Jumat, 22 Mei 2015

Let's Eat 2 Episode 11 part 2



Sang Woo membereskan peralatan berkemah yang disewa Dae Young dengan trampil membuat Soo Ji takjub padanya. Kemarin dia dan Dae Young memasangnya dengan susah payah, tapi Sang Woo membereskannya dengan baik. Sang Woo jadi merasa bersalah karena kemarin dia tidak ada. Soo Ji berkata itu semua salah Dae Young, sepertinya Dae Young sengaja pergi duluan karena ingin membuat mereka menderita. Sang Woo berkata sebaiknya mereka segera pergi sebelum kena macet, Soo Ji pun setuju dan mengikuti Sang Woo dengan gembira, apalagi saat Sang Woo dengan gentle  melarang Soo Ji untuk membantunya membawa barang berat itu.


Dae Young termenung di rumahya, dia memikirkan kejadian semalam saat dia mencoba mencium Soo Ji. Saat dia sedang mencoba memahami perasaannya, Soo Ji menelpon, Dae Young Nampak sangat terganggu dan memutuskan tidak mengangkatnya, bahkan segera menyingkirkan ponselnya ke atas meja dan mengabaikan dengan mencoba untuk tidur.

Soo Ji kesal karena Dae Young bahkan tidak menjawab teleponnya. Sang Woo yang saat itu sedang menyetir mengatakan mungkin Dae Young sedang di belakang kemudi, jadi tidak bisa menjawab. Itu aneh, karena Dae Young seorang sales, dia biasanya selalu menjawab teleponnya. Nah itu dia, karena dia seorang Sales, mungkin Dae Young sedang bertemu dengan klien, Sang Woo memberikan pendapatnya. Hmm.. mungkin juga yah…

Sang Woo berpikir mereka terlalu egois, Dae Young juga pasti sibuk dengan urusannya, sebaiknya mereka bertemu berdua saja mulai sekarang. Soo Ji sih setuju saja, tapi dia khawatir bagaimana jika mereka bertemu dengan PNS lainnya. Sang Woo pun mengundang Soo Ji ke rumahnya. Soo Ji menyukainnya tanpa menyadari undangan Sang Woo, namun kemudian dia tersadar, rumah? Sang Woo membenarkan, ya… rumahnya. Soo Ji tampak bingung dan hanya tesenyum meringis.

Hye Rim datang ke rumah Dae Young yang kaget mendengar Hye Rim kini tinggal di lantai 1, sebelum Hye Rim sempat menjelaskan lebih banyak dia mendengar seseorang datang, Hye Rim langsung masuk ke rumah Dae Young untuk bersembunyi.

Yang datang ternyata Soo Ji yang berniat protes pada Dae Young karena dia pergi duluan. Hye Rim lega karena ternyata itu Soo Ji, dia keluar dari tempat persembunyiannya dan mengatakan akan mentraktir Soo Ji dan Dae Young makan. Soo Ji bingung, kenapa Hye Rim ingin mentraktir makan? Hye Rim akan menjelasakan detailnya nanti, dia juga akan mengajak Joo Seung untuk makan bersama. Hye Rim pun pergi ke atas untuk mengajak Joo Seung.

Soo Ji bertanya mengapa Dae Young pergi duluan? Dia ada urusan di perusahaan. Urusan apa? Memangnya apa hubungannya dengan Soo Ji? Soo Ji pun berpikir, benar juga. Mengapa dia harus mengkhawatirkan Dae Young. Soo Ji sebenarnya merasa cemas, dia beradalam dalam masalah, Sang Woo mengundangnya ke rumahnya. Dae Young terpana mendengarnya. Tapi kemudian dia berkata, bukan kah itu bagus, tidak ada yang akan datang saat Soo Ji berada di rumah Sang Woo, jadi mereka tidak perlu Dae Young.

Bukan itu masalahnya, bukan kah jika seorang pria mengundang seorang wanita untuk datang ke rumahnya artinya dia ingin mempercepat kemajuan dalam hubungan mereka? Tidak. Soo Ji tidak berpikir bahwa Sang Woo adalah pria seperti itu, tapi bukan kah bisa terjadi sesuatu seperti itu? Dae Young tidak mengatakan apapun, dia hanya membiarkan Soo Ji dengan fantasinya. Akh… tapi tak terjadi apapun saat mereka backpacking pun, Soo Ji tampak kecewa.

Hye Rim dan Joo Seung datang, mengajak mereka untuk segera pergi. Dae Young meminta Soo Ji untuk menyingkir, karena dia harus menutup pintu. Dae Young mengikuti Hye Rim dan Joo Seung, sementara Soo Ji tampak kesal karena Dae Young bahkan sama sekali tidak menanggapinya dan mencoba membantu Soo Ji membayangkan apa yang akan terjadi seperti sebelumnya.

Di restoran, Soo Ji kaget mendengar penjelasan Hye Rim yang kini tinggal bersama Nenek tanpa sepengetahuan Ahjuma. Dia mentraktir mereka makan sebagai suapan tutup mulut untuk merahasiakan ini juga dari Ahjuma. Dae Young dan Soo Ji paham posisi Hye Rim dan tampaknya setuju saja dengan hal itu.

Pesanan mie dingin mereka pun datang, Dae Young mengambil gunting untuk memotongnya, Soo Ji langsung protes dan berkata bahwa jika mereka akan merasakan kekenyalan mie dingin tanpa memotongnya. Benarkah? Tapi Dae Young lebih suka memakannya dengan cara ini, Dae Young pun memotong mie dinginnya tanpa memberikan penjelasan apapun. Soo Ji bertanya, hanya itu? Apakah Dae Young tidak ingin mengatakan apapun lagi? Dae Young mengiyakan. Soo Ji merasa heran karena Dae Young tidak menjelaskan apapun atas ketidak setujuannya pada Soo Ji.

Hye Rim meminta Dae Young untuk memotong mie miliknya juga, Joo Seung bersiap untuk mengambil gunting, tapi dia kalah cepat oleh Dae Young dan sangat kesal karena hal itu. Apakah Dae Young akan mempostingkan mangkok kosong di blognya? Hye Rim berharap Dae Young mengatakan bahwa dia makan bersamanya. Sebenarnya dia tidak pernah melakukan hal itu, tapi karena dia dan Hye Rim sesama blogger dia akan melakukannya, Hye Rim sangat senang dan meminta Dae Young men-tag nya juga. Joo Seung semakin kesal melihat kedekatan Hye Rim dan Dae Young, Soo Ji pun tampak tidak nyaman dengan obrolan mereka berdua.

Saat Soo Ji berada di toilet, Hye Rim datang dan memberitahunya jika Dae Young pergi duluan karena ada janji, Soo Ji kesal dan segera menelponnya bertanya kenapa dia pergi duluan? Dae Young ada harus menemui klien, apakah ada sesuatu yang penting? Tidak ada sih, tapi Soo Ji butuh bantuan Dae Young,  jadi saat Dae Young selesai dengan kliennya, segera telepon Soo Ji yah?

Sebenarnya Dae Young sama sekali tidak ada janji, dia malah menelpon Taek Soo dan mengajaknya minum. Tapi Taek Soo sedang di Seoul, Akh… Dae Young tidak tahu jika Taek Soo menemui anak-anaknya. Taek Soo merasa gugup, jadi dia ingin menutup teleponnya, Dae Young mengatakan agar Taek Soo bersenang-senang dengan keluarganya.

Ternyata Taek Soo bukan sedang bersama keluarganya, dia berada di hotel dan seorang wanita keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandi. Wanita itu Hong In Ah! Keduanya tampak canggung dan gugup. In Ah mulai menari seperti dan Taek Soo tampak terpana, dia berkata In Ah menari dengan baik, dan suasana diantara mereka mulai mencair. Apa yang mereka berdua lakukan di hotel?

Soo Ji menatap barang-barang yang dia beli selama berkencan dengan Sang Woo. Sekarang ini bukan waktunya Soo Ji untuk memikirkan kemajuan hubungannya dengan Sang Woo, dia bahkan tidak punya uang untuk membeli hadiah yang akan dia bawa saat pergi berkunjung ke rumah Sang Woo. Sepeda 1000 dolar, peralatan kamping 1.860 dolar. Total semuanya 2.860 dolar. Hanya dalam dua kali kencan dia sudah bangkrut. Soo Ji merasa frustasi dengan hal ini.

Mengapa Dae Young belum menelponnya juga? Soo Ji menelpon duluan dan Dae Young berkata dia sedang bersama Taek Soo. Soo Ji jadi kesal, bukankah tadi Dae Young bilang dia bersama kliennya? Ada apa memangnya? Soo Ji ingin bertanya, hadiah apa yang harus dia bawa saat mengunjungi Sang Woo, Dae Young kan pernah ke rumahnya, apakah ada sesuatu yang dia butuhkan? Dae Young juga tidak tahu, Sang Woo sepertinya sudah memiliki segalanya.

Mengapa Soo Ji tidak membawakan wine saja? Wine? Sebaiknya Wine jenis apa? Dae Young kesal dan menutup teleponnya. Soo Ji sebal karena Dae Young menutup teleponnya begitu saja, Refleks Dae Young sangat luar biasa, bahkan dia menutup telepon sebelum Soo Ji sempat meminjam uang.

Soo Ji menatap treadmill nya, dan mulai berpikir jika ingin berjalan, dia bisa melakukannya di luar ruangan. Soo Ji berniat untuk menjual treadmill nya saja.

Nenek sedang membereskan pakaian yang baru diangkat dari jemuran, dia menemukan bra Hye Rim dan mencoba memakainya, Hye Rim keluar dari kamar dan bertanya apa yang Nenek lakukan? Apakah Hye Rim tidak sesak saat memakainya? Nenek sangat menyesalkan, di jamannya barang seperti itu belum ada, jika sudah ada mungkin badannya bisa lebih bagus. Hye Rim berkata badan Nenek sekarang juga sudah bagus.

Terdengar bunyi bel, Hye Rim segera masuk kamar untuk sembunyi, dia takut Ahjuma Kim yang datang, ternyata itu Soo Ji yang mencari Hye Rim. Soo Ji meminta bantuan Soo Ji untuk menjualkan barangnya secara online.

Apakah mereka bisa langsung memasang fotonya di internet untuk menjual treadmill itu? Tentu saja tidak, itu sama saja seperti keluar rumah tanpa make up, benar-benar tidak tahu malu. Mereka harus mengeditnya dulu agar tampak lebih menarik. Soo Ji merasa bukankah itu seperti penipuan? Hye Rim bertanya apakah suaminya tidak akan minta cerai jika melihat Soo Ji yang tidak tahu malu? Soo Ji bingung apa maksudnya? Hye Rim berkata sebaiknya Soo Ji tenang saja dan mempercayakan itu padanya.

Hye Rim sudah memasang fotonya di situs penjualan online dan tinggal memberi judul yang menarik. “Saya menjual treadmill bersih dengan harga murah” itu adalah judul yang terpikirkan Soo Ji. Hye Rim menatap Soo Ji dengan heran, apakah Soo Ji benar-benar seorang penulis, judulnya sama sekali tidak kreatif. Hye Rim mulai menuliskan judul yang dia pikirkan.

“Aku akan menikah. Jadi aku mengirimkan anakku pergi. Berkat anakku aku bahkan bisa menikah. Tapi karena suamiku tidak tahu tentang anakku, aku harus mengirim dia pergi. Anak itu memiliki kekuatan lari 230 kali”

Soo Ji kaget dengan judul yang Hye Rim berikan, seharusnya Hye Rim menjadi seorang penulis. Berapa Soo Ji akan menjualnya? 90 dolar. Hye Rim menulis 150 dolar. Soo Ji panik, bukankah itu terlalu mahal? Bagaimana jika tidak ada yang membeli? Soo Ji sebaiknya tenang saja.

Dae Young kembali ke Villa Sejong, dia menatap pintu rumah Soo Ji sebentar, namun mengabaikannya kemudian, saat akan memasukan kode rumahnya, Dae Young merasa menginjak sesuatu, kotoran anjing? Apakah itu Happy? Dae Young merasa kesal, siapa yang meletakan kotoran di depan rumahnya, dia melihat ke arah tangga. Disana ada Joo Seung yang sedang tersenyum kecil, namun langsung kabur saat Dae Young melihatnya, Dae Young tahu dengan pasti, itu semua ulah Joo Seung.

Hye Rim mencoba treadmill Soo Ji, sambil mereka menunggu pembeli. Soo Ji cemas karena dia merasa harganya terlalu mahal, dia harus segera menjualnya. Tenang saja, pasti akan segera terjual. Sebaiknya Soo Ji jangan duduk saja, dia juga harus bergerak, Soo Ji harus menggunakannya dengan baik sebelum menjualnya. Sebuah pesan masuk ke ponsel Soo Ji. 

Ada orang yang ingin membelinya. Tapi dia seorang mahasiswa yang meminta diskon, dia ingin harga 90 dolar. Soo Ji sudah akan menjualnya saja, namun Hye Rim mengambil ponselnya, dan membalas dia tidak bisa menjual dengan harga segitu, tapi mengingat kondisi si pembeli dia memberikan diskon 50 dolar, jadi harganya 100 dolar. Pembeli pun setuju. Soo Ji sangat senang karena bisa menjual treadmillnya dengan harga segitu tentu saja itu adalah gunanya tawar menawar.

Hye Rim mendapat telepon dari boss nya dan berkata dia sudah ada di lampu merah. Soo Ji bingung apakah Hye Rim sedang berbohong. Karena membantu Soo Ji, Hye Rim jadi terlambat pergi kerja sambilan, apakah Soo Ji bisa bertemu pembeli seorang diri. Tentu saja. Hye Rim pun pergi dari rumah Soo Ji dan Soo Ji mendapatkan pesan apakah si pembeli bisa mendapatkan barangnya hari ini juga? Soo Ji pun memberikan alamat rumahnya.

Si pembeli datang untuk mengambil barangnya. Dia memberikan ucapan selamat karena Soo Ji akan menikah. Soo Ji bingung awalnya dan merasa tidak enak karena sudah berbohong. Si pembeli juga berharap dia bisa menikah seperti Soo Ji setelah melakukan latihan dengan treadmill itu. Dia akan menunjukkan pada pria yang mencampakannya karena gemuk bahwa dia bisa mendapatkan pria yang lebih keren. Soo Ji jadi teringat pada masa lalunya. Saat si pembeli membayar  barangnya, Soo Ji mengembalikan beberapa dolar agar si pembeli membeli baju olah raga supaya dietnya efektif, tadinya si pembeli menolak, namun Soo Ji terus memaksa, dan dia pun memberi semangat pada si pembeli.

Dae Young dan Soo Ji keluar bersamaan, Soo Ji menyapa Dae Young yang terpana melihat penampilan Soo Ji hari ini, dia melihat Soo Ji dari ujung kaki hingga kepala. Ya! Soo Ji terlihat cantik karena akan bertemu dengan Sang Woo. Soo Ji menunjukkan wine yang dia beli dan bertanya pada Dae Young apakah Sang Woo akan menyukainya? Bukannya menjawab Dae Young malah bertanya apakah Soo Ji tidak akan terlambat? Soo Ji menatap jam tangannya dan segera pamit pada Dae Young.

Dae Young pun keluar rumah dengan perasaan aneh, dan harinya sial sekali karena ban mobilnya bocor, ada seseorang yang sengaja menusuknya dengan benda tajam. Joo Seung datang sambil memakan es krim dan bertanya ada apa? Dae Young mengatakan apa yang terjadi, dan Joo Seung merasa itu sangat buruk. Dae Young berkata dia akan memeriksa kotak hitam mobilnya agar dia bisa tahu siapa yang melakukannya, dia akan melaporkannya ke polisi sebagai tindakan vandalism. Joo Seung ketakutan dan mencegah Dae Young mengecek kotak hitamnya. Dae Young pun langsung menyeret Joo Seung untuk menyelesaikan masalah ini.

Dae Young dan Joo Seung pergi minum bersama, Dae Young tahu jika Joo Seung melakukan semua itu karena Hye Rim, termasuk juga tentang sesuatu di depan rumahnya. Joo Seung menyangkal yang satu itu, dia tidak memindahkan kotoran anjing itu kesana. Dae Young bahkan tidak menyebut itu adalah kotoran anjing. Skak mat.

Dae Young menuangkan bir untuk Joo Seung, dia bisa minum kan? Joo Seung menegaknya dan merasa bir terlalu ringan, dia pun memesan Soju. Dae Young membuat campuran Soju dan bir untuk Joo Seung, dan rasanya tidak lebih baik. Dae Young jadi curiga apakah Joo Seung baru pertama kali minum Soo-maek (campuran Soju dan Bir). Joo Seung mencari alasan, tapi itu membuatnya semakin di curigai Dae Young, apakah Joo Seung benar-benar berusia 30 tahun? Bahkan cara Joo Seung bereaksi saat menegak Soju pun seperti anak kecil.

Joo Seung terus minum untuk menghindari semua kecurigaan Dae Young tentang usianya, tapi sikapnya saat Dae Young bertanya apakah Joo Seung tidak berkencan satu kalipun membuat Dae Young makin curiga, apalagi Dae Young mengecek kebawah untuk memastikan sesuatu, Dae Young bahkan bertanya apakah Joo Seung benar-benar tidak pernah ‘melakukannya’? Dari reaksi Joo Seung jelas terlihat memang Joo Seung tidak pernah melakukan apa yang dipikirkan Dae Young. Dae Young bahkan sangat kaget mengetahuinya.

Soo Ji merasa gugup saat tiba di depan apartemen Sang Woo, dia membenahi make up nya sebelum memencet bel dan berlatih untuk menyapa Sang Woo. Saat akhirnya Soo Ji menekan bel, Sang Woo menyambutnya dengan kaget. Dia tidak sangka Soo Ji datang secepat itu, karena dia terlalu asyik bersih-bersih bahkan Sang Woo tidak sadar dia masih memakai sarung tangan untuk bersih-bersih. Sang Woo pun segera melepaskannya. Soo Ji minta maaf, mungkin dia yang datang terlalu cepat, haruskan dia kembali lagi? Tentu saja tidak. Sang Woo mempersilahkan Soo Ji untuk masuk.

Sang Woo tampak gugup dengan kedatangan Soo Ji ke rumahnya, dan dia juga merasa tidak enak saat Soo Ji memberinya wine karena Soo Ji tidak enak hanya datang dengan tangan kosong, padahal Soo Ji tidak perlu melakukan itu. Tapi tentu saja Sang Woo beterimakasih juga.

Soo Ji melihat alat pembersih berserakan di dekat jendela, Sang Woo buru-buru mencoba menyingkirkan lap kotornya dan berkata tadi dia begitu fokus membersihkan noda di jendela. Soo Ji berkata cara terbaik untuk membersihkan jendela adalah dengan kertas Koran. Benarkah? Namun Sang Woo tampak semakin gugup hingga menedang beberapa alat pembersih itu dan membuatnya makin berantakan. Sang Woo minta maaf, karena dirinya tampak tergesa-gesa.

Soo Ji berkata tidak apa-apa dan dia tertawa melihat Sang Woo yang tampak gugup seperti itu. Melihat Soo Ji tertawa Sang Woo pun jadi ikut tertawa. Sang Woo kemudian berkata akan membeli sesuatu untuk dimakan dan segera membersihkannya. Soo ji berkata Sang Woo tidak perlu melakukannya, tapi Sang Woo pamit pergi juga dan meminta Soo Ji untuk menunggu.

Setelah ditinggal Sang Woo, Soo Ji menganggumi betapa besar dan mewahnya apartemen Sang Woo. Soo Ji bahkan mengukur jarak dari ruang tamu ke kamar tidur. 20 langkah! Daebak! Di rumahnya dia hanya perlu 5 langkah untuk pergi kemanapun. Soo Ji benar-benar takjub dengan tampilan apartemen Sang Woo, kemudian dia melihat robot vakum cleaner yang mendekat padanya.

Sang Woo tiba dengan belanjaannya, dia bingung dengan suasana rumahnya yang berbeda. Soo Ji menyambutnya dengan anggun dan berkata dia sudah membersihkan semuanya. Sang Woo meletakan belanjaannya dan berjalan ke arah Soo Ji. Kemudian dia berkata, lain kali Soo Ji tidak usah melakukan hal itu lagi. Soo Ji bingung, mengapa? Apakah karena Sang Woo tidak suka Soo Ji memegang barang-barang pribadinya?

“Bukan Begitu. Aku akan melakukan semua tugas sulit. Kau hanya perlu tinggal disisiku. Selama sisa hidupmu”

Soo Ji kaget mendengar kata-kata Sang Woo yang mendekat padanya. Sang Woo memegang lengan Soo Ji dengan kedua tangannya dan bertanya, “Maukah kau menikah denganku?” Soo Ji luar biasa bahagia dan berteriak sambil mengangguk.

Sayangnya… itu hanya khayalan Soo Ji semata, hahaha.

Soo Ji begitu bersemangat, karena khayalannya itu, hari ini konsepnya di depan Sang Woo adalah ibu rumah tangga yang baik. Soo Ji pun mulai membersihkan semuanya, termasuk juga jendela yang katanya sulit dibersihkan Sang Woo. Dia bahkan menyapu dan mengepel sambil menari-nari dan memperagalan bagaimana dirinya akan menggoda Sang Woo ;p

Selesai bersih-bersih, Soo Ji teringat pada robot vakum cleaner. Dia mencarinya dia semua tempat, tapi tidak menemukannya. Lalu Soo Ji melihat pintu apartemen Sang Woo terbuka, mungkin kah si robot pergi keluar??

Joo Seung sudah sangat mabuk dan mulai meracau mengancam akan membunuh Dae Young jika dia terus bermain-main dengan Hye Rim. Mana mungkin Joo Seung akan melakukannya? Joo Seung pernah melakukannya jadi sebaiknya Dae Young hati-hati. Dae Young mengiyakan saja dan menyuruh Joo Seung membunuh semua orang yang menghalanginya.

Dae Young berkata agar Joo Seung tidak perlu khawatir, karena dia tidak menganggap Hye Rim sebagai wanita, tapi… Dae Young berharap Joo Seung berhenti sampai di titik ini saja. Hye Rim tidak memiliki perasaan yang sama dengan Joo Seung, dia hanya menganggap Joo Seung sebagai teman. Saat mengatakan hal itu, Dae Young malah mengingat semua kenangannya bersama Soo Ji.

Kemudian Dae Young berkata, “Bagaimana jika saat kau mengatakan perasaanmu, kau bahkan kehilangan perasahabatanmu? Apa yang akan kau lakukan?” Joo Seung kesal dan bertanya apakah Dae Young mengerti perasaannya? Dia tidak tahu! Dae Young merasa iba dan bertanya, apakah Joo Seung begitu menyukai Hye Rim?

Joo Seung malah mulai menangis dan memanggil ibu nya. Tangisnya semakin kencang dan berkata jika dia merindukan ibunya. Dae Young kaget, dan kembali bertanya apakah Joo Seung benar-benar pria berusia 30 tahun? Joo Seung terus menangis membuat Dae Young malu dan akhirnya memaksanya untuk pergi dari tempat itu.

Soo Ji mencoba  bertanya pada tetangga Sang Woo apakah dia melihat sebuah robot vakum cleaner? Tepat saat itu Sang Woo datang dan bertanya apa yang sedang Soo Ji lakukan. Soo Ji pun langung mengatakan pada Sang Woo bahwa robotnya menghilang…

Sang Woo mengajak Soo Ji untuk mengecek CCTV agar mereka bisa tahu kemana robot itu pergi. Ternyata si robot masuk kedalam lift. Soo Ji begitu cemas dan ingin mencegah si robot melakuan itu, tapi Sang Woo malah tertawa melihatnya, Soo Ji menatap Sang Woo dengan aneh. Sang Woo berhenti tertawa dan berkata bahwa itu pertama kalinya dia melihat robot vakum cleaner kabur.

Soo Ji merasa tidak enak dan berkata, karena dia tahu robot itu berada di luar, dia akan mencoba menemukannya. Penjaga keamanan berkata, memangnya ini kasus pelarian robot? Mungkin robot itu sudah diambil orang. Mungkin memang begitu. Sang Woo beterimakasih pada Soo Ji, karena berkat dirinya mereka jadi bisa membersihkan lift. Soo Ji malah merasa makin tidak enak hati. Sang Woo meminta Soo Ji melupakannya dan mengajaknya kembali kedalam apartement.

Dae Young berhasil membawa Joo Seung sampai ke atap. Joo Seung meracau dia tidak sengaja membunuhnya, dia minta maaf. Dae Young mengabaikan ocehannya karena merasa lelah. Rasanya Dae Young yang ingin membunuh Joo Seung. Setelah membaringkan Joo Seung di atas dipan yang ada di atap, Dae Young mencoba membuka container Joo Seung, tapi dikunci. Dae Young menanyakan kuncinya pada Joo Seung, tapi dia terlalu mabuk. Apakah Ahjuma Kim memiliki kunci masternya? Saat Dae Young berpikir untuk menelpon Ahjuma, dia sadar ponselnya tertinggal. Dae Young pun kembali ke kedai minum.

Soo Ji merasa sangat bersalah karena telah menghilangkan robot vakum cleaner Sang Woo hilang. Jika Sang Woo memberitahu apa modelnya dia akan menggantinya dengan model yang sama. Sang Woo berkata Soo Ji tidak perlu melakukan hal itu, Soo Ji sama sekali tidak bersalah karena si robot melarikan diri. Sang Woo tertawa lepas dan berkata pasti si robot begitu kesepian sendirian terus di rumah sampe melarikan diri seperti itu.

Tapi semua itu sama sekali tidak lucu bagi Soo Ji, dia malah semakin merasa bersalah. Sang Woo menyadari hal itu dan berhenti tertawa dan berkata pada Soo Ji saat Sang Woo bersamanya, dia senang karena selalu mengalami hal-hal yang lucu. Soo Ji malah tampak malu mendengar hal itu, bahkan saat Sang Woo berkata dia serius mengatakan hal itu.

Dae Young mendapatkan ponselnya kembali, dan saat akan kembali ke vila dia melihat Sang Woo dan Soo Ji keluar dari mobil. Sang Woo mengantarkan Soo Ji hingga ke depan vila. Setelah tiba di depan Vila, Sang Woo pun pamit untuk pulang, namun baru beberapa langkah dia meninggalkan Soo Ji, Sang Woo melihat Dae Young bersembunyi di balik mobil.

Sang Woo berbalik arah, dan kembali pada Soo Ji. Dia menarik Soo Ji dan tiba-tiba menciumnya, membuat Soo Ji kaget dan ciuman pertamanya bersama Sang Woo begitu tiba-tiba. Dae Young menatap pasangan kekasih itu berciuman dari kejauhan. Pandangannya sangat terluka namun apa yang bisa dia lakukan?

Soo Ji tampak syok setelah Sang Woo menghentikan ciumannya. Bahkan antara sadar dan tidak sadar saat Sang Woo berpamitan lagi padanya.  

Sang Woo kembali ke mobilnya dan mengingat apa yang dia lihat saat  dia tiba ditempat kamping sebelumnya. Ya… Sang Woo melihat Dae Young yang hampir mencium Soo Ji, dan dia dengan sengaja  membuat Dae Young melihat dirinya mencium Soo Ji.

Sang Woo mengemudikan mobilnya dengan tatapan marah, sementara Dae Young masih terluka melhat Soo Ji yang tampak syok setelah Sang Woo menciumnya.

***

Argh… aku sebel sama Sang Woo karena melakukan itu! Rasanya seperti dia ingin membalas rasa sakit hatinya karena sempat melihat Dae Young yang berniat mencium Soo Ji. Kok jadinya kasian sama Soo Ji yah? Karena first kiss nya adalah hasil dari kecemburan Sang Woo terhadap Dae Young heu…

Tapi… aku juga kasian sih liat Sang Woo, pas dia mengingat dia ternyata melihat Dae Young yang hampir mencium Soo Ji. Pasti Sang Woo sadar jika Dae Young ada rasa pada Soo Ji, dan itu seperti membangkitkan jiwa kompetitifnya untuk lebih mengambil hati Soo Ji. Tapi sepertinya itu malah membuat Soo Ji semakin merasa tertekan.

Pas Dae Young mengingat kenangan dia sama Soo Ji, heu…. Coba Sang Woo dan Soo Ji gak dibikin jadian~~~  aku suka banget lho sama interaksi Soo Ji dan Dae Young sebelum dia jadian sama Sang Woo. Entah kenapa setelah Soo Ji dan Sang Woo jadian, aku jadi biasa aja liat Soo Ji dan Dae Young, walo aku tahu jika Soo Ji merasa 100 kali lebih nyaman bersama Dae Young.

Itu Hong In Ah sama Taek Soo.... Selingkuh?? Haduh.... In Ah tampak sangat frustasi dengan kehidupan rumah tangganya nih~~~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^