[Sinopsis] Good Doctor Episode 14 part 1



 
Kim Do Han masih melakukan operasi pada pasien yang sejak awal ditanganinya. Shi On menanti Kim Do Han untuk menyelesaikan operasinya agar profesornya itu bisa mengoperasi pasien yang di baru saja di bawanya.

Tapi pasien pertama Kim Do Han tanda-tanda vitalnya menurun ada pendarahan di sekitar area hati. Kim Do Han segera mengatasinya. Shi On bertanya bagaimana dengan pasien di ruang sebelah. Kim Do Han membentak Shi On, memintanya untuk menunggu.

Kondisi pasien di ruangan operasi sebelah pun menurun, anak itu harus segera di operasi. Shi On menjadi panik dan tidak sabaran. Kim Do Han menjadi jengah, dia belum bisa keluar dari ruang operasinya karena keadaan pasien pertamanya belum stabil.


Lalu apa yang harus di lakukan? Kim Do Han mendapatkan sebuah solusi, “Park Shi On.  Kau yang akan mengoperasi” Shi On kaget mendengarnya, tapi tak ada pilihan lain.

Shi On merasa ragu, dia sedang kehilangan kemampuan mendiagnosa nya, juga penglihatan 3 Dimensinya, apakah dia bisa melakukan operasi ini? Kim Do Han kesal melihat sikap ragu-ragu Shi On, “Kenapa kau tak segera bersiap?”

“Bagaimana aku akan mengoperasinya?”

Kim Do Han tidak menerima alasan, dia mengatakan pada Shi On jika Shi On tidak segera mengoperasi pasien itu dalam 5 menit, pasien tersebut akan mati.

Kim Do Han masih sibuk mengoperasi pasien pertamanya, sementara Shi On mengeluhkan ketidak layakannya untuk melakukan operasi karena dia masih Residen tahun pertama.

Kim Do Han mengingatkan saat ini adalah keadaan darurat, sama seperti di medan perang. Bukankah seharusnya Shi On menyelamatkan pasien tanpa peduli apa posisinya? Saat ini, tidak ada orang lain yang bisa mengoperasi pasien itu selain Shi On. Jika mereka harus menunggu dokter lain, mereka akan kehilangan kesempatan. Masih ada waktu 3 menit untuk menyelamatkan pasien itu.

Shi On semakin cemas dan ragu, namun dia sangat ingin menyelamatkan pasien tersebut.  Kim Do Han kembali mengingatkan Shi On, “Park Shi On! Cepatlah!”

Shi On masih meragu, namun akhirnya dia mengambil keputusan, “Aku akan melakukannya”

Shi On pun pergi ke ruang operasi sebelah bersiap-siap untuk melakukan operasi pertamanya.

Hong Kil Nam yang menyadari keraguan Shi On pada operasi ini, menawarkan diri pada Kim Do Han untuk membantu Shi On. Tanpa pikir panjang Kim Do Han segera mengijinkannya.

Hong Kil Nam masuk ke ruang operasi sebelah dan memperhatikan Shi On yang masih merasa gugup. Mereka harus segera memulai  operasinya. Hong Kil Nam pun meminta salah seorang perawat untuk mencari tambahan orang di ruang operasi dr. Cha.

Shi On mencoba meneguhkan hatinya untuk mengoperasi, setelah mendapatkan keyakinan, akhirnya Shi On berani mengambil pisau bedah dan mencoba mengatasi luka yang sedang dialami paseinnya.

Il Kyu memberitahu Yoon Seo jika Park Shi On sedang mengoperasi di ruang sebelah. Yoon Seo kaget mendengarnya, tapi dia harus fokus pada operasinya.  Il Kyu memberi tahu, karena tidak ada ahli bedah lain, Profesor Kim Do Han memintanya, dan mereka kekurangan orang. Yoon Seo pun meminta Il Kyu untuk pergi membantu.
 
Saat Il Kyu datang, Shi On sedang menemukan limpa dari pasien yang sedang dioperasinya. Pasien itu sudah mengeluarkan banyak darah dan kondisinya semakin menurun. Shi On mencoba menggunakan kemampuan 3D nya, namun tek berhasil. Keadaan menjadi semakin kristis.

Shi On kemudian teringat kata-kata Yoon Seo, bahwa semua perubahan yang terjadi pada dirinya adalah karena dia sendiri. Bukan karena orang lain, sehingga Shi On harus lebih percaya diri. Kemudian Shi On pun teringat pada perkataan Kim Do Han. Shi On harus bisa bertahan pada skenario terburuk, jika Shi On terus menerus kalah dapa situasi, Shi On bukan dokter bedah yang menyelamatkan pasien dengan pisau bedah. Dia tak ada bedanya dengan seorang pembunuh yang memegang pisau.

Shi On pun kembali memfokuskan dirinya, agak sulit memang, namun akhirnya kempuan 3D nya kembali. Shi On bisa melihat dimana letak limpa yang rusak.

Shi On pun memulai untuk mengeluarkan limpanya, masih agak sedikit gugup, namun lebih tenang dibanding tadi. Setelah beberapa wakytu, Shi On berhasil mengeluarkan limpa pasien itu.

Kim Do Han yang sudah menyeleasikan operasinya masuk ke ruangan operasi Shi On untuk mengecek perkembangannya. Dia merasa bangga saat melihat Park Shi On telah menyelesaikan tugasnya sebagai dokter bedah saat itu.
Shi On pun melihat Yoon Seo dibalik jendela ruang operasi. Yoon Seo tersenyum padanya. Shi On bergunam dalam hati seolah dia sedang berbicara pada Yoon Seo, “Aku menyelesaikan operasinya
dengan baik, Dokter Cha. Aku berhasil mengeluarkan limpanya”

Seolah bisa mendengar ucapan dalam hati Shi On, Yoon Seo pun berkata dalam hati, “Aku bangga padamu. Kerja bagus Shi On”

Lalu Yoon Seo menatap Shi On dengan sedih, “Tampaknya kau sudah tak membutuhkanku lagi”

Shi On merasa lega karena pasien pertama yang dia operasi berhasil di selamatkan. Shi On bergegas ke luar ruang operasi untuk menemui orang tua Yoon Jung. Melihat Shi On kedua orang tua Yoon Jung langsung berdiri dengan harap-harap cemas.

“Ayah Yoon Jung. Operasi Yoon Jung berhasil. Yoon Jung sekarang baik-baik saja”

Kabar bahagia itu disambut dengan tangisan haru dari Ibu Yoon Jung yang langsung memeluk sang suami yang buta. Ayah Yoon Jung merasa sangat berterimakasih pada Shi On.

Shi On berkata pada sang Ayah, ketika Yoon Jeong membaik dia bisa kembali menjemput Ayahnya seperti biasanya, dia mampu pergi dalam kondisi sehat. Orang tua Yoon Jeong terharu mendengarnya.

Kim Do Han memanggil Park Shi On, dia bertanya mengapa Shi On tidak menghentikan pendarahan dengan cepat pada operasi Yoon Jeong, bukan kah dia sudah mempraktekannya dalam operasi khayalan. Shi On berkata butuh waktu agak lama untuk mencari lokasi pendarahannya. Kim Do Han menyarankan agar lain kali Shi On mengurangi waktu pencarian itu untuk bisa mengurangi waktu tanggap dalam mengatasi variable tak terduga lainnya.

Selama situasi darurat seperti ini tak terjadi, Shi On tak perlu mengoperasi selama 5 tahun, hingga Shi On  berada di tahun pertama spesialis. Seharusnya Kim Do Han mengatakan hal ini 5 tahun yang akan datang,

 “Selamat atas operasi pertamamu”

Shi On terpana mendengarnya. Namun Kim Do Han buru-buru menambahkan,

“Jika kau pamer kemana-mana bahwa kau pernah mengoperasi, aku akan menghancurkanmu. Paham?”

Shi On mengerti dengan baik ancaman profesornya itu. Lalu Han Jin Wook dan dokter lainnya datang. Mereka berhambur pada Shi On dan membungkukannya untuk memukuli punggungnya seperti saat pertama kali Shi On di jadikan residen tetap.

Shi On yang mendapat serangan mendadak tidak bisa menghindar. Dia hanya bisa meringis kesakitan. Kim Do Han tertawa melihat kelakuan anak buahnya. Sementara Yoon Seo hanya tersenyum kecil lalu berlalu meninggalkan ruang staf pediatric. Kim Do Han melihat hal itu, dia tahu ada yang salah dengan Yoon Seo.

Kim Do Han mengumumkan pada para dokter asuhannya untuk meluangkan waktu malam ini, mereka akan makan malam bersama. Tim Dokter Pediatri bersorak senang mendengar ajakan Profesor mereka.

Presdir Lee dan Direktur Choi masih dalam pertemuan dengan Presdir Jung. Baik 15 tahun yang lalu atau sekarang Presdir Jung tidak berubah. Dia tetap melakukan hal yang sama untuk mengusai Yayasan RS Sung Won.

Presdir Jung membela diri, dia hanya ingin melakukan investasi secara resmi. Apakah seseorang yang seharusnya berinvestasi, menekan dengan pengembalian pinjaman? Menurut WaPresdir Kang  Obligasi Yayasan Seung Won sebagian besar buruk. Mereka sedang mencoba menyelamatkan Yayasan Sung Won.

Direktur kesal dan meminta WaPresdir Kang untuk tidak menghina mereka. Presdir Lee menolk pengambil alihan secara paksa itu, tapi mereka diingatkan bahwa mereka tidak berada dalam kondisi menerima atau menolak.

Presdir Jung berencana membeli RS Universitas Sung Won, termasuk juga Direktur. Mereka akan menjadikan RS Universitas Sung Won sebagai pusat bedah anak. Dan syarat terakhirnya… Presdir Lee harus mundur dari jabatannya.

Presdir Jung hanya akan memantau dari jauh, dia akan menunjuk seseorang yang muda dan cerdas untuk menggantikan posisi Presdir Lee.

Bagaimana jika Presdir Lee menolak? Banyak perusahaan yang mengincar RS Sung Won, Presdir Jung bisa dengan mudah menjual RS Sun Won kepada mereka dan mereka akan lebih mengacaukan segalanya.

Presdir Lee semakin kesal mendengarnya, “Suamiku meninggal karenamu. Kau pikir aku akan tunduk pada rencanamu?”

Dengan enteng Presdir Lee malah berkata, “Agar tragedi seperti itu tak terjadi lagi,  kau harus memikirkannya baik-baik”

Presdir Lee dan Direktur Choi makin tersulut emosinya, beraninya Presdir Jung berkata seperti itu? Presdir Jung dan WaPresdir Kang tidak peduli. Mereka diberi waktu satu bulan untuk mengembalikan pinjaman. Mereka harus menyelesaikannya dalam kurun waktu tersebut.

Yoon Seo sedang melamunkan Shi On yang berkata padanya jika Shi On jadi merasa tenang setelah dia mengatakan perasaannya pada Yoon Seo. Meski dia kecewa karena Yoon Seo menolaknya, tapi dia sudah merasa tenang.

Kim Do Han datang dan bertanya apa lagi yang membuat hati Yoon Seo gundah gulana? Yoon Seo menyangkal dan meminta Kim Do Han untuk tidak berspekulasi. Tapi Kim Do Han tidak bisa dibohongi begitu saja, dia tahu ada sesuatu yang sedang membuat Yoon Seo cemas.

Yoon Seo akhirnya mengakui bahwa dia mencemaskan Park Shi On. “Kurasa aku melakukan kesalahan. Aku terlalu memperlakukan dia seperti anak-anak”

Kim Do Han mencoba menghibur, tak ada yang bisa dilakukan Yoon Seo, karena Shi Park Shi On bersikap sangat kekanak-kanakan ketika dia pertama datang.

Awalnya memang begitu,,, Yoon Seo berpikir Shi On akan seperti itu selamanya. Karena yang dia tahu penyandang cacat biasanya seperti itu. Tapi dia bahkan tidak sadar, jika Park Shi On juga pria dewasa yang memiliki perasaan.

Kim Do Han bertanya, “Jadi itu sebabnya kau merasa terganggu?” Yoon Seo kesal dan merasa bersalah. Kim Do Han menduga Shi On mengatakan sesuatu pada Yoon Seo… Tidak, bukan begitu.

“Hanya saja, karena harga dirinya semakin kuat,,, hatinya pasti terluka karena aku”

Kim Do Han mengerti kecemasan Yoon Seo, itu memang sangat mungkin terjadi. Tapi, jika Yoon Seo tidak memperhatikan Shi On selama ini, dia mungkin tidak akan menjadi yang seperti sekarang ini. Karena kasih sayang Yoon Seo lah, Shi On jadi berubah.

Kim Do Han menyarankan, Yoon Seo bisa merubah perlakuannya pada Shi On sedikit demi sedikit, sambil tetap memperhatikannya. Tapi menurut Yoon Seo, Shi On sudah bisa mandiri sekarang, bahkan jika tak ada Yoon Seo disisinya untuk membantunya.

Kim Do Han tak berkomentar lagi, dia berusaha untuk menghormati apapun keputusan Yoon Seo. Dia pun memilih mengalihkan topic, “Nanti kita akan makan malam bersama, Kemana kita harus pergi?”

Yoon Seo memilih untuk tidak ikut, dia ingin beristirahat. “Pergilah tanpa Aku” Kim Do Han kaget. Yoon Seo tak menghadiri makan malam bersama? Apakah itu sangat aneh? Yoon Seo hanya tersenyum dan meninggalkan Kim Do Han, yang menyadari ada yang salah dengan juniornya.

Chae Kyung bertemu dengan WaPresdir Kang yang memberinya selamat, karena kemungkinan sebulan lagi Chae Kyung akan menjadi Presdir dan WaPresdir Kang akan menjadi bawahannya.

Chae Kyung tersenyum dan berkata agar tidak melibatkan Kim Do Han dalam bisnis kotor mereka. WaPresdir Kang membantah, dia bukan melibatkan Kim Do Han, hanya menawarkan kerja sama. Chae Kyung dgn  to the point bertanya, “Kudengar kau berencana memanfaatkan Dr. Park Shi On untuk publisitas”

Lagi-lagi WaPresdir Kang membantah, dia hanya ingin memberdayakan Park Shi On demi masa depannya Park Shi On sendiri. Tetap saja, menurut Chae Kyung itu rasanya kurang pantas. WaPresdir Kang membalikan bukan kah Chae Kyung juga memanfaatkan Presdir Jung untuk merembut kembali yayasan Sung Won dari tangan ibu tirinya?

WaPresdir Kang menyarankan, karena mereka akan berkerja sama kedepannya, maka akan lebih baik jika mereka menghilangkan perasaan negatif semacam itu.

WaPresdir Kang menelpon seseorang yang mencemaskan sesuatu tentang seseorang yang sedang di rawat di sebuah RS yang disuruh keluar oleh RS tersebut  karena mereka sudah menyerah. Tak ada cara lain lagi untuk melakukan operasi.

Untuk sementara, WaPresdir Kang menyarankan agar mereka pindah dulu ke Boston dan dia akan menyusul bulan depan. Tapi, perempuan yang diteleponnya ingin pulang saja ke Korea, “Joon Yeong sangat menderita” WaPresdir Kang melarang, walaupun mereka pulang RS di Korea tidak akan bisa melakukan apa-apa.

Tim Pediatri minus Yoon Seo sedang makan malam bersama. Kim Do Han pun mengucapkan selamat untuk operasi pertama Han Jin Wook, dan berterima kasih untuk kerja tim yang kompak dan cepat tanggap. Namun ketidak hadiran Yoon Seo membuat acara mereka terasa kurang. Padahal Yoon Seo itu terkenal sebagai Ratu Hwae RS Sung Won.
 
Kim Do Han merasa asing dengan julukan itu, “Apa itu Ratu Hwae?” Ratu makan malam bersama, para juniornya lah yang memberi julukan itu padanya.

“Bukankah julukan Dr. Cha adalah shin-nae-ba?" Shi On bertanya dengan polosnya.

Jin Wook heran, bagaimana Shi On bisa tahu? Sementara yang lain penasaran, apa itu shin-nae-ba? Apakah itu nama tempat? Shi On juga bingung bagaimana menjelaskannya, namun  dia sedang berusaha. Jin Wook melarangnya, namun akhirnya malah Kim Do Han yang menjelaskan julukan itu.

“Godiva, God Give Body (Tubuh Augrah Dewa). Itu bukan julukan orang padanya. Tapi dia sendiri yang menyebut dirinya seperti itu”

Semuanya tertawa mendengar penjelasan Kim Do Han, julukan yang diciptakan sendiri Yoon Seo untuk dirinya sendiri dirasa sangat menggelikan. Mereka pun kembali bersulang.
 
Sementara itu Yoon Seo di kamarnya, merasa nyamuk terus mendengung di telinganya, dia tidak sadar dirinya sedang dibicarakan oleh para junior dan Profesornya sendiri.

Yoon Seo berjalan kembali menuju kemeja belajarnya, dia melihat bunga pemberian Shi On, menatapnya lama, lalu mengambilnya. Yoon Seo kemudian membuang bunga itu ke tempat sampah. Namun sepertinya Yoon Seo tidak rela membuangnya, hingga dia berjongkok di depan tempat sampah itu.

Shi On memberikan minuman yang dibelinya dari toko pada Kim Do Han yang menunggunya di depan toko. Kim Do Han lalu bertanya, apakah Shi On sudah menjenguk ayahnya? Shi On menjawab “Belum”

“Kau tidak pergi atau kau tak bisa pergi?”

Shi On tidak menjawab.

“Kau tak suka harga dirimu terluka, atau dipermalukan, 'kan?” Shi On membenarkan dengan semangat.

Kim Do Han kembali bertanya apakah Shi On Tahu apa yang benar-benar membuat harga diri seseorang dipermalukan? Tak pandai melakukan seuatu? Tak bisa menghasilkan uang? Bukan itu.

“Pernah takut akan sesuatu, dan menjadi takut selamanya”

Itu berlaku dalam pekerjaan mereka sebagai dokter juga dalam kehidupan mereka sehari-hari. Banyak orang salah memahaminya. Mereka pikir tak merasa takut berarti mereka berani. Bukankah itu namanya keberanian? Tidak.

“Keberanian bukanlah bahwa kita tak merasa takut. Tapi jika kau mampu bertahan menghadapi rasa takutnya”

Esok harinya Yoon Seo keluar dari rumahnya dan menatap jendela kamar Shi On dari luar. Yoon Seo sepertinya lebih mencemaskan Shi On setelah dia menolak perasaan Shi On untuknya.

Yoon Seo datang saat Shi On sedang membersihkan tangannya sebelum dia masuk ke ruang operasi. Yoon Seo bertanya pada Shi On bagaimana makan malamnya? Apakah menyenangkan? Shi On menjawab, Profesor membelikan meraka daging sapi. Ternyata Profesor Kim Do Han menghabisakan banyak uang untuk mereka.

Yoon Seo bertanya lagi, apa ada kejadian menarik? Shi On menjawab dengan engan-enggan. “Tidak juga” situasi mereka menjadi sangat canggung dibanding biasanya. Akhirnya Shi On pamit untuk pergi ke ruang operasi.
     
Kim Do Han bertemu dengan Direktur Choi yang memberitahunya tentang Presdir Jung yang ingin mengambil alih yayasan. Kim Do Han sepertinya mengenal sekilas tentang pria itu sebagai Presdir dari Westhamos Fund, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan akuisisi.

Bukan kenyataan dia adalah Presdir Westamos yang terpenting, Melainkan karena hubungannya dengan Presdir Yayasan Sung Won yang sebelumnya. Kim Do Han heran, apa hubungan Presdir Jung dengan Ayah Chae Kyung itu?

Kira-kira 15 tahun yang lalu, Ketika Presdir Jeong menjadi Direktur Regional Westhamos Asia Tenggara, Dia mencoba segala macam cara untuk mendapatkan Yayasan dan RS Sung Won.   Lebih agresif daripada saat ini. Presdir Yoo sangat menderita untuk mencegah akuisisi. Pada akhirnya, dia berhasil mencegah akuisisi, Tapi tak lama kemudian, dia terserang kanker hati.

Kim Do Han kaget mendengar penjelasan gurunya tentang masa lalu Presdir Jung dengan Ayah Chae Kyung.

Direktur Choi mengatakan jika Presdir Jung telah memilih Presdir RS yang baru. Seseorang yang masih muda dan memiliki kemampuan. Kim Do Han langsung teringat pada Chae Kyung, dia pun bertanya,

“Apa Chae Kyung juga tahu mengenai Presdir Jeong?” Tidak. Baik Direktur Choi maupun Presdir Lee tak pernah menyebut tentang Presdir Jeong kepada Chae Kyung. Mereka berpikir itu bisa menyakitinya.

Kim Do Han kemudian teringat tentang ambisi Chae Kyung untuk menjadi Preside Direktur dengan menurunkan ibu tirinya. Dan kenyataan bahwa Chae Kyung adalah dalang di balik  penarikan sejumlah dana dari para perusahaan-perusahaan donator dan sponsor.

Kim Do Han pun menemui Yoon Chae Kyung, “Apa bedanya kau dengan WaPresdir Kang?”

WaPresdir Kang memang berada di pihak mereka, lalu bagaimana dengan Chae Kyung. Apa yang ingin Chae Kyung capai dengan menentang keluarga sendiri?

Chae Kyung tertawa miris, “Keluarga…  Bisakah kau berhenti mengatakan itu? Aku yang menentukan siapa keluargaku”

Kim Do Han menyerah, dia tak mau tahu lagi dan akan membiarkan Chae Kyung untuk melakukan apapun yang menurutnya benar. Tapi dia meminta agar Chae Kyung menghentikan kerja samanya dengan Presdir Jung. Chae Kyung tidak bisa, karena mereka telah membuat kesepakatan.

“Apa kau tahu siapa Presdir Jeong sebenarnya?”

Yang jelas, Chae Kyung lebih mengenal baik Presdir Jung dari pada Kim Do Han mengenalnya. Bagaimana Chae Kyung mengenal Presdir Jung? Apa Chae Kyung harus mengatakannya? Kim Do Han memaksa untuk mengatakannya.

Chae Kyung pun bercerita bahwa dia dikenalkan oleh teman Ayahnya. Kim Do Han tak habis pikir bagaimana bisa Chae Kyung mempercayai Presdir Jung dan bekerja sama denganya?

“Dia satu-satunya yang mau mendengarku. Tak seorangpun peduli tentang kesulitan yang kuhadapi, dan apa yang membuatku marah sekian lama. Semua orang percaya bahwa suatu hari nanti
aku akan membiarkannya berlalu. Kau pun begitu.”

Tapi Chae Kyung tidak bisa membiarkannya berlalu begitu saja, dia tak sekuat yang Kim Do Han pikir. Semua waktu yang dihabiskan Kim Do Han sendirian, akan sangat menyenangkan jika Kim Do Han mau membagi sedikit waktunya untuk bersama dengan Chae Kyung.  Rasanya seperti seorang murid bermasalah menyalahkan sang guru. Kim Do Han terlihat merasa bersalah mendengarkan keluhan Chae Kyung.

Namun Kim Do Han memilih mengatakan yang sebenarnya, dia menatap Chae Kyung dengan serius, “Chae Kyung-a, dengarkan baik-baik”  Kim Do han pun memberitahukan hal sangat mengagetkan Chae Kyung.
Han Jin Wook  merasakan perubahan besar yang terjadi pada Yoon Seo yang tampak murung akhir-akhir ini.  Yoon Seo tak merasa, dia malah merasa sikapnya itu membuatkan tampak lebih lembut? Tapi akan lebih baik jika Yoon Seo tak lembut seperti biasanya, dia ingin mendengarkan teriakan Yoon Seo.

Bahkan akhir-akhir ini, Yoon Seo tidak memperhatian Shi On lagi. Menurut Yoon Seo, Shi On akan baik-baik saja tanpa dirinya sekalipun. Jadi tak ada gunanya menjaganya lagi. Tapi…. walaupun Shi On memiliki ayah sekarang, tapi dia bukan ayah yang penyayang. Selain itu mungkin juga ada insiden lain yang bisa menyakitinya selain ayahnya.

Yoon Seo malah berkata, “Dr. Han! Khawatirkan dirimu sendiri”

Chae Kyung masih terpana mendengar informasi yang dikatakan Kim Do Han tentang siapa sebenarnya Presdir Jung.

“Kau mengerti sekarang? Manusia seperti apa Presdir Jeong itu? Kau bekerja sama dengan orang yang bertanggung jawab atas kematian ayahmu”

Chae Kyung merasa kesal sekaligus menyesal. Namun dia masih bingung langkah apa yang harus diambilnya.
 
Shi On menjenguk Yoon Jeong, menanyakan keadaannya. Yoon Jeong merasa dirinya sudah lebih baik dibandingkan semalam. Yoon Jeong berterima kasih, berkat Shi On, dia bisa membantu Ayahnya berjalan lagi. Tanpanya Ayahnya akan sangat sulit untuk menyebrang jalan.

Shi On memuji bahwa Yoon Jeong adalah anak yang baik. Yoon Jeong bertanya apakah Ayah Shi On sehat? Shi On ragu menjawabnya, namun akhirnya dia berkata, “Ayahku sakit keras”

Yoon Jeon kaget mendengarnya, dia pun memberi saran pada Shi On, “Semakin parah sakitnya, Dokter harus semakin mencintainya”

Cinta seperti apa yang bisa menolongnya? Seperti yang dilakukan Yoon Jeong hari ini, “Dengan mengingat bahwa jika aku mati, aku takkan bisa melihat ayahku”
Park Shi On akhirnya menemui dokter yang menangani ayahnya untuk menayakan kondisi sang Ayah. ternyata kankernya telah menyebar ke seluruh tubuh, dan itu sudah sangat terlambat. Kemoterapi pun tidak aka membantu penyembuhannya. Yang bisa mereka lakukan hanyalah penghilang rasa sakit.

Apakah ayah Shi On meyadari kondisinya? Ya,, dia sudah tahu karena dia sudah melakukan tes 6 bulan yang lalu. Tapi dia tidak tahu jika kondisi nya sudah separah saat ini.

Setelah keluar dari ruangan dokter, Shi On mengumpulkan keberanian untuk menemui ayahnya. Dia teringat kata-kata Kim Do Han tentang menghadapi rasa takutnya. Akhirnya Shi On pun mau mencoba menemuinya.

Di dalam kamarnya, ayah Shi On sedang berteriak pada seorang perawat yang menyuntiknya karena merasa kesakitan. Dia hanya bisa marah-marah dan membentak suster itu. Bahkan setelah perawat menyelesaikan suntikannya. Ayah Shi On terus mengeluhkan rasa sakit karena suntikan itu.
 
Shi On masuk ke dalam kamar Ayahnya setelah perawat pergi. Melihat kehadiran Shi On Ayahnya tampak tidak senang, dia bahkan menyambut Shi On dengan tatapan penuh ancaman.

“Dasar bocah tengik. Akhirnya kau muncul juga. Dasar bocah lemah, pingsan dan kehilangan kesadaran... Cepat kemari!”

Shi On jadi ketakutan, namun dia akhirnya mendekat. Ayahnya bertanya apakah Shi On sudah tahu jika dia itu sakit parah? Tentu saja Shi On yang seorang dokter harus menyembuhkannya.

Shi On tidak menjawab, Ayah ya jadi kesal karena Shi On hanya diam saja. Hingga memberanikan diri untuk mencoba berbicara pada Ayahnya, “Aku… aku bukan dokter THT. Aku tak bisa mengobati ayah”

Medengar hal itu Ayahnya menajdi kesal dan mengatai Shi On, “Tentu saja, bagaimana mungkin makhluk sepertimu menjadi dokter”

Ayahnya yakin Shi On ada di RS itu karena Direktur. Tapi… Shi On mendapatkan gaji kan? Shi On membenarkan. Karena itu, Shi On harus membayar biaya RS dan merawat ayahnya. Bagaimanapun juga, dia  adalah ayah yang memberi kan kehidupan dan membesarkan Shi On. Bukankah begitu?

“Benar atau tidak?”

Dengan ragu dan takut Shi On membenarkan perkataan Ayahnya, dan Ayahnya mulai tersenyum senang dan puas.

“Tentu kau harus merasa begitu. Kau anak yang baik dan cerdas. Tapi kenapa tenggorokanku sangat sakit?”

Semakin hari penyakit ayahnya semakin parah. *Ya iyalah, kejaannya teriak-teriak mulu*

Ibu Shi On datang melihat kejadian itu, dia tidak jadi masuk ke kamar Ayahnya. Dia geram pada suaminya karena tega memperlakukan seperti itu. Namun saat ini, dia belum bisa berbuat apapun, karena Shi On belum tahu bahwa dia adalah ibu Shi On.
 
Di ruang tunggu Profesor Kim Do Han, duduk berjejer beberapa pasien mereka saling curhat karena mereka membutuhkan banyak waktu untuk bisa membuat janji dengan profesor itu. Dr. Go mendengar hal itu, dan menyadari ternyata Kim Do Han lebih populer dibanding dirinya.
 
dr. Go merasa kesal dan pergi membeli minuman, tapi mesinya tidak mau mengeluarkan minumannya. Dia pun menjadi semakin kesa. Seorang anak kecil datang memegang-megang jubah dokternya. Anak itu menyodorkan minuman. dr. Go terharu dan mengambilnya. Tapi ternyata anak itu kembali meminta minumannya setelah dr. Go membukanya. Anak itu hanya ingin dr. Go membukakan minumannya. Poor Dr. Go ~o~

Mengapa semua orang memperlakukannya seperti itu?

bersambung ke part-2

***

Untuk part-2nya tunggu dua hari lagi ya,,, minggu kemarin aku benar-benar tidak ada waktu untuk menonton drama apapun.

Wah^^ Chukae Shi On-ssi, kau sudah melakukan Operasi pertamamu. Kemampuan Shi On sepertinya sudah kembali walau belum sepenuhnya.

Seneng banget liat Shi On dan Do Han berbincang seperti kakak adik >.< karena kata-kata Do Han dan perbincangannya dengan Yoon Seo akhirnya Shi On berani menemui Ayahnya, tapi tetep aja tuh si Ayah tetep galak walo lagi sakit, bikin gemes aja ~.~

*posted by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

23 Komentar untuk "[Sinopsis] Good Doctor Episode 14 part 1"

Waah,,aq yg pertama komen..hihihi
Gumawo unnie sinopsisnya bagus, ditunggu part 2 nya..
Semangat!!!

Waah,,aq yg pertama komen..hihihi
Gumawo unnie sinopsisnya bagus, ditunggu part 2 nya..
Semangat!!!

yeeeeeeeeey.....
Go go go.... ditunggu part 2 nya ya unnie :-D

Part 2'a yaaa oenni...dtungguu... ‾̴̴͡͡‾̴̴͡͡.

ditunggu terus mbak kelanjutannya

ditunggu part 2 nya :)

Kamsa hamnida eonnii irfa :D

dessy ayo semangat
delete

Pgin cpt bc part 2 na. Pleaseeee , cpt d buat ya uni.

ѕємȃαҬ kak,,,, [d̲̅i̲̅] tunggu part 2 Nÿ̲̣̣̣ɑ̤̥̈̊! Waithing.....

daebak .. dtunggu part 2 nyaaa. ^_^
gag sabar nih liat kelanjutan shi on & yeon seo

Kelar juga nich td malem nich film....good ending with good doctor....skrg download nya sama subtitle cepet keluar...pagi setelah tayang uda kumplit......

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang. - Hapus

Kasian yoon seo jadi galau, kgk biasany seorang moon chae won menggalo. Hehehe..

Fighting unnie, dtunggu part 2 ny.

shi on daebak....!!!!
Di tunggu part 2 nya...
Selalu nunggu postingan good doctor....

huaaa makin penasaran. ditunggu Part2nya :D

makin seru aj, tengkyu ya mbak
semangat

kakak ayo semangtz bwt lanjut nulis part 2 ampek akhir ya..
go..go..go...^_^

di tunggu denan sabar eonni..
semanagattttt....

ditunngu part 2 nya ya .... tengkiu

Jadi pengen gabung di acara makan2 bareng,, Do han dan Shi on jg seakin akrab,, jadi senang liatnya ^^
Semoga Yoon Seo bsa membalas perasaan cinta Shi on,, sesegera mungkin ^-^
Noona,, ditunggu kelanjutan sinopsisnya,, fighting ^o^

si oppa keren banget sih, saranghae joo won :) <3

I need Part 2, penasaran. Sumpah! -,-

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top