[Review] God's Quiz Season 1


Pertama kali tahu tentang drama ini adalah sekitar 2 tahun lalu, pas aku tersepona pada King Gong Min di Faith, mengecek profil Ryu Duk Hwan, drama yang dia jadi Lead Male itu adalah drama Series God’s Quiz Season 1 sampai 3, penasaran sih, tapi waktu itu aku belum seberapa sukanya sama Ryu Duk Hwan, masih dalam tahap bisa menahan diri untuk tidak menonton drama lainnya.

Sampai aku tahu siapa pemeran utama wanita di God’s Quiz, Ups… itu Yoon Joo Hee^^ pemeran adik ipar Eun Jin di One Warm Word, alias istri dari adik laki-laki Eun Jin. Sejujurnya aku tidak ingat nama peran Yoon Joo Hee di drama  One Warm Word, tapi aku suka karakter adik ipar Eun Jin itu, jadinya penasaran nih sama drama dia bareng King Gong Min, eh maksudku Ryu Duk Hwan.

Iseng-iseng nonton episode 1 nya, malah ketagihan, beneran deh… God’s Quiz itu drama yang awesome banget >.< kemana aja aku selama ini, kok gak pernah tau tentang drama keren ini. Mungkin karena God’s Quiz tayang di tv kabel dan sepertinya memang kurang popular juga, jadi saat aku menyambangi Lapak langgananku di tahun 2010, drama ini tidak terpampang di etalase si abang lapak, hehehe #abaikan.

 Judul: God's Quiz a.k.a The Wrath of God
Jumlah Episode : 10 Episode
Di Tayangkan di: OCN
Tanggal Rilis: 8 Oktober 2010
Waktu Tayang: Jum'at, 22.00 KST

Season 1 ini bercerita tentang Han Jin Woo (Ryu Duk Hwan), seorang dokter ahli bedah genius yang memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya karena sebuah alasan. Dia ditempatkan di departemen forensik nasional di RS Universitas Hanguk yang menangani autopsi tentang penyakit langka dan memiliki hak investigasi mandiri.

Awalnya dia enggan untuk bergabung disana, namun kemampuannya memang dibutuhkan di sana, karena itulah, Prof. Jang, guru yang sudah dianggap sebagai ayahnya itu menempatkan Han Ji Woo di tempat itu.

Karakter Han Jin Woo yang ceplas ceplos, sok tau dan percaya diri tingkat tinggi membuatnya tidak disukai para rekan kerja barunya, tapi itu hanya sementara, karena melihat kejeniusan dr. Han dan sifat dia yang sebenarnya sangat menyenangkan dan bersahabat, lambat laun semua orang memahami sifat menyebalkannya.

Selain para tim forensik, dr. Han juga bekerja sama dengan seorang detektif kepolisian Kang Kyung Hee (Yoon Joo Hee) yang bertugas di departemen kasus kematian karena penyakit langka, atau kematian dengan sebab misterius.

Detektif Kang sama sekali tidak menyukai dr. Han karena menurutnya sikap Han Jin Woo sangat menyebalkan dan mengganggunya, apalagi dia juga hobi berkeliaran tidak jelas di TKP atau saat dia dan rekan-rekannya sibuk menangkap penjahat. Setiap kali pergi ke menyelidiki kasus, dr. Han selalu duduk di kursi belakang detektif Kang, dengan alasan bahwa dia bukan asisten detektif Kang, sementara itu adalah kursi asisten. Detektif Kang kadang Spechless kalau sudah menghadapi dr. Han, namun saat mengungkap kasus, kerja sama mereka luar biaaasssa >.<

Karena ini drama semacam TEN dan VamPro, yang ternyata sudah tayang jauh sebelum TEN dan VamPro di tayang kan di OCN, setiap episode di drama ini menceritakan kasus-kasus yang berbeda yang berkenaan dengan penyakit-penyakit langka.

Apa yang membuatku takjub pada drama ini? Selain karena kejeniusan dan karakter 4 dimensinya dr. Han aku juga sangat menikmati Background Story setiap kasus yang diceritakan di drama ini, bener-bener keren. Apalagi penyakit-penyakit langkanya itu memberikan ilmu dan pengetahuan baru untuk ku, yang membuat kadang iseng-iseng searching tentang penyakit-penyaikit langka itu.

Aku akan merecaps sekilas kasus di tiap episode God’s Quiz ini, tidak akan detail hanya gambaran garis besarnya saja.

Episode 1: Dracula’s Tragedy

Seorang pria dengan taring ditemukan tewas di sebuah lokasi pembangunan di daerah pedesaan. Gigi taringnya yang menonjol membuat dia tampak seperti seorang drakula dan menurut masyarakat desa, dia tidak pernah keluar di siang hari. Penyebab kematiannya adalah serangan jantung yang di duga akibat terjatuh dari tenpat tinggi. Tapi saat dr. Han Jin Woo dan Detektif Kang Kyung Hee melihat TKP mereka menilai korban tidak mungkin tewas jika hanya jatuh pada ketinggian seperti itu.

Mereka memulai investigasi dan menemukan kenyataan bahwa korban memiliki penyakit langka bernama Porfirin. Penyakit ini menyebabkan penderitanya memiliki kelainan pada darah dan jaringan kulit yang akan melepuh jika terkena matahari. Jadi intinya jantungnya berhenti karena kulitnya terlalu lama terbakar matahari.  Itu adalah penyebab kematiannya, tapi yang terpenting adalah alasan dia terjatuh dari tebing.

Setelah diselidiki itu ada hubungannya dengan para penduduk desa yang ingin mengusir pria itu dari desa karena  pria itu menolak pindah karena dia telah berjanji pada seorang gadis kecil yang selalu disiksa oleh pamannya untuk tetap menjadi temannya dan tidak akan pergi kemanapun.

Dialog paling memorable dari episode 1 adalah saat akhirnya para pelaku tersudut untuk mengakui perbuatannya dengan semua bukti yang ada, dr. Han meminta ijin pada polisi untuk mengatakan sesuatu pada mereka, apa yang dikatakannya?

“Kalianlah pembunuhnya!”

Polisi dan para pelaku bingung apa tujuan dr. Han mengatakan hal itu Detektif Kang sangat kesal dan menegurnya. Dengan tenang dr. Han melanjutkan perkataannya,

“Itu adalah kalimat yang selalu diucapkan Detektif Conan, dan aku ingin melakukannya sekali saja”

#Gubrak (aku ngakak banget pas nonton adegan ini, sempet-sempetnya sih itu dr. Han,, hahaha)

Episode 2: The Lost City of Idol

Leader salah satu Girlband yang sedang naik daun, Jin A tiba-tiba pingsan dan lansgung meninggal di tempat saat dia kelelahan disaat latihan. Keluarga dan Agensinya menolak tubuh Jin A di autopsi. Padahal penyebab kematian Jin A sangatlah mencurigakan.

Detektif Kang berusaha membujuk Ayah Jin A, namun mereka bersikeras untuk menolak proses Autopsi dan akan membiarkan tubuh putrinya di kremasi begitu saja.  Dr. Han dengan kejeniusannya menemukan cara untuk mendapatkan ijin agar tubuh Jin A di Autopsi, dan dari hasil Autoposinya penyebab kematian Jin A adalah penyempitan pembuluh darah yang mendadak. Setelah diselidiki Jin A memiliki sebuah penyakit langka Sindrom Guillain–Barré yang berkenaan dengan  mlemahnya sistem imun, dimana dia tidak bisa menerima vaksin apapun dalam tubuhnya saat dia sakit. Bagi Jin A vaksin adalah racun

Agensinya tahu hal ini, karena mereka telah di beritahu oleh dokter di USA ketika Jin A sempat pingsan di tengah konser, namun CEO dari Agensi nya malah meminta dokter untuk memberikan vaksin flu pada Jin A disaat dia mulai menunjukkan gejala flu di tengah jadwal latihan yang sangat ketat. Reaksi dari vaksin itu dan kelelahan lah yang menyebabkan Jin A menghembuskan nafas terakhirnya seketika.

Ternyata memang ada alasan di balik pemberian vaksin flu pada Jin A, CEO Agensinya memang ingin menyingkirkan Jin A karena dia tidak bisa memenuhi tuntutan Jin A yang ingin bersolo karier. Jin A merasa tidak cocok menjadi Idol dan ingin menjadi penyanyi Solo dengan lagu-lagu karangannya, namuan CEO tidak menginginkan hal itu. Jin A pun mengancam CEO dengan sebuah rekaman percakapan yang akan menghancurkan agensinya. Kesal karena diancam, CEO memutuskan untuk menyingkirkan Jin A dengan memanfaatkan penyakitnya.

Pesan penting dari kasus ini adalah percakapan Epilog antara dr. Han dan Prof, Kang

“Profesor, semakin tua seseorang, bukankah harus mengurangi ketamakan dan lebih dermawan?”

“Benar. Tapi tidak banyak orang seperti itu. Semakin tua, mereka memegang semakin erat. Merasa Sudah putus asa untuk berjuang. Sangat buruk”

“Apakah itu insting?”

“Hewan saja tidak mengambil lebih dari yang dibutuhkan. Itu hukumnya. Tapi manusia... mengambil semua bahkan dari generasi mudanya, itulah kenapa manusia adalah satu-satunya mutan yang menentang hukum alam. Dan kita masih dapat berevolusi lebih lanjut”

Episode 3: Assasin

Sebuah pembunuhan terjadi secara random dan korbannya pun beragam, namun polisi menduga bahwa pelakunya adalah orang yang sama. Dilihat dari sosoknya pelakunya adalah pria berusia menjelang 50 tahunan dan sepertinya dia adalah seorang pembunuh bayaran, meskipun polisi masih meragukan dugaannya karena untuk seukuran pria setengah baya si pelaku terlalu kuat.

Dr. Han menemukan keanehan pada sel epidermis si pelaku yang tertinggal di kuku korbannya, dan setelah di teliti ternyata si pelaku memiliki penyakit syndrome penuaan dini, meskipun umurnya masih 18 tahun tapi wajah dan sosoknya sudah seperti seorang Ahjussi.

Berdasarkan penyakit langkanya itu, detektif Kang berhasil mengetahui identitas si pelaku, namun saat mereka akan menangkapnya, si Pelaku tiba-tiba melarikan diri, seolah tahu bahwa di RS itu banyak polisi yang menyamar. Meski berusaha mengejarnya polisi kehilangan jejak si pelaku dan menduga bahwa dia pasti memiliki kaki tangan.

Detektif Kang dan tim nya pun menyergap kediaman si Pelaku, namun mereka hanya menemukan seorang gadis kecil berusia sekitar 10 tahun. Detektif Kang pun berpikir bahwa anak itu diculik oleh si pelaku, maka mereka pun meminta keterangan darinya dan juga merawatnya karena anak itu mengaku dia kehilangan ingatannya.

Melihat gelagat gadis berusia 10 tahun itu, dr. Han malah merasa curiga, karena dari sikapnya gadis itu sama sekali tidak terlihat seperti anak-anak. Dr. Han pun berinisiatif untuk mengecek sidik jari si anak itu, dan hasilnya mencengangkan, ternyata gadis itu usianya sudah 28 tahun.

Gadis itu memiliki kelainan yang berkebalikan dengan si Pelaku, dia menderita Syndrome Hyghlander dimana masa pertumbuhan akan berhenti, dan meskipun umurnya bertambah dia akan tetap tampak seperti ketika tubuhnya berhenti bertumbuh lagi.

Dari gadis itu, detektif Kang dan dr. Han akhirnya mengetahui motif si pelaku menjadi pembunuh bayaran. Mereka berdua mengumpulkan uang dari bayaran itu untuk melakukan operasi. Mereka berdua berbeda dari orang lain, sehingga orang-orang mengucilkan mereka. Meskipun merasa saling memiliki dan sudah seperti kakak dan adik, tapi mereka ingin berinteraksi bebas dengan dunia luar. Mereka memutuskan, jika Dunia tidak bisa berubah, Maka merekalah yang akan berubah.

Episode 4: God’s Daughter

Seorang peramal ditemukan tewas karena sebuah tusukan dan pembunuhnya adalah putrinya sendiri. Menurut catatan medis putrinya Yeo Rang memiliki penyakit Schizoprenia dan sering berhalusinasi. Namun menurut tetangganya yang sama-sama juga peramal Yeo Rang itu sering kerasukan namun dia selalu menyangkal bahwa dirinya bisa memanggil hantu ke dalam tubuhnya, karena itulah dia sering kejang-kejang.

Detektif Kang tidak percaya jika Yeo Rang itu memiliki cacat mental, dia yakin Yeo Rang hanya berpura-pura demi menghindari hukuman. Dia terus menerus menekan Yeo Rang untuk mengaku, setiap Detektif Kang membentaknya Yeo Rang akan berubah seperti menjadi orang lain. Dr. Han berpikir bahwa Yeo Rang benar-benar kerasukan, namun tentu saja tim forensik tidak ada yang percaya tentang pernyataan bodoh dr. Han.

Saat memeriksa kamar Yeo Rang, detektif Kang dan dr. Han menemukan gambar-gambar ceria terpasang di dinding dengan posisi yang sepertinya tidak melebihi bahu Yeo Rang. Namun di buku catatannya malah terdapat gambar-gambar menyeramkan yang sangat bertolak belakang dengan gambar yang ada di dinding. Apakah Yeo Rang benar-benar kerasukan ataukah itu hanya karena penyakit shcizoprenia nya?

Terntaya, selain Schizoprenia, Yeo Rang juga memiliki penyakit langka berkenaan dengan Otot, dimana dia kehilangan jaringan ototnya disekitar tangan dan paha dan itu menyebabkan dirinya kesulitan untuk mengangkat barang melebihi bahunya.

Yeo Rang mencoba bunuh diri karena merasa bersalah terhadap ibunya, akhirnya setelah Yeo Rang tenang, detektif Kang meminta keterangan apa yang sebenarnya terjadi malam itu. Dari keterangan Yeo Rang, malam itu dia keluar karena mendengar suara yang menakutkan.

Dia bertemu ibunya yang lagi-lagi ingin menyadarkan bahwa Yeo Rang memang memiliki kekuatan khusus untuk memanggil roh.  Yeo Rang lagi-lagi menolak. Saat itu Yeo Rang memang memegang pisau untuk berjaga-jaga, dan saat bertengkar dengan ibunya Yeo Rang tiba-tiba pingsan. Yeo Rang berpikir, mungkin dia membunuh ibunya saat dia tidak sadarkan diri. Detektif Kang tidak percaya dan dia kembali mendesak Yeo Rang dan tentu saja membuat Yeo Rang lagi-lagi menjadi orang lain.

Yeo Rang memiliki seorang kakak, dan teman kakaknya secara mengherankan sangat peduli pada Yeo Rang. Melihat kedatangan teman kakaknya itu membuat dr. Han curiga dan setelah diselidiki, polisi menemukan foto-fotonya bersama Yeo Rang juga kunci rumah Yeo Rang serta sepatu yang bernoda darah ibu Yeo Rang.

Ternyata si teman kakaknya adalah kekasih Yeo Rang, dan dia pun menyerahkan diri pada polisi menjelaskan apa yang terjadi malam itu.

Dr. Han menemukan bahwa foto-foto yang tertempel di dinding kekasih Yeo Rang memiliki tanggal yang sama seolah sengaja ditempel sebelum dia menyerahkan diri. Dr. Han menyadari keanehan itu dan mendatangi Yeo Rang yang seperti orang lain, dan dr. Han sadar jika pembunuh Ibu Yeo Rang sebenarnya adalah kepribadian kedua Yeo Rang yang berpikir bahwa dirinya bukanlah Yeo Rang.

Epsiode 5: Protein Tracer

Seorang anak lelaki dengan penyakit langka dimana dia tidak bisa memakan protein telah diculik orang tak dikenal. Karena anak tersebut memiliki penyakit langka, maka polisi meminta bantuan dr. Han dan tim forensik untuk membantu mencari dimana keberadaan anak tersebut.

Dr. Han dan detektif Kang bekerja sama untuk mencari dimana keberadaan anak tersebut, namun si penculik tidak mudah di kelabui. Si Ibu sangat cemas karena dia ketakutan anaknya akan meninggal jika si penculik salah memberi makanan pada si anak. Si Ibu hampir saja menyerah dan berniat untuk memberikan uang tebusan pada si anak. Namun polisi meyakinkan mereka bisa menangkap si penculik.

Dari rekaman CCTV saat si penculik menjalankan aksinya diketahui jika si penculik memiliki tato di pergelangan tangannya, tentu saja itu tak banyak membantu, apalagi si penculik selalu menelpon dari nomor telepon yang tidak terdaftar dengan suara yang disamarkan.

Berdasarkan penyakit si anak, dr. Han pun membuat rencana untuk memancing si penculik keluar dari persembunyiaannya. Dr. Han menyarankan agar orang tua korban memberi tahu pelaku untuk memberi makan anak itu dengan nasi yang dibuat dari beras tanpa protein sehingga anak bisa bisa selamat hingga uang tebusan siap untuk diberikan. Mereka bekerja sama dengan beberapa swalayan besar untuk  menjual beras tersebut, sehingga si pelaku akan pergi ke sana dan membeli beras tersebut.

Sayang nya rencana yang hampir berhasil itu gagal, karena si pelaku menyadari keberadaan polisi. Dalam sekejap mata saja si Pelaku berhasil melarikan diri padahal penjagaan polisi saat itu cukup ketat.

Saat semua orang mulai putus asa, mereka menemukan titik terang tentang kemungkinan tempat anak tersebut di sekap. Mereka pun mencari tempat tersebut dengan bantuan anjing pelacak yang sudah diberi bau-bauan dari air kencing si anak yang khas karena penyakitnya.

Tempat itu pun akhirnya ditemukan dan si anak berhasil diselamatkan, namun si pelaku sudah tidak ada disana. Bagaimana si Pelaku bisa dengan mudah melarikan diri? Itu karena si pelaku ternyata seorang wanita. Padahal selama ini mereka berpikir si pelaku adalah seorang pria. Namun karena dr. Han melihat tato di pergelangan tangan seorang wanita yang ditabraknya, polisi pun berhasil meringkus si penculik tersebut.

Episode 6: Fan Death

Seorang gadis ditemukan tewas di dalam apartemennya di duga karena kedinginan karena membiarkan kipas angin menyala saat dia tertidur. Tentu saja hal ini tidak masuk akal, saat Sung Do (sunbae Han Ji Woo di departemen forensik) menuduh kipas angin sebagai penyebab kematian wanita tersebut, Han Ji Woo bertekad bahwa dia akan membuktikan bahwa kipas angin di rumah korban tidak bersalah.

Di episode ini, dr. Han dan Detektif Kang tidak sempat memecahkan kasus bersama karena detektif Kang pun sedang disibukan dengan kasus penjualan organ namun tidak ada bekas operasi pada tubuh korban-korba yang di duga telah di jebak untuk menjual organ dalam mereka karena hutang yang melilitnya.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, di ketahui bahwa wanita yang tewas karena kipas angin tersebut adalah salah satu peminjam uang dari rentenir yang sedang di curigai sebagai penadah jual beli organ dalam. Jika tidak ada luka operasi di tubuh para peminjam itu, lalu apakah yang di perjual belikan?

Melihat kondisi Indung telur korban tewas, dr. Han pun akhirnya bisa menyimpulkan bahwa yang di perjual belikan adalah sel Ovum yang dapat di jual dengan harga mahal pada pasangan yang tidak memiliki keturunan. Tentu saja itu adalah hal illegal, apalagi mereka melakukannya tanpa mengetahui kondisi pendonornya, hingga salah seorangnya tewas karena memiliki terkena penyakit Sindrom Hiperstimulasi ovarium. Penyebab penyakit itu adalah overdosis hormone gonadothropin yang di suntikan ke dalam tubuhnya.

Akhirnya dr. Han pun bisa membuktikan bahwa kipas angin yang ada di rumah korban tidak bersalah.

Episode 7: Paper Doll

Seorang Pria ditemukan tewas karena sebuah tabrakan ringan, hal ini membuat perusahaan asuransi tempat dia mendaftar asuransi curiga ada indikasi bunuh diri dari pria tersebut. Jika dia di ketahui bunuh diri, pewarisnya akan kehilangan asuransinya. Apalagi pewarisnya adalah seseorang yang bukan keluarganya dan merupakan wanita yang sudah menikah.

Dr. Han sudah kesal pada pegawai asuransi itu, tapi dia dan detektif Kang memang sudah seharusnya menemukan penyebab kematian pria bersebut.

Setelah di lakukan penyelidikan ternyata pria tersebut mengidap penyakit Sindrom Ehlers-Danlos, intinya adalah kebocoran katup jantung dan pembuluh darahnya sangat tipis sehingga dia mudah terluka. Karena menyakitnya tersebut dia selalu melindungi diri dengan menutupi sesuatu yang tajam di rumahnya dengan gabus agar dirinya tidak mudah terluka, karena sekali saja dia terluka dan terlambat mendapat petolongan, jantungnya bisa berhenti kapan saja. Pria itu, bagai Boneka Kertas yang bisa hancur saat dia terluka.

Lalu mengapa hari dimana dia mendapatkan kecelakaan, dia malah tertabrak mobil dengan badan penuh luka? Benarkah dia memang sengaja membahayakan nyawanya sendiri demi memberikan warisan asuransi pada pewarisnya?

Si Pewaris adalah sahabatnya saat SMA, sebenarnya mereka saling mencintai, namun karena si pria merasa tidak layak untuk wanita yang dicintainya itu, dia membiarkan wanita itu menikah dengan orang yang mapan, tapi ternyata pernikahan itu bagai neraka karena si suami sering memukulinya. Si Pria mencoba memberi penghiburan pada si wanita, namun kelakuan suaminya tidak bisa di tolerir lagi, hingga si pria memutuskan untuk membebaskan wanita itu dengan memberikannya warisan uang asuransi agar dia bisa meminta cerai dari suaminya.

Ya.. itu memang kasus bunuh diri yang dibuat seolah kecelakaan, dia merencanakannya dengan baik dengan memanfaatkan emosi dari suami sahabatnya. Dengan berat hati dr. Han harus memberitahukan masalah itu pada petugas asuransi. Tapi… ternyata setelah mendengar kisah pilu tentang pria itu dan wanita yang dicintainya, dia pun jadi terenyuh dan memilih tidak melaporkan kasus kematian pria itu sebagai kasus bunuh diri.

Episode 8: Last Present

Seorang mahasiswi bernama Kim Shi Eun ditemukan meninggal di bioskop saat menonton film sendirina. Penyebab kematian adalah serangan jantung. Namun ada dugaan bahwa kematiannya ada hubungannya dengan SUDEP (kematian mendadak pada penderita epilepsi). Namun kasus seperti ini adalah pertama kalinya, mungkin ada hubungannya dengan genre film yang ditontonnya. Tapi… film yang ditontonnya adalah film Komedi. Bagaimana bisa seseorang meninggal karena menonton film Komedi?

Dr. Han dan Detektif Kang pun mulai menyelidiki latar belakang korban. Dari keterangan temannya Shi Eun adalah orang yang sangat dingin. Wajahnya sangat tidak bersahabat walaupun mereka mencoba beramah tamah dengannya. Namun mereka pernah melihat Shi Eun tersenyum untuk pertama kalinya meskipun itu bukan senyuman yang lebar. Itu adalah ketika Shi Eun menerima pesan dari kekasihnya.

Mereka pun mendatangi kekasihnya, dan dari keterangannya mereka adalah pasangan yang bahagia walaupun Shi Eun tidak pernah menunjukkan emosinya. Dia menyukai Shi Eun apa adanya, namun saat hubungan mereka diketahui ibunya, Ibu Shi Eun bereaski sangat ekstrim dan meminta mereka untuk segera putus.

Mereka pun putus, namun tak lama mereka kembali berhubungan di belakang ibu Shi Eun. Hari dimana Shi Eun meninggal adalah hari dimana mereka janjian  untuk menonton film bersama, namun karena pekerjaan part-time nya kekasihnya terlambat dan membiarkan Shi Eun untuk masuk duluan. Dia tidak pernah menyangka jika itu adalah hari terakhir Shi Eun hidup.
Setelah penyelidikan dan menemukan bahwa Shi Eun sering mengunjungi dokter di RS dan mendapatkan pengalaman pribadi mendekati kematian,  dokter Han akhirnya sampai pada kesimpulan Jika Shi Eun menderita sebuah penyakit langka bernama RAS (Reflex Anoxic Seizures). Sebuah penyakit yang menyebabkan darah yang dihasilkan tidak akan sampai ke otak karena adanya kelainan pada arterinya.
Penderita RAS tidak boleh senang, takut bahkan sedih. Perubahan emosional bisa menyebabkan shock. Jika tersenyum berlebihan, bisa menyebabkan kelumpuhan. Saat tertawa, denyut jantungnya mulai naik dan terjadi shock yang menyebabkan dia tewas. Itulah yang terjadi pada Shi Eun, dia tewas karena tertawa berlebihan saat menonton film Komedi.
Selama ini ibunya tidak pernah memberitahu pihak kepolisian tentang penyakit Shi Eun, karena dia tidak ingin kematian Shi Eun menjadi bahan olokan. Sejak tahu penyakit Shi Eun dia sudah mendidik Shi Eun untuk tidak menunjukkan emosi yang berlebihan agar dia bia tetap hidup. Namun saat tahu Shi Eun akhirnya jatuh cinta, dia mencoba sebisanya memisahkan Shi Eun dengan kekasihnya, namun dia tahu dia gagal melakukannya.
Saat Shi Eun akan pergi berkencan dengan kekasihnya, Ibunya seolah sudah merelakan Shi Eun, dia tidak tahu apa yang akan terjadi, namun minimal itu adalah hadiah terakhir yang bisa diberikan ibunya pada Shin Eun. Membiarkan Shi Eun merasakan kebahagiaan sebelum dia meninggal.


Episode 9-10: Thanatos

Dua episode terakhir ini adalah puncak dari kasus utama tentang dokter Han yang sebenarnya sudah dimunculkan sejak episode 1. Alasan dr. Han mengundurkan diri jadi dokter bedah adalah karena dia sering sakit kepala secara tiba-tiba. Tidak ada yang salah dengan otaknya, namun sakit kepalanya semakin hari bertambah parah. Untuk meredakan sakit kepalanya itu dia mengkonsumsi Exodapine, dan  Go Yoon Jung salah satu rekan kerjanya di tim forensik menemukan obatnya. Padahal dia menyembunyikan sakitnya ini dari semua orang, termasuk juga dari detektif Kang.

Gejala yang terjadi tidak saja sakit kepala berlebihan. Saat Go Yoon Jung mengkonfirmasi masalah obat itu ke rumahnya, setelah memakan Kiwi, jantung dr. Han bahkan sempat berhenti berdetak membuat Yoon Jung panik dan untungnya itu hanya sesaat saja dan merupakan reaksi alergi terhadap Kiwi.

Sejak episode 4. Dr. Han seolah sudah mendapat pesan kematian, dimulai dari hadiah yang diberikan kepribadian kedua Yeo Rang, lalu dia pun beberapa kali mendapat pesan kematian di Laptopnya dan bertuliskan Thanatos, salah satu Dewa kematian dalam mitologi Yunani.

Kemudian dia juga menemukan sebuah kamera pengawas di tempat tinggalnya, dan saat dia mencari tahu tentang siapa yang memasang kamera itu, dia menemukan orang itu adalah seorang teknisi di salah satu RS dan merupakan penderita penyakit langka yang kemudian tewas karena sebuah kecelakaan.

Keanehan demi keanehan kadang membuat dr. Han tidak fokus dan tibalah dr. Han di puncak kegelisahannya di episode 9-10 ini, saat sang Thanatos datang mencarinya.

Seorang pria bernama Jung Ha Yoon datang ke kantor polisi dan berkata bahwa sebentar lagi akan ada orang yang mati dan dia adalah pembunuhnya. Atasan Kyung hee tidak menanggapi kicauannya namun dia terus mengatakan hal itu dan tidak juga pergi dari kantor polisi. Saat detektif Kang datang, Jung Ha Yoon mengenalinya dan berkata agar mereka segera menyelamatkan orang yang akan mati itu, waktunya tinggal 10 menit lagi.

Polisi akhirnya menemukan korban yang dimaksud Jung Ha Yoon dalam keadaan tewas dengan cara pembunuhan yang mengerikan. Apakah Jung Ha Yoon membunuhnya? Ya, dan masih ada 3 lagi calon korban yang harus mereka selamatkan. Polisi mendesak Jung Ha Yoon mengatakan apa maksudnya dan bagaimana cara dia membunuh calon korbannya. Jung Ha Yoon berkata dia akan mengatakannya jika mereka membawa seseorang, Si Jenius dr. Han Jin Woo.

Mengapa Jung Ha Yoon mencari dr. Han? Ternyata mereka adalah teman SD sejak kelas 1 hingga kelas 3. Saat kelas 3 dr. Han pindah ke KAIST, namun mereka tidak dekat dr. Han bingung mengapa Jung Ha Yoon menrencakan berbagai pembunuhan dengan ide gila dan menantan dr. Han untuk menyelamatkan calon-calon korbannya. Dia hanya memberi sedikit petunjuk dan akhirnya dr. Han selalu terlambat menyelamatkan korban-korban Jung Ha Yoon yang ternyata adalah orang-orang dengan penyakit langka.

Jung Ha Yoon yang berhasil melarikan diri dari tahanan polisi akhirnya menyandra Detektif Kang sebagai sandranya. Mengapa Detektif Kang? Karena dia tahu bahwa dr. Han sangat menyukai Detektif Kang meskipun dirinya sendiri tidak menyadari hal itu.

Apa sebenarnya motif Jung Ha Yoon merencanakan ide gilanya tersebut? Tujuannya hanya satu dia ingin membunuh Han Jin Woo dengan caranya. Dia menghubungkan tubuh detektif Kang dengan sebuah pistol yang akan menembkan pelurunya jika detak jantung detektif Kang meningkat karena cemas dan ketakutan. Untuk menghentikan alat itu dia menyiapkan sebuah jam tangan yang harus dipakai dr. Han. 

Jam tangan itu akan berfungsi jika dr. Han berhasil menemukan tempat penyekapan detektif Kang dan menghentikan detak jantungnya, barulah alat yang yang dipasang di tubuh detektif Kang akan berhenti berfungsi, jadi pilihannya hanya satu, dr. Han atau Detektif Kang yang hidup.

Tentu saja dr. Han memilih menyelamatkan detektif Kang, dia nenyuntikan sesuatu ke tubuhnya yang membuat detak jantungnya berhenti.  Semua orang termasuk detektif Kang menangisinya. Sung Do berusaha menyelamatnya dengan mengembalikan denyut jantungnya dengan sengatan listrik.  Jung Ha Yoon senang melihatnya. Tapi kemudian dia kembali terbangun, ternyata dr.Han menggunakan anestesi thiopental secara berlebihan untuk menghentikan detak jantungnya yang akan kembali setelah di beri stimulant oleh Sung Do. Great Job Han Jin Woo!!

Meski Jung Ha Yoon sempat kabur, dr. Han akhirnya menemukannya juga. Apa motif Jung Ha Yoon ingin membunuh dr. Han sebenarnya? Ternyata itu berhubungan dengan penyakit dr. Han yang mulai muncul sejak setahun yang lalu. Sakit kepala yang berlebihan itu ternyata adalah efek samping dari obat yang pernah di berikan Ayah Jung Ha Yoon pada dr. Han dan Jung Ha Yoon di waktu kecil.

Obat itu bernama Bretijin, obat pengaktifasi otak. Itu adalah obat illegal yang dilarang diberikan pada manusia, tapi Ayah Jung Ha Yoo memberikannya pada Han Jin Woo yang jenius dan Jung Ha Yoon yang saat itu tampak bodoh dan pendiam sebagai percobaan. Dia ingin melihat hasilnya bagaimana obat itu akan bereaksi pada dua orang dengan kemapuan otak yang berbeda.

Han Jin Woo semakin pintar dan berprestasi hingga dia masuk KAIST di usia 10 tahun, namun dia meninggalkannya demi belajar kedokteran dan kemudian menjadi dokter bedah yang sangat handal. Dan obat itu baru memberikan efek sampingnya setahun yang lalu dimana dr. Han mulai sering sakit kepala.

Sementara itu Jung Ha Yoon yang tadinya biasa saja menjadi pintar dan bisa melihat segala sesuatu dengan 3 dimensi di kepalanya (sama seperti kemampuan Shi On di Good Doctor), namun dia menjadi antisosial dan tumbuh jiwa psikopat dalam dirinya dimana dia sama sekali tidak merasa bersalah jika harus membunuh orang-orang hanya untuk memuaskan hatinya.

Jung Ha Yoon berpikir, saat obat itu berpengaruh pada kesehatan Han Jin Woo, maka dia pun akan menjadi seperti dirinya juga. Menjadi monster mengerikan. Dr. Han tidak habis pikir mengapa dia harus mati karena hal itu? Bukan kah dr. Han adalah korbannya, dia lah yang harusnya menerima perminta maaf-an.

Jung Ha Yoon berpendapat, mereka berdua adalah induk semang dari penyakit yang diakibatkan oleh obat itu. sel otak mereka bisa menjadi disalah gunakan orang-orang sehingga mereka berdua sudah seharusnya mati supaya tidak ada lagi monster seperti dirinya.

“Tahukah kau betapa menyakitkannya menjadi monster diluar kuasamu?”

Dr. Han dan Jung Ha Yoon berdebat panjang lebar, hingga polisi datang dan Jung Ha Yoon pergi melarikan diri, sayangny dia tidak setangkas biasanya, akhirnya dia tertembak dan menghembuskan nafas terkahirnya. Dia meninggalkan sebuah pesan pada dr. Han,

“Han Jin Woo! Ada banyak monster di dunia ini. Ada orang yang lebih pandai dari kita. Kita hanyalah monster lemah. Berhati-hatilah. Kau tak akan pernah tahu akan menjadi monster seperti apa nantinya”

***

Apakah tidak ada romance nya? Hmm,, untuk season 1 ini, chemistry dr. Han dan Detektif Kang sebagai partner dapet banget, walau detektif Kang kadang dia buat jengkel sama omongang dr. Han tapi dia menganggumi ke jeniusan dr. Han, dia juga sangat cemas saat tahu penyakit dr. Han. Percakapan mereka diluar kasus-kasus yang sedang mereka tangani sangat-sangat menghibur meski karakter mereka berdua sangat bertolak belakang.

Berikut ini beberapa adegan favoriteku antara dr. Han dan Detektif Kang di season 1 ini:

Jin Woo: Pembunuh bahasa inggrisnya assasin. Tahukah kau asal kata itu?

Kyung Hee: Aku akan mencarinya nanti di kantor!

Jin Woo: Kau punya mesin pencarian disebelahmu.

Detektif Kang langsung bête mendengarnya, dan kemudian melucurlah penjelasan mengapa dalam bahasa Inggris pembunuh disebut Assasin.


Kyung Hee: Oya, ada yang mau kutanyakan.

Jin Woo: Apa itu?

Kyung Hee: Saat penyelidikan aku menemukan adanya pengganti dalam proses kehamilan. Jadi, hanya berhubungan dengan pria dan mengandung bayi lalu...

Jin Woo: Oh itu? Bukan begitu! Itu bukan seperti pelacur di jaman Joseon. Kami akan menanam sel telur di dalam rahim penggantinya. Bukan seperti yang kau pikirkan.

Kyung Hee: Oh, begitu.

Jin Woo:  Ingin tahu soal seks adalah hal yang bagus, bukan sesuatu yang memalukan. Kalau kau punya pertanyaan tentang seks atau tentang tubuhmu sendiri, tanyakan kapan saja.

Kyung Hee:  Tidak usah.

Jin Woo:  Apa kau malu?

Lagi-lagi detektif Kang di buat bête, hahaha. Apalagi dr. han malah sibuk mengejeknya.

Jin Woo: Depresi itu sangat mengerikan, tapi orang tidak memahaminya.

Kyung Hee: Akan lebih mudah kalau dia mau membuka diri terlebih dahulu.

Jin Woo:  Tapi tak semudah yang kau pikirkan. Mencurahkan isi hati pada seseorang tidak mudah dan kalaupun bisa orang akan memandang rendah padamu.

Jin Woo: Walaupun dia tidak menyenangkan, kurasa berkat wajah cantiknya dia bisa juga punya pacar.

Kyung Hee: Walaupun cantik, tapi punya karakter buruk itu takkan bisa.

Jin Woo: Oh jadi itu sebabnya kau tidak punya pacar. Itu benar, kau cantik tapi selalu saja marah-marah dan mengayunkan kepalan tanganmu. Barusan aku mengatakan kau cantik dan kau tidak menyangkalnya. Kau agak narsis.

Kyung Hee: Lalu mau apa lagi? Aku sudah terlahir seperti ini.

Jin Woo: Det. Kang! Narsis itu lebih parah dari depresi.

Kali ini dr. Han yang kalah telak karena sikap detektif Kang yang sangat cool, hahaha.

Hari dimana dr. Han dan Detektig Kang akhirnya berkencan untuk pertama kalinya. Dr. Han membawakan bunga untuk detektif Kang, sementara detektif Kang  memakai high heels dan pakaian cantik.

Jin Woo: Sekarang, kau terlihat seperti wanita.

Kyung Hee: Sekarang kau terlihat seperti pria.

Jin Woo: Memangnya aku tak pernah tampak seperti pria? Ayo.

Mereka pun berjalan bersama,

Jin Woo: Kau tidak kedinginan? Kenapa memakai baju sependek itu.

Bukannya menjawab, Kyung Hee malah memukul lengan Jin Woo hingga dia terdorong menjauh darinya. Dr. Han kaget dan bertanya, “Kenapa tanganmu yang selalu menjawabnya?”
Detektif Kang hanya malu-malu kucing dan melihat hal itu dr. jadi gemas dan akhirnya memegang tangan kekasih barunya itu. cie.. cie.. akhirnya jadian juga, hahaha…

***


Setelah menonton season 1, aku jadi ketagihan sama drama ini dan dalam waktu kurang lebih dua minggu aku berhasil menamatkan season 1-3 drama ini, mungkin karena aku memang cocok dengan cerita crime investigasi yang berhubungan dengan kedokteran seperti ini. Awalnya berasa Nonton Sign, lama merasa drama ini lebih OK dari Sign.

Ryu Duk Hwan adalah salah satu pengikat terkuatku menonton drama ini, aktingnya super keren. Sejak suka dia pas jadi King Gong Min, aku tahu aura berakting aktor satu ini memang berbeda. Setelah nonton God’s Quiz aku bahkan ketagihan nonton film-film lama nya, dan perkembangan akting Ryu Duk Hwan sangat luar biasa. Mungkin dia tidak sepopuler aktor Korea seusianya, tapi dia selalu memerankan karakter yang diperannya dengan apik.

Karakter Han Jin Woo pada Ryu Duk Hwan pun sangat melekat kuat, dan aku tidak bisa membayangkan apakah jika aktor lain yang memerankannya efeknya juga akan sebesar ini padaku. Han Jin Woo sangat mempesona karena Ryu Duk Hwan yang memainkanya. Setiap Season, Han Jin Woo memiliki style yang berbeda-beda. Di season 1, aku merasa dia terlihat seperti Detektive Conan, mungkin juga karena perkataannya tentang Conan di episode 1, tapi seriusan deh, tingkah pola dan gayanya emang mirip sama Conan, bahkan temanku ada yang menyebut Han Jin Woo sebegai Conan Korea, hehehe

Yoon Joo Hee sebagai detektif Kang pun sangat menakjubkan, dia mungkin bukan tokoh lead female favorite, tapi dia memerankan karakter detektif Kang dengan sangat baik. Seorang detektif polisi wanita yang menjunjung tinggi kebenaran, tidak tertarik pada cinta karena tidak mengerti hal itu. Instingnya kuat, meski kadang sedikit emosional, tapi dia selalu tahu apa yang harus dicari nya. Pertemuannya dengan Han Jin Woo membuat Kang Kyung Hee sedikit lebih membuka dirinya dan juga berusaha membuka diri Han Jin Woo padanya.

Sebelumnya Yoon Joo Hee seringkali memerankan beberapa peran kecil di berbagai tv Nasional, beberapa dramanya sudah aku tonton, tapi aku sama sekali tidak ingat padanya. Dan ternyata dia adalah aktri yang memerankan karakter Jaksa cantik di family drama Three Brother. Jaksa yang akan di jodohkan dengan Kim Yi Sang oleh ibunya? Wow… aku bahkan sama sekali tidak ingat wajah jaksa itu, benarkan itu Yoon Joo Hee. Dan yang membuatku salut, aku merasa dia itu cocok-cocok aja di sandingkan dengan aktor dari berbagai usia, katanya dia sempat juga jadi istrinya Ji Jin Hee di The Great Seer, dan ternyata dia yang menjadi ibu Yoon Soo Hee di SNS Drama Love In Memory Father’s Note.

Choi Jung Woo, alias Ma Sang Tae di Prosecutor Princess berperan sebagai Jang Kyu Tae, Profesor Departemen Penyakit Langka  yang sudah dianggap sebagai Ayah oleh Han Jin Woo, banyak yang dia diskusikan dengan gurunya itu. Tipe orang tua yang bijaksana dan memahami permasalahan dari berbagai sudut pandang. Dia sangat menyangi dr. Han seperti anaknya sendiri dan sangat mengkhawatirkan kesehatannya.

Park Joon Myung pemeran karakter Ketua Tim Forensik Universitas Hanguk yang awalnya tidak suka pada dr. Han karena ketengilannya, namun dialah yang dapat mengimbangi pengetahuan Han Jin Woo di tim, melengkapi beberapa penjelasannya. Dia sering mengomeli dr. Han dan lama-lama malah terlihat seperti Ibu bagi dr. Han^^

Na Yoon pemeran karakter Kim Sung Do, soulmate nya dr. Han. Mereka sama-sama kocak dan somplak, selain sebagai dokter forensik ternyata dia juga memiliki keahlian hacker yang cukup hebat dan ini sangat membantu dr. Han dalam mengatasi beberapa masalahnya, khususnya saat mencari tahu tentang Thanatos.

Park Da An pemeran karakter Go Yoon Jung. Peneliti cantik di tim forensik, dia orang yang pertama kali mencurigai penyakit dr. Han dan menyaksikan berhentinya detak jantung dr. Han karena alergi kiwi. Dia banyak membanyu dr. Han dalam menyelesaikan masalah, dan menjadi pemegang rahasia dr. Han yang dapat dipercaya, hingga akhirnya dia sangat cemas pada kondisi kesehatan dr. Han dan mempertanyakan tentang penyakitnya pada Prof. Jang.

The Best of The best vilain di season 1 ini, tentu saja Jung Ha Yoon, Arrgghh,, jahat banget dia bunuh 3 orang seenak udelnya gitu, dia juga yang menyebabkan kecelakaan orang tuanya lho. Tapi emang sih salah Ayahnya juga, walhasil anaknya jadi monster yang menyeramkan seperti itu. Pemeran Jung Ha Yoon itu ternyata yang jadi In Hoo di Capital Scandal, pantesan selama nonton perasaan pernah liat dimanaaa gitu, taunya dia yang jadi In Hoo (Ups artinya dia pernah maen sama Park Ha Sun donk yah, hihihi)

Selain para pemain dan kasus-kasusnya yang menarik di drama ini juga adalah Semangat kekeluargaan yang terasa sangat kuat. Penulis drama ini adalah penulis drama Good Doctor, ternyata dia memang selalu mengusung semangat kekeluargaan di tempat kerja yang membuat para pemainnya seperti keluarga. Tapi cara dia menulis God's Quiz dan Good Doctor bener-bener beda, dan jujur saja aku lebih suka alur God's Quiz yang cepat dan tidak bertele-tele^^.

Apakah akhirnya aku bisa move on dari Nine karena God's Quiz? Hmmm,,, ntahlah, yag jelas God's Quiz buat aku adalah yang super keren, tapi Nine tidak tergantikan juga sih, lagi pula kedua drama ini tidak bisa diperbandingkan karena format dramanya berbeda sih, hehehehe.

*review by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
21 Komentar untuk "[Review] God's Quiz Season 1"

Raja Gong Min iniii ganteeeeeeng bangaattt.. mini banget tapiiiii ><

akhhh jadi pengen nonton....

ditunggu review season 2 n 3 nya y..... :D

1 thn lalu dah beli dvd bajaknny.. nonton ep. 1....kok ga sreg ya...setelah baca recap irfa... jd semangat pengen cepet2 nonton GQ 1....
ubek2 box dvd dulu ah....
Thanks irfa recapny,,, di tunggu ya S 2, 3 ny.......

Aaawww mba irfa,,, ur awesome daebakkk bingitzz....
Ad romancenya donk,,,,
Wlpun sdkit tp aslii bt aNNa ska ma krktr dr Han.. n matanya sipit2 gmna githu???? Wkwkwkwkwk
Semangat tuk season 2-nya ya mbak..
:)

wahh kasus2nya keren bgt jd pngen nonton,
aplg wktu Dr.Han nyebut nama Conan jd tambah penasaran sm dramanya kan aku pnggemar conan #salahfokus
kira2 ada yg buat sinopsisnya gak ya? bantu nyari dong mba,

Wah di season 1 detektif kang rambut nya panjang ya jadi keliatan lebih cantik. Kl dr.han style rambutnya kerenan di season 4 nih :-)

walo mini,,,, doi tetep kece dan aktingnya jempol pisan, hihihi.. aku curiga Ryu Duk Hwan ini penderita sydrome hyghlander, soalnya tingginya gak nambar dari sejak usia remaja, hahaha...

ayo nonton aja tia,,, kalo suka drama investigasi gak akan nyesel kok, banyak scene lucunya juga di drama ini, tapi tetap bermakna^^

Ayooo di tonton best... keren lho dramanya, background story nya keren penyelesaian kasusnya juga ciamik, dan eeerrr,, itu Han Jin Woo jenius banget bikin greget, hihihi

karekter dr. Han emang seru Ann, belum pernah nemu karakter LM yang senyebelin dan sekaligus ngangenin kayak dr. Han.. somplaknya gak ketulungan,,, sebenernya childish banget, tapi sih emang keren dia,, hahaha

tunggu yang sabar ya say,, gak janji kapan bisa nulis review season 2 nya, apalagi season 3, hehehe

Yups,, kasusnya emang bagus-bagus dan pembahasannya detail walo hanya dalam satu episode, di season 1, dr. Han memang terlihat seperti Conan banget deh, pembawaannya yang lincah dan cara dia berpakaian beneran jd ingin Conan, hehehe

selama ini aku cari yang bikin recapsnya gak pernah nemu say klo blog english yang review drama ini lumayan banyak, coba dirimu cari sendiri, siapa tahu nemu^^

season 2 dan 3 juga rambut detektif Kang masih panjang kok, kalo dr. Han rubah-rubah style rambutnya, tapi tetep aja kece dan menawan, hihihi...

rambut Kyung Hee di season 4 dibuat pendek mungkin untuk mengubah image nya juga, sepertinya Kyung Hee agak berubah setelah kembali dari luar negeri

Bner2 mb irfa ni bikin Q penasaran. Kayak NINE jg gegara baca diblog mb irf. اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ selesai donlot, cm mau nntonnya yg blm Άϑά waktu,,,,, @PiChan

mb tau link utk subtitle drama ini dri season 1-3??

Mba irfa punya subtitle bahasa indonesianya ga??? Aku nyari kemana mana ga ketemu -_-

Da yg tahu ga? Judul soundtrackny god's quiz season 1 yg episode lost city of idol?

Mba bikin sinopsisnya dong season 1-3 ga nemu2 nih.. dvdnya jg susah banget nyarinya..

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang. - Hapus


Dimulai dr nonton season 4 nya, trs krn suka genre nya, karakternya, akhirnya nerusin liat season sblmx, tp lgsg season 2 n 3, season 1 nya ngga liat. Trs penasaran awal mula hubungan JHY sama dr.Han. eh nemu dr blog ini..ternyata kyk gt toh hubungan mreka sblmx.
slain antara 2 org itu, tertarik jg sama Psgn dr han n det.kang. hbsx kayaknya jarang gt di drama karakter cowoknya agak kecil,biasax dipake kn yg tinggi2 gt,. Tp kecil2 gt, dr.han nya jenius n charming kok.hhehe. dan hubungannya juga lucu gt Liatnya
Ah iya, dr han ternyata aslix msh muda bgt juga ya msh 27. Aku kira sdh lbh dr itu, 30an gt.
di season 4 rambutnya jg rapihan dgn dibuat lurus gt aja, kan sblm2nya di styling gmn2.
Peran detektif ceweknya mnurutq bagus dibandingkan drama ocn yg satu ini (chaeyong), det kang meskipun perawakannya kurus tp terlihat tangguh gt,dy juga tinggi jd slama penyelidikan dy biasax pke sepatu yg flat dan nyaman. Oot sih. Hbs yg di drama 1 nya itu det ceweknya ribwt bgt pke boots hak tinggi saking kecilnya krn lawan mainnya oh jiho yg tinggi bgt,sdh gt kykx lemah gmn gt..hing.. mian oot. And also thanks info gods quiz season 1 nya

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top