Witch's Love Episode 10 part 2


Setelah kepergian Ji Yeon, Dong Ha jadi merasa bersalah. Saat mengambil air dia bergunam bahwa dia tidak pernah meminta Ji Yeon untuk khawatir padanya. Ji Yeon hanya harus bahagia bersama si Beruang kutub. “Dia membuatku merasa menyesal”

Ibu Ji Yeon datang ke toko kue ikan Na Rae dan membawakan beberapa makanan. Na Rae dan  Min Goo pasti sedang sibuk karena akan membuka toko ya? Ibu tidak ingin merepotkan. Tidak… mereka belum mau buka kok.

Ibu tahu Na Rae sedang hamil dari Ji Yeon. Bukan hanya itu, Ji Yeon juga terus menganggunya untuk memasakan beberapa makanan untuk orang hamil dan diberikan pada Na Rae karena Ji Yeon tahu ibu Na Rae berada di pedesaan. Ibu memberikan makanan yang di bawanya, dan Na Rae berterimakasih.


Ibu menepuk lengan Na Rae dan berkata bahwa dia sangat bangga padanya. “Aku bertanya-tanya, jika Ji yeon menikah nanti, apakah dia akan memberikanku seorang cucu?” Na Rae berspekulasi dia mungkin akan memberikannya dengan segera. Ibu mengeluh, dia harus menikah dulu sebelum melahirkan. Ibu kemudian berkata bahwa Mr. Yoon benar-benar baik. Na Rae dan Min Goo jadi bingung karena tahu Ji Yeon kembali berkencan dengan Shi Hoon, tapi ibu sepertinya berharap Dong Ha yang jadi menantunya.

Ibu kemudian bertanya tentang CEO Kwon yang waktu itu datang ke toko Na Rae. Apakah dia sering datang? Berapa hari dalam seminggu dia biasa datang? Apakah dia datang sendirian? Jam berap dia biasa darang? Saat dia datang, berapa jam biasanya dia diam disana?

Na Rae merasa bingung dengan tingkah ibu, mengapa dia begitu penasaran terhadap CEO Kwon. “Ibu kenapa kau…” Ibu kemudiana sadar sepertinya dia sudah terlalu berlebihan, dengan ragu-ragu dia berkata bahwa “Aku hanya ingin tahu”

CEO Kwon menghitung berapa banyak buah tomat yang ada di pohon tomat yang diberikan oleh Ibu Ji Yeon, dia mulai menghitung, 1,2,3,4,5,6… ternyata ada 6. Dia mengambil satu Tomat dan memakannya. CEO Kwon merasa buah tomat itu sangat segar.

Ji Yeon kebingungan membuka file di komputernya, lagi-lagi hanya Dong Ha disana, dan Ji Yeon enggan untuk meminta batuan. Ji Yeon memanggil-manggil Young Shik, tapi yang dipanggil tak muncul juga.  Kemana Young Shik pergi? Ji Yeon semakin panik dan cemas

“Aku sudah selesai menulisnya. Apa yang akan aku lakukan jika semuanya hilang begitu saja? Aku menulisnya sepanjang hari ini. Aku tidak yakin bisa mengingat semua kata-katanya lagi” Ji Yeon meracau sendirian dan Dong Ha masih tenang-tenang saja mengerjakan pekerjaannya.

Tanpa di duga, Dong Ha tiba-tiba sudah ada di belakang JI Yeon, dia melihat apa yang salah dengan file artikel yang ditulis Ji Yeon. Bukannya memperhatikan, Ji Yeon malah tampak tegang karena jarak Dong Ha yang begitu dekat dengannya. Dan tangan Dong Ha yang menyentuh tangannya yang ada di mouse.

Dong Ha sudah berhasil membuka artikelnya dan dia pun meninggalkan Ji Yeon yang kembali fokus pada artikelnya. Seharian itu Ji Yeon kembali melanjutkan artikelnya dan Dong Ha memberikannya kopi juga beberapa camilan. Tanpa diminta Dong Ha melayani Ji Yeon dengan sangat baik dan manis. Dong Ha bahkan membereskan barang nya tanpa banyak suara, karena tidak ingin mengganggu konsentrasi Ji Yeon.

Akhirnya Ji Yeon selesai juga dan kaget saat melihat Dong  Ha masih di kantor. Dong Ha pura-pura mengeluh, “Ya ampun… jam berapa sekarang? Bagaimana Kau bisa memberiku banyak pekerjaan di hari terakhir aku bekerja?”

Ji Yeon bingung dengan sikap Dong Ha, mengapa dia jadi tiba-tiba seperti itu? Dong Ha tersenyum dan berkata bukan kah Ji Yeon bilang tidak ingin bertengkar dengan Dong Ha? Ji Yeon tidak akan mengabaikan kerja keras Dong Da dengan tidak membelikannya makanan kan? Ji Yeon senang mendengarnya.

Ji Yeon mengajak Dong Ha ke sebuah restoran dan mereka memesan banyak makanan. Ji Yeon tak percaya, apakah Dong Ha akan memakan semua itu? Tentu saja dia akan memakannya hingga perutnya meledak. Ini adalah terakhirn kalinya Ji Yeon membelikannya makanan.

Haruskah mereka memesan lebih banyak? Ji Yeon menantang Dong Ha. Akh… lagi-lagi Ji Yeon menunjukkan jiwa persaingannya. Apakah dia juga ingin menjadi tempat pertama dalam hal makanan juga? Tentu saja. Apakah Dong Ha pernah melihat Ji Yeon kalah? Mereka setuju, dan yang kalah akan membayar untuk putaran kedua. Dong Ha tau ini akan terjadi, Ji Yeon benar-benar licik.

Dong Ha dan Ji Yeon mulai lomba makan, mereka sangat gembira melakukannya, Ji Yeon pun terus tertawa selama makan bersama Dong Ha. 

Hingga akhirnya Dong Ha sudah tidak sanggup lagi. Dia merasa menyerah. Ji Yeon pun besorak kesenangan karena memenangkan lomba makan itu

“Yeaahh!”

Dong Ha tertawa melihat tingkah Ji Yeon dan Ji Yeon pun jadi tertawa bersamanya.

“Kau bahkan bukan anak-anak tetap kau menggantungkan hidupmu pada makanan?”

Ji Yeon merasa sangat kenyang, dia merasa perutnya begitu penuh dan tidak bisa berdiri. Dong Ha tertawa mendengarnya. Kini hubungan mereka sudah kembali seperti dulu. Dong Ha membuang ego terlukanya karena di tolak Ji Yeon karena tidak ingin membuat Ji Yeon merasa bersalah padanya.

Dong Ha berkata, “Pertama kali aku melihatmu. Aku pikir kau adalah seorang penyihir tanpa darah dan air mata” Ji Yeon membalas, “Ketika pertama kali bertemu denganmu, aku pikir kau adalah seorang Santa gila”

Dong Ha merasa kesal, “Siapa yang gila?”

“Bagaimana kau bisa mengikuti ku hingga akhir?” Ji Yeon merasa takjub dengan hal itu. Apakah itu yang membuat Ji Yeon berpikir Dong Ha itu santa gila? Iyaa.. hari itu Dong Ha seperti orang yang kehilangan akalnya. Itu karena Ji Yeon telah mencuri Sepeda!

“Siapa yang menduga jika seorang Santa akan bertarung dengan pria aneh untuk menyelamatkan si penyihir jahat?”

“Siapa yang tahu jika si penyihir jahat itu melakukan yang terbaik selama kompetisi untuk memberikan biaya RS?”

“Siapa coba yang mencoba segala hal terbaik untuk melatihku agar sukses kencan buta?”

Mengenang masa lalu benar-benar indah. Dong Ha mengakui, baiklah dia memang sudah banyak melakukan hal-hal bermanfaat bagi orang lain, jadi… Ji Yeon lah yang harus membayar untuk putaran kedua.. Aisshh Dong Ha mulai bertingkah!

Dong Ha pun menarik tangan Ji Yeon untuk pergi ke putaran kedua, “Ayo Cepat!” Ji Yeon ingin protes namun tak sempat dan akhirnya dia hanya mengikuti Dong Ha sambil tersenyum.

Ji Yeon dan Dong Ha melakukan putaran kedua dengan minum anggur bersama.  

Dong Ha bertanya, “Bukan kah itu menakjubkan?” 

“Apa?” Ji Yeon malah bertanya balik.

“Nasib kita”

Kemudian Ji Yeon dan Dong Ha berbicara saling bergantian,

“Hari itu, jika ponsel kita tidak tertukar…”

“Jika aku tidak diikuti Santa pada hari itu..”

“Jika aku bukan Master of Part-time…”

“Jika aku bukan penyihir…”

“Kita berdua tidak akan berada disini kan?”

 Dong Ha bergunam dalam hatinya. “Mungkin aku tidak akan menyukai ketua Tim”

Ji Yeon pun bergunam juga dalam hatinya, “Ciuman diantara kita pun tidak akan terjadi”

Kalimat terakhir yang masing-masing digunamkan Ji Yeon dan Dong Ha sepertinya hanya ditujukan pada diri mereka masing-masing.

MC di bar itu meminta perhatian dari para hadirin. Dia akan menghadiahkan sebiah Sampanye mewah untuk pasangan paling romantic yang ada di tempat itu. Tidak peduli apakah itu sebuah pengakuan atau cerita yang lain. Apakah ada orang yang berani melakukan tantangan itu?

Ji Yeon dan Dong Ha yang mendengar hal itu jadi menahan tawa, mereka teringat pada ciuman pertama mereka saat Ji Yeon di permalukan Soo Chul dan ditolong Dong Ha. Mereka tak bisa menahan tawa dan akhirnya keduanya tertawa lepas begitu saja.

Tawa Dong Ha dan Ji Yeon menarik perhatian si MC, “Ada pasangan yang saling memandang dengan senyuman yang indah” Ji Yeon dan Dong Ha pun disorot lampu dan MC mendekatinya. MC menyapa Ji Yeon dan Dong Ha kemudian meminta mereka untuk maju ke panggung.
 
Mereka berdua pun maju ke depan. MC kemudian meminta semua hadirin untuk bertepuk tangan pada keberanian mereka berdua menerima tantangan. Orang-orang mulai beteriak, “Kiss-e.. Kiss-e.. Kiss-e”

“Setiap kali aku terlibat denganmu, selalu datang hal seperti ini” Dong Ha memegang wajah Ji Yeon dan mendekati wajahnya. Ji Yeon diam saja, dia bahkan tidak menolak jika Dong Ha akan menciumnya lagi hari ini. Namun… Dong Ha berhenti dan mengecewakan para hadirin.

Dong Ha kemudian mencium kening Ji Yeon dengan tulus. Ji Yeon memejamkan matanga sata Dong Ha melakukan hal itu. MC berkata, apa yang mereka lakukan tidak cukup berani untuk mendapatkan sampanye berkualitas tinggi .

“Maafkan aku…  Wanita ini memiliki kekasih yang benar-bener keren. Mulai sekarang aku berharap dia akan bahagia bersama orang itu” Dong Ha mengatakannya dengan tulus. Ji Yeon termangu  mendengarnya.

Dong Ha baru menyesal setelah tiba di apartemen. Seharusnya dia tadi menutup mata saja, pasti mereka sudah mendapatkan sampanye itu. Ji Yeon mencibir, Dong Ha kan yang sedang bertingkah keren sendiri. Dong Ha bertanya apakah yang dia lakukan itu keren?

Mendengar pujian Ji Yeon, Dong Ha meracau tiba-tiba saja disana terasa sangat dingin dan benar-benar terasa sejuk. Ji Yeon sebal mendengarnya dan berkata, “Jika ka uterus mengatakan omong kosong seperti itu, kau di pecat!” Ancam Ji Yeon dengan tegas.

“Dipecat! Dipecat? Aku bahkan sudah mengundurkan diri” timpal Dong Ha sambil tertawa.

Kesenangan Ji Yeon dan Dong Ha terganggu karena kehadiran Shi Hoon yang ternyata telah menunggu Ji Yeon sejak tadi. Dong Ha menyapa Shi Hoon dengan hormat dan dia pamit masuk duluan.

Ji Yeon tampak tidak enak pada Shi Hoon dan bertanya apakah Shi Hoon sudah lama menunggunya? Seharusnya Shi Hoon menelpon sebelum datang. Ji Yeon mengajak Shi Hoon masuk untuk memberinya teh. Shi Hoon berkata dia sudah menelpon tapi Ji Yeon tidak mengangkatnya. Benarkah? Sepertinya karena ponselnya di dalam tas yah?

Shi Hoon dan Ji yeon masuk ke dalam apartemen Ji Yeon dan meminum teh bersama. Shi Hoon bertanya, Apakah Ji Yeon lembur?

“Aku pergi makan setelah menyerahkan artikel”

“Bersama Yoon Dong Ha?”

Ya. Hari ini hari terkahir Yoon Dong Ha bekerja”

“Aku cemburu melihat kalian begitu dekat”

Ji Yeon terdiam, namun kemudian dia mencairkan suasana ternyata Noh Shi Hoon bisa cemburu juga^^

Ibu datang ke apartemen Ji Yeon dan langsung masuk saja. Dia mengeluh kenapa Ji Yeon tidak mengangkat teleponnya jika memang ada di rumah. Ibu melihat sepatu seorang pria, “Apakah Mr. Yoon disini?”

Tapi ibu kaget saat menemukan Shi Hoon dan Ji Yeon sedang bersama.

Ibu kesal pada Ji Yeon karena kembali pada Shi Hoon tanpa memberitahunya. Ji Yeon  mencoba membela diri akan mengatakan pada ibu akhir pekan nanti. Ibu juga kesal pada Shi Hoon, bukan kah dis duah bilang untuk tidak menemui Ji Yeon lagi?

Shi Hoon meminta ibu untuk memberi mereka kesempatan lagi. Ibu terdiam dan berpikr. Sebenarnya ibu tidak menyukai Shi Hoon. Dia membenci Shi Hoon karena tidak menelpon selama ini dan baru muncul sekarang. Ibu juga tidak suka karena Shi Hoon bepergian ke tem[at-tempat berbahaya dan membuat Ji Yeon khawatir.

Ji Yeon membela Shi Hoon, “Sunbae sudah mengatakan tidak akan pergi ke tempat berbahaya lagi”

Akh Ji yeon juga sama saja! Berapa banyak waktu yang telah di habiskan Ji Yeon untuk membenci Shi Hoon? Bagaimana dia bisa menghapusnya begitu saja?
 
Meskipun Ibu ingin mereka putus saat itu juga, tapi… mengingat usia mereka dan mereka telah bertahun-tahun menghabiskan banyak waktu bersama.

“Jika kalian benar-benar saling mencintai, bertanggung jawablah dan nikahi Ji Yeon dalam tahun ini”

Shi Hoon sangat merasa berterimakasih pada ibu. JI Yeon bahkan kaget dengan perubahan keinginan ibunya itu. Shi Hoon berlutut di depan ibu dan berkata dia akan melakukan yang lebih baik dari mulai drai sekarang. Isshh… bahkan ibu tidak ingin melihatnya.

Sebelum tidur, Ji Yeon menjadi galau. Permintaaan ibunya agar Ji Yeon dan Shi Hoon segera menikah itu sepertinya tidak main-main. Apakah bersama Shi Hoon benar-benar adalah yang terbaik baginya?

CEO Kwon memanggil Ji Yeon ke kantornya dan menyerahkan sebah berkas. Ji Yeon bingung apa itu? Sudah waktunya Ji Yeon untuk emmilih asisten baru. Ji Yeon merasa baik-baik saja tanpa asisten. Tapi dari sudat pandang CEO Ji Yeon membutuhkannya untuk mengisi tempat yang kosong itu agar Ji Yeon bisa menulis sesegara dan sebanyak mungkin. Ji Yeon akan mempertimbangkannya.

Sebelum Ji Yeon pergi, CEO berkata, “Akh tunggu… Nyonya Choi… Maksudku, ibunya Ketua Ban” Ada apa dengan ibunya?

“Dalam waktu dekat ini… Aku ingin mengundangnya untuk makan malam” CEO Kwon mengutarakan keinginannya. Ji Yeon bingung dengan keinginan atasannya itu.

CEO Kwon beralasan bahwa Ibu telah membuatkan banyaka makanan yang berharga bagi Trouble Maker, bagaimana bisa mereka hanya menerima saja tanpa membalasanya kembali. Oh.. begitu, Ji Yeon akan menanyakan pada ibunya.

Soo Chul datang membawa makanan ke kantor Trouble Maker, Rin Ji yang paling semangat menyambutnya. “Soo Chul-ssi selamat datang” Young Shik bertanya apakah Soo Chul sendirian Bagaimana dengan Dong Ha?

Ji Yeon yang baru datang pun menyapa Soo Chul, “Bayam, kau disini?” Melihat Ji Yeon, jurus gombalan Soo Chul langsung keluar, “Noonim, style mu sangay baik” Ji Yeon hanya mengabaikannya seperti biasa.

Apa yang membawa Soo Chul datang ke Trouble Maker? Dia datang untuk membawakan makanan ringan yang Rin Ji pesan. Soo Chul selalu menyambut delivery service dengan semangat. Soo Chul sendirian datang ke sini bagaimana dengan Yoon Dong Ha?

Dong Ha sedang merencanakan bisnis baru, Mereka akan kembali memulai Master of Prime Time. Young Shik mengeluh, bagaimana dia bisa baru saja keluar dari pekerjaan kemarin dan memulai pekerjaan baru hati ini? Ketua Byun mengingatkan, agar Young Shik belajar dari Dong Ha karena dia adalah pekerja keras.

Rin Ji bertanya apakah Soo Chul benar-benar bisa melakukan apapun? Tentu saja. Dia bisa melakkan apapun, kecuali mempermainkan perasaan orang lain. Tidak akan pernah dilakukannya lagi. Soo Chul melirik Ji Yeon dan berkata dia punya pengalama buruk tentang hal itu.

CEO Kwon datang dan bertanya apakah mereka semua akan menghadiri pesta perpisahan Yoon Dong Ha? Tentu saja. Apakah CEO sudah memutuskan dimana mereka akan melakukannya? Apakah mereka akan makan daging sapi? Tidak. Mereka akan melakukannya di Toko temannya Ketua Ban Ji Yeon, Makanannya benar-benar baik. CEO sudah pernah datang kesana sebelumnya.

Eun Chae baru saja datang sambil membawa barang-barang berat. Soo Chul langsung ribut, “Eun Chae.. Eun Chae… Eun Chae…  Siapa yang membuatmy untuk membawa barang-barang berat seperti itu?” Eun Chae kaget, “Oppa, apa yang membawamu datang kesini?”

“Kau membawa barang-barang berat seperti itu, itulah sebabnya aku berlari kesini” (Waks gombal banget ini Soo Chul) Soo Chul mengambil barang-barang yang dibawa Eun Chae. 

Rin Ji yang melihat itu mengikuti mereka hingga Soo Chul meletakan barang-barang yang di bawa nya di atas meja.

Rin Ji datang dan bertanya pada Soo Chul apakah dia akan datang ke pesta perpisahan Dong Ha? Bukan kah mereka adalah teman baik? Soo Chul merasa dia harus memisahkan antara urusan pribadi dan bisnis. Rin Ji berkata, pada putaran pertama, mereka bisa melakukan  pesta untuk kantor mereka dan di putaran kedua mereka bisa melakukan pesta untuk pribadi. Rin Ji menanyakan idenya pada Eun Chae.

Eun Chae setuju dan mengajak Soo Chul untuk datang, “Oppa mari pergi bersama-sama” Soo Chul langsung setuju jika Eun Chae yang mengajaknya. “Baiklah, putaran pertama harus dilakukan dengan rekan kerja dan putaran kedua, kau harus menelponku” Soo Chul mengatakan itu pada Eun Chae dan langsung di jawab persetujuan oleh Eun Chae.

Kemudian Soo Chul pamit pada Rin Ji dan Eun Chae. Sebelum pergi Soo Chul memperingatkan Eun Chae untuk tidak membawa barang-barang berat seperti itu lagi.

Setelah Soo Chul pergi, Rin Ji langsung ribut pada Eun Chae, “Apa hubungan diantara kalian berdua? Katakan dengan jujur. Pecakapan kalia tidak formal” Eun Chae kaget dan berkata mereka tidak memiliki hubungan apa-apa.

Dong Ha menyajikan makanan di pesta perpisahannya sendiri. Min Goo merasa tidak enak pada Dong Ha karena sebenarnya Dong Ha adalah tamu kehormatan hari ini. Dong Ha tidak masalah dengan itu. Na Rae berkata, melihat wajah Dong Ha sekarang rasanya benar-benar baik. Sebelum Dong Ha pergi Na Rae ingin mengambil fotonya supaya dia bisa melihatnya sebelum dia melahirkan.

Min Goo protes, bukan kah Na Rae bilang bahwa ingin anak mereka terlihat seperti laki-laki jantan seperti dirinya? Tentu saja, dia memang ingin anak mereka mendapatkan bagian terbaik Min Goo (tapi wajahnya ingin seperti Dong Ha gitu? Wkwkwk)

Yoon Dong Ha dipanggil ke meja dan mereka mulai bersulang untuknya. “Selama hampir 2 bulan di Trouble Maker, dia adalah staf khusus yang menyelesaikan pekerjaannya dengan setia dan akan pensiun sekarang. Untuk masa depan cerah Yoon Dong Ha… Cheers” CEO Kwon memimpin acara bersulang itu dan semua pegawai Trouble Maker pun melakukan Cheers. Dong Ha pun berterimakasih pada semua orang.

Mereka mulai makan-makan, melihat Ji Yeon yang tampak lesu, CEO Kwon berkata, “Ketua Tim Ban pasti menjadi orang yang paling sedih sekarang ini” Ji Yeon tidak menjawab, Ketua Byun mengejek, “Karena Kau tidak punya orang yang bisa di siksa lagi, apakah kau merasa sedih?” Ji Yeon hanya menyuruh Ketua Byun untuk makan saja.

Katanya Dong Ha memulai lagi Master of Part-Time nya. Benar, sesekali mereka harus menggunakannya. CEO Kwon pun menjanjikan, dia tidak akan memberika uang pesangon, tapi akan menyediakan banner untuk promosi bisnis Dong Ha di homepage Trouble Maker selama 3 bulan. Dong Ha berterimakasih untuk hal itu, CEO Kwon benar-benar orang yang hebat. Mereka kembali minum, CEO Kwon berkata Dong Ha sudah bekerja keras selama ini begitu juga dengan Ban Ji Yeon.

Ji Yeon pun meminta maaf pada Dong Ha, untuk apa? Untuk semuanya. 

Ji Yeon mendapat telepon dari Shi Hoon yang mengatakan dia ada di dekat apartemennya, tapi Ji Yeon sedang di luar untuk pekerjaan, dia tidak tahu kapan selesainya. Lebih baik Shi Hoon pulang dulu saja, nanti dia akan menelpon.

CEO Kwon pergi duluan dan menyuruh mereka untuk menikmati makanan di toko kue ikan Na Rae, karena makanan disana sangat enak. Bagaimana bisa mereka menikmati pesta tanpa CEOnya? Apakah mereka pikir CEO itu bos yang bisa kehilangan akalnya (karena mabuk)? CEO berpesan pada Dong Ha, jika butuh bantuan jangan pernah segan untuk menghubunginya.

Dong Ha sudah mabuk tapi masih minta dituangkan minuman. Ji Yeon menyuruhnya berhenti minum, tapi Dong Ha protes, hari ini adalah pesta perpisahannya. Ji Yeon pun akhirnya menuangkannya juga. Dong Ha sudah benar-benar mabuk dan akhirnya tidak sadarkan diri.

Akhirnya Soo Chul mengantar Dong Ha, Ji Yeon dan Eun Chae pulang dengan mobilnya. Sementara yang lain pergi untuk putaran kedua. Eun Cha duduk di sebelahnya sementara Dong Ha tertidur dipangkuan Ji Yeon di bangku belakang.

Soo Chul heran mengapa Ji Yeon tampak baik-baik saja, padahal hampir semua orang mabuk. Ji Yeon sudah lama berhenti minum. Eun Chae pun tidak bisa tahan dengan minuman keras, jadi menghindarinya.

Setelah tiba di gedung apartemen, Soo Chul meninggalkan Ji Yeon bersama Dong Ha karena dia mau mengantar Eun Chae dulu, walhasil Ji Yeon memapah Dong Ha yang mabuk seorang diri.

Di mobil Soo Chul, ponsel Ji Yeon berdering. Ternyata ponsel Ji Yeon ketinggalan di mobil. Eun Chae mengambil ponsel itu dan melihat si penelpon. “Ini pacarnya” Soo Chul bergunam, “Pacar? Beruang kutub?”

Ji Yeon tidak langsung membawa Dong Ha masuk. Dia duduk di bangku depan apartemen dengan Dong Ha yang tertidur di pangkuannya.

“Biasanya aku yang mabuk. Hari ini Yoon Dong Ha yang mabuk. Kapan lagi aku bisa melihatnya mabuk? Mungkin hari ini terakhir kalinya”

“Yoon Dong Ha benar-benar tidur nyenyak”

Ji Yeon menatap Dong Ha lalu menatap langit, “Seperti yang kau katakan, jika kita bertemu lebih awal, apakah aka nada yang berubah? Jika kita bertemu dalam situasi yang berbeda… akankah… kita tidak masalah untuk bersama?”

Ji Yeon membangunkan Dong Ha, “Yoon Dong Ha, mari kita pergi” Dong Ha pun terbangun, apakah dia baik-baik saja? Saat Ji Yeon mengajak Dong Ha pergi, Dong Ha malah menariknya dan mencium Ji Yeon. Saat itu, Ji Yeon bahkan tidak merasa keberatan dengan hal itu.

***

Seneng bisa melihat Dong Ha dan Ji Yeon tertawa bersama lagi. Dong Ha benar-benar tidak ingin membuat Ji Yeon merasa bersalah, karena itulah dia menghentikan tingkah orang yang sedang patah hatinya. Bukan karena dia baik-baik saja jika Ji Yeon bersama Shi Hoon, namun karena dia tidak ingin membuat Ji Yeon merasa bersalah dan khawatir padanya^^

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
34 Komentar untuk "Witch's Love Episode 10 part 2"

waaah akhirny keluar juga... gag bnyak coment deh, smga ji yeon cpt sdar klau sbnerny orng yg skrng dia suka itu dong ha bkanny shi hoon!! ttp smngat ea mbak irfa bkin sinopny, epiaode 12 mkin seru tuh kyany... previewny udh kluar soalny hehe, slam echa

Makin seru. Selalu ditunggu kelanjutannya. ^^
Fighting... Gomawo.

SH mending ke laut aja biar dimkn hiu sekalian....

ikutan sedih liat dong ha sedih... seneng pas mreka akur lagi ..

Seneng seneng seneng.. I love u full mbak irfa

Wow. . . Senangnya liat dong ha ma ji yeon
.... :-D
ditunggu next sinopnya y?

Fighting !!!!????

Sip sip part 2 dah nongol ... makasih jenk irfa ...

YDH Awesome...nyinkirkan egox sndri demi JY...dan lg Ost pas eps ini klo g slh YDh yg nyanyi lagux dalem bangeetz,,,smgat ya mbak gomawo

thanks ya mbak Irfa_semangat !!!
*my second comment

Ka irfa makasih ya sinopsis nya..
Tetap semangat.. ^^

makasih mba irfa. walaupun belum baca. dan ini baru mau baca. semoga sehat selalu

Wah seru,moga ji yeon berubah pkiran dan memilih dong ha akhr nya.mksh...

mba ko masih episode 10 sih...harusnya udh episode 14 kan...cpet ya mbah share episodenya, berharp bgt bisa baca...terimakasi

Akhir'y kLuar juga ,aqw bolak balik truz td siang ..smga kdepan'y jiyeon bkaL sdar kLo sbner'y dy btuh dongha ,keep figthing eonny gumapda next ep yaa ^_^

Stefani

wah,,, eps 14 nya udah tayang dimana tuh? setahu aku malam ini baru tayang eps. 12 di tvN nya...

maaf yah... menulis sinopsis bukan pekerjaan utamaku, kalau memang ingin cepat tau ceritanya silahkan menonton sendiri saja^^ untuk menulis sinopsis, aku butuh waktu seharian penuh, jadi pastinya bakal lama keluarnya

Udah ji yeon sama dong ha aja....jangan balikan lagi sama SH.mbk irfa ....fighting.

Akhirnya episode 10 udh slsai...
gk sbar tunggu episode 11 & 12nya...

secepatnya yahhh...:)

lanjutkan terus ya mbk irfa. i always waiting

Can't wait sinop slanjutnya... Smangat yah unni !!!

Bagiku Dong Ha lah Ɣang membuat drama ini menarik...
Dan Aku terus nunggu kapan bunga Ɣang dipotong ji youn itu mekar dan mommet Ɣang pas unt itu...
Begitu juga dgn pesan dlm buku Ɣang disimpan Dong ha, kapan sih Ji Youn ngeliatnya... Tdk mungkinkan SWnim nglupain 2 hal itu.
PENASARAN

semoga aja beruang kutub nya liat pas dong ha nyium ji yeon biar sadar klo dong ha itu pria yg tulus....faithing mba irfa....

iya yah,,, itu bunga kok nggak diceritain lagi, jangan-jangan udah di buang sama Dong Ha, hihihi... kalo buku kamh tenang aja,,, Ji Yeon akhirnya liat kok pesannya Dong Ha^^

Iya. Aku jg berharap gitu, smoga si beruang kutub dan juga ji yeon sadar kalo dong ha pria yang hot... Eh pria yang tulus ^^

Itu dong ha manusia apa malaikat seh....
Pngen dech punya cowok ky gt...
Hehheehe

Mbk irfa eps slanjut nya..d tnggu..klo bisa cpt ya.
sdh g sbr ni sma klanjutn crita nya..

Sekarang aku berharap supaya shi hoon cepet" menghilang deh. Kalo perlu dieps selanjutnya ditabrak mobil terus menonggal. Supaya JY & DH bisa bersama. Salam kenal ya mbak Irfa :-) ditunggu eps selanjutnya

yg jd adeknya eun chae pernah main di dream high 2 bukan ya

eh waktu ciuman ngak ketahuan beruang kutub kannnnn,buat penulis makasihhhh

lama banget ya episode 11
ga sabaran nihhhh.. duhhh,, bunga si DH apa kabar tu?
udah ada tunas baru atau udah dibuang? wkkwkkkk

asiiiiiiiikk, sebel sama beruang kutub hahaha, soo chul mencairkan suasana wkwk, makasi mba Irfa, semangat!! :D

Mbk mna eps 11 nya..kok lma ya..

Jadi suka banget ama dong ha yg super duper baik, romantis, pkoknya smpurna...... :)
Malah rsanya kalah soo ha romantisnya..... Dong haaaaaaaaa......

Jadi suka banget ama dong ha yg super duper baik, romantis, pkoknya smpurna...... :)
Malah rsanya kalah soo ha romantisnya..... Dong haaaaaaaaa......

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top