disana. Suster menyarankan agar luka itu di jahit sebelum semakin terbuka. Dong Ha raus pergi ke ruang perawatan.

Trio BRC dan Young Shik datang ke RS dengan panik. Mereka mencari tempat Ji Yeon di rawat, setelah mencari dengan panik mereka menemukan tempat tidur yang bertuliskan nama Ban Ji Yeon. Tapi selimut di tempat tidur itu menutupi kepala si pasien. Mereka pun berpikir yang tidak-tidak.

“Aku pikir dia cuma mengalami gegar otak. Apakah dia meninggal?”

Ketua Tim Byun tidak percaya, seharusnya bukan seperti itu, Ban Ji Yeon adalah seorang penyihir dia tidak akan mudah mati. Young Shik meratapi Ji Yeon dengan memanggilnya, “Sunbae…”

Rin Ji bersedih dan berkata, “Tidak, kau tidak boleh pergi seperti ini. Aku akan menjadi jalang bila kau melakukannya!”

Namun saat selimut yang menutup kepala pasien di buka, Violaaa… itu bukan Ban Ji Yeon, melainkan si peramal aneh.

“Siapa Kau?”

Peramal menjadi kesal karena tidurnya diganggu. “Aku pindah ke sini karena air dari tanah mengalir ke tempat tidurku, kenapa kalian begitu ribut?”

Peramal mengomel dia sedang dalam suasana hati yang buruk. Sebuah bola lampu jatuh di kepalanya dan hampir membunuhnya. Dengan penuh amarah dia berkata akan menangkap pekerja paruh waktu itu saat dia menemukannya kemudian memtahkan semua giginya. Kemudian si peramal tidur kembali dan menutup lagi wajahnya dengan selimut.

Trio BRC dan Young Shik bingung, lalu dimana Ban Ji Yeon?

Suster datang untuk mengajak Ji Yeon melakukan CT Scan. Namun saat membuka selimut, bukan Ji Yeon yang ada disana, “Pasien Park Hyo Jin. Kenapa kau terus pindah ke ranjang orang lain?”

Dengan wajah sok imut dia berkata, “Aku sudah bilang kalau ada uap dari bawah tanah di bawah kasur ku” Suster kesal dan menyuruhnya kembali ke tempat tidurnya sendiri.

Lalu dimana Ji Yeon?

Trio BRC dan Young Shik melihat Dong Ha yang baru keluar dari ruang perawatan untuk menjahit lukanya.

“Oh, arbeit!”

Dong Ha menyambut para pegawai itu. Tanpa basa basi mereka bertanya apa yang terjadi pada Ji Yeon. Dong Ha menjelaskan jika Ji Yeon hanya mengalami geger otak ringan. Setelah di CT Scan dan hasilnya bagus, Ji Yeon bisa pulang ke rumah hari ini juga.

Jadi maksud Dong Ha, Ban Ji Yeon baik-baik saja? Ketua Tim Byun jadi bingung. Dong Ha masih di RS karena luka memarnya dan Ban Ji Yeon langsung pulang karena geger otaknya? Bukan kah dia yang seharusnya lebih lama di RS?

Dong Ha bingung apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Young Shik bertanya dimana Sunbae nya itu? Lha memangnya Ji Yeon tidak ada didalam?

Perawat tidak bisa menemukannya padahal dia seharusnya melakukan CT Scan. Dong Ha langsung panik saat mendengar Ji Yeon menghilang. Dia pun pergi dari RS untuk mencari Ji Yeon.

Dong Ha pergi ke rumah Ji Yeon dan benar-benar menemukan Ji Yeon yang sedang menangis menatap gambar beruang putih yang bingkainya pecah karena orang yang menyerang Ji Yeon semalam. Dong Ha menghela nafas lega, “Aku hanya menebak, tapi ternyata benar kau disini. Apa yang sedang kau lakukan disini?”

Ji Yeon tidak bicara dan hanya menggenggam gambar beruang putihnya semakin erat. Apa karena itu? Tidak tahu kah Ji Yeon bahwa semua orang mencarinya di RS?

Dong Ha melihat jaket orang yang menyerang Ji Yeon semalam, dia teringat dia melepaskan jaket si pelaku saat mereka berkelahi. Dong Ha mengambil Jaket itu dan dia menemukan sebuah kartu nama di dalam jaket itu, “ [Blue Eye Entertainment] Direktur Park Sung Won”

Melihat tangan Ji Yeon terluka karena memegang bingkai foto yang pecah, Dong Ha mengajak Ji Yeon untuk pergi dari sana dan mengobati lukanya.

Dong Ha membawa Ji Yeon ke rumahnya (tepatnya rumah Soo Chul dimana dia menumpang) Ji Yeon merasa kesakitan saat lukanya di obati. Dong Ha protes karena merasa Ji Yeon berlebihan. Dong Ha bertanya mengapa Ji Yeon menyentuh bingkai foto yang rusak?

Ji Yeon tidak menjawab, dia malah bertanya apakah Dong Ha yang membawanya ke RS? Dong Ha menjelaskan bahwa dia pergi ke toko kue ikan dan dia bilang Ji Yeon pulang ke rumah, jadi dia segear menyusul pulang.

“Sepertinya aku memilih menjadi asisten yang benar” Ji Yeon merasa bersyukur.

 Dong Ha protes, “Memilih? bukannya kau tidak menginginkanku. Kau selalu mengancam untuk memecatku”

Ji Yeon lagi-lagi mengancamnya, “Jika kau menjawab pembicaraanku, aku benar benar akan memecatmu”

Kemana Ji Yeon sebenarnya saat Dong Ha tidak bisa menghubunginya? Ji Yeon bahkan tidak menjawab teleponnya. Ji Yeon pergi bertemu dengan Kim Jeong Do. Dong Ha kaget, lalu apa yang dikatakan Kim Jeong Do?

Kim Jeong Do menyuruhnya untuk menghentikan artikel itu, maka dia akan menarik gugatannya. Jadi apa yang akan Ji Yeon lakukan? Tentu saja, Ji Yeon akan berjuang sampai akhir. Dong Ha tersenyum melihat semangat Ji Yeon. Dong Ha meminta Ji Yeon menunggu, dia akan mengantar Ji Yeon ke RS karena pihak RS ingin melakukan CT Scan.
 
Dong Ha pergi k dalam kamar dan mengobati lukannya, dia menahan rasa sakitnya sendirian dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara meskipun merasa sangat kesakitan. Dong Ha tidak ingin membuat Ji Yeon khawatir.

Saat keluar dari kamar, Dong Ha malah menemukan Ji Yeon yang sudah terlelap di sofa. “Dia cepat sekali tidur”  Dong Ha mengambil selimut dan menyelimuti Ji Yeon, kemudian dia duduk di dekat Ji Yeon dan melihat Ji Yeon menggenggam gambar beruang kutub dengan erat. Dia mengambil gambar itu dan melihat tulisan di baliknya, “Will You Marry Me?”

Dong Ha pun teringat saat Ji Yeon bercerita penuh emosional tentang seorang pria yang menghilang tepat sebelum hari pernikahannya dan si wanita tetap menunggunya. Dong Ha pun bertanya sambil menatap gambar itu, “Beruang kutub. Apa kau pelakunya?”

Paginya Ji Yeon terbangun dengan rasa sakit di kepalanya. Ji Yeon memanggil  Dong Ha, tapi tidak ada jawaban, dia hanya menemukan sebuah pesan diatas meja dimana sudah tersedia sarapan untuknya, “Aku akan segera kembali. Jadi jangan pergi kemana mana”

Dong Ha pergi menemui Park Sung Woo, Direktur Blue Enteraiment, yang tak lain adalah agensi Kim Jeong Do. Dia mengatakan jika dia menemukan kartu namanya di jaket pria yang menyerang Ji Yeon. Park Sung Woo mengelak, dia berurusan dengan banyak orang dan tidak bisa ingat pada siapa dia memberikan kartu namanya.

Dong Ha menjadi kesal, pria itu bahkan mengirimkan bangkai burung pada Reporter Ban, kemudian mengikutinya juga menghancurkan rumahnya, lalu dia memiliki kartu nama Park Sung Woo, dengan seenaknya saja Park Sung Woo bilang tidak mengenalnya.

Park Sung Woo membalikan fakta, “Apakah Ban Ji Yeon mencoba mengarang semuanya dan
ingin menuduh Kim Jeong Do?”

Dong Ha semakin kesal, apalagi Park Sung Woo terus saja mengoceh hal-hal yang tidak masuk akal, “Dia menulis artikel palsu tentang skandal penikahan itu agar mendapatkan uang”

Mendengar hal itu, Dong Ha tidak segan mengancam Park Sung Woo, “Jika kau mendekati Reporter Ban lagi, Aku tidak akan diam!”

Na Rae sedang mencoba membersihkan tulisan mengutuk di rumah Ji Yeon, dia kesal mengapa pelakunya menuliskan dengan cat merah sehingga sulit untuk dihapus. Na Rae mengambil jalan cepat, “Berkemaslah, ayo kita pulang ke rumahku” Ji Yeon menolak dan berkata dia akan menginap di hotel.

Na Rae tidak setuju! Dia bahkan masih merasakan jantungnya berdegup kencang membayangkan apa yang dialami Ji Yeon, pasti dia sangat ketakutan. Dalam kondisi seperti ini, seharusnya Ji Yeon berada di dekat orang lain. Apakah Ji Yeon berpikir Na Rae akan meninggalkannya sendirian?

Ji Yeon mengerti maksud Na Rae, tapi dia tidak bisa pergi ke rumah sahabatnya itu. Kenapa tidak bisa?

“Didalam rumah kecil yang hanya ada satu kamar. Aku tidak bisa diam dan melihatmu bermesraan dengan suamimu”

Na Rae jadi merasa malu sendiri dan berkata mereka akan mencoba untuk menahan diri. Ji Yeon tetap pada pendiriannya dia tidak mau pergi ke rumah Na Rae. Ji Yeon merasa lebih takut pada suami Na Rae.

“Ada hoobae ku yang tinggal didekat sini. Aku juga akan tidur disana juga” Ji Yeon mencoba tidak membuat Na Rae khawatir. Hobae? Siapa? Na Rae mengenal semua Hobae Ji Yeon dan dia tetap bersikeras bahwa Ji Yeon harus ikut dengannya.  Na Rae lansung berinisiatif untuk mengemasi barang Ji Yeon.

Saat Na Rae sedang berkemas, Dong Ha datang ke rumah Ji Yeon dan langsung mengomel, “Apa membuat orang khawatir adalah hobimu?  Apa kau tidak melihat memo dariku pagi ini?’

Ji Yeon melihatnya, karena itu dia tidak pergu jauh. Dong Ha tetap kesal, dia sudah bilang agar Ji Yeon jangan pergi kemanapun. Ji Yeon sudah menghilang tanpa bisa dihubungi, dia juga kabur dari RS. Ini sudah yang ke berapa kalinya? Ji Yeon bingung kenapa Dong ha harus marah padanya?

Na Rae keluar dengan membawa koper dan menyapa Dong Ha saat melihatnya, Dong Ha membalas sapaan itu. Sementara Na Rae langsung menatap curiga. “Apakah hoobaeyang bersamamu tadi malam adalah Dong Ha?” Seharusnya Ji Yeon mengatakan itu pada Na Rae. Ji Yeon mencoba menyangkal, tapi sepertinya percuma saja.

Na Rae mengatakan pada Dong Ha, jika dia meminta Ji Yeon untuk menginap di rumahnya, tapi dia menolak dengan kuat. Na Rae membuat kesimpulan sendiri, sepertinya Ji Yeon bersikeras untuk bersama Dong Ha, jadi Na Rae meminta Dong Ha menjaga Ji Yeon nya. Dong Ha menyetujuinya kemudian tersenyum.

Ji Yeon jadi kesal dan bertanya kenapa Na Rae tidak pergi untuk bekerja? Na Rae akan pergi dan berkata pada Ji Yeon, “Semoga beruntung. Kesulitan bisa berubah menjadi kesempatan”

Kata-kata Na Rae membuat Ji Yeon menjadi semakin kesal dan menyuruhnya untuk segera pergi. Na Rae pun berpamitan dan meminta Ji Yeon untuk menghubunginya jika terjadi sesuatu. Tidak lupa Na Rae pun menitipkan Ji Yeon pada Dong Ha agar pria itu mengurus Ji Yeon dengan baik.

Dong Ha bertanya apakah semua barang yag Ji Yeon perlukan sudah ada di dalam koper? Memangnya mereka mau kemana? Dengan polos Dong Ha menjawab, “Kau bilang kau mau tinggal bersama ku” Ji Yeon mengatakan itu hanya untuk membuat Na Rae tidak khawatir.

Dong Ha tidak menerima alasan apapun dan membawa koper Ji Yeon, “Kau selalu mendapat maslah kalau kau sendirian. Masuk ke rumahku sekarang” Ji Yeon merasa sebal karena Dong Ha semaunya sendiri. Ji Yeon menyuruh Dong Ha berhenti tapi tidak didengarkan.

Ji Yeon merasa Dong Ha sudah melakukan pemberontakan, berani sekali dia mengambil koper atasannya tanpa ijin. Dong Ha menantang, “Apa kau mau mengancam untuk memecatku lagi?” Ji yeon protes karena Dong Ha membalas kata-katanya.

Dong Ha mencibir, kemarin Ji Yeon memujinya bahwa dia telah memilih asisten yang tepat. Dia bingung bagaimana bisa Ji Yeon berubah dalam waktu semalam. Ji Yeon makin sebal dan membela diri, bahwa dia tidak pernah bilang bahwa dia tidak akan memecat Dong Ha. Seharunya Dong Ha bertindak sesuai posisinya.

Tanpa mempedulikan protes Ji Yeon, Dong Ha menunjukkan kamar yang bisa digunakan Ji Yeon selama tinggal di rumahnya, tak lupa Dong Ha pun meminta Ji Yeon membayar uang sewa, karena dia juga menumpang di rumah itu. Jadi dia merasa tidak enak.

Ji Yeon kan tidak bilang bahwa dia akan tidur di rumah itu? Dong Ha mengingatkan sepertinya Ji Yeon tidur nyenyak di rumah itu semalam. Ji Yeon tidak bisa lagi membantah.

Dong Ha mengembalikan gambar beruang kutub pada Ji Yeon, “Kau memegangnya saat kau tertidur.
Aku tidak ingin gambar ini menjadi rusak. Sepertinya ini penting bagimu”

Ji Yeon jadi merasa canggung dan berkata bahwa gambar itu tidak penting baginya, dia akan membuangnya.

“Bukankah benda ini alasan kau meninggalkan rumah sakit?”

Ji Yeon menyadari bahwa Dong Ha sudah lebih dari sekedar tahu. Ji Yeon berkata semuanya telah lama berakhir. Bukannya membuangnya… dia malah tetap menyimpan gambar itu. Ji Yeon merasa buruk untuk hal itu.

Dong Ha menghibur Ji Yeon, “Jangan terlalu bersedih. Mengingatkan orang yang sangat berharga... bukanlah hal yang bodoh”

Mereka harus segera pergi bekerja. Gara-gara Ji Yeon, Dong Ha harus telat di hari pertamanya bekerja.

Ji Yeon dan Dong Ha tiba di kantor. Ketua tim Byun kaget melihat Ji Yeon yang sudah datang untuk bekerja. Young Shik sangat mengkhawatirkan Ji Yeon dan bertanya macam-macam “Sunbae Ji Yeon ! Aku sangat khawatir denganmu kemarin. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang melakukan itu?”

Ji Yeon hanya menjawab dengan singkat, bahwa dia tidak apa-apa. Ji Yeon menyuruh Dong Ha dan Young Shik untuk ke ruang rapat dalam 20 menit.

Eun Chae datang sambil membawa bunga. Dia sudah mendengar tentang kejadian semalam. Eun Cha membawakan Ji Yeon bunga tulip yang bisa menenangkan jiwanya. Sikap Ji Yeon pada Eun Chae masih saja dingin dia malah berkata, “Kau seharusnya sudah lebih banyak membaca artikel jika kau punya waktu untuk melakukan hal seperti ini. Dan temukan satu topik lagi. Pergilah sekarang”

Eun Chae tampak sedih karena sikap Ji Yeon, namun dia hanya bisa menurutinya saja sambil membawa kembali bunganya. Dong Ha yang melihat reaski Eun Cha kemudian berkata pada trainer baru itu, “Bisakah kau memberiku bunga itu? Aku harus menenangkan jiwaku” Eun Chae membawakan bunga itu pada Dong Ha dengan senang haru dan Dong Ha memuji bahwa bunga itu sangat cantik sambil mencuri-curi pandang pada Ji Yeon yang tampak tidak senang dengan sikap Dong Ha.

Young Shik kaget saat mendengar cerita Ji Yeon bahwa apa yang terjadi padanya adalah perbuatan Kim Jeong Do, dia benar-benar pria yang jahat. Tapi mereka tidak bisa membuktikan appaun jika hanya dengan bukti kartu nama itu. Ji Yeon mendapat ide, “Ada acara penggalangan dana dan publikasi bukunya dalam beberapa hari lagi. Aku pikir saat itulah dia akan mengumumkan pencalonan politiknya. Itu akan menjadi D-day untuk kita beraksi”

Beraski apanya? Iissh tentu saja membongkar kelakukan Kim Jeong Do. Meraka harus menemukan bukti sebelum hari itu tiba.

Ketua Tim Byun bertanya apakah Ji Yeon masih menyelidiki berita Kim Jeong Do? Dia sudah membantah skandalnya dan istrinya juga percaya padanya. Ji Yeon mencibir, Ketua Tim Byun pasti sangat senang. Tapi otaknya ternyata sangat polos. Apa? Ketua Tim Byun menjadi kesal.

Ji Yeon meremehkan Ketua tim Byun agar dia tidak perlu khawatir, dia tidak akan pernah memiliki berita yang bagus, jadi pergi beristirahat saja. Ketua Tim Byun merada dan menantang Ji Yeon.

“Ketua Ban!  Jika kau berhasil memberitakan tentang Kim Jeong Do...”

“Bagaiama jika aku bisa melakukannya?”

“Aku akan bekerja memakai calana ketat Superman”

Ji Yeon ingin tertawa, dia sebenarnya tidak benar-benar ingin melihat Ketua Tim Byun memakai celana ketat, tapi lakukan saja sesukanya.

“Sebaliknya... Jika kau tidak bisa mendapatkan beritanya...”

“Bagaimana jika aku tidak bisa?”

“Bagaimana kalau kau memakai kostum girl band?”

Rin Ji mendukung rencana itu, mereka berpikir dengan pakaian imut itu ban Ji Yeon akan terlihat konyol. Ban Ji Yeon ragu, namun akhirnya mereka deal untuk melakukan perjanjian bodoh itu.

Dong Ha berbisik pada Ji Yeon, “Ini pasti sangat menyenangkan” Ji Yeon kesal bagaimana ini bisa menjadi menyenangkan bagi Dong Ha?

“Kau selalu berlatih setiap malam dengan memainkan musik” Dong Ha berbisik ke Ji Yeon, mendengar hal itu, Ji Yeon mendesis kesal.

Soo Chul membawa seorang wanita ke rumahnya, dan saat mereka sedang bermesraan di kamar si wanita menemukan pakaian dalam Ji Yeon yang ada di dalam koper. Ternyata itu adalah kamar yang di pakai Ji Yeon.

Karuan saja si wanita yang bernama Hyun Ji itu marah pada Soo Chul dan menuduhnya berbohong, karena sebelumnya Soo Chul berkata tinggal bersama teman prianya. Soo Chul membela diri, seharian ini dia berada di gereja kan? Soo Chul benar-benar tidak tahu apa-apa.

Hyun Ji tidak percaya dan berkata mulut Soo Chul seperti sampah. Hyun Ji sangat kesal dan meminta Soo Chul untuk tidak lagi menghubunginya. Soo Chul memncoba memanggil Hyun Ji, tapi sepertinya tidak ada niat untuk mengejarnya.

Soo Chul menelpon Dong Ha, dan mengucapkan terimakasihnya karena sebuah bra yang ada dikamar. Gara-gara bra itu dia putus dengan Hyun Ji, Soo Chul tampak kegirangan. Dong Ha bingung, siapa Hyun Ji? Dia adalah masa lalu, sebaikanya Dong Ha jangan memikirkannya. Soo Chul malah penasaran dengan pemilik bra nya siapa dia?

Dong Ha jadi bingung bagaimana mengatakannya, wanita itu adalah seseorang yang dia kenal. Dong Ha memintanya untuk tinggal bersama mereka selama beberapa hari, dia akan membayar uang sewa, jadi ijinkanlah dia menginap.

Soo Chul malah memuji Dong Ha, “Bravo! Kerja bagus, temanku” Soo Chul langsung mengambil kesimpulan dari ukuran bra nya badan wanita itu pasti bagus. Seperti apa orang nya? Dong Ha bingung dan berkata bahwa Soo Chul mengenal wanita itu. Benarkah? Siapa dia? Soo Chul malah semakin penasaran.

“Reporter Ban Ji Yeon” Dong Ha akhirnya menjawab. Soo Chul kaget dan bertanya apa yang terjadi antara Dong Ha dan Ban Ji Yeon? Dong Ha menyangkal, bukan seperti yang Soo Chul pikirkan. Lalu mengapa Dong Ha mengajaknya ke rumah, kalau tidak ada apa-apa diantara mereka? Apakah Dong Ha menyukainya?

Dong Ha menyangkalnya. Bukan seperti itu. Ada alasan lain, Dong Ha meminta Soo Chul untuk bersabar beberapa hari. Soo Chul mengeluh, apakah Dong Ha tidak tahu jika dia masih bermimpi buruk tentang muka bayam? Dong Ha tampak dekat dengan Ban Ji Yeon akhir-akhir ini… Soo Chul menjadi curiga, namun Dong Ha langsung memotong pembicaraan mereka dan berkaya mereka akan membicarakan hal ini nanti.

Ji Yeon, Dong Ha dan Young Shik sedang menonton wawancara Kim Jeong Do dan istrinya di televisi. Pembawa acara bertanya pada istri Kim Jeong Do, apakah dia merasa hidupnya kesulitan? Si Istri berkata suaminya lah yang lebih menderita, jadi dia sangat mempercayainya. Kim Jeong Do tidak pernah berselingkuh. Pembawa acara berkata bahwa mereka berdua adalah pasangan yang hebat.

Ji Yeon mencibir, tayangan itu adalah drama yang hebat. Semua media sudah meliput bantahan Kim Jeong Do, bagaimana mereka bisa menghentikannya? Mereka harus mencari bukyi yang sangat kuat agar dia tidak bisa menyangkal.

Soo Chul datang dengan menundukan kepala, dia tidak berani menatap Ji Yeon. Soo Chul berkata dia hanya datang untuk mengambil CD saja. Ji Yeon dan yang lainnya mengabaikan kedatangannya, namun… Dong Ha teringat sesuatu,

“Rose Conventional, Bukankah itu resort ayahmu?” Soo Chul membenarkan. Ji Yeon langsung mendapat ide.

“Hei, "bayam"! Duduk sini” Ji Yeon mengajak Soo Chul untuk ikut terlibat dalam rencananya.

Kim Jeong Do sedang melakukan syuting, dan selesai syuting dia duduk dan meminta air. Managernya tidak langsung memberikannya dan menyuruh salah satu asisten untuk membelinya. Seorang pria bertopi datang dan memberikan air, kemudian mengambil botol air minum yang telah dipakai Kim Jeong Do.

Pria itu adalah Soo Chul yang menyamar sebagai staf, dia bisa dengan leluasa masuk ke area itu karena dia anak pemilik resort.  

Soo Chul kemudian datang dengan pakaian perlente nya ke sebuah acara, dari sana dia mendapatkan undangan untuk pergi ke acara menggalangan dana yang akan di lakukan Kim Jeong Do.

Dong Ha dan Ji Yeon sangat senang karena mereka telah mendapatkan DNA Kim Jeon Do dan juga kartu undangan.

Dong Ha melarutkan tablet vitamin C untuk Ji yeon dan memberikannya pada atasannya itu. Ji Yeon berterimakasih dan berkata, “Dia seperti ku, Mempesona dan bersinar” sambil menatap tablet vitamin C yang sedang melarut disertai gelembung gas di dalam gelas.

Dong Ha tertawa dan berkomentar, Ji Yeon begitu pemilih.

Young Shik datang dan membawa kabar buruk,  “Ada masalah besar. Baek Soo Jung akan pergi keluar negeri malam ini”

Ji Yeon sangat kaget, mereka harus segera menyusun rencana untuk mengatasi hal ini.

Soo Jung dan putrinya sudah naik mobil yang akan membawa mereka ke bandara. Manager Kim Jeong Do melaporkan jika Soo Jung dan Yoon Ji telah pergi ke bandara.

Di tengah perjalanan, Soo Jung sadar itu bukan jalan ke bandara. Sopir mobil itu ternyata Soo Chul, wkwkwkwk…  (multi talent banget ini si Soo Chul) Soo Chul berkata bahwa mereka akan mampir dulu ke suatu tempat.

Soo Chul membawa Soo Jung dan Yoo Ji menemui Ji Yeon. Soo Jung kaget, apa yang sedang Ji Yeon lakukan? Ada sesuatu yang ingin disampaikan Ji Yeon pada Soo Jung.

Dong Ha mengajak Yoon Ji untuk bermain bersamanya dulu selama Ji Yeon berbicara dengan Soo Jung. Dong Ha memberikan sebuah buku cerita pada Yoon Ji. Tadinya dia ingin membacakannya untuk Yoon Ji, tapi karena Yoon Ji akan pergi jauh dia memberikan buku itu untuk Yoon Ji dan menyuruh Yoon Jin untuk meminta ibunya membacakan buku itu.

Yoon Ji sudah menghabiskan makanan yang sejak tadi dimakannya, entah es entah jeli, Dong Ha menawarkan pada Yoon Ji untuk membuangkan bungkus nya *Asa! Dong Ha bahkan berhasil mendapatkan DNA Yoon Ji*

Ji Yeon minta maaf pada Soo Jung karena sudah mengejutkannya. Ji Yeon ingin memberikan sebuah tiket pesawat. Itu adalah tiket pesawat untuk besok malam. Satu hari saja, Ji Yeon meminta Soo Jung memberikan waktu untuk nya satu hari saja. Mungkin hati Soo Jung tidak akan berubah, tapi dia harus memastikan sebuah kebenaran.

Bukti apa yang sebnearnya dimiliki Ji Yeon dkk untuk membongkar kebusukan Kim Jeong Do? Mereka berniat melakukab tes DNA. Tapi… RS tidak akan mengijinkan sebuah tes DNA kecuali salah satu diantara mereka adalah orang Tanya.

Soo Chul menunjuk Dong Ha, “Oh, hei. kau bisa melakukan itu di pusat penelitianmu” Ji Yeon bingung apa yang dibicarakan Soo Chul.

Memangnya Ji Yeon tidak tahu? Dong Ha dulunya adalah mahasiswa kedokteran. Young Shik takjub dengan hal itu dan Dong Ha berbangga diri. Masalah test DNA sudah ada solusinya.

Ji Yeon kaget melihat apa yang diperlihatkan Dong Ha dan Soo Chul padanya saat mereka berada disebuah butik. “Kau ingin aku memakai ini?” Soo Chul berkata itu adalah pakaian tempur Ji Yeon hari ini. Mereka harus melakukannya dengan sempurna. Yong Soo Chul ahlinya di bidang ini, Ji Yeon harus percaya padanya.

Tirai pun terbuka, Jreeenngg… Ji  Yeon sudah berubah penampilan dengan sebuah gaun merah yang bahunya terbuka dan tampak cantik hingga membuat Dong Ha dan Soo Chul terpana.

Ji Yeon keluar dari salon, disambut Soo Chul yang menunggunya di luar, Soo Chul memuji Ji Yeon, “Sempurna, sempurna!” dengan PD nya Ji Yeon hanya berkata, “Aku tahu” Soo Chul langsung gondok mendengarnya, hahaha

“Noonim, sayang sekali aku tidak bisa mengantarmu”

Dong Ha kemudian keluar dari salon dengan pakaian formalnya. Soo Chul berkata dia merasa merinding karena melihat Dong Ha. Jadi orang yang akan menemani Ji Yeon ke acara penggalanan dana itu adalah Dong Ha.

Ji Yeon menatap Dong Ha ragu-ragu, “Apakah kau percaya diri?” Dong Ha dengan santai menjawab, “Siapa aku?” Ji Yeon hanya menjawab, “Arbeit”

“Bukan hanya pekerja part-time, Aku ahlinya dari pekerja part-time” Ji Yeon pun tersenyum mendengar jawaban Dong Ha.

Acara penggalan dana yang diadakan Kim Jeong Do banyak di hadiri orang penting. Kim Jeong Do dan istrinya sudah duduk di meja khusus untuk pembukaan acara tersebut.

MC memulai pembukaan acara itu, “Kita disini untuk merayakan publikasi buku pertama Aktor
Nasional Kim Jeong Do. Dan juga acara penggalangan dana”

Dia meminta tamu utama meraka hari itu, Kim Jeong Do untuk naik ke panggung dan memberikan sambutan, para tamu bertepuk tangan saat Kim Jeong Do berjalan untuk naik ke panggung.

Kim Jeong Do berdiri dipanggung untuk memberikan sambutan, “Buku ini kurang dalam banyak hal tapi benar benar mencerminkan pikiran dan hatiku. Penjualan buku ini dan uangnya dari penggalangan dana akan diberikan Untuk menolong anak anak yang menderita leukimia. Kalian akan menyumbangkan yang banyak kan?”

Kim Jeong Do mengucapkan terimakasih pada semua tamu dan kembali ke tempat duduknya.

MC mengumumkan acara selanjutnya, mereka memiliki acara special untuk perayaan malam ini. MC meminta para tamu untuk bertepuk tangan menyambut pengisi acara.

Dong Ha muncul di panggung dengan peralatan sulapnya, para penonton bertepuk tangan. Manager Kim Jeong Do yang mengenali Dong Ha langsung membisikan sesuatu pada Kim Jeong Do, namun dia tetap bersikap tenang dan membiarkan Dong Ha mengisi acara sulap tersebut.

“Apa kalian tahu persamaan antara pesulap dan seorang aktor? Mereka membuat drama tipuan untuk mendapatkan perhatian. Dramanya akan berakhir ketika kebenaran dari mereka terungkap. Jadi jangan sampai terungkap”

Dong Ha mengucapkan kalimat pembuka pertunjukan sulapnya membuat Kim Jeong Do sedikit tegang, apa maksud Dong Ha berbicara seperti itu? Dong Ha berkata dia senang karena para penonton tidak tahu kebenaran dari rahasia sulapnya.

Dong Ha memulai pertunjukan sulapnya. Hingga tiba saat nya dia mempertunjukan sulap menghilangkan orang di dalam box. Ji Yeon pun keluar sebagai partnernya. Manager Kim Jeong Do semakin cemas dan Kim Jeong Do pun semakin tegang, apa yang sebenarnya sedang direncanakan Ji Yeon dan Dong Ha?

Ji Yeon masuk ke dalam kotak, Dong Ha meminta Kim Jeong Do untuk membantunya ke atas panggung. Kim Jeong Do terlihat enggan, namun naik juga ke atas panggung.

Managernya semakin cemas, tapi Kim Jeong Do naik ke atas panggung dengan tenang. Kim Jeong Do membuka penutup kain hitamnya, dan... viola... Ji Yeon menghilang. Dong Ha kemudian meminta Kim Jeong Do masuk ke dalam kotak,

Sebelum kotak ditutup, Kim Jeong Do bertanya pada Dong Ha, “Apa yang kau rencanakan?” Dong Ha memberi peringatan agar Kim Jeong Do tidak terlalu gugup, Istrinya sedang menontonnya.

Kali ini Dong Ha meminta istri Kim Jeong Do yang membantunya untuk membukan kain hitam penutup dan saat kain hitam yang menjadi penutupnya di buka, Kim Jeong Do pun menghilang seperti Ji Yeon yang menghilang.

Kemana sebenarnya Ji Yeon dan Kim Jeong Do menghilang??

Bersambung ke part-2

***

Issshh,, episode 4 ini malah lebih telat dibanding episode 2 kemarin nih, tapi sekarang Three Days sudah tamat, jadi aku akan lebih fokus pada Witch's Love.

Aku sangat senang karena Witch’s Love tetap mengedepankan sisi komedinya. Ngakak pas Soo Chul kena labrak ceweknya gara-gara bra nya Ji Yeon,,, eeehhh… dia malah berterima kasih sama Dong Ha lagi. Berharap screen time nya Soo Chul makin banyak di episode selanjutnya, ngakak liat Soo Chul sama Dong Ha, apalagi melihat ekspresi ketakutan Soo Chul pada Ji Yeon, wkwkwkwk….

“Apa kau tidak tahu aku masih mimpi buruk tentang muka bayam” wkwkwkwkw…. Dendam kesumat di bilang bayam sama Ji Yeon nih si Soo Chul.

Park Seo Joon emang paling cucok deh jadi cowok sweet macam Dong Ha, aku suka liatnya^^  gak di I Summond Gold, gak di One Warm Word… dia tetep OK dan disinipun karakternya OK punya^^

Selain peduli sama Ji Yeon, Dong Ha memang tipe cowok yang baik sama cewek yah sepertinya, liat aja cara dia menyelamatkan Eun Chae… so sweet… pantes aja kalo nantinya Eun Chae jadi suka sama Dong Ha^^

Ji Yeon sangat teguh pendirian yah. Sebagai seorang wanita dia juga sangat berani, tapi dia rapuh banget berhadapan sama si beruang kutub nih. Dong Ha berkata pada Ji yeon, bahwa mengenang sesuatu yang penting tidaklah memalukan, karena selama ini Dong Ha juga melakukannya, jadi kupikir melebihi siapa pun Dong Ha akan menjadi orang yang bisa memahami Ji Yeon, tapi apa jadinya jika Dong Ha telah jatuh cinta pada Ji Yeon, namun Ji Yeon nya belum bisa move On? Apalagi jika pada akhirnya Ji Yeon kembali bertemu si mantan dan mengetahui alasan nya meninggalkan Ji Yeon 6 tahun lalu~~~

Dan Dong Ha... ternyata mantan mahasiswa kedokeran dan pandai bermain sulap??? W.O.W banget >.<
16 Komentar untuk "[Sinopsis] Witch's Love Episode 4 part 1"

Be the first comment....daebak lanjut sinopnyaa.mba smangat....

gomaweo mbak Irfa buat sinop kerennya.Jang!!!
Saya penasaran Dong Ha kayaknya anak orang kaya deh...... kira-kira seberpengaruh apa yah ortunya. Soo Chul aja anak pemilik hotel.

Kya, kya daebak... Lanjut eonni... Jgn lama yah.. Makasih..

wahhh terimakasih
lanjut part2 ya mba! semangat!!!

Bisa ngakak ..bs juga tegang....sangat menghibur drakor ini....gomawo mbak d tggu part 2 nya..

wah wah saya lama nunggu sinopsis drama ini,,, makasih yah mba udah mau dilanjutin sinopsisnya semangatt yah mba moga bisaa lanjut teruss :D

makasih dan ditunggu sinopsis lanjtnya

Maksih & Ditunggu part 2 nya...

Seru...seru...seru....bikin ngakak and dag dig dug thank u sinopsis nya sehat selalu yaah

Mbak part 2 yg cepet yah... dah bolak balik k sini tpi blum update.. TT

mohon maaf sebelumnya, jika part selanjutnya belum ada artinya memang belum selesai ditulis,,, aku juga punya kehidupan di dunia nyata, jadi tolong bersabar saja^^ aku juga sudah berusaha menulis secepat mungkin di kala ada kesempatan

santai aja fa....sebisanya aja...jangan sampai dunia maya mengalahkan dunia nyata...Kami tetap sabar menunggu kok ^_^
[Paulina]

Aku kurang ngerti sama episode yg ini. Tapi fighting yah min lanjuti nulis :-)

santai aja mba. aku walaupun dah bolak-balik tapi masih tetap sabar menunggu

ayo mbak semangat!!
suka deh sama drakor ini
Dong Ha pastiya anak chaebol mengingat dy punya temen tajir dan mahasiswa kedokteran
pasti ada sesuatu. hehhee
oh ya dimana aku bisa menemukan sinopsis doctor stranger yg udah d update?? #plak
semngat ya mbak!!

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top