[Sinopsis] Yes Captain Episode 9 part 1


Demi menjaga image Wings Air, Ji Won, Yun Seong dan Da Jin diminta Hong In Tae untuk meminta maaf pada penumpang yang telah dipukul Yun Seong karena mencoba melecehkan Ji Won. Mereka berusaha membela diri dan mengatakan bahwa itu adalah usaha untuk mempertahankan diri dari sebuah pelecehan. Hong In Tae tidak peduli dan tetap meminta mereka untuk meminta maaf.

Manager datang membawa Pria yang merupakan Penumpang yang dipukul Yun Seong. Hong In Tae berdiri memberi hormat. Pria tersebut terlihat marah karena merasa diperlakukan seperti sampah di dalam kabin pesawat. Dia menatap Ji Won dengan tatapan sinis yang juga dibalas Ji Won dengan tatapan yang sama saat penumpang tersebut berkata ketus pada Ji Won.

Da Jin bersiap untuk melawan, tapi Yun Seong mencegahnya. Yun Seong sepertinya ingin melihat dulu situasi agar masalah tidak semakin keruh.

Hong In Tae meminta Ji Won untuk meminta maaf pada pria itu. Ji Won masih menatap pria tersebut dengan pandangan tak suka. Pria itu mencibir bahwa dia hanya membuang-buang waktu saja dengan datang ke tempat itu, dia akan mengajukan tuntutan. Manager menahannya dan menyuruh Ji Won untuk meminta maaf.

Dengan berat hati dan sambil menahan amarah  Ji Won pun akhirnya bertanya apa yang harus dia lakukan untuk meminta maaf. Pria tersebut berkata bahwa Ji Won harus berlutut padanya. Da Jin dan Yun Seong kaget mendengar permintaan pria itu. Ji Won mendekat ke arah penumpang tidak tahu malu tersebut dengan tangan gemetaran yang sebenarnya menahan amarah. 

Saat Ji Won bersiap berlutut di hadapan penumpang tersebut. Yun Seong menarik Ji Won dan membawanya keluar dari ruangan. Mencegah Ji Won untuk melakukan hal bodoh yang seharusnya tidak dilakukannya.

Aksi Yun Seong membuat semua orang kaget, tak terkecuali Hong Mi Joo dan juga Da Jin. Mi Joo bahkan langsung mengikuti Yun Seong yang membawa Ji Won keluar ruangan.

Pria itu tentu saja merasa semakin di permalukan, dia mulai mengumbar ancaman bahwa Wings Air harus bersiap-siap. Dia meminta perminta maaf-an Publik. Da Jin jengah mendengar kicauan pria itu dan berkata satu-satunya orang yang seharusnya meminta maaf adalah pria itu sendiri.

Da Jin mendekat ke arah pria tersebut yang semakin marah mendengar kata-kata Da Jin. Pria itu bertanya, apa Da Jin tidak tahu siapa dirinya sehingga berani berkata seperti itu? Da Jin sepertinya tidak peduli bahkan ketika manager berusaha mencegahnya terus bicara, Da Jin tetap berencana melawan kata-kata penumpang tersebut.
 
Da Jin berkata, dia sangat mengenal orang seperti penumpang tersebut. Orang yang tak berguna yang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sendiri adalah sampah. Pria tersebut semakin geram, suasana ruangan semakin panas.

Rombongan Pramugari masuk ke ruangan dan berkata bahwa perkataan Da Jin benar, penumpang tersebut adalah sampah. Da Jin meminta pria itu untuk meminta maaf pada para pramugari. Pria itu tampak sangat tidak nyaman mendengar permintaan Da Jin dan kedatangan para pramugari sebagai saksi. Saat melihat Da Jin, pria itu teringat insiden yang dilakukan Da Jin terhadapnya. Pria itu tersenyum penuh kelicikan.

Pria itu mendekat pada Da Jin, dan berkata sepertinya Da Jin tampak akrab baginya. Pria itu berbisik pada Da Jin dan berkata, jika Da Jin mau menunjukan seberapa liar nya Da Jin sebagai wanita, dia akan melupakan insiden ini. Da Jin kesal mendengar perkataan pria itu dan berkata, “Liar?” Da Jin mulai membuka kancing Jas seragam pilotnya, kemudian memberikan pukulan di perut lelaki itu dengan lututnya. Semua orang kaget melihat apa yang dilakukan Da Jin.

Pria itu menggeram kesakitan sambil menahan amarah, dia bahkan kesal saat Manager mencoba membantunya. Pria itu berkata bahwa dia tidak akan membiarkan kejadian ini begitu saja dan melangkah keluar ruangan saking kesalnya. Da Jin berteriak pada pria itu, “Bukankan itu Liar?”

Hong In Tae mengingatkan Da Jin, orang yang sebaiknya berhati-hati adalah Da Jin, lalu pergi ke luar ruangan. Da Jin baru sadar apa yang diperbuatnya barusan pasti akan membuat masalah baginya. 

Da Jin mulai mengacak-ngacak rambutnya. Sementara para pramugari mengerumuninya dan mengagumi tidakan Heroik yang dilakukan Da Jin barusan.

Yun Seong menarik Ji Won hingga menuju lapangan parkir. Ji Won melepaskan tarikan tangan Yun Seong hingga membuat mereka berhenti. Yun Seong bertanya apakah Ji Won bodoh? Rela meminta maaf pada orang itu di hadapan banyak orang. Ji Won berkata dia pun tak ingin melakukannya. Maka Ji Won tidak perlu melakukannya, kata Yun Seong.

Ji Won berkata jika dia tidak melakukannya, maka Yun Seong akan berada dalam situasi yang sulit. YUn Seong mengingatkan, jika masalahnya seperti sekarang ini, Ji Won tidak seharusnya melakukan perminta maaf-an itu.

Mi Joo datang dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Mi Joo bertanya pada Ji Won, apakah dia akan meninggalkan masalah ini seperti ini saja? Ji Won berkata dia lah yang akan menanggung semua kesalahan. Yun Seong langung meyela dan berkata bahwa dia yang akan bertanggung jawab sepenuhnya. Yun Seong memohon pada Mi Joo untuk mengaturnya menjadi seperti itu.

Yun Seong masuk ke dalam mobilnya kemudian pergi meninggalkan Ji Won dan Mi Joo.

Mi Joo langsung memperingatkan Choi Ji Won, bahwa dirinya dan Yun Seong berada dalam hubungan special. Ji Won bertanya mengapa Mi Joo mengatakan hal tersebut padanya. Mi Joo ingin Ji Won memperhatikan tindakannya. (Ommo,,,, Mi Joo mulai terbakar api cemburukah? bukannya dia bilang dia akan bertindak jadi adik Yun Seong ya,, apa ini??)

Mi Joo pergi meninggalkan Ji Won yang juga sepertinya tidak senang dengan perkataan Mi Joo, dia menatap kepergian Mi Joo, kemudian menatap mobil Yun Seong yang sudah mulai menghilang dari pandangannya. (Sekarang giliran Ji Won yang terbakar api cemburu, ckckckck)

Han Da Jin, kena sial lagi. Manager Tim memerahinya karena mengatai pria yang melakukan pelecehan terhadap Ji Won sebagai sampah. Manager bilang saat membakar sampah membutuhkan bensin, dan Han Da Jin adalah bensin yang dapat memperbesar api saat membakar sampah. Manager bertanya apa yang akan Da Jin lakukan sekarang. Da Jin bilang dia akan mengikuti keputusan Manager. Maka manager berkata Jika perusahaan dituntut maka Da Jin akan kehilangan pekerjaannya. Manager pun menyuruh Da Jin untuk pergi.

Mi Joo menjadi galau diruangannya karena insiden hari ini. Mi Joo mencoba menelpon seseorang, tapi  tidak tersambung. Mi Joo kesal dan membanting ponselnya hingga rusak (sayang banget tuh ponsel)

Dong Soo datang ke sebuah kedai minuman dan melihat Da Jin yang sendirian di mejanya. Dong Soo kegirangan karena Da Jin sendirian. Dong Soo merapikan dulu penampilannya sebelum menemui Da Jin, tapi tingkahnya malah membuat para pengunjung lain salah paham karena wajah Dong Soo seolah mengejek mereka. Dong Soo pun masuk ke dalam.

Dong Soo menemui Da Jin dan bertanya  Apa yang membuat Da Jin memanggilnya untuk minum bersama? Apa yang terjadi pada Da Jin.

Saat Da Jin yang sudah cukup mabuk berniat mengambil lagi soju. Dong Soo menghalanginya dan menggantikan isi gelas Da Jin dengan air mineral. Dong Soo berkata bahwa dia sudah mendengar insiden yang dilakukan Da Jin terhadap salah satu penumpang pria. Da Jin berkomentar ternyata gossip sangat cepat tersebar. Dong Soo membela Da Jin, dari yang dia dengar Da Jin melakukan itu untuk pertahanan diri, mana mungkin Da Jin dipecat karena hal itu.

 Da Jin tetap cemas dia akan di pecat karena insiden itu. Da Jin mulai mencemaskan banyak hal. Ppo Song harus membeli seragam TK nya yang baru bulan depan. Dia harus mencarikan tutor untuk Ppo Song belajar bahasa Inggris dan,, bibinya,,, Hutang bibinya, mana mungkin Da Jin melupakannya. Dong Soo kemudian berkomentar agar Da Jin tidak mencemaskan masalah uang. Jika Da Jin dipecat dia akan bertanggung jawab pada kehidupan Da Jin.

Da Jin hanya tertawa miris, dan berkata tentu akan sangat menyenangkan jika kehidupannya ada yang menanggung, namun tentu saja dia tidak bisa melakukan itu.

Da Ji bangun dari duduknya dengan sempoyongan. Dong Soo berusaha menahan Da Jin namun Da Jin meolaknya. Sambil berjalan sempoyongan Da Jin keluar dari kedai minuman.

Da Jin berjalan sendirian dalam keadaan mabuk, sementara Dong Soo mengikutinya dari belakang. Dong Soo membunyikan klakson dan meminta Da Jin agar gadis itu masuk mobi. Tapi Da Jin sama sekali tidak mempedulikannya.

Da Jin berbalik, membuat Dong Soo kaget. Da Jin menyebutkan nomor polisi mobil Dong Soo dan menyuruhnya belok kiri, belok kanan, belok kiri, belok kanan kemudian memintannya untuk berbalik arah. Dong Soo menuruh dan mulai memundurkan mobilnya sambil melihat ke belakang. Saat dia berbalik ke depan Da Jin sudah tidak ada.

Da Jin berjalan dengan sempoyongan menuju rumahnya. Seperti biasa, dia akan melewati rumah Yun Seong. Di depan rumah Yun Seong, Da Jin berhenti dan menatap lampu kamar Yun Seong yang mati. Da Jin akhirnya bersandar di dekat pagar rumah Yun Seong.

Sementara itu, Dong Soo sibuk mencari Da Jin yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya dengan meninggalkan mobilnya disuatu tempat.

Yun Seong baru saja datang dengan mobilnya. Saat akan masuk rumah, dia kaget melihat Da Jin yang duduk di dekat pintu masuk rumahnya sambil tertidur. Yun Seong menatap Da Jin , dan buru-buru mendekatinya saat tubuh Da Jin hampir terjatuh karena tertidur sambil duduk.

Yun Seong mencoba membangunkan Da Jin, mulai dari memanggilnya Pilot Han dan Ha Da Jin berkali-kali, namun Da Jin tidak juga terbangun. Yun Seong pun akhirnya berteriak “Da Ji-na, bangun”

Bertepatan dengan panggilan Da Jin-na yang keluar dari mulut Yun Seong, Dong Soo datang dan bertanya, mengapa Pilot Han bisa menjadi Da Jin-na bagi Yun Seong. Yang berhak memanggil Da Jin dengan sebutan Da Ji-na hanyalah Dong Soo. Mendengar hal itu, Yun Seong segera melepaskan tangannya dari punggung Da Jin. Dong Soo berkata pada Yun Seong, jika Da Jin dipecat itu semua karena Kapten Kim Yun Seong. 

Da Jin akhirnya terbangun mendengar suara ribut-ribut. Dong Soo membantu Da Jin yang masih sempoyongan untuk bangun. Da Jin akhirnya terbangun dari tidurnya tapi masih dalam keadaan mabuk. Da Jin melihat Yun Seong dan tersenyum “Akh,, Ini adalah Kapten, Kapten,,, Figthing!” Kata Da Jin sambil mengacungkan kepalan tangannya memberi semangat pada Yun Seong.

Dong Soo mengajak Da Jin pulang sambil memapahnya, sementara Yun Seong hanya bisa menatap kepergian mereka dari kejauhan.

Esok harinya Da Jin membaca pengumuman bahwa Kim Yun Seong dipanggil oleh Komite Pertimabangan diskualifikasi. Da Jin segera menemui Yun Seong dan bertanya mengapa hanya Yun Seong yang dipanggil, padahal dia pun ikut andil dalam masalah ini. Yun Seong berkata semua telah diputuskan, jika Da Jin ingin membantu sebaiknya Da Jin diam dan tidak mengganggunya.

Da Jin mencari Ji Won di ruangan para pramugari. Seorang pramugari berkata bahwa Ji Won sedang berada dalam penerbangan. Da Jin kemudian diminta untuk menandatangani sebuah petisi yang menyatakan bahwa Kim Yun Seong tidak bersalah, para pramugari sedang berusaha untuk membantu Kim Yun Seong. Da Jin pun menandatanganinya.

Pramugari junior yang ternyata bernama Sa Rang menganggumi aksi Da Jin tempo hari. Da Jin tak mengerti. Sa Rang memperagakan aksi Da Jin yang memukulkan lututnya pada perut Pria yang melecehkan Ji Won, namun dia malah menyakiti Pramugara senior yang berdiri disampingnya, tak elak insiden itu membuat semua orang tertawa tak terkecuali Da Jin.

Da Jin akhirnya memutuskan menemui Direktur Wings Air. Dia meminta nomor Tony Brown, Inspektur Penerbangan yanga akan memberikan bintang pada Wings Air. Da Jin berkata jika mereka mendapatkan 5 bintang dari Tony Borwn, Da Jin berharap mereka bisa menyelamatkan Yun Seong. Direktur tak yakin dengan hal itu, namun Direktur mencoba membantu dengan memberikan alamat hotel tempat Tony Brown biasa menginap saat di Korea.

Dong Soo melihat Da Jin berjalan, dia mencoba menyapa Da Jin, namun Da Jin mengabaikannya. Dong Soo berkata apakah dirinya orang yang transparan? Da Jin hanya menyuruh Dong Soo tidak menghalangi jalannya. Saat Da Jin telah menjauh, Dong Soo pun berteriak, “Han Da Jin! Aku khawatir kau bolos kerja setelah kau minum” Da Jin berbalik, Dong Soo jadi salah tingkah karena merasa telah mempermalukan Da Jin dengan berteriak seperti itu di depan banyak orang.

Da Jin mendekat ke arah Dong Soo membuat Dong Soo merasa semakin bersalah dan mencoba menjelaskan. Da Jin kemudian bertanya apakah Dong Soo punya waktu luang. Dengan penuh semangan Dong Soo berkata dia punya banyak waktu luang.

Da Jin meminta Dong Soo mengantarnya ke Hotel dimana Tony Brown kemungkinan menginap. Da Jin bertanya pada resepsionis apakah dia Tony Brown menginap di hotel tersebut? Resepsionis mengecek dan membenarkannya. Da Jin meminta resepsionis untuk menelpon Tony Brown dikamarnya. Sayangnya Tony Brown tidak mengangkatnya. Dengan terpaksa Da Jin memohon agar resepsionis memberikan nomor kamar Tony Brown, karena Da Jin ada keperluan mendesak pada Tony Brown.

Resepsionis meminta maaf karena dia tidak bisa membantu, berdasarkan peraturan hotel mereka tidak boleh memberikan nomor kamar orang yang menginap di hotel tersebut. Da Jin mengerti dan kemudian pergi dengan lemas.

Tapi kemudian Da Jin berbalik dan berkata pada resepsionis,
“ Orang ini,,, aku sangat menghormatinya.  Dia adalah seorang pilot. Dia sangat bangga dan bertanggung jawab atas pekerjaannya. Namun, ia dituduh baru-baru ini. Dia mungkin tidak bisa terbang lagi. Kami sangat membutuhkan bantuan Tony Brown. Aku benar-benar ingin dia terbang lagi.”

Da Jin memohon pada resepsionis agar memberikan nomor kamar Tony Brown. Namun Resepsionis tetap menolak dengan alasan kebijakan hotel. Ini membuat Dong Soo berang dan mulai membentak resepsionis. Da Jin mencoba menenangkan Dong Soo, dan akhirnya memilih menyerah.

Sebelum Da Jin dan Dong Soo mencapai pintu keluar, resepsionis itu berkata, “Mr. Tony menyukai Mentimun” Dong Soo mencibir, siapa yang bertanya apa yang disukai Tony Brown. Namun dia dan Da Jin menyadari sesuatu, “Mentimun,,, Tony,,,” Dong Soo pun berkata pada Da Jin, bahwa dirinya pasti seorang yang jenius.

Da Jin dan Dong Soo telah berada di depan kamar 502* kamar Tony Brown menginap. Dong Soo merasa bangga karena dapat memecahkan perumpamaan yang diberikan resepsionis untuk memberitahu nomor kamar Tony Brown.
(*aku gak tau apa hubungan mentimun dengan 502)

Da Jin mengetuk pintu kamar Tony Bown, hingga pemilik kamar keluar. Da Jin kaget melihat siapa yang membuka pintu, dia adalah pria yang ditemuinya di bandara, yang salah memakai rambut palsunya. Tony Brown bertanya ada apa Da Jin kemari, dia mengenal Da Jin sebagai karyawan Wings Air dan berkata dia belum selesai memberikan penilaian pada Wing Airs kemudian menutup pintu, sama sekali tidak meberikan kesempatan Da Jin berbicara. Dong Soo jadi kesal dan mulai mengetuk kembali pintu kamar hotel Tony Brown.

Da Jin menghentikan Dong Soo dan mengajaknya pergi. Dong Soo berkata, Da Jin sudah sejauh ini, apa dia hanya akan menyerah. Da Jin tidak tahu lagi harus berbuat apa. Da Jin pun teringat sesuatu, foto langit yang dia temukan setelah dia bertemu dengan pria ber wig itu.

Da Jin kembali mengetuk pintu kamar Tony Brown. Da Jin menyerahkan sebuah amplop putih yang membuat Tony Brown salah paham. Tony Brown berpikir amplop putih itu bersisi uang suap yang disiapkan Da Jin, Tony Brown jadi sedikit kesal dan berkata dia bukan orang seperti itu dan menutup kembali pintu kamarnya. Da Jin gagal mengembalikan foto langit itu juga gagal membujuk Tony Brown agar bisa membantu Yun Seong.

Ji Won bersama beberapa pramugari menemui Manager Tim dan menyerahkan petisi yang telah ditandatangai banyak orang. Mereka berkata itu bukti bahwa Kapten Kim Yun Seong tidak melakukan kesalahan. Manager hanya tertawa mengejek dan berkata agar mereka meninggalkannya saja disana. Manager berkata semua belum diputuskan, hanya karena Yun Seong dibawa ke Komite pertimbangan diskualifikasi, itu belum menentukan dia diberhentikan.

Saat keluar mereka bertemu dengan Mi Joo dan bertanya apa yang terjadi. Pramugara meminta Mi Joo menandatangani petisi Yun Seong tidak bersalah. Mi Joo mencibir dan berkata, hal tersebut tidak akan mencegah Yun Seong dibawa ke Komite Pertimbangan Diskualifikasi. Mi Joo berkata pada JI Won, sebaiknya dia berpikir lebih realistis (Mi Joo sepertinya lebih senang Ji Won meminta maaf pada pria yang melecehkannya yang telah dipukul Yun Seong). Mi Joo pun pergi, namun dia berbalik dan berkata dia akan menandatangi petisi tersebut, meskipun itu tidak realistis, tapi jika itu memberikan sedikit harapan itu adalah hal yang baik.

Manager Tim memberitahu Hong In Tae bahwa Tony Brown menelpon bahwa dia akan mengumumkan hasil penilaiannya terhadap penerbangan Wings Air besok. Manager dan Hong In Tae berpikir bahwa ini menjadi waktu yang tepat untuk menyingkirkan Yun Seong. Karena Kapten Kim Yun Seong telah memukul seorang penumpang saat Tony Brown sedang memberikan penilaian terhadap maskapai penerbangan mereka.

Tuan Kang sedang membersihkan mobilnya sambil menyanyi didepan rumah Choi Ajussi. Bibi Yang keluar sambil membawa Ppo Song. Tuan Kang langsung kegirangan dan menyuruh Ppo Song segera masuk mobil karena cuaca sangat dingin. Setelah Ppo Song masuk Tuan Kang bertanya pada bibi Yang apakah dia akan duduk di belakang. Bibi Yang berkata dia akan duduk di depan, dan itu membuat Tuan Kang kegirangan.

Tuan Kang sedang menunggu bibi Yang di depan TK Ppo Song. Bibi Yang meminta maaf karena membuat Tuan Kang menunggu lama. Tuan Kang mencegahnya dan berkata, “Cinta… Tidak mengenal kata menyesal” Kemudian Tuan Kang memberikan minuman yang dia keluarkan dari balik jaketnya, Tuan Kang memberikan minuman tersebut sambil berkata, “Aku sudah menghangatkannya dengan hatiku yang membara” Semua gombalan Tuan Kang tentu saja membuat Bibi Yang tersipu malu dan berkata bahwa Tuan Kang sangat perhatian.

Tuan Kang berkata, mulai sekarang dia akan menjadi 9-1-1 nya Yang Mal Ja. Bibi Yang bingung, Tuan Kang pun menjelaskan bahwa saat Yang Mal Ja membutuhkannya tuan Kang akan siap sedia datang kapanpun. Bibi Yang makin terharu apalagi saat mendengar Tuan Kang menamai hari ini dengan nama “Mal’s Day” dan mengajak Bibi Yang untuk pergi ke gereja terdekat dan membuat beberapa kenangan indah. Bibi Yang kemudian berkata bahwa dia ingin makan spageti dengan saus. Tuan Kang pun bersedia mengabulkannya.
(Aku tahu, kenapa  Dong Soo bisa All for You banget sama Da Jin, lha bapaknya pandai menggombal kayak gini)

Hari dimana Kim Yun Seong dipanggil ke Komite Pertimbangan Diskualifikasi pun tiba. Para pramugari dan Da Jin cemas menanti di depan ruangan tempat Yun Seong disidang.

Di dalam ruangan sidang, Yun Seong mulai diintrogasi tentang insiden di pesawat dari Inggris menuju Korea hari itu. Mulai dari mengapa dia terlambat datang hingga merembet ke kasus pemukulan yang dilakukannya terhadap penumpang yang melecehkan Ji Won.

Yun Seong berkata dia terlambat datang hari itu karena keadaan Nenek yang menjadi salah satu penumpangnya sangat kritis hingga harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terlebih dahulu. Yun Seong merasa dirinya bertanggung jawab terhadap keselamatan semua penumpangnya.

Pernyataan Yun Seong ini, dijadikan tameng oleh Hong In Tae untuk menekan Yun Seong. Hong In Tae setuju dengan pendapat Yun Seong yang harus bertanggung jawab terhadap semua penumpangnya. Namun bagaimana bisa orang yang berpikiran seperti itu malah memukul penumpangnya sendiri. Yun Seong berkata dia tidak bisa membiarkan orang yang tidak tahu malu seperti penumpang yang telah dipukulnya.

Hong In Tae berkata Orang yang tidak tahu malu itu tetap saja penumpang mereka. Yun Seong berkata bahwa orang tersebut bahkan tidak bisa dimaafkan hanya karena dia seorang penumpang. Yun Seong berpendapat, sekalipun perusahaan mereka bangkrut, Mereka harus tetap memberikan perlindungan terhadap para Pramugari. Hong In Tae berkata, jika Yun Seong pergi maka mereka akan melindungi para pramugari.

Yun Seong tidak diam saja, dia melawan dengan berkata, yang seharusnya dilakukan wakil direktur saat ini adalah meminta maaf bukannya memeras. Yun Seong meminta Hong In Tae meminta maaf karena telah memihak pada pihak yang bersalah bukannya membela awak kabinnya. Hong In Tae menjadi geram mendengar kata-kata Yun Seong.

Peninjauan Komiite Pertimbangan Diskualifikasi  terhadap Kapten Kim Yun Seong akan dilanjutkan minggu depan. Manager Tim orang yang pertama keluar dan meminta para Pramugari yang berkerumun di depan ruanga sidang untuk pergi, dia tidak ingin lagi menerima petisi apapun. Para Anggota Komite keluar namun Yun Seong sama sekali tidak terlihat Da Jin langsung masuk ke dalam ruangan sidang dan menemukan Yun Seong yang masih duduk dengan tegak.

Ji Won yang belum lama datang menatap Da Jin yang mencari Yun Seong, tak lama Yun Seong keluar dari ruangan sidang tanpa mengatakan apapun dan meninggalkan semua orang. Da Jin berusaha mengejarnya, sedang kan Ji Won hanya bisa menatap kepergian Yun Seong.

Di atas Ayunan dia depan rumah Choi Ajussi, Da Jin mencemaskan nasib Yun Seong. Dia meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja karena itu hanya usaha mempertahankan diri. Namun di dalam hatinya dia tetap cemas. Da Jin menatap langit dan meminta bantuan pada Ayahnya

Di rumahnya Ji Won pun mencemaskan hal yang sama dia pun berdiri disamping jendela dan menatap langit malam dan meminta bantuan pada Kapten Han Kyu Pil oada apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dua orang wanita mencemaskan nasib seorang pria pada orang yang sama ditempat yang berbeda, sungguh ironi.. #abaikan

Bagaimana nasib Yun Seong selanjutnya? nantikan di part-2 nya.

13 Komentar untuk "[Sinopsis] Yes Captain Episode 9 part 1"

makasih mbak akhirnya sinopsis yes captain episode 9 part 1 di posting juga, ditunggu kelanjutannya semoga ga lama :)
oh ya mbak kalo mau beli dvdnya dimana ya ?

aku baru beli dvd nya di glody.. teks nya parah deh...
mending donlot aja

kalo mau download ni drama yang ga perlu pake registrasi d mana yha?
mohon bantuannya..
_Diva_

http://doramax264.com/9607/take-care-of-us-captain-k-drama/

diva coba kesitu...

Ak dah slsai ntnya. Epsod 9dst konfliknya dah mlai bgus. Sling cmbru gtu. Cma ya it translatnya prah gila.....

mbak download di doramax ga bisa

Yg part 2'y blm d lnjut y?
D tnggu kelanjutan'y y ^^

di tunggu part 2 nya.
SEMANGAT

di tunggu part 2 nya.
SEMANGAT
CHAIYO

@all:
maaf ya,, mungkin part-2 nya agak lama,, aku agak sibuk sampe hari rabu,, belum sempet lanjut nulis lagi,, janji deh,, sebelum hari kamis pasti dah aku post,,,terimakasih untuk selalu menantikan sinopsis Yes Captain,,

mbak irfa di daftar sinopsisnya belum dirubah ya disitu masih tertulis take care of us, captain episode 3 yang lainnya masih berwarna hitam

MAKASI YA,,DITUNGGU SINOPSIS LANJUTANNYA YA...

bbrrrr...............tak berkomentar,hanya menunggu pengakuan bang TONY, semoga membantu yoon sung, dan berkata semua berkat Da Jin....(ngarepnya gitu)

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top