Han Da Jin, seorang mahasiswa penerbangan bersiap untuk wisudanya
berhasil menerbangkan pesawat cessna Red Barron dengan bangga. Dia sedang menanti kehadiran kedua orang
tuanya untuk merayakan kelulusannya di akademi penerbangan di luar negeri.
Kim Yun Seong seorang Co-pilot yang baru saja naik pangkat
dengan mendapatkan tanda 3 strip kuning di seragamnya.
Kapten Han Gyu Pil, yang
akan membimbing penerbangan pertama Kim Yun Seong di sebagai Co-pilot dengan 3
strip dengan bangga memasangkan tanda itu di seragam Yung Seong.
Kapten Han: “Kau tahu arti dari 3 strip kuning ini?”
Yun Seong: “Artinya aku telah lulus kualifikasi”
Kapten Han: “Hanya karena kau mendapatkan 3 strip kuning
ini, bukan berarti kau telah lulus kualifikasi. Kualifikasi terbentuk dan
dilindungi karena kemampuanmu dan semuanya itu bergantung dari tanggung
jawabmu. Jangan pernah lupakan itu ”
Yun Seong mengangguk mantap mendengarkan semua nasehat sang
Kapten dan berkata: “Aku akan selalu mengingat hal itu”. Kapten Han pun
mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Yun Seong.
Kedua Pilot dan Co-pilot itu pun terlihat bahagia karena
akan melakukan penerbangan hari ini. Keduanya tampak akrab, Kim Yun Seong
pastinya sangat menghormati sang Kapten dan menganggapnya sebagai guru dan
panutan baginya.
Breffing prapenerbanganpun dimulai. Yun Seong menatap genit
pada seorang pramugari bernama Choi Ji Won yang juga tampak lebih genit dari
yang lain hingga berani mengedipkan matanya pada Yun Seong.
Para penumpang mulai masuk satu persatu. Choi Ji Won
menyambut para penumpang dengan penuh semangat, pramugari senior
mengingatkannya untuk tenang dalam menyambut penumpang dan jangan membuat
masalah dalam penerbangan pertamanya ini. Seorang wanita setengah baya yang
tengah hamil tua masuk kedalam pesawat sambil menelpon putrinya.
Dengan genitnya Choi Ji Won menyambut aktor tampan itu
dengan penuh semangat, membuat Jung Gyu Won sedikit memperhatikan dan
menatapnya dan membuat dirinya sendiri GR.
Ibu yang sedang hamil tua itu sebenarnya adalah Nyonya Han,
istri dari Kapten Han dan Ibu dari Han Da Jin yang akan merayakan hari
kelulusannya dari akademi penerbangan. Sebelum pesawat terbang lepas landas, Nyonya Han masih berbicara akrab dengan putrinya.
Namun saat pesawat akan segera
terbang, Choi Ji Won mengingatkan Nyonya Han untuk menutup teleponnya
karena pesawat mereka akan segera lepas Landas. Nyonya Han pun menutup
teleponnya dan menikmati penerbangannya.
Di ruang Kokpit, Kapten Han memulai aba-aba untuk lepas
landas, dan membiarkan Co-pilot barunya melakukan lepas landas pertamanya
dengan tangannya sendiri. Kim Yun Seong menolak, tapi Kapten Han berkata:
“Tidak semua Co-pilot diijinkan melakukan lepas landas sendiri di penerbangan
pertamanya, tapi kau bisa melakukannya karena Kau adalah Kim Yun Seong”
Yun Seong pun jadi terharu lalu dengan tangan sedikit
gemetar dan wajah bahagia, Yun Seong pun melakukan Lepas landas pertamanya
tanpa bantuan sang Kapten. Pesawat pun
berhasil lepas landas dengan sempurna.
Namun seorang merasa tak nyaman dengan kondisinya, dia
adalah Ibu dari Han Da Jin yang sedang hamil tua. Dia merasa tak nyaman dengan
perutnya dan merasa ingin ke kamar kecil. Nyonya Han memanggil Pramugari Choi
Ji Won dan memintanya untuk membantunya pergi ke toilet. Choi Ji Won datang dan
membantunya berdiri.
Namun aktor tampan Jung Gyu Won pun memanggil Choi Ji Won.
Dengan hati riang Choi Ji Won pun lebih memilih menghampiri sang Aktor dan
mengabaikan permintaan Nyonya Han. Jung Gyu Won meminta Choi Ji Won mengambilkan selimut
untuknya, Ji Won menyanggupinya sambil melirik sejenan ke arah Nyonya Han yang
tertatih-tatih pergi ke kamar mandi dengan perut besarnya yang tak nyaman. Choi
Ji Won berpikir Nyonya Han sepertinya tidak perlu bantuan dan membiarkan Nyonya
Han pergi sendirian ke toilet dan pergi mengambilkan selimut untuk Jung Gyu Won.
Kapten Han meninggalkan Kokpit untuk pergi ke toilet.
Co-pilot Kim Yung Seong masih terkena Euforia penerbangan pertamanya dan
tersenyum sambil memakai kacamata hitamnya. Kim Yung Seong melihat ada sesuatu
yang aneh, dan dia berusaha untuk melakukan sesuatu, namun malah fatal yang
terjadi. Kim Yung Seong tidak sengaja membuat kemudi terpental ke depan dan
membuat pesawat mengalami turbulensi dengan guncangan yang cukup hebat.
Para penumpak dan awak pesawat menjadi panik. Nyonya Han
yang sedang berada di toilet pun merasakan guncangan karena tubulensi ini.
Guncangan pesawat semakin hebat, Kapten Han pun panik dan bingung dengan apa
yang terjadi. Nyonya Han yang masih di toilet terlepar ke samping dinding
toilet karena guncangan, dan perut besarnya terbentur. Nyonya Han merasa
kesakitan namun berusaha menahannya dan mencoba berdiri tegak kembali.
Di ruang Kokpit, Kim Yun Seong berusaha mengendalikan
keadaan, namun kondisinya malah semakin memburuk dan guncangan yang terjadi
semakin hebat. Barang-barang di pesawat mulai banyak yang terjatuh dari tempat
penyimpanan, para penumpang di kursi pesawatpun terlempar kesana kemari. Kapten
Han sampai di Kokpit dan bertanya ada apa? Kim Yung Seong menjelaskan bahwa dia
tidak sengaja menekan kemudi Autopilot, dan kecepatan pesawat jadi tak
terkendali. Kapten Han menyarankan untuk mengurangi kekuatan dan ketinggian
pesawat. Kim Yung Seong mengikuti arahan sang Kapten, namun guncangan karena
penurunan ketinggian tak terhindarkan, penumpang semakin panik.
Nyonya Han yang masih didalam toilet pun terlempar kemana-mana di ruangan toilet yang kecil itu, hingga akhirnya dia tersungkur jatuh dilantai toilet.
Nyonya Han yang masih didalam toilet pun terlempar kemana-mana di ruangan toilet yang kecil itu, hingga akhirnya dia tersungkur jatuh dilantai toilet.
Kapten Han dan Kim Yun Seong jadi panik dan berusaha keras
untuk menstabilkan keadaan pesawat. Kapten Han kembali memberikan arahan, dan
kondisi pesawat pun terkendali. Kim Yung Seong masih panik, namum Kapten Han
menenangkannya dengan menepuk bahu sang patner.
Choi Ji Won teringat pada Nyonya Han yang sedang ada di
toilet. Dia pergi menyusul dan mencoba mengetuk toilet. Tak ada jawaban. Choi
Ji Won pun membuka pintu toilet yang ternyata tidak terkunci. Perlahan pintu
terbuka, dan Nyonya Han terjatuh roboh keluar dari toilet dengan kondisi tak
sadarkan diri. Choi Ji Won panik dan mencoba membangunkannya. Choi Ji Won
bertanya apakah Nyonya Han baik-baik saja. Tapi Nyonya Han tak menjawab, karena
dia sudah pingsan, Choi Ji Won semakin panik.
Kapten Han bertanya apakah semua baik-baik saja pada
pemimpin regu di kabin dan mendapat laporan tidak ada masalah sama sekali.
Kapten Han pun mengatakan pada Kim Yun Seong, untuk tidak khawatir karena
semuanya baik-baik saja. Kim Yun Seong meminta maaf untuk kesalahannya. Kapten
Han berkata, Kim Yun Seong pasti sangat gugup, bukankah ini seperti berkencan?
Itulah Indahnya berada di langit, hanya anggap saja ini semua pengalaman yang
berharga.
Nyonya Han sepertinya sudah sadarkan diri. Choi Ji Won menuntunnya kembali ke kursi penumpangnya dengan hati-hati. Salah satu rekannya pun membantunya untuk mengantar Nyonya Han.
Choi Ji Won tampak sangat khawatir,
sekaligus merasa bersalah karena telah mengabaikannya beberapa saat lalu. Choi
Ji Won bertanya apakah Nyonya Han baik-baik saja. Nyonya Han berkata dia
baik-baik saja, dan meminta diambilkan air. Choi Ji Won dengan sigap pergi ke
dapur untuk mengabilkan air.
Choi Ji Won sangat khawatir dengan keadaan Nyonya Han, dia
pun terus menantau keadaannya dari balik tirai dapur.
Saat Nyonya Han telah tertidur, Choi Ji Won membawakan selimut untuknya dan menyelimuti tubuhnya. Choi Ji Won sangat kaget saat dia melihat noda darah di belakang rok Nyonya Han.
Bukannya berusaha menolongnya, Choi Ji Won malah meninggalkan Nyonya Han dengan tangan gemetar dan melakukan pekerjaan lain dengan tangan gemetar. Choi Ji Won pergi ke toilet untuk menenangkan diri dan bertanya pada dirinya apa yang harus dilakukannya. Dia meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Saat Nyonya Han telah tertidur, Choi Ji Won membawakan selimut untuknya dan menyelimuti tubuhnya. Choi Ji Won sangat kaget saat dia melihat noda darah di belakang rok Nyonya Han.
Bukannya berusaha menolongnya, Choi Ji Won malah meninggalkan Nyonya Han dengan tangan gemetar dan melakukan pekerjaan lain dengan tangan gemetar. Choi Ji Won pergi ke toilet untuk menenangkan diri dan bertanya pada dirinya apa yang harus dilakukannya. Dia meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Han Da Jin sedang mengikuti Upacara wisuda kelulusannya
dengan wajah bahagia. Namun Da Jin terus menerus melihat jam tangannya dan
mulai cemas mengapa Ibunya belum datang juga.
Di pesawat, Choi Ji Won keluar dari toilet dan berjalan menghampiri Nyonya Han dengan perasaan takut dan kembali memeriksa keadaannya. Choi Ji Won sangat kaget saat melihat pendarahan yang terjadi pada Nyonya Han semakin banyak.
Choi Ji Won memanggil kepala regu
yang langsung datang dengan beberapa Pramugari lainnya. Kepala regu meminta
Pramugari lain untuk mencari dokter dalam pesawat ini, karena ada keadaan
darurat. Choi Ji Won malah panik dan tidak bisa melakukan apapun, Kepala Regu
menegurnya agar dia tetap tenang dan membantunya untuk membawa Nyonya Han ke
ruang Darurat.
Aktor Jung Gyu Won melihat kedaan panik ini dengan tatapan
heran dan mungkin sedikit rasa bersalah, karena sempat menggoda Choi Ji Won
yang tadinya akan mengantar wanita yang tengah hamil tua itu? (Aigoo,, wajahnya
Jung Gyu Won lucu banget). Jung Gyu Won pun pura-pura tak tahu apapun dan langsung kembali ke posisi semulanya.
berpura-pura tak melihat apapun saat para Pramugari mengangkat Nyonya Han ke
kamar Darurat. Sementara penumpang lain terlihat panik.
Salah seorang Pramugari mencoba mencari Dokter di pesawat itu, saat yang lainnya memberikan pertolongan pertama pada Nyonya Han dengan membaringkannya di kamar Darurat.
Kepala regu melaporkan keadaan yang terjadi
pada kapten Han dan mengatakan bahwa mereka baru saja memindahkan seorang
wanita yang hamil tua yang mengalami pendarahan karena guncangan akibat
turbulansi. Kapten Han bingung, karena sebelumnya kepala regu mengatakan
semuanya baik-baik saja
Yun Seong yang mendengar hal itu langsung panik.
Kepala regu berkata keadaan ini baru saja diketahui. Kim Yun Seong ketakutan, namun Kapten Han menenangkan dan
berkata mungkin itu bukan sesuatu yang serius.
“Da Jin Han” nama Han Da Jin dipanggil untuk mendapatkan
symbol kelulusannya. Dengan wajah penuh tawa Han Da Jin maju ke atas panggung.
Sementara Nyonya Han sedang berusaha untuk melahirkan di
dalam pesawat dengan bantuan para pramugari. Nyonya Han mengalami pendarahan
hebat dan membuat Choi Ji Won memegang selimut dengan gemetar, dia merasa
sangat bersalah.
Han Dan Jin menerima tanda kelulusannya dengan bangga dan
bahagia. Dia pun berteriak untuk melepaskan rasa bahagianya.
Kondisi Nyonya Han semakin buruk. Salah seorang pramugari
melapor bahwa di dalam pesawat tidak ada satu orang pun yang berprofesi dokter.
Kepala Regu khawatir dengan keadaan Ibu dan Bayinya yang mungkin berada dalam
keadaan bahaya jika terus dibuarkan. Maka Kepala regu akhirnya memutuskan untuk
memberikan pertolongan pertama untuk Nyonya Han dan membantu Nyonya Han untuk
melahirkan dalam keadaan darurat. Mendengar hal tersebut Choi Ji Won semakin
panik dan menatap Kepala Regu yang memerintahkannya mengambilkan peralatan
operasi darurat mereka. Choi Ji Won malah diam saja, karena masih merasa panik
dan kebingungan. Kepala regu berteriak untuk menyadarkannya dan menyuruhnya
mengambil semua peralatan.
Choi Ji Won mencui tangannya yang berlumuran darah sambil menagis,
dia benar-benar merasa bersalah dengan apa yang terjadi. Choi Ji Won pergi
mengambil gunting dan perban, dengan tangan gemetar dan kepanikan luar biasa.
Dia terjatuh saat akan kembali keruang Darurat membuat barang-barang bawaannya
berserakan di lantai pesawat. Masih dengan tangan gemetar, Choi Ji Won
mengumpulkan barang-barangnya dan kembali ke ruang Darurat secepatnya.
Kepala regu melaporkan pada kapten Han bahwa kondisi
penumpang yang sedang mereka tolong tidak dalam keadaan stabil karena pernafasannya
sangat tidak stabil. Kapten memahami hal itu dan berkata bahwa dia mengerti dan
meminta pihak kabin terus memberikan laporan terkininya. Kapten Han memberikan
arahan pada Kim Yun Seong untuk menghubungi Bandara terdekat supaya
mempersiapkan ambulance dan peralatan medis darurat. Kim Yung Seong
melaksanakan arahan Kapten Han yang terlihat sedikit stress menghadapi masalah
ini.
Para pramugari masih berusaha keras membantu Nyonya Han
untuk melahirkan, namun itu tidak mudah, mungkin karena usianya pun tak muda
lagi, sehingga proses kelahiran pun menjadi semakin sulit. Choi Ji Won tak bisa
berbuat apapun dia hanya berdiri dengan gemetar melihat usaha Nyonya Han untuk
melahirkan sambil memegang nampan berisi perban dan gunting.
Sayangnya, Pesawat tak bisa segera mendarat karena kondisi
cuaca yang buruk di bandara-bandara terdekat. Kim Yung Seong menyarankan untuk
segera mendaratkan pesawat di bandara terdekat apapun keadaannya agar meraka
bisa menyelamatkan wanita yang sedang melahirkan itu. Kapten Han menolak,
karena kondisi bandara itu tertutup awan. Kim Yung Seong menyarankan untuk
melakukan siatu metode pendaratan tertentu untuk kondisi darurat seperti ini.
Namun Kapten Han menolak dan berkata tidak ada siapapun yang bisa menyingkirkan
awan. Kim Yung Seong berkata, “Mungkin wanita itu bisa meninggal”. Kapten Han
menjawab, “Aku tahu, tapi kita juga membawa 300 penumpang lainnya”. Kim Yung
Seong tetap ingin melakukan pendaratan darurat, namun Kapten Han malah
memintanya untuk menghubungi bandara lain yan sedikit lebih jauh, berharap
cuaca di daerah itu tidak buruk.
Kepala regu dan pramugari lainnya masih mencoba membantu Nyonya Han untuk melahirkan. Kepala Regu meminta Nyonya Han untuk mendorong lebih kuat karena bayinya bisa segera lahir. Nyonya Han mencoba mendorong lebih kuat, hingga akhirnya dia berhasil melahirkan, tanpa suara tangisan, bayi itu lahir. Kepala regu meminta gunting pada Choi Ji Won, dan bertanya apakah Choi Ji Won sudah mensterilkan gunting tersebut. Choi Ji Won tidak memperhatikan pertanyaan kepala regu karena Nyonya Han menatapnya seolah ingin mengatakan sesuatu. Kepala regu memotong ari-ari sang Bayi dan membuat Choi Ji Won sedikit kebingungan dengan pertanyaan yang diberikan kepada regu padanya, karena sepertinya Choi Ji Won lupa mensterilkan gunting. Kepala regu memberikan bayinya pada pramugari lain untuk dibersihkan. Kepala regu bernafas lega karena berhasil menolong Nyonya Han melahirkan. Namun Kepala Regu dan Choi Ji Won panik saat menyadari pendarahan Nyonya Han tidak berhenti. (Karena gunting yang tidak steril kah??).
Nyonya Han menatap Choi Ji Won yang ketakutan melihat
keadaan wanita itu, apalagi pendarahannya sama sekali tidak berhenti.
Kim Yun Seong memastikan mereka bisa melakukan pendaratan di San Fransisco, tapi mereka membutuhkan waktu 2 jam dan itu akan terlambat. Kapten Han memutuskan untuk melakukan pendaratan di San Fransisco. Kapten Han mendapat laporan bahwa bayinya berhasil di keluarkan, namun pendarahan pasca melahirkan tidak berhenti. Kim Yun Seong panik dan meminta Kapten Han untuk melakukan pendaratan darurat di bandara yang lebih dekat. Namun Kapten Han bersikeras untuk mendarat di San Fransico, karena disana cuacanya lebih baik dan tidak akan membahayakan pesawatnya. Yun Seong kesal dan berkata, mungkin seorang wanita hamil akan mati gara-gara dia, Kapten Han berkata bahwa mereka pun mempertaruhkan nyawa 300 penumpang lainnya untuk melakukan pendaratan darurat di cuaca yang buruk. Yun Seong bertanya, apakah Kapten Han akan tetap bersikap seperti ini jika wanita itu adalah keluarganya? Kapten Han menjawab, bahwa penumpang lain pun memiliki keluraga. Kim Yung Seong terus berteriak untuk membujuk sanga Kapten. Tapi pendirian Kapten Han sama sekali tak berubah.
Yun
Seong panik, tak tahu harus melakukan apalagi. Kapten Han lalu berkata:
“Perempuan hamil itu adalah Istriku”. Yung Seong kaget mendengarnya, dia
menatap kapten-nya.
“Aku tak bisa mempertaruhkan 300 nyawa penumpang lainnya
untuk menyelamatkan istriku” kata Sang Kapten tegas. Yun Seoung semakin tak
mengerti keadaan ini, dia lebih bingung setelah mendengar pengakuan sang
kapten.
Han Da Jin merayakan kelulusannya dengan gembira berasama
teman-temannya dengan melepaskan balon-balon berwarna warni. Ia bahkan
diceburkan ke dalam air mancur oleh para teman-teman bule-nya. Saat berada di
air dangkal, ponsel Da Jin berdering. Da Jin mengangkatnya dan itu adalah
Ayahnya yang mengabarkan kematian sang Ibu. Da Jin tak percaya dan terus
berkata: “Appa, berhenti bercanda” dan Ayahnya memang sama sekali tak bercanda.
Da Jin melihat balon-balon yang tadi dia lepaskan bersama teman-temannya ke
langit. Semakin lama balon-balon itu semakin tak terlihat.
Han Da Jin berlari di koridor rumah sakit, dan melihat ayahnya Kapten Han Gyu Pil sedang duduk di ruang tunggu. Kapten Han berdiri dan menyambut putrinya yang masih tampak tak percaya dengan kabar yang di dengarnya lewat telepon. Namun saat melihat wajah sang Ayah, mau tak mau Da Jin harus percaya.
Da Jin berjalan melewati sang Ayah, kemudian terduduk lesu di koridor
rumah sakit dengan badan gemetar sambil berkata: “Omma” Lalu menangis tak
tertahankan. Da Jin meluapkan rasa sedihnya lewat semua tangisannya, dan Kapten
Han hanya bisa terdiam melihat tangisan keras putri sulungnya.
Kim Yun Seong, duduk dengan murung di dalam kokpit dan
terlihat sangat ketakutan saat melihat ruang Kokpit. Dia begitu gemetar
mengingat kesalahan yang telah dilakukannya hingga membuat seseorang meninggal,
terlebih yang meninggal itu adalah istri dari guru yang sangat dihormatinya.
Choi Ji Won pun terduduk dengan wajah tegang di salah satu
bangku penumpang sala pesawat, dia pun merasa sangat bersalah pada apa yang
terjadi pada Nyonya Han, bagaimana pun dia merasa, kondisi Nyonya Han yang
mengalami pendarahan adalah kesalahannya yang tak mau mengantar Nyonya Han ke
toilet, hingga Nyonya Han mengalami benturan saat terjadinya Turbulensi. Choi Ji Won teringat pada wajah Nyonya Han yang berusaha
menggapainya di saat hembusan terakhir nafasnya, yang membuatnya tak bisa
menjawab apakah gunting yang disodorkannya pada Kepala regu telah disterilkan
atau belum. Choi Ji Won terlihat sangat ketakutan. Choi Ji Won menutup matanya,
berusaha melupakan apa yang terjadi hari ini.
Yang Mal Ja, adik perempuan dari Almarhum Nyonya Han,
menangis tersedu saat melihat prosesi pemakaman sang Kakak. Air mata Da Jin
sudah kering sehingga di acara pemakaman ini, dia sama seklai tak bisa
menangis. Semua orang merasa kehilangan Nyonya Han.
Choi Ji Won datang ke pemakaman itu dengan berurai air mata berniat untuk meminta maaf. Da Jin melihat Choi Ji Won dengan pandangan penuh amarah dan berniat mengusirnya karena dia tak sudi melihat Choi Ji Won yang telah menyebabkan kematian Ibunya, namun Kapten Han mencegahnya.
Dari Kejauhan, Kim Yun Seong melihat kejadian itu dengan penuh rasa bersalah.Kim Yun Seong hanya bisa menatap acara pemakaman itu dari kejauhan sambil menangis tersedu.
Choi Ji Won datang ke pemakaman itu dengan berurai air mata berniat untuk meminta maaf. Da Jin melihat Choi Ji Won dengan pandangan penuh amarah dan berniat mengusirnya karena dia tak sudi melihat Choi Ji Won yang telah menyebabkan kematian Ibunya, namun Kapten Han mencegahnya.
Dari Kejauhan, Kim Yun Seong melihat kejadian itu dengan penuh rasa bersalah.Kim Yun Seong hanya bisa menatap acara pemakaman itu dari kejauhan sambil menangis tersedu.
Kim Yun Seong meluapkan rasa bersalahnya dengan minum-minum
di kedai Soju. Dia begitu frutasi karena sangat merasa bersalah, dan berakhir
di depan rumah keluarga Kapten Han. Kim Yun Seong duduk di tangga pintu masuk
rumah Kapten Han dengan kepala tertunduk muram dengan kondisi setengah mabuk.
Kapten Han datang dan mengajaknya masuk. Yun Seong langsung berlutut di hadapan
kapten Han sambil berkali-kali meminta maaf dengan penuh emosi.
Tapi Yun Seong pun menyatakan kebenciannya pada Kapten Han
karena telah tega mengorbankan nyawa istrinya demi menyelamatkan nyawa 300
penumpang. Yun Seong berkata bahwa mulai kini dia tidak bisa lagi mengikuti
Kapten Han. Orang seperti dirinya tidak bisa melakukan apa yang telah dilakukan
Kapten Han, bahkan setengahnya pun tak bisa. Yun Seong adalah seorang yatim
piatu, ikatan keluarga adalah hal yang asing baginya, tapi dia tak mengerti
dengan apa yang dilakukan Sang Kapten dengan mengorbankan nyawa istrinya.
Beratus kalipun dia berpikir, Yun Seong tetap tak mengerti dengan apa yang
telah dilakukan Kapten Han.
Kapten Han berdiri dan menepuk bahu Yun Seong, dia
menunjukkan tanda 4 strip yang ada di lengan seragamnya. “Tanda 4 strip dari
seorang Kapten, berarti sebuah tanggung jawab. Karena tanda 4 strip ini, aku
harus menyelamatkan nyawa 300 penumpang tapi mengorbankan nyawa istriku” Yun
Seong seakin tak mengerti mendengar penjelasan sang kapten.
Kapten Han: “Kokpit, tak selamanya menjadi tempat yang
menyenangkan, Suatu hari saat kau menjadi seorang Kapten, kau akan mengerti”
Yun Seong: “Jika seorang Kapten seperti itu, aku tidak bisa
menjadi salah satunya. Aku tidak ingin. Aku akan keluar”
Yun Seong berdiri dan merapikan pakaiannya, tanpa banyak biacara dia berlutut lagi memberikan penghormatan pada Kapten Han. Tanpa menjawab panggilan padanya, Yun Seong berdiri dan pergi meninggalkan rumah Kapten Han.
Yun Seong berdiri dan merapikan pakaiannya, tanpa banyak biacara dia berlutut lagi memberikan penghormatan pada Kapten Han. Tanpa menjawab panggilan padanya, Yun Seong berdiri dan pergi meninggalkan rumah Kapten Han.
Han Da Jin masih bersedih karena kematian sang Ibu, dia
bahkan tak bisa tidur nyenyak sepanjang malam.
Paginya Kapten Han membawakan susu untuk Da Jin dan bertanya apakah Da Jin tidur nyenyak. Da Jin tak menjawab, dia malah bertanya apakah ibunya hanya seorang penumpang bagi Ayahnya, apakah nyawa ibunya tidak bisa dibandingkan dengan nyawa ratusan penumpang pesawat lainnya hingga Ayahnya tega mengorbankan Nyawa ibunya begitu saja. Sama halnya dengan Yun Seong, Da Jin pun tak mengerti mengapa Ayahnya harus melakukan hal itu. Kapten Han tak bisa berkata apapun, dia hanya menerima kekecewaan semua orang padanya, karena semua yang ia lakukan adalah karena sebuah tanggung jawabnya sebagai seorang Kapten.
Paginya Kapten Han membawakan susu untuk Da Jin dan bertanya apakah Da Jin tidur nyenyak. Da Jin tak menjawab, dia malah bertanya apakah ibunya hanya seorang penumpang bagi Ayahnya, apakah nyawa ibunya tidak bisa dibandingkan dengan nyawa ratusan penumpang pesawat lainnya hingga Ayahnya tega mengorbankan Nyawa ibunya begitu saja. Sama halnya dengan Yun Seong, Da Jin pun tak mengerti mengapa Ayahnya harus melakukan hal itu. Kapten Han tak bisa berkata apapun, dia hanya menerima kekecewaan semua orang padanya, karena semua yang ia lakukan adalah karena sebuah tanggung jawabnya sebagai seorang Kapten.
Bayi yang dilahirkan Nyonya Han selamat dan bertahan hidup,
namun dia mendapatkan penyakit Neonatal sepsis, karena ada bakteri yang mengalir ke dalam
darahnya saat dia dilahirkan. Kapten Han harus mempersiapkan diri untuk
kemungkinan terburuk jika terapi darah tidak bisa mengatasi penyakit sang bayi
dan mungkin malah bisa menimbulkan komplikasi.
Kapten Han mengunjungi makam istrinya. Kapten Han meminta
maaf pada Sang Istri dan dan berkata Istrinya pasti tahu, jika baginya Istrinya
adalah yang pertama, kedua juga ketiga.
Kapten Han mengemudikan mobil untuk pulang ke rumah, lalu ponselnya berdering. Ada SMS dari Da Jin, yang meminta maaf dan bertanya Ayahnya ada dimana. Wajah Kapten Han berubah sumringah mendapat SMS dari Da Jin.
Kapten Han mengemudikan mobil untuk pulang ke rumah, lalu ponselnya berdering. Ada SMS dari Da Jin, yang meminta maaf dan bertanya Ayahnya ada dimana. Wajah Kapten Han berubah sumringah mendapat SMS dari Da Jin.
Kapten Han pun menepikan mobilnya agar bisa membalas SMS Da
Jin. Sayangnya saat Kapten Han berniat menepikan mobilnya di
sebuah persimpangan jalan. Sebuah truk melaju kencang dari arah persimpangan
dan menabrak mobilnya. Hari itupun menjadi hari terakhir untuk Kapten Han.
Note:
Akhirnya bisa Posting juga,, maafa ya,, seperti biasa aku jadi bagi per part, seperti biasa,, aku nggak terlalu suka membuat postingan yang terlalu panjang,, maafkan jika ini membuat para pembaca tidak nyaman.
Analisis untuk episode perdana ini, ada satu pertanyaan yang berputar-putar dikepalaku, Jadi siapakah sebenarnya yang menyebabkan kematian Nyonya Han? Choi Ji Won? Kim Yun Seong? atau Kapten Han?
Kesalahan Choi Ji Won adalah karena dia mengabaikan Nyonya Han yang minta antar ke Toilet dan memberikan gunting yang tidak steril hingga pendarahan Nyonya Han tidak berhenti. Kim Yun Seong, menyebabkan pesawat mengalami Tubulensi hingga Nyonya Han terbentur-bentur di Toilet dan berujung mengalami pendarahan setelah guncangan pesawa. Kapten Han harus membuat ke putusan sulit dengan memilih menyelamatkan nyawa 300 penumpangnya dan mengorbankan nyawa istrinya.
Ketiganya memang punya andil hingga menyebabkan Nyonya Han menghembuskan nafas terakhirnya saat melahirkan, tapi kok aku malah berpikir yang paling bersalah itu Jung Gyu Won ya? Kalo saja dia tidak memanggil Choi Ji Won saat Nyonya Han minta diantar ke Toilet, dan tidak menggoda Choi Ji Won dengan wajah tampannya hingga membuat Choi Ji Won melupakan keberadaan Nyonya Han di Toilet saat terjadinya turbulensi, tentu Nyonya Han tidak akan mengalami pendarahan. Sayangnya Jung Gyu Won hanya jadi cameo yang mungkin sedikit merasa bersalah karena ulahnya itu, mianne-yo Gyu Won-ssi,, aku menyalahkanmu karena aku tak ingin membenci Yun Seong ataupun Ji Won. #ditimpukin fans-nya Jung Gyu Won#
Part-2 nya ditunggu aja ya,,, Inginnya posting dulu Thorn Bird episode 17 part 3,, tapi capture gambarnya belum selese,,,
akhirnya keluar juga episode 1 walaupun tetep per part... tak apalah tapi jangan banyak2 part nya hahaha.....
BalasHapusDitunggu kelanjutannya ya....
BalasHapusaku tunggu episode selanjutnya mbak ifa...
BalasHapustadi iseng lihat blog mbak ifa eh ternyata ada sinopsis Take care us, captain..
Sebenarnya sie emang berharap ada yang buat sinopsisnya tapi itu hanya harapan.. Soalnya kan kita tahu sekarang banyak blog k-drama yg fokus pd moonsun jadi tuk k-drama ini g terlalu berharap.
Memang sieh ada di blog k-drama lainnya juga ada sinopsis take care us, captain tapi cuma episode 1 g diterusin. Oleh sebab itu semoga mbak ifa berkenan nerusin sampe tamat (episode 20).
Thanks..
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttttttttttttttttt
BalasHapusBiar ga saling menyalahkan bisa dibilang ini semua adalah TAKDIR, habis perkara kan mba hehe :)
BalasHapusirfa lanjutin, aq suka banget dgn drama ini...
BalasHapusaq udah nonton sampai ep 5....
kalau menurutq yg pling bersalah sich pramugari dan co-pilot
hwaiting^^
waahh...nyari2 rekap drama ini ternyata ada di blog mbak Irfa yaa..
BalasHapuskalo anis pikir Ibu hamil itu gak menyalahkan sesuatu. yang mereka lakukan itu adalah human error yang dilakukan tanpa sengaja. Jawabannya adalah takdir yang membuat mereka membuat kesalahan di ksempatan pertama yang mereka miliki.
semuanya bisa jadi mendewasakan atau malah bikin mereka terpuruk, itu pilihan mereka. itu pendapatku ya mbak.
karena itulah aku akhirnya menyalah Jung Gyu Won,, hehehe,, biar ada yang disalahkan aja,, namanya juga manusia pasti bisa membuat sedikit kesalahan dan selalu berkesempatan untuk memperbaikinya, buktinya Yun Seong dan Choi Ji Won jadi orang hebat karena kesalahan masa lalu mereka..
Hapuslanjut y teh...........
BalasHapussinopsisnya keren lengkap banget,,
BalasHapusthanks infonya, salam kenal ya siss :D
Ji Jin Hee KECEBADAI!!! Makin tua maikn ganteng aja tuh orang :DDDDD Jadi Sukjong lebih KECEBADAI lagi tuh
BalasHapusKasihan ya da Jin
BalasHapusNeonatal sepsis itu karena gunting yg ga steril.
BalasHapusWalau menulis naskah itu tidak semudah mengkritik, tetap saja ada yang ngganjel kalo ga komen kalo ada yang aneh, apalagi sudah menghabiskan banyak waktu ini. ��
BalasHapus1. Kesalahan dan kelalaian maskapai yang menyebabkan meninggalnya penumpang rasanya aneh kalau tidak ada penyelidikan lanjutan dan hukuman yang berat bagi pelaku.
2. Gaji pilot senior harusnya cukup untuk diwariskan sehingga si pilot cewe tidak harus hidup semenderita itu. Belum lagi seharusnya maskapai memberi kompensasi karena kesalahan karyawannya.
3. Hubungan pilot-pramugari kalau benar-benar tulus, harusnya akan sangat dalam, apalagi sama-sama menderita dengan kejadian di awal itu. Rasanya terlalu aneh kalau berpisah tanpa sebab yang bertentangan di keduanya, dan bisa pindah ke lain hati. Belum lagi dengan beda usia pilot cowo-cewe. Ending yang pas harusnya pilot cowo tetap dengan pramugari, pilot cewe naik jadi kapten dan menjadi mentor.
����