[Recaps] Nine Episode 6



Sun Woo menatap Min Young dan bergunam “S*alan” karena mendengar perkataan Min Young membuat Sun Woo merindukan kehidupannya sebelum takdir mereka berubah. Min Young kaget mendengarnya dan bertanya, apakah itu karena makanannnya yang tak enak? Sun Woo tak menjawab dan hanya menatap Min Young yang juga menatapnya dengan gugup.

Bel pintu rumah Sun Woo berbunyi. Perhatian keduanya teralihkan, Min Young bertanya-tanya siapa yang datang malam-malam begini. Saat mengecek telecam, Min Young kaget karena yang datang ternyata Kang Seo Jun. Min Young bertanya pada Seo Jun siapa yang menyuruhnya datang? Sun Woo mendekat ke arah Min Young dan bertanya siapa yang datang. Min Young jadi gugup dan berkata, dia tadinya berjanji untuk makan malam bersama orang ini, tapi dia membatalkannya karena Sun Woo. Memangnya siapa orang itu? Min Young meminta Seo Jung untuk menunggu dan menutup telecam nya.

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Min Young agak gugup dan akhirnya mengakui bahwa yang datang adalah kekasihnya. Aura wajah Sun Woo langsung berubah. Kekasihnya? Min Young yang kini jadi keponakannya sudah memiliki kekasih? Dia bukan lagi wanita yang setia mencintainya selama 5 tahun seperti sebelumnya. Kini Min Young adalah keponakannya wajar jika Min Young punya kekasih. Min Young berkata bahwa Seo Jung hanya ingin menyapa Sun Woo, tapi melihat wajah Sun Woo yang sepertinya tidak suka dengan kedatangan Seo Jun, Min Young berkata dia akan segera menyuruh Seo Jung pulang.

Min Young pergi menjemput Seo Jun di pintu depan setelah Min Young membukakan gerbang lewat telecam. Seo Jun senang bertemu dengan Min Young dan takjub dengan rumah Sun Woo. Dia tahu bahwa gaji seorang Anchor tidak akan menghasilkan rumah yang semewah ini, keluarga Min Young ternyata sangat mapan. Min Young tak menanggapi dan mengomeli Seo Jun atas kedatangannya.

Min Young berkata tapi Seo Jun tidak perlu datang untuk menyapa orang yang tidak dikenalnya. Park Sun Woo mungkin tidak mengenal Seo Jun, tapi dia sangat mengenal Park Sun Woo yang merupakan Anchor terkenal. Dia juga teman baik dari Seniornya Han Young Hoon, Adik dari Kepala bagian divisinya, Park Jung Woo dan juga paman dari kekasihnya Park Min Young. Jadi dia sangat ingin menyapa Sun Woo secara resmi.

Min Young memperkenalkan Seo Jun pada Sun Woo, mereka  bersalaman utuk saling memperkenalkan diri. Min Yong berkata bahwa dr. Han lah yang mengenalkan mereka. Seo Jung merasa dr. Han adalah malaikat baginya karena telah mengenalkannya pada Min Young. Dia sudah lama ingin bertemu dengan Sun Woo, karena selain paman Min Young Park Sun Woo juga sahabat baik dr. Han orang yang sangat dihormatinya. Seo Jun menanyakan kabar Sun Woo karena dia tahu Sun Woo koleps kemarin malam, apakah Sun Woo baik-baik saja? Meskipun masih resident dia bisa memberikan diagnosis pada kondisi Sun Woo. Sun Woo bilang dia baik-baik saja dan  berkata dia senang bertemu dengan Seo Jun.

Min Young menyarankan Seo Jun untuk pulang saja, tapi Seo Jun malah berharap bisa makan malam bersama Min Young dan Sun Woo karena dia sangat lapar. Min Young menegurnya, Seo Jun bilang dia hanya bercanda. Sun Woo yang super duper pengertian mengatakan pada Min Young agar pergi makan diluar dengan Seo Jun. Sun Woo berterimaksih pada Min Young karena telah membuatkan makan malam untuknya. Tapi Sun Woo sepertinya tidak selera makan dan merasa sangat lelah, dia ingin beristirahat lebih awal. Seo Jun berterimakasih karena Sun Woo mengijinkan Min Young pergi bersamanya.

Setelah Sun Woo naik ke kamarnya, Min Young menatap kesal pada Seo Jun. Seo Jung merasa Sun Woo benar-benar orang baik.  Min Young tidak mengerti mengapa Seo Jun bersikap seperti itu. Seo Jung berkata bukan kah Samchoon nya itu bilang dia tidak membutuhkan Min Young, karena itulah dia menyuruh Min Young makan diluar bersamanya. Seo Jun mengeluh, dia sudah cukup bersabar. Min Young meninggalkannya untuk tugas ke Nepal dan di malam natal mereka tidak bersama, tapi Seo Jun masih bisa tersenyum apakah dia tampak egois?

Dari jendela kamarnya, Sun Woo menatap Min Young dan Seo Jun yang berjalan keluar menuju gerbang rumahnya. Sun Woo melihat kemesraan Min Young dan Seo Jun. Mungkin tak pernah terpikirkan dalam benaknya, yang berubah bukan saja hubungan Min Young dan Sun Woo yang  tadinya sepasang kekasih yang saling mencintai kini berubah menjadi paman dan ponakan. Hati Min Young pun berubah, Sun Woo bukan lagi laki-laki yang dicintai Min Young, jadi sudah sewajarnya Min Young memiliki kekasih. Tapi mengapa itu terasa sangat menyakitkan bagi Sun Woo?

Tak terasa waktu berlalu begitu saja, Min Young sudah kembali dari makan malamnya bersama Seo Joon. Dia masuk kedalam rumah Sun Woo dan melihat pintu kamar Sun Woo yang sedikit terbuka. Min Young tertarik untuk mengucapkan selamat malam sebelum tidur pada Sun Woo. Tapi Min Young kaget saat melihat tempat tidur Sun Woo kosong, ternyata Sun Woo masih terjaga di sofa kamarnya dan dia sedang terduduk sambil memegangi kepalanya. Apakah Sun Woo begitu lelah hingga tak menyadari kedatangan Min Young?

Min Young masuk ke kamar Sun Woo dan mengetuk pintu. Sun Woo tersadar dari renungannya. Dia menyembunyikan bungkusan obatnya. Ahhh,, Sun Woo baru saja memakan obatnya bahkan dahinya masih penuh keringat, Sun Woo mencoba menyekanya sebelum Min Young melihatnya. Min Young duduk di tepi tempat tidur Sun Woo, dia bertanya bagaimana pendapat Sun Woo tentang Seo Jun. Apakah dia tidak baik? Melihat raut wajah Sun Woo, Min Young menyimpulkan Sun Woo tidak terlalu menyukai Seo Jung (bagaimana bisa Sun Woo menyukai orang yang kini menjadi kekasih gadis yang dicintainya, mengapa takdir baru ini begitu kejam untuk Sun Woo?)

Sun Woo bingung menjawabnya, apakah pendapat Sun Woo penting untuk Min Young? Tentu saja. Ayahnya akan selalu menyukai apapun yang disukai Min Young, sementara ibunya selalu tidak meyukai apa yang diinginkan Min Young, jadi dalam keluarganya Sun Woo lah yang paling objektif. Sun Woo tidak bisa memberi penilaian karena dia belum kenal lama dengan Seo Jun. Tapi karena Young Hoon yang mengenalkannya pada Min Young, Min Young bisa mempercayai Seo Joon. Min Young jadi lega mendengarnya, itu juga lah alasan selamanya ini tetap berhubungan dengan Seo Jun. Mungkin Seo Jun terlihat terlalu berisik dan humoris, tapi sebenarnya dia bisa serius juga.

Min Young berkata, Seo Jun datang karena ingin memberi kesan baik pada Sun Woo. Seo Jun ketakutan untuk menghadap Ayah dan Ibunya, jadi dia ingin membuat Sun Woo memihaknya dulu. Sun Woo hanya bisa tertawa pahit mendengar hal itu. Min Young menyarankan agar kapan-kapan mereka pergi makan malam bersama, Min Young, Seo Jung, Sun Woo dan juga dr. Han agar Sun Woo dan Seo Jun bisa lebih dekat. Meski dengan berat hati, Sun Woo hanya bisa menyetujui ide Min Young itu.

Min Young pamit untuk tidur setelah mendengar penilaian Seo Jung dari Sun Woo, dia sudah meras tenang. Baru beberapa langkah keluar kamar Sun Woo, Min Young  kepikiran sesuatu, akhirnya Min Young masuk lagi dan bertanya pada Sun Woo mengapa Sun Woo belum tidur? Bukankah tadi Sun Woo bilang dia lelah dan ingin istirahat? Ini sudah hampir tengah malam. Apakah ada masalah yag mengganggunya, kemarin pun Sun Woo pingsan karena kelelahan.

Sun Woo bilang dia tidak bisa tidur. Kenapa? Karena Sun Woo merasa kesepian. Min Young tertawa mendengarnya? Seorang Park Sun Woo tidak bisa tidur karena merasa kesepian, itu bukan gaya Park Sun Woo. Sun Woo berkata dia benar-benar merasa kesepian. Dulu saat orang itu ada didekatnya Sun Woo tidak sempat memperhatikannya, sekarang setelah dia pergi, Sun Woo merasa sangat kesepian dan kehilangan.

Min Young tertarik, apakah Sun Woo punya kekasih? Min Young masuk lagi dan menginterogasi Sun Woo. Sun Woo mengakui jika dia punya kekasih, Min Young bilang Sun Woo curang karena tidak memberitahunya,  dia ingin tahu segalanya, dia tidak akan pergi sebelum Sun Woo menceritakannya. Sun Woo bilang, “No Comment” Min Young semakin penasaran, apakah Sun Woo tidak tahu apa yang dimaksud “Give and Take”? Min Young sudah menceritakan semuanya, kini giliran Sun Woo, sayang nya Sun Woo menolak.

Min Young akhirnya pura-pura tidak peduli, lagi pula mereka sudah putus, tapi,,, kenapa mereka putus? Min Young masih penasaran, kapan Sun Woo bertemu wanita itu, Min Young hampir tahu jadwal Sun Woo sehari-hari tak ada waktu untuk bertemu dengan wanita. Min Young berpikir cerdas, apakah Sun Woo dan wanita itu bertemu saat Min Young berada di Nepal? Min Young kembali menaruh antusiasme nya yang tinggi, dia ingin tahu apa alasan Sun Woo dan wanita itu putus.

Min Young berkata pada Sun Woo, jika Sun Woo merasa kesepian setelah putus, mengapa Sun Woo tidak kembali pada wanita itu. Sun Woo menatap Min Young,,,, akh.. seandainya Min young tahu bahwa wanita yang dimaksud adalah dirinya, bagaimana reaksinya? Sun Woo berkata mereka tidak bisa kempali pada wanita itu, karena wanita itu tidak mengingatnya. Min Young bingung. Amnesia, jelas Sun Woo. Wanita itu mengalami Amnesia da tidak mengingat Sun Woo. Min Young amsih tampak bingung. Amnesia? Apakah Min Young tidak tahu, seperti yang terjadi di drama-drama, itu adalah penyakit paking terkenal di seluruh dunia.

Min Young merasa Sun Woo hanya mempermainkannya, kemarin Viagra dan sekarang Amnesia? Sun Woo berkata, apakah Min Young menganggapnya bercanda? Lalu apakah itu nyata? Sun Woo menegaskan bahwa itu semua nyata. Min Young mengambil jalan tengah, baiklah jika itu semua memang nyata, walaupun wanita itu amnesia, mengapa Sun Woo tidak memuali dari awal dan membuatnya jatuh cinta lagi. Akan sangat beruntung jika akhirnya wanita itu bisa mengingat Sun Woo.

Sun Woo tertawa miris, dia berada dalam keadaan tidak bisa bersama wanita itu. Jika mereka memulai dari awal itu akan menjadi sesuatu yang salah. Mengapa??? Karena awalnya Sun Woo pikir dia dam wanita itu adalah orang yang tak memiliki hubungan apapun, tapi ternyata mereka adalah keluarga. Kelahiran yang dirahasiakan. Apakah Min Young tidak tahu? Itu seperti yang terjadi di drama. Min Young merasa Sun Woo benar-benar menipunya. Min Young hampir benar-benar percaya pada Sun Woo.

Sun Woo merasa sangat lelah dan ingin tidur, Min Young mengerti dan akhirnya keluar kamar. Kali Ini Sun Woo memastikan Min Young tidak akan kembali, Sun Woo mendekat kerarah pintu kamarnya, dan mengucapkan selamat tidur pada Min Young dan menutup pintu kamarnya. Min Young menatap Sun Woo yang menutup pintu kamar. Entah mengapa Min young merasa Sun Woo benar-benar kesepian.

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com

30 Desember 2012

Young Hoon sedang terpuruk di taman dekat rumahnya. Istrinya, Song Eun Joo ngomel-ngomel karena sikap Young Hoon yang seperti itu, Young Hoon terlihat seperti Ajussi berumur 50 tahunan. Eun Joo tidak percaya jika suaminya itu adalah temannya Park Sun Woo, setiap kali melihat Park Sun Woo di TV dia terlihat 10 tahun lebih muda dari usianya. Apakah Young Hoon dan Sun Woo benar-benar seumuran? Young Hoon tidak menanggapi omelan Eun Joo. Young Hoon malah menanyakan tentang orang yang membuat mereka berkenalan. Eun Joo bertanya, So Ra? Young Hoon membenarkan Han So Ra.

Eun Joo menjelaskan bahwa So Ra sudah bercerai dua kali dia akan menikah untuk yang ketiga kalinya. Young Hoon kaget mendengarnya. Eun Joo bercerita jika para lelaki tidak pernah meninggalkannya sendirian, karena So Ra sangat cantik. So Ra pertama kali menikah saat kuliah, dan pernikahan keduanya berakhir hanya karena masalah alkohol. Young Hoon mengeluh, dia tak mengerti hubungan antara laki-laki dan perempuan. Sun Woo dulu terlihat sangat menyukai So Ra, tapi mereka putus dengan cepat sementara Young Hoon dan Eun Joo yang dikenalkan oleh Sun Woo dan So Ra malah bertahan lama hingga menikah dan punya dua anak.

Eun Joo heran dengan tingkah Young Hoon yang menjadi lebih sensitif akhir-akhir ini, dia juga mempermasalahkan Young Hoon yang sering pergi ke gereja untuk berdoa, pastor memberitahunya. Eun Joo bertanya pada Young Hoon, mengapa dia melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan, apakah Young Hoon sedang ada masalah? Young Hoon berkata hidupnya saat ini sedang menyedihkan. Young Hoon beteriak sambil mengacak-ngacak rambutnya, “Untuk apa kita harus berusaha dengan keras, jika takdir hidup sudah digariskan” Young Hoon beranjak dari tempat duduknya dan berjalan dengan lesu.
 
Eun Joo makin heran dengan kelakuan suaminya, dia bertanya apakah Young Hoon akan pergi bekerja? Young Hoon tidak menjawab, dia hanya terus berjalan dengan lesu. Eun Joo berteriak agar Young Hoon cepat pulang dan jangan harap dia bisa minum-minum malam ini. Young Hoon masih saja tak menyahut dan terus pergi. Eun Joo merasa sangat heran melihat keadaan suaminya yang sepertinya sangat terpuruk akhir-akhir ini.

30 Desember 1992

Sun Woo sedang menelpon So Ra, mengajaknya pergi ke Chuncheon. Sun Woo berkata pada So Ra besok pagi akan ada kereta yang membawa mereka ke sana. So Ra bertanya mereka harus pergi jam berapa? Jam 7 di statsiun kereta. Hmm,, berarti mereka harus pergi pagi-pagi dari rumah, So Ra tidak yakin ibunya akan mengijinkan jika dia harus pergi sepagi itu. Tapi,,, So Ra mendapatkan ide. So Ra mengajak Song Eun Joo remaja untuk ikut dengannya. Bila Eun Joo ikut maka ibunya pasti mengijinkan. Eun Joo menolak, apa yang akan dilakukan Eun Joo nanti saat So Ra dan Sun Woo sedang berkencan. So Ra bilang Sun Woo akan membawa temannya. Siapa?

So Ra bertanya pada Sun Woo, siapa temannya yang akan diajaknya? Sun Woo bilang Han Young Hoon. Awalnya Eun Joo tak peduli setelah agak lama, Eun Joo baru menyadari sesuatu. Han Young Hoon si Pidato perpisahan? Eun Joo sepertinya menganggap Young Hoon adalah anak culun dan kutubuku.

Sun Woo menemui Young Hoon untuk mengajaknya ke Chuncheon. Sun Woo berkata So Ra akan membawa temannya juga, dan temannya So Ra itu cantik, jika Young Hoon mendengarkannya, makan Young Hoon akan punya pacar. Young Hoon sepertinya tak peduli dan bertanya apa maksud dari kartu natal yang dikirim Sun Woo. Kartu Natal? Sun Woo tak merasa mengirimkan kartu natal pada Young Hoon. Tapi Young Hoon menjamin 100% itu adalah tulisan tangan Sun Woo.


Saat Young Hoon mencari kartu natal yang diterimanya, Sun Woo mengingat sesuatu. Sepulang dari menonton bersama So Ra ibunya bertanya apakah keadaan temannya yang kecelakaan baik-baik saja? Sun Woo hanya bisa meringis mengatakan bahwa temannya baik-baik saja. Ibu berterimakasih padanya karena telah membelikannya kalung. Ibu sangat menyukai kalung itu, benar-benar sesuai dengan selera ibunya. Pasti kalung itu mahal ya? Apakah Sun Woo menghabiskan banyak uang  untuk itu? (Ah~~ ternyata ibunya menganggap Sun Woo yang memberikannya ya? dari tulisan tangannya kah??) Sun Woo bingung dia hanya mengiyakan saja.

Sun Woo sadar, dia juga tidak membelikan kalung itu untuk ibunya. Sekarang kartu natal untuk Young Hoon? Siapa sebenarnya yang memberikan itu pada Ibu dan Young Hoon? Young Hoon memberikan kartu natal yang telah dia temukan. Young Hoon berkata, itu tulisan Sun Woo kan? Apa maksudnya tulisan itu. Sun Woo membacanya dan dia pun kebingungan dengan isi dari kartu natal itu.

Kembali ke tahun 2012

Sun Woo datang mengunjungi ibunya di RS. Sun Woo menyapa sang ibu, namun seperti biasanya, Ibu tak memberikan respon apapun. Sun Woo menatap kalung yang diberikannya, Ibu segera menyingkirkan tangan Sun Woo dari kalungnya dan menggenggam kalung itu dengan erat. Sun Woo berkata dia tidak akan mengambil kalung itu, dan tersenyum lebar. Sun Woo memegang kalung itu, dan bergunam, ibu pasti sangat menyukainya ya? Sun Woo berkata pada Ibunya, dia minta maaf karena selalu sendirian mengunjungi ibunya. Hari ini akan lebih banyak orang yang mengunjungi ibu, keluarga mereka sekarang sudah menjadi keluarga besar. 

Sun Woo mendengar suara Min Young, Park Jung Woo dan Kim Yoo Jin yang sedang bercanda. Sun Woo melihat ke arah sumber suara, keluarga hyung-nya itu kini sudah masuk ke RS. Min Young menyapa Sun Woo lebih dulu, sapaan Min Young begitu tanpa beban dan penuh keceriaan. Min Young segera menghampiri Ibu Sun Woo dan memanggilnya Nenek, Sun Woo hanya bisa tertawa miris melihat hal itu. Kim Yoo Jin, kakak iparnya menyapa Sun Woo dengan hormat dan juga memberi sapaan hormat pada Ibu mertuanya  yang kini hanya bisa terdiam di kursi roda tanpa memberi tanggapan pada kehadiran mereka. 

Sementara itu Hyung-nya menghampiri Sun Woo dan menatapnya penuh rinda. Jung Woo bertanya apakah Sun Woo baik-baik saja? Sun Woo nampak tidak sehat, Sun Woo berkata dia baik-baik saja, Jung Woo ingin berbicara lebih banyak pada Sun Woo, tapi istrinya mengingatkan agar Jung Woo menyapa ibunya. Sudah berapa lama dia tidak mengunjungi sang ibu. Jung Woo menyapa ibunya seadaanya, seolah itu hanya untuk menunaikan tugasnya sebagai anak, sama sekali tak ada nada kasih sayang dalam sapaan itu. Ada apa dengan Park Jung Woo?

Min Young bersorak senang dan mengatakan bahwa Neneknya sangat cantik dengan cardigan yang dibawakannya. Ibunya berkomentar, Min Young membelikannya karena Min Young menyukainya kan? Min Young mengelak, orang tua seharusnya memang memakai pakaian seperti ini, dia tidak seperti ibunya yang hanya tahu barang mahal. Min Young berkata dia akan memperlihatkan foto-fotonya saat dia berada di Nepal pada Neneknya.


Sun Woo meninggalkan kebahagiaan keluarga Jung Woo bertemu dengan Ibunya. Sun Woo pergi membeli kopi dari mesin penjual minuman dan menatap Ibunya yang kini bersama Min Young dan Kim Yoo Jin. Sun Woo merasa bahagia, namun sekaligus sedih melihat hal itu. Jung Woo menghampirinya dan meminta Sun Woo membelikan minuman segar untuknya. Sun Woo mengambilkan minuman kaleng untuk kakaknya.

Jung Woo memperhatikan wajah Sun Woo dan berkata bahwa Kulit Sun Woo tidak terlihat baik. Mendengar Jung Woo berkata begitu, Sun Woo mengingat saat dia bertemu sang kakak di takdir mereka sebelumnya, dimana Jung Woo tampak sangat terpuruk, Jung Woo yang sekarang ada dihadapannya sangat berbeda. Sun Woo berkata Jung Woo terlhat sangat baik. Sun Woo sangat senang untuk itu.

Jung Woo menyuruh Sun Woo untuk meluangkan waktu untuk melakukan general Chek Up di RS. Usia akhir 30 tahunan, merupakan usia yang rawan untuk terserang penyakit. Sun Woo bilang dia tida ada waktu. Jung Woo memaksa, Sun Woo harus meluangkan waktu. Jung Woo mengeluarkan ponselnya dan mulai mengecek jadwalnya, namun dia kerepotan karena sambil memegang kaleng minuman, hingga minumanya tumpah dan membasahi lengannya.
 
Sun Wo memberikan sapu tangannya pada Jung Woo, saat Jung Woo membersihkan tangannya yang terkena minuman sambil membukakan sedikit lengan bajunya Sun Woo melihat bekas luka suntikan dilengan Jung Woo.

Sun Woo bertanya apakah kesehatan Jung Woo terganggu? Sun Woo mempertanyakan luka lebam bekas suntikan di tangan Jung Woo. Jung Woo segera menutup kembali lengannya dan berkata itu bekas suntikan vitamin. Namun Sun Woo tidak percaya, dia yakin Jung Woo menyembunyikan sesuatu, apakah kakaknya tidak berbeda dengan Park Jung Woo yang hidup sebelum Sun Woo merubah takdirnya bersama Kim Yoo Jin?

Kim Yoo Jin datang dan mengingatkan Jung Woo untk segera bergegas, Sun Woo dan Min Young harus pergi bekerja. Mereka berempatpun akhirnya keluar dari RS. Kim Yoo Jin berkata bahwa dia akan pergi bersama Min Young karena dia ingin membicaraka sesuatu dengan putrinya. Maka Sun Woo pun pergi bersama Jung Woo, mereka akan pergi mengunjungi rumah Abu tempat Abu Ayah Sun Woo dan Jung Woo disemayamkan.

Di dalam mobil Jung Woo, Sun merasa tidak nyaman karena terasa sempit. Jung Woo bilang itu karena istrinya menariknya ke depan, Sun Woo membenarkan letak kursinya, dan,,, Sun Woo menemukan sesuatu. Sebuah botol obat, semacam obat penenang. Diam-diam Sun Woo menyimpan botol obat itu dan menanyakan apakah pekerjaan Jung Woo di RS baik-baik saja?  Bagaimana pun  juga sangat berat menjadi seorang kepala di divisi Operasi. Jung Woo bilang masalah dimana-mana sama saja, dia bisa mengatasinya.

Di rumah abu Park Chun Soo, Kim Yoo Jin berkata bawa mereka sudah lama tidak memperingati hari kematian sang ayah. Kim Yoo Jin bertanya pada Min Young apakah putrinya itu pernah bertemu dengan Kakeknya? Min Young berkata tidak. Kim Yoo Jin berkata, dia pernah bertemu sekali dengannya. Sun Woo kaget mendengarnya? Dia bertanya kapan kakak iparnya itu bertemu dengan Ayahnya?
 
Kim Yoo Jin bercerita, Park Chun Soo menemuinya kira-kira seminggu sebelum kematiannya. Saat itu Kim Yoo Jin merasa sangat ketakutan. Suara Park Chun Soo tidak keras namun tegas dan dangat menakutkan. Saat itu Kim Yoo Jin merasa dia tidak akan menang, dan ingin menyerah saja. Mendengar istrinya asyik bercerita tentang masa lalu, Jung Woo memilih pergi menghampiri Min Young yang sedang melihat-lihat abu orang lain. Kim Yoo Jin berkata suaminya tidak suka  jika dia membicarakan masa lalu. Jung Woo pasti sangat merasa bersalah, dari yang dia dengar, malam itu Jung Woo bercerita bahwa ayahnya bekata akan meninggalkan Jung Woo, tapi mereka tidak pernah tahu bahwa ternyata Park Shun Soo meninggal di malam itu.

Melihat tingkah aneh kakaknya, Sun Woo bertanya pada kakak iparnya, apakah saat di Amerika, Jung Woo kecanduan obat? Kim Yoo Jin kaget, bagaimana Sun Woo tahu. Akh,,, jadi benar, Jung Woo kecanduan obat penenang. Kim Yoo Jin bercerita, Jung Woo sering insomnia, sehingga Jung Woo mengalami bipolar (kepribadian ganda).  Karena Jung Woo dokter dia bisa mendapatkan obat dengan mudah dari RS, namun itu menjadi masalah setelahnya hingga dia berkali-kali pindah tempat kerja. 

Dalam keadaan Normal Jung Woo adalah pria yang baik, dia hanya memiliki hati yang terluka karena rasa bersalah atas kematian Ayah dan keadaan ibunya saat ini. Sun Woo menata sang kakak, jadi begitukah kehidupan Jung Woo sekarang? Pada akhirnya ada yang tidak berubah dari semua ini, Kakaknya Park Jung Woo tetap menjadi orang dengan kelainan Psikologi.

Kim Yoo Jin berkata pada Sun Woo, Jung Woo sangat berbeda dengan Sun Woo, mungkin Jung Woo mengikuti ibunya yang tidak bisa menerima kenyataan pahit yang menimpa keluarga mereka.  Sun Woo menatap papan nama Ayahnya. Sun Woo berkata didepan papan nama itu dan Kim Yoo Jin, “Hari ini adalah tepat 20 tahun kematian Ayahku. 20 tahun lalu di hari ini, jika aku bisa melakukan tugasku sebagai anak, aku bisa merubah segalanya, hanya inilah satu-satunya kesempatan” Kim Yoo Jin menatap Sun Woo tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan adik iparnya itu.

Choi Jin Chul mengadakan konferensi Pers untuk mengklarifikasi rumor yang beredar karena pernyataan Anchor Park Sun Woo dari CBM tentang penelitiannya beberapa waktu lalu. Choi Jin Chul menjelaskan bahwa semua yang ditanyakan Anchor Park tidak ada yang benar. Choi Jin Chul membeberkan bukti-buktinya, dan dia memastikan akan menuntut Park Sun Woo dan CBM serta meminta ganti rugi atas rumor yang mereka sebarkan tersebut.

Direktur melihat konfrensi Per situ di TV dan menelpon pegawainya untuk menanyakan dimana Park Sun Woo. Setelah diberitahu, direktur mendatangi Park Sun Woo yang juga sedang menonton Konferensi Pers Choi Jin Chul dengan senyum meremehkan karena semua yang dikatakan Choi Jin Chul hanya bohong belaka. Direktur mematikan TV dan berkata agar Sun Woo tidak menontonnya, apakah Sun Woo takut karena namanya disebut-sebut? Sun Woo bilang dia heran mengapa Choi Jin Chul tidak menyerah dengan mudah. Direktur berkata orang yang sudah mendapatkan posisi seperti Choi Jin Chul tidak akan mudah menyerah begitu saja, dia pasti akan melawan.

Direktur berkata mereka sudah bekerja dengan sangat keras.  Direktur berkata agar Sun Woo mengambil cuti saja, biarkan Anchor lain yang melakukan pekerjaan Sun Woo. Sun Woo bertanya pada Direktur, apakah Sun Woo dipecat saat ini? Bukan seperti itu, Direktur sudah mendengar jika Sun Woo sempat koleps, akan lebih baik jika Sun Woo pergi ke RS dan melakukan pengobatan untuk penyakitnay. Lakukanlah yang terbaik untuk sembuh karena Sun Woo masih muda. Sun Woo bertanya bukankah Direktur akan membiarkannya meninggal di meja ruangan siaran berita?

Direktur tadinya ingin membiarkan itu, tapi itu hanya akan menjadi sesuatu yang merugikan untuk CBM. Sun Woo tertawa mendengarnya. Sun Woo berkata dia baik-baik saja, dan besok dia pasti akan sembuh, jadi direktur tak perlu khawatir. Direktur berharap demikian, setelah semua masalah tentang Choi Jin Chul berakhir, direktur mengajak Sun Woo untuk minum bersama. Direktur pun pamit pergi meninggalkan Sun Woo.

Sun Woo pun berniat pergi, namun sebuah panggilan masuk kenomornya. Panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya. Ternyata Choi Jin Chul yang menelponnya, segera saja Sun Woo merekam pembicaraan mereka dan mengatakannya pada Choi Jin Chul bahwa pembicaraan mereka di rekam. Choi Jin Chul merasa tidak masalah dengan itu.

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Choi Jin Chul tahu bahwa Sun Woo sudah memasang ranjau dimana-mana untuk memotong kaki dan tangannya. Sun Woo pasti senang karena sudah membawa Choi Jin Chul ke tahap ini. Sun Woo mendengar suara yang berbeda dari Choi Jin Chul, dia menyadari bahwa lawan bicaranya setegah mabuk. Sun Woo berniat menutup teleponnya karena dia tidak ingin berbicara dengan orang mabuk. Choi Jin Chul tak berhenti bicara.

Choi Jin Chul bertanya pada Sun Woo, apakah Sun Woo masih berpikir dia yang membunuh Ayahnya? Tidak dia tidak melakukannya. Saat itu semua orang mencurigainya, bahkan Choi Jin Chul sempat di tangkap dan diintrogasi oleh polisi, tapi pada akhirnya Choi Jin Chul dilepaskan, karena tidak ada bukti nyata, bahkan jika alibinya sangat memberatkan. Mengapa? Karena Choi Jin Chul memang tidak bersalah. Sun Woo bertanya, apakah Choi Jin Chul dengan mengakui bahwa dia memperkerjakan orang lain untuk membunuh ayahnya? Tidak, Choi Jin Chul memang tidak ikut andil dalam masalah kebakaran itu.

Sun Woo bertanya mengapa Choi Jin Chul mengatakan itu sekarang? Apakah agar Sun Woo mempercayainya? Choi Jin Chul merasa tak harus mengemis pada Sun Woo karena dia tidak bersalah. Tragedi yang menimpa keluarga Sun Woo bukanlah tanggung jawabnya. Dia merasa sangat berhutang budi pada keluarga Sun Woo, jadi sikapnya selama ini bukan karena rasa bersalah. Jadi Choi Jin Chul ingin mengingatkan Sun Woo, jika Sun Woo berani memotong kaki dan tangannya, maka dia akan mengeluarkan seluruh isi tubuh Sun Woo hingga ke tulang rusuknya. Lalu mengapa Choi Jin Chul belum melakukan apapun? Itu karena semuanya dimulai dari sekarang. Jika Sun Woo tidak punya keyakinan untuk menang, maka lebih baik Sun Woo menyerah saja.

Sun Woo tertawa, Choi Jin Chul sebenarnya tidak memiliki apa-apa kan? Choi Jin Chul hanya pandai mengancam dan membual. Itulah yang selalu dilakukannya selama ini untuk keluar dari masalah yang menimpanya, dengan mengancam orang-orang yang mengungkit masalalunya. Itulah cara Choi Jin Chul sampai pada posisinya yang sekarang. Choi Jin Chul mencapai posisinya bukan karena kehebatannya, karena Choi Jin Chul seorang penjahat.  Tapi Choi Jin Chul memilih lawan yang salah, Sun Woo tidak takut dengan ancaman. Sun Woo menantang, dia ingin tahu apa yang akan Choi Jin Chul lakukan?

Emosi Choi Jin Chul tersulut dengan kata-kata Sun Woo, dia meneriaki Sun Woo di telepon, mengatainya sebagai Ular berbisa. Apakah Sun Woo sengaja menunggu 20 tahun untuk mengahancurkan semua usaha keras yang telah dia lakukan selama ini? Sun Woo pasti ingin menghancurkan hidupnya! Dengan penuh amarah Choi Jin Chul berteriak, “Bukan Aku yang membunuh Ayahmu!” Sekretaris Choi Jin Chul masuk ke ruangannya mengingatkan dia agar tidak berteriak pada jurnalis, karena mereka bisa saja merekamnya. Choi Jin Chul tidak peduli dan menyuruh Sekretarisnya keluar sampai melemparkan barang yang ada di mejanya pada sang Sekretaris.

Choi Jin Chul mencoba menangkan diri dan bertanya apakah Sun Woo belum menutup teleponnya. Di sebrang sana, Sun Woo tertawa meremehkan mendengarkan Choi Jin Chul yang tadi marah-marah pada Sekretarisnya. Sun Woo berkata, pasti sangat sulit ya? Jika begitu sulit, apa tidak sebaiknya Choi Jin Chul turun saja dari posisinya saat ini? Tapi setelah perjuangannya selama 20 tahun, pasti akan sulit bagi Choi Jin Chul untuk meninggalkannya, mungkin akan lebih mudah jika Choi Jin Chul menebus kesalahannya sebelum dia menjadi apa-apa 20 tahun lalu.

Choi Jin Chul jadi makin kesal. Choi Jin Chul kembali berteriak pada Sun Woo, “Aku dan Chun Soo adalah teman baik, aku lebih lama mengenalnya dibanding dirimu. Bahkan saat kau masih bayi aku sudah mengenalnya, apa yang kau ketahui tentang kami berdua hah??” Sun Woo menjawab bahwa dia akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi 20 tahun lalu. Siapa yang sebenarnya membunuh ayahnya. Choi Jin Chul tak habis pikir bagaimana caranya? Sun Woo bilang itu adalah sesuatu yang lebih mudah dari yang Choi Jin Chul pikirkan. Sun Woo akan memastikannya, jika memang itu bukan Choi Jin Chul, maka Sun Woo akan meminta maaf karena telah membenci Choi Jin Chul selama ini.

Sun Woo akan memberi waktu pada Choi Jin Chul untuk membuat keputusan. Apakah Choi Jin Chul memilih menjadi dokter biasa yang bijaksana ataukah seoang penipu yang menipu masyarakat di Korea bahkan masyarakat dunia dengan penelitiannya. Hari ini 20 tahun yang lalu, tanggal 30 Desember 1992 jam 11, Ayahnya akan tewas dalam kebakaran dan itu dua jam lagi. Sun Woo akan mencari tahu selama 2 jam, setelah itu dia akan menelpon Choi Jin Chul lagi.
 
Sun Woo meminjam banyak camcorder kecil pada Kim Bum Suk. Sun Woo bilang dia akan mengembalikannya sebelum tengah malam. Sepertinya Sun Woo benar-benar melakukan persiapan besar-besaran untuk menjalankan misisnya menyelamatkan sang Ayah dan mengetahui apa yang terjadi malam ini di 20 tahun lalu.

Di ruangannya, Choi Jin Chul mengingat kata-kata Sun Woo, bahwa sebenarnya Choi Jin Chul tidak memiliki apapun yang bisa membuatnya hebat. Choi Jin Chul menatap jam dinding di kanornya, dia teringat pada kejadian 20 tahun lalu di jam tersebut.

30 Desember 1992

Choi Jin Chul kembali di buat kesal oleh orang yang akan menanamkan investasi pada proyeknya. Choi Jin Chul bilang dia akan menyerah saja, karena Direktur RS tidak menyetujuinya. Orang itu berketa bahwa jika Direktur RS menghalanginya, kenapa tidak disingkirkan saja? Choi Jin Chul menganggap orang itu gila.

Choi Jin Chul mendatangi Park Chun Soo, Direktur RS Myungsee, dia kembali ingin membicarakan masalah investasi penelitiannya. Park Chun Soo berkata dia tidak ingin membahas hal itu, bukan kah dia sudah mengatakan, bahwa dia tidak ingin menerima investasi dari mereka. Choi Jin Chul berkata, bahwa direktur harusnya memikirkan keuntungan yang akan mereka peroleh jika penelitian ini berhasil. Tapi Park Chun Soo sudah memutuskannya, karena dia direkturnya semua keputusan ada ditangannya, apakah Choi Jin Chul ingin menjadi direkturnya?

Park Chun Soo mengingatkan bahwa dia akan mengumumkan masalah ini secara resmi setelah tahun baru, jika Choi Jin Chul masih macam-macam dia tak akan membiarkannya. Choi Jin Chul lalu bertanya, bagaimana jika terjadi sesuatu sebelum tahun baru? Park Chun Soo bertanya apa maksudnya itu? Choi Jin Chul bilang bukan apa-apa. Choi Jin Chul keluar dari ruangan direktur dan mengingat kata-kata orang yang menelponnya, “Jika Direktur mengahalanginya, singkirkan saja dia” Choi Jin Chul menganggap itu adalah tindakan bodoh.

Young Hoon mengingat kata-kata Sun Woo saat sahabatnya itu menelponnya setelah muntah-muntah dan merasakan tubuhnya semakin melemah. Sun Woo bertanya pada Young Hoon, bukankah Young Hoon bilang Sun Woo akan baik-baik saja selama 3 bulan ke depan, tapi mengapa seminggu belakangan ini, kondisinya malah semakin memburuk, apakah itu karena Dupa? Saat Young Hoon menunjukkan hasil CT Scan tentang tumornya dia masih tak percaya jika umurnya tak lama lagi, tapi sekarang dia bisa merasakannya, setiap kali dia menyalakan dupa, Sun Woo merasa umurnya semakin pendek. Sepertinya ini sudah diatur, aku harus menyelesaikannya sendiri.

Young Hoon pun kaget saat Sun Woo memberitahunya jika Park Jung Woo kecanduan Profonol. Itu tidak berubah dari Park Jung Woo sebelum Sun Woo merubah takdirnya, Jung Woo berusaha sembuh dari kecanduan itu setengah tahun lalu, tapi di takdir baru nya pun Park Jung Woo masih kecanduan obat penenang itu. Sun Woo ingin merubah itu. Young Hoon berkata, Jung Woo sekarang sudah hidup lalu apalagi? Sun Woo sebaiknya memikirkan dirinya sendiri. Sun Woo juga ingin hidup karena itulah dia harus melakukan ini.  Sun Woo tidak tahu sebera buruk efek nya, namun Sun Woo sudah tak punya waktu lagi. Sun Woo juga harus menyelamatkan Ayahnya, karena Ibunya membutuhkannya. Kemudian Choi Jin Chul pun tidak akan membiarkan nya begitu saja.

Young Hoon bertanya, bagaimana Sun Woo akan hidup dan membuat ayahnya tetap hidup? Sun Woo tahu itu sulit tapi dia akan berusaha, dia mencoba berpikir positif meskipun dia tahu akan jadi semakin sulit jika ada tak terduga lainnya yang akan terjadi. Young Hoon bertanya bagaimana jika ada hal lain yang berubah, seperti yang terjadi pada Min Young? Sun Woo tidak tahu harus menjawab apa.

Young Hoon mengingatkan Sun Wo, Saat ini Sun Woo masih hidup, jika Sun Woo berusaha untuk bertahan hidup dengan mengubah masa lalu nya, Tuhan tidak akan menghukumnya untuk itu. Tapi menghidupkan kembali orang yang sudah mati, akan menjadi masalah lain. Apakah itu masalahnya? Young Hoon berkata, Sun Woo adalah orang yang berpikiran logis, jadi seharusnya Sun Woo mengerti menghidupkan kembali orang yang sudah mati bukanlah kekuasaan manusia.

Sun Woo berkata, dia mengetahui jika Ayahnya akan meninggal jam 11 hari ini, apakah dia hanya bisa berdiam diri saja? Jika Young Hoon jadi Sun Woo, apakah Young Hoon akan diam saja. Bukankah Young Hoon yang mengatakan, ini seperti godaan untuk memakan buah terlarang? Sun Woo hanya manusia, dia bukan Tuhan, bagaimana bisa dia tidak tergoda untuk memakannya.

Seo Joon datang saat Young Hoon masih melamun, membuat Young Hoon menjadi kaget dan sedikit ketakutan. Seo Joon bilang dia datang karena membutuhkan tanda tangannya. Young Hoon menerima dokumen itu, dan menandatanganinya dengan tangan gemetar membuat Seo Joon bertanya-tanya. Young Hoon bertanya siapa nama kekasih Seo Joon? Min Young-a, Park Min Young. Young Hoon berkomentar, sepertinya masih sama, belum ada yang berubah. (wkwkwkwk,,, Young Hoon takut kali ya,, Sun Woo sudah berbuat sesuatu di masa lalu dan kembali merubah nasib Min Young)

Sun Woo sedang mempersiapkan peralatannya untuk kembali ke masa lalu, dia membawa Laptop yang sudah dia set sesuai tanggal 30 Desember 1992 dan banyak camcorder. Sepertinya kali ini Sun Woo benar-benar mempersiapkan segalanya. Setelah semuanya siap, Sun Woo pun menyalakan batang dupanya.  Sebelum menghilang ke masa lalu, Sun Woo mendengar suara bel rumahnya berbunyi, Sun Woo menatap ke belakang, namun tak sempat untuk pergi membukakan pintu.

Ternyata Min Young yang datang, dia heran mengapa Sun Woo tidak membukakan pintu. Mobilnya ada di depan rumah dan lampu kamar Sun Woo masih menyala, jadi jelas Sun Woo ada dirumah. Min Young akhirnya membuka pintu gerbang rumah Sun Woo sendiri karena sudah tahu kodenya. Min Young naik ke kamar Sun Woo dan memanggil-manggil Sun Woo. Min Young bertanya, siaran berita sebentar lagi akan ditayangkan, mengapa Sun Woo masih di rumah. Tak ada jawaban, Min Young mencoba membuka pintu kamar Sun Woo, ternyata pintu kamarnya terkunci. Min Young mengedor-gedornya sambil memanggil-manggil, “Samchoon, samchoon,,,  apakah aku boleh masuk? Samchoon… tolong buka pintunya! Samchoon…..!“

Tentu saja tidak ada yang mendengar teriakan Min Young, karena Sun Woo sudah menghilang dia sudah berada di tahun 1992. Sun Woo menyalakan lampu tidur Sun Woo remaja, dan berusaha membangunkannya. Sedikit sulit karena Sun Woo remaja tertidur dengan lelap. Sun Woo berkata, Sun Woo remaja harus segera bangun, karena sudah tidak ada waktu.   

Setelah Sun Woo remaja bangun, Sun Woo menatapnya takjub, Sun Woo remaja akan berteriak, tapi Sun Woo segera membungkamnya. Sun Woo berkata, “Wahhh,,, sudah lama sekali. Senang bertemu denganmu. Namaku adalah Park Sun Woo”

Komentar:
Masih seperti episode 5, aku hanya bisa mengangis melihat scene broken heartnya Park Sun Woo karena menyadari Min Young kini adalah keponakannya, dan bahkan dia sudah memiliki kekasih? Huah~~~ sedih banget liat waja Sun Woo pas Min Young bilang yang datang itu adalah kekasihnya. Eeehhh,,, pulang makan malam sama Seo Jun, Min Young malah menanyakan pendapat Sun Woo tentang Seo Jun lagi ya~~ patah hati banget aku liatnya. Membayangkan bertapa sakit hati Sun Woo saat itu. Hingga dia berkata, dia tidak bisa tidur karena kesepian~~ Ini sesuai banget sama teasernya ya,,, Sun Woo selama 5 tahun ini mengabaikan keberadaan Min Young disisinya dan ketika mereka baru saja merenda kisah cinta mereka, Sun Woo tak sengaja mengubah takdir antara mereka berdua…

Tapi,, bukan Park Sun Woo namanya, jika dia tidak bisa mengubah luka menjadi candaan penuh tawa di wajah Min Young. Seperti kata Sun Woo sebelumnya, senyuman Min Young bukan sekedar bagi Sun Woo, senyuman itu adalah segalanya. Teori amnesia dan Kelahiran rahasia pun terlontar dari mulutnya. Aku pun ikut tertawa dikala tangisanku mendengarnya,,,, Seperti yang terjadi di drama, apakah kau tidak tahu hal itu?? Aigoo,, Park Sun Woo-ssi masihkah dirimu sempat menonton drama dalam ritme hidupmu yang kata Min Young bahkan tak sempat untuk bertemu dengan wanita lain selain Min Young?? Jadi gemes deh,, melihat tawa Sun Woo yang merasa telah berhasil mempermainkan Min Young^^

Hmm,, Sun Woo sepertinya memilih untuk memakan buah terlarang itu kan? dan siap menerima konsekuensinya, apapun itu. Baginya menyelamatkan Ayahnya yang terpenting saat ini. Apapun kenyataan yang akan Sun Woo ketahui dari tragedy 20 tahun lalu ini, pasti akan sangat berimbas pada nasibnya di masa depan, karena Sun Woo sudah berani menemui dirinya sendiri di masalalu. Time Paradox apalagi yang akan diterima Sun Woo setelah dia kehilangan Min Young sebagai kekasihnya.

Ironisnya, ada dua hal yang tidak berubah dari tindakan Sun Woo mengubah takdir Jung Woo dan Kim Yoo Jin. Kenyataan bahwa kakaknya tetap kecanduan Profonol dan Min Young yang tetap menjadi big fans nya. Meskipun Sun Woo kini jadi pamannya, dari yang aku lihat, Min Young masih memprioritaskan Sun Woo di atas segalanya. Jika tidak bertemu dengan Seo Jun mungkin pada akhirnya Min Young akan jatuh cinta juga pada Sun Woo, meskipun Cinta mereka menjadi cinta terlarang. Aku bener-bener berharap, Min Young bisa mengingat apa yag sudah dia dan Sun Woo lewati selama di Nepal~~~ Kangen deh melihat tawa lepas Sun Woo selama dia bersama Min Young yang menjadi kekasihnya^^

Untuk apa ya? Sun Woo membawa Laptop dan banyak camcorder ke tahun 1992, apakah untuk mencari bukti kejahatan Choi Jin Chul? Untuk mengetahui siapa pembunuh ayahnya kah?? Tapi melihat Preview episode 7, sepertinya Sun Woo remaja berhasil membuat Ayahnya tidak meninggal pada pukul 11 tanggal 30 Desember 1992, tapi,,, itu tak berarti Ayahnya sudah selamatkan?? Baru enam episode, ada 14 episode lagi, aku penasaran misteri apalagi yang akan digali dan bagaimana menyelesaikannya, sementara Dupa nya tinggal 4 batang, Park Sun Woo-ssi fighting^^

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
5 Komentar untuk "[Recaps] Nine Episode 6"

pertamax fa....gomawo!
bnr kt young hoon....bkn kuasa manusia buat mghdpkn org yg sehrsnya sdh meninggal....
san wo apa yg akn km lakukan???huaaa g sbr liat kljutannya....semangat yach fa
ana pri

semangat.. suka banget suka suka .....


nunu

eh, jangan2 Sun Woo kali ya yang menyebabkan kematian bapaknya secara tidak sengaja? Atau Jung Woo? Kekekekkekk.. Kebanyakan nonton drama pembunuhan..

Keren...
lanjut ya,,ditunggu!!
Gomawo..

tr malem ep 7.. besok bisa lihat yes!!
semangkaaaaaa!!! :D

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top