Di pagi hari yang cerah, Hee Jin memulai harinya dengan
menggosok gigi sambil tersenyum bahagia. Setelah selesai dia menghampiri Soo
Kyung dengan hati riang. Soo Kyung terbangun dan berkata mengapa Hee Jin bangun
pagi sekali. Hee Jin berkata dia tidak bisa tidur semalaman (saking
bahagianya?), dan sekarang dia akan pergi belanja. Soo Kyung berkata mereka
belum selesai bicara. Soo Kyung bertanya siapa itu Kim Bung Doo. “Dia baru
pertama kali naik pesawat, tidak punya ID Card dan tidak tahu bagaimaa
mengendarai mobil. Dia bahkan tidak mempunyai ponsel. Dia tidak tahu cara
membayar transportasi umum. Tapi,,, di dompetnya dia membawa cek senilai
puluhan juta. Bukan kah itu sangat aneh?” Hee Jin hanya senyum-senyum saja
mendengar kebingungan Soo Kyung, dia pun menjawab, “Ya,, Itu memang aneh”.
Soo Kyung berkata pada Hee Jin untuk mengatakan apa
sebenarnya yang Bung Do lakukan dan meminta Hee Jin berhenti untuk berbohong
padanya. Hee Jin berkata bukankah dia sudah pernah mengatakannya pada Soo
Kyung? Bung Do adalah manusia dari 300 tahun yang lalu. Mendengar jawaban Hee
Jin, Soo Kyung langsung menangis, dia tak percaya pada jawaban sahabatnya itu.
Hee Jin meyakinkan bahwa itu semua adalah kebenaran, tapi Soo Kyung tentu saja
tetap tidak percaya. Hee Jin lalu
berkata, “Itu semua Bena, dan Kau masih tak akan percaya” Hee Jin tersenyum dan
pergi.

Hee Jin pun mengenderai mobil pemberian Bung Do untuk pergi
belanja dengan perasaan luar biasa gembira, sesekali dia menyentuh bibirnya dan
teringat perkataan Bung Do padanya, yang mengajaknya bertemu dalam bulan depan,
meskipun menurut Hee Jin Bung DO tak lagi punya alasan unyuk kembali ke jaman
modern, tapi menurut Bung Do, dia masih memiliki alasan, karena kekasihnya ada
disini. Hee Jin benar-benar terlihat sangat gembira dan menikmati perjalannya.



Tiba-tiba saja pandangan Hee Jin mengabur, dia tidak bisa
melihat dengan jelas jalan di depannya, saat itulah Bung Do mulai diserang oleh
pembunuh bayaran di jama Joseon. Pandangan Hee Jin semakin lama semakin kabur,
hingga saatnya Jimat Bung Do terbelah menjadi dua, Hee Jin menyadari dirinya
hampir menabrak mobil yang di depannya, dia pun menghindar membuat dirinya
menabrak tiang listrik di pinggir jalan. Hee Jin telah mengalami kecelakaan
lalu lintas disaat Bung Do terkapar tak berdaya setelah diserang pembunuh
bayaran dan jimatnya rusak.