[Fanfiction] Nine: First Love Like A Wind Part-7 ~END~



 
Berhubung sedang bersemangat, langsung aku lanjut part 7 nya ya^^ Ini adalah part terakhir dari FanFic Nine Seri After Ending: First Love Like A Wind. Terimakasih selama ini sudah setia membaca FanFic gaje ini. Hmm,, inginnya sih aku kembali melanjutkan membuat FanFic Nine seri What If nya, tapi ide nya masih berantakan, jadi nggak bisa janji. Akh,,, aku kok nda pernah merasa puas kalo ngomongin tentang Nine dan Urri Buterfly couple yah? 


Sekali lagi~~> Sebelumnya mohon maaf jika aku pada akhirnya merusak karakter beberapa tokoh Nine karena imajinasi liarku. Cerita ini hanya imajinasiku semata, karakter tokoh dan Latar Cerita adalah asli milik penulis Nine Song Jae Jung dan Kim Yoon Joo.

Selamat Membaca^^

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

First Love Likes A Wind 



Part-7

“Park-seobang? Apa yang sedang kau lakukan disini?” Sun Woo terlihat panik dan gugup saat mendengar pertanyaan Bibi Kim padanya. Park-seobang? Mengapa Bibi Kim memanggilnya seperti itu? Memangnya Sun Woo itu suami dari putrinya? Seingatku Bibi Kim hanya memiliki seorang putri yang usianya jauh lebih muda dibanding aku, tunggu dulu,,,

“Ommo-nim?” Aku yakin itulah yang dikatakan Sun Woo pada Bibi Kim, apa maksudnya semua ini? “Akh,, ini,, aku sedang makan siang bersama teman SMA ku” Sun Woo mencoba menjelaskan agar Bibi Kim tidak salah paham. Bibi Kim menatapku dan Sun Woo berganian, “Jadi kalian berdua sudah saling mengenal sejak lama? Akh,,, betapa beruntungnya aku” Ucapan Bibi Kim membuatku kaget apa maksudnya itu.

Bibi Kim duduk disebelahku dan berkata, “So Ra-ya,, aku kebetulan memang sedang mencarimu. Aku ingin meminta bantuanmu untuk membuatkan gaun pengantin untuk putriku. Kau ingat dia?” Aku menatap kosong pada pada Bibi Kim. Gaun pengantin? Park-seobang? Ommo-nim? semua kata-kata itu berputar-putar di kepalaku. Jika aku tidak salah menarik kesimpulan, Sun Woo akan menjadi menantu Bibi Kim setelah menikahi putrinya? Tapi siapa putrinya itu aku belum pernah bertemu dengannya, tapi… aku sempat melihat fotonya 5 tahun lalu,, aku mencoba mengingat dan dia adalah….

“Min Young, kau ingat dia kan? Putriku Joo Min Young, Bulan depan dia akan menikah dengan teman SMA-mu Park Sun Woo ini” Bibi Kim mengatakan hal itu sambil melirik Sun Woo sejenak dan kembali menatapku. Joo Min Young? Ya… nama putri Bibi Kim adalah Joo Min Young, karena tidak sempat bertemu dengannya aku sama sekali tidak mengenalinya saat kami bertemu. Aku menatap Sun Woo dengan bingung, bagaimana bisa,, Park Sun Woo dan Joo Min Young akan menikah bulan depan? Bukankah Min Young memutuskan akan berhenti mengejar Sun Woo, mengapa semuanya jadi seperti ini. Sun Woo tampak merasa bersalah, mengapa? Karena sudah membohongiku? Karena sudah memberiku harapan? Aku bingung dengan semua ini.

“So Ra-ya? Bagaimana? Bisakah kau membantu Imho untuk membuatkan gaun pengantin untuk Min Young? Aku tahu kemampuanmu, Imho ingin Min Young terlihat cantik di hari pernikahannya” Aku masih sibuk dengan pikiran-pikiranku, namun pertanyaan Bibi Kim mengembalikan kesadaranku. “Nde? Akh,, itu,, tentu saja dengan senang hati Imho,,,” Bibi Kim tersenyum gembira kemudian memelukku. “Gomawo So Ra,,, Imho hampir saja putus asa tidak menemukanmu di butik mu hari ini padahal pernikahannya tinggal satu bulan lagi”  Aku hanya bisa tersenyum pahit sambil melihat Sun Woo yang melihat ku dan Bibi Kim dengan rasa bersalah.

“Akh,, Park-seobang, karena kau sudah mengenal Han So Ra, aku harap kalian tidak akan canggung lagi saat pitting baju pengantin nanti” Bibi Kim berbicara pada Sun Woo setelah dia melepaskan pelukannya. “Nde Ommo-nim” Sun Woo menjawab dengan lantang. Aku tak pernah melihatnya seperti ini, apakah dia hanya seperti ini saat di depan calon ibu mertuanya? “Takdir benar-benar unik, aku tidak sangka jika kalian ternyata saling mengenal” Ujar bibi Kim sambil kembali melihat kami bergantian.

Bibi Kim berdiri dari duduknya dan pamit pada kami berdua, “Baiklah… masih banyak yang harus aku lakukan hari ini, Imho pergi dulu So Ra-ya… “ Aku mengangguk kecil. Bibi Kim melihat ke arah Sun Woo, “Park-seobang, jangan paksa Min Young menginap lagi di rumahmu malam ini, kalian terkalu sering bersama sebelum pernikahan, biarkan dia pulang ke apartemennya” Sun Woo langsung kaget mendengar kata-kata bibi Kim, “Akh,, itu,, baiklah Ommo-nim, malam ini aku akan mengantarkannya pulang ke Apartemennya” kata Sun Woo gugup. “Baiklah aku pergi dulu” Bibi Kim pun pergi dari restoran itu setelah membeli 2 cangkir kopi dan makanan kecil.

Sun Woo terlihat tidak nyaman saat aku sudah mengetahui rencana pernikahannya dengan Joo Min Young. “Kau dan Min Young akan menikah?” Sun Woo tertawa kecut, “Yah,, begitulah,, maaf So Ra-ssi aku tidak bermaksud untuk membohongimu.. semua ini ide Min Young” Aku masih bingung, tidak tahu harus bersikap bagaimana, “Ottoke? Min Young selama ini selalu mengatakan sudah berhenti mengejarmu, dan sekarang kalian tiba-tiba akan menikah?” Sun Woo tertawa kecil, “Akh,, itu,,, karena dia merasa tak perlu lagi mengejarku, dia,, sudah mendapatkan ku. Itulah mengapa dia selalu berkoar-koar mengatakan sudah berhenti mengejarku”

Aku merasa menjadi orang paling bodoh sedunia, harusnya aku sadar jika hati Sun Woo sudah dimiliki oleh Joo Min Young, dan dengan bodohnya aku berpikir bisa membuat Sun Woo kembali berpaling padaku karena cinta masa lalu kami yang hanya sebentar saja.
***
 
“Aku minta maaf karena secara tak langsung telah berbohong padamu So Ra-ssi, tadinya aku dan Min Young hanya ingin menyembunyikan masalah ini dari para kru CBM, tapi keadaan saat kita bertemu yang memaksaku dan Min Young jadi menyembunyikan semua ini darimu juga” Sun Woo terlihat sangat menyesal, Sun Woo memang benar, mungkin memang keadaan lah yang memaksanya seperti itu, tapi yang tidak aku mengerti mengapa Sun Woo dan Min Young harus menyembunyikan rencana pernikahan mereka?

“Mengapa kalian tidak ingin kru CBM mengetahui rencana pernikahan kalian? Aku rasa mereka pasti sangat gembira jika mendengar kabar itu” Sun Woo tertawa kecil, “Semua ini ide Min Young, dia ingin memberikan kejutan pada mereka,, selama ini mereka sangat senang mengolok-olok Min Young yang mengejar-mengejarku, jadi Min Young berpikir akan lebih baik jika mereka tahu tentang hubungan kami saat menjelang hari pernikahan kami saja” Aku mengerti benar pemikiran Min Young.

“Begitukah? Aku tersenyum pahit saat mendengar penjelasan Sun Woo. “Hmm,, lalu apa yang ingin kau bicarakan?” Sun Woo kembali bertanya, acara makan siang kami jelas hancur total sejak mengetahui kenyataan tentang rencana pernikahan Sun Woo dan Min Young aku jadi sama sekali tak berselera, padahal makanan pesanan kami sudah datang sejak tadi. Lalu apakah aku harus tetap mengatakan perasaanku padanya dan mempermalukan diriku sendiri? Aku menghela nafas panjang, “Aniya,,, masalah itu sudah tak penting lagi sekarang, aku merasa menjadi orang bodoh” kataku membuat Sun Woo bingung. “Apa maksudmu? Mengapa kau merasa seperti itu So Ra-ssi?” 

Aku tersenyum kecut, “Tidak apa-apa Sun Woo-ssi, lupakan saja tentang apa yang ingin aku bicarakan. Ah,,, iya.. aku belum sempat memberimu selamat, Chukae Sun Woo-ssi, akhirnya kau melepas juga masa lajangmu” Sun Woo tersenyum lebar, jelas sekali dia terlihat bahagia dengan rencana pernikahannya dengan Min Young. “Gomawo So Ra-ssi. Ayo kita makan, sebelum makanan kita menjadi dingin”

Sun Woo mulai menyantap makanannya, namun aku sama sekali tak berselera. Bagaimana ini, rasanya hatiku sakit sekali. Tapi aku tidak mungkin menangis di depan Sun Woo, aku tidak ingin dia tahu tentang perasaanku padanya saat ini. Aku jadi teringat pada kata-kata Chang Min, ‘Jangan sampai kau seperti aku,, sampai hari ini aku tak pernah punya kesempatan untuk mengutarakan perasaanku pada seseorang’ Apakah aku harus mengatakan perasaanku meski aku tahu Sun Woo akan menolakku? Akh,, ini terasa sangat berat untukku.

Aku sibuk dengan pikiran-pikiran ku sendiri saat ponsel Sun Woo berdering, sehingga lamuananku teralihkan. Sun Woo menatap ponselnya dan menjawab panggilan itu di depanku, “Yobseo, Kim Bum Suk, ada apa?” Seketika wajah Sun Woo tampak tegang dan panik, “Mwo? Apa katamu? Min Young kecelakaan?” Aku jadi ikutan cemas dan panik mendengar kabar mengejutkan itu. “Di Rumah Sakit mana? Baiklah Aku akan segera kesana” Sun Woo menutup teleponnya dan menatapku.

“So Ra-ssi, maafkan aku… aku harus segera pergi, Min Young kecelakaan dia sekarang di bawa ke UGD RS Hanseo” Sun Woo pamit padaku dengan nada cemas dan panik. “Apa luka Min Young-ssi parah?” Sun Woo menggeleng, “Aku tidak tahu, karena itulah aku harus segera ke RS, miane,, aku pergi duluan” Aku juga cemas pada keadaan Min Young, “Sun Woo-ssi tunggu dulu,,, Bolehkah aku ikut ke Rumah Sakit? Aku juga mencemaskan Min Young-ssi” Sun Woo tampak berpikir kemudian mengijinkan aku ikut bersamanya.

***

Aku dan Sun Woo akhirnya sampai di RS Hanseo, dengan panik Sun Woo segera berlari menuju UGD dan mencari dimana Min Young berada, di perjalanan kami bertemu Kim Bum Soo, “Kim Bum Suk,, bagaimana keadaan Min Young?” Melihat Sun Woo yang sangat panik, Bum Suk malah memberikan jawaban yang membuatnya semakin panik, “Akh,, Sajang-nim,,, Min Young…” Sun Woo jadi cemas, “Apa yang terjadi apakah lukanya parah? Dimana dia sekarang?” Sebelum Bum Suk sempat menjawab, Sun Woo segera berlari dengan panik menuju ruang UGD. Bum Suk jadi dibuat bingung melihat kepanikan Sun Woo yang berlebihan.

“Han So Ra-ssi, mengapa Sajang-nim terlihat sangat panik, padahal Min Young hanya mendapatkan luka ringan” Bum Suk menatap heran pada tingkah Sun Woo yang menerobos masuk ke UGD. Aku hanya tersenyum kecil mendengar kebingungan Bum Suk. “Hmm,, ntahlah,, Bum Suk-ssi bisa antarkan aku untuk menemui Min Young-ssi” Bum Suk masih diliputi kebingungannya, namun akhirnya tersadar, “Akh,, Nde,, ayo ikuti aku”

Aku dan Bum Suk pun pergi ke UGD dan melihat Sun Woo yang masih panik mencari-cari Min Young. Ya ampun saking paniknya dia membuka semua gorden di UGD untuk menemukan kekasihnya itu. Haaah,, Joo Min Young-ssi dirimu sangat beruntung bisa meluluhkan hati Park Sun Woo. Akhirnya Sun Woo menemukan Min Young yang ternyata malah sedang tertawa-tawa bersama Chang Min di salah satu tempat tidur di UGD.

“Min Young-ah, apa kau tidak apa-apa?” Sun Woo sangat cemas. “Akh,, Sunbae… kau datang?” Min Young malah tampak kaget melihat keberadaan Sun Woo, dan dia menatap tajam pada Bum Suk, seolah dia sebelumnya melarang Bum Suk untuk memberitahu Sun Woo. “Nde,, kau tidak apa-apa kan?” Sun Woo menatap Min Young dari ujung kepala sampai kaki dan memegang tangan Min Young sambil memeriksa luka apa saja yang didapat Min Young. “Apa hanya ini yang terluka?” Tanya Sun Woo saat melihat perban di lengan kanan Min Young. “Apakah tidak ada luka dalam lainnya? Tak ada yang sakit lagi?” Min Young malah jadi bingung melihat Sun Woo yang kelewat panik. Bum Suk dan Chang Min pun sepertinya merasa aneh dengan kekhawatiran Sun Woo yang berlebihan itu.

“Sunbae… ada apa denganmu, aku tidak apa-apa? Tadi aku hanya terpeleset dan tanganku terkena pecahan kaca yang ada di tempat yang aku liput” Min Young berusaha menenangkan Sun Woo. “Benarkah? Akh,,, syukurlah,, aku sangat cemas sejak tadi, mengapa kau tidak hati-hati sih” Sun Woo pada akhirnya malah meneriaki Min Young membuat semua yang ada di UGD kaget.

Tiba-tiba Sun Woo memeluk Min Young tanpa mempedulikan siapa saja yang ada disana, “Syukurlah kau tidak apa-apa, aku pikir aku akan kehilanganmu” Sun Woo sepertinya sudah merasa lega, Bum Suk dan Chang Min kaget melihat aksi Sun Woo ini, Min Young pun sama kagetnya. “Sunbae-nim, kau kenapa? Ada Bum Suk disini!” Kemudian Min Young membisikan sesuatu di telinga Sun Woo yang masih memeluknya. “Aku sudah tak peduli, lupakan saja semua perjanjian konyol itu” Sun Woo kemudian melepaskan pelukannya dan tersenyum nakal pada Min Young.

Bum Suk bingung menatap ke arahku yang tampak biasa saja, “Han So Ra-ssi, apa maksudnya itu, mengapa Sajang-nim bersikap seolah-olah dia itu kekasih Joo Min Young?” Aku hanya mengangkat bahu dan menatap Chang Min yang ternyata sedang menatapku, yaaa,,, aku tahu,, Chang Min sepertinya tahu jika Sun Woo dan Min Young memang punya hubungan dan aku sudah tidak punya harapan lagi. Aku tersenyum pahit pada Chang Min, berusaha memperlihatkan bahwa aku tidak apa-apa dengan semua ini.

“Kau Benar Kim Bum Suk, Joo Min Young adalah kekasihku, dan bulan depan kami akan menikah” Sun Woo sepertinya mendengar pertanyaan Bum Suk padaku dan dengan lantang mengumumkan status hubungannya dengan Min Young. “Mwo?” Bum Suk sangat kaget mendengarnya. “Sunbae-nim! Apa yang kau lakukan?” Min Young merajuk kesal melihat keterus terangan Sun Woo. “Ada apa Min Young-ah? Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan” Sun Woo malah menantang Min Young yang terlihat risih dengan pengakuannya itu. “Ishh,, kau benar-benar menyebalkan Sunbae-nim”

“Kau pasti bercanda kan, Sajang-nim, kau pasti hanya ingin mempermainkan Joo Min Young saja” Min Young tambah kesal mendengar perkataan Kim Bum Suk, “Mwo? Kau tidak percaya? Aku dan Min Young benar-benar akan menikah” Sun Woo memastikan hal itu, “Kau pasti berbohong kan?” Bum Suk masih tidak percaya. Sun Woo tak berkata-kata lagi. Dengan tiba-tiba dia malah memberikan ciuman singkat di bibir Min Young membuat kami semua dan juga Min Young kaget, terutama Kim Bum Suk. “Otte? Kau sudah percaya Kim Bum Suk?” Tanya Sun Woo to the point, Bum Suk hanya bisa mengangakan mulutnya saking kagetnya, dia sepertinya masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Sementara Min Young sudah membatu seperti patung karena ciuman tiba-tiba dari kekasihnya itu. Chang Min menatapku semakin miris namun dia tersenyum ke arah Sun Woo dan Min Young. “Wah,, aku benar-benar kaget, jadi kalian benar-benar akan menikah? Chukae Min Young-ssi, Chukae Sun Woo-ssi” Sun Woo tertawa lebar, “Gomawo, Chang Min-ssi, maaf ya aku tidak bisa memberikan Min Young padamu” Chang Min tertawa mendengarnya, Min Young akhirnya tersadar dari acara membatunya. “Yak! Park Sun Woo, apa yang sudah kau lakukan?” Min Young langsung memukul-mukul Sun Woo dengan lengan kirinya, namun saat dia tak sengaja menggunakan tangan kanannya, Min Young mengaduh kesakitan.

“Min Young-ah, kau tidak apa-apa?” Sun Woo jadi panik lagi namun Min Young tidak menggubris, sepertinya dia masih kesal pada Sun Woo. Chang Min segera mendekati Min Young dan kembali memeriksa lukanya. Aku tersenyum pahit, merasa tak berkepentingan lagi ada disini, aku pun melangkah keluar dari ruang UGD meninggalkan Kim Bum Suk yang sepertinya masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya. “Apakah semua ini benar? Park Sun Woo dan Joo Min Young akan menikah? Apakah ini masuk akal?” Aku mendengar Kim Bum Suk berkata pada dirinya sendiri bingung dan mengacak-ngacak rambutnya.

***

Kim Chang Min duduk disampingku saat aku duduk di salah satu kursi ruang tunggu di RS Hanseo. “Jadi,,, mereka akan menikah?” Aku menoleh ke arah Chang Min “Hmmm,,, begitulah” Aku menghela nafas panjang. “Kau kecewa?” Aku mengangkat bahu, “Entahlah, dibilang tidak,, aku bohong, tapi ternyata tidak sesakit yang aku kira” Aku menyandarkan punggungku ke sadaran kursi di ruang tunggu, “Di banding kecewa, aku lebih merasa menyesal karena telah membiarkan kebodohanku terus berlarut-larut”

Ya,, itulah yang aku rasakan. Aku merasa begitu bodoh karena mengabaikan semua sinyal diantara Sun Woo dan Min Young. Seandainya saja aku tidak mengabaikan semua itu, mungkin aku tidak akan memiliki tekad yang terlalu kuat untuk kembali mengejar Sun Woo. “Maksudmu?” Aku kembali menoleh pada Chang Min setelah mendengar pertanyaannya. “Nde? Akh,, itu,, selama ini aku sudah mencurigai hubungan mereka, hanya saja aku mengabaikan semuanya demi mendamaikan hatiku. Jika aku jeli mungkin aku sudah sadar sejak dulu hubungan diantara mereka lebih dari sekedar hobae dan Sunbae saja” Kini Chang Min yang menundukan kepalanya. “Begitukah?” kata Chang Min dengan nada sedih, entah ini perasaanku saja, atau memang Chang Min malah terlihat lebih sedih dibanding diriku.

“Chang Min-ssi,, sepertinya kau lebih sedih dibanding aku mendengar kabar pernikahan Sun Woo dan Min Young, bukan kah kau bilang kau tidak benar-benar menyukai Min Young” Chang Min jadi bingung mendengar pertanyaanku. “Apakah aku terlihat begitu?” Chang Min malah terdengar panik mendengar pertanyaanku. “Hmm,, itu yang aku rasakan, tapi,, mungkin itu hanya perasaanku saja”Chang Min menghela nafas, “Mungkin kau benar So Ra-ssi, aku sedih jika melihatmu bersedih” Aku kaget mendengar apa yang dikatakan Chang Min, apa maksudnya itu, “Nde?” Chang Min langsung panik merasa sudah keceplosan bicara. “Chang Min-ssi apa maksudnya itu?” Chang Min langsung gelagapan dan bingung untuk menjawab pertanyaanku.

Belum sempat Chang Min memberi penjelasan padaku, alat pemanggil dokternya (aku nggak tau apa namanya) sudah berbunyi. “Akh,, aku harus pergi, sepertinya ada pasien gawat darurat yang membutuhkanku. So Ra-ssi aku pergi dulu” Chang Min pun langsung berdiri dan berlari menuju ruang gawat darurat. Aku masih bertanya-tanya apa maksud kata-kata Chang Min, mungkinkah? Akh,, tidak,, aku tidak boleh merasa terlalu percaya diri lagi.

Aku menatap langit-langit ruang tunggu RS Hanseo. Aku menghela nafas panjang dan memikirkan semua kebodohan diriku. Pada akhirnya beginilah akhir cinta pertamaku. Benar kata orang-orang, Cinta pertama itu kebanyakan tidak akan bisa terwujud, pada akhirnya hanya akan menghilang seperti Angin yang sejenak memberi kesejukan. ~First Love Like A Wind~

_END_

Akh~~ akhirnya final chapter juga nih Fanfiction Nine After Ending. Ada yang tidak puas dengan endingnya? Aku,,,, hahahahhaa… berhubung POV Fanfic ini adalah Han So Ra, maka dengan berakhirnya cinta pertama Han So Ra, maka berakhir pula Fanfic First Love Like A Wind ini. Buat yang menunggu Scene Nikahan Sun Woo dan Min Young, rencana nya bakal aku bikin Epilog dari Fanfic Nine After Ending ini dengan Min Young atau Sun Woo POV tapi belum ada ide sih,, mau dibawa kemana ceritanya, baru rencana saja. *Semoga terwujud* Akh,,, satu lagi,,, adakah yang penasaran dengan alasan Chang Min bersedia membantu Han So Ra untuk menjauhkan Min Young? hehehe^^

Btw,,, mian ya,, itu Sun Woo jadi begitu pas dengar Min Young kecelakaan, aku nggak tau deh,, dia beneran bakal kayak gitu atau enggak, rasanya menghancurkan imej Park Sun Woo banget ya? Tapi paling suka pas bagian dia tiba-tiba nge-Kiss Min Young tiba-tiba untuk membuat Kim Bum Suk percaya pada kata-katanya tentang hubugan dia dan Min Young,, hahaha,,, #tepok jidat.

Sampe Jumpa di Acara Nikahannya Sun Woo dan Min Young ^_^ Yuks kondangan sama-sama,, hahahaha^^

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
Labels: FanFic, K-drama, Nine
3 Komentar untuk "[Fanfiction] Nine: First Love Like A Wind Part-7 ~END~"

gomawo mbk irfa fanfictionx...suka banget! bayangin sun woo yg khawatir dan panik kk bkin deg deg ser ya ^^.
acara nikahannya perlu fanfic jga tu,itung2 pengganti nikahan yg g jadi :)

mba irfa daebak.....baru aja kemaren update eh udah nongol aja kelanjutannya seru banget liat sunwo pontang panting saking khawatirnya sama min young scene nikahnya pastinya harus di bikin dong ngga afdol kalo ngga sampe nikah di dramanya kan nikahnya ngga jadi nah di ff inilah nikahnya harusnya dilangsungin itung itung ngobatin kekecewaanya para niners sekali lagi gomawo mba irfa.

ditunggu undangannya ya =D

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top