[Sinopsis] Three Days Episode 14 part 1


 
 
Presiden meninggalkan PSS menuju gerbang N3, semua PSS tak terkecuali Tae Kyung berlari menuju gerbang N3. Sementara itu dir. Kim memberi kode OK pada seseorang dan Presiden berdiri di gerbang N3, menanti Kim Do Jin, dan dia tidak sadar jika seorang sniper sedang mengincarnya.



Tae Kyung tiba di gerbang N3 dan melihat Presiden sedang menjadi target seseorang, Tae Kyung segera berlari ke arah Presiden dan melindunginya saat terdengar sebuah letusan peluru. Tae Kyung langsung bertanya apakah Presiden baik-baik saja? Presiden bangun dan berkata dia tidak apa-apa meskipun Presiden terlihat sedikit syok. Tae Kyung langsung menatap ke arah peluru akan ditembakan. Jika Presiden dan Tae Kyung baik-baik saja, kemanakah peluru tadi ditembakan?

Ternyata yang terkena peluru malah si sniper kiriman Kim Do Jin yang mati seketika setelah ditembak tim SAT.

Kim Do Jin yang sedang menonton aksi penembakan itu merasa ada yang aneh. Presiden tampak baik-baik saja, apa yang sebenarnya terjadi? Kim Do Jin mendapatkan telepon dan sadar jika rencananya telah gagal.

Dua orang agen PSS diam-diam mengepung ruang keamanan tempat anak buah Kim Do Jin memberi laporan. Ada 3 anak buah Kim Do Jin disana. Anak buah utama Kim Do Jin (yang paling tampan diantara yang lain) melihat pergerakan PSS tersebut, dia memberi kode pada dua rekannya untuk mengecoh pada agan PPS tersebut.

Kedua anak buah Kim Do Jin keluar dan langsung dilumpuhkan dengan sekejap saja oleh para agen PPS, sementara si anak buah utama berhasil melarikan diri sambil tersenyum kecil.

Kim Do Jin bergegas menuruni tangga untuk meninggalkan gedung tempat dia menonton aksi penembakan tersebut. Seseorang menodongkan pistol padanya saat dia menuruni tangga. Dia adalah Direktur Kim.

Kim Do Jin bertanya apa yang sedang dilakukan direktur Kim? Bukannya menjawab pertanyaan Kim Do Jin, dengan tegas direktur Kim berkata,

“Presdir Kim Do Jin. Anda ditahan karena percobaan pembunuhan atas Presiden”

Tanpa banyak bicara lagi, Direktur Kim menurunkan pistolnya dan mengambil borgol. Dia segera memborgol sebelah tangan Kim  Do Jin, dan borgol satunya lagi di borgolkan pada tangannya sendiri. Kim Do Jin tak bisa berbuat apa-apa dia hanya menatap kaget karena apa yang sedang dilakukan direktur Kim. Apakah kali ini Kim Do Jin benar-benar tertangkap?

Para PSS lainnya tiba juga di gerbang N3 dan langsung dengan sigap melindungi Presdiden. Tae Kyung  dan salah satu PSS lain membantu Presiden untuk berdiri. Tae Kyung bertanya apakah Presiden baik-baik saja. Presiden berkata dia baik-baik saja dan berkata minta maaf karena telah membuat merek khawatir, benar-benar minta maaf, Presiden menatap satu persatu wajah-wajah agen PSS yang melindunginya itu.

Presiden sudah kembali ke Blue House. Direktur Kim berkata pada Tae Kyung jika VIP sudah aman, maka Tae Kyung boleh pulang. Tapi Tae Kyung malah ingin mengkonfirmasi sesuatu pada direktur Kim,

“Anda sudah menerima pesanku? Anda sudah tahu akan berbahaya, tapi kenapa anda tetap melakukannya?”

Direktur Kim hanya menyuruh Tae Kyung untuk pulang saja. Tae Kyung tidak menyerah, Direktur Kim telah membahayakan nyawa Presiden. Bagaiaman bisa Direktur Kim merencanakan hal ini tanpa memberitahu PSS lainnya? Akhirnya mau tak mau Direktur Kim pun menceritakan kejadian sebenarnya pada Tae Kyung

[Flash Back]

Sepulang menemui Bo Won di tempat Tae Kyung,  Direktur bertanya apakah mereka akan pulang ke Blue House? Tidak. Presiden ingin menemui seseorang.

Presiden menemui Perdana Menteri dan mengatakan tentang rencana pengunduran dirinya. Perdana Menteri kaget mendengarnya. Presiden menginginkan Perdana Menteri menggantikan tugasnya sebagai Presiden hingga Presiden baru sudah terpilih. (Hmmm,, emang di Korea gak ada wakil Presiden yah?)

Presiden sedang bersiap-siap saat Direktur Kim masuk ke ruangannya. Presiden bertanya apakah semua sudah siap? Direktur Kim bertanya, apakah Presiden serius ingin pergi? Mengapa Presiden ingin pergi ke bioskop? Direktur Kim mendengar pembicaraan Presiden dengan Kim Do Jin, apakah Presiden ingin menemuinya? Dengan tenang Presiden mengatakan tidak.

Tapi Direktur Kim tetap meminta Presiden membatalkan rencananya. Tidak bisa, Presiden tidak mungkin membatalkannya. Jika Direktur Kim tidak bisa menemaninya Presiden akan pergi sendirian. Apakah itu alasan Presiden menemui Perdana Menteri? Agar Presiden bisa mengundurkan diri dan mati begitu saja?

Presiden bertanya, lalu bagaimana bisa Presiden menghentikan semua ini? Kim Do Jin telah membunuh banyak orang dan berusaha meledakan kota Seoul. Tapi surat penangkapanpun sangat sulit untuk dibuat atas namanya. Bagaimana bisa Presiden menghentikannya?

Direktur Kim juga ingin menghentikannya, Setelah apa yang terjadi pada Chief Ham dan PPS, dia juga sangat ingin membuat Kim Do Jin masuk penjara. Tapi tidak dengan cara ini (mengorbankan diri Presiden). Jika Presiden meninggal dunia, maka apa yang diinginkan Kim Do Jin akan terkabul, Perang akan segera di  mulai.

Tidak, Presiden punya bukti bahwa jika dia meninggal nanti pelakunya bukan orang Korea Utara melainkan warga Korea Selatan yang gila. Dia memiliki rekaman pembicaraannya dengan Kim Do Jin. Direktur Kim selalu melindunginya, apakah dia tidak bisa mengerti keputusannya itu? Presiden berharap Direktur Kim dapat memahaminya. Akhirnya Direktur Kim berkata bahwa dia akan menghormati keputusan Presiden, namun dia akan tetap melindungi Presiden.

Direktur Kim sudah menyiapkan tim SAT untuk melindungi Presiden dan mencari si Sniper secara diam-diam. Saat kejadian berlangsung, tim SAT berhasil menemukan Sniper dan juga keberadaan Kim Do Jin. Maka ketika Sniper mengarahkan targetnya pada Presiden, tim SAT dengan sigap menembak si Sniper. Lalu direktur Kim pun segera menangkap Kim Do Jin dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Presiden.

Kim Do Jin akhirnya di ringkus polisi di gedung bioskop dan di bawa ke kantor polisi. Kim Do Jin terlihat geram dan kesal, namun saat tiba di kantor polisi, dia masuk ke dalam dengan wajah tenang tanpa menjawab satu pun pertanyaan puluhan wartawan yang sudah menantinya di depan kantor polisi.

Selama di Interogasi, Kim Do Jin sama sekali tidak menanggapi apapun yang dikatakan Investigator padanya. Ada bukti kuat yang membuktikan bawa Kim Do Jin telah mencoba membunuh Presiden. Semua pembicaraan Kim Do Jin dan Presiden telah terekam seutuhnya. Jasad dan senjata penembak pun telah diamankan. Apakah Kim Do Jin ingin membuat pengakuan? Bahkan Investigator pun sudah menemukan bukti-bukti untuk kasus lainnya.

Kim Do Jin hanya berputar-purat saja di kursinya, lalu berkata dengan tenang, “Aku hanya akan mengatakan satu hal saja. Pengacara.  Panggil pengacaraku”

Melihat keteguhan Kim Do Jin, Investigator hanya bisa tertawa miris. Banyak yang ingin menemui Kim Do Jin saat ini, dia yakin Kim Do Jin tahu itu. Investigator membuka kan pintu ruang interogasi dan jaksa Choi ada di luar sana.  Melihat kedatangan Jaksa Choi, Kim Do Jin hanya tersenyum meremehkan, tanpa melihat pun dia tahu siapa yang datang.

Jaksa Choi masuk dan berkata, akhirnya mereka bertemu juga di ruangan itu. Selain percobaan pembunuhan terhadap Presiden, Kim Do Jin pun akan dituntut ata kasus penculikan terhadapa Agen Lee Cha Young. Untungnya Lee Cha Young sudah diamankan dan dia sudah memberikan kesaksian atas percobaan pembunuhan terhadap Presiden yang direncakan Kim Do Jin. Bahkan saat mengetahui hal itu Kim Do Jin tak terlihat takut sedikitpun.

Cha Young memberi kesaksian di hadapan Jaksa Choi, Investigator dan Bo Won bahwa saat dia dikurung di kediaman Kim Do Jin, dia mendengar bahwa Kim Do Jin menelpon seseorang. Dia ingin menemui Presiden Lee. Polisi bertanya apaka Cha Young ingat kapan Kim Do Jin menelpon. Cha Young menggeleng, karena saat itu dia terkunci di sebuah ruangan, Cha Young tidak bisa melihat apapun.

Jaksa Choi bertanya pada Kim Do Jin, “Ada yang membantumu di Blue House ‘kan?” Kim Do Jin dengan tenang berkata, “Aku adalah ketua Grup Jaesin. Banyak orang yang menggantungkan hidupnya padaku. Apakah aneh, jika mereka sedikit membantuku?”

Jaksa Choi jadi kesal dan berkata dia tidak sedang bercanda! Kim Do Jin juga tahu itu dan dia masih saja bersikap tenang.

Seorang petugas polisi masuk dan menyerahkan laporan panggilan Kim Do Jin, saat Jaksa Choi memeriksanya dia tampak kaget sementara Kim Do Jin hanya tersenyum saja.

Presiden dan Tae Kyung berbicara di ruangannya. Presiden mendengar Cha Young sudah selamat dan dipindahkan kembali ke ruang rawat di RS. Apakah Tae Kyung marah pada Presiden? Tidak. Hanya saja Tae Kyung menyesalkan mengapa Presiden tidak memberitahunya lebih awal.

Presiden berkata, “Itu karena aku percaya padamu. Jika aku melibatkanmu, Agen Han Tae Kyung, Kau tidak akan pernah menggunakan cara ini. Kau akan melompat padaku untuk menghentikanku, seperti yang kau lakukan hari ini”

Tae Kyung sangat cemas, jika tim SAT membuat kesalahan sedikit saja, Presiden bisa tewas. Presiden tidak ingin berandai-andai. Tim SAT tidak meleset, Presiden masih hdiup. Kim Do Jin telah ditangkap dan Agen Lee Cha Young pun selamat. Semuanya sudah berakhir sekarang.  Sudah waktunya bagi Presiden untuk menyerahkan segalanya.

Direktur Kim masuk dan berkata jika Tim Jaksayang menyelidiki kasus Kim Do Jin ingin meminta kerja sama dari pihak Blue House. Agen Lee Cha Young telah memberikan kesaksian setelah siuman, Kim Do Jin memiliki mata-mata di Blue House. Presiden dan Tae kyung kaget mendengar hal itu.

Presiden masuk ke ruangan staf Presiden dan bertanya bagaimana hasil penyelidikannya? Berdasarkan riwayat panggilan telepon milik Kim Do Jin, Sepertinya orang ini sudah lama bekerja sama dengan Kim Do Jin, bukan saja hari ini. Presiden melihat riwayat panggilan Kim Do Jin dan mengenali nomor tersebut. Bukan kah itu telepon…

Investigator membenarkan itu adalah telepon yang digunakan oleh Sekre Presiden sementara yang menggantikan Chief Shin.

Sekre baru itu pun masuk ke ruangan dan awalnya terlihat bingung. Dia memberi hormat pada Presiden, namun seorang petugas menemukan  undangan pertemua Yayasan Jaeshin. Sudah jelaslah jika si sekre baru itu adalah antek Kim Do Jin. Sekre baru Nampak mengerti apa yang sedang terjadi dan akhirnya dia pasrah.

Sekre baru itu langsung di amankan oleh pihak kepolisian. Direktur Kim mencemaskan, mungkin masih banyak lagi orang suruhan Jaesin di Blue House. Sebaiknya mereka melakukan pemeriksaan dengan ketat. Presiden menolak hal itu meskipun Tae Kyung menyetujui ide direktur Kim.

Presiden berkata, semuanya akan berakhir besok. Presiden meminta Direktur Kim untuk mempersiapkan konferensi pers 2 haru lagi. Pada pukul 9, Presiden akan mengumumkan pengunduran dirinya.

Direktur Kim tak habis pikir, Kim Do Jin sudah ditangkap. Hasil persidangan akan menguntungkan Presiden, mereka tinggal menunggu saja…

“Hal itu tak akan membuatku bersih. Karena terlalu lama menjabat, aku telah menyulitkan banyak orang” Presiden sudah membulatkan tekad untuk mengundurkan diri.

Presiden menginginkan satu hal. Dia ingin pergi ke suatu tempat sejak dulu, tapi hingga sekarang dia tikda bisa pergi. Presiden selalu bermimpi untuk pergi kesana, meski kenyataannya sangat sulit. Mungkin tidak aka nada yang menyambutnya disana, tapi dia sangat ingin pergi ke sana dan meminta maaf.

Melihat ekspresi Presiden Tae Kyung langsung menebak, “Yangjinri... Benarkah?” Presiden tak menjawab, tapi diamnya menyatakan bahwa dia memang ingin pergi ke Yangjinri.

Presiden bertanya apakah mereka ingin ikut bersamanya? Direktur Kim menjawab dengan tegas bahwa mereka akan mengantar Presiden. Perjalanan ini akan menjadi perjalanan terakhir Presiden bersama para agen PPS.

Kim Do Jin masukan ke dalam sel penjara, namun sepertinya terali besi itu sama sekali tidak akan menghentikan kejahatan di dalam kepalanya. Apakah yang akan dilakukan Kim Do Jin dalam keadaan seperti ini? Tentu saja, dia dan antek-anteknya tidak akan berdiam diri begitu saja.

Tae Kyung datang menjenguk Cha Young saat Bo Won ada disana. Bo Won meminta Tae Kyung jangan berisik, Cha Young baru saja tertidur. Tae Kyung bertanya apa yang dokter katakan? Cha Young akan baik-baik saja.

Tae Kyung menatap Cha Young yang sedang terlelap dan membayangkan saat Cha Young bertanya tentang keadaanya, saat itu Cha Young berkata dia baik-baik saja, dia hanya melakukan apa yang harus dilakukannya dan berharap Tae Kyung bisa melakukan hal yang sama. Tae Kyung juga teringat saat dia menitipkan surat pengunduran dirinya pada Cha Young yang menerimanya dengan berkaca-kaca.

Bo Won melihat tatapan Tae Kyung pada Cha Young, dia merasa dia harus pergi dari sana. Bo Won membereskan barang-barangnya dan berkata pada Tae Kyung bahwa dia akan pergi. Kim Do Jin sudah ditangkap, jadi Bo Won akan pulang ke Seojori. Jaksa Choi akan menghadap ke pusat, sehingga Bo Won tidak akan diberhentikan. Bo Won mengucapkan terimakasih untuk semuanya pada Tae Kyung.

Bo Won pun keluar dari ruang rawat Cha Young. Belum apa-apa dia seperti sudah merasa kehilangan. Bo Won melgeluarkan ponselnya berniat untuk mengirimkan ucapan terimakasihnya,

“Agen Han, terima kasih untuk semuanya. Kau telah sangat baik padaku, tapi rasanya aku sungguh tak bisa mengatakan Selamat Tinggal

Belum sempat Bo Won mengirimkan pesannya, Tae Kyung yang keluar dari kamar Cha Young memanggilnya, “Petugas Yoon” Bo Won jadi agak panik dan tidak jadi mengirimkan pesannya, dengan kikuk dia mengucapkan terima kasih secara langsung pada Tae Kyung.

Dengan perasaan tidak nyaman, Bo Won langsung berbalik untuk pergi lagi. Tae Kyung kemudian bertanya, “Apakah kau sudah makan?” Bo Won berbalik dan merasa bingung.

Bo Won dan Tae Kyung pun pergi makan bersama. Sudah banyak makanan yang terhidang di atas meja, tapi Tae Kyung masih memesan Pizza dan Pie pada pelayang. Bo Won merasa heran mengapa Tae Kyung memesan banyak sekali? Jika senggang, Tae Kyung terbiasa makan banyak, jadi Tae Kyung meminta Bo Won untuk makan juga^^

Tae Kyung bertanya pada Bo Won, bagaimana bisa Bo Won pulang saat malam telah larut? Mobil Bo Won hancur, bus terakhirpun sudah lewat, apakah Bo Won mau naik taksi hingga ke Seojori? Bo Won juga bingung sendiri, kemudian berkata,

“Kau tahu 'kan, dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan”

Tae Kyung mencoba menemukan solusi, dan memberikan tawaran, “Menginaplah di rumahku, lagi pula malam ini aku akan tidur di kantor”

Bo Won terlihat kaget dengan tawaran Tae Kyung dan ingin membuat Tae Kyung bertanya, Kenapa? Apakah Bo Won tidak bisa melakukan itu? Bukan seperti itu… Bo Won jadi gugup sendiri dan meremas tangannya, sebenarnya dia  tampak senang bisa menginap lagi di rumah Tae Kyung  >.<

Bo Won tersipu malu dan bertanya, “Jadi… kapan kau akan pulang?” Mendengar pertanyaan Bo Won, Tae Kyung malah bertanya, “Apa kau mau mencari tahu jadwal Presiden? Itu adalah rahasia” Bo Won pun jadi gugup dan kikuk, dia tidak bermaksud begitu.

Tae Kyung tahu sebenarnya bukan itu maksud Bo Won, dia hanya ingin sedikit bercanda (tapi wajahnya terlalu lempeng, wkwkwk)

“Agen PSS tak akan pernah memberitahu orang lain kapan mereka akan pulang. Karena mungkin saja, mereka tak akan bisa pulang”

Bo Won tampak sedih dan kikuk mendengar hal itu, ada kecanggungan diantara mereka. Tae Kyung bahkan minum dulu sebelum melanjutkan obrolan mereka.

Lalu Tae Kyung berkata, “Tapi... Aku ingin bertemu denganmu lagi. Jika memang ada kesempatan untuk itu” Mendengar hal itu, Bo Won jadi tersipu malu, “Ya... Kita akan bertemu lagi...” Mereka berdua pun tersenyum bersama.

Kim Do Jin bertemu dengan pengacaranya ditemani seorang polisi. Pengacara memberikan ponsel pada Kim Do Jin, karena dia tahu kliennya membutuhkan hal itu. Polisi melarang Kim Do Jin untuk melakukan panggilan pribadi. Pengacara kesal dan bertanya pada Polisi, “Apa kau tak tahu siapa dia?”

Polisi tak bergeming, dia tetap tidak mengijinkan Kim Do Jin menggunakan ponselnya. Hingga atasannya datang dan memberi isyarat agar Polisi itu membiarkan Kim Do Jin melakukan itu. Si Polisi menatap Kim Do Jin dan atasannya, dia seolah mengerti ada udang di balik batu diantara mereka dan itu membuatnya sangat kesal. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar.

Kim Do Jin dengan wajah angkuhnya mengambil ponsel itu dan melakukan panggilannya. Dia menelpon petinggi Falcon dan berkata, “Sudah waktunya untuk mempersiapkan rencana terakhir kita”

CP Moon menjelaskan jadwal rencana kepergian Presiden pada tanggal 14 Maret. Acara itu akan berlangsung di Yangjinri. Di perkirakan Presiden akan tiba disana pada pukul 17.30 dan akan mengadakan kunjungan kecil kemudian akan kembali ke Blue House pada pukul 21.45

Tim PSS telah dikirim ke Yangjinri untuk melakukan pemeriksaan lokasi. Dan sejauh ini tak ada masalah yang berarti.

Ketua tim berpendapat, Yangjinri adalah tempat yang ada hubungannya dengan dakwaan terhadap Presiden. Penduduk setempat mungkin akan mencoba menyerang VIP. Direktur Kim berkata, itulah sebabnya kunjungan Presiden ini harus tetap dirahasiakan. Penduduk setempat tidak boleh tahu. Bahkan polisi setempat pun tidak akan diberi tahu.

Rencananya mereka akan pergi ke Yangjinri dengan menggunakan bus dan 3 mobil biasa. Presiden akan mengundurkan diri dari jabatannya pada konferensi pers pukul 9 besok. Perjalanan ini akan menjadi kegiatan Tim PSS yang terakhir bersama Presiden. Jadi Direktur Kim berharap para Agen PPS melakukan yang terbaik untuk menghormati jasanya.

Tim PSS sedang bersiap untuk kepergiannya ke Yangjinri saat Jaksa Choi menelpon Tae Kyung. Jaksa Choi melaporkan, Jaksa yang menangani kasus Kim Do Jin menelponnya dia sedang menemukan kaki tangan yang lain di Blue House.
Jaksa tersebut mengatakan jika orang uang ditelepon Kim Do Jin hari itu bukanlah nomor telepon pegawai yang ditangkap dan bertanya apakah mereka tahu nomor yang dicurigai itu. Ada Nomor lain? Tae Kyung jadi penasaran, berapa nomornya?

02 7418531

Tae Kyung merasa mengenal nomor itu dan mengecek sekililingnya, dia melihat nomor yang tertulis di telepon di kantor PSS.  Jaksa Choi bertanya apakah Tae Kyung mengetahui nomor telepon itu?

“Itu… adalah nomor telepon kantor PSS” Tae Kyung pun menuntup sambungan teleponnya dengan Jaksa Choi.

Tae Kyung langsung memperhatikan rekan-rekan PSS nya dengan seksama, apakah diantara mereka benar-benar ada yang menjadi anteknya Kim Do Jin??

***

Cieee,,, Tae Kyung udah bilang pengen ketemu lagi Bo Won  jika ada kesempatan, semoga kesampean deh yah?

Waduh,,, ini Kim Do Jin masih punya rencana besar yang lainnya yah? Makin Psyco aja nih orang, tapinya,,, kok makin ganteng yah? Isshh… Dilema~~~

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
13 Komentar untuk "[Sinopsis] Three Days Episode 14 part 1"

Terima kasih mba sinopsisnya...ditunggu kelanjutannya...btw baca pps kok jd inget pemilu ga mba ada petugas pps nya hihi

Thank mbak sinopsisnya...ditunggu loh part 2 nya....anyeaseong...

Ahirnya ada romance antara tk n bw,moga blanjut deh (ngarep bangeeett...) hihihi.. mksih bwt sinopnya mba.ditunggu lnjutannya..

Mkasih udh d posting mbak irfa...dtggu part2 nya...mbak itu agen presiden PPS ato PSS...HEehehhee
Dan akhirnya ada acr mkan²... :)

PSS say,,, semalem siwer,,, dan salahnya malah keterusan, tadi pagi baru ngeh,,, cuman belum sempat edit,, gomawo^^

gomawo mbak sinopnya.....part 2nya ditunggu.
benih benih cinta mulai tumbuh nie cieee tk n bw...
nggak terasa 2 ep lgi
semanggat mbak

aku juga dilema mbak... kim do jin terlalu ganteng jadi orang jahat... he he he ...

iyaa mbakkk... kim do jinnya jahatnya itu lo.. setengah mati.
tapi ganteng... hahaha
suka sejak main di the heirs sihh.. :D
makasih mbak sinopnya... :D

Makasih mbak sinopsis nya....mudah2an ada lagi adegan romantis tae kyung and bo won...

aduhh... tae kyung bisa lebih romantis lagi ngak????

Yeyyy...akhirnya bisa baca lanjutannya setelah un ^^ btw, setuju mbak.. itu do jin tambah ngeselin tapi makin ganteng.. Aaaaa :3 *inget umur* uppss.. hihi

Hai guys, ingin dapatkan uang lebih dengan cara nya tidak sulit?? Yuk coba cek ke sini

http://goo.gl/pKrbR4 . Dapatkan promo-promo menarik yang ada di dalamnya. Dan juga terdapat

beragam berita, dari mulai dunia malam, games, sampai ke olahraga.

Rasanya sujud syukur SW-nimnya nyelipin romance:v Taaeekyuuunng:3

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top