Goodbye Mr Black Episode 1 part 2



Di Thiland, Meutong (Go Sung Min) sedang mengajarkan Khaya menjulingkan matanya. Mereka melakukan hal itu untuk menipu seorang warga Korea yang ingin mengganti identitas. Khaya stress karena tidak berhasil menjulingkan matanya dan ingin menyerah, namun Meutong terus membujuknya sekai lagi dengan mengingatkan bawa Khaya akan mendapatkan komisi bagiannya.


Orang itu datang dengan percaya diri dan menemui Khaya, namun dia kaget melihat penampilan Khaya dan mata julingnya. Dia ingin pergi namun Meutong menjelaskan menikah palsu dengan gadis seperti itu adalah  cara terbaik untuk mengganti identitas. Jika orang itu tidak mau melakukannya Meutong akan melaporkan hal ini ke polisi. Dengan terpaksa pria itu memberikan uangnya dan Khaya tersenyum lebar.

Dua orang Thailand datang dan mengejar Khaya karena masalah identitas palsu. Khaya segera lari dan mengambil uang dari tangan Meutong, dia melempar uang itu ke pot tanaman dan segera berkamuflase dengan mengganti pakaiannya dan menggunakan topi. Dia membawa keranjang jus nya dan berlagak sedang menjual jus sehingga dia lepas dari kejaran orang-orang itu.

Pria Korea itu merasa tertipu dan menyalah kan Meutong yang telah mengambil uang dari pot dan memasukannya ke dalam tas. Dia mengelak jika dia tahu bahwa Khaya penipu.  Pria itu mengeluhkan kehilangan uang 300 dolarnya. Khaya yang mendengar itu langsung mendekati Meutong dengan pura-pura menjual Jus padahal dia sedang mengeluh.

Jika Meutong mendapat 300 dolar mengapa Khaya hanya diberi 10 dolar. Meutong berusaha menghindar dari Khaya dan menarik pria itu untuk pergi ke kantor polisi. Khaya sangat kesal karena Meutong lagi-lagi menipunya. Khaya ingin mengejar tapi dia tidak bisa, dia mengisyaratkan jika Meutong akan mati ditangannya.

Khaya melihat seorang wanita di jambret, dia mengikuti si penjambret hingga ke tempat pembuangan sampah. Setelah para penjambret mengambil uang dan membuang tas serta dompet wanita itu, Khaya mengambil paspor milik wanita itu dan terlihat sangat senang. Namun kemudian dia mendengar bunyi tembakan mendesis hingga dua kali.

Mengikuti instingnya, Khaya menyusuri gudang-gudang di sekitarnya dan melihat pria berkacamata hitam membunuh seorang pria yang membawa dokumen perusahaan Morino. Khaya kaget dan membuat pria itu menyadari keberadaannya. Khaya pun segera melarikan diri dengan ketakutan. Dia berlari secepat mungkin hingga bertemu Meutong di jembatan.

Khaya bersembunyi di bawa jembatan dan Meutong kaget bertemu pria yang mengejar Khaya. Pria itu bertanya tentang seorang gadis dan Meutong memberikan petunjuk yang salah membuat pria itu kesal dan akhirnya pergi.

Khaya memegang kaki Meutong dan berkata jika pria itu telah menembak seseorang, Meutong harus menyelamatkannya. Meutong menolak, apakah Khaya tidak tahu jika pria itu Killer, dia tidak akan segan membunuh mereka berdua.

Seo Jin Tak terkesan dengan kinerja Seon Jae dan berkata agar dia saja yang bertanggung jawab atas pengembangan energi di Thailand dan langsung melaporkannya pada Presdir Cha Jae Hwan. Seon Jae tampak senang karena dia diberi kesempatan itu dan segera menemui Cha Jae Hwan.

Cha Jae Hwan sedang berbicara dengan Baek Eun Do yang ditemani tangan kanannya. Pria yang disebut Killers oleh Meutong. Baek Eun Do datang untuk membicarakan masalah investasinya dengan Sunwoo group. Dia ingin ikut serta dalam pengembangan energi di Thailand. Dia mendengar jika yang diberi tender itu adalah Sunwoo group dan Perusahaan Jepang Morino. Baek Eun Do memberikan sebuah dokumen yang berisi rencana pengembangan dari perusahaan Morino, itu pasti sangat bermanfaan bagi Sunwoo group.

Saat mereka sedang bicara, Seon Jae datang untuk melapor dan disambut dengan senyum kebanggan dari Cha Jae Hwan, dia menerima laporannya. Baru mengatakan pada Baek Eun Do jika dia tidak melakukan hal yang curang dalam bisnisnya. Baek Eun Do kecewa dan meninggalkan dokumen Morino di atas meja karena dia tidak membutuhkannya lagi. Cha Jae Hwan berniat mengejar dan mengembalikan dokumen itu namun kakinya terasa sakit. Seon Jae yang ada disana membantunya untuk berdiri dan dia meminta Seon Jae mengembalikan dokumen itu.

Seon Jae berlari mengejar Baek Eun Do, namun dia kalah cepat karena Baek Eun Do terlanjut masuk Lift. Seon Jae pun turun melalui tangga darurat.

Ji Won datang ke Perusahaan dan berpapasan dengan dengan Killer yang hampir menabraknya, tapi pria itu pergi begitu saja dan malah Ji Won yang minta maaf. Seon Jae lari dengan dokumen di tangannya dengan terburu-buru hingga mengabaikan panggilan Ji Won.

Setelah Seon Jae mengembalikan dokumen itu, Ji Won bertanya padanya siapa mereka? Seon Jae hanya bilang dia tamu Presdir Cha. Ji Won berkomentar pria itu berbau mesiu, Seon Jae tampak bingung dan Ji Won mengejeknya apakah Seon Jae sudah kehilangan instingnya setelah keluar dari Angakatan Laut? Ji Won mengajak Seon Jae menemui Ayahnya bersama-sama, tapi Seon Jae menolak karena ada yang harus dia lakukan dulu.

Ji Won datang ke Perusahaan untuk membujuk Ayahnya melakukan operasi, dia sudah mendengar dari Dr Lee, tapi Ayah tidak mau mendengarkan. Seon Jae datang dan Ji Won meminta bantuan untuk membujuk Ayahnya. Seon Jae seperti ingin mengatakan sesuatu, namun sebuah pesan masuk ke ponselnya dan membuatnya sangat kaget. Seon Jae tidak jadi menyampaikan apa yang dia katakan dan permisi untuk keluar ruangan.

Cha Jae Hwan terus mengabaikan  bujukan Ji  Won untuk melakukan operasi dan mengatakan jika masih banyak yang harus dia lakukan. Dia ingin mengantarkan Ji Soo ke pelaminan dan hal lainnya. Ayahnya juga mengatakan pada Ji Won untuk mengantarkan sebuah dokumen pada hobae nya yang ada di Thailand juga menyinggung tentang Seon Jae yang kemungkinan sibuk berkencan dengan Ji Soo.

Seon Jae tampak panik saat mendapat pesan di ponselnya itu adalah sebuah video saat Seon Jae membaca dokumen perusahaan Morino dan juga mengambil foto dari beberapa lembar dokumen itu. Tanpa Seon Jae sadari, Killer merekam aksi Seon Jae tersebut dan mengirimkan hal itu padanya.

Ji Won yang melihat Seon Jae sibuk dengan ponselnya menggodanya tentang Ji Soo, dia benar-benar tidak menyangka. Ji Won meminta Seon Jae menjaga Ji Soo dengan baik. Setelah memberi Seon Jae semangat Ji Won pun pergi meninggalkan Seon Jae yang sebenarnya masih panik dan bingung karena seseorang mengetahui aksinya.

Ji Won tiba di Thailand dengan seragam putihnya. Dia tampak bahagia dan mencoba mencari sebua alamat. Dia bertanya pada dua orang pria Thailand, namun Ji Won tidak memahami petunjuk mereka. Seorang remaja pria menabraknya dan Ji Won tidak sadar jika remaja itu mengambil dompetnya.

Khaya sedang menjual jus di pantai, saat berada di jalan anak-anak nakal di dalam mobil melempar sampah padanya dan mengejek namanya yang bermakna sampah dalam bahasa Thailand. Khaya kesal dan mengejar mobil itu hingga tampa segaja dia menabrak Ji Won yang sedang mencari alamat.

Isi tas Khaya berhamburan begitu juga dagangannya jus nya berceceran dan dia mengeluh. Ji Won menyadari Khaya orang Korea dan bertanya apakah Khaya baik-baik saja? Bukannya menjawab Khaya minta Ji Won menganti rugi karena dagangannga berceceran. Ji Won akan memberinya uang, namun dia sadar dompetnya hilang.

Melihat isi tas Khaya, Ji Won langsung berasumsi jika Khaya mengambil dompetnya. Maka saat Khaya akan pergi Ji Won menahannya. Khaya kesal dan membuat Ji Won menahan Khaya dengan membalikan tubuhnya. Khaya langsung menggigit tangan Ji Won dan berkata dia tidak mengambil dompet Ji Won dan menyuruhnya lapor polisi.

Ji Won mengambil passport yang yang tidak sempat dipungut Khaya dan bertanya apakah Khaya yakin untuk lapor polisi? Khaya kesal dan melakukan trik pada Ji Won. Dia mengambil passport di tangan Ji Won dan segera melarikan diri.

Melihat Khaya melarikan diri, Ji Won malah merasa tertantang dan mengejarnya. Khaya yang tadinya sudah senang karena bebas dari Ji Won, sangat kaget melihat Ji Won sudah berlari disampingnya. Ji Won berbangga diri bahwa dia sangat cepat. Khaya terus berlari dan bersembunyi di bawah jembatan. Namun kali ini trik nya gagal karena Ji Won menemukannya.

Ji Won tersenyum bangga karena berhasil mengajar Khaya, bahkan dia tidak mempan dengan trik apapun. Ji Won mendekat kea rah Khaya dan memintanya mengembalikan identitasnya, dia tidak peduli pada uangnya. Khaya kaget dan mendorong Ji Won hingga terjengkang dan mengotori celananya dengan lumpur.

Ji Won kesal namun dia melihat Khaya tertawa, dia malah terpesona dan berkata Khaya lucu. Khaya merasa terganggu dengan sikap Ji Won dan mau tak mau akhirnya membantunya mencari dompetnya.

Khaya mengajak Ji Won ke tempat pembuangan sampah untuk menemukan dompet Ji Won. Namun Ji Won tampak bingung mengapa mereka harus ada disana,Khaya terus mencari sambil melemparkan botol-botol sampah kea rah Ji Won yang sedang minum. Kesal karena Ji Won terus bertanya, Khaya berteriak menyuruhnya ikut mencari juga. Dengan enggan Ji Won ikut mencari dengan menyingkirkan beberapa sampah dengan sepatunya.

Namun saat tangan Khaya terluka, Ji Won menghentikan Khaya dan membasuh lukanya dengan air mineral yang dibawanya. Khaya protes karena air itu mahal, Ji Won malah meminta maaf karena tangan Khaya pasti sakit. Ji Won lalu berkata sambil membasuh tangan Khaya. “Air memang mahal, tapi uang tidak bisa membeli tangan. Itulah mengapa tanganmu lebih berharga” Khaya tampak tersentuh dengan kata-kata Ji Won.

Ji Won mengajak Khaya pergi saja, dia tampak tak peduli lagi dengan kartu identitasnya. Namun Khaya berhasil menemukan dompet Ji Won dan mengembalikannya. Ji Won terkesan pada Khaya dan memperkenalkan dirinya. Cha Ji Won, namun Khaya tidak menjawab saat Ji Won bertanya tentang namanya.

Cha Jae Hwan kaget mendengar laporan Seo Jin Tak jika Seon Jae menggelapkan uang perusahaan. Dia tidak percaya namun sebuah pesan masuk ke ponselnya, kiriman video Seon Jae yang sedang membaca dokumen Morino. Dan saat itu Ji Soo datang membawa bekal, mengatakan Seon Jae tidak ada di ruangannya dan meminta Ayahnya tidak bekerja terlalu keras. Cha Jae Hwan mengatakan pada Seo Jin Tak jika dia akan menyelesaikan semua itu, jadi jangan membuat keributan sebelum semuanya jelas.

Seon Jae ternyata datang ke Thailand, dan masuk ke sebuah gudang kumuh. Saat ponselnya berdering dan melihat Cha Jae Hwan yang menelponnya dia sengaja tidak mengangkatnya. Seon Jae nyiapkan sebuah pena perekam sepertinya dia ingin menyelesaikan masalah video yang dikirimkan padanya.

Khaya mengantar Ji Won ke alamat yang dia cari dan menunjukkan tempatnya. Ji Won bertanya mengapa Khaya tidak ingin memberitahukan namanya? Khaya, begitu kan anak-anak di pasar memanggil nya? Khaya tampak malu bahkan saat Ji Won mengatakan jika itu nama yang cantik. Ji Won memberikan air pada Khaya dan dia pun pergi begitu saja. Ji Won bertanya apakah Khaya tidak akan mengucapkan sampai jumpa padanya? Untuk apa? Bahkan mereka tidak akan bertemu lagi. Ji Won hanya tersenyum mendengar kata-kata Khaya.

Kim Ji Ryun tiba dan menyapa Ji Won, dia tersenyum pada Khaya namun Khaya bersikap ketus padanya. Ji Ryun memuji Ji Won yang semakin keren dan berkata tidak akan mengenalnya jika bukan karena seragamnnya. Ji Ryun mengajak Ji Won dan Khaya masuk, namun Khaya menolak, dia tidak ingin bersama orang yang seperti mangga busuk (pada Ji Won) dan memilih meninggalkan mereka.

Ji Ryun berteriak pada Khaya jika butuh bantuan,Khaya boleh datang kapapun, dia selalu di terima di tempatnya. Ji Won bertanya apakah Ji Ryun mengenal Khaya? Sepertinya dia orang yang menarik. Ji Ryun hanya berkata setiap kali melihat Khaya dia selalu merasa sedih.

Di kantornya, Ji Ryun membuka dokumen yang dibawa Ji Won untuknya. Dokumen tentang Keuangan Yayasan Sunwoo. Di belakang dokumen itu ada sebuah amplop berwaran biru, entah apa isi amplop itu.

Hingga malam hari Seon Jae masih menunggu seseorang yang mengajaknya bertemu namun tidak ada yang datang juga. Hingga dia mendengar langkah kaki, namun Seon Jae kaget, saat melihat Cha Jae Hwan yang datang. Seon Jae bingung dan bertanya mengapa Cha Jae Hwan ada disana? Itu juga yang ingin ditanyaka nya pada Seon Jae.

Setelah mendengar kabar bahwa Seon Jae menggelapkan dana perusahaan dia tidak percaya, bahkan setelah dia melihat video yang diterimnya dia juga masih tidak percaya. Itulah mengapa dia ingin membuktikan sendiri dengan datang ke tempat itu dan Seon Jae benar-benar ada disana?

Seon Jae berusaha menjelaskan bahwa semua ini salah paham, dia datang kemari untuk kebaikan Cha Jae Hwan juga. Dia memang melakukan kesalahan dan akan menjelaskannya setelah semuanya selesai. Bukan begini seharusnya Seon Jae menjelaskan masalah ini. Harusnya dia mengakui kesalahannnya, Apa yang dilakukan Seon Jae adalah tindakan pengecut dan pencurian. Jangan membuat masalah yang lebih besar lagi, lebih baik Seon Jae ke kantor polisi dengan membawa uang yang dia gelapkan.

Ini baru saja di mulai, apakah Seon Jae harus mengakhirinya secepat ini? Cha Jae Hwan berkata dengan jumlah sebanyak itu, hidupnya tidak akan hancur. Seon Jae menjadi emosi dan berteriak, Apakah Chae Jae Hwan tidak mengerti? Semuai ini jebakan, mereka sengaja membocorkan dokumen Morino bahkan memanggil Cha Jae Hwan ke tempat itu. Seon Jae bersikeras ini bukan salahnya.

Cha Jae Hwan tampak kecewa, dia salah menilai Seon Jae. Saat Cha Jae Hwan hendak pergi, Seon Jae memanggilnya “Abeoji” namun Cha Jae Hwan membentaknya, “Jangan panggil aku Abeoji lagi!” Sambil menahan sakit di lututnya Cha Jae Hwan hendak mengangkat telepon, namun Seon Jae menahannya  membuat ponselnya terlempar dan jatuh ke lantai kayu.

Seon Jae berkata dia mengaku salah, namun Cha Jae Hwan terlanjur kecewa. Seon Jae bertanya, Jika Ji Won yang ada diposisinya apakah Cha Jae Hwan juga akan bersikap hingga sejauh ini? Cha Jae Hwan berkata, Ji Won bukan orang yang akan melakukan hal seperti ini? Seon Jae tampak syok. 

Saat Cha Jae Hwan mengambil ponselnya, Seon Jae mengatakan jika dia akan melakukan apapun yang diminta Cha Jae Hwan. Namun tiba-tiba sebuah tembakan mengenai Cha Jae Hwan, Seon Jae panik dan memanggil Aboeji berkali-kali. Cha Jae Hwan tersungkur ke lantai membuat ponselnya kembali, panggilan yang masuk tidak sengaja terangkat, itu adalah Ji Won.

Seon Jae jadi panik, Cha Jae Hwan berusaha memanggil Ji Won, namun Seon Jae mengambil ponsel itu, Ji Won terus memanggil ayahnya namun tidak ada yang menjawab. Ji Won jadi curiga dan bertanya, “Halo, siapa ini?” Seon Jae bingung dia tidak bisa menjawab pertanyaan Ji Won.

***

Sesuai dengan deskripsi karakternya Ji Won adalah orang yang semaunya namun dia memang memiliki golden heart dengan ketulusan luar biasa, agak chessy plus narsis sih, tapi aslinya dia baik banget. Mungkin karena hidupnya yang serba mudah dan dibesarkan dengan penuh cinta oleh sang Keluarga dan merasa hidupnya lengkap karena memiliki Ma Rid an Seon Jae juga.

Namun siapa yang sangka jika Seon Jae diam-diam iri padanya. Karakter Seon Jae cukup rumit, awalnya aku simpati pada Seon Jae saat menonton RAW, tapi setelah menonton dengan sub, rasa simpatiku langsung luntur. Bagaimana bisa seorang anak yang mungkin baru berusia 10 tahun menyebut Ayahnya yang baru keluar dari penjara sebagai orang gila? Dan Ayahnya, saking sayangnya sama Seon Jae benar-benar bertingkah seperti orang gila.

Ma Ri masih menjadi karakter yang membingungkan untukku, jelas dia mencintai Ji Won dan menyayangi keluarganya. Dan aku yakin dia juga tahu jika Seon Jae memiliki perasaan khusus padanya, tapi Ma Ri mengabaikannya dan berusaha untuk membatasi kontak fisiknya dengan Seon Jae. Entah untuk menjaga perasaan Ji Won atau tidak ingin membuat Seon Jae berharap padanya terlalu dalam. Namun sekilas terlihat jika Ma Ri juga memiliki rasa simpati pada Seon Jae.

Khaya adalah karakter yang menyegarkan karena kepolosan dan semangatnya. Dia melakukan apa saja untuk mendapatkan uang agar bisa bertahan hidup. Meski ditipu berkali-kali oleh Meutong namun dia tetap mengandalkannya karena Khaya tahu dari Meutong dia bisa mendapat uang dengan menjual ID card yang dia temukan ditempat sampah. Aku malah penasaran mengapa Khaya tampak membenci Kim Ji Ryun, jangan-jangan karena Kim Ji Ryun yang memberi nama Khaya padanya, dan akhirnya dia menjadi bahan ejekan para remaja Thailand. Ataukah ada sebab lainnya?

Sejauh ini aku suka interaksi Khaya dan Ji Won. Seperti yang banyak orang katakan, Chemistry Lee Jin Wook dan Moon Chae Won sangat terasa bahkan saat hubungan mereka belum berada dalam tahap romance, tapi tik tok nya sudah terasa^^

Lee Jin Wook dan Yoo In Young? Huummm aku sih tidak bisa menolak undeniable chemistry mereka, sama hal nya saat aku merasakan kecocokan luar bisa antara mereka berdua di Samchongsa, tapi sih tapi melihat Ji Won dan Ma Ri melakukan Kissing Scene bahkan baru 15 menit pertama drama ini dimulai membuat hatiku panas. Arrrggghhh Sejabin…. Aku turut berduka cita  atas bersatunya Seja dan Miryung setelah ratusan tahun berlalu (gagal move on lagi)

Melihat betapa dekatnya hubungan Ji Won dan Seon Jae, aku sudah merasakan getirnya saat nanti Ji Won memutuskan melawan sahabatnya sendiri dengan memakai identitas baru. Ji Won segitu sayangnya sama Seon Jae, bahkan disaat Seon Jae kadang-kadang tidak percaya pada ketulusan Ji Won padanya.

Melihat Ji Won dan Ayahnya, kok yah berasa Park Sun Woo mengubah masa lalu gitu lho. Akrab banget Sun Woo dengan Choi Jin Chul. Eh mala Ayah Sun Woo yang jahat banget disini, dan rasanya aku tahu alasanya ingin menguasai Sun Woo group, perusahaan itu memakai nama anaknya #eh?

Sebenernya ceritanya mainstream drama Revenge sih yah, namun drama ini cukup potensial jika dieksusi dengan plot yang OK. Akting pemainnya tidak ada yang annoying, hanya merasa belum menemukan sesuatu yang baru dari Akting Lee Jin Wook di episode pertama ini, jadi aku sangat menantikan dark side nya Lee Jin Wook setelah dia mengganti identitas menjadi Mr Black.
12 Komentar untuk "Goodbye Mr Black Episode 1 part 2"

khaya dsni baru muncul sdkit aja >< iyaa aku juga menantikan jiwon cpetan jd belecke '-'? kkk
lucu aja iih ngeliat chaewon aktinh bgtu, lupa klo dia itu prnh jd eungi; hahahaa sama aku jg gagal mupon mba dr maru - eungi wkwkwkwkk

aku jg suka banget sama chemistry moon chae won dan Lee Jin Wok :3

salam kenal juga nih, oh iya dilanjutinnya kak ceritanya jgn di stopin kayak signal.... dan aku jg suka sama kakak abis ceritain + pendapat kakak tentang ceritanya
makasih banyak :3

Lanjuttt juttt juttttttttt.....✌✌👌👌

Lanjuttt juttt juttttttttt.....✌✌👌👌

Ceritanya memang agak mainstream.berharap ada kejutan lain di eps selanjutnya..

Keren dan seru.... ditunggu ep 2 nya mbk

Story line nya ok cuma editing nya agak mengganggu...

Flo

makasih ya uda tulis sinopsis drama ini.. smangat..smangat!! :-)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang. - Hapus

Baru ingat kalau ternyata ayah sun wo di nine jadi penjahat di sini,dan musuh sun wo di nine malah jadi ayahnya..
Wah..ternyaya sun wo diam2 telah mengubah masa lalu..:-D

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top