[Sinopsis] Good Doctor Episode 18 part 2



Woo Il Kyu mengingat kata-kata dr. Go tentang alasannya membantu Il Kyu. Meski caranya salah, tapi dr. Go ingin Il Kyu bertahan karena dia pikir Il Kyu akan bekerja dengan baik.

Shi On masuk ke kamar tidur saat Il Kyu dengan memikirkan hal itu. Shi On jadi panik karena masih merasa ketakutan pada Il Kyu. Apakah Shi On mau tidur? Shi On bilang bukunya ketinggalan. Il Kyu tahu Shi On berbohong dan menyuruhnya segera tidur agar tidak ketiduran di pagi hari.


Kim Sun Joo yang menjadi sutradara dari drama tahunan untuk menghibur anak-anak telah memutuskan naskahnya. Peter Pan.  Jadi mereka harus berpakaian aneh dan melakukan hal-hal aneh lagi? Tapi masih mending dari pada Cinderella kan? Saat itu dr. Cha terkilir pergelangan kakinya ketika memakai sepatu kaca. Karena malu Yoon Seo bahkan tidak dirawat di RS dan malah pergi ke akupuntur. Semua tim pediatri tertawa mendengarkan cerita itu.

Yoon Seo bertanya, memangnya itu kata siapa? Dengan polos Hong Kil Nam berkata dia tahu dari Profesor. Yoon Seo jadi geram, ternyata Kim Do Han benar-benar besar mulut.

Shi On juga harus berpartisipasi dalam acara tahun ini. Shi On dengan bangga mengatakan jika dia pernah menjadi pemeran utama dalam pertunjukan Natal di panti asuhan. Wah,,, ternyata Shi On ingin menjadi pemeran utama. Apakah akan dikabulkan oleh Sun Joo? Kim Sun Joo mengatakan dia akan menempel pengumuman tentang cast nya besok.

“Apa Profesor juga tak berpartisipasi tahun ini?”

“Apa kita harus memaksanya tahun ini?”

Sepertinya akan sulit, tapi Yoon Seo merasa yakin bahwa mereka bisa membujuk Kim Do Han untuk tampil di drama ini. “Profesor memang seperti pisau. Dia akan melakukannya” Mereka akan memberikan peran bajak laut kapten Hook pada Kim Do Han.

Bagaimana cara Yoon Seo dan Shi On membujuk Kim Do Han, ternyata mereka menggunakan Joon Young. Shi On meminta bantuan pada Joon Yeong untuk membujuk Profesornya itu.

Rapat para petinggi RS, yang dihadiri para Profesor dan para Kepala Departemen. dr. Kim menggebu-gebu untuk menyetuji proses pengambil alihan RS oleh pihak mana pun selama itu memberikan kemajuan untuk RS. Kepala departemen lain dan para profesor lainnya menyetujui hal itu. Hanya Kim Do Han yang menentang, dia berpikr rasanya tidak masuk akal memilih pasien berdasarkan tingkat pendapatan mereka.

dr. Kim bertanya Kim Do Han itu dokter atau perwakilan konsumen? Direktur melerai perdebatan ini, karena pembicaraan mereka sudah melenceng jauh dari topik semula. Peretemuan mereka bertujuan untuk membicarakan tindakan yang harus mereka ambil sebagai kelompok dokter terhadap Restrukturisasi RS menjadi RS komersial Anak.

Direktur berharap para dokter menunjukkan sikap dalam hal ini, bukan hanya sekedar protes saja. dr. Kim bertanya, jika pendapat mereka saja berbeda-beda bagaimana mereka harus menunjukkan sikap?

Rapat itu berakhir tanpa penyelesaian. Usai rapat, dr. Go menghampiri Kim Do Han. Dia bertanya apakah ada yang bisa dia bantu. Dia ingin ikut berbicara membantu Kim Do Han, tapi dia tak tahu apapun, yang bisa dia lakukan hanyalah bergabung dengan kelompok Kim Do Han.

Kim Do Han tersenyum mendengar perkataan dr. Go. “JIka anda setuju dengan pendapatku, itu sudah cukup” dr. Go mengakatan dia akan selalu sependapat dengan Kim Do Han. Meskipun menjadi pemimpin itu sulit, Kim Do Han pun tahu jika tak semua orang menjadi pemimpin.

Kim Do Han dan dr. Go melihat dr. Kim berbicara dengan WaPresdir Kang. dr. Go mencibir, “Lihat, lihat dia. Aku tahu dia akan seperti itu” Kim Do Han terlihat tak senang dengan hal itu.

WaPresdir Kang bertemu dengan Park Shi On, dia bertanya pada Shi On, “dr. Park.. Apa aku masih tampak seperti orang jahat?” Dengan polos Shi On menjawab bahwa WaPresdir Kang sekarang itu setengah baik dan setengah jahat.

WaPresdir Kang memahami jika bagian jahatnya adalah karena pekerjaannya, tapi apa bagian baiknya? Shi On berkata, bagian baiknya adalah karena WaPresdir Kang sudah mempercayai Profesor dan tim pediatri untuk mengoperasi Joon Yeong.

“Di dunia ini, Aku paling berterima kasih kepada orang-orang yang memercayai orang lain. Jika orang-orang memercayaimu, kau merasa lebih kuat”

Kepercayaan akan membuat seseorang terisi penuh, karena kepercayaan seperti pompa yang mengisi ban sepeda dengan udara. Jika dipenuhi dengan udara, akhirnya akan melaju seperti angin, “Ssing Ssing. Ssing Ssing”

WaPresdir Kang tertegun mendengar perkataan Shi On. Kepercayaan?

Yoon Seo bertanya pada Kim Do Han, apakah dia tidak bisa lebih memaksa dr. Kim tentang operasi In Hae? Kim Do Han mengingatkan tentang kasus bayi premature Dong Soo. Apakah Kim Do Han takut jika dia harus berhadapan dengan komite disiplin lagi?

Tidak. Bukan karena hal itu. Kim Do Han sedang menunggu sampai dia memiliki tujuan yang benar untuk mengambil alih operasi In Hae.

Pada kasus Dong Soo, beredar rumor bahwa Kim Do Han menolak mengoperasi karena dia merasa tidak mampu. Saat itu Kim Do Han melakukan operasi pada Dong Soo, bukan karena harga dirinya terluka, tapi katena dia memiliki tujuan yang benar, yaitu untuk bertanggung jawab terhadap pasien.

Yoon Seo mengerti, jadi sebenarnya Kim Do Han sudah merencanakannya sejak awal ya? Kim Do Han menjelaskan bahwa tujuan itu haruslah didukung oleh dasar yang kuat dan rencaa alternative. Saat itu Kim Do Han memiliki Park Shi On yang memberikan saran alternative yang baik.

Saat ini, Kim Do Han sedang mencari  tujuan yang benar untuk mengoperasi In Hae, waktunya tak akan lama. Yoon Seo hanya harus menunggu. Yoon Seo kagum pada profesornya dan berkata Profesornya itu hebat, tapi dia juga bersiap-siap mengacungkan jempolnya. Secara refleks Kim Do Han berkata agar Yoon Seo tidak mengacungkan jempolnya. Tapi dia tetap melakukannya.

Ketua Lee menemui dr. Go, dia mengomel kenapa dr. Go tidak pernah datang ke rumah, istrinya mengomeli dirinya karena hal itu. dr. Go mengingatkan bukankah kakak iparnya sendiri yang menyuruhnya untuk tidak menemuinya lagi. Masalah dia diomeli bukan urusannya.

Ketua Lee kesal dengan jawaban adik iparnya, tapi dia tak ambil pusing. Dia mengatakan dr. Go memiliki kesempatang terakhir untuk menyingkirkan semua orang yang menentangnya. dr. Go bertanya mengapa dia harus melakukan hal itu. Yang penting lakukan saja, Ketua Lee menjanjikan posisi, direktur pusat RS Sung Won jika dia melakukannya dengan benar. dr. Go tak percaya dengan apa yang didengarnya.

Shi On menatap Ayahnya, dia sudah berkompromi dengan hatinya dia tidak lagi meminta Ayahnya meminta maaf padanya. Dia hanya ingin agar Ayahnya tak lagi memukuli ibunya, dia sudah sangat berterimakasih.

Shi On menemui ibunya di kantin, dia bertanya apakah ibunya sudah makan siang? Ibunya berkata dia belum makan dan akan makan setelah selesai kerja. Shi On juga belum makan, namun saat ibunya menyuruhnya untuk makan di kantin, Shi On mengajak ibunya untuk makan di luar.

Shi On dan ibu pun makan di luar. Ibu bertanya mengapa Shi On tiba-tiba makan di luar, dia baru saja gajian. Ibu berkata agar Shi On tidak menghambur-hamburkan uang. Shi On meminta ibunya untuk makan dan ibu menurutinya. Ibu nya tak perlu lagi membuatkan sop bola kentang untuknya lagi. Jika ibunya ingin makan, mulai sekarang, katakanlah pada Shi On. Ibu jadi terharu mendengar kata-kata Shi On.

Shi On penasaran dengan satu hal mengapa ibunya tidak pergi mencarinya setelah dia meninggalkannya dulu. Ibu nya tahu dirinya di kejar sang Ayah, jadi dia memutuskan untuk tidak muncul dihadapan Shi On dan Direktur Choi agar segalanya tidak menjadi lebih buruk. Ibu tahu dirinya memalukan. Tapi melihat Direktur membesarkan Shi On dengan baik, dia tak punya pilihan lain selain mempercayainya.

Ibu pasien baru Shi On protes setelah mengetahui kondisi Shi On, dia minta ganti dokter. Ibu yang lain membela Shi On dan mengatakan tidak ada yang salah dengan dr. Park, dia adalah dokter residen yang hebat. Tapi si Ibu tetap ngotot untuk ganti dokter karena dia tidak ingin mempercayakan anaknya pada seseorang yang cacat.

Yoon Seo merasa ibu tersebut keterlaluan, tapi Shi On datang dan mengijinkan Ibu tersebut untuk berganti dokter.
Yoon Seo bertanya, apakah Shi On baik-baik saja setelah insiden permintaan pergantian dokter itu? Shi On berkata dia baik-baik saja. Dia sadar benar yang mempercayai dirinya hanyalaj orang yan dekat dengannya. Orang yang pertama kali bertemu dengannya tidak akan langsung percaya padanya.

Fakta bahwa dirinya berbeda dari yang lain, sudah tak terlalu menyakiti hatinya. Jika dia bekerja dengan dengan baik, dia yakin semua orang akan mempercayainya. Tapi… ada satu hal yang menyakiti Shi On, karena dia berbeda dengan orang lain.

Shi On menatap Yoon Seo sekilas, namun mengurungkan niatnya untuk mengatakan apa yang menyakitinya… “Tidak, buka apa-apa” pastinya hal itu berkaitan dengan Yoon Seo sehingga Shi On tidak jadi bilang.

Yoon Seo mendiskusikan masalah ini dengan Kim Do Han. Yoon Seo khawatir Shi On terluka. Kim Do Han berpendapat Shi On baik-baik saja, sekarang Park Shi On menjadi cukup percaya diri karena menerima dukungan dan pujian yang sangat baik. Yang lebih penting dari itu, kejeniusan Park Shi On yang luar biasa sudah tak mutlak lagi.

Yoon Seo bingung, “Tak mutlak lagi?” Kim Do han melatihnya karena dia ingin Shi On mengembangkan kemampuannya, karena itulah satu-satunya cara Shi On agar dapat bertahan. Tapi sekarang hal itu sudah tidak terlalu berarti lagi. Sebelumnya Shi On hanya memiliki kemampuan luar biasa itu, tapi sekarang perkembangannya melebihi hal itu.

“Itu sebabnya walau kemampuan itu hilang, Dia tetap bisa menjadi  Dokter yang cukup baik, Walaupun memiliki sedikit kekurangan”

Yoon Seo tersenyum mendengar penjelasan profesornya. Jadi Shi On sekarang sudah menjadi pilihan kedua dari pilihan yang diajukan Kim Do Han padanya dulu. “Seorang Dokter biasa yang memiliki akal sehat” Kim Do Han pun baru menyadari hal itu dan ikut tertawa bersama Yoon Seo.

Shi On kembali masuk ke kamar residen saat Il Kyu baru bangun tidur. Shi On masih tampak panik dan ketakutan. DIa berkata dia datang benar-benar bukan untuk tidur. Il Kyu mengerti dan merasa ingin makan sesuatu yang pedas.

Il Kyu pun memanggil Shi On, dia meminta Shi On untuk membawakan sup daging sapi pedas, dia merasa sup yang dulu di berikan Shi On padanya sangat lezat. Shi On mulai tenang dan berkata akan segera membawakan pesanan Il Kyu.

Shi On pulang ke rumah untuk membawa sup daging pedas untuk Il Kyu. Shi On menatap tempat tidurnya dan teringat saat pertama kali dia melihat Yoon Seo yang tertidur disana.

Sementara itu Yoon Seo sedang memikirkan kata-kata Shi On tentang apa menyakitinya karena dia berbeda dengan orang lain. Tiba-tiba Yoon Seo mendengar suara Shi On.

“Maafkan aku karena tadi  aku tak bisa memberitahumu. Satu-satunya alasan kenapa aku terluka bila berbeda dari orang lain. Itu karena kau, Dokter”

Yoon Seo melihat ke bawah balkon tempat dia berdiri, ada Shi On disana, yang sedang berbicara pada langit.

“Aku benar-benar baik saja sekarang  bila berbeda dari orang lain. Hatiku tak terluka. Tapi... Setiap aku melihatmu, hatiku sakit. Jika aku adalah pria yang memukau, Aku bisa membuatmu lebih bahagia,... Aku bisa berbuat lebih banyak hal untukmu.  Aku bisa menyanyikan  banyak lagu indah untukmu” Shi On pun mulai bernyanyi untuk Yoon Seo:

Jika aku menjadi langit
Aku ingin bermandikan wajahmu
Malam diselimuti langit merah
Seperti mentari terbenam
Aku ingin menyinari pipimu
Apa pun yang terjadi di dunia ini,
Aku ingin menjadi apa yang kubisa untukmu
Seperti hari ini,
Karena kita bersama
Entah bagaimana itu membuatku  sangat bahagia
Apa kau tahu? Kau satu-satunya yang kucintai
Begitulah perasaanku kepadamu.  

Selama lagu itu dinyanyikan Shi On membayangkan kisah cintanya yang indah dengan Yoon Seo, dimana dia dan Yoon Seo pergi kencan yang romantis, saling tertawa dan saling berkasih-kasihan seperti pasangan lainnya. Yoon Seo yang mendengar lagu itu pun menjadi terharu.

Esok harinya, Kim Sun Joo menempelkan penguman tentang pertunjukan Petre Pan yang akan dilakukan pada dokter tim pediatri, para anak dan orang tua di bangsal anak sangat antusias menantikan pertunjukan drama itu.

Sun Jo pun menempel pengumuman casting. Hong Kil Nam menggerutu karena dia jadi bajak laut no.2 kenapa dia mendapatkan peran jahat lagi, dan harus nomor 2? Kim Sun Joo melarangnya untuk protes, karena casting itu tanggung jawab sutradara.

Shi On mendapatkan peran utama. Dia berkata dia bisa memerankannya dengan baik dan akan tampil dengan segenap jiwa. Tapi… siapa yang akan memerankan kapten Hook? Sepertinya Yoon Seo, Shi On dan Sun Joo sudah merencanakan hal itu,

“Tunggu saja.. Bukan begitu dr. Park?”

Semuanya menjadi penasaran, tapi mereka bertiga memilih untuk merahasiakannya dulu.

Siapa lagi, kalau bukan Kim Do Han. Saat pertama kali mendengar permintaan Joon Yeong, Kim Do Han merasa ragu. Itu adalah keinginan Joon Young, dia ingin melihat Kim Do Han dalam pertunjukan itu. Jika melihatnya dia merasa akan lebih baik dan lebih cepat pulih.

Kim Do Han menawar dengan melakukan hal lain. Joo Yeong berkata jika tidak bisa, dia tidak akan menonton pertunukannya. Dia hanya akan minum obat dan tidur saja. Kim Do Han tidak bisa menolak lagi.

Tim pediatri pun mulai latihan untuk pertujukan peter pan di sela waktu istirahat mereka. Kim Do Han berlatih memerankan Kapten Hook dimana dia datang untuk menyerang Peter Pan (Park Shi On) da Tinkerbell (Yoon Seo).

Dengan gaya kakunya Kim Do Han mengucapkan dialognya, “Baiklah, dasar Peter Pan keparat... Buka kurung, keluarkan pedang” -->dialog aslinya: Baiklah, dasar Peter Pan keparat... (keluarkan pedang  [kacau nih profesor kim, masa tanda baca nya ikutan di baca juga, wkwkwkw]

Anak buahnya menjadi kesal, mengapa yang di dalam tanda kurung pun dibaca juga, Kim Do Han benar-benar tak tahu apa-apa. Dia beralasan bahwa dia hanya ingin memebua latian mereka sempurna. Tapi sayangnya tak ada yang percaya dengan alasannya, dengan kesal Kim Do Han pun bertanya, “Memangnya sejak awal  kalian langsung bisa?” dan dia mulai menyalahkan naskahnya, padahal yang lain menyukainya.

Mereka kembali memulai latihan dari awal lagi. Saat Kim Do Han datang sebagai kapten Hook, kali ini Shi On menggenggam erat tangan Yoon Seo, membuat Yoon Seo jadi gugup dan tidak fokus pada latihan. Dia malah memperhatikan Shi On dengan gugup dan mencoba fokus pada dialognya. [Akh~~ dr. Cha,, akui saja perasaanmu pada Shi On >.< ]

Yoon Seo merasa gugup dan bingung sendiri dengan apa yang dia rasakan saat Park Shi On menyentuhnya. Namun satu hal, dia merasa bahagia karena hal itu.

Yoon Seo melihat In Hae duduk di tempat favorite Shi On, dia langsung bertanya sedang apa In Gae berada disana? In Hae bilang dia merasa punggungnya pegal karena berbaring sangat lama. Yoon Seo mengerti dan mengijinkannya untuk duduk sebentar tapi In Hae harus segera kembali ke kamarnya.

Saat Yoon Seo akan pergi, In Hae memanggilnya. Dia meminta Yoon Seo untuk duduk disampingnya. In Hae berkata pada Yoon Seo,

“Dr. Park sangat menderita. Melebihi anak-anak yang sakit di sini”

Flash back pembicaran Shi On dan In Hae. Shi On mengatakan pada In Hae,
“Walau aku sudah lebih baik sekarang. Tapi aku tak pandai mengungkapkan  perasaanku seperti orang lain. Tapi belakangan ini, kupikir itu adalah hal yang baik. Karena aku tak perlu menunjukkan  perasaanku pada Dr. Cha.”

“Tapi terkadang, aku berharap  bisa menunjukkannya. Tapi ketika aku mencobanya,  aku tak bisa melakukannya dengan baik. Kau tahu, Aku berharap ada layar elektronik di hatiku”

In Hae berkata pada Yoon Seo, dr. Park mengatakan padanya dia berharap dr. Cha bisa melihatnya dengan jelas. Yoon Seo mendesis, “Dasar Bodoh”

Yoon Seo bersiap untuk pulang saat Shi On datang ke ruang staf, Yoon Seo bertanya apakah Shi On tidak ingin mengantarnya pulang? Ini sudah larut malam. Shi On menyetujuinya, dia akan mengantar Yoon Seo hingga pintu gerbang. Yoon Seo menolak, dia ingin Shi On mengantarnya sampai rumah. Shi On awalnya ragu, namun menyanggupinya juga.

Selama di perjalanan, Shi On menyadari ada yang salah dengan Yoon Seo, dia pun bertanya apakah ada masalah? Yoon Seo membenarkan dan mengatakan masalahnya setelah Shi On memintanya.

“Seorang anak bodoh membuatku putus asa”

Shi On yang awalnya tak sadar jika yang dibicarakan adalah dirinya bertanya siapa anak itu? Yoon Seo berkata, itulah maksudnya,, dia terus-terusan membuat Yoon Seo putus asa. Shi On belum mengerti juga dan merasa itu adalah hal yang salah, seharusnya Yoon Seo selalu merasa nyaman. “Tidak, aku tak merasa nyaman”

“Shi On. Kenapa kau selalu berpura-pura baik-baik saja an selalu menderita sendirian?”

Barulah Shi On sadar, “Apa mungkin orang yang  membuatmu putus asa... Aku orangnya?”

Yoon Seo membenarkan. Memangnya siapa lagi yang selalu ada disampingnya. Shi On menjelaskan bahwa dia berusaha untuk tidak membuat Yoon Seo tak nyaman padanya.

Yoon Seo langung berkata, “Jangan berpikir untuk memasang  layar elektronik di hatimu, Langsung saja katakan  apa yang ada dalam pikiranmu”

Shi On jadi tergagap, dia ingin berkata, jika seperti itu dia tidak akan bisa untuk bertemu Yoon Seo lagi, tapi sebelum itu Yoon Seo sudah mengatakan jika Shi On tetap bisa menemuinya,

“Karena aku ingin menemuimu sama seperti kau ingin menemuiku. Kau tak tahu siapa yang belakangan ini  membuatku tertawa dan menangis, 'kan? Kau tak tahu siapa yang  membuat hatiku sakit, 'kan?”

Yoon Seo mendesis, “Tentu saja kau tak tahu”

Namun Shi On sadar, “Kurasa itu karena aku”

“Sejak pertama datang, aku punya banyak kekurangan. Tapi kau memperlakukanku  seperti adikmu sendiri. Kurasa aku membuatmu  terlalu mengkhawatirkanku”

Yoon Seo menyangkalnya, itu bukan karena Shi On seperti adiknya. Lalu kenapa?

“Belakangan ini... Aku menjadi sedikit aneh. Sebenarnya bukan menjadi aneh... Kurang lebih seperti itu. Jadi... Aku tak suka ketika kau  dekat dengan wanita lain. Dan aku tak suka ketika kau memintaku mengatur kencan buta untukmu. Itu menggangguku”

Apakah itu benar? Shi On masih merasa ragu. Saat ini bahkan Yoon Seo tidak suka jika Shi On bergantung padanya lagi. “Sekarang,... Aku... Aku...”

Yoon Seo pun memeluk Shi On dengan perasaan takut dan gugup.

***
Akhirnya Yoon Seo mengatakan perasaan yang sebenarnya juga pada Shi On^^

Rasanya episode 18 ini nggak ada scene Kim Do Han dan Yoo Chae Kyung ya >.< padahal aku nunggu-nunggu scene mereka berdua,,, makin lama makin suka aja liat mereka berdua.

Setelah Shi On menjadi cupid untuk Chae Kyung dan Kim Do Han,,, kini giliran In Hae yang jadi cupid buat Shi On dan Yoon Seo^^




14 Komentar untuk "[Sinopsis] Good Doctor Episode 18 part 2"

Wahhh...akhirx kluar juga part 2 nya..
Makasih mbak....
Semangatttt.. wat nulis sinop episod selnjutx..

Ditunggu episope 19 ny a :)

Makasih sinopsisnya,,, akhirnya yoon seo nyatain perasaan sm shi on. Di tnggu kLanjutanNya. Fightinggggg

nggak sabar lihat pertunjukannya,
eps 19 ditunggu selalu...

mbak maaf ya sebelumnya.... ngakak deh baca tulisan berkasih-kasihan. hahaha, tidak bisakah di ganti dg berkisah-kasih.
hihihihi..
d tunggu sinopsis slnjtnya :)

tingal tersisa 2 episode lg, happy ending nggak ya??? semangat ya mba di tunggu klanjutannya, fighting ^^

he'em, gak ada chae kyung + kim do han..... :(
kim do han jadi bajak laut, pantes ya kayaknya.... hahahaha
ditunggu epi selanjutnya

Sekian lama aku menunggu, akhirnya sinopsisnya keluar jugaaa :)) makasih mbaa

Gomawo part 2nya, ditunggu selanjutnya...
Mb irfa, yon sheo kan bukan jd tinkerbel tp jd windy, yg jd tinkerbel kan perawat jo...hehee

di tunggu episode 19 nya mba irfa gomawo.........

Cie ad yg jadian nich dipart ini. Heheehee,
Teteh yg smngat y nulis sinop ny. Ditunggu buat kelanjutan ny.
Fighting teteh!!!!

yang di tunggu2 akhirnya...
akhirnya ada yang menyatakan cinta..
semangat episode selanjutnya...ditunggu sangat...

itu lagunya judulnya aapa ya...?

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top