[Sinopsis] Yes Captain Episode 4 part-2




Kantor Wings Air menjadi begitu ricuh karena Insiden pergantian tim Pramugari, tidak mudah mendapatkan tim pramugari yang baru dalam keadaan terdesak. Yun Seong paham benar hal itu, karena itu di menatap cemas pada para petugas. Da Jin datang menemui Yun Seong dan meminta maaf. Yun Seong tak menggubris, lalu kemudian berkata, apakah Da Jin tahu mengapa Da Jin tidak berkualifikasi? Yun Seong menyuruh Da Jin melihat para petugas yang tidak juga menemukan tim baru. Yun Seong berkata bahwa Da Jin hanya memikirkan dirinya sendiri. Da Jin tidak memikirkan bahwa dengan meminta tim baru, itu hanya menambah pekerjaan pada orang lain.

Keadaan semakin ricuh saat para pramugari tim Ji Won melakukan protes karena penolakan Da Jin dibawah pimpinan Lee Joo Ri. Mereka mendatangi manager dan berkata mereka tidak ingin terbang di penerbangan Pilot Han Da Jin. Manager bertanya mengapa mereka seperti ini? Lee Joo Ri berkata, mereka pun punya harga diri, mereka tidak bisa tinggal diam ditolak tanpa tahu alasannya. Tim pramugaripun pergi. Saat melewati Da Jin, mereka menatap sinis padanya, terutama Lee Joo Ri.

Manager menjadi semakin bingung dan meminta Da Jin untuk mengundurkan diri saja agar masalah ini bisa diselesaikan. Da Jin berkata dia akan menangani semua ini, Manager berkata agar Da Jin keluar saja. Manager meminta Kim Yun Seong untuk pergi dengan Co-pilot lain. Da Jin protes, tapi Yun Seong berkata dia akan pergi dengan pilot lain, membuat Da Jin membulatkan matanya mendengar keputusan Yun Seong.

Saat para petugas mencoba menghubungi Pilot lain, Da Jin menanti siapa tahu semua Pilot sibuk dengan jadwalnya. Namun manager sepertinya memilih menghubungi lebih banyak pilot dari pada memakai Da

Melihat keadan ini, Da Jin kemudian berinisiatif untuk bernegosiasi dengan para pramugari. Da Jin mencoba meminta para pramugari menghentikan penolakan mereka untuk terbang. Lee Joo Ri berkata Da Jin lah yang pertamakali menolak mereka. Da Jin berkata dia punya alasan, Joo Ri tahu itu, tapi tak peduli, dia tetap mengajak teman-temannya untuk meninggalkan dan tidak menghiraukan Da Jin. Dong Soo melihat kejadian ini dan dia menjadi tidak tega pada Da Jin.

Da Jin akhirnya tidak jadi terbang dan memutuskan pulang. Saat akan pulang, dia diperhatikan oleh para pramugari dari tim lain dengan tatapan sinis. Dong Soo menunggu Da Jin, dia bertanya mengapa Da Jin melakukan tidakan yang membuatnya dimusuhi par pramugari, apakah Da Jin ingin dipecat? Da Jin sedang lelah, dia tidak ingin berbicara dengan Dong Soo.

Dong Soo, Choi Ajussi dan Ppo Song bersiap untuk makan. Namun mereka menanti kedatangan Da Jin. Dong Soo kesal karena Da Jin tidak datang juga, Choi Ajussi bertanya apakah Ppo Song lapar? Ppo Song menjawab, dia tidak lapar, dia akan makan jika kakaknya telah datang.

Da Jin pun akhirnya datang. Ppo Song menyambutnya dengan gembira dan memeluknya. Ppo Song mengajak Da Jin untuk duduk dan berkata bahwa semua makanan di atas meja dimasak oleh Dong Soo. 

Da Jin tidak percaya, Dong Soo segera berkata bahwa tangannya memang sangat terampil. Da Jin bertanya mengapa Gurita? Dong Soo bilang dia sengaja memasakan ini untuk memberikan semangat pada seseorang. Da Jin menatap curiga pada Dong Soo. Melihat tatapan Da Jin, Dong Soo langsung berkata bahwa dia ingin memberikan semangat pada dirinya sendiri, jadi Da Jin jangan salah paham.

Di saat Ppo Song tertidur, Da Jin merenungi apa yang dialaminya hari ini. Dia memeluk Ppo Song dan menciuminya dengan penuh sayang.

Esok harinya Da Jin kembali datang bekerja dengan penuh semangat walaupun mendapatkan tatapan heran dari para rekan pilotnya. Da Jin berkata pada petugas pengatur jadwal penerbangan, dia akan menunggu jika dibutuhkan. Da Jin duduk di ruang tunggu sambil membaca buku penerbangan. Mi Joo melihat keberadaan Da Jin dan mengatakan, Jika pemboikotan terhadap Da Jin terus berlangsung Da Jin berada dalam masalah besar. 

Yun Seong melihat Mi Joo yang sedang berbicara dengan Da Jin. Mi Joo memberi salam pada Yun Seong saat menyadari kehadirannya dan pergi keruangannya.

Melihat Da Jin membaca buku, Yun Seong berkata, bahwa selalu ditemukan solusi di dalam buku, tapi untuk masalah Da Jin lain ceritanya. Yun Seong mengambil buku yang dibaca Da Jin dn menjatuhnya ke lantai. Da Jin hanya bisa diam sambil menahan emosi atas tingkah Yun Seong. Yun Seong berkata, karena kelakuan Da Jin semua pilot berada dalam masalah. Jika Da Jin tidak dpat menyelesaikan masalah ini dengan segera, lebih baik Da Jin pergi sekarang juga. 

Tanpa diusir dua kali, Da Jin mengambil bukunya dari lantai dan membawa barang-barangnya untuk pergi. Melihat kepergian Da Jin, Yun Seong hanya bisa menatap kepergian Da Jin dengan tajam.

Da Jin berjalan dengan gontai meninggalkan bandara. Da Jin berhenti di tengah jalan dan menatap pesawat yang sedang terbang. Da Jin bertanya pada dirinya sendiri apa yang harus dilakukannya? Walaupun dia harus mati, dia tidak bisa berhenti menjadi Pilot.

Di Sekolah, Ppo Song terbatuk-batuk saat pelajaran menggambar. Ppo Song sedang engambar Da Jin dalam seragam pilotnya.

Mi Joo menanti Yun Seong diparkiran. Saat Yun Seong datang, Mi Joo masuk mobil dan ketika Yun Seong akan masuk ke mobilnya, Mi Joo keluar dari mobilny dan menawarkan tumpangan untuk pergi minum teh, karena di tahu Yun Seong pasti lelh. Yun Seong menolak dan berkata dia ad penerbangan besok pagi. Mi Joo tak menyerah dan mengajak Yun Seong makan malam. Yun Seong berkata, Wakil Direktur pasti khawatir. Mi Joo bertanya, apakah Yun Seong menolak ajakannya karena ayahnya? Yun Seong mengelak dan berkata dia hanya lelah. Yun Seong pun pamit pergi.

Da Jin pulang ke rumah dan mencari Ppo Song, dia kaget mendapat Ppo Song yang demam tinggi. Da Jin panik dan segera membawa Ppo Song keluar untuk dibawa ke rumah sakit. 

Da Jin kesulitan mendapatkan taksi, kebetulan Yun Seong melihat Da Jin yang kesulitan mendapatkan taksi dan membawa seorang anak kecil yang tidak sadarkan diri. Yun Seong bertanya ada apa? sebelum sempat Da Jin menjelaskan Yun Seong menggendong Ppo Song dan melihat keadaan Ppo Song yang memburuk. Yun Seong malah sempat memarahi Da Jin dan segera mengjak Da Jin masuk ke mobilnya dan membawa Ppo Song ke rumah sakit.

Da Jin menangis melihat keadaan Ppo Song yang terkulai lemah. Da Jin sangat mencemaskn Ppo Song. Ppo Song sadar, Da Jin bertanya apakah Ppo Song baik-baik saja? Ppo Song menjawab dia tidak sakit, mendengar kata-kata Ppo Song, Da Jin makin bersedih. Da Jin minta maaf karena dia tak tahu jika Ppo Song Saki. Ppo Song berkata di baik-baik saja, apakah Da Jin pun bik-bik saj? Da Jin mencoba tersenyum dan berkatabahwa dia tidak baik-baik saja. Ppo Song bangun dan mencoba menenangkan Da Jin yang menangis. Da Jin memeluk Ppo Song dan menangis lebih keras.  Yun Seong yang melihat hal itu menjadi terharu dan merasa iba melihat keadaan Da Jin dan Ppo Song.

Ppo Song sudah bisa di bawa pulang. Ajussi menjemput Da Jin dan Ppo Song, lalu datang Dong Soo dengan mobilnya. Da Jin bertanya dari mana Dong Soo mendapatkan mobil. Dong Soo berkelakar dia menabung 300 won setiap hari. Choi Ajussi berkata, Dong Soo pasti meminjam mobil temannya. Dong Soo tak bicara apa-apa dan menyuruh Da Jin masuk ke mobil. Da Jin mengedrkan pendangannya ke arah lain, mencoba mencari seseorang. Hmm,, Da Jin mencari Yun Seong tapi yang dicari hanya melihat Da Jin dan Ppo Song yang dijemput Dong Soo dari kejauhan.

Ppo Song sudah tidur nyenyak di kamarnya. Choi Ajussi minta maaf, seandainya dia datang lebih cepat Ppo Song tidak akan jadi separah tadi. Da Jin berkata dialah yang bersalah karena tidak menyadari bahwa Ppo Song sakit. Dong Soo pun merasa bersalah, karena dia sebenarnya sudah tahu Ppo Song batuk sejak beberapa hari yang lalu, tapi karena permintaan Ppo Song yang tak ingin membuat Da Jin khawatir dia tidak mengatakan apapun.

Choi Ajussi berkata, jika batuknya semakin parah maka mungkin kondisi penyakit Ppo Song bisa saja menjadi lebih parah. Dong Soo bingung, Da Jin memberi isyarat pada Choi Ajussi untuk tidak mengatakan penyakit Ppo Song yang sebenarnya pada Dong Soo. Choi Ajussi paham dan meminta Dong Soo mengembalikan mobil yang dipinjamnya itu pada temannya. Dong Soo menurut saja karena dia juga sebenarnya sedang menyembunyikan tentang mobil itu.

Da Jin dan Ppo Song sedang mengobrol di kamar, Da Jin memberikan pertanyaan pada Ppo Song dan Ppo Song menjawabnya dengan benar. Mereka tertawa bersama dengan gembira. Da Jin berkata pada Ppo Song, jika Ppo Song mencoba bertahan lagi dari rasa sakitnya, Da Jin akan benar-benar marah pada Ppo Song.

Ppo Song berkata bahwa Da Jin pun harus berjanji bahwa dia akan mengganti kata “Maafkan aku”, “Terimakasih” dan “Aku mencintaimu” dengan berurutan. Da Jin pun berjanji. Ppo Song meminta maaf karena dia sakit lalu berkata bahwa dia sangat mencintai Da Jin. Da Jin pun berkata dia juga mencintai Ppo Song sambil memeluk adik kecilnya itu. Ppo Song meminta Da Jin menyanyikan sebuah lagu untuk Ppo Song agar Ppo Song bisa lebih cepat tertidur.

Da Jin pun menynyikan sebuah lagu untuk Ppo Song. Lagu itu terdengar sangat menyedihkan. Itu pun menurut Dong Soo yang ternyata belum pergi dari rumah Choi Ajussi dan malah mendengarkan Da Jin menyanyi untuk Ppo Song. Dong Soo berkata, “Mengapa Lagu ini terdengar sangat sedih?”

Da Jin berkata pada Ppo Song sepertinya dia telah kehilangan sesuatu. Da Jin berkata: “Maafkan aku, Terimakasih, Eonnie benar-benar mencintaimu” Da Jinmencium tangan kecil Ppo Song dan memeluk Ppo Song yang tertidur dengan lebih erat.

Lee Joo Ri masih kesal atas penolakan Da Jin pada timnya. Dia mengajak teman-teman satu timnya untuk bertemu di acara minum-minum. Lee Joo Ri menyatakan kekesalannya pada Da Jin karena berani menolaknya. Salah satu pramugari berkata hari ini Pilot Han terlihat sangat menyedihkan.  Lee Joo Ri berkomentar Da Jin pasti sengaja bersikap seperti itu untuk membuat mereka merasa bersalah. Lee Joo Ri memprovokator untuk tidak lagi memikirkan Da Jin. JI Won yang ikut acara minum-minum terlihat tidak setuju dengan perkataan Joo Ri, namun dia hanya diam dan ikut bersulang dengan para anggota timnya.

Da Jin menunggu Yun Seong di depan rumahnya. Yun Seong akhirnya keluar rumah dan menemui Da Jin yang langsung berterimakasih padanya karena pertolongannya hari ini membantunya membawa Ppo Song ke rumah sakit. Yun Seong menanyakan keadaan Ppo Song. Da Jin berkata Demamnya sudah turun dan keadaannya sudah lebih baik sekarang. Yun Seong bernafas lega mendengarnya.

Da Jin lalu berkata bahwa dia datang untuk memohon sesuatu walau dia tahu mungkin dia tak pantas memohon hal tersebut. Da Jin meminta Yun Seong membantunya, karena dia tidak menemukan cara untuk menyelesaikan masalahnya. Dia harus melakukan sesuatu dengan baik untuk menjadi yang terbaik, tapi yang terjadi dia terus jatuh. Da Jin merasa dirinya telah terluka parah, tapi dia tak bisa berdiri sendiri. Apa yang harus dia lakukan dan bagaimana melakukannya dia sama sekali tidak tahu, semuanya terasa gelap baginya.

Da Jin telah berakting dengan sangat baik di depan adiknya, dia berakting seolah dia lebih hebat dari Presiden, tapi sekarang dia kelihangan kepercayaan dirinya. Da Jin merasa ini mungkin tidak benar, tapi jika tidak melakukannya mungkin dia akan berada dalam masalah yang lebih besar. Jadi Da Jin ingin Yun Seong membantunya. “Bisakah kau membantuku. Aku Mohon Kapten, Aku mohon padamu” kata Da Jin sambil membungkukan badannya di depan Yun Seong.

Belum sempat Yun Seong menjawab, sebuah mobil berhenti di depan rumah Yun Seong. Pengemudinya yang ternyata Dong Soo keluar dari mobil dan menyapa Da Jin.  “Han Da Jin?”.  Yun seong dan Da Jin otomatis menoleh ke arah Dong Soo yang kemudian juga menyapa Yun Seong, “Anyohasimika, Kapten Kim” Yun Seong membalas sapaan Dong Soo yang terlihat kaget melihat tempat tinggal Yun Seong yang ternyata tidak jauh dari rumah Choi Ajussi.

Dong Soo berkata pada Da Jin bahwa Ppo Song terbangun. Da Jin tampak kaget dan berkata dia mengerti. Da Jin pun minta maaf pada Yun Seong karena telah menganggunya malam-malam dan pamit padanya. Dia berkata pada Dong Soo untuk berhati-hati di jalan pulang ke rumahnya. Da Jin pun pergi meninggalkan Yun Seong dan Dong Soo.

Dong Soo berkata pada Yun Seong, mereka mungkin akan sering bertemu, Dong Soo mengajak Yun Seong untuk minum bersama sekali-kali. Yun Seong menerima ajakan itu dan masuk ke dalam rumahnya. Dong Soo menatap Yun Seong yang masuk ke rumah dan Da Jin yang semakin menjauh secara bergantian, dia bingung dengan apa yang terjadi pada kedua orang itu.

Dong Soo pulang ke rumahnya. Ternyata rumah Dong Soo benar-benar mewah. Dong Soo masih kebingungan dan bertanya-tanya apa sebenarnya permohonan yang diminta Da Jin pada Yun Seong. Saat Dong Soo bertanya-tanya di kamarnya, Ayahnya datang dan berkata bahwa dia telah menemukan wanita yang rela memberikannya uang 300 won secara Cuma-Cuma untuk dijadikan istri Dong Soo.  

Dong Soo bertanya siapa wanita itu, dengan bangga Kang Ajussi berkata, “Pilot Wings Air, Han Da Jin” Dong Soo kaget mendengar nama Da Jin yang disebut, “Apa? Han Da Jin?” Dong Soo tertawa meremehkan. Kang Ajussi kaget dan bertanya apakah Dong Soo mengenalnya? Dong Soo berkata Da Jin benar-benar seorang pejuang. Ayahnya berkomentar seseorang harus berjuang untuk hidup. Dong Soo berkata bahwa Da Jin sangat miskin dan juga seorang yatim piatu, dia bahkan memiliki adik yang berusia 7 tahun. Kang Ajussi malah sama sekali tak terganggu dengan hal itu, malah menyuruh Dong Soo segera membawa Da Jin ke rumah, membuat Dong Soo tertawa geli melihat kelakuan ayahnya.

Yun Seong memikirkan semua kata-kata Da Jin yang memohon bantuannya. Dia mencoba memikirkan cara apa yang harus dilakukannya untuk membantu Da Jin.

Choi Ji Won bersiap untuk melakukan penerbangan. Lee Joo Ri berkomentar bahwa mereka tidak ada penerbangan hari ini. Choi Ji Won berkata mereka ada penerbangan, Lee Joo Ri protes dan berkata bukan kah mereka sedang melakukan boikot? Choi Ji Won berkata bahwa dia tak pernah menyetujui hali itu. Pramugari lain kaget dengan jawaban Ji Won. Lee Joo Ri berkata bukan kah mereka sudah bersatu untuk melakukan ini bersama kemarin. Ji Won berkata, dia pikir mereka semua professional dengan tidak melibatkan masalah pribadi dalam pekerjaan. Salah satu pramugari berkomentar Pilot Han Da Jin lah yang tidak professional dan membuat mereka memutuskan hal ini. Lee Joo Ri berkata mereka melakukan semua ini adalah untuk Ji Won sebagai manager mereka, jika Ji Won menghentikan pemboikotan ini, mereka hanya akan ditolak dan direndahkan.

Ji Won berkata pada timnya, “Sebelumnya, aku senang melakukan penerbangan. Tapi hari ini, aku takut itu. Karena aku merasa lelah, dan tidak nyaman,  penumpang akan merasa tidak nyaman. Bagaimana jika mereka mendapatkan perjalanan yang buruk karena kesalahanmu ? Hari ini bisa menjadi perjalanan pertama bagi seseorang,  tapi perjalanan terakhir untuk orang lain. Bagaimana jika bisnis mereka kacau karena aku? Bagaimana jika suasana pesawat kacau karna aku? Bagaimana jika penumpang terluka karna kesalahanku? Bagaimana Jika kesalahanku … menyebabkan ... kematian seseorang,  apa yang harus aku lakukan? Lalu apa yang harus ku lakukan dengan keluarganya hidup dalam penderitaan karena kesalahanku?”

Salah satu pramugari berkomentar, selama ini tak pernah terjadi hal seperti itu kan? Ji Won berkata, hal itu bisa terjadi pada siapapun. Lee Joo Ri bersikeras, jika mereka menyerah mereka akan mengalami penolakan lagi suatu saat nanti dan harga mereka tidak akan pernah pulih. Ji Won berkata jika mereka tetap seperti ini, maka sebenarnya mereka sudah kehilangan harga diri. Harga diri seorang Pramugari adalah dapat melindungi Penumpang pesawat dengan baik.

Beberapa pramugari sangat terkesan pada perkataan Ji Won, namun Lee Joo Ri tetap bersikeras. Dia berkata dia tidak bisa menyerah walau harus kehilangan pekerjaannya. Ji Won tak peduli, dia akan tetap terbang. Salah satu pramugari bertanya bukankah Ji Won membenci Pilot Han Da Jin? Ji Won berkata dia memang membencinya. Lee Joo Ri bertanya lalu mengapa Ji Won melakukan ini? Ji Won menjawab karena dia harus melanjutkan kehidupannya. Dia harus bersiap-siap untuk tes penilaian kinerja bulan depan. Para pramugari pun menjadi cemas mendengar kata tes penilaian kinerja.

Yun Seong memanggil Da Jin ke suatu tempat di bandara. Saat Da Jin datang, Yun Seong memberikan sebuah buku pada Da Jin dan menyuruh Da Jin membacanya satu persatu dengan sepenuh hati. Da Jin menerima buku itu. Ternyata buku tersebut berisi daftar penumpang pada penerbangan Osaka yang membuat Da Jin dikeluarkan di kokpit. Yun Seong berkata disitu ada sesuatu yang kau cari. Da Jin mulai membaca nama penumpang tersebut satu persatu.

Da Jin sepertinya mulai memahami sesuatu. Yun Seong pun berkata pada Da Jin:
“Apa kau mengerti sekarang? Pilot Han ... Kau melupakan hal penting? Mereka adalah nama-nama. Meskipun diantara nama itu ada orang yang membunuhorang tuamu di depanmu kau tidak harus lepas control.  Di depan mataku, Meskipun ada keluarga ku yang berada dalam pendarahan dan hampir mati. Seorang pilot seharusnya tidak pernah lepas kontrol. Apa kau mengerti sekarang? apa kau memahami apa yang kau lupakan ? Mulai sekarang, jangan pernah lupa bahwa ... nama-nama ini ...  adalah orang-orang harus kau urus.”

Da Jin berkata dia mengerti dan meminta maaf untuk kesalahan yang telah dilakukannya selama ini.

Da Jin mendatangi para pramugari dan meminta maaf untuk kesalahannya yang telah melukai harga diri para pramugari. Yun Seong melihat usaha Da Jin, tak lama dia kemudian pergi untuk melakukan penerbangan hari ini.

Da Jin berkata pada pramugari:  “Aku di sini untuk meminta maaf kepada kalian dengan tulus. Aku memiliki banyak kekurangan. Menyakiti kebanggaan kalian ...  aku tidak pernah bermaksud untuk melakukan itu. aku tulus, jadi Mohon maafkan aku.  Karena masalah pribadi, aku minta maaf karena telah menyakiti perasaan kalian. Penumpang menunggu kalian untuk kembali.  Seperti  aku, juga, yang sedang menunggu kalian untuk kembali.”

Lee Joo Ri mencibir Da Jin, bagulah jika Da Jin merasa bersalah. Da Jin  menatap Choi Ji Won dan meminta maaf atas kesalahannya, dia telah memikirkannya baik-baik dan dia merasa dialah yang bersalah. Choi Ji Won tak berkata apa-apa, dia hanya mengangguk menerima permintaan maaf Da Jin.

Pramugara berkata, karena Da Jin telah tulus meminta maaf pada mereka, maka mereka harus menghentikan acara boikot ini, hal ini disetujui oleh pramugari yang paling newbie diantara mereka, barulah yang lain pun menyetujui hal tersebut. Da Jin berterima kasih untuk pengertian tim Ji Won.

Da Jin berlari dengan bahagia. Dia menyakan keberadaan Yun Seong pada petugas pengatur penerbangan. Petugas berkata, Kapten Kim baru saja lepas landas untuk penerbangannya. Da Jin mengerti, dia pun berlari dengan penuh senyuman ke lapangan terbang. Dia menatap Pesawat yang baru saja lepas landas, dia menghormat pada pesawat itu dan berkata. “Terimakasih Kapten”

Da Jin sedang memasak saat Dong Soo datang ke rumah Choi Ajussi. Dong Soo kegirangan melihat Da Jin memasak dan mengambil salah satu masakan Da Jin. Da Jin mengahardiknya dan berkata bahwa itu makanan untuk peringatan besok. Da Jin bertanya pada Dong Soo mengapa Dong Soo selalu ke rumah Choi Ajussi dan bukannya pulang ke rumah. Dong Soo bilang dia ingin membantu Da Jin mempersiapkan hari Peringatan kematian ibunya. Da Jin memicingkan matanya dan bertanya, apakah kita mereka kerabat? mengapa Dong Soo peduli? Dong Soo berkata dia tidak sempet melihat wajah ibunya karena dia meninggal saat melahirkannya. Da Jin jadi sedikit bersimpati pada Dong Soo.

Dong Soo menawarkan tumpangan pada Da Jin untuk pergi ke makam orang tuanya besok. Dong Soo bilang dia libur besok jadi dia biasa mengantarkan Da Jin dengan mobilnya. Da Jin Mengeluh agar Dong Soo berhenti meminjam mobil orang. Dong Soo jadi sedikit marah dan berkata mobil itu benar-benar miliknya. Da jIn nampaknya tak percaya dan bertanya apakah Dong Soo juga punya pesawat terbang? Pesawat pribadi? Dong Soo berkata dia berencana membelinya setelah menghasilkan uang banyak.

Tanpa mempedulikan ejekan Da Jin, Dong Soo berkata besok dia akan menjemput Da Jin untuk pergi ke makam orang tuanya. Da Jin berterimakasih atas kebaikan hati Dong Soo. Dong Soo tersenyum dan berkata: “Go Cham See Eh” Da Jin kebingungan apa maksud Dong Soo dengan kata-katanya dan menanyakan hal itu pada Dong Soo. “Go Cham See Eh, itu adalah bahasa Pulau Orta yang artinya ‘Terimakasih’” Da Jin hanya bengeong, dia sepertinya baru mendengar bahasa aneh itu.

Dong Soo kembali menjelaskan: “Dalam bahasa Inggris ‘thank you’ dalam bahasa China ‘Xie Xie’ dalam bahasa Jepang ‘Arigato Gozaimasu’ . Mulai sekarang saat kau merasa berterimakasih padaku, maka ucapkanlah ‘Go Cham See Eh’”

Melihat tingkah Dong Soo Da Jin hanya memicingkan matanya lagi sambil berkata, “Apakah kau tahu, kau itu sangat aneh?” Dong Soo membela diri, itulah sisi yang menarik dri dirinya. Dong Soo memeinta Da Jin mencoba mengatakan ‘Go Cham See Eh’ padanya. Da Jin mencobanya beberapa kali, Dong Soo tampak kegirangan mendengarnya, “Go Cham See Eh?”

Ppo Song  ditemani Da Jin dan Choi Ajussi memeberi hormat di makam ibunya di hari peringatan kematian ibunya yang sebenarnya juga adalah hari ulang tahunnya. Di depan makam kedua orang nya Ppo Song berkata: “Omma, Appa… Hari ini adalah hari ulang tahun Ppo Song. Apakah kalian Iri? Eonnie-ya membelikanku sepatu Boots yang cantik. Ajussi membelikanku sebuah boneka. Bukankah ini snagat menyenangkan?” Ppo Song mengatakannya sambil dengan bangga menunjukka sepatu yang dipakainya dan boneka pemberian Choi Ajussi.

Ppo Song tertawa kegirangan. Sementara Da Jin menatap Ppo Song dnegan sedih. Choi Ajussi berkomentar, “Dia tidak tahu bahwa hari ini juga adalah hari kematian Ibunya” Da Jin tak berkata apapun dan hanya bisa menunduk, Sedih.

Sementara itu, Yun Seong pun mendatangi pemakaman orang tua Da Jin. Yun Seong berjalan ke arah makam orang tua Da Jin sambil membawa bunga. Yun Seong kaget saat melihat Da Jin ada di depan makam yang akan dikunjunginya. Apalagi dia mendengar kata-kata Da Jin yang memanggil Kapten Han Dan Istrinya sebagai Omma dan Appa.

Yun Seong mengingat hari pemakaman Istri kapten Han, dia baru mengingat wajah putri sulung Kapten Han. Yun Seong sangat kaget dan menyadari kenyataannya bahwa Da Jin adalah putri dari dari Kapten Han Kyu Pil dan Yang Mi Hye. Yun Seong kembali teringat kesalahan yang dia lakukan yang menyebabkan kematian Yang Mi Hye, istri kapten Han yang ternyata ibu dari Pilot yang selama ini dia kritik.

Saking kaget dan terpukulnya Yun Seong sampai jatuh terduduk ke tanah. Yun Seong terlihat sangat ketakutan menghadapi kenyataan bahwa Da Jin adalah Putri dari Guru yang sangat ia hormati dan wanita yang meninggal abis kesalahannya.

bersambung ke episode ke 5

credit gambar: Mad Dino Asylum

Komentar:
Wajah Ppo Song ketika sakit sangat mengenaskan. Penyakit Ppo Song sepertinya benar-benar serius. Salut sama Da Jin yang berani merendahkan harga dirinya demi meminta bantuan pada Captain agar dia bisa menjadi Pilot hebat seperti yang diimpikan Ppo Song. Apakah Captain akan tetap bersikap Arogan pada Da Jin setelah dia tahu bahwa Da Jin adalah putri dari Kapten Han?
4 Komentar untuk "[Sinopsis] Yes Captain Episode 4 part-2"

Akhirnyaaa,,, ad jg klanjutan nya.. Thanks mba Irfa.. :) :) :) ..

ini pasti efek ji jin hee...

thanx...banget ya sinopsisnya udah aq tunggu2 loh.....tetep semangat ya bwt nulisnya.....<3<3<3

"Go Cham See Eh" = Kocham Cie = I love you ;)

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top