[Sinopsis] Yes Captain Episode 11 part 1





Dengan hati galau Da Jin pergi ke rumah Yun Seong, dengan maksud mengembalikan jaket Yun Seong yang digunakan untuk menyelimuti dirinya.Dengan perasaan takut akhirnya Da Jin mengentuk pintu rumah Yun Seong. Dia bahkan memukul-mukul pintu rumah Yun Seong sambil berteriak “Kapten,,,, Kapten,,,” saking tidak sabar dan takutnya.

Pintu rumah Yun Seong terbuka, dan apa yang ditakutkannya akhirnya terjadi. Ji Won. Ji Won lah yang membuka pintu rumah Yun Seong.Ji Won yang memakai kemeja Yun Seong.Pikiran Da Jin langsung melayang kemana-mana.Dia mengeratkan gengamannya pada jaket yang digunakan YUn Seong untuk menyelimuti dirinya. Ji Won melihat jaket itu dan mengingat apa yang dia lihat sebelumnya. Ji Won tahu benar jaket itu digunakan Yun Seong untuk menyelimuti Da Jin, jaket itulah yang membuat Ji Won melakukan semua ini.

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


Ji Won bertanya pada Da Jin apa yang dilakukan Da Jin pada jam seperti ini? Da Jin bilang dia ingin bertemu dengan kapten Kim Yun Seong. Ji Won mempersilahkan Da Jin untuk meneunggu di dalam. Dengan gugup dan takut akhirnya Da Jin masuk dan duduk di salah satu sofa Yun Seong.

Da Jin melihat dua gelas anggur di meja, Ji Won memperhatikan itu.Ji Won mengambil kedua gelas anggur dan berkata dia tidak bisa tidur kemudian membereskan kedua gelas tersebut ke meja dapur.Ji Won menawarkan kopi pada Da Jin, kemudian membuatkannya tanpa menunggu jawaban dari Da Jin.
 
Da Jin melihat betapa terbiasanya Ji Won berada di apartemen Yun Seong, bahkan saat Ji Won memberikan kopi padanya. Da Jin bertanya pada JI Won, apakah Kapten sedang pergi ke suatu tempat? Bukannya menjawab, Ji Won malah bertanya apakah Da Jin datang untuk mengembalikan jaket Yun Seong yang dibawanya? Da Jin pun bukannya menjawab. Dia malah bertanya apa yang dilakukan Ji Won di rumah Yun Seong. Dengan santai Ji Won menjawab, bukankah dia sudah bilang pada Da Jin kalau mereka telah memulai kembali (sebagai sepasang kekasih maksudnya). Mendengar hal tersebut air muka Da Jin terlihat semakin tidak senang.

Sementara itu Yun Seong sedang berjalan menuju rumahnya, dia membawa kantung belanjaan, sepertinya berisi pakaian wanita.

Da Jin berdiri dari duduknya berkata pada Ji Won, Ji Won tidak benar menjalin hubungan asmara, apalagi dengan Kapten Yun Seong. Ji Won bertanya pada Da Jin, apakah Da Jin tahu apa makanan kesukaan Yun Seong? Pakaian, sepatu, sabun, dan parfum apa yang Yun Seong sukai? Da Jin dia diam, tidak paham dengan maksud Ji Won.

Ji Won kembali bertanya, apakah Da Jin tahu, apa film kesukaannya dan apa yang membuatnya menangis? Da Jin masih diam. JI Won mendekat pada Da Jin da berkata, bahwa cinta adalah saat dimana kita mengetahui segala hal tentang orang itu dan tidak merasa cukup untuk itu, JI Won meminta Da Jin untuk berhenti.

Da Jin kesal mendengar tuduhan Ji Won, dia tersenyum sinis dan berkata Ji Won berpikir terlalu banyak.Da Jin berkata dia hanya datang untuk mengembalikan jaket itu.Dia melempar jaket Yun Seong ke sofa dan pergi sambil menghentakan kaki dengan kesal, tidak ingin lagi mendengar teori cinta dari seorang Choi Ji Won.

Setelah Da Jin pergi, Ji Won terduduk lemas, sepertinya dia merasa gugup dengan semua ini, sekaligus merasa bersalah karena telah melakukan hal ini untuk menekan Da Jin menjauh dari Yun Seong.

Da Jin keluar dari rumah Yun Seong dengan kesal dan menahan amarah.Da Jin memutuskan untuk berlari agar bisa segera pergi dari rumah YUn Seong.Tanpa disadari Da Jin, Yun Seong hampir tiba ke rumahnya.

Ji Won memakai baju atasan, hmm,, sepertinya yang baru di belikan Yun Seong. Dia menatap baju atasannya yang ketumpahan wine. Oh,, jadi alasan dia memakai kemeja Yun Seong karena bajunya ketumpahan wine ya *pasti sengaja tuh*

Selesai berpakaian Ji Won berniat pergi.Yun Seong memanggilnya, Ji Won menoleh dan berkata dia bisa pergi sendiri. Ji Won berterimakasih atas pakaian yang dibelikan Yun Seong untuknya, Ji Won senang karena Yun Seong masih mengingat apa yang disukai Ji Won. Ji Won akhirnya pamit sementara Yun Seong hanya bisa menatap dengan cemas.

Di Gudang rumah Choi Ajussi, Da Jin galau setengah mati. Dia masih tak habis pikir mengapa Ji Won ada di rumah Yun Seong mala mini, dan mengapa dia memakai kemeja YUn Seong. Da Jin pun akhirnya menangis, dia merasa hatinya sangat terluka karena hal ini.

Esok harinya, Yun Seong membuka lemari pakaiannya dan menemukan jaket yang dia gunakan untuk menyelimuti Da Jin. Yun Seong sadar Da Jin semalam ke rumahnya dan telah bertemu Ji Won. 

Yun Seong bertemu Da Jin saat akan pergi kerja. Yun Seong menyuruh Da Jin masuk ke mobilnya, dia meminta Da Jin jangan salah paham dan akan menjelaskan semuanya.

Da Jin tak peduli dan terus berjalan, dia bahkan hanya menatap dingin pada Yun Seong.Tak lama kemudian Dong Soo datang dengan mobilnya.Dong Soo memanggil Da Jin dan bertanya mengapa mata Da Jin bengkak.Yun Seong yang awalnya tidak memperhatikan menjadi cemas.Da Jin menjawab dia makan ramyun (karena itu matanya bengkan? Aigo,, alasan tak masuk akal)

Tanpa banyak bicara Da Jin masuk ke dalam mobil Dong Soo.Kemudian Dong Soo pun mengikutinya sambil sekilas memandang ke arah Yun Seong.Dong Soo tahu ada yang terjadi antara Da Jin dan Yun Seong. Dong Soo pun membawa pergi Da Jin dengan mobilnya dari hadapan Yun Seong.

Di dalam mobil Da Jin hanya diam saja.Dia terlihat galau sambil menatap Yun Seong yang masih melihat kepergian mereka dari kaca spion mobil Dong Soo.Melihat tingkah Da Jin, Dong Soo segera mengubah arah kaca spionnya sehingga Da Jin tak bisa lagi melihat Yun Seong.  Dong Soo berkata pada Da Jin, “Jangan melihat pria lain di depanku”

Setelah cukup lama saling terdiam di dalam mobil, akhirnya Da Jin angkat bicara.Dia bertanya pada Dong Soo.Apa warna favoritenya? Biru langit.Apa makanan favoritenya? Makanan pesawat.Apa Film Favoritenya?Top Gun.Apa buku favoritenya? Flight Control. Mendengar semua jawaban Dong Soo Da Jin tersenyum dan Dong Soo pun ikut tersenyum

Da Jin bertanya, mengapa Dong Soo tertawa? Dong Soo balik bertanya lalu mengapa Da Jin tesenyum?Da Jin berkata dia memang selalu tersenyum. Dong Soo pun membalas jika dia selalu tersenyum jika ada bersama Da Jin (Aigoo,, So Sweet ya Dong Soo ini,, boleh pesen satu nggak #Eh?) Dong Soo berkata, dia berharap Da Jin tersenyum dari dala, jangan hanya terlihat di permukaannya saja.(Jah nyindir juga tuh Dong Soo).Da Jin lalu berkata, “Go Cham Shi Ae” Dong Soo melirik Da Jin, lalu tersenyum.

Di kantor Wings Air, Yun Seong bertemu Da Jin yang jelas bersikap dingin dan menghindarinya. Yun Seong mengejar Da Jin dan bertanya, Da Jin semalam datang ke rumahnya kan? Da Jin menjawab bukan dia seorang yang datang (ada Ji Won juga maksudnya) Yun Seong berkata itu tidak seperti yang Da Jin pikirkan. Memangnya apa yang Da Jin pikirkan, dan mengapa juga Yun Seon harus menjelaskan itu pada Da Jin? Yun Seong bersikeras berkata itu tidak seperti yang Da Jin kira, Da Jin tak peduli dan berkata itu bukan urusannya.

Saat Da Jin berniat pergi, Yun Seong menarik tangan Da Jin dan berkata bahwa dia tersinggung dengan Asumsi Da Jin.Lalu Ji Won datang dan melihat Da Jin dan Yun Seong. Da Jin yang menyadari keberadaan Ji Won segera menepis tangan Yun Seong dan berkata, dia juga tersinggung. Da Jin akhirnya pergi.

Yun Seong berbalik dan melihat Ji Won.Dia menatap Ji Won seolah bertanya mengapa kau tidak mengatakannya? (tentang kedatangan Da Jin) Ji Won mendekat ke arah Yun Seong dan berkata, “Sunbae, Alasan aku tidak mengatakannya adalah karena ini untuk kebaikan kita semua”
Yun Seong tak berkata apapun dia hanya berdiri di depan Ji Won, seolah menyesalkan sesuatu.

Saat Ji Won dan Yun Seong bersama. Lee Joo Ri datang dan melihat keduanya. Sepertinya Joo Ri mencurigai hubungan Ji Won dan Yun Seong.

Penerbangan Wings Air 339. Yun Seong sebagai Kapten dan Da Jin sebagai Co=pilot, Suasana kokpit tak seperti biasanya. Da Jin sangat dingin terhadap Yun Seong.Setelah lama terbang, Yun Seong bertanya pada Da Jin, mengapa Da Jin tak mepercayai kata-katanya?Da Jin berkata dia tak ingin mendengar masalah yang tidak berhubungan dengan penerbangan.Yun Seong beralasan, suasana hatinya berkaitan erat dengan penerbangan.

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Da Jin berkata mengapa Yun Seong selalu membela diri dan mencari alasan? Emosi Yun Seong terpancing, ini bukan alasan, ini adalah kebenarannya.Da Jin tak peduli, dia tetap tak ingin mendengarnya.Yun Seong mengalah dan berkata terserah Da Jin saja kalau begitu.

Di kamarnya Dong Soo menggalau, dia berkata “Han Da Jin, segeralah kembali” (Aih,, saking kangennya tuh sama Da Jin, walo udah ditolak pun pantang menyerah ya Dong Soo ini, Good Job!)

Yun Seong melakukan briefing dengan kru pesawat tentang penerbangan yang akan mereka lakukan dari Harbin menuju In Cheon. Saat briefing berlangsung Da Jin dan Ji Won saling menatap merasa tak nyaman.

Para penumpang pesawat Wings Air 340 mulai masuk untuk menempuh perjalanan dari Harbin menuju In Cheon.Ji Won memperhatikan seorang wanita yang terlihat linglung bahkan dia sepertinya tak sempat menyimpan barang bawaannya dan menyamankan dirinya.

Ji Won mendekati wanita itu dan menawarkan diri untuk menyimpan tas nya. Wanita itu bertanya berapa lama mereka akan terbang? Ji Won berkata mereka akan tiba di In Cheon jam 3.20. Wanita itu berkata bisakah mereka pergi lebih cepat? Ji Won menjawab dengan bijaksana, itu tergantung cuacanya. Wanita itu meminta Ji Won agar mereka bisa datang lebih cepat ke In Cheon. Ji Won berkata dia mengerti keinginan hati wanita itu, dia sengaja berkata seperti itu untuk menenangkan hati sang penumpang.

Sayangnya kabut tebal menyelimuti bandara In Cheon. Hingga 25 pesawat telah menunggu untuk mendarat, karena itu berbahaya. Dong Soo yang berada di Incheon Tower menggunamkan nama Han Da Jin, dan itu terdengar oleh Juniornya yang sepertinya tak senang.

Han Da Jin pun melapor tentang kedatagan Wings Air 340 di Incheon. Dong Soo seketika sumringah dan menanggapinya. Dong Soo menyarankan agar Wings Air bertahan dulu di ketinggian 3000 kaki.

Para penumpang mulai cemas karena pesawat tak juga mendarat.Wanita yang terliha linglung tadi tiba-tiba berdiri.Ji Won mencoba menenangkan, Wanita itu bertanya mengapa pesawat belum mendarat juga, padahal sudah lewat dari waktu kedatangannya dengan penuh amarah.

Wanita itu pergi ke pintu pesawat dan mencoba membukannya. Ji Won dan kru kabin yang lain mencoba menghentikannya. Wanita itu bersikeras harus segera keluar dari pesawat. Ji Won mencoba menahan aksi nekat sang penumpang. Akhirnya wanita itu berkata sambil memelas, “Suamiku sedang kritis, tolong ijinkan aku keluar” Ji Won jadi tak tega melihatnya.

Ji Won menelpon Yun Seong, Yun  Seong bertanya apa terjadi sesuatu di dalam kabin? Belum sempat JI Won selesai menjelaskan, Penumpang wanita yang minta keluar tadi masuk ke dalam pantri dan merebut teleponnya. Dia sendiri yang mengatakan pada Yun Seong untuk diijinkan keluar, Suaminya kecelakaan saat bekerja dan ingin bertemu dengannya.Wanita itu berkata, dia takut tidak diberi kesempatan untuk berkata pada Sang suami, bahwa dia meminta maaf karena membuatnya menderita dan tidak ada bersamanya (mungkin ceritanya si penumpang dan suaminya LDR kali ya).

Yun Seong dan Da Jin saling pandang mendengar masalah ini. Yun Seong mencoba bersikap objektif dan berkepala dingin, tapi Da Jin langsung cemas, itu terlihat jelas dari matanya.

Wanita itu menutup telepon dan berlari ke arah kokpit dan mencoba menggedor pintu Kokpit.Yun Seong dan Da Jin mendengarnya.Wanita itu berkata dia harus segera keluar dari pesawat. Dia ingin menemui suaminya yang sedang kritis, di dunia ini, mereka tinggal berdua saja, dia tidak ingin kehilangan suaminya, dia ingin bertemu dengan suaminya.

Sementara itu keadaan sang suami di rumah sakit semakin kritis. Detak jantungnya bahkan sempat hilang sehingga para ahli medis mencoba mengembalikan kembali denyut jantungnya.
 
Yun Seong menelpon Ji Won dan bertanya apakah Ji Won akan membiarkan penumpang itu masuk? Yun Seong menyuruh Ji Won menenangkan wanita itu.

Ji Won memeluk sang penumpang yang telah terduduk lesu. Dia masih menangis, dia bersikeras ingin bertemu suaminya karena dia ingin memberitahunya jika dia sedang mengandung bayi mereka. Dia ingin memberitahu suaminya, dia berharap suaminya akan bangun jika suaminya bertemu dengan bayi yang ada di dalam perutnya. Dia ingin mengatakan pada suaminya bahwa Bayi mereka merindukannya, bahwa bayi mereka menyayanginya dan butuh pelindungannya.

Da Jin berkata, dia akan menghubungi Incheon Tower, Yun Seong melarang dan berkata lebih baik mereka menunggu hingga diijinkan mendarat. Da Jin berkata, tapi suaminya sedang kritis.Semua orang di pesawat itu punya masalahnya masing-masing.Mereka tak bisa memikirkan nasib seorang penumpang dan mengesampingkan keselamatan yang lainnya.Mereka mendapat telepon dari Kru kabin bahwa ada penumpang yang pingsan.

Da Jin berkata, apakah  Yun Seong akan membiarkan seorang anak yang tak bisa bertemu dengan ayahnya? Jika mereka mendarat sekarangpun mereka belum tentu bertemu, itu meurut Yun Seong. Tapi Da Jin yakin anak itu bisa merasakannya, seperti juga Ppo Song adiknya, meskipun Ppo Song tak [ernah mengenal orang tuanya, tapi dia bisa merasaka keberadaan mereka. Saat Da Jin membicarakan Ppo Song, Yun Seong tak lagi berani membantah.

Ji Won menenangkan hati wanita yang pingsan saat dia terbangun.Ji Won berkata bahwa suaminya pasti menunggunya.Jika dia adalah orang yang menanggung rasa sakitnya dan selalu melakukan yang terbaik untuknya, dia pasti menunggunya dan Wanita itu bisa tetep mencintai suaminya. Ji Won memberikan makanan pada Wanita itu dan mengatakan padanya, bahwa Wanita itu harus makan demi bayinya. Sambil menahan isak tangis, wanita itu akhirnya memakan bubur yang disiapkan JI Won.

Da Jin berkata pada Yun Seong, setiap kali dia marah pada Ppo Song dia selalu berpikir tentang orang tuanya. Da Jin akan berpura-pura menjadi kuat dan berpikir meski dia tidak bisa melihat, tetapi ketika saling mencintai, mereka bisa saling merasakan.

Yun Seong kemudian menghubungi Tower dan meminta ijin untuk mendarat. Da Jin kaget mendengarnya.Yun Seong berkata dia meminta ijin prioritas mendarat karena memiliki pasien.Cuaca ternyata belum membaik, kabutnya malah semakin tebal. Namun pendaratan darurat itu tetap harus dilakukan.Yun Seong bertanya pada Da Jin apakah Da Jin mempercayainya? Dia mempercayai Da Jin. Untuk sementara Da Jin terdiam dan berkata dia akan mempercayai Yun Seong.

Da Jin melapor ke Tower untuk posisi pendaratan. Dong Soo yang menjawab dan mengatakan dimana mereka bisa mendarat.Di akhirnya Dong Soo berkata, “hati-hati Han Da Jin” tentu saja itu di dengar Yun Seong juga.Da Jin jadi tidak enak.

Pendaratan pun berhasil dilakukan dengan aman. Penumpang wanita yang suaminya kritis, berterimakasih pada Kru Kabin terutama Ji Won.

Di Kokpit, Da Jin memikirkan kata-kata penumpang wanita yang suaminya sedang kritis. “Aku harus menjaganya, karena aku mencintainya” Da Jin bergunam pada dirinya sendiri, “Seberapa besar cintamu untuk melindungi seseorang?”Yun Seong menoleh pada Da Jin karena mendengar kata-kata itu.Da Jin pun menatap Yun Seong dan bertanya, “Apakah orang yang harus kau lindungi itu adalah Manajer Choi Ji Won?Seperti ketika pendaratan tadi, kau memintaku untuk mempercayaimu. Apa kau akan  melindungiku juga?” Yun Seong tidak tahu harus menjawab apa, dia kahirnya berkata, “Aku bahkan tidak bisa melindungi diriku sendiri”

Tuan Kang menjemput Bibi Yang untuk pergi menonton. Tapi Ppo Song tidak pergi sekolah dan juga tidak ada yang menjaganya di rumah, karena itu Ppo Song harus ikut.  Tuan Kang sepertinya agak keberatan, namun tak berani mengatakannya.

Di perjalanan, mereka bertemu Yun Seong yang baru sampai di depan rumah. Ppo Song menyapa Yun Seong, “Penguin Ajussi” Bahkan Ppo Song langsung berlari memeluk Yun Seong. Tuan Kang bertanya siapa Yun Seong? Bibi Yang berkata Yun Seong adalah tetangga mereka yang sangat dekat dengan Ppo Song. Tuan Kang pun mendapat ide.

Ppo Song dititipkan pada Yun Seong.Ppo Song dan Yun Seong membuat Tempura bersama.Ppo Song bertanya apakah mereka sedang membuat tempura? Yun Seong membenarkan dan bertanya apakah Ppo Song tidak menyukai tempura? Ppo Song menjawab dia sangat menyukainya, tapi Eonnie nya jarang membuatkannya karena malas. Dia hanya membuatkan Tempura di saat hujan, karena suara mengoreng tempura dan hujan hampir sama, jadi Lezatnya menjadi double. Yun Seong senang mendengar tentang Da Jin, Yun Seong bertanya dalam hal apa Han Da Jin balih ahli, Ppo Song berkata Eonnie paling ahli makan. Yun Seong dan Ppo Song tertawa bersama.

Yun Seong mecolekan terigu ke hidung Ppo Song, lalu Ppo Song mencoba membalasnya dengan mengotori tanggannya untuk di usapkan ke wajah Yun Seong, tapi Yun Seong menghindar dan mereka akhirnya kejar-kejaran sambil tertawa bersama. (I Love Them very much~~ Ajussi keliatan banget sayangnya sama anak-anak^^)

Bibi Yang mencemaskan Ppo Song dan berniat menjemputnya saat dia makan bersama Tuan Kang, meski Tuan Kang berkata bahwa anak-anaka akan menjadi lebih mandiri saat bersama dengan orang lain, namun Bibi Yang tetap bersiap untuk pergi menjemput Ppo Song.

Tempura yang dibuat Yun Seong telah matang. Ppo Song yang pertama kali memakan tempura itu dan berkata bahwa rasa tempuranya enak. Yun Seong bahagia bisa melihat Ppo Song tersenyum. 

Yun Seong kemudian mengambil Kamera dan memotret Ppo Song dalam beberapa gaya. (Aih,, Ppo Song lucu banget^^)


Saat Yun Seong dan Ppo Song melihat hasil foto-foto Ppo Song, bel rumah Yun Seong berbunyi. 

Ternyata Ji Won yang datang.Yun Seong awalnya ragu untuk membukakan pintu, tapi akhirnya dia membawa Ji Won masuk. Melihat kedatangan Ji Won, secara refleks Ppo Song bersembunyi di balik tubuh Yun Seong dan menatap Ji Won malu-malu. 

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Komentar:
Aha,, Da Jin mulai cemburu dan merasa resah. Dong Soo keren ya^^ udah di tolak Da Jin, masih tetep deh All for You banget buat Da Jin. Tapi sayang Da Jin jadi muram sejak ditolak Da Jin, kesannya kok Dong Soo ingin mengalahkan kedinginan Kapten Kim nih. Jadi kangen sama Dong Soo yang ceria dan selalu cengengesan.

Makin suka sama Chems Ppo Song dan Yun Seong. Mereka bener-bener my favorite couple di drama ini. Suka banget kalo liat scene mereka saat bersama. Penguin Ahjussi dan Ppo Song is the Best^^

Ji Won agak menyebalkan ya di episode ini. Dia tidak rela Yun Seong ada hati pada Da Jin, dari kemaren di pepet terus tuh Yun Seong, di datengin mulu ke rumahnya. Kedatangan Ji Won ganggu aja Quality Time nya Yun Seong dan Ppo Song tuh. 

Note:
Berhubung Yes Captain yang selese duluan, jadi aku posting ini dulu. CDDA menyusul ya~~ dan harap tidak menanyakan kapan akan diposting nya. Part-2 nya akan segera ku posting, paling telat lusa. Soalnya besok malam SBS Award, khawatirnya aku memutuskan streaming, soalnya drama SBS banyak banget yang aku tonton tahun ini, jadi penasaran deh^^. Kalo jadi streaming, aku jadi ga ada waktu untuk posting.

4 Komentar untuk "[Sinopsis] Yes Captain Episode 11 part 1"

Finally, thank you mba irfaaaaa...pernah liat sekali adegan ppo song sm YS, gaya ppo song pas ngomong lucuuu banget, pantes mba irfa seneng bgt nulis ttg dy, hahhah...
Walaupun udah ngeliat endingnyaa, tapi aku ttep nunggin kelanjutan sinopsisnyaaa dr mba irfa, soalnya seneng, ngeliat comment mba disetiap prgraf.semangat mbaaaa

Chika

Finally, thank you mba irfaaaaa...pernah liat sekali adegan ppo song sm YS, gaya ppo song pas ngomong lucuuu banget, pantes mba irfa seneng bgt nulis ttg dy, hahhah...
Walaupun udah ngeliat endingnyaa, tapi aku ttep nunggin kelanjutan sinopsisnyaaa dr mba irfa, soalnya seneng, ngeliat comment mba disetiap prgraf.semangat mbaaaa

Chika

Finally, thank you mba irfaaaaa...pernah liat sekali adegan ppo song sm YS, gaya ppo song pas ngomong lucuuu banget, pantes mba irfa seneng bgt nulis ttg dy, hahhah...
Walaupun udah ngeliat endingnyaa, tapi aku ttep nunggin kelanjutan sinopsisnyaaa dr mba irfa, soalnya seneng, ngeliat comment mba disetiap prgraf.semangat mbaaaa

Chika

mbak irfa kapan dilanjutin sinopsisnya? ditungguuuuuuuuuuuu


tia

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top