Sinopsis Yes Captain Episode 9 part 2



Hari pengumuman penilaian Inspektur Penerbangan pun tiba. Tony Brown datang ke Wings Air dengan sambutan yang resmi. Semua karyawan Wings Air datang di ruang pengumuman. Da Jin, Ji Won dan Mi Joo terlihat cemas karena penilaian ini akan menentukan hidup dan matinya Yun Seong di Wings Air. Sementara Hong In Tae tampak tersenyum puas karena sebentar lagi dia akan melihat kehancuran karir Yun Seong.

Yun Seong sendiri hanya bisa cemas di ruangan lain saat Tony Brown mulai mengumumkan hasil penilaiannya. Tony Brown menceritakan tentang pelayanan pramugari Wings Air yang begitu sabar melayani penumpang yang rewel seperti dirinya, hingga fakta bahwa Wings Air menunda jadwal penerbangan demi menunggu penumpang yang diabetes nya kambuh. Tony Brown memberikan penilaiannya, membuat Da Jin awalnya sama sekali tak peduli.

Yun Seong yang tidak tenang akhirnya masuk ke dalam ruangan tempat Tony Brown memberikan penilaiannya. Dia memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan Tony Brown dan merasa bersalah mendengar penuturannya tentang penundaan jadwal keberangkatan juga aksi pemukulan yang dilakukannya pada pria yang melecehkan Ji Won. Namun kemudian semua orang kaget dan berbalik senang, saat Tony Brown memuji aksi Yun Seong yang telah menjadi Pilot yang sangat mempedulikan keselamatan penumpangnya dan menjaga kehormatan pramugari sebagai awak kabinnya dengan baik. Tony Brown bahkan memberikan 1 bintang Khusus untuk Yun Seong.

 *diposkan oleh irfa di cakrawala-senja-1314.blogspot.com

Hal ini tentu saja membuat Da Jin, Ji Won, Mi Joo dan para karyawan lain selai Hong In Tae dan Manager Tim bahagia. mereka memberikan tepuk tangan yang meriah pada Yun Seong yang berdiri di pintu masuk. Sementara Yun Seong merasa terharu dengan apa yang baru di dengarnya.

Manager Tim berkata pada Hong In Tae, bahwa Yun Seong tidak akan bisa lepas dari peninjauan ulang Komite Pertimbangan Diskualifikasi. Jadi Hong In tae tenang saja. Namun sepertinya Hong In Tae sama sekali tidak tenang. Dia terlihat sangat geram saat mengetahui bahwa dalam penilaian penerbangan kali ini, Yun Seong bukannya mendapat cacat tetapi malah mendapatkan bintang khusus.

Yun Seong mengucapkan terimakasih pada Tony Brown. Tapi Tony Brown berkata Inspektur yang adil tidak mengenal kata terimakasih.  

Saat Tony Brown kembali melangkah ke depan, Da Jin sudah menunggunya. Da Jin menyodorkan amplop warna putih yang gagal diberikannya pada Tony Brown kemarin.

Tony Brown langsung waspada dan pertanya apa itu? Da Jin berkata itu adalah suap yang tidak diterimah Tony Brown kemarin. Kata-kata Da Jin membuat Direktur, Yun Seong dan Ji Won kaget. Tony Brown semakin waspada namun akhirnya menerima amplop itu.

Tony Brown kaget saat membuka amplop yang ternyata berisi foto langit miliknya yang hilang. Tony Brown ingin bertanya bagaimana Da Jin mengetahui itu miliknya. Da Jin langsung berkata bahwa dia melihat hati Tony Brown di foto langit itu, karena itulah dia ingin mengambalikannya.Tony Brown senang karena fotonya yang hilang telah kembali. Tony Brown berterimakasih pada Da Jin.

Sebelum pergi, Tony Brown berbisik pada Da Jin, dia bertanya apakah letak rambut palsunya kali ini sudah benar. Da Jin memberikan jempol dan berkata itu sudah benar. Tony Brown memberikan senyuman pada Da Jin yang juga dibalas Da Jin dengan senyuman.

Da Jin menatap Yun Seong yang sedang menatapnya sambil tersenyum, begitu pun Ji Won yang tersenyum padanya. Tapi kemudian Ji Won melihat tatapan Yun Seong pada Da Jin. Hmm… sepertinya Ji Won mulai merasakan sesuatu pada tatapan itu.

Pagi hari yang cerah, di ruang ganti Karyawan Wings Air. Kapten tampan kita, Kim Yun Seong sedang bersiap-siap untuk penerbangannya. Sebelum pergi Yun Seong kembali membuka lokernya dan mengambil sebuah kacamata yang dibelikannya untuk mengganti kacamata Da Jin yang rusak. Kacamata itu adalah kacamata yang sama dengan kacamata miliknya,, (Arghhh,,, pairing sunglass yeah,,)

Yun Seong mengambil kacamata itu dan berniat menyimpannya diam-diam di loker kerja Da Jin (sepertinya itu tempat menyimpan jadwal terbang or semacamnya ya,, soalnya lobernya kecil sih). Setelah mengatur kacamata itu baik-baik, Yun Seong yang berniat pergi malah kepergok Da Jin yang datang tiba-tiba.

Da Jin menyapa Yun Seong dengan panggilan “Kapten Satu Bintang” tapi Yun Seong berpura-pura tak peduli dan menghindar kemudian pergi dari ruangan itu dengan kikuk. Da Jin sempet heran melihat kelakuan Yun Seong.

Namun saat dia menemukan sebuah kacamata di loker kerjanya itu, Da Jin mengerti dengan sikap Yun Seong. Da Jin tahu benar, dari mana kacamata itu berasal.  Da Jin pun tersenyum bahagia saat menyadari hal tersebut.

Wings Air 112 dengan tujuan Osaka akan segera berangkat. Hari ini sepertinya hari pasangan, karena banyaknya penumpang yang berpasangan yang naik pada penumpangan kali ini.

Di ruang Kokpit, Da Jin berkata bahwa kacamatanya dan kacamata Yun Seong sama, artinya mereka pasangan (dalam hal kacamata).

Mendengar kata pasangan dari mulut Da Jin, Ji Won yang tadinya akan mengantar minuman ke kokpit langsung berhenti di pintu dan menguping pembicaraan Da Jin.

Da Jin berkata bahwa Yun Seong punya selera yang bagus, Yun Seong tersenyum kecil, sangat kecil hingga mungkin Da Jin tak menyadarinya. Di hadapan Da Jin Yun Seong bersikap seolah tak peduli pada perkataan Da Jin dengan tak menjawab apapun. Da Jin pun berkata, bahwa dia tahu semuanya, bahwa Yun Seong lah yang membelikan kacamata itu untuknya, setelah Da Jin memakai kacamata tersebut. Da Jin berterimakasih, Yun Seong kembali tersenyum tipis.

Di luar Kokpit Ji Won mendengar semua perkataan Da Jin tentang Yun Seong yang membelikan kacamata untuknya. Ji Won mulai tegang, sepertinya hatinya mulai diliputi api cemburu.

Hati Ji Won bahkan tak tenang selama penerbangan.

Para penumpang sedang menikmati makanan yang disajikan para pramugari, sementara Ji Won mengamatinya. Pasangan yang memakai jaket hijau bertengkar karena si perempuan minta tolong dicampurkan makanan oleh si pria, tapi pria itu malah menyodorkan sendok yang sudah dibersihkannya dengan air ludah, Si wanita menolak dan berkata itu kotor, di pria kesal karena hal ini.

Sementar itu, Sepasang Kakek dan Nenek  begitu rukun. Si Kakek menyuapi si Nenek yang buta dengan begitu telaten. Ji Won datang menghampiri pasangan itu dan berkata bahwa dia akan menggantikan si kakek menyuapi istrinya dan meminta si kakek untuk makan. Tapi si Kakek menolak, dia berkata dengan melihat istrinya makan dia sudah merasa kenyang.

Pasangang berjaket hijau jadi malu sendiri melihat pasangan kakek nenek itu. Si Pria berkata agar mereka makan bersama-sama. Si Wanita juga berkata agar Si Pria cepat makan dan mulai menyuapinya. Penerbangan kali ini pun menjadi penerbangan aman yang tanpa masalah.

Di Menara control Wings Air, Dong Soo kesal pada Hobae nya *ini nih,, si Hobae favoriteku, sampe sekarang belum tahu namanya*

Dong Soo kesal karena Hobae nya itu tidak lancar menyebutkan angka-angka dalam bahasa Inggris, padahal itu adalah skill yang penting yang dimiliki seorang ATC (Air Traffic Controller). Dong Soo berkata bukankah dia sudah menyuruh Hobae itu untuk berlatih. Hobae nya bilang dia sudah berlatih, namun sepertinya tidak ada hasil.

Dong Soo pun menyuruh Hobae nya untuk berdiri, Hobaenya menjadi bingung. Dong Soo ternyata mengajak Hobaenya ke lapangan parkir. Dia meminta sang Hobae untuk menyebutkan sebuah plat mobil dalam bahasa inggris, tapi hobae nya masih saja salah. Dong Soo jadi gemas, dia menjiwel *aduh apa ya bahasa indonesianya* pipi Hobae nya dan menyuruh Sang Hobae mengatakan “Ah, eh, ee, oo, uu” dengan pipi yang masih berada dalam jewel-an Dong Soo. Hoabe nya melakukan itu dengan susah payah.

Setelah itu Dong Soo mengajak Hobaenya untuk menyebutkan satu persatu nomor plat mobil yang ada dilapangan parkir. Sepertinya semakin lama, Hobaenya itu semakin mahir menyebutkan nomor dalam berbasa inggris, saat mobil terakhir Hobaenya menyebutkan nomor itu dengan sempurna, merekapun melakukan toast saking girangnya.

*diposkan oleh irfa di cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Pesawat Wings Air 112, akan melewati Aurora di langit.

Da Jin merasa ini sangat romantic dan berkata pada Yun Seong, “Kapten , apakah kau tahu? aurora membuat suara. Uhm ... Apakah itu sekali dalam 5 tahun? Apa 7? lagi pula, jika Anda mendengar suara itu, keberuntungan akan mengikuti. ketika jatuh cinta akan mendapatkan cinta mereka terjamin” Da Jin mengatakan itu sambil tersenyum bahagia melihat pantulan aurora yang indah di depannya. Sementara Yun Seong sama sekali tak menanggapi.

Namun Yun Seong akhirnuya berkata, “Apa saat ini kau ingin berkencan?” Da Jin kaget dan menoleh pada Yun Seong yang melanjutkan perkataannya, “Yang pertama kali harus kau lakukan adalah tetap mendarat dalam keadaan hidup” Da Jin menjadi bingung denga perkataan Yun Seong.

Yun Seong menjelaskan bahwa Aurora dapat menyebabkan gangguan komunikasi pesawat, seharusnya Da Jin tahu hal itu meskipun Da Jin seorang amatir. Tapi Sepertinya Da Jin tidak tahu hal itu. Yun Seong menyuruh Da Jin memeriksa GPS, tapi sepertinya Da Jin masih bengong, jadi dia memerikasnya dengan tidak fokus. Yun Seong akhirnya membentak Da Jin untuk melakukannya dengan benar.

Bibi Yang baru saja pulang, dia minta maaf pada Ppo Song karea baru datang. Dia mengajak Ppo Song untuk makan malam, Tapi dia kaget saat melihat tak ada Nasi di ricecooker dan tumpukan piring kotor di wastafel. Bibi Yang bertanya pada Choi Ajussi bukan kah hari ini hari liburnya, kemana saja dia seharian? Choi Ajussi malah baik bertanya, kemana saja Bibi Yang seharian.

 Bibi Yang berkata dia pergi bersama tuan Pal Bong. Mendengar hal tersebut Choi Ajussi makin kesal, mereka jadi bertengkar dan saling menyalahkan. Bibi Yang bertanya kemana saja Choi Ajussi seharian. Ppo Song yang menjawab kalau mereka sudah makan jajamyung. Bibi Yang  kaget mendengarnya, bagaimana bisa Choi Ajussi memberi makan Ppo Song dengan jajamyung. Choi Ajussi membela diri bahwa itu adalah makanan yang ingin dimakan Ppo Soong.

Bibi Yang jadi kesal da bertanya mengapa Choi Ajussi tidak membereskan dan membersihkan rumah. Choi Ajussi berbisik apakah dia seorang pelayan, namun bibi Yang tidak terlalu jelas mendengarnya. Dia pun bertanya apa yang dikatakan Choi Ajussi. Lagi-lagi Ppo Song yang menjawabnya, “Ajussi berkata apakah dia seorang pelayan” Bibi Yang hanya bisa diam, tidak tahu harus berkata apalagi.

Sepulang dari penerbangan Osaka, hati Ji Won sangat tidak tenang, dia merasa sangat galau melihat kedekatan Da Jin dan Yun Seong. Ji Won akhirnya memutuskan mendatangi rumah Yun Seong. Setelah ragu-ragu apakah harus memencet bel atau tidak, Ji Won memutuskan untuk menggedor pintu rumah Yun Seong.

Yun Seong pun keluar, tanpa bicara apa-apa Ji Won segera berhambur memeluk Yun Seong dan mengajaknya untuk kembali bersama. Yun Seong tampak enggan, namun Ji Won memelukanya semakin erat dan mengajaknya untuk memulai dari awal dan tidak lagi melarikan diri serta saling merasa bersalah lagi. Yun Seong akhirnya membalas pelukan Ji Won.

Tepat disaat itu Da Jin melewati rumah Yun Seong dan melihat pemandangan yang tidak menyenangkan baginya. Kaptennya sedang memeluk orang yang menyebabkan kematian ibunya. Da Jin jadi salting, semakin salting saat Yun Seong melihatnya. Yun Seong pun menjadi lebih galau melihat ekspresi Da Jin, yang kemudian memilih berbalik arah untuk pulang ke rumah Choi Ajussi.

Dong Soo  datang ke rumah Choi Ajussi dengan membawa daging. Dong Soo menanyakan Da Jin, sayangnya Da Jin belum pulang. Akhirnya Dong Soo dan Choi Ajussi menikmati daging tersebut berdua ditemani dengan berbotol-botol Soju. Choi Ajussi mengatai Dong Soo bahwa Dong Soo adalah orang bodoh karena tidak bisa mengatakan kata-kata “maafkan aku, aku menyukaimu, aku mencintaimu” Dong Soo tertawa, seperti Choi Ajussi berpengalaman saja. Choi Ajussi awalnya menyangkal tuduhan Dong Soo, namun akhirnya mengakui, bahwa dia juga orang bodoh yang tida bisa mengataka tiga kalimat itu.

Hari mulai malam, Da Jin belum juga pulang. Dong Soo membereskan sisa minumannya setelah Choi Ajussi jatuh tertidur karena mabuk. Dong Soo mengkahwatirkan Da Jin yang belum pulang. Saat Da Jin akhirnya pulang, Dong Soo bertanya mengapa Da Jin baru pulang. Tapi Da Jin sama sekali tidak menghiraukannya, bahkan saat Dong Soo bertanya apakah Da Jin sudah makan atau belum.

Da Jin terlalu galau untuk menanggapi pertanyaan Dong Soo, sesampainya di kamar dia merapikan selimut Ppo Song dan Bibi Yang, Sementara dirinya tertunduk di bawah tangga, mengingta kembali Yun Seong yang memeluk Ji Won. Hatinya terasa sakit memikirkan hal itu.

Yun Seong mengantar Ji Won masuk ke mobilnya. Ji Won berterimakasih pada Yun Seong (apa ini? apa mereka benar-benar memulai kembali??) Yun Seong tersenyum dan mengantarkan kepergian Ji Won.

Setelah Ji Won pergi, Yun Seong teringat pada Da Jin. Hatinya tidak tenang dan antara sadar dan tidak, Yun Seong berjalan menuju rumah Choi Ajussi. Dia menatap rumah itu, rumah tempat Da Jin tinggal. Yun Seong mengingat semua kenangannya bersama Da Jin, mulai dari pertemuan pertama mereka, saat kacamata Da Jin rusak, saat dia menemani Da Jin untuk berjuang bertemu anak sang Nenek di Inggris san semuanya. Tapi Yun Seong hanya bisa mengingat semua itu, tak ada yang bisa dia lakukan. Yun Seong pun memilih pergi dan kembali kerumahnya.

Ji Won mengajak Yun Seong ke tempat kenangan mereka. Tempat mereka sering menghabiskan waktu saat Yun Seong baru saja menjadi seorang pilot, Ji Won memberikan sesuatu pada Yun Seong.

Sementara itu Da Jin jogging ditemani Dong Soo. Da Jin sangat bersemangat, sementara Dong Soo sudah kelelahan, tetapi saat mereka beristirahat di suatu tempat, Dong Soo lebih dulu memberikan minuman pada Da Jin ketimbang dirinya yang minum duluan, padahal dirinya yang terlihat lebih lelah. (Ahhh,,, All for You nya Dong Soo kambuh deh)

Ternyata tidak jauh dari tempat Da Jin dan Dong Soo istirahat, Yun Seong sedang melihat-lihat album foto kenangannya bersama Ji Won dengan bahagia. Ji Won melihat Da Jin dan Dong Soo dan merasa tak senang akan hal itu. Dia merapatkan dirinya pada Yun Seong.

Dong Soo melihat Ji Won dan Yun Seong bersama, dia pun jadi tak tenang, seolah tahu, itu tidak akan membuat Da Jin senang. Dugaannya benar, saat Da Jin melihat Yun Seong yang sedang tertawa bersama Ji Won, mimic muka Da Jin berubah menjadi tak senang. Da Jin bertanya apakah Dong Soo tidak sibuk? Dong Soo berkata dia sangat punya banyak waktu.

Da Jin berkata dia akan lari lagi sebelum penerbangannya. Saat Da Jin memulai acara joggingnya kembali, dia bertemu Yun Seong dan Ji Won.

Yun Seong memanggilnya dengan keras, bahkan nyaris membentaknya. “Pilot Han Da Jin.” Yun Seong mendekati Da Jin dia bertanya apa jadwal penerbangan Da Jin hari ini? Da Jin menjawab pulang pergi ke Jeju pada jam 3 sore. Yun Seong langsung memarahi Da Jin dan berkata apa Da Jin gila, menghabiskan energy dua jam sebelum penerbangannya? Da Jin meminta maaf. Yun Seong berkata, itulah sebabnya Da Jin selalu menjadi pemula yang berada di bawah.

Dong Soo kesal mendengar kata-kata Yun Seong, dan berkata apakah Yun Seong tidak terlalu keras pada Da Jin? Yun Seong berkata pada Dong Soo, Da Jin adalah Da Jin-na bagi Dong Soo, tapi bagi Yun Seong Pilot Han Da Jin adalah seorang Pilot Junior. Yun Seong pun pergi meninggalkan Da Jin dan Dong Soo diikuti Ji Won yang sebelumnya berpamitan pada Da Jin dan Dong Soo.

Da Jin berteriak, dia akan memperbaikinya. Ini membuat Donh Soo kesal dan bertanya mengapa Da Jin selalu merasa bersalah dan meminta maaf pada Yun Seong. Da Jin bukannya menjawab, dia malah memukuli dada Dong Soo.

Da Jin Sudah kembali dari Jeju. Dia terlihat lelah, Yun Seong melihatnya namun tak menyapanya, dia hanya menatap Da Jin dari kejauhan.

Da Jin berjalan masuk halaman rumah Choi Ajussi diikuti Dong Soo yang meminta maaf. Da Jin mengabaikan Dong Soo lalu berkata bahwa dia tidak ingin melihat Dong Soo. Karuan saja hal ini membuat Dong Soo kesal dan berkata meskipun Da Jin tidak ingin melihatnya dia harus melihat Dong Soo, bagaimana mungkin Da Jin hanya melihat apa yang ingin dilihatnya saja. Da Jin berkata tapi itulah dirinya, seorang Han Da Jin.

 Saat Da Jin akan pergi, Dong Soo mencegahnya dan berkata, “Kemudian, mulai sekarang aku akan melihat apa yang ingin aku lihat dan akan melakukan apa yang ingi aku lakukan”

Dong Soo menatap Da Jin Intens, kemudian menciumnya membuat Da Jin kaget setengah mati. (Ahhh,,, First Kiss Da Jin di drama ini diambil Kang Dong Soo ternyata ya,,,, Chukae Kang Dong Soo)

bersambung ke episode 10 di blognya Anis

Komentar:
Jiah,,, Dong Soo-ya mulai agresif,,, tidak ingin terus jadi orang bodoh yang tidak bisa menyatakan perasaannya, akan kah perasaan Dong Soo berbalas, secara Da JIn sedang galau luar biasa karena perasaannya yang tidak karua-karuan pada Yun Seong.

*diposkan oleh irfa di cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
 
18 Komentar untuk "Sinopsis Yes Captain Episode 9 part 2"

semngat mbak irfa..
lanjut...

dephie_

semngat mbak irfa..
lanjut...

dephie_

Tlng di lanjutkan ya mbak,,,penasaran bgt dgn critanya,,trims(*⌣*)

episode 10 telat ye... lagi bikin tugas kuliah n ngegalau I Miss You hehe

ah..cie cie kang dong soo..
mulai agresiff nich..ayooo..

mbak irfa semngatt yachh lanjutinn.sinop.y..

vivi marshall

mbak anis jangan lama - lama posting episode 10 ditunggu

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang. - Hapus

gak sabar episode 10.nya.dtnggu posting secepatnya ya mbak anis & mbak irfa ^.^

mbak irfa tolong tanya mbak anis kapan episode 10 nya di posting udah ga sabar nih.SEMANGAT mbak anis semoga segera kelar menyelesaikan segala urusan, sehingga bisa membantu mbak irfa meneruskan sinopsis yes captai episode 10
maaf cerewet.


tia

klo nulis nya udah selese anis pasti langsung posting kok tia^^
ditunggu aja ya,,, klo blm diposting berarti blm selese nulisnya

mba anis & mba irfa tlng cepet diposting ya episode 10 nya, udah gak sabar nie.

ayo dong mba anis & mba irfa cepet posting episode 10 nya. SEMANGAT

kira - kira kapan ya episode 10 diposting??? dah gak sabar mbaca kelanjutannya

cepetin donk diposting episode 10nya , dah gak sabar nih

mba anis mba irfa episode 10 kira-kira hari kamis besok udah bisa diposting belum???? dah gak sabar nie!!!

iya mba sabar

hhaaiisshh.............bang soong yong belum menyadari klo ntr suka ma dan ji...tp gimana begtu

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top