[Resensi] Komik: Love is In the Air



Wah,, dah lama nih ga bikin resensi Komik. Sebenernya banyak komik yang ingin aku bikin resensinya tapi selalu nggak ada waktu. Tapi komik kali ini lain. Entah kenapa...
Judulnya Love is In the Air, cukup panjang untuk diingat. Melihat Covernya pertama kalipun aku sama sekali tak tertarik membacanya,,, aku yakin ceritanya tak jauh beda dengan komik-komik serial cantik seperti biasanya, pasti berkisar tentang seorang anak perempuan yang berusaha mendapatkan cowok idamannya. Jadi saat melihatnya di Togamas aku sama sekali tidak tertarik untuk membelinya.

Hingga akhirnya beberapa hari yang lalu, muridku meminjamkan beberapa judul Komik padaku, salah satunya Komik ini. Penilaianku masih sama, tidak tertarik untuk membaca, makanya pas temenku bilang mau pinjem dulu. Aku meminjamkan komik itu dulu padanya. Setelah dia mengembalikannya padaku, aku pun masih menyimpan komik itu dengan baik di tasku.

Tapi karena tadi pagi saat berangkat kerja aku merasa bosan, akhirnya aku memutuskan membaca komik ini, dan akhirnya aku Jatuh Cinta pada ceritanya.

 Judul: Love Is In The Air a.k.a Air Love
Pengarang: Nanajima Kana
Genre: Romance

Komik ini bercerita tentang Niina Tanba, seorang siswi SMU yang punya hobi aneh yaitu mengumpulkan foto-foto unik dari tempat atau apapun yang ada di foto yang dikirimkan oleh orang yang disukainya lewat E-mail. Hobi Niina ini selalu diejek teman-temannya, karena Niina rela melakukan apa saja untuk mendapatkan foto-foto tersebut.

Suatu hari, saat Niina sedang mengambil foto dari anak-anak burung yang baru saja menetas diatas pohon, Niina terjatuh dan menimpa salah seorang teman sekelasnya Shintaro Amatsu, yang lebih dikenal sebagai Taro.

Taro merupakan cowok populer disekolahnya, dia baik pada perempuan karena didikan keluarganya yang berprinsip bahwa sebagai lelaki Taro harus melindungi wanita, siapapun wanita itu. Maka saat dia melihat Niina menempuh bermacam-macam marabahaya untuk mendapatkan foto-foto yang serupa dengan foto yang dikirimkan orang yang disukainya, Taro berinisiatif untuk menemani Niina mengambil foto-foto unik itu.

Niina awalnya merasa terganggu, apalagi Taro memaksanya menceritakan alasannya mengambil foto-foto itu. Namun lambat laun, Niina merasa nyaman saat Taro menemaninya dan selalu menolongnya untuk mengambil foto-foto itu. Mulai dari foto kucing bertanda hati hingga kuil berbentuk unik, jika Niina sudah mengumpulkan semua foto itu, dia bisa bertemu dengan orang yang disukainya. Taro jadi penasaran seperti apa orang yang disukai Niina itu, mengapa dia tega menyuruh Niina melakukan hal-hal berbahaya saat dia mengambil foto-foto unik itu. Taro berpikir orang yang disukai Niina itu, pasti tidak menyukainya, kerena jika dia menyukai Niina dia akan melindungi Niina dan tidak membiarkannya dalam bahaya.

Niina kesal dengan tuduhan Taro, dia yakin orang yang disukainya itu pasti menyukainya, maka dia harus menemukan semua foto-foto yang dikirimkan orang itu agar mereka bisa bertemu. Taro pun berjanji akan membantu Niina menemukan semua objek yang ada di foto itu, hingga akhirnya Taro tahukenyataannya, bahwa orang yang disukai Niina sebenarnya telah meninggal.

Yukito Hayashino adalah kakak kelas Niina saat SMP, Hayashino senpai bagi Niina adalah cinta pertama yang ditakdirkan untuknya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama saat SMP, namun Hayashino selalu menolak Niina setiap kali Niina menyatakan perasaannya. Hingga Niina tak pernah tahu bagaimana sebenarnya perasaan Hayashino padanya, tapi Niina tak pernah menyerah. Setelah Hayashino lulus SMP pun Niina tetap berhubungan dengan Hayashino yang sering mengirimkan foto-foto unik lewat e-mailnya. Tapi Niina sangat terpukul saat tahu bahwa Hayashino telah meninggal karena penyakit Kanker. Niina pun bertekad untuk sekolah di SMA yang sama dengan Hayashino agar dia bisa melihat semua objek yang dikirimkan Hayashino padanya lewat foto dan mulai mencari objek-objek itu dengan harapan dia akan menemukan harta karun yang menunjukkan perasaan Hayashino padanya.

Taro menangis mendengar kisah ini, dia meminta Niina untuk Move-on, dan melupakan Hayashino. Taro bahkan mengutarakan perasaannya bahwa dia menyukai Niina yang selalu membuatnya khawatir. Dia tak ingin melihat Niina melakukan hal-hal berbahaya lagi demi mendapatkan objek-objek di foto itu. Niina jelas saja menolak, dia meminta Taro berhenti menemaninya, karena dia sadar Taro mulai masuk kedalam hatinya dan Niina tidak menyukai hal ini. Niina berpikir jika dia menemukan dunia baru dengan menyukai orang lain, dia akan membunuh Hayashino yang hidup dalam hatinya. Karena itulah Niina selama ini hidup dalam kenangannya bersama Hayashino.

Sejak Niina mengusir Taro dalam hidupnya, dia tak pernah lagi berbicara dengan Taro. Niina mengumpulkan semua sisa foto nya sendirian, hingga dia menemukan foto terakhir, dan dalam objek itu sama sekali tak ada yang ditemukan Niina.

Niina mendapatkan foto lewat e-mail lagi, yaitu foto sebuah pohon di belakang gedung rumah sakit. Niina berpikir foto itu dari Hayashino. Tetapi sebenarnya Foto tersebit dikirimkan oleh Taro yang mencoba mencari tahu tentang keadaan Hayashino saat dirawat dirumah sakit. Taro bahkan sempat berbincang dengan keluarga Hayashino dan mengetahui bahwa ada sebuah foto yang tak sempat dikirimkan Hayashino, yaitu foto yang dikirimkan Taro pada Niina. Taro kemudian mengatakan pada Niina bahwa sebelum meninggal, Hayashino mengubur semua foto yang dikirimkannya pada Niina di bawah pohon ini. Dia mengajak Niina untuk menggalinya bersama dan melihat apa yang dikubur Hayashino bersama foto-foto itu.

Ternyata Hayashino mengubur sebuah surat yang ditujukan untuk Niina, yang menyatakan bahwa selama ini sebenarnya dia juga sangat menyukai Niina, namun dia tidak bisa mengatakannya karena saat bertemu Niina, penyakit Kanker yang dideritanya sudah parah. Dalam suratnya Hayashino berpesan bahwa selamanya dia menyukai Niina dan berharap Niina bisa bahagia setelah kepergiannya. Niina menangis membaca surat itu, Taro pun berkata bahwa dia akan melindungi Niina dan menunggu Niina untuk bisa menyukainya. Taro mengusulkan, untuk kencan pertama mereka, sebaiknya mereka pergi mengunjungi makan Hayashino senpai.

Dan,, Happy End deh,, Di lembar terakhir diperlihatkan bahwa Niina dan Taro mengunjungi makam Hayashino senpai. Saat itu Niina tengah hamil besar. Taro bertanya, apa yang Niina katakan pada Hayashino Senpai? Niina menjawab, bahwa dia sangat mencintai Senpainya. Dengan wajah lucu Taro merajuk, itu artinya Niina berselingkuh. Namun tak lama Taro berkata pada makam Hayashino senpai bahwa dia akan selalu membahagiakan Niina. Mereka pun pergi. Tanpa bisa mereka lihat, sebenarnya Arwah Hayashino ada dimakam itu, dan tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Niina.


Komentar:
Aku suka sekali dengan alur ceritanya yang tidak tertebak, aku sempat berpikir bahwa orang yang mengirimkan foto-foto itu pada Niina adalah Taro. Ternyata nol besar. Aku kagum pada karakter Niina dan Taro. Niina berusaha mempertahankan perasaannya pada Hayashino Senpai dan berusaha keras menolak Taro menelusup ke dalam hatinya. Sementara TAro berusaha keras membuat Niina bahagia, awalnya memang dengan memintanya melupakan Hayashino, tapi dia memilih jalan lain untuk membahagiakan Niina, yaitu menemaninya mengenang Hayashino sebagai cinta pertama Niina, karena dia sadar Hayashinolah yang membuatnya bertemu Niina dan ingin melindunginya sekuat tenaga.

Labels: Air Love, Komik, Resensi
4 Komentar untuk "[Resensi] Komik: Love is In the Air"

komiknya bagus mb irfa.. jd pgn bc lgsg.. hehe

kira2 msh dijual gk yaa mb komik ini ??

kayaknya masih... kemaren jalan2 ke gramedia.. komik ini masih banyak dijual kok...

Mbak Irfa guru yachh ? Muridnya baek amatt ^^

seru nich komiknya, kalo menurutku coba baca Daisy mbak, itu juga lumayan tntng Hacker.... Bisa dibaca Online pula *jd promosi* hehe

iya Devi,, aku guru hehe,, Murid aku emang pada baik kok,, dulu bahkan ada yang minjemin DVD Korea juga,, karena tau aku suka juga drama korea,, hahaha,,

Daisy? Maksudnya Electricall Daisy bukan?? Wah,, entah kenapa aku gak tertarik baca komik itu,, rame yah??

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top