Lee Jin Wook Story's part 3: Kepribadian dan Kebiasaan Lee Jin Wook




Dalam wawancaranya setelah usai berperan dalam drama Nine, Lee Jin Wook mengatakan: “Jika aku mendapatkan dupa misteri seperti yang terjadi di Nine, aku akan kembali untuk bertemu dengan cinta pertamaku. Itu adalah ketika aku berada di taman kanak-kanak, Aku berkata ingin menikahi pacarku dan mendapat omelan dari ibuku. Maka jika aku mendapatkan dupa itu, aku ingin kembali ke waktu tersebut dan berkata bahwa aku tidak ingin mengubah apapun. Aku tidak ingin melihat penampilan cinta pertamaku sekarang. Tapi saat itu aku sangat bahagia dan selalu ingin menatapnya”


Lee Jin Wook: “Kembali menghadapi kesalahan masa lalu dan kenangannya, tentu saja aku akan ingin memperbaikinya, Tapi tetap saja itu adalah sebuah kesalahan, Aku pikir aku akan melakukan hal yang sama lagi. Sekatang aku percaya bahwa karena beberapa kesalahan itu, akan ada hari dimana aku menjadi lebih bijaksana dan dapat mengakui kesalahanku. Dan aku pikir hal tersebut akan menjadi kekuatan pendorong bagiku sebagai seorang aktor”

Lee Jin Wook: “Baru-baru ini, aku melihat kembali pekerjaan pertamaku. Tapi rasanya sangat aneh, saat itu aktingku terasa sangat canggung, tapi jika dilihat sekarang, itu terlihat baik-baik saja. Akting bukan hanya berubah dari stylish menjadi kuno, melainkan semakin besar perubahan ekspresi secara emosional dan menjadi tidak biasa, itu adalah akting. Sekarang itu terlihat baik-baik saja. Lebih dari foto kelulusan yang stylish, sesuatu yang biasa juga akan terlihat baik. Tentu saja, bahkan jika itu terlihat bagus, aku akan melakukan yang lebih baik lagi”


Musik dan Buku Favorit Lee Jin Wook

Lee Jin Wook: “Musik Favorit ku adalah pansori “Simcheongga” (Pansori adalah Musik korea dengan gaya storytelling) dan music klasik “Rachmaninoff: Piano Concerto 2”. Baik Musik Klasik maupun Tradisional keduanya sama-sama menarik untukku. Di masa lalu, aku mempelajari bahwa pansori sangat membantuku dalam vokalisasi ketika berakting dan aku sangat menyukainya”

Lee Jin Wook: “Buku Favorit ku adalah ‘Cather in the Rye’ karya Salinger, 'Perfume' karya Patrick Süskind, dan 'Moon Palace' karya Paul Auster. Secara khusus, Aku sangat menyukai 'Perfume' karya Patrick Süskind. Membaca novel tersebut membuatku berpikir dan ingin berakting memerankan karakter pembunuh berantai”

Kepribadian Lee Jin Wook tampaknya sangat dipengaruhi oleh sang Ibu

Lee Jin Wook: “Ketika menonton drama bersama, Aku dan ibuku berbincang tentang kehidupan, lalu ibuku berkata, “Kau tidak hidup untuk kehidupan yang sia-sia. Hiduplah setiap saat dengan bahagia” Karena percakapan tersebut, aku berpikir untuk menikmati masa mudaku”

Lee Jin Wook juga mengakui sesuatu tentang kebiasaan di masa kecilnya

Lee Jin Wook: “Sejak kecil, aku menikmati waktu sendiriku dan tidak pernah merasa bosan karena hal itu. Sejak usia muda aku aku senang membaca buku dalam kesendirian. Aku adalah anak yang tahu apa yang dimaksud dengan kesepian”

***
Akhirnya selesai juga^^ ini part terakhir dari Lee Jin Wook's Story, maaf kalo sub judulnya tidak mencerminkan isinya hehehe, aku hanya menterjemahkan apa yang dikumpulkan oleh si penyusun artikel aslinya.

Lee Jin Wook adalah aktor yang konsisten, sejauh ini dalam setiap wawancaranya, jika dia membicarakan hal yang sama, maka komentarnya tidak pernah berubah. Seperti saat dia membicarakan tentang apa yang akan dia lakukan jika dia mendapatkan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, maka jawabannya adalah sama, bahwa dia sama sekali tidak berniat untuk mengubah masa lalunya, bahkan jika begitu banyak kesalahan yang telah dia lakukan di masa lalu.

Dan ternyata prinsip hidup yang aku kagumi saat dia tampil di Strong Heart itu adalah nasihat ibunya, tentang menjalani kehidupan dengan bahagia. Aku rasa Lee Jin Wook sangat menyayangi ibunya, itulah mengapa dia kerap kali mendapat pujian memiliki good manner dalam memperlakukan wanita, entah tua, muda ataupun anak-anak. Belum lagi dia memiliki tiga orang kakak perempuan, dan menjadi adik bungsu dari 4 bersaudara, tidak aneh jika beberapa sunbae wanitanya yang mengatakan dia adalah tipe adik laki-laki idaman karena perhatiannya. Yah... meski terkadang perlakuannya ini bisa jadi di salah artikan dan beberapa orang menganggap Lee Jin Wook sedang tebar pesona (baca Playbloy)

Semakin aku membaca interview Lee Jin Wook, semakin aku merasa kepribadian Lee Jin Wook mirip dengan kepribadianku, bahkan salah satu buku favorit kami pun sama? Sama sekali tidak pernah menyangka jika Perfume adalah novel Favorit Lee Jin Wook, karena Novel itu pun salah satu Novel Favorit ku. Bahkan mimpinya untuk bisa memerankan serial killer sudah sejak lama menjadi mimpiku untuk melihat Lee Jin Wook menjadi serial killer yang psikopat, sayang sampai saat ini belum kesampean juga.

sumber:
artikel korea: yurajun.tistoty.com
terjemahan inggris: cheshirecat1023.tumblr.com

Note: maaf jika ada yang salah menterjemahkannya, aku sebenarnya tidak mahir berbahasa inggris, masih bermodalkan google translate untuk beberapa kata dan kalimat, dan ada beberapa part juga yang sengaja tidak aku terjemahkan karena tidak yakin dengan terjemahan versiku

1 Komentar untuk "Lee Jin Wook Story's part 3: Kepribadian dan Kebiasaan Lee Jin Wook"

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top