Let's Eat Episode 15 part 1


 
Dae Young meminta Soo Kyung menyingkirkan tangannya agar mau di foto. Soo Kyung tidak mau, Dae Young memaksa dan berkata, “Kau bahkan sudah direkam saat sedang mendengkur, mengapa malu untuk hal seperti ini?”

Soo Kyung kesal mendengarnya, apakah Dae Young belum menghapusnya? Tentu saja Dae Young tidak akan menghapusnya, mengapa dia harus menghapus video selucu itu? Dae Young tetap memaksa Soo Kyung menyingkirka tangannya. Tidak Mau! Soo Kyung tetap menolak.

Baiklah,,, sebenarnya Dae Young tidak ingin melakukan hal itu, dia tidak ingin memaksa, tapi… Dae Young berusaha menyingkirkan tangan Soo Kyung dengan sebelah tangannya yang tidak terluka. Soo Kyung tetap berusaha bertahan, namun gagal.

Soo Kyung kesal dan bertanya mengapa Dae Young ingin memotret bibir orang lain? Dae Young tidak menjawabnya, karena dia malah mencium Soo Kyung.

Soo Kyung menjadi galau setelah ciuman itu, dia bertanya pada Barassi, “Barassi… Kenapa dia menciumku? Pasti karena dia tertarik padaku kan?” Soo Kyung menjadi senang dengan pikiran seperti itu. Tentu saja, apalagi saat Dae Young berpikir Soo Kyung diculik, Dae Young pergi menyelamatkan Soo Kyung hingga tangannya terluka. Sudah jelas, pasti Dae Young juga tertarik padanya.

Barassi keluar dari kandangnya dan berlari ke tempat yang sedikit jauh, dia melakukan beberapa gerakan kemudian menggonggong kencang beberapa kali. Soo Kyung bertanya, “Barassi, apa kau pikir bukan begitu?” Barassi menggonggong lagi.

Aishh,, Soo Kyung menjadi kesal, karena dia suka mengerjai orang lain, apakah Barassi berpikir itu semua juga hanya lelucon?

Di kamarnya, Dae Young sedang berbaring sambil memegang bibirnya. Dia teringat ciumannya dengan Soo Kyung. Sepertinya Dae Young sangat bahagia karena hal itu.

Dae Young kemudian menatap dinding apartemen yang menghubungkan apartemennya dengan apartemen Soo Kyung, dia lalu tersenyum bahagia sambil memikirkan Soo Kyung^^

Sementara itu, Jin Yi merasa hancur setelah melihat Soo Kyung dan Dae Young berciuman. Dia merusakan baju Barassi yang ada foto Barassi dan Soo Kyung yang di pesannya. Dia menggunting baju itu hingga tak berbentuk lagi sambil menangis meluapkan kemarahan dan rasa kecewanya.

Episode 15: Kehilanganmu

Soo Kyung semakin menggalau karena Dae Young sama sekali tidak menghubunginya setelah ciuman itu.  Sambil menatap ponselnya Soo Kyung mulai mengomel, “Dia bahkan tidak mabuk,  Dia melakukannya dengan sadar dan tidak mungkin tidak mengingatnya Ah! Tapi kenapa dia tidak berkata apa-apa? Aish!”

Terdengar bunyi bel, Soo Kyung penasaran siapa yang datang. Saat melihat Dae Young yang datang,

Soo Kyung pergi berdandan cantik dulu. Mengganti baju, memakai lipstick bahkan mengenakan bando di rambutnya

Soo Kyung membuka kan pintu dengan penuh senyuman. Dae Young malah kaget melihat Soo Kyung yang begitu rapi. Apakah Soo Kyung mau pergi? Soo Kyung gugup dan berkata dia ada janji. Dengan siapa? Soo Kyung bingung dan segera mengalihkan pembicaraan.

Soo Kyung bertanya ada apa Dae Young mencarinya? Dae Young menyodorkan sesuatu, sebuah wadah plastic. Apa itu? Memangnya apa menurut Soo Kyung? Itu adalah wadah tempat Soo Kyung memberikannya Sop Iga tadi pagi. Dae Young mengucapkan terima kasih.

Soo Kyung tampak kecewa. Ini saja? Dae Young salah menduga, “Ah… apa karena aku mengembalikannya dalam keadaan kosong? Baiklah, aku akan mentraktirmu lain kali” Soo Kyung pura-pura baik-baik saja dan akhirnya menutup pintu apartemennya.

Soo Kyung sebenarnya sangat kesal. Dia melepas  bando di rambutnya, “Aish! Sudah seusia ini... Bukan seperti kami tidur bersama. Hanya satu ciuman...! Dan rasanya tidak nyaman aku bertanya lebih dulu. Aghh! Oh! Menjengkelkan!” Soo Kyung bahkan menghapus lipstick yang dia gunakan sebelum pergi menemui Dae Young.

Di luar Dae Young pun merasa sudah bertindak bodoh, kenapa dia malah diam saja. Apakah dia harus kembali memanggil Soo Kyung? Tidak. Soo Kyung bilang dia ada janji. Akh… apakah So Kyunga kan kencan dengan pengara Kim? Giliran Dae Young yang menjadi kesal. “Dia menciumku, dan berkencan dengan Pengacara Kim?”

Pagi nya, Soo Kyung menguap saat berada di halte bis, sepertinya semalam dia tidak bisa tidur. Dae Young datang dan menyapanya, Apakah Soo Kyung akan berangkat kerja? Soo Kyung panic dan bertanya apa yang Dae Young lakukan? Dimana mobilnya? Dae Young berkata dia akan menemui klien dank arena tangannya terluka dia tidak bisa mengemudi untuk sementara waktu. Ah.. benar juga.

Dae Young mencoba berbicara pada Soo Kyung tentang apa yang terjadi semalam, maksudnya ciuman mereka, “Begini… Mungkin… nanti, malam…”

Bis Soo Kyung datang, dengan sigap Soo Kyung berkata bisnya datang dan dia harus segera pergi. Dengan terburu Soo Kyung pun segera naik ke dalam bus meninggalkan Dae Young yang belum sempat menyampaikan maksudnya.

Dae Young menjadi kesal, “Kurasa dia ingin melupakan kejadian semalam. Aish!”

Apa sebenarnya alasan Soo Kyung begitu tergesa? Di dalam bis, dia langsung merasa risih, “Ah, kenapa saat aku sedang menguap?!” Soo Kyung langsung memperhatikan wajahnya di cermin. Semalam Soo Kyung tidak bisa tidur sama sekali, lingkar matanya terlihat dengan jelas. Akh… ternyata Soo Kyung tidak PD karena Dae Young melihatnya dalam keadaan seperti itu.

Soo Kyung juga menjadi kesal karena Dae Young malah bersikap seolah tidak terjadi apa-apa setelah menciumnya.

Di kantor, Soo Kyung pun tampak murung dan menghilangkan stressnya dengan makan coklat. Manager Choi yang sedang membersihkan ruangan merasa heran. Dia mendekati Soo Kyung dan bertanya apakah ada yang terjadi? Mungkinkah terjadi sesuatu antara Soo Kyung dan Pengacara Kim?  Soo Kyung jadi bingung, apa maksudnya? Memangnya apa yang mungkin perjadi pada Kim Hak Moon?

“Hey, mungkin... antara kau dan Pengacara Kim sudah berakhir, benar begitu? Pengacara Oh bilang begitu.” Manager Choi akhirnya mempertanyakan hal yang selama ini mengganggu pikirannya itu.
Soo Kyung menjawab dengan tegas, “Ya. Kami tidak dalam hubungan seperti itu, jadi mulai sekarang berhenti membaca pikiranku”

Akh,, Manager merasa lega mendengarnya, selama ini dia merasa tidak nyaman karena harus memperlakukan Soo Kyung dengan begitu baik. Manager Choi pun langsung melemparkan lap yang sejak tadi dia gunakan untuk membersihkan ruangan ke hadapan Soo Kyung, “Aku sudah selesai membersihkan sebelah sini, jadi... Sekretaris Lee, tolong bersihkan sisi satunya”

Soo Kyung langsung melongo, sikap Manager Choi langsung berubah 180 derajat padanya, hahaha.

Manager Choi bersantai di sofa dan sangat menyayangkan ternyata antara Soo Kyung dan Kim Hak Moon tidak ada hubungan apa-apa, “Kenapa kau menendang keberuntungan yang menghampirimu? Huh? Lihat sekelilingmu. Apa ada orang lain yang akan mengajakmu berkencan?”

Soo Kyung menjadi kesal, “Manager! Tidakkah sikapmu padaku mendadak berubah 180 derajat?”

Manager Choi meminta Soo Kyung untuk mengerti, apakah dia akan memuji Soo Kyung jika keadaanya tidak separah itu. Soo Kyung harus mengerti perasaan mereka (Manager Choi dan Kyung Mi maksudnya)

Pengacara Oh datang, dan disususl oleh Kim Hak Moon tak lama kemudian yang datang dengan membawakan banyak makanan ke  meja Soo Kyung. Malah pengacara Oh yang kegirangan karena berpikir Kim Hak Moon membawakan makanan itu untuknya, bagaimana bisa kIm Hak Moon tahu jika Pengacara Oh suka sancwich?

Saat Pengacara Oh akan mengambil salah satunya, Kim Hak Moon mencegahnya, “Ini untuk Soo Kyung”  Kim Hak Moon meminta Soo Kyung untuk memilihnya, walaupun dia tahu Soo Kyung suka sandwich tetapi dia tidak tahu rasa apa yang disukainya, jadi dia membeli satu unuk setiap rasa.

Pengacara Oh tampak kecewa, dan akhirnya Kim Hak Moon mengklarifikasi masalah ini, “Semuanya! Kalian sudah tahu hanya dari melihatnya, aku menyukai Lee Soo Kyung” Pengacara Oh dan Manager Choi kaget, sementara Soo Kyung merasa tidak enak, dia pun mengajak Kim Hak Moon berbicara di ruangannya.

Pengacara Oh masih tak habis pikir apa yang sebenarnya terjadi? Rasanya Pengacara Oh mengalami serangan jantung saja saking kagetnya. Manager Choi Khawatir, apakah Pengacara Oh baik-baik saja?

Di dalam ruangan Kim Hak Moon, Soo Kung menyatakan dengan tegas, dia sudah memastikan perasaannya dan dia tidak mengatakannya dengan sembarangan. Soo Kyung sudah lama memikirkan hal itu. Kim Hak Moon juga, dia sudah lama memikirkannya.

“Karena kau tidak menyukaiku, apakah aku harus menyerah... Namun, aku masih belum bisa menghapus perasaanku padamu. Jika perasaanku selama 10 tahun bisa dihapus hanya dalam 1 hari, maka itu hanyalah kebohongan”

Soo Kyung jadi tidak enak hati saat mendnegar kata-kata Kim Hak Moon yang malah meminta maaf juga jika Soo Kyung merasa terbebani. Kim Hak Moon tidak meminta Soo Kyung menerima perasaannya begitu saja, hanya saja, Kim Hak Moon tidak ingin menyesal mengakhirinya seperti itu.

“Meski aku mengakhirinya, aku tidak ingin menyesal nantinya, Aku ingin mencoba yang terbaik yang aku bisa” Apakah Soo Kyung benar-benar harus membiarkan Kim Hak Moon tetap menyukainya?

Jin Yi masih syok dengan apa yang dia liaht semalam, Dae Young melihat Jin Yi yang murungdengan mata yang membengkak, Dae Young  menyapanya dan bertanya mengapa mata Jin Yi bengkak? Apa Jin Yi tidur setelah makan ramen? apakah Jin Yi merasa kurang sehat? Dae Young memeriksa dahi Jin Yi, apakah Jin Yi demam? Hidup sendirian memanglah seperti itu.

Jin Yi kemudian berkata bahwa hanya Dae Young lah yang khawatir padanya, Dae Young bingung namun kemudian Jin Yi mengajaknya minum teh, ada yang ingin diberikan Jin Yi pada Dae Young.

Jin Yi mengajak Dae Young minum teh sambil makan brownies, Dae Young sangat menyukainya, setelah menghabiskannya Dae Young langsung mengabil foto piring kosongnya dan berkata, “Pasti Suka” Jin Yi langsung waspada, Apakah Dae Young ingin menunjukkannnya pada seseorang?

Dae Young ngeles dan berkata dia hanya ingin memperbaharui blognya. “Saat kau banyak pikiran, lebih baik melakukan hal-hal sepele” Jin Yi semakin curiga, banyak pikiran apa? Dae Young sepertinya tidak ingin membahasnya dan bertanya apa yang ingin Jin Yi berikan padanya?

Jin Yi mengeluarkan penyangga lengan buatannya. Dae Young merasa tidak enak dan langsung memakainya dengan bantuan Jin Yi. Dae Young mengucapkan terimakasih untuk jaket dan penyangga tangan buatan Jin Yi. Dae Young memuji penyangga tangan buatan Jin Yi, tapi sedang memakai penyangga tangan itu tulisan pada perban di tangannya yang cedera jadi tidak terbaca.

“Tulisan ini harus jelas. Soo Kyung Nuna menulisnya untukku” Dae Young mencoba menyesuaikan letak penyangga tangan itu agar tulisan Soo Kyung tetap terbaca. Jin Yi merasa sebal, “Karena tulisan Soo Kyung Eonni, maksudmu kau tidak mau menggunakannya?”

Siapa bilang? Dae Young hanya bilang dia akan membuat tulisannya terlihat. Karena itu berfungis sebagai kartu namanya.

Jin Yi tidak ingin memperpanjang masalah dan berkata, “Karena aku membuatkanmu penyangga lengan, aku juga meminta hadiah” Dae Young setuju, memangnya Jin Yi mau apa?

Jin Yi mendekati Dae Young dan berkata, “Ini” kemudian Jin Yi mencuri ciuman dari Dae Young tanpa pemberitahuan apapun.

Dae Young kaget dan langsung mendorong Jin Yi. Dae Young terlihat marah, “Hey! Apa yang kau lakukan? Yoon Jin Yi. Kau lupa yang pernah kukatakan? Kenapa kau seperti ini? Jika kau melakukannya lagi, aku tidak mau bertemu denganmu lagi”

Jin Yi langsung merasa menyesal karena sudah membuat Dae Young marah, dan berkata dia mengerti, kemudian meminta maaf.

Pengcara Oh berdiri di tepi jendela dekat meja Soo Kyung. Dia menatap jauh keluar. Manager Choi penasaran dan bertanya, apakah di luar ada sesuatu? Pengacara Oh berkata, “Burung bulbul yang terbang tinggi. Jantan dan betina saling mencintai.” Manager Choi mencari burung yang dimaksud Pengacara Oh, memangnya ada burung bulbul yah?

Pengacara Oh tidak menanggapi dan berkata, “ Semua di dunia ini... percuma, menurutku” Manager Choi semakin bingung mengapa Pengacara Oh tiba-tiba berkata seperti itu. Pengacara Oh melanjutkan filsifatnya, “Lagipula, semua kembali ke tanah. Saat aku kembali, aku akan kembali sendirian”

Pengacara Oh berbalik dan bertanya pada Soo Kyung, “Sekretaris Lee, jika kau masih punya coklat, tolong beri aku satu” Soo Kyung merasa heran, namun dia memberikan sebungkus coklatnya.

Pengacara Oh langsung membukanya dan memakannya, “Ya! Rasa ini. Meski aku memakannya untuk pertama kali setelah sekian tahun, namun rasanya tetap sama!”

Manager Choi merasa heran biasanya Pengacara Oh tidak suka yang manis-manis. Dengan riang Pengacara Oh berkata dia akan berhenti melakukan hal-hal seperti diet. Apa arti hidup ini? Pengacara Oh akan hidup dan makan makanan yang dia inginkan.

 Pengacara Oh berjalan kembali ke ruangannya, tapi dia berbalik dan berkata pada Manager Choi untuk membelikan camilan yang sangat manis dan lezat, karena dia akan memeriksa kasus untuk siding besok.

Manager Choi mengiyakan walau terlihat masih bingung denga perubahan sikap pengacara Oh yang tiba-tiba.

Setelah Pengaraca Oh masuk ke ruangannya, Manager Choi mengeluh, “Ah... Jika aku membelinya, apa dia akan mengomeliku bahwa dia harus diet?” Dengan berat hati Manager Choi mengambil mantelnya dan pergi untuk membeli camilan.

Soo Kyung melihat-lihat blog Mr. Shiksha. Dia kesal melihat Dae Young yang baru saja memperbaharui blognya setelah makan brownies. “Apa ini? Ah! Aku bahkan tidak bisa konsentrasi bekerja, dia pergi ke restoran terkenal dan memperbaharui blognya?” Apakah yang kemarin itu tidak ada artinya bagi Dae Young? Heu… Soo Kyung sangat kesal karena hal tersebut.

Di dalam apartemen  Jin Yi, Kwang Suk mencari sesuatu, entah apa yang dia cari, namun ekspresi wajahnya tampak menyeramkan dan penuh amarah saat dia melihat foto Jin Yi bersama ayahnya. Mendengar seseorang membuka pintu, Kwang Suk segera bersembunyi di ruang ganti sambil memegang sebuah gunting.

Jin Yi masuk kedalam apartemennya sambil menerima telepon Kim Hak Moon yang memberinya kabar bahwa tanggal sidang Ayahnya sudah di tetapkan. Jin Yi merasa sangat senang dan berkata dia akan segera kesana. Mendengar kabar itu, Kwang Suk sama sekali tidak senang.

Jin Yi menatap dirinya di cermin dan berkata, “Apa aku terlalu terlihat seperti anak kecil? Aku tidak boleh terlihat lebih jelek dari Soo Kyung Eonni”

Ah! Apakah sebaiknya dia berganti pakaian? Jin Yi menuju ruang ganti pakaian tempat Kwang Suk bersembuyi, apa yang akan terjadi pada Jin Yi jika dia masuk dan menemukan Kwang Suk yang bersembunyi disana sambil memegang senjata. Kwang Suk sudah bersiaga, dia siap menyerang Jin Yi jika gadis itu sampai masuk.

Jin Yi sudah memegang gagang pintu ruang gantinya, namun untungnya ponsel Jin Yi berbunyi, ibunya menelpon. Jin Yi pun kemudian lupa bahwa dia berniat ganti baju. “Oh, Omma,  aku dapat telepon dari pengacara kasus Appa. Dia bilang ada berita baik dan kami harus bertemu”

Jin Yi pun keluar dari apartemennya untuk menemui Kim Hak Moon di kantornya. Kwang Suk keluar dari persembunyiannya dan tampak semakin marah, “Apa? Berita baik?”

Kim Hak Moon memberi tahu Jin Yi jika Ayahnya bisa mendapatkan masa percobaan. Jin Yi sangat senang mendengarnya. Apakah artinya dia akan di bebaskan? Kurang lebih seperti itu. Jin Yi sangat berterimakasih pada Kim Hak Moon, semua ini berkat kerja kerasnya. Kim Hak Moon merasa tidak enak dan berkata, jika dia hanya melakukan apa yang seharusnya di lakukan seorang pengacara.

Tetap saja.. bahkan Kim Hak Moon tidak mau menerima bayaran dari Jin Yi. Meskipun Jin Yi tahu jika Kim Hak Moon melakukan itu semua demi Soo Kyung Eonnie. Akh,,, Kim Hak Moon rasanya tertangkap basah, jadi Jin Yi tahu?

 Jin Yi kemudian bertanya, “Akhir-akhir ini, kau dan Soo Kyung Unni baik-baik saja kan?” Kim Hak Moon jadi bingung apa maksudnya. Jin Yi berusaha mencari alasan yang tepat atas pertanyaannya, dia kemudian berkata, akhir-akhir ini Kim Hak Moon tidak terlihat menjemput Soo Kyung saat berangkat kerja.

“Sebenarnya, aku berpikir akan menjemputnya mulai besok. Aku akan melakukan yang terbaik untuk Soo Kyung” Kim Hak Moon sangat bersemangat.

Jin Yi ikut senang dan memuji Kim Hak Moon, “Best Best Man! Aku sepenuhnya mendukung mu Pengacara Kim. Aku sunggu berharap semua akan berjalan lancar antara kau dan Soo Kyung Eonnie”

Kim Hak Moon jadi semakin percaya diri, karena dukungan Jin Yi yang merasa senang jika pria setampan dan sehebat Kim Hak Moon menjadi kekasih Soo Kyung. Mereka pasti akan sangat cocok.

Kim Hak Moon langsung memegang tangan Jin Yi karena merasa mendapatkan dukungan penuh, “Mulai sekarang, percaya padaku. Aku akan terus memujimu di depan Soo Kyung Eonnie” Kim Hak Moon sangat berterima kasih, dia merasa yakin dengan perjuangannya karena Jin Yi berada di pihaknya.

Soo Kyung masuk membawakan teh saat Kim Hak Moon masih memegang tangan Jin Yi. Kim Hak Moon langsung melepaskannya dan berusaha menjelaskan pada Soo Kyung ,

“Sekretaris Lee, ini... bukan apa-apa Hanya... antara pengacara dan klien. Kami berpegangan tangan sebagai tanda pemahaman yang sama. Sungguh! Kami tidak pernah berpegangan tangan untuk alasan lain”

Soo Kyung bahkan tidak terlihat ambil pusing dan menyajikan minuman begitu saja. Tapi Kim Hak Moon malah panic sendirian.

“Kau tidak salah paham kan? Aku bilang aku menyukaimu, tiba-tiba memegang tangan wanita lain. Kau tidak menganggapku pria semacam itu kan?”

Jin Yi kemudian angkat bicara, “Apa mungkin Soo Kyung Eonnie salah paham hanya karena berpegangan tangan? Bukan seperti kita berciuman” Jin Yi mengatakan itu sambil menatap tajam kea rah Soo Kyung, dan Soo Kyung merasa tidak enak mendengarnya. Apakah… Jin Yi melihatnya semalam?

Jin Yi mengajak Soo Kyung untuk makan siang bersama. Kim Hak Moon yang malah bersemangat dan mengajak mereka untuk makan siang bersama dengan manager Choi juga Pengacara Oh.

Sesampainya di restoran Pengacara Oh yang paling bersemangat memesan makanan, “Carbonara, dan seafood cream gratin grilled mushroom chopped steak dan Bacon basil lasagna”  Itu semua pesanan Pengacara Oh? Apa dia akan memakan semuanya sendirian?

Kenapa? Ini tidak ada artinya bagi Pengacara Oh, dia sudah bilang dia akan berhenti diet. Tetap saja… meskipun dia tidak sedang berdiet bukan kah itu berlebihan? Pengacara Oh terbiasa makan seperti itu. Selama ini dia hanya menahannya saja.

“Dulu, beratku lebih dari 100 kg. Setelah berkurang, semua bilang aku lebih cantik, jadi kupikir itu benar. Tapi melihat semua pria tidak menyukaiku, kurasa itu semua bohong”


Setelah itu Pengacara Oh tertawa dengan keras dan tak henti-hentinya. Manager Choi jadi bingung dengan sikap pengacara Oh, tadi dia berbicara tentang burung bulbul, tapi sekarang dia tertawa seperti itu, menakutkan sekali.

Makanan pesanan semua orang akhirnya tiba. Semuanya tampak enak. Pengacara Oh yang paling tidak sabar untuk mencicipi makananya.

Semua orang mulai makan, Jin Yi menikmati salad yang dipesannya dan Manager Choi menawarinya makanan miliknya, Jin Yi mencobanya dan mengatakan itu enak.

Kim Hak Moon berkata agar Soo Kyung menikmati makanannya, Soo Kyung pun jadi segan dan berkata agar Kim Hak Moon pun makan yang banyak

Sementara Pengacara Oh memakan semua pesananya dengan sangat gembira, dia bahkan mencicipi apa yang dimakan Soo Kyung karena sepertinya terlihat enak.

Melihat cara makan Pengacara Oh, Manager Choi dan Kim Hak Moon tampak kaget. Manager Choi saja khawatir melihatnya, dia berkata pada pengacara Oh agar makan pelan-pelan.

Di sela acara makan, Soo Kyung merasakan tatapan penuh genderang perang dari Jin Yi. Dia merasa semakin tidak enak. Ada apa sebenarnya dengan Jin Yi?

Saat akan mengambil minum, dengan sigap Kim Hak Moon mengisikan gelas kosong Soo Kyung. Jin Yi yang melihat hal tersebut langsung mendapat ide untuk mendekatkan mereka. “Pengacara Kim dan Soo Kyung Unni, kurasa mereka cocok sekali. Bukan begitu, Manager?”

Manager Choi awalnya kebingungan tapi akhirnya mengiyakan juga, dia bahkan mengataka jika Kim Hak Moon tidak bisa mengalahkan tokoh di dalam sebuah drama, “Do hal be, Do hal be, Do hal be (Kakek Do) yang menunggu cinta selama 400 tahun. Pengacara Kim pun tidak bisa dibandingkan dengan itu” Jin Yi membenarkan,  memendam cinta pada Soo Kyung selama 10 tahun, itu bukanlah hal yang mudah. Mendengar semua itu Soo Kyung menjadi semakin tidak enak, mengapa semua orang ingin menjodohkan dia dengan Kim Hak Moon?

Jin Yi berkata, “Wanita yang mengabaikan pria seperti itu dan mencari pria lain, tidak punya mata yang tajam” Lagi-lagi Jin Yi melayangkan tatapan tajam pada Soo Kyung dan membuat Soo Kyung sedikit merinding, ada apa dengan anak ini sebenarnya? Sedangkan Kim Hak Moon malah terlihat puas dengan sikap Jin Yi yang mendukungnya bersama Soo Kyung.

Jin Yi kemudian meminta ijin pada Kim Hak Moon untuk mengajak Soo Kyng minum teh bersama sebelum Soo Kyung kembali ke kantor. Kim Hak Moon mengijinkan dengan senang hati dan mengajak mereka semua pergi dari restoran jika telah selesai makan.

Semua orang beranjak pergi kecuali Pengacara Oh, “Pengacara Oh, kau belum selesai?” Masih banyak makanan tersisa, dia akan menghabiskan dulu semuanya sebelum kembali ke kantor.

Setelah semua orang pergi, Pengacara Oh terdiam, dia terlihat sangat sedih, kemudian menangis keras. Selama ini dia menahannya dengan berpura-pura tersenyum bahagia di depan semua orang. Pengacara Oh menangis sambil makan dan berkata, “Ini enak sekali… mengapa selama ini aku berusaha untuk tidak makan” Apakah Pengacara Oh benar-benar menagisi makanan itu? Bukan karena hal yang lain?

bersambung ke part-2

***

Soo Kyung dan Dae Young Galau berdua,,, hahahaha... malah jadi saling salah paham yah mereka^^

Do Hal be? Cinta 400 tahun? Kok berasa Do Manager dari Man From The Star yah? Akh,, Lets It nih bisa aja deh~~

Apa yang aku suka dari Lets Eat dibanding drama lain, adalah karena semua unsur-unsurnya pas dan tidak berlebihan. Makanannya yang bikin ngilernya, Scene Makan-makannya juga menarik, Romance nya pas, Misterinya Pas, tegangnya Pas, dan yang paling penting, Bodorannya juga pas, scene-scene sederhana pun bisa sangat menghiburku^^

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
16 Komentar untuk "Let's Eat Episode 15 part 1"

wihh yg di tunggu2 akhirnya nongol juga ep 15 hihihi gak sia2 ngecek tiap sejam sekali...semangat terus yaa :)

akhirna kluar jg ep 15, mkcih mba n dtnggu part 2 na....

Wkwk...pake bawa bawa do min jon lagi haha...btw, bodoran itu apa ya?
Makasih mbak irfa, part 2 nya....

dah gak sabar akhirnya ep 15 keluar juga makasih ya mba.....
akhirnya benar2 bisa melupakan min joon sejenak (endingnya kurang so sweet :( , dengan tingkahnya dayoung sama so kyung haha...knp mereka tak makan bersama atau ngobrol kayak biasanya ya....saling diam kan jadi gak enak. tapi tetep pas kirain gak ada cinta2nya ternyata epsde akhir mungkin katakan cinta hehe....

terima kasih akhirnya nongol juga episode 15 .... ditunggu ya kelanjutannya
( ina )

Gomawo irfa
Semoga jin yi tetap jd jin yi yg positif

It

baca preview episode 16 say^^

Sis, yg pas jin yi ngkiss dae young it, seingat aku dae young trkejut, trdiam, lalu dia ngdrong si jin yi. Bukan nunggu jin yi slesai nyium dia

makasih ralatnya^^ nanti kalau sempat aku ganti ya say^^

Mba irfa sorry ya aq baru nemu blognya..aq mau tanya dunk lets eat ini ceritanya bagus ngga ya ...pls info dunk ...tengkiu seblmnya

bagus klo kata aku,, agak beda dari drama-drama lain sih,,, dramanya unik dan menarik, tapi mungkin bukan jenis drama yang disukai banyak orang karena uniknya.

maaf aku pake bahasa nenek moyang, bodoran itu semacam lawakan yang membuat drama ini lucu^^

Menurutku bgs bngt lets eat itu.gak sma ama yg lainy heheh

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top