Witch's Love Episode 10 part 1


Ji Yeon berkata, saat ini Dong Ha baru berusia 25 tahun, itu adalah usia dia bisa memulai apapun. Donng Ha kesal karena Ji Yeon berbicara tentang usia lagi. Apakah di Korea ada hukum yang melarang untuk berkencan dengan pria yang lebih muda?

Mengapa Dong Ha menjadi seperti ini? Dong Ha merasa kesal dan berkata, “Karena si beruang kutub adalah orang yang telah lama kau tunggu. Aku sudah mencoba bersikap semuanya baik-baik saja karena itu adalah hal yang baik untuk mu… Tapi aku tidak baik-baik saja sama sekali”



Dong Ha kemudian meminta Ji Yeon untuk pergi dari pandangannya dan jangan mempedulikan dirinya lagi. Dong Ha pergi, dan Ji Yeon memanggilnya sambil menggandeng tangan Dong Ha, dia tidak ingin Dong Ha marah, mereka harus bicara. Namun Dong Ha sudah tidak tahan lagi dan akhirnya berkata,

“Jika Kau tidak akan kembali padaku, maka jangan pangil aku!”

“Yoon Dong Ha”

Mendengar Ji Yeon menyebut namanya lagi, Dong Ha membentak Ji Yeon, “Jika Kau memanggil namaku lagi dan itu membuatku berbalik! Maka aku tidak bisa menjamin apa yang akan akhirnya aku lakukan!”

Ji Yeon pun dengan terpaksa membiarkan Dong Ha pergi ke apartemennya tanpa berbicara dengannya. Bagaimanapun juga Ji Yeon sangat merasa bersalah pada Dong Ha, tapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

Di Apartemennya, Dong Ha menangis di balik pintu. Dia sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya. Dia meluapkan perasaan terlukanya karena harus merelakan Ji Yeon menemukan kebahagiannya bersama pria lain.

Saat Ji Yeon akan pergi ke kantor, Shi Hoon sudah menyambutnya, dia bahkan membuka kan pintu mobilnya dan berkata akan mengantar Ji Yeon ke kantor. Ji Yeon tersenyum  dan masuk ke dalam mobil. Mobil Shi Hoon melaju meninggalkan apartemen Ji Yeon, dan saat itu motor Dong Ha pun pergi dari sana. 

Melihat keadaan Shi Hoon tampaknya dia mengantuk. Ya memang, dia menbunyikan alarm jam 3 malam dan dia berpikir dengan keras bagaimana caranya menebus waktu 6 tahun yang hilang bersama Ji Yeon.

Saat ini baru sejauh ini saja, namun mereka masih punya waktu yang panjang. Shi Hoon kemudian memberikan kopi pada Ji Yeon, “Americano dengan tambahan krim…” Ji Yeon senang menerimanya. Jadi… bagaimana menurut Ji Yeon? Apakah ini cukup bagus? Ya… Ji Yeon menyukainya. Dia pun berterima kasih pada Shi Hoon.

Di Lampu merah Ji Yeon dan Shi Hoon terlihat berbincang ringan dan tampak akrab. Ternyata, Dong Ha pun terjebak di lampu merah yang sama dan melihat wajah bahagia Ji Yeon bersama Shi Hoon. Dia jadi tidak sabar dan segera setelah  lampu hijau menyala Dong Ha langsung memacu motornya dengan cepat.

Ji Yeon tiba di kantor, dia berterima kasih pada Shi Hoon karena telah mengantarnya. Adegan ini terlihat oleh Ketua Byun dan Young Shik yang tampak penasaran. Setelah Ji Yeon masuk, Dong Ha melintas di depan Young Shik dan Ketua Byun, namun Dong Ha mengabaikan panggilan Young Shik.

Ketua Byun mengeluh  karena Ji Yeon dan Shi Hoon mempublikasikan status mereka  di depan umum, dan Shi Hoon akan  berada di kantor mereka sepanjang waktu nantinya.  Apakah Ban Ji Yeon kini tidak bisa memisahkan antara pekerjaan dan urusan pribadi? Mengapa Ji Yeon dan Shi Hoon sangat serasi?

Young Shik berkomentar jika Ketua Byun hanya iri saja. Ketua Byun Protes dia tidak peduli apakah si penyihir itu berkencan atau menikahi seorang pria!

Young Shik melihat Dong Ha sedang bekerja dengan rajin, dia berkomentar mengapa Dong Ha tiba di kantor begitu cepat?  Padahal dia tinggal beberapa hari lagi bekerja disana.  Ketua Byun berkomentar mengapa Young Shik tidak belajar dari Dong Ha? Di usia seperti itu, tidak banyak pemuda yang sangat berdedikasi seperti itu. Ketua Byun mengeluh, Ji Yeon memiliki pacar yang sukses dan asisten handa, dia merasa iri sampai mati.

Na Rae merasa bau kue ikannya aneh. Min Goo menciumnya dan baunya biasa saja, apakah ada yang salah dengan hidung Na Rae? Entahlah. Hari ini Ji Yeon dan Shi Hoon akan datang ke toko mereka. Min Goo tampak tak tertarik, dia malah bertanya apa yang sedang dilakukan Dong Ha akhir-akhir ini? Na Rae tidak tahu.

“Di depan Shi Hoon Sunbae, jangan pernah  katakan jika Ji Yeon dan Dong Ha pernah tinggal bersama” Na Rae memperingatkan suaminya. Min Goo merasa Dong Ha sangat menyedihkan. Na Rae mengancam awas saja, jika Min Goo ceroboh lagi seperti terakhir kali di depan Ibu Ji Yeon.

Ji Yeon sedang butuh bantuan untuk mencari sesuatu. Tapi di ruangannya hanya ada Dong Ha yang sedang sibuk mengurus ini dan itu dan sama sekali tidak memperhatikannya. Ji Yeon mencoba memberi kode, tapi Dong Ha terus mengabaikannya. Ji Yeon merasa kesulitan, namun juga tidak enak pada Dong Ha.

Young Shik datang dengan terburu-buru, dia memberi informasi pada  Ji Yeon tentang Istri dari Chae Gap Su sudah mereservasi tempat Spa untuk 2 orang. Cha Gap Su pernah bilang asetnya hanya 280 won tapi dia bisa membayar biaya Spa sebesar 1000 dolar per bulan. Ji Yeon kesal mendengarnya, ini akan menjadi berita besar. Kapa pemesannya? Jam 7 malam. Ji Yeon pun bersemangat untuk mendapatkan berita itu bersama Young Shik.

Tapi Ji Yeon mendapat SMS dari Shi Hoon yang mengatakan dia sudah ada di luar kantornya. Ji Yeon jadi bingung dan berkata pada Young Shik sepertinya kali ini Young Shik harus pergi sendiri. Ada apa dengan Ji Yeon? Rasanya akan sangat aneh jika pria pergi kesana sendirian. Ji Yeon lupa bahwa dia sudah ada janji penting sebelumnya.

“Pastikan untuk mengambil gambar saat Cha Gap Soo memegang uang tunai” Ji Yeon berpesan penuh semangat. Young Shik mengeluh itu memang lebih mudah diucapkan dari pada di lakukan. Ji Yeon kembali meminta Young Shik menghubunginya jika dia berhasil mengambil gambarnya. Ji Yeon pun pergi untuk menemui Shi Hoon.

Dong Ha yang sejak tadi ada disana diam saja. Dia tahu Ji Yeon pasti pergi untuk menemui Shi Hoon. Young Shik mengeluk, dulu Ji Yeon selalu menekannya untuk fokus pada pekerjaan, tapi kini dia berubah, dia sudah menjadi pekerja normal yang pulang kerja tepat waktu.

Young Shik mengajak Dong Ha pergi bersamanya, tapi Dong Ha berkata, “Aku punya janji penting sebelumnya juga” dia pun meninggalkan Young Shik sendirian di kantor dan membuatnya kesal karena semua orang pergi.

Ji Yeon dan Shi Hoon tiba di toko kue ikan. Na Rae dan Min Goo menyambutnya, Shi Hoon memuji toko Na Rae dan bertanya tentang  Min Goo. Ji Yeon mengatakan Min Goo tampak seperti pohon tapi keterampilan memasaknnya seperti Jang Geum.

Shi Hoon dan Min Goo berkenalan secara resmi dan memberikan hadiah yang di bawahanya. Na Rae dan Min Goo pun mempersilahkan Shi Hoon dan Ji Yeon untuk duduk, Min Goo perkata dia akan segera membawa beberapa makanan.

Setelah mulai makan, Shi Hoon memuji masakan Min Goo, Shi Hoon kemudian bertanya pada Na Rae bagaimana dia bisa mempertahankan berat badannya dengan makanan selezat ini setiap harinya? Shi Hoon bahkan tidak mengenalinya. Min Goo berkata bahwa Na Rae mengeluh  bahwa dia berat badannya bertambah setelah menikah.

Shi Hoon jadi heran, berat badan Na Rae bertambah? Na Rae langsung menatap tajam dan berkata agar Shi Hoon tidak meneruskan pembicaraannya. Min Goo bingung apakah ada rahasia masa lalu Na Rae yang tidak dia tahu lagi selain kenyataan bahwa Na Rae adalah penampar sandal dari Samsan?

Shi Hoon berkata bahwa Na Rae adalah adalah ketua di kub fashion mereka. Dia berpakaian dengan sangat baik dan juga imej yang hebat. Na Rae sangat popular di masa lalu. Min Goo sangat beruntung mendapatkan Na Rae. Tentu saja, Min Goo tahu benar tentang hal itu.

Na Rae berkata, mengapa Shi Hoon tidak berbicara tentang dirinya? Bagaimana dengan Afrika? Apakah sangat sulit hidup disana? Afrika itu… Bagus. Shi Hoon merasa dia bisa tinggal disana untuk sisa hidupnya jika mereka kembali memanggilnya.

“Apakah aku akan pergi kesana lagi?” Na Rae menjadi cemas. Shi Hoon hanya mengatakan jika dia menyukainya berada disana.

Ji Yeon menatap tajam, “Jika kau berbicara tentang Afrika sekali lagi… aku tidak akan meninggalkan mu sendirian lagi” Ji Yeon tidak pernah seperti ini sebelumnya, tapi Min Goo mulai merasa takut. Shi Hoon malah terpesona  saat tahu kenyataan bahwa Ji Yeon tidak pernah seperti itu sebelumnya.

Ji Yeon melihat wajah Na Rae sedikit berbeda, apa ada dengannya? Na Rae bilang dia merasa sakit perut belakangan ini. Apakah semalam Na Rae minum? Tidak.. bukan begitu, mungkin karena akhir-akhir ini dia sangat sibuk sehingga sering lupa makan. Ji Yeon kesal mendengarnya, bisnis mereka sudah berjalan baik akhir-akhir ini mengapa Min Goo tidak mempekerjakan pekerja part-time?

Min Goo menyetujui ide itu, Bukan kah Dong Ha akan berhenti bekerja? Haruskah mereka mempekerjakan dia sebagai pekerja part-time? Mendengar nama Dong Ha disebut suasana menjadi agak kikuk. Na Rae memberi kode pada Min Goo dengan matanya dan berkata dengan keadaan mereka sekarang, apa yang dia maksud dengan pekerja part-time?

Acara makan bersama mereka ber-4 berlangsung hingga malam. Di Jam makan malam Dong Ha pun datang ke toko kue ikan Na Rae, sebelum masuk dia bertemu dengan Soo Chul dan Eun Chae.

“Oh Dong Ha!” Soo Chul memanggilnya, Dong Ha curiga bagaimana mereka berdua bisa datang bersama? Soo Chul menjelaskan jika Eun Chae datang saat dia sedang membuka tokonya, jadi… Soo Chul menculik Eun Chae kemudian. Eun Chae tidak punya teman makan jika dia pulang ke rumah, jadi dia memilih ikut bersama Soo Chul.

Dong Ha melihat ada Ji Yeon dan Shi Hoon di toko ikan. Ji Yeon tampak bahagia bersama Shi Hoon saat berbincang dengan Na Rae dan Min Goo. Dong Ha tidak bisa lebih lama lagi melihat pemandangan seperti itu. Saat Soo Chul mengajaknya masuk, Dong Ha berkata lebih baik mereka pergi ke tempat lain saja.

Dong Ha, Soo Chul dan Eun Chae akhirnya malah pergi ke klub. Eun Cha tampak tidak nyaman berada di tempat seperti itu, namun dia berusaha untuk menikmatinya. Soo Chul berkata pada Eun Chae, jika ada yang membuatnya tidak nyaman, Eun Chae bisa mengatakan itu padanya. Jangan biarkan Eun Chae terseret dengan sembarang orang, “Semua Pria adalah serigala”

Eun Chae mengerti dan dia pamit untuk pergi ke toilet. Soo Chul menunjukkan jalan menuju ke toilet, ke sebelah kanan.

Soo Chul bingung mengapa Dong Ha membawanya kemari? Apa yang terjadi bukan kah Dong Ha tidak suka pergi ke klub? Di tempat itu Dong Ha tidak akan melihat mereka berdua (Ji Yeon dan Shi Hoon maksudnya) Soo Chul setuju dan mendukung Dong Ha untuk bangkit dan mecari energy baik dari para wanita muda yang ada disini.

“Jangan membuat ekspresi sedih, wajahmu akan serega keriput!” Soo Chul memberi semangat dan mengajak Dong Ha bersulang bersamanya.

Setelah kembali dari toilet, ada beberapa pria yang menganggu Eun Chae, “Apakah kau datang bersama seorang teman? Kau ingin bermain dengan kami?” Eun Chae tidak nyaman apalagi pria itu tiba-tiba menarik tangannya, Eun Chae kesal, “Lepaskan aku! Aku datang bersama teman” Eun Chae pergi meningglkan dua pria yang mengganggu nya itu.

Soo Chul protes saat Dong Ha mengajaknya pulang. Mengapa Dong Ha ingin pergi ke klub jika dia hanya akan menjadi seperti itu? Apakah Dong Ha tidak tahu apa yang menyenangkan saat berada di klub? Jika mereka membiarkan tubuh mereka untuk mengikuti irama di klub, maka dia bisa menjadi orang yang bebas.

Soo Chul sebenarnya sangat kesal, tapi dia menyuruh Dong Ha dan Eun Chae untuk menunggu nya sementara dia membawa mobil. Soo Chul bersikap jutek pada Dong Ha, tapi saat berbicara pada Eun Chae dia berubah menjadi orang yang manis “Tunggu disini ya, Eun Chae” (wkwkwk Modus banget sih in Soo Chul >.<) Dong Ha tertawa melihat kelakuan Soo Chul dan berkata bahwa dia benar-benar berisik.

Eun Chae khawatir pada Dong Ha dan memberanikan diri untuk bertanya, “Oppa…  apakah kau benar-benar sedah patah hati?” Dong Ha bingung menjawabnya dan berkata sepertinya memang begitu. Eun Chae tampak sedikit kecewa, tapi lebih mengkhawatirkan kondisi Dong Ha.

Dua pria yang mengganggu Eun Chae tadi kembali melihat Eun Chae, “Oh… kita bertemu lagi! Innocent, seksi dan cute. Benar-benar style ku” Melihat ada Dong Ha di samping Eun Chae temannya berkata bahwa percuma saja, dia sudah memiliki seorang pria.

Eun Chae yang ketakutan segara bersembunyi di belakang Dong Ha. Pria itu bertanya, apakah Dong Ha itu pacarnya? Sepertinya sih bukan, gayanya tidak begitu baik. Jika Eun Chae tidak memiliki kekasih bagaimana dengan dirinya?

Eun Chae dengan tegas menolak pria itu, namun si pria tetap tidak tahu malu. Dong Ha angkat bicara, “Dia bilang dia tidak mau. Apakah kau tidak bisa mengerti bahasa Korea?”

Pria itu tidak senang dan berkata, jika Dong Ha bukan kekasihnya sebaiknya dia tidak ikut campur.

“Aku Oppa-nya! Dia sudah mengatakan bahwa dia tidak menyukai preman sepertimu” Dong Ha berkata agak keras pada pria itu.

Dong Ha mengatai pria itu dan tentu saja itu membuat si pria tersulut dia menantang Dong Ha dan tentu saja Dong Ha yang sudah lama menahan amarahnya karena hal lain merasa menemukan pelampiasannya.

“Aku sedang menunggu seseorang untuk bermain-main. Terimakasih”  Dong Ha langsung memukuli pria itu dengan penuh amarah. Eun Cha panik, Soo Chul yang baru datang berusaha menahan Dong Ha. Namun amarah Dong Ha lebih besar dan sulit untuk di bending.

Ji Yeon dan Shi Hoon sudah akan pergi dari toko kue ikan. Na Rae menyayangkan mengapa mereka pergi secepat itu, sangat nyaman berbicara tentang masa lalu setelah lama tidak bertemu. Shi Hoon berkata, “Kami akan datang lagi nanti. Besok Ji Yeon harus pergi bekerja”

Shi Hoon ternyata tidak berubah sedikitpun, ‘Urri Ji Yeon ada ujian besok, Urri Ji Yeon harus bekerja besok’ Shi Hoon selalu peduli pada Ji Yeon. Shi Hoon tersenyum kecil apalagi saat Ji Yeon berkata dia juga peduli pada Shi Hoon. Mereka berdua benar-benar serasi.

Ji Yeon mengingatkan Na Rae untuk pergi ke RS dan jangan bekerja terlalu banyak. Na Rae mengiyakan saran sahabatnya itu dan melepas Ji Yeon dan Shi Hoon yang pamit pergi.

“Bagaimana dengan Shi Hoon Sunbae?” Na Rae bertanya pada Min Goo, dengan PD Min Goo berkata, “Dalam perspektif seorang pria, meskipun dia tidak lebih baik dariku, tapi dia Keren” hahaha… Min Goo PD banget^^

Shi Hoon mengantar Ji Yeon ke apartemennya, dia tidak sangka jika Na Rae bisa kehilangan berat badan sebanyak itu. Na Rae memang bertekad untuk menurunkan berat badannya dan kehilangan lebih banyak setelah berkencan dengan Min Goo. Shi Hoon cukup kaget mendengarnya.

Shi Hoon menyuruh Ji Yeon masuk dan Ji Yeon  berterimakasih karena telah membawanya pulang. Besok pagi dia akan datang untuk mengantar Ji Yeon ke kantor.

Young Shik menelpon Ji Yeon dan mengatakan bahwa Chae Gap Soo ditangkap dan dikirim ke kantor polisi Gangnam. Ji Yeon langsung bersemangat dan berkata akan segera pergi kesana.

Karena Shi Hoon masih ada disana, Ji Yeon memintanya untuk mengantarnya ke kantor polisi. Shi Hoon bingung untuk apa Ji Yeon ke kantor polisi? Ada keadaan darurat, dia akan menjelaskannya saat di perjalanan.

Ji Yeon menelpon Young Shik untuk mengabarkan bahwa dia sedang dalam perjalanan dan memintanya untuk mengambil gambar sebanyak mungkin. Setelah menutup teleponnya Shi Hoon bertanya siapa itu Chae Gap Soo?

Chae Gap Soo adalah seorang pria hina. Dia adalah direktur sebuah bank yang menggelapkan uang nasabah sebanyak 50 juta dolar  dan mengumumkan kebangkrutan untuk Bank nya. Pada masyarakat dia mengatakan jika dia hanya memiliki asset sebesar 280 won.

Wah… dia benar-benar orang jahat. Benar sekali. Ji Yeon bertekad akan mengungkapkan kebusukan pria itu dan membuatnya muntah untuk setiap sen yang dia gelapkan. Ji Yeon meminta Shi Hoon untuk menjalankan mobilnya lebih cepat.

Ji Yeon tiba di kantor polisi. Setelah berterimakasih pada Shi Hoon, dia cepat-cepat menemui Young Shik yang mengeluh kenapa Ji Yeon baru datang? Apakah Young Shik berhasil mengambil foto Cha Gap Soo di Spa? Tentu saja. Dia bahkan berhasil mengambil foto pria busuk itu dengan uangnya. Ji Yeon meminta Young Shik mengirimkan beberapa foto sementara dia akan pergi mencari berita dengan menemui Detektif Lee.

Para wartawan sudah berkerumun meminta keterangan dari detektif Lee. Ji Yeon menerobos dan memberi kode pada Detektif Lee untuk menemuinya di tempat lain.

Setelah memberikan jawaban diplomatis pada wartawan lain, detektif Lee menemui Ji Yeon dan menanyakan apa yang dia inginkan?Ji Yeon mendapatkan sebuah gambar bukti, Chae Gap Soo yang sedang memegang uang tunai. Bukan kah gambar itu lebih seksi dari pada sebuah pernyataan?

Detektif Lee akan memberikan informasi jika mereka sudah memiliki bahan untuk di laporka. Itu bukan pertama kalinya mereka bekerja sama kan? Ji Yeon tidak ingin mendapatkan informasi yang juga diketahui oleh media lain, karena itu akan membuat Trouble Maker selangkah di belakang.

Jadi apa yang Ji Yeon inginkan? Ji Yeon akan mempublikasikan interior rumah tempat Chae Gap So tinggal bersama simpananannya. Dia meminta jumlah uang yang dihabiskan Chae Gap Soo yang di bagi pada simpanan dan istrinya. Karena mereka adalah Trouble Maker. Detektif Lee setuju dan meminta Ji Yeon untuk tutup mulut.

Ji Yeon setuju dan segera mengisyaratkan bahwa dia menutup mulutnya dan membuang kuncinya jauh-jauh. Detektif Lee berkomentar, “Kau sangat jahat!” Ji Yeon hanya tersenyum dan bersiap memberikan gambar pertama sebagai bukti.

Dong Ha di bawa ke kantor polisi. Soo Chul menjelaskan pada polisi jika pria itu yang lebih dulu mengganggu Eun Chae. Kemudian Eun Chae pun berkata dia juga ingin menuntut kalau begitu. Dong Ha melakukan itu arena dia membantunya.

Polisi akan mempertimbangkan hal itu nanti. Saat ini orang yang dipukuli Dong Ha cedera parah dan diperkirakan memerlukan waktu 3 minggu untuk masa penyembuhan. Ini adalah kasus penyerangan.

Dong Ha menyuruh Soo Chul dan Eun Chae untuk pergi saja. Dan seseorang datang untuk menyelesaikan masalah Dong Ha.

“Hal baik apa yang bisa kau lakukan?” Soo Chul kaget melihat kedatangan orang itu. “ Kau datang… Aboniem” tapi dia langsung meredam suaranya.

Ayah Dong Ha berkata pada polisi bahwa dia adalah Ayah dari si pembuat masalah itu. Yoon Se Joon, direktur dari RS One Light. Ayah memberikan kartu nama pada polisi. Ayah mengatakan jika pengacaranya akan datang perjanjian yang telah diselesaikan. Setelah semua itu selesai Dong Ha bisa pergi dari kantor polisi.

Ayahnya mengeluh, “Setelah berhenti sekolah dan meninggalkan rumah, yang kau lakukan sekarang adalah berkelahi?” Soo Chul mencoba membela Dong Ha, namun dia tidak melanjutkan setelah mendapatkan tatapan tajam dari Ayah Dong Ha.

Sejak  kedatangan Ayahnya Dong Ha hanya diam saja. Dia memasang wajah dingin dan tak mengatakan apapun. Tampak jelas jika Dong Ha sama sekali tidak senang melihat kedatangan Ayahnya yang menyelesaikan masalahnya. Tanpa banyak bicara, setelah semuanya selesai, Dong Ha melenggang pergi keluar begitu saja.

Ji Yeon ternyata berada di kantor polisi yang sama dengan Kantor polisi tempat Dong Ha di bawa. Dia melihat Dong Ha dan Ayahnya juga. Ji Yeon pun meminta Detektif Lee untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Dong Ha.

Soo Chul pamit pergi pada Ayah Dong Ha saat mereka sudah berada di luar kantor polisi. Ayah tak menjawab apapun. Soo Chul berkata akan mengantar Eun Chae pulang dan pamit juga pada Dong Ha.

Ayah bertanya pada Dong Ha, “Sampai kapan kau akan hidup seperti itu? apakah kau tidak akan kembali ke sekolah?  Siswa kedokteran yang seangkatan denganmu, mereka sudah memiliki lisensi mereka..”

Dong Ha memotong ucapan ayahnya dia tidak ingin membicarakan masalah ini dengan Ayahnya. Dong Ha masih memasang tampang dingin dan tak pernah sekalipun memandang wajah Ayahnya.

“Apakah kau masih membenciku karena masalah itu?” Ayah tampak ingin menjelaskan apa yang terjadi dimasa lalu karena dia merasa khawatir. Belum sempat Ayahnya berbicara lebih lanjut Dong Ha kembali memotong perkataan Ayahnya, “Aku tidak pernah meminta Anda untuk mengkhawatirkan ku. Aku akan membayar uang penyelesaian secepat mungkin”

Ayah tahu Dong Ha masih marah padanya. Mobil Ayah datang, dan sebelum pergi dua berkata pada Dong Ha, “Bahkan jika Kau tidak kembali ke rumah, kembali lah bersekolah dengan benar” Dong Ha tidak ingin Ayah mempedulikannya lagi, dia akan mengurus masalahnya sendiri dan membiarkan Ayahnya pergi begitu saja.

Detektif Lee memberitahu Ji Yeon,  jika korban yang dipukuli Dong Ha mendapatkan cedera parah hingga memakan waktu 3 minggu untuk sembuh. Pelaku adalah putra dari RS tempat korban mendapatkan laporan diagnosis. Bahkan sebelum tinta diagnosisnya mengerung, pengacaranya sudah penyelesaikan surat kesepakatan dengan korban. Kekuatan uang benar-benar hebat. Detektif Lee bertanya apakah Ji Yeon mengenal mereka? Ji Yeon menyangkal dan segera pamit pergi.

Ji Yeon melihat Dong Ha di depan kantor polisi, Ji Yeon khawatir pada Dong Ha, saat Dong Ha berjalan pergi, Ji Yeon mengikutinya.

Ji Yeon memanggil Dong Ha, “Yoon Dong Ha!”

Dong Ha kaget melihat Ji Yeon ada disana, Ji Yen menjelaskan jika dia ada di kantor polisi untuk wawancara. Apakah Dong Ha akan pulang? Dong Ha tidak menjawab. Dia hanya berjalan menuju jalan pulang. Ji Yeon mengikutinya di belakang, dan Dong Ha tidak suka itu.

“Mengapa kau mengikutiku?” Dong Ha merasa kesal. Ji Yeon menyangkal, “Siapa yang mengikutimu? Aku juga dalam perjalanan pulang” Dong Ha akhirnya mengambil arah lain, tapi Ji Yeon tetap mengikutinya.

Dong Ha kesal dibuatnya, mengapa Ji Yeon mengikutinya? Apakah Ji Yeon takut Dong Ha memukul orang sembarangan di jalan? Apakah Ji Yeon takut Dong Ha ditangkap polisi lagi? Ji Yeon bingung, memangnya dia berkata seperti itu?

Dong Ha benar-benar kesal, apakah menurut Ji Yeon kata-kata Dong Ha itu hanya lelucon? “Aku bilang untuk tidak mempedulikanku lagi!” Ji Yeon pun akhirnya membiarkan Dong Ha pergi sendirian.

Namun Ji Yeon tetap khawatir dan menunggui Dong Ha di depan gedung apartemen. Dia cemas karena Dong Ha tidak datang juga. Saat Dong Ha muncul, Ji Yeon langsung bersembunyi dan memastikan Dong Ha masuk ke dalam apartemennya. Kini Ji Yeon sudah merasa sedikit lega.

Soo Chul bertanya apakah Dong Ha baik-baik saja, saat Dong Ha baru saja tiba. Dong Ha diam saja dan pergi untuk mengambil minum. Soo Chul ingin bertanya tentang hubungan Dong Ha dan Ayahnya, namun saat melihat Dong Ha mengambil Bir, Soo Chul mencegahnya.

Tidak ada alkohol ! Minumlah ini” Soo Chul memberikan air mineral pada Dong Ha, membuatnya kehilangan selera untuk minum.

Soo Chul menjelaskan jika bukan dia yang memanggil Ayah Dong Ha ke kantor polisi.  Siapa yang tahu bahwa pria yang dipukuli Dong Ha itu masuk ke RS Ayahnya.

“Tapi… Ayahmu belum berubah sedikitpun. Karismanya sangat luar biasa. Walaupun tidak melakukan kesalahan, aku selalu merasa bersalah setiap kali melihat Ayahmu”

Dong Ha tidak membalas sepatah katapun perkataan Soo Chul. Malam ini dia sudah cukup frutasi karena melampiaskan rasa sakit hatinya selama ini dengan memukuli orang. Dan Dong Ha merasa semakin frutasi karena harus kembali bertemu dengan Ayahnya.

Sebelum tidur, Dong Ha kembali teringat pada perkataan Ayahnya, “Apakah ku masih menyalahkan ku atas kejadian itu? Itu semua karena kau…” Apapun yang terjadi di masa lalu yang sepertinya ada hubungannya dengan Young Chae, mungkin bukan sepenuhnya kesalahan Ayah Dong Ha.

Min Goo akhirnya membawa Na Rae ke RS, dan ternyata Na Rae hamil. Min Goo terlihat sangat senang dan menjaga istrinya dengan sangat hati-hati. Di sebelah mereka duduk seorang wanita yang menelpon entah suami atau pacarnya, wanita itu mengeluh karena dia hamil lagi anak ke-4.

Na Rae jadi merasa tidak nyaman, Min Goo bertanya apakah Na Rae mengidam sesuatu? Dan saat melihat wajah Na Rae, Min Goo jadi khawatir, apakah dia merasa sakit? Bukan itu… tapi dia sedang memikirkan apakah mereka sanggup membesarkan anak di dunia yang keras ini? Min Goo berjanji akan menjual kue ikan lebih banyak lagi sehingga Na Rae tidak perlu khawatir.

Ji Yeon senang di beri kabar bahwa Na Rae hamil, dia jadi sangat perhatian dan berpesan jangan mengkhawatirkan apapun. Ji Yeon akan mampir nanti malam. Tak lupa Ji Yeon mengucapkan selamat pada Na Rae.

Ji Yeon melihat kursi kosong Dong Ha di ruang kerjanya. Dia memanggil Eun Chae dan bertanya apakah Dong Ha tidak datang untuk bekerja? Sepertinya memang tidak datang. Walau sebenarnya khawatir, Ji Yeon tidak menunjukkannya di depan Eun Chae.

Eun Chae kemudian bertanya, “Apakah Anda pikir dia akan baik-baik saja?” Apakah terjadi sesuatu pada Yoon Dong Ha? Eun Chae berkata, dia tahu itu bukan urusannya tapi… apakah Ji Yeon tidak terlalu keras pada Dong Ha? Ji Yeon bingung.

“Tampaknya dia mengalami masa-masa sulit karena Anda, tapi… tampaknya Anda benar-benar tidak peduli padanya” Eun Chae baru menyadari kalancangannya, dia minta maaf pada Ji Yeon dan pergi dari ruangan.

Sepeninggalan Eun Chae, Ji Yeon jadi berpikir. Mungkin Eun Chae memang benar, Ji Yeon kurang peduli pada Dong Ha. Ji Yeon menatap ponselnya, dia mencoba mengirimkan pesan pada Dong Ha.

Kenapa kau tidak datang untuk bekerja ?” di baca tapi tidak ada balasan. Ji yeon mengirim pesan lanjutan.

“Apakah kau sakit?” lagi-lagi di baca, tapi tidak dib alas.

Apakah sesuatu terjadi pada Anda ?” kembali tidak ada balasan.

Ji Yeon jadi kesal dan mengirimkan pesan beruntun, “Apakah Kau akan tetap absen tanpa pemberitahuan ?  Besok, Kau harus datang untuk bekerja secara teratur . Apa ini ? Apakah Kau mengabaikan pesan ku sengaja ?

Hasilnya? Dong Ha membacanya namun sama sekali tidak membalas satu pesan pun. Akhirnya Ji Yeon melemparkan ponselnya ke atas meja.

Ji Yeon melampiaskan rasa kesalnya di toko kue ikan Na Rae, dia tidak percaya jika Dong Ha mengabaikan 30 pesan nya. Dari sudut pandang Dong Ha, tentu saja itu bisa dilakukan. Dong Ha itu baru saja di tolak Ji Yeon, dan Ji Yeon menemukan sisi lain Dong Ha di kantor polisi. Kalau Nae Ra jadi Dong Ha, dia juga tidak ingin bertemu dengan Ji Yeon.

Ji Yeon bergunam, “Apakah karena itu? Dia selalu minum dan pulang malam?” Ji Yeon optimis, Dong Ha masih muda, dia akan melupakan dirinya setelah bertemu dengan orang yang lebih baik.

Ji Yeon mendapat pesan, dia sangat bersemangat karena berpikir itu balasan dari Dong Ha. Na Rae juga sangat penasaran, tapi ternyata itu hanya pesan iklan yang menjual minuman. Ji Yeon merasa kesal padahal dia sudah lama tidak berlangganan.

Min Goo menyelesaikan sebuah sup ikan dan meminta Na Rae mengantarkannya. Ji Yeon mencegah, dia yang akan mengantarkannya dan meminta Na Rae untuk beristirahat saja. Ji Yeon mengantarkan sup itu dan beramah tamah pada pelanggan dengan sangat baik, hingga mempromosikan  bahwa semua hidangan di toko kue ikan itu benar-benar lezat.

Ji Yeon kembali duduk di sebelah Na Rae dan meminta Na Rae untuk benar-benar menjaga kehamilannya. Apalagi Na Rae juga hamil di usia tua sehingga dia harus ekstra hati-hati. Dia kemudian berbicara pada Min Goo untuk mempekerjakan pegawai part-time agar Na Rae tidak haris bekerja terlalu keras. Min Goo mebela diri dan akhirnya malah berdebat panjang dengan Ji Yeon.

Na Rae pusing melihat suami dan sahabatnya malah berdebat hebat, dia bahkan tidak menangkap inti dari apa yang mereka perdebatkan. Na Rae merasa tidak tahan dan akhirnya berteriak pada Ji Yeona.
“PULANGLAH”

Ji Yeon berhenti bicara dan menyentuh perut Na Rae, “Imho pulang dulu ya” Na Rae menirukan suara bayi, “Da dah” Ji Yeon pun keluar dari toko ikan Na Rae.

Ji Yeon tiba di apartemennya dan melihat pintu apartemen Dong Ha, dia memutuskan untuk menemuinya. Ji Yeon menekan bel, namun Dong Ha yang sedang menonton tv mengapabaikan bel pintu saat tahu Ji Yeon yang datang. Ji Yeon terus menekan bel dan membuat Dong Ha kesal.

Akhirnya Dong Ha mengatakan lewat interkom, “Tidak ada lagi yang ingin aku bicarakan, Pergi saja!” Ji Yeon jadi kesal, Dong Ha ada dirumah dan dia bahkan tidak membukakan pintu untuknya?

Ji Yeon pulang ke rumah dan akhirnya mengeluarkan jurus pamungkas. Dia menyalakan alarm pemberian Dong Ha yang sangat memekikan telinga.

Dong Ha yang mendengarnya dari dalam merasa terganggu dan akhirnya membuka kan pintu. Ji Yeon langsung mengambil kesempatan untuk masuk kedalam. Dong Ha bertanya apa yang dilakukan Ji Yeon? Di melakukan itu karena Dong Ha tidak membukakan pintu. Ji Yeon menghentikan alarmnya.

Ji Yeon mempertanyakan mengapa Dong Ha tidak datang bekerja tanpa pemberitahuan? Dong Ha bahkan mengabaikan pesannya sepanjang hari. Bukan kah pekerjaan itu akan berakhir besok, mengapa Ji Yeon harus peduli?

“Aku khawatir terjadi sesuatu padamu! Jung Eun Chae juga khawatir…  Jika orang itu sebaik Yoon Dong Ha, wajar saja para wanita khawatir. Aku pikir Jung Eun Chae orang yang baik. Dia juga cantik dan kepribadiannya…”

Dong Ha memotong ucapan Ji Yeon, “Apa yang kau bicarakan?” Ji Yeon juga bingung.

“Apakah kau berusaha menjodohkanku dengan dia? Apakah Kau ingin mendorongku pada sembarang orang karena kau tidak menyukaiku?” Bukan itu maksud Ji Yeon, namun Ji Yeon juga bingung bangaimana menjelaskannya.

“Apakah kau pikir aku adalah pria yang gila terhadap wanita? Kau tidak peduli dengan perasaanku hanya karena kau sedang bahagia kan?” Dong Ha benar-benar kesal.

Ji Yeon bingung, “Apa yang harus aku lakukan? Sejak Shi Hoon Sunbae datang, Kau bertingkah seperti bom waktu. Kau tiba-tiba ada di kantor polisi, dan juga berhenti bekerja.”

 “Aku benar-benar merasa menyesal dan khawatir, tapi ka uterus berjalan kea rah yang salah. Jika aku mencoba mengatakan sesuatu, kau marah dan berteriak juga mengatakan agar aku menghilang!”

“Aku benar-benar tidak ingin melakukan hal ini padamu. Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku pindah juga?”

Ji Yeon menangis saat mengatakan semua itu. Dong Ha terpana melihatnya. Mungkin dia tidak pernah berpikir jika Ji Yeon benar-benar mengkhawatirkan keadaannya. Dong Ha tidak tahu harus berkata apa, ini pertama kalinya Ji Yeon menangis karena dirinya, jadi Dong Ha hanya bisa menatap kepergian Ji Yeon begitu saja.

Bersambung ke part 2

***

Yeee… akhirnya Dong Ha membuat Ji Yeon menangis juga, hahaha…  tapi itu tandanya, Ji Yeon memang benar-benar khawatir pada Dong Ha. Dia tidak ingin Dong Ha menjadi semakin salah jalan karena dirinya. Dia tidak ingin bahagia bersama Shi Hoon jika Dong Ha menderita.

Apakah akhirnya Ji Yeon akan menyadari perasaannya pada Dong Ha?

Akh… tapi Ayahnya Dong Ha itu nyeremin yah? Bener lho kata Soo Chul,,, kharismanya… Brrrr… kira-kira Ayah Dong Ha bakal setuju gak yah Kalo Dong Ha berhubungan dengan Ji Yeon?? Ataukah malah Ji Yeon lah yang akan membuat Dong Ha berbaikan dengan Ayahnya??

Ji Yeon memang tipe cewek pejuang yah^^ Keren dah,,, aku yakin jika akhirnya dia menetapkan hati untuk memilih Dong Ha, dia pun akan berjuang hingga akhir.

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
17 Komentar untuk "Witch's Love Episode 10 part 1"

aduuh alhamdulillah, bolak"ik ksni akhirny ad hasilny jga... ditunggu bgt nee mbak sinopnya, dri kmren cma lihat pake bahasa kalbu doank jdiny pnsaran!! ttp smngat ea bkin sinopny, dn smga shat sllu

Taraaaaa keluar jg,. Thx mbak irfa.. Ngaduk2 perasaan bngt,. Kasian DH,tp klo aku jd JY pun pasti bingung,. Haaah 14 thn??? Oh no klo cwo yg lbh tua sgtu si gpp.. Ntar DH 40 thn pas puber ke 2 JY dah nenek2.. Tp yg jelas aku kurang respect sm SH,.

q suka bacanya.tx
gak tau kenapa ngrasanya ini drama walau baca sinopsisnya dah bikin hati deg2an.soale laki2 yang bisa suka satu orang tu ya nyenengin bgt.
q suka dong ha;walau gak yakin di dunia nyata ad.pria 14 thn lebih muda bisa loyal 1 wanita.kalo ad pasti bikin wanita bahagia.
by debry

Waduh aku bolak balik ngecek ke jenk mumu eh gak tahunya jenk irfa yg nulis ... duh senengnya pas lihat dah ada episod 10 ... makasih jenk irfa ...

Mbak aaayooo q tggu lagi part 2 nya....hehehee.
Ayo DH kmu hrus Move on,skull lg bukti'in klo kmu bukan ank remaja....lop DH

sebell tingkat dewa sm SH

Yupp ,bner bgt eonn ,pzti jiyeon bkal miLih dongha ..gumapda sinop'y ,next part yaa ^_^

Stefani

makasih mba irfa, rasa penasaran terus dari kmrn ...akhirnya keluar juga di tunggu part 2nya,,,

aduh bikin gregetan.. ditunggu part 2 nya

sama aku juga >,<
*my first comment in this blog

Ditunggu bgt postingn WL...btw dikorea sana ratingnya brapa ya?

Mendingan DH kuliah lagi deh n jadi dokter biar ga diremehkan kyk anak kecil lagi,hehehe
Ditunngu part 2nya ya mbak...mksh

lama ga ngikutin drakor,,,karna jenuh dg storyline ny tp baca sinop in lsg on fire lg pdl ga ngikutin dr awal
iy,,jg y pst dong ha kaget,takjub,terharu krn liat ji yeon nangis demi diriny,,mslh ny dy ngintip ji yeon wkt nangis demi shi hoon
sy sng deh liat oeni2 in pd kolaborasi ngerjain sinop,,jd lbh bwarna warni baca ny

Ji yeon kokk ªķΰ ga seneng liat mukanya kayaknya kebanyakan permakannya deh so sorry (◦'⌣'◦)

aku juga pas pertama ga suka liat ji yeon,tp lama2 kalau terus diliat2 di setiap episode dia cantik juga ko.

Udh bolak blik part 2 ny blm ada jg ..

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top