Let's Eat Episode 11 part 2


Pengacara Oh berdandan di toilet untuk menunjukkan sisi seksinya, dia mengangkat sedikit rok pendeknya, memerahkan kembali lipstiknya, menebalkan maskaranya dan membuka kancing bagian atas kemejanya. Malam ini, pengacara Oh ingin tampil All Out di depan Dae Young. Dia tidak mau kalah pada Jin Yi.


Sementara itu di ruang karoke, Jin Yi dan Dae Young sudah menyanyikan lagu Trouble Maker dan mengikuti gerakan yang ada di video klip lagu itu. Dae Young dan Jin Yi menari dengan sangat seksi, dimana Jin Yi berkali-kali melakukan gerakan menggoda di depan Dae Young begitu pun sebaliknya.  Semua orang terhibur dengan penampilan mereka berdua

Namun, datanglah Pengacara Oh yang merusak segalanya. Dia tidak rela Jin Yi terus menempel pada Dae Young. Pengacara Oh memisahkan mereka dan berkata dia akan menyanyikan bait kedua lagu itu. 

Pengacara Oh sudah bergaya untuk bernyanyi, namun saat menoleh ke samping bukan Dae Young yang di temukannya, malah muka konyol Manager Choi yang berkata akan menyanyikan bait keduanya bersama Pengacara Oh. Karuan saja Pengacara Oh tidak rela, dia meradang dan tidak mau menyanyi.

Giliran Kim Hak Moon yang menyanyi. Dia memilih sebuah lagu cinta yang tentu saja dia tujukan untuk Soo Kyung.

Bertemu denganmu…  Dan aku bisa membelai rambutmu
Bertemu denganmu…  Dan aku bisa bernafas di hadapanmu
Memelukmu

Dae Young menikmati suara Kim Hak Moon, hingga Jin Yi memanggilnya, “Oppa… Tolong ambilkan strawberry di sana” Pengacara Oh sebal melihat tingkah Jin Yi, apalagi saat Dae Young bertanya ada apa dengan tangan Jin Yi, dia bilang letak strawberry nya terlalu jauh, jadi dia meminta Dae Young mengambilkannya. 

Jin Yi menunjukkan sikap manjanya di hadapan Dae Young. Dan tanpa berkata-kata lagi Dae Young dengan baik hati mengambilkan strawberry itu untuk Jin Yi dan menyuapkannya ke mulut Jin Yi, membuat gadis itu tersenyum bahagia dan memuji Dae Young, “Oppa benar-benar yang terbaik, Best Best Man!”

Jin Yi memamerkan sikap Dae Young itu pada pengacara Oh, tapi tentu saja bukan pengacara Oh namanya jika dia mau kalah. Pengacara Oh pun memanggil Dae Young dengan sebutan Oppa.

“Oppa! Aku akan menuangkan minuman, Oppa” pengacara Oh menawarkan minuman pada Dae Young, namun panggilan Oppa dari pengacara Oh membuat Dae Young sedikit bergidik. Oppa?

Pengacara Oh mengatakan jika dia lahir di awal tahun 1986. Mulai sekarang dia akan memanggil Dae Young Oppa. Oh, Tidak perlu. Dae Young sebenarnya lahir di tahun 1987. Saat kecil dia sangat pintar jadi dia bersekolah 2 tahun lebih awal dari teman-teman seangkatannya. Sekarang tidak mungkin, tapi dulu masih mungkin. Pasti mereka tidak tahu ya?

Soo Kyung yang langsung panik, dia langsung bertanya, jadi perbedaan umur Soo Kyung dan Dae Young lebih dari 4 tahun? Benar sekali. Akh,, Jinja,, ini membuat Soo Kyung semakin stress, Gap umur 4 tahun saja sudah menjadi masalah baginya, dan sekarang ternyata lebih dari 4 tahun?

Pengacara Oh tampak tak peduli dan mengajak Dae Young untuk bersulang setelah menuangkan minuman ke gelas. Tapi Jin Yi mencegah Dae Young minum setelah mengingatkan Dae Young harus menyetir, jadi Jin Yi yang akan menggantikannya. Kesempatan bagus, Dae Young pun pergi ke toilet meninggalkan Jin Yi dan Pengacara Oh yang kembali bertatapan sinis setelah mereka bersulang.

Pengacara Oh menghabiskan minuman dalam sekali teguk, sementara Jin Yi hanya meminum sedikit saja. Pengacara Oh mencibir dimana Jin Yi belajar minum? Dia tidak menghabiskannya? Tidak ingin diremehkan Jin Yi pun langsung menegak sisa minumannya dalam sekali teguk. Tentu saja pengacara Oh tidak mau kalah, dia kembali menambah minumannya, dan Jin Yi pun tidak mau kalah, jadilah mereka adu siapa yang lebih kuat minum.

Soo Kyung menjadi khawatir melihat Jin Yi yang sepertinya mulai mabuk. Dia bahkan tidak mendengarkan Manager Choi yang menyanyi dengan mengganti beberapa lirik nya menjadi, ‘Aku cinta padamu Pengacara Kim, Maafkan aku Pengacacara Oh, Selalu Pengacara Kim’ hahahaha…

Soo Kyung meminta Jin Yi untuk berhenti minum. Jin Yi bilang dia tidak apa-apa dan menantang Pengacara Kim untuk minum lagi. Soo Kyung semakin cemas, bahkan dia juga tidak mendengarkan perbincangan Dae Young dan Kim Hak Moon.

Dae Young bertanya pada Kim Hak Moon bagaimana dengan wanita yang dia kenalkan di kencan buta? Apakah Kim Hak Moon tidak menyukainya? Bukan begitu, Dia baik, tapi,,, aku sudah menyukai orang lain, dan tentu saja mata Kim Hak Moon langsung tertuju pada Soo Kyung yang sedang mencemaskan Jin Yi saat mengatakan itu. Tapi Dae Young ataupun yang lainnya tidak ada yang melihat.

Malah Pengacara Oh yang mendengar apa yang dikatakan Kim Hak Moon. Tentu saja, dia dengan PD berpikir bahwa wanita itu adalah dirinya. Pengacara Oh langsung berseru, “Siapa kau? meski kau melambai pada bis yang sudah lewat, tidak ada gunanya”

Kim Hak Moon bingung mendengar kata-kata Pengacara Oh. Jin Yi yang seolah mengerti malah menertawakan Pengacara Oh dan menyebutnya lucu. Tapi… Jin Yi sudah mabuk berat. Setelah puas menertawakan Pengacara Oh, dia pun ambruk di atas meja. Jin Yi pingsan karena mabuk.

Semua orang kecuali pengacara Oh sangat panik. Dae Young langsung siap siaga, dan berkata dia akan membawa Jin Yi. Kim Hak Moon meminta Manager Choi untuk menaikan Jin Yi ke punggung Dae Young. Soo Kyung membawa barang-barang Jin Yi, dan akhirnya Dae Young dan Soo Kyung pamit duluan sambil membawa Jin Yi yang tidak sadarkan diri di punggung Dae Young.

Kim Hak Moon dan Manager Choi mengantar mereka ke luar ruangan karoke dengan hati cemas dan meminta mereka untuk hati-hati. Pengacara Oh keluar belakangan dan menatap sedih pada Jin Yi yang digendong Dae Young.

Setelah Kim Hak Moon dan Manager Choi kembali ke dalam ruangan, Pengacara Oh berkata, “Uh! Beraninya dia digendong di punggung Dae Young! Apa dia sengaja berpura-pura mabuk? Gadis itu...” Pengacara Oh menahan amarahnya, kemudian dia mulai hampir mena ngis dan memangil-manggil Dae Young, “Dae Young! Dae Young-a...”

Soo Kyung menatap tidak senang pada Dae Young yang menggendong Jin Yi, (cemburu juga nih kayaknya) Kemudian ponsel Dae Young berdering.

 Dae Young berhenti dan meminta Soo Kyung untuk mengambilkan ponselnya. Dae Young menatap si penelpon. Pengacara Oh.

Dae Young pun meminta Soo Kyung menjadi handsfree nya, “Lee Soo Kyung hands-free, tolong.” Soo Kyung bingung apa maksudnya? Dae Young menjelaskan agar Soo Kyung meletakan handphone itu di dekat telinganya agar dia bisa bicara di telepon. Soo Kyung pun melakukkannya.

Dae Young memanggil Pengacara Oh dengan akrab, “Oh, Do Yeon-na. Apa? Minum lagi? Ah, benar. Kita minum lagi lain waktu… Itu karena aku khawatir dengan tubuhmu”  Dae Young memutuskan percakapan dengan Pengacara Oh dan mengucapkan terimakasih pada Soo Kyung karena telah membantunya.

Soo Kyung malah mengkritik sikap Dae Young, Pria macam apa Dae Young itu, mengapa segampang itu? Karena itulah dia selalu membuat salah paham, seperti Jin Yi dan Pengacara Oh. Dae Young bingung, salah paham apa?

Dae Young tidak akan berkencan dengan mereka, tapi Dae Young tersenyum dan memperlakukan mereka dengan baik. Melakukan skinship sesukanya seolah bukan apa-apa.

Dae Young kemudian bertanya, “Noona,,, apakah kau menyukaiku?” Soo Kyung kaget karena di Tanya seperti itu, “Apa?” Melihat reaksi Soo Kyung, Dae Young menyimpulkan Soo Kyung tidak menyukainya, padahal dia memperlakukan Soo Kyung sama seperti Jin Yi dan Pengacara Oh.

Pada awalnya, memang demi mendapatkan klien, mengapa Dae Young memperlakukan mereka dengan baik.  Namun setelah lebih akrab, Pengacara Oh seperti seorang teman baginya dan Jin Yi seperti seorang adik. Itu sebabnya Dae Young baik pada mereka.

Soo Kyung jadi meradang dan berkata, “Klien yang dituntut karena berselingkuh dan datang ke kantor kami, kau tahu apa yang sebagian besar katakan? Karena mereka seperti teman atau adik, itu sebabnya mereka baik pada mereka. Apa bedanya para casanova itu dan kau?”

Dae Young bingung dengan sikap Soo Kyung, kenapa Soo Kyung harus sekesal itu? Bahkan Soo Kyung mengalungkan tas Jin Yi pada Dae Young dan berkata dia akan naik taksi saja! Soo Kyung pun pergi meninggalkan Dae Young yang menatapnya dengan bingung, Sikap apa itu?

Menjelang tidur, Soo Kyung sedikit merasa bersalah pada Dae Young. Apakah kata-katanya terlalu kasar? Tidak. Dia tidak mengatakan hal yang salah. Soo Kyung terus meyakinkan dirinya bahwa perasaannya hanyata perasaan seorang penggemar. Tapi…

Saat Soo Kyung berbaik ke dinding yang menghubungkan apartemennya dan apartemen Dae Young, dia malah melihat Dae Young yang akan tertidur juga. Soo Kyung memejamkan matanya menganggap ini semua mimpi buruknya. Namun saat  Soo Kyung membuka mata, Dae Young malah tersenyum padanya. Soo Kyung kembali berdebar. Apalagi diiringi lagu dengan lirik yang sesuai,

Yang kubutuhkan hanya cinta yang kau beri.
Yang kubutuhkan untuk terus hidup .
Yang kuketahui, Hanya kamu.
“Oh! Sadarlah! Apa yang aku pikirkan?”

Soo Kyung merasa dirinya tidak normal. Soo Kyung memilih untuk tidur di bawah agar tidak melihat dinding itu lagi. Soo Kyung kembali menatap akan menatap sisi dinding itu, namun dia menahan diri dan memejamkan mata.

Pengacara Kim terus mencuri-curi pandang ke arah Soo Kyung dari balik berkas yang di bacanya. Soo Kyung merasa risih, tapi Kim Hak Moon tampak sangat menikmatinya

Namun Manager Choi mengingatkannya, bukannya sudah waktunya Kim Hak Moon pergi ke pengadilan? Kim Hak Moon baru ingat dan dia pun bergi besama Manager Choi yang kebetulan ada urusan juga di luar kantor.

Setelah Kim Hak Moon pergi, Soo Kyung langsung mengeluh, sampai kapan si Br*ngs*k Kim Hak Moon itu akan terus mengawasinya. Soo Kyung benar-benar lelah bekerja sambil di awasi seperti itu.

Pengacara Oh keluar dari ruangannya dan memberikan sekotak coklat pada Soo Kyung, itu adalah coklat yang di belikan temannya di Amerika, dia memberikannya pada Soo Kyung karena dia ingin Soo Kyung membantunya sesuatu.

Apakah  bantuan yang diinginkan Pengacara Oh dari Soo Kyung? Tak lain dan tak bukan adalah mendekatkannya dengan Dae Young. Agar hubungannya dan Dae Young berjalan lancar. Soo Kyung langusng tidak nafsu memakan coklatnya.

Pengacara Oh menjelaskan, jika bukan karena rumah betina tetangga Dae Young dan Soo Kyung itu (baca: Jin Yi), Pengacara Oh tidak akan meminya bantuan seperti ini pada Soo Kyung. Hmm,, pengacara Oh sedang berpikir untuk pindah ke gedung Apartemen Soo Kyung. Rubah betina itu berpikir dia akan menggoda Dae Young dan itu membuat Pengacara Oh merasa cemas.

Soo Kyung tak percaya, Pegacara Oh ingin pindah ke gedung apartemen mereka? Memangnya keluarga Pengacara Oh akan mengijinkan dia hidup mandiri? Pengacara Oh hanya harus memohon, pasti ada kan yang disewakan secara bulanan? Sepertinya Pengacara Oh serius ingin pindah ke gedung apartemen Soo Kyung.

Soo Kyung memutar otak, dia ingin mencegah hal itu, “Gedung kami tidak begitu baik. Karena sudah tua, aliran udara nya parah dan dan sangat dingin.” Pengacara Oh tidak masalah dengan hal itu, karena tubuhnya menghasilkan banyak panas, jadi dia tidak mudah kedinginan. Pengacara Oh bahkan mandi dengan air dingin selama musim dingin.

Soo Kyung mencari alasan lain, “Terakhir kali... kau ingat kasus penyerangan "don't ask why" bukan? Mereka bilang pelakunya belum tertangkap” Kali ini Pengacara Oh terlihat cemas, pelakunya belum tertangkap? Bagi wanita yang tinggal sendirian, lingkungannya kurang baik.

Lagi pula, meskipun Pengacara Oh tinggal di gedung yang sama, akan sulit bertemu Dae Young karena Dae Young sibuk bertemu dengan kliennya. Dia selalu bergi awal di pagi hari dan pulang larut malam. Pengacara Oh langsung ciut. Benarkah? Jadi tidak ada alasan untuk pindah kalau begitu.

Tapi… Pengacara Oh curiga mengapa Soo Kyung bersikeras melarangnya pindah kesana? Apakah…. So Kyung cemburu? Soo Kyung kaget mendengarnya. Cemburu karena Soo Kyung berikir tidak Pengacara Oh tidak akan single lagi. Pengacara Oh meminta Soo Kyung jangan khawatir, jika dia dan Dae Young berjalan lancar, dia akan membantu Soo Kyung mendapatkan seorang pria.

Pokoknya sekarang ini Soo Kyungmengandalkan Soo Kyung membantunya memperlancar jalan hubungan dia dengan Dae Young. Setelah Pengacara Oh masuk ruangannya, Soo Kyung mencibir. Cemburu apanya? Tapi… benarkah dia cemburu? Namun tentu saja bukan karena alasan seperti yang dituduhkan pengacara Oh padanya.

Jin Yi sedang memasak sarapannya dengan perut yang rasanya terbakar karena terlalu banyak minum. Semua ini karena Pengacara yang seperti ikan buntal itu, Jin Yi menggerutu. Dia melihat kalengan ikan salmon dan menambahkan nya di sup kimchi yang sedang dia masak.

Bel berdering. Pengantar paket datang. Jin Yi menyambutnya dengan sumringah sambil memberikan paket yang harus diantarkan. Saat si pengantar mengecek fakturnya, perutnya malah berbunyi karena lapar. Jin Yi yang baik hati tentu saja langsung menawarkan makan bersama pada si pengantar paket, kebetulan dia memang sedang memasak.

Awalnya si pengantar paket menolak, tapi setelah perutnya berbunyi lagi dan Jin Yi pun agak memaksa, dia mau juga di ajak makan oleh Jin Yi.

Si Pengantar paket pun mulai makan sup kimchi dan nasi yang dibuat Jin Yi, dia makan dengan sangat lahap dan Jin Yi memperhatikannya dengan hati gembira dan wajah penuh senyuman.

Tiba-tiba si pengantar paket berhenti makan, Jin Yi bingung, ada apa? Apakah ada yang salah? Dia mencicipi sup kimchi buatannya, dia memasukan ikan salmon ke dalamnya karena tidak apa-apa, apakah rasanya jadi aneh?

Bukan begitu, si pengantar paket malah merasa sangat terharu. Rasa sup kimchi yang dibuat Jin Yi sangat ringan, seperti… sup kimchi buatan ibunya. Tiba-tiba saja dia teringat pada ibunya yang ada di Busan.

Jin Yi mengerti, dia pun bertanya bagaimana si pengantar paket bisa bekerja di Seoul untuk mengantarkan paket? Ini pertama kalinya Jin Yi melihat pengantar paket tang masi muda.

Usaha orang tuanya bangkrut. Karena goncangan itu, Ayahnya meninggal, itu sebabnya dia bekerja menjadi pengantar paket untuk menghasilkan uang. Adik perempuan dan ibunya kini bergantung padanya, dia tidak bisa membiarkan mereka kelaparan.

Oh,, begitu rupanya, Jin Yi merasa mereka senasib. Karena usaha Ayahnya bangkrut, keluarganya jadi hidup terpisah. Sepertinya mereka punya banyak kesamaan, hidup mandiri dan mencari uang sendiri untuk pertama kalinya.

Jin Yi mengajak si pengantar paket untuk berteman, karena mereka pastinta akan sering bertemu. Jin Yi 24 tahun, bagaimana dengannya? Ternyata usia mereka juga sama. Jin Yi semakin senang mendengarnya, lebih baik mereka bicara informal saja. Jin Yi bertanya siapa nama si pengantar paket? Karena tidak tahu selama ini dia memanggilnya dengan sebutan Pengantar Paket.

Pengantar paket malu-malu dan berkata namanya adalah Hyun Kwang Suk dengan bahasa formal. Jin Yi mengatakan agar mereka berbiacara informal saja. Kwang Suk tidak bisa, karena di peraturan kerjanya dituliskan tidak boleh berbicara Informal dengan pelanggannya. Tapi dia samar-samar mengingat aturan itu, dia akan mengeceknya dulu.

Jin Yi tidak percaya ada aturan seperti itu. Jin Yi sepertinya sangat senang bisa mengenal Kwang Suk. Sepertinya Kwang Suk pun senang karena Jin Yi adalah pelanggan yang cantik dan baik hati.

Soo Kyung sedang siap-siap untuk pulang kantor setelah semua orang pergi. Ponselnya bordering, Mr.ShikSha menelpon. Soo Kyung gugup mengapa Dae Young menelponnya? Dae Young ternyata mengajaknya untuk makan malam, karena dia berencana pergi ke sebuah restoran baru, Soo Kyung minta ikut kan sebelumnya? Bukan kah Soo Kyung ingin merasakan kebanggaan dengan makan bersama Mr. ShikSha?

Soo Kyung sedang galau, dia belum mau bertemu Dae Young, jadilah dia membuat alasan, mengatakan jika dirinya tidak bisa pergi malam ini, karena ada lembur.

Tak lama setelah Soo Kyung menutup telepon Dae Young, Kim Hak Moon datang ke kantor. Apakah Kim Hak Moon tidak langsung pulang dari pengadilan? Kim Hak Moon berkata dia harus membawa beberapa dokumen. Apakah yang lain sudah pulang? Hari ini mere bilang ada janji. Lalu mengapa Soo Kyung belum pulang?

Soo Kyung sudah mau pulang kok. Ah,,, Jika bisa, maukah Soo Kyung makan malam dengan Kim Hak Moon? Soo Kyung kaget mendengarnya, Kim Hak Moon menjelaskan bahwa  sebelum orang tuanya berlibur, ibunya membuatkan sup tulang sapi, rasanya enak jika dimakan hanya satu kali atau dua kali makan, tapi sudah lebih dari dua hari. Kim Hak Moon bahkan tidak ingin melihatnya lagi.

Kim Hak Moon merasa tidak terbiasa jika memesan makanan dan harus makan sendirian. Soo Kyung dengan senang hati menerima ajakan itu, dia juga bingung siapa yang akan dia ajak makan hari ini.


Saat berada di dalam lift, Kim Hak Moon dan Soo Kyung tak sengaja menekan tombol lift berbarengan. Kim Hak Moon langsung gugup dan mereasa berseri-seri karena jari mereka tak sengaja bersentuhan. Sementara Soo Kyung biasa saja.

Kim Hak Moon bertanya apa yang ingin di makan Soo Kyung? Dengan manis, Soo Kyung berkata, karena saat makan malam kantor kemarin dia yang memilih menu, kali ini mereka akan makan apapun yang diinginkan Kim Hak Moon.

Kim Hak Moon merasa bingung. Apa yang dia inginkan? Inginnya sih dia menyenangkan Soo Kyung tuh, hahaha.. Kim Hak Moon memberi ide, bagaimana jika mereka pergi ke salah satu restoran yang ada di blognya Goo Dae Young, bukan kah ada update terbaru?

Soo Kyung jadi kesal mendengar nama Goo Dae Young. Kenapa harus ke restoran terkenal yang tertulis di sana? Tidak Usah! Kim Hak Moon langsung bungkam dan menatap Soo Kyung dengan aneh melihat reaksi Soo Kyung yang tiba-tiba membentaknya.

Soo Kyung sadar dirinya telah berani membentak Kim Hak Moon saking kesalnya mendengar nama Dae Young. Dia mengubah lagi nada suaranya dan berusaha menjelaskan. Karena mereka berdua sudah sama-sama lapar, sepertinya mereka tidak perlu pergi jauh-jauh. Lebih baik mencari restoran yang di kantor saja. Di sekitar kantor mereka juga banyak restoran dengan makanan yang enak kok.

Kim Hak Moon memahami dan tidak berniat memperpanjang masalah. Keduanya sempat saling terdiam di dalam Lift, hingga Kim Hak Moon bertanya tentang Barassi pada Soo Kyung.

“Bagaimana kabar anjingmu? Apakah namanya Bara? Terakhir kali aku melihatnya, dia sangat lucu. Dia juga terlihat pintar. Dia pasti menyenangkan”

Soo Kyung terlihat takjub, dan berpikir Kim Hak Moon pasti suka anjing. Melihat antusiasme Soo Kyung, Kim Hak Moon membenarkan saja. Soo Kyung juga sangat menyukainya, tapi di sekitarnya tidak ada yang menyukai anjing jadi tidak ada yang bisa dia ajak bicara.

Demi terus melihat rasa antusiasme Soo Kyung, Kim Hak Moon berkata dia juga sedang berpikir untuk memelihata anjing. Soo Kyung tampak tertarik. Benarkah? Jenis apa? Kim Hak Moon belum memutuskannya.

Soo Kyung pun memberi ide, bagaimana jika setelah makan mereka pergi melihat anjing. Kim Hak Moon sepertinya enggan, tapi tentu saja dia pura-pura mau dan merasa senang. Padahal sebenarnya Kim Hak Moon takut pada anjing.

Ceritanya Soo Kyung dan Kim Hak Moon sudah selesai makan, mereka sedang berada di toko Anjing. Soo Kyung memangku anjing yang sangat lucu, sementara Kim Hak Moon berdiri menjauh dan melihat anjing yang dipeluk Soo Kyung dengan wajah ketakutan, meskipun dia berusaha kuat menyembunyikannya.

Pegawai toko datang dan bertanya apakah Kim Hak Moon sudah menemukan anjing yang ingin dia beli? Pegawai toko menawarkan seekor anjing putih yang lucu, sejenis Barassi sepertinya, dengan bulu lebat yang menawan.

Pegawai toko menjelaskan bahwa anjing jenis itu sangat mempesona, lucu sekali. Soo Kyung tampak terpesona dan meminta Kim Hak Moon untuk menyentuhnya. Dengan taku-takut Kim Hak Moon mencoba menyentuh anjing lucu itu, namun tangannya gemetaran. Pegawai Toko menjadi bingung. , “Mengapa tanganmu bergetar hebat?”

Kim Hak Moon kebingungan, dan Soo Kyung mencoba memberi alasan, pasti karena anjing itu sangat kecil sehingga Kim Hak Moon takut untuk melukainya. Kim Hak Moon membenarkan alasan Soo Kyung dengan segera, memang itulah sebabnya.
Pegawai toko pun menawarkan agar Kim Hak Moon melihat anjing jenis lain, Anjing yang besar yang sangat cocok untuk Kim Hak Moon. Pegawai Toko mengajak ke tempat dimana terdapat Anjing besar, tapi tentu saja Kim Hak Moon tidak ingin pergi. Setelah Pegawai Toko masuk ke dalam, Kim Hak Moon mengeluh, sepertinya setelah dia pikir ulang, membeli anjing bukan lah ide yang baik.

Akh,, Soo Kyung mengerti. Dia juga berpikiran sama. Apakah artinya Soo Kyung sudah sadar Kim Hak Moon takut anjing? Ternyata tidak, karena Soo Kyung pikir akan lebih baik jika Kim Hak Moon mengadopsi Anjing saja. Mereka bisa atur waktu lagi untuk pergi bersama dan mencarinya bersama-sama. Kim Hak Moon langsung lesu mendengarnya. Hahahaha…

Waktunya pulang, Kim Hak Moon sebenarnya ingin mengantar Soo Kyung pulang, tapi hari itu adalah hari ke-10. Hari nya Kim Hak Moon tidak mengemudi, jadi dia meninggalkan mobilnya di rumah. Soo Kyung tidak keberatan, dia bisa naik bis dari sini.

Bis yang menuju rumah Soo Kyung datang, Kim Hak Moon memburu-buru Soo Kyung untuk mengejar bus itu agar dia tidak ketinggalan. Setelah mengucapkan samapai jumpa, Soo Kyung pun berhasil naik bis. Kim Hak Moon tersenyum puas karenanya.

Kemudian Kim Hak Moon melihat taksi, dan dia baru sadar, mengapa dia tidak mengantar Soo Kyung dengan naik taksi bersama? Dasar bodoh!

Akh, tapi yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya menghilangkan ketakutannya terhadap Anjing. Kim Hak Moon teringat pada metode yang diajarkan keponakannya, mencari caranya di internet dengan pesan suara. Kim Hak Moon mengatakan pada ponselnya. “Menghilangkan ketakutan pada anjing” Jawabannya adalah, “Coba memelihara anjing”

Lha,, Kim Hak Moon tidak bisa memelihara Anjing karena merasa takut, ini malah disuruh pelihara anjing apa maksudnya itu? Kim Hak Moon bertanya lagi, “Apa yang harus kulakukan jika aku tidak bisa memelihara anjing karena aku takut?” jawabannya, “Tolong ulangi sekali lagi”

Kim Hak Moon jadi kesal, tadinya dia jaim bertanya tentang hal ini di pinggir jalan sambil bisik-bisik. Tapi karena kesal, Kim Hak Moon jadi lupa diri dimana dirinya berada saat ini, dia berteriak dengan mengeja pertanyaannya, “A-ku ta-kut an-jing, se-hing-ga a-ku ti-dak bi-sa me-me-li-ha-ra-nya. A-pa yang ha-rus ku-la-ku-kan?”

Saat dia melakukan itu beberapa orang yang lewat memperhatikan kelakuannya, tapi Kim Hak Moon tidak peduli lagi. Dia menanti jawaban dari ponselnya dengan penuh senyuman. Wkakakak

Soo Kyung berjalan di jalan bersalju dengan sepatu high heels nya, seharusnya Soo Kyung menggunakan sepatu yang nyaman saar musim dingin seperti ini, jadinya dia tidak perlu takut jatuh.

Soo Kyung akhirnya terpeleset juga, untung saja dengan sigap Dae Young menangkapnya, cie cie,,, tentu saja Soo Kyung langsung terpesona dengan hati berdebar. Dae Young bertanya,  “Apa kau lihat kemampuanku bereaksi seketika?”

“Jika bukan karena aku, kau pasti sudah jatuh dan menderita. Padahal kau tidak punya asuransi. Ah! Dengar! Untuk melindungi dirimu di situasi seperti ini, kau membutuhkan asuransi.”

Mendengar kata-kata Dae Young tentang asuransi,Soo Kyung langsung tersadar, lagi-lagi Dae Young membual, dia itu pasti Goo Dae Young bukan Mr. ShikSha. Tapi… kenapa jantungnya berdebar sangat cepat?

Setelah Soo Kyung melepaskan diri, Dae Young menawarkan untuk menggendong Soo Kyung dipunggungnya hingga tempat yang aman, sehingg Soo Kyung tidak akan terpeleset lagi seperti tadi. Soo Kyung menjadi kesal, kemarin Jin Yi, hari ini adalah dirinya? Soo Kyung menolak tawaran itu, punggung Dae Young itu bukan alat transportasi.

Tapi baru saja Soo Kyung berjalan beberapa langkah, dia kembali akan terpeleset dan Dae Young kembali menangkapnya dengan sigap hingga wajah mereka saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat. Jantung Soo Kyung kembali berdebar.

Kali ini Soo Kyung segera melepaskan diri. Dae Young berkata, lebih baik dia menggendong Soo Kyung. Tidak usah! Dia tidak apa-apa. Soo Kyung melepas sepatunya dan langsung berlari melewati jalanan bersalju tanpa sepatu. Soo Kyung menahan dingin, tapi dia tidak ingin lebih malu lagi lebih dari ini.

Dae Young merasa heran dengan sikap Soo Kyung, mengapa Noona nya itu bersikap seperti itu sejak kemarin? Apakah dia melakukan kesalahan?

Sebuah boneka anjing menari-nari di hadapan Kim Hak Moon. Akh,,, sepertinya Kim Hak Moon sedang melakukan terapi menghadapi ketakutannya terhadap anjing. Dengan takut-takut dia menyentuh boneka anjing yang bergerak-gerak itu, dan ternyata tidak apa-apa.

Kim Hak Moon merasa senang karena ternyata menyentuh anjing bukanlah masalah besar. Bahkan jika kelak yang disentuhnya anjing sungguhan sepertinya tidak akan apa-apa jika Kim Hak Moon menganggapnya boneka. Kim Hak Moon merasa puas karena terapinya menghadapi ketakutan terhadap anjing dia anggap berhasil.

Di apartemennya Soo Kyung menggalau, memikirkan kata-kata Kyung Mi tentang setiap kali Soo Kyung menyukai seseorang selalu mulai dengan menjadi penggemarnya. Apakah Soo Kyung seperti itu juga pada Goo Dae Young?

Barassi terus menggonggong, Soo Kyung sedang tidak mood untuk pergi jalan-jalan. Barassi ngambek, dia masuk kandang dan mengunci diri lagi. Apa itu? Barassi sedang merajuk? Baiklah, kali ini Soo Kyung akan mengalah.

Soo Kyung membawa Barassi keluar untuk mencari udara segar di cuaca yang cukup dingin. Di Luar gedung, Barassi segera berlari ke suatu tempat. Dia duduk di dekat Dae Young yang sedang menyalakan kompor untuk memasak ramen.

Dae Young takjub pada Soo Kyung, sepertinya dia memang terlahir dengan keinginan untuk makan, bagiama Soo Kyung tahu Dae Young sedang membuat ramen. Soo Kyung malah heran, saat ini sedang turun salju, apa yang Dae Young lakukan di luar padahal dia punya rumah?

Dae Young langsung mengeluarkan jurusnya, “Wow! Nuna ini tidak tahu sesuatu. Rasa memakan ramen di luar saat turun salju sangat luar biasa. Rasanya seperti berada di pemandian terbuka”

Soo Kyung tetap tidak mengerti, namun Dae Young memaksanya untuk duduk. Saat Soo Kyung agak menjauh karena gugup. Dae Young lamah menarik Soo Kyung mendekat ke arahnya dan memintanya jangan bergerak. Tapi Soo Kyung semakin gugup, dia bergerak lagi. Dae Young protes, “Ah! Karena kau bergerak, airnya tidak mendidih dengan benar. Kita harus menghalangi angin, kenapa kau bergerak terus?”

Akhirnya ramennya matang, Dae Young memberikan tutup panci ramennya pada Soo Kyung, “Sebenarnya, rokok terakhir, dan tutup panci ramen, kau tahu tidak untuk diberikan pada siapapun bukan?”

Soo Kyung terpana  karena sikap Dae Young, jadi apa maksudnya itu? Mengapa Dae Young rela memberikan panci ramen pada Soo Kyung dengan sukarela?

***

Beberapa hari yang lalu.

Soo Kyung baru pulang  dan merasa kedinginan, namun saat akan masuk rumah dia selalu salah memasukan password. Apa yang terjadi?

Dae Young datang dan menyapanya. Soo Kyung mengeluhkan keanehan pada kunci apartemennya.

“Kunci password pintuku terkunci. Ini artinya ada orang yang salah memasukan password 3 kali”

Mungkinkah  pencuri atau perampok? Mungkin juga seperti Jin Yi dulu, salah memasukan password apartemennya ke apartemen lain saat dia mabuk. Ada jejak kaki juga dan jejak kakinya kacau. Pasti orang mabuk. Apakahh mungkin pencuri dan perampok akan meninggalkan jejak kaki, lalu pergi?

Pendapat Dae Young benar juga sih. Soo Kyung tidak ingin memusingkannya, apalagi Dae Young juga mengajaknya untuk makan dulu karena butuh waktu 20 hingga 30 menit untuk  bisa membuka kembali kunci apartemennya. Soo Kyung langsung kegirangan, “Tuan ShikSha! Apa kita akan menjelajahi restoran terkenal? Ah! Senangnya! Aku senang sekali! Kita makan apa hari ini?”

Siapa sebenarnya pemilik jejak kaki tidak beraturan di depan apartemen Soo Kyung?

***

Komentar menyusul ya, udah kesiangan ~_~ Semalem ketiduran^^ 

Maaf episode 11 part 2 ini sepertinya tidak akan aku komentari, soalnya udah lupa mau komentar apa ~~~~~>

Cuman mau bilang aja deh, Kenapa aku jadi kangen sama kelakuan joroknya Barassi yah? kayaknya udah lama dia nggak bikin ulah, hahahaha

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
8 Komentar untuk "Let's Eat Episode 11 part 2"

cie cie ,,, so kyung udah bener bener kepincut m Dae Young ,, hehehe

Jejak kakinya mencurigakaaan -,-
Kok aku rada curiga sama si pengantar paket yaa? Hahahaa
Pengen liat adegan swettuuu SY sama DY lebih banyak lagi deeeh :)

episode 12 udah keluar lho.

jejak kakinya,,,,aku curiga sama dae young oppa!!!

Entah kenapa kok q ngerasa si manan suami soo kyung lah pelaku don't ask why itu.. Cz eaktu memperlihatkan mantan2 pacar soo kyung, mantan suminyalh yang wajahnya tak diperlihatkan.. Mngkin si mantan suami itu pengen soo kyung merasa gak aman, lalu nyari dia lagi buat pertolongan deh.. Haha, ngarang banget deh.. Hihi

jangan-jangan itu mantan suami soo kyung. mbak, tlg preview eps 12 nya, tq.

aku udah nonton episode 12 soo kyung bakalan galau abis..dan dae youngg sama skali belum mnunjukan klo dia ada rsa ma soo kyung....hope it'll better ep 13 nya...

gie..

wah, sangat berharap eonni mengupdate episode let's eat dari episode 12 hingga terakhir dengan lancar dan hati yang senang.. hihi.. ^^

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top