[Sinopsis] Good Doctor Episode 12 part 1

Keadaan semakin kritis, kondisi Lee Soo Jin menurun drastis, dan bayi nya pun sangat rentan, dimana saja Kim Do Han melakukan sayatan, maka bayi itu dalam bahaya. Kim Do Han mencoba berpikir, Profesor Min menyadarkannya mengatakan bahwa Kim Do Han telah melakukan yang terbaik, ini waktunya memilih. Mereka harus merelakan bayinya

Shi On teringat pada Direktur Choi yang telah memilih dirinya, dia kemudian mengoceh jika mereka harus menyelamatkan keduanya. Kim Do Han kembali berpikir apakah ada jalan lain? Kim Do Han memutuskan untuk melakukan sayatan samping, hanya itu satu-satunya jalan. Mereka membutuhkan sonogram untuk membantu melihat dimana sayatan harus dilakukan. Tapi mereka tak punya banyak waktu.


Kim Do Han meminta Shi On untuk melihat letak masalah yang dialamai si bayi dengan kemampuannya, sehingga dia bisa melakukan sayatan yang tepat. Profesor Min ragu dengan cara Kim Do Han, namun Kim Do Han memintanya untuk percaya. Park Shi On awalnya ragu, namun Kim Do Han memaksanya untuk melakukannya dengan cepat.

Park Shi On pun memfokuskan diri dan dia bisa melihat dimana letak masalahnya. Dia melaporkan itu pada Kim Do Han sehingga Kim Do Han bisa melakukan sayatan trakeatomi untuk menyelamatkan nyawa si bayi.

Setelah trakeatomi dilakukan dengan sempurna oleh Kim Do Han, dengan penuh rasa lega Kim Do Han mengatakan bahwa profesor Min bisa memotong tali pusar si bayi. Semua orang yang ada di ruang operasi itu merasa lega, karena baik ibu dan bayinya bisa di selamatkan.

Kim Do Han pindah ke ruang operasi lain untuk melakukan operasi terpisah guna menghilangkan kista yang ada pada bayi itu. Operasi itu berjalan lancar, tanpa hambatan apapun. Bayi Lee Soo Jin pun bisa terselamatkan seperti yang mereka duga sebelumnya, tinggal menunggu kondisi nya pulih saja. Kim Do Han meminta Yoon Seo untuk memindahkan si bayi ke ruang NICU.

Sebelum pergi dari ruang operasi, Kim Do Han menatap dr. Go dan para dokter lain yang sudah menghela nafas lega karena operasi kali ini berhasil menyelamatkan Ibu dan bayinya. Saat menatap mereka entar apa yang Kim Do Han pikirkan.

Park Shi On masuk ke ruangan tempat Kim Do Han istirahat selepas operasi, Kim Do Han sengaja memanggilnya. “Apakah kau memanggilku?”

Kim Do Han yang terlihat lelah bahkan tidak menatap Park Shi On, dia berkata, “Peluang bertahan hidup ibu dan bayi 50%?” Shi On membenarkan. Tapi bagi Kim Do Han kemungkinan mereka mati adalah 100% dan tugas mereka sebagai dokter bedah adalah memperkecil kemungkinan itu menjadi sekecil mungkin. Maka hasilnya akan menjadi yang terbaik.

Angka 50% yang Shi On katakan bukanlah berdasarkan perhitungan tapi berdasarkan keinginan Shi On sendiri. Kim Do Han memperingati Shi On agar lain kali tidak memperhitungkan angka yang berhubungan dengan kehidupan dan kematian.

Shi On mengerti apa yang dimaksud Profesornya itu. Kim Do Han kemudian menyuruhnya pergi, namun setelah Shi On berbalik, Kim Do Han kembali memanggilnya, “Park Shi On, Kerja bagus hari ini”

Yoon Seo minta maaf pada Shi On, karena telah memarahinya saat Shi On mempertanyakan berbagai kemungkinan terburuk saat rapat hari itu. Shi On bilang tidak apa-apa, hari itu dia mengantuk jadi dia hampir sama sekali tidak mengingat bahwa dia dimarahi.

Tapi Yoon Seo tetap merasa takjub karena semua kemungkinan yang Shi On tanyakan benar-benar terjadi. Shi On bilang itu tak seberapa. Yoon Seo jadi berbalik sebal, jadi kini Shi On mulai menyombongkan diri? Shi On bingung, dia sama sekali tidak bermaksud begitu.

Yoon Seo jadi ingin menggoda Shi On, “Hei, kau nyaris jadi orang brengsek” Shi On makin bingung. Apalagi saat Yoon Seo mengancam akan mencekik lehernya. Tapi bagaimanapun Park Shi On sangat mengagumkan bagi Yoon Seo.

Yoon Seo bersiap pulang ke rumah, dia berjalan bersama Shi On di lorong RS. Tiba dipersimpangan, Shi On tetap mengikuti Yoon Seo menuju pintu keluar. Yoon Seo mengingatkan, “Ruang jaga ada di sebelah sana, kau tak kesana?” Shi On mencoba mencari alasan, tapi Yoon Seo menudingnya, “Atau mungkin kau ingin mengantarku sampai gerbang?”

Shi On mengelak, tapi Yoon Seo terus menggodanya, “Ku pikir Noona takut pergi sendiri dalam gelap kan?” Shi On jadi panik dan makin gencar mengelak, “Bukan itu, Swalayan. Aku mau membeli roti”

Roti? Ada roti di laci Yoon Seo, Shi On bisa memakannya. Shi On kembali beralasan, dia mau mengcharger ponselnya, Yoon Seo kembali berkata, ada Charger di lacinya, Shi On bisa memakainya. Merasa mati kutu, Shi On mencari benda yang tidak mungkin dimiliki Yoon Seo, “Palu. Aku mau membeli palu”

Yoon Seo bingung, memangnya di swalayan menjual palu ya? Dengan yakin Shi On mereka pasti menjualnya. Yoon Seo tak bisa membantah lagi dan mengajak Shi On berjalan bersamanya.

Sesampainya di pintu keluar gedung RS, Kim Do Han sudah menanti Yoon Seo. Dia berkata akan mengantar Yoon Seo pulang. Yoon Seo merasa rumahnya dekat, jadi tidak perlu diantar. Kim Do Han tak peduli kemudian berkata bagaimanapun rumah Yoon Seo searah dengan rumahnya.

Yoon Seo tak bisa menolak, dia pun pamit pada Shi On, dan memastikan Shi On untuk membeli palunya. Yoon Seo meninggalkan Shi On di depan pintu keluar RS dengan rasa tidak tega dan masuk ke dalam mobil Kim Do Han.

Setelah mobil profesornya melaju pergi sambil membawa Sunbae tercintanya, Shi On hanya bisa merengut menatap perginya mobil itu. Yah,, nggak jadi jalan bareng sama my beloved Noona deh.

Shi On merasa dirinya masih belum berhasil mengungkapkan perasaannya pada Yoon Seo bahkan dengan tindakan sekalipun. Insiden bunga itu pun rasanya menjadi memalukan baginya. Yoon Seo sudah memuji bunganya cantik, tapi saat Yoon Seo memaksanya untuk mengatakan apa maksud Shi On memberikan bunga itu, dia malah bilang, “Apa kau sudah makan?” Shi On merasa dirinya begitu payah sambil membentur-benturkan kepalanya pada buku yang dipegangnya, lama-lama Shi On merasa kesakitan juga karena benturan buku tebal itu dikepalanya.

Saat Kim Do Han sudah menghentikan mobilnya di dekat rumahnya, Yoon Seo bertanya, apakah Kim Do Han sudah berbaikan dengan Manager Yoo? Kim Do Han tampak tak berminat membicarakannya. Yoon Seo langsung menebak bahwa mereka belum berbaikan. Yoon Seo berkata, “Bagaimana jika dia memutuskan mu saat kau bersikap seperti ini?” Kim Do Han malah tertawa renyah dan berkata, “Maka aku diputuskan”

Yoon Seo langsung berpikiran buruk, “Setelah itu kau akan melampiaskan kekesalanmu pada kami semua’kan?” Kim Do Han jadi tertawa mendengarnya. Sepertinya dia sudah sering menjadi seperti itu.

Kim Do Han berkata, “Sebelumnya, aku sangat mencintai Chae Kyung” Tapi sekarang sepertinya dia sudah tidak terlalu mencintainya, apakah itu yang Kim Do Han pikirkan.
Yoon Seo malah merinding mendengarnya, dia belum pernah menemukan pasangan yang bisa membuatnya merinding seperti itu. Kim Do Han berkata, belakangan ini, dia mulai melupakan kenangan manis tentang dirinya yang sangat mencintai Chae Kyung. Rasanya seperti berada dibalik tirai yang menutupi sekelilingku.
“Aku tak tahu kehidupan apa yang kujalani sekarang. Aku juga tak tahu kehidupan macam apa yang akan kujalani kedepannya. Terkadang aku bertanya-tanya apa yang sudah kulakukan seharian”

Yoon Seo menghibur Profesornya, dia yakin itu semua karena terlalu banyak hal yang harus diurus oleh Kim Do Han.

Kim Do Han meminta maaf karena dia malah berkeluh kesah saat Yoon Seo lelah. Yoon Seo mengatakan tidak masalah, karena dia tak bisa mengangkat semua beban Kim Do Han, dia bahkan merasa bersalah karena hal itu.

Kim Do Han merasa bangga pada Yoon Seo yang bahkan tahu apa yang menjadi bebannya. Kim Do Han kemudian menyentuh rambut Yoon Seo dengan gemas. Yoon Seo jadi agak gugup karenanya. Tak lama, Yoon Seo pun pamit untuk keluar dari mobil.

Yoon Seo berjalan pulang menuju rumahnya, dia menyentuh rambutnya yang disentuh Kim Do Han, lalu tersenyum kecil. Namun dia sadar, dia harus mengabaikan perasaannya.
Esok harinya, Yoon Seo melihat Shi On memegang palu yang baru dibelinya. Yoon Seo mendekati Shi On, dan bertanya, mereka benar-benar menjual palu di swalayan ya? Shi On membenarkan dan mengatakan dimana mereka meletakan palu yang mereka jual.

Yoon Seo menatap palu yang masih dibungkus itu dengan seksama dan melihat harganya. 7000 won? Aneka Logam Tae Yang? Ha,,, ternyata Yoon Seo pun ikut membaca toko dimana Shi On membeli palu itu. Yoon Seo lalu bertanya, “Apa ada swalayan yang bernama Aneka Logam Tae Yang?”

Akh Shi On ketauan bohongya deh. Setelah Yoon Seo pergi dengan kesal Shi On langsung menggosok label harga palu itu yang menyertakan nama toko dimana Palu tersebut di jual. Shi On terlihat kesal dan tentu saja merasa malu.

Kim Do Han bertemu dengan Cha  Kyung. Mereka saling menatap dingin. Chae Kyung yang duluan bertanya, mengapa wajah Kim Do Han terlihat kusam? Banyak operasi yang harus dilakukannya. Chae Kyung mengingatkan agar Kim Do Han tetap menjaga kesehatannya, karena sekarang Chae Kyung tidak bisa mengurusnya lagi.
Kim Do Han langsung bertanya, “Rencanamu masih belum berubah, 'kan?” Melihat ekspresi Chae Kyung, dia tahu jika tunangannya itu masih melanjutkan rencananya. Kim Do Han mengerti dan langsung pergi meninggalkan Chae Kyung tanpa mendengar jawaban apapun.

Saat Kim Do Han beranjak pergi, Chae Kyung memanggilnya, “Oppa… Apa aku membuatmu tak nyaman?” Kim Do han berbalik dan berkata, “Bukan dirimu, Tapia pa yang kau lakukan, itu yang membuatku tak nyaman”

Chae Kyung lalu bertanya, seolah pada dirinya sendiri juga, “Kenapa kita jadi seperti ini?” Seharusnya dia merasa sedih saat mendengar Kim Do Han ingin berpisah sementara waktu. Seharusnya mereka berdua sedih. Tapi baik Kim Do Han mau pun dirinya malah tak merasakan apapun.

“Tak merasakan apa-apa, lebih menyedihkan dari pada perkataanmu”
Seorang pria mendatangi NICU saat Yoon Seo berada disana. Yoon Seo pun bertanya, apakah pria itu ingin melihat seorang bayi? Siapa namanya? Pria itu berkata mungkin bayinya belum diberi nama, tapi nama ibunya adalah Lee Soo Jin. Yoon Seo menyadari, jika pria ini adalah suami dari Lee Soo Jin.
Yoon Seo pun menunjukkan yang mananya bayinya. Suami Lee Soo Jin menatapnya dengan penuh haru. Yoon Seo memberitahu, operasinya berhasil dan bayinya memulihkan diri dengan baik.
“Apa Anda sudan menemui istri Anda?” melihat ekspresi wajat pria itu, Yoon Seo tahu dia belum menemuinya.  Sang ibu adalah orang yang paling kesulitan sekarang. Tapi tak seorangpun ada di sampingnya.

“Apa Anda tahu kenapa Soo Jin-ssi begitu hebat? Itu karena dia tak membenci siapa pun.Itu bukan karena dia terlalu bodoh atau terlalu baik,... Tapi begitulah cara dia mencintai keluarganya. Itu sebabnya dia kuat.  Dia akan menjadi ibu yang baik melebihi orang lain”

Mendengar kata-kata Yoon Seo, suami Soo Jin jadi merasa bersalah dan akhirnya pergi dari NICU.

“Dokter sebut itu pengakuan cinta?” In Hae protes setelah mendengar cerita Shi On. Apa-apaan itu. ‘Apa kau sudah makan? Yang benar saja. In hae tak habis pikir dengan sikap Shi On.

Shi On membela diri, dia tak bisa melakukan apapun karena kata-katanya  tak mau keluar. In Hae merasa lelah, Shi On tidak bisa menunjukkan rasa cintanya, juga tidak bisa membuat pengakuan. Rasnaya tak ada gunanya mengajari Shi On, sekarang In Hae bisa merasakan perasaan para guru yang menyerah terhadap dirinya di sekolah.

Apakah mungkin wanita itu menganggap Shi On anak-anak? Jika memang begitu, tak peduli wanita itu lebih muda atau lebih tua dari Shi On maka pengakuan cinta akan sangat sulit. In Hae kemudian berkata, “Wanita itu, berikan padaku nama dan tanggal lahirnya.  Aku akan melihat ramalan untuk memastikan kalian berdua akan bersama atau tidak”

Shi On bingung, Ramalan? Ya,,, Shi On hanya tinggal memberikan nama dan tanggal lahir wanita itu. Shi On tampak tertarik, namun masih ragu. In Hae meyakinkan Shi On, jika dia sudah melihat ramalan bagi teman-temannya yang kini sudah berpasangan.
Shi On pun tertarik dan berencana menyebutkan namanya, “Namanya adalah…” In Hae bersemangat, “Baek…” In Hae mengulanginya. “Seol…” lanjut Shi On. Kini In Hae mengeluh namanya terdengar sangat kampungan. Namun dia meminta kata terakhir dari nama wanita itu. “Gong” Shi On mengakhirnya.

Baek Seol Gong? Putri Salju? In Hae kesal pada Shi On, “Cukup ! Aku tak mau tahu” In Hae merasa Shi On telah mempermainkannya. Dia pun pergi sambil menahan kesal. Shi On merenggut, dia bingung kenapa In Hae marah, karena baginya Yoo Seo memang tampak sebagai putri salju. Apa dia salah?

Yoon Seo menemui Lee Soo Jin, dia bertanya apakah suaminya sudah menghubunginya? Lee Soo Jin mengatakan suaminya hanya mengirim sms dan meminta maaf karena tidak bisa datang. Lee Soo Jin mengatakan suaminya juga pasti mengalami kesulitan. Orang-orang mungkin mengatakan dia anak mama Tapi pengaruh ibunya memang  terlalu besar. Siapa pun yang pernah berada di samping ibu mertua nya takkan tahan juga.

Lee Soo Jin kemudian berkata dia ingin melihat bayi nya, tapi dia tak bisa kesana karena tubuhnya belum pulih benar. Yoon Seo kemudian teringat, bahwa dia telah mengambil foto bayi Lee Soo Jin. Dia memberikan ponselnya pada ibu si bayi.

Lee Soo Jin menatap foto bayi nya dengan penuh haru, “Cantik sekali” Lee Soo Jin bahkan hampir menangis saking bahagianya menatap si bayi. Yoon Seo pun ikut bahagia melihat kebahagiaan itu.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara, “Yeobo…” itu adalah Suami Lee Soo Jin. Pria itu mendekati istrinya dan meminta maaf. Karena tidak ada disampingnya saat sang istri sedang mengalami kesulitan. Suaminya pun berterimakasih karena Lee Soo Jin telah melindungi bayi mereka. Lee Soo Jin berkata suaminya tidak harus berterima kasih, karena itu adalah tugasnya sebagai ibu.

Suami Lee Soo Jin kemudian berkata, “Saat kau keluar dari RS… Kita pergi bersama bayi kita ke Amerika” Lee Soo Jin pun menangis terharu mendengar ajakan suaminya. Ternyata suaminya tidak jadi menceraikannya.

Pria itu kemudian memeluk Lee Soo Jin sambil berkali-kali mengucapkan kata maaf. Yoon Seo tersenyum penuh haru menyaksikan bersatunya kembali keluarga kecil itu. Ketegaran dan kebaikan hati Lee Soo Jin ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan, dia tak harus kehilangan bayinya juga suaminya.

Shi On terburu-buru masuk ke ruang staf Pediatri, dimana Kim Do han telah menunggunya. “Sudah kubilang harus datang tepat waktu untuk tesnya, 'kan?” Shi On meminta maaf dan berkata dia terlambat karena harus memeriksa pasien.
Kim Do Han terlihat tak peduli, tapi tidak ingin memperpanjang masalah. Dia menjelaskan aturan tesnya. Shi On harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan Kim Do Han. Shi On hanya diberi waktu 5 detik untuk berpikir, jika dia mulai menjawab lebih dari 5 detik, maka jawaban dianggap salah.
Shi On agak resah mendengar peraturan itu, namun dia sudah memantapkan hatinya. Kim Do Han pun memberikan sebuah pertanyaan kasus. Shi On diminta untuk mendiagnosa penyakit pada kasus tersebut, bagaimana penanggulangannya dan bagaimana procedural operasinya.

Dengan lancar Shi On menjawab kasus pertama, disusul dengan kasus kedua dan ketiga yang juga diselesaikannya dengan mudah. Setelah Shi On menyelesaikan kasus ketiga, Kim Do Han berkata, “Cukup. Hari ini cukup sampai disini”

Karena Shi On telah berhasil menjawab semua pertanyaan yang diberikan Kim Do Han, dia pun meminta Shi On untuk pergi, kembali menjalankan tugasnya. Shi On menghela nafas dan terlihat lega, setidaknya hari ini dia lolos tes, dan tidak ada pinalti untuknya.

Saat keluar ruangan, Shi On setengah berlari dan loncat-loncat bahagia. Dia bahkan melakukan gerakan "YES!" karena telah berhasil melewati satu tes dari Profesornya.

Setelah Shi On pergi, Yoon Seo datang menemui Kim Do Han dan menanyakan hasil tes Shi On. Dengan bangga Kim Do Han berkata, “Dia menjawab semua pertanyaan” Yoon Seo pun terlihat bangga, lalu bertanya, Apakah kesulitan soalnya adalah yang tertinggi? Kim Do Han membenarkan, bahkan Shi On berhasil menjawab pertanyaan ketiga dengan akurat.

Yoon Seo bertanya memang tentang apa? Demam perut anak. Itu adalah istilah kedokteran Asia, jadi Kim Do Han pun tidak terlalu memahaminya. Satu langkah Shi On di depan Kim Do Han kalau begitu >.<

WaPresdir Kang sedang menelpon seseorang dan menanyakan tentang seseoang bernama Joon Yeong, dia melerang si penelpon untuk datang ke Korea karena dia tak ada alasan untuk datang. Saat melihat Direktur Choi, WaPresdir Kang menutup teleponnya dan memberi salam.

Direktur Choi mengingatkan bahwa waktu WaPresdir Kang tinggal dua hari lagi. Tidak apa-apa jika WaPresdir Kang pergi lebih awal. Tidak. Dia hanya akan pergi saat waktunya tiba. Direktur berusha mempercayai perkataan WaPresdir Kang.

Saat Direktur Choi beranjak pergi, WaPresdir Kang kembali memanggilnya, “Direktur…” Direktur Choi menoleh, “Seharusnya kau mempertahankan ku” lanjut WaPredir Kang. Namun Direktur tak mempedulikannya.

Yoon Seo memberi tahu Ibu Shi On, jika putranya bekerja dengan sangat baik. Ibu terlihat sangat bahagia mendengarnya. Dia merasa yakin, Shi On bisa berkerja dengan baik atas bimbingan Yoon Seo. Perkataan Ibu membuat Yoon Seo agak salting. Yoon Seo berkata, “Tidak,... Dia yang berusaha dengan keras”
Ibu mengatakan, jika mengingat Shi On saat masih kecil, Shi On yang sekarang tampak seperti mimpi. Dulu.. Shi On bahkan kesulitan untuk bicara. Itu membuat Ibu sering berpikir, bagaimana jika dia dewasa nanti? Ibu sering berpikir untuk mati bersama Shi On berkali-kali. Ibu menyalahkan dirinya, Shi On seperti itu karena dia bertemu dengan ibu yang salah.

Yoon Seo jadi tidak enak. Dia berkata ibu bukan salah Ibu. Yoon Seo bertanya tentang keberadaan Ayah Shi On. Ibu tidak tahu, terakhir kali melihatnya adalah saat dia pergi meninggalkan rumah. Ibu mungkin memang bersalah, tapi kondisi Shi On mmeburuk karena perlakukan kasar Ayahnya.

Shi On dan Ibu sering dipukul. Shi On dipukuli karena berbeda dengan yang lain. Dan Ibu dipukuli karena dia telah melahirkan anak seperti Shi On. Ibu berharap Ayah Shi On tidak pernah mendekati putranya lagi, walaupun dia tahu tak seharusnya dia berkata seperti itu.  Dia merasa itulah yang terbaik untuk Shi On.

Shi On cepat-cepat datang ke ruang staf Pediatri, ada seseorang yang sedang berbicara dengan Profesor Kim Do Han. Ternyata orang itu datang untuk membuat film documenter tentang departemen Pediatri.  Mendengar kata film documenter, Shi On segeramenyingkir dan pergi ke seuatu sudut di ruangan itu.

Han Ji Wook berkelakar, apakah dia harus mengganti baju? Karena bajunya sudah kotor. Semua orang menjadi tertawa di buatnya, tim film documenter mengatakan jika mereka bisa membiarkan seperti apa adanya saja.

Yoon Seo memperhatikan Shi On yang sibuk di depan cermin, “Dr. Park, apa yang sedang kau lakukan?” Shi On berbalik dengan tatanan rambut klimis belah tepi nya, haahha.. semua orang kaget melihatnya. Shi On berkata, “Kata mereka aku akan muncul di TV...” Kim Do Han menggeram , sementara Yoon Seo meminta Shi On mengembalikan tatanan rambutnya seperti semua.

Dengan cemberut, akhirnya Shi On pun kembali mengacak tatanan rambutnya.

Pengambilan film documenter pun dimulai, para dokter departemen Pediatri melakukan tugasnya seperti biasa. Sementara anak-anak heboh karena sedang di shoot dengan kamera. Mereka berlomba-lomba untuk eksis agar ter shoot saat dokter memeriksa salah satu teman mereka.

Perawat Jo dan Kepala perawat pun mencoba untuk bersikap biasa, namun tetap saja terlihat canggung dan sangat jelas terlihat bahwa dia ingin terlihat bagus di depan kamera. Suster lainnya pun jadi sok sibuk agar dirinya ikut ter shoot oleh kamera yang terus mengarah pada suster kepala.

Park Shi On? Dia selalu berusaha tampil eksis di depan kamera. Bahkan saat Shi On dan Yoon Seo berada di ruanga NICU. Shi On terus saja menatap kamera dengan sengaja. Yoon Seo mencoba memperingatkannya, namun Shi On tetap saja mencoba eksis di depan kamera.

Usai pengambilan gambar, Yoon Seo jadi gemas dan bertanya mengapa Shi On terus memasang wajahnya di depan kamera? Itu sangat memalukan. Dengan polos Shi On menjawab, “Aku melakukan itu setiap melihat kamera TV.  Tak peduli seberapa jauh kameranya, aku akan berlari ke sana dan menunjukkan wajahku”

“Apa kau ingin menjadi selebritisa?” Tidak. Shi On hanya ingin orang tuanya menemukannya. Setau dia orang tua akan selalu mengenal anaknya mesikpun mereka telah besar. Jadi Shi On sangat berharap orang tuanya akan menemukannya.

Yoon Seo lagi-lagi dibuat takjub. Namun kali ini disertai rasa bersalah, karena belum memberitahu Shi On tentang Ibunya.

Woo Il Kyu menyombongkan diri bahwa  para kru film documenter mengatakan bahwa saat di wawancara dialah yang terbaik. Hong Kil Nam mengejeknya dengan menirukan gaya saat Il Kyu diwawancara dan itu membuat Il Kyu kesal.

Tak lama mereka menyadari sesuatu, Kim Do Han dan Yoon Seo tidak ada diantara mereka. Apakah mereka pergi bersama? Sun Joo membenarkan. Shi On jadi tertarik, memangnya mereka pergi kemana? Sun Joo juga tidak tahu.

Sun Joo merasa penasaran apakah hubungan Profesor Kim Do Han dan Manager Yoo Chae Kyung sedang kurang baik? Manager Yoo sudah lama tidak berkunjung ke tim pediatri. Il Kyu berkata mungkin mereka bertemu diluar. Orang-orang penggosip seperti Sun Joo, mulutnya harus benar-benar di jaga.

Shi On menyadari sesuatu, dia pun bertanya, “Apa Profesor Kim Do Han dan Manajer Yoo Chae Kyung berpacaran?” Hong Kil Nam menjawab dengan dramatis, “Mereka bertunangan”

Shi On takjub, “Uwaahhh”

Hmm sepertinya Shi On mulai memikirkan sesuatu, karena dia terlihat resah berdiri di depan ruangan Chae Kyung. Ketika Chae Kyung membuka pintu, dia kaget melihat keberadaan Shi On.

Shi On menyapanya, dan Chae Kyung membalasnya dengan  penuh kehangatan. Chae Kyung bertanya apakah Shi On datang ke ruangannya untuk mencarinya. Shi On membenarkan, sepertinya ada yang ingin dia tanyakan pada Chae Kyung.

Kim Do Han  membawa Yoon Seo untuk pergi ke suatu tempat. Saat mereka masih di perjalanan, Yoon Seo penasaran kemana Kim Do Han akan membawanya. Kim Do Han malah berkata, saat tiba di tempat itu Yoon Seo juga akan tahu. Apakah ini penculikan? Setidaknya Kim Do Han harus memberitahu tujuannya.

Kim Do Han hanya berkata, “Akhirnya setelah 12 tahun, Aku mencoba menjadi senior yang baik untukmu”

Yoon Seo terangah, selama 12 tahun ini Kim Do Han tidak pernah bertindak sebagai senior dan sekarang ingin mencobanya? Kim Do Han jadi sebal karena Yoon Seo selalu membentah perkataannya. Yoon Seo mengelak, “Tidak selalu. Hanya satu atau dua kata saja” Lalu keduanya saling tertawa lepas.

Yoon Seo kaget saat tiba di tempat tujuan mereka. Kim Do Han membawanya ke butik pakaian. “Kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini” Kim Do Han tidak menjawab pertanyaan itu dan malah meminta Yoon Seo untuk memilih pakaian disana. Yoon Seo protes karena dia merasa punya banyak baju di rumah.

Kim Do Han beralasan, Yoon Seo selaku mengeluh bahwa kau selalu memakai jubah kotor. Yoon Seo membela diri, yang dia maksud tentu saja jubah dokter. Kemudian Yoon Seo berbisik, bahwa dia tak biasa mengenakan pakaian mahal.

Kim Do Han tampak tak peduli dan tetap meminta Yoon Seo untuk memilih sesuatu. Yoon Seo masih berusaha untuk membujuk Kim Do Han, dengan meminta Kim Do Han membelikan baju untuk Chae Kyung dan dia yang akan memilihkannya.

Lagi-lagi Kim Do Han tidak menggubris. Dia malah menyuruh Yoon Seo untuk menyelesaikannya dalam waktu 10 menit. Yoon Seo bingung, tapi dia tak bisa menolak lagi, apalagi Kim Do Han memilih keluar agar Yoon Seo bebas untuk memilih. Yoon Seo jadi merasa dirinya bisa gila karena hal ini.

Shi On dan Chae Kyung makan bersama. Shi On bercerita bahwa dia sedang menyukai seseorang dan harus membuat pengakuan cinta. Chae Kyung bingung pada awalnya, kemudian malah tertawa, dia sadar Shi On sedang curhat padanya.

Shi On berkata, dia tidak tahu bagaimana caranya, karena itulah dia ingin bertanya pada Chae Kyung bagaimana Profesor Kim Do Han mengungkapkan cintanya pada Chae Kyung. Karena Profesor Kim Do Han adalah pria yang hebat, Shi On yakun dia juga melakukan pengakuan cinta dengan cara yang keren juga.
“Seharusnya kau tanyakan langsung pada Profesor” Chae Kyung memberi saran. Shi On tidak bisa melakukan hal itu, “Jika aku bertanya, Profesor hanya akan mengatakan satu hal saja”

Chae Kyung jadi penasaran, memangnya apa yang akan dikatakan Kim Do Han?
Shi On kemudian berlagak seperti Kim Do Han dan mengatakan apa yang selalu dikatakan Kim Do Han padanya, “Park Shi On, Pergi! Pulanglah!” Chae Kyung langsung tertawa lepas melihat peragaan Shi On.

Shi On kembali memohon Chae kyung memberitahunya, bagaimana Kim Do Han membuat pengakuan cintanya. Tapi,,, bagaimana ya.. Chae Kyung duluan yang mengaku cinta pada Kim Do Han. Shi On terlihat kaget, lalu apakah Kim Do Ha tidak pernah menyatakan cintanya?

Pernah tentu saja. Dia melakukannya kemudian. Shi On penasaran dengan apa yang dikatakan Kim Do Han. Chae Kyung mencoba mengingatnya, tapi hasilnya, “Entahlah… Aku tak bisa mengingatnya”
Chae Kyung terlihat sedih karena hal itu, dia kemudian berkata, “ Kurasa pengakuannya sangat menyentuh... Tapi kenapa aku tak bisa mengingatnya?”
“Kenangan… Tak apa bila tak diingat. Aku tak mengingat ibuku. Aku yakin pasti ada kenangan yang indah, Tapi aku tetap tak bisa mengingatnya” Chae Kyung termenung mendengar perkataan Shi On.

Setelah Shi On memikirkan lebih dalam. dia merasa dial ah yang mencoba untuk tidak mengingatnya. Saat dia masih kecil, rasanya kehidupannya sangat keras dan menyiksa. Hingga Shi On ingin menghapus kenangan masa kecilnya. Namun ketika dia menghapusnya, ingatan tentang Ayah dan Ibunya pun ikut terhapus.

“Ketika aku mencoba menghapus kenangan buruk, Bahkan kenangan yang indah ikut terhapus juga”

Han Jin Wook, Kim Sun Joo, Hong Kil Nam dan Woo Il Kyu pergi minum di tempat yang jauh dari RS, tapi Jin Wook hanya mengijinkan satu botol untuk 4 orang. Yang lain protes, tapi Jin Wook bersikap tegas, itu semua demi kebaikan mereka dan meminta semuanya untuk menikmati makanannya.

Saat mereka akan bersulang, Jin Wook melihat sesuatu yang membuatnya kaget. In Young? Dia melihat In Young yang sedang mengantar tamu keluar dari sebuah tempat hiburan malam.

bersambung ke part-2

Komentar:
Eeeiiii,,, Kim Do Han flirting-flirting terus nih sama Yoon Seo, tapi kok.... aku malah pengen dia balikan sama Chae Kyung ya,,, setelah melihat keadaan mereka yang seperti itu semenjak berpisah. Pas denger Chae Kyung bilang, "tak merasakan apa-apa lebih menyedihkan dibanding perkataanmu" rasanya itu jleb banget. Mungkin Chae Kyung lebih memilih terus dimarahi Do Han dari pada Kim Do Han tidak peduli padanya ya... dan ternyata yang paling membuatnya sedih adalah dia sama sekali tidak sedih saat Do Han mengajaknya break, dan terus sibuk dengan dunianya sendiri. Huah,,, malang nian nasib pasangan ini...

Semoga Do Han dan Chae Kyung lebih cepat saling pengertian. Melihat Chae Kyung yang sangat lembut dan hangat pada Park Shi On, aku merasa yakin dia bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak Kim Do Han kelak,, hehehe,,, mungkin Kim Do Han dan Chae Kyung bisa mengangkat Shi On sebagai anaknya,, dan Yoon Seo akan menjadi menantu mereka #eh?

Mungkin chemistry Kim Do Han dan Yoon Seo lebih dapet, tapi setelah aku pikir-pikir jika mereka jadian yang ada Kim Do Han yang akan lebih dominan, istilahnya hubungan mereka mungkin tidak akan berimbang, dan Yoon Seo pastinya akan lebih banyak mengalah karena dia sudah melakukan itu bertahun-tahun. Nah kalo sama Chae Kyung, Kim Do Han harus belajar juga untuk memahami tunangannya itu. Dia harus sadar, Chae Kyung itu wanita yang butuh perhatian, meski itu sekedar bentakan yang dilakukan Do Han padanya.

Wah~~~ ternyata In Young beneran kerja di tempat hiburan malam yah... Jin Wook pasti kaget dan syok banget... yang paling dicemaskan adalah reaksi In Hae saat tahu kakaknya bekerja seperti itu demi kesembuhan In Hae, akankah dia menerimanya?

Btw,,, ini yang jadi suaminya Lee Soo Jin, ternyata sahabatnya bang Do Han, eh,, Joo Sang Wook maksudnya. Baru tahu aku,,, tapi kok rasanya aku baru pertama kali ya liat dia di drama, ataukah,, akunya aja yang nggak tau siapa dia... hehehehe... 

Tentang scene operasi di Good Doctor, ntah kenapa gak bikin aku deg-degan,, aku selalu mikir operasi di drama ini akan selalu berakhir happy end, seperti sebelum-sebelumnya, rasanya sangat berbeda saat menyaksikan adegan operasi di Golden Time dan Brain. Di dua drama itu scene operasinya lebih bikin deg-degan, bukan karena banyak operasi yang tidak berakhir baik, tapi aura yang diciptakannya yang bikin dag dig dug,,, dan aku tak bisa merasakannya saat menonton Good Doctor.

Sepertinya drama ini lebih fokus pada perkembangan karakter Shi On untuk lebih dewasa hingga dia layak menyandang sebutan Good Doctor.

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


14 Komentar untuk "[Sinopsis] Good Doctor Episode 12 part 1"

iya,,, scene operasinya lebih sering berhasih....
do han sama chae kyung aja kali ya??
tapi kalo do han ma yoon seo juga bisa....
atau do han poligami aja nanti ya?? #plak dihajar shi on...

akhirnya ep 12 keluar jg...makasih ya n di tnggu part 2nya

Asli bikin ngakak pas shi on ubah gaya rambutnya biar kelihatan kece didepan kamera...れ pas diacak2x JŲ̃ƍǻ lucu jadinya kãƔɑ̈k rambut Ɣɑ̈Ώƍ Ļǻƍȉ stress..hahahaha....ditunggu part 2 nya ya mbak..gomawo..

ngeliat shi on minta saran dari chae kyung kayak adik yang lagi curhat ama kakaknya... :D

makin gregetan sama aktingnya joo won

Pertama kupikir shi on takut lihat kamera makanya lari kesudut.ternyata........ha.ha..ha..lucu..lucu.tks ya Irfa sinopnya

Thanks y.. Sdh bwt ep 12 ny.. Ditunggu part 2 y.. Cayooo...

Keren euy.....sekelas kaya grey's anatomy dech

Mantapp..
d tunggu terus deh sinop selanjut nya..

seru bangettttttttt...
ditunggu part 2nya hehehee

Suka bgt deh sm komentarnya hee.aku jg lebih sng kl Do Han sm Chae Kyung aja.udh cocok bgt. Di episode episode slnjutnya Do Han balikan kok kayakny sm chae kyung.hee.. hmm bnr bgt mbak, yg jd suaminya soo jin itu shabat nya Joo Sang Wook, namanya Gyojin. Dulu pnh suppport Joo Sang Wook pas di variety show Qualifications of men, trs pnh jd guest bareng jg di Invincibe Youth 2. Wahaa maaf komenku kepanjangan..hee

haha paling suka pas liat Shi On menirukan gayanya Do Han ^.^

Kebanyakan ngakak karena Shi On nich di episode ini. Apalagi pas fil dokumenter. Rambutnya Shi On+ekspresinya itu loh, bikin ngakak tengah malam, hehehehe

pas liat gimana Chae Kyung bersikap ma Shi On, aku juga mulai berubah pikiran soal Chae Kyung. Dia wanita yang baik, dan sepertinya Yoon Seo sedang menjadi pelarian Do Han.

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top