Marriage Without Dating Episode 12: My Friend's Weeding



Se Ah mengatakan semuanya untuk membuat Ki Tae berhenti, dia tidak punya cara lain lagi. Mengapa Ki Tae tidak pernah mengatakan padanya, alasan Ki Tae tidak ingin  menikah dengannya 3 tahun lalu, alasan mengapa Ki Tae ingin hidup sendirian. Se Ah tidak pernah tahu jika Ki Tae memiliki luka seperti itu. Bukan kah waktu itu juga Se Ah berpikir pernikahan itu rumit? Itu hanya alasan agar Se Ah tetap bisa berada disamping Ki Tae meskipun hanya sebagai teman.

Kali ini Se Ah akan mendengarkan apa yang ingin Ki Tae katakan padanya, dia akan menghiburnya. Jadi mengapa mereka tidak mulai dari awal lagi? Se Ah kemudian mengajak Ki Tae menikah denganya. Se Ah bahkan melangkahkan kakinya ke dalam tanda hati yang di buat Ki Tae untuk melamar Jang Mi. Ki Tae hanya tertawa sinis mendengarnya. Dia malah merasa terganggu mereka menjadi seperti itu. Sangat menyenangkan saat ada jarak diantara mereka sehingga mereka tidak mengetahui keburukan masing-masing.

Se Ah jadi kesal, dia mengabaikan harga dirinya demi Ki Tae. Untuk apa? Se Ah kan sudah punya semuanya. Se Ah juga manusia, dia punya perasaannya. Lalu? Apakah hanya Se Ah seorang yang punya perasaan? Jadi dia bisa berbuat semaunya pada orang lain? Se Ah meminta Ki Tae memahaminya, alasan dia mengatakan segalanya pada Ibu Ki Tae. Dia sudah mencoba semampunya, tapi yang Ki Tae pikiran hanya Joo Jang Mi, jadi dia harus bagaimana lagi. Ki Tae makin kesal dan berkata agar Se Ah tidak lagi muncul di hadapannya! (Yes!!) Se Ah akhirnya pergi dari hadapan Ki Tae sambil menahan tangisnya.

Jang Mi mendorong Yeo Reum yang memeluknya, lalu dia mengikuti kemana pandangan Yeo Reum, ada ibu Ki Tae disana yang menatapnya dengan kecewa. Jang Mi sangat kaget melihatnya. Tanpa mengatakan apapun Ibu Ki Tae pergi dari tenpat itu dan mengabaikan panggilan Jang Mi.

Melihat sikap Yeo Reum, Jang Mi langsung mengerti jika Yeo Reum sengaja melakukannya. Mengapa Yeo Reum melakukan hal itu? Karena Yeo Reum menyukai Jang Mi. Mendengar pengakuan Yeo Reum. Jang Mi jadi kesal dan memutuskan pergi.
                                                   

Ki Tae menelpon Jang Mi dan bertanya dia ada dimana, Jang Mi minta maaf karena dirinya semuanya jadi ketahuan. Jang Mi tidak ingin dulu bertemu dengan Ki Tae.

Tiba di toko Ayam goreng, Jang Mi menanyakan ibunya yang ternyata pergi ke rumah Ki Tae untuk mengantarkan selimut pengantin dan sekalian Ibunya Ki Tae ingin bicara dengannya. Jang Mi panik dan langsung pergi menuju rumah Ki Tae dengan mengabaikan pertanyaan Ayahnya mengapa dia tidak datang bersama Ki Tae.

Ibu tiba di rumah Keluarga Ki Tae dengan buntalan selimutnya yang besar. Bibi dan Nenek menyambutnya dengan ramah dan berkata agar Ibu Jang Mi menunggu sebentar karena besannya baru selesai mandi.

Ki Tae datang ke toko Ayam goreng, Ayah Jang Mi bingung mengapa dia tidak datang bersama Jang Mi, apakah mereka bertengkar? Ki Tae merasa tak enak dan bertanya dimana Jang Mi, saat tahu Jang Mi dan Ibunya ada di rumah keluarganya, Ki Tae pun panik dan mengabaikan panggilan Ayah juga. Poor Ayah Jang Mi~~~~

Ibu Ki Tae tampak enggan menemui Ibu Jang Mi, karena teringat Jang Mi yang dipeluk Yeo Reum. Namun dia harus menghadapinya juga, dengan dingin Ibu Ki Tae berkata sebaiknya Ibu Jang Mi membawa kembali selimutnya. 

Jang Mi datang dan kena semprot Ibu Ki Tae karena masih berani datang. Ibu Ki Tae berkata pernikahan Jang Mi dan Ki Tae tidak akan pernah terjadi. Apakah ibu yang harus menjelaskan pada Ibu Jang Mi?

Tanpa menunggu persetujuan Jang Mi, ibu membeberkan semuanya bahwa Jang Mi dan Ki Tae hanya membohongi mereka tentang rencana pernikahan itu demi Ki Tae yang tidak mau menikah. Ibu Jang Mi tak percaya, tapi putrinya itu meminta maaf di hadapan semua orang, jadi itu benar?

Nenek mencoba membela Jang Mi, meskipun awalnya mereka berbohong, tapi sepertinya keduanya sudah saling suka, bibi berpendapat bukan kah mereka juga sudah memastikan cinta Jang Mi dan Ki Tae? Jika mereka saling suka, tidak mungkin hari ini dia melihat Jang Mi dipeluk pria lain. Nenek dan Bibi juga ibu Jang Mi kaget.

Apa Jang Mi punya pria lain? Jang Mi tidak bisa menyangkal, dia meneteskan air mata dan meminta maaf, bahkan berlutut di hadapan semua orang. Ibu mengatakan kata-kata kasar pada Jang Mi, sehingga membuat Ibu Jang Mi tak tahan dan mengajak Jang Mi pulang, tapi… Ibu meminta mereka untuk membawa pulang buntalan selimut yang besar itu juga. Dengan sisa harga dirinya, Ibu Jang Mi mengangkat buntalan selimut yang besar itu hingga sempat terjatuh.

Nenek merasa Ibu Ki Tae keterlaluan. Meskipun Jang Mi bersalah, tapi apa salah ibunya? Apakah dia harus memperlakukan mereka sekejam itu?

Ibu Jang Mi berjalan dengan amarah yang tertahan diikuti Jang Mi yang memelas di belakangnya. Mobil Ki Tae berhenti dan menemui mereka. Ibu Jang Mi kadung kesal dan berkata agar Ki Tae tidak mendekati lagi putrinya kemudian melemparkan buntalan selimut yang di bawanya pada Ki Tae. Melihat amarah dan luka hati Ibu Jang Mi, Ki Tae ingin menjelaskan situasinya, tapi Jang Mi berkata bahwa ibunya saat ini tak akan mendengarkan apapun.

Ki Tae datang ke rumahnya dan bertanya pada Ibu apa yang dia katakan pada Ibu Jang Mi? Apakah dia menghinanya? Nenek meminta Ki Tae minta maaf dulu, tapi Ki Tae tidak mendengarkan, dia malah berkata bahwa kini dia tulus mencintai Jang Mi, jadi dia tidak peduli. Ibu mencibir, bahkan jika Jang Mi memiliki kekasih? Akh… Han Yeo Reum.. dia bukan siapa-siapa… Pokoknya Ki Tae tidak peduli, lagi pula bukan kah di rumah ini pun ada orang yang memiliki wanita lain di luar. Ibu marah mendengar kata-kata Ki Tae dan langsung menamparnya. Keadaan menjadi semakin buruk.

Ayah marah saat tahu kebenarannya, dia menyalahkan Ki Tae untuk semuanya, dia kesal karena dia sudah datang ke rumah, meminum alkohol yang di tuangkannya, memakai bajunya, bahkan tidur di kamar putrinya *Ups* Jang Mi hanya diam dan dia mencoba menyembunyikan saat Ki Tae menelponnya, namun Ayah mengetahuinya dan mengambil ponsel Jang Mi.

Dengan penuh amarah, Ayah melampiaskan rasa kesalnya pada Ki Tae, dimana Ki Tae sekarang? Ki Tae ada di depan toko Ayam goreng, dia ingin menjelaskan segalanya. Ayah memerintahkan Ki Tae untuk tidak pergi kemanapun. Dia membawa tongkat bisbol dan bertekad akan membunuh Ki Tae malam ini.

Jang Mi kalut dan langsung memeluk Ayahnya, dia berkata karena Kedua orang tuanya sangat menyukai Ki Tae, itulah alasan mengapa Jang Mi tetap meminta Ki Tae berpura-pura untuknya. Dalam ingatan Jang Mi ayah dan ibunya tidak pernah bahagia, tapi sejak ada Ki Tae mereka sangat antusias dan selalu ada bahan untuk dibicarakan bersama, bahkan sarapan pagi bersama. Jang Mi mengatakan semua itu sambil menangis, Ayah mengerti bagaimana perasaan Jang Mi, dan Ibu yang sedang menangis di kamar pun mendengarnya. Ayah kemudian memeluk putrinya, mungkin dia dan istrinya tak pernah sadar seberapa dalam luka yang mereka torehkan pada Jang Mi karena terus-terusan melihat Ayah dan Ibunya bersitegang.

Ki Tae tetap menunggu di depan toko Ayam goreng, namun tentu saja Ayah tak pernah datang untuk menghajarnya atau pun mendengar penjelasannya.

Hoon Dong menggalau saat mengantar Hyun Hee ke RS, dia ragu dengan rencana aborsi itu, namun Hyun Hee tampak tidak gugup sama sekali. Hyun Hee bertanya apakah Hoon Dong ingin melihat bayinya? Hoon Dong hanya diam saja, Hyun Hee mengerti dan masuk ke ruang pemeriksaan.

Tidak tahan menerima tekanan, Hoon Dong memutuskan pergi, namun kemudian dia mendengarkan suara detak jantung bayi nya. Aha! Hoon Dong membuka ruang pemeriksaan dan mengajak Hyun Hee keluar dari sana. So.. Hoon Dong tidak ingin Hyun Hee melakukan aborsi, mengapa Hyun Hee begitu mudah menyerah, padahal saat di kuil dia bilang bayi itu adalah hadiah untuknya.

Ternyata Hyun Hee sama sekali tidak ada niat aborsi, dia hanya melakukan ini demi menjebak Hoon Dong, dia sadar jika orang yang ragu-ragu seperti Hoon Dong akan terenyuh mendengar denyut jantung bayinya. Hoon Dong mengo, dia merasa tidak mengebali Hyun Hee. Tapi… itulah Hyun Hee yang sebenarnya, jika waktu di ulang malam itu dia akan tetap memilih Hoon Dong.

Walhasil Hoon Dong lagi-lagi diusir Ibunya dari rumah dengan hanya menggunaka boxer, dia berteriak meminta Ibunya melihat hasi USG, dia sudah mendengar detak jantung bayinya, dia yakin itu anaknya. Ibu tak peduli, tapi kini ada Hyun Hee yang memberikan baju padanya.

Pagi hari ibu menyediakan sarapan, Jang Mi merasa heran, tapi Ayah memintanya menuruti saja keinginan ibu yang ingin membuat Jang Mi bahagia. Ibu sadar jika apa yang terjadi antara Jang Mi dan Ki Tae pada dasarnya kesalahan dia dan suaminya sebagai orang tua. Mereka tidak pernah menjadi orang tua yang bahagia untuk Jang Mi, semua itu salah mereka, jadi… sebaiknya mereka cerai saja.

Tanpa pikir panjang ibu membubuhkan stempel namanya di surat cerai yang sudah dia persiapkan sejak lama. Jang Mi panik dan meminta Ayah mengatakan sesuatu, percuma.. Ayah tampak tak peduli.

Yeo Reum memutuskan berhenti dari restoran Hoon Dong karena ingin mendapatkan uang lebih banyak dan tidak bisa bekerja lagi dengan melihat orang yang membuatnya tidak nyaman. Hoon Dong mencegahnya, namun Yeo Reum sudah meneguhkan pendirian dan pergi begitu saja. Hoon Dong kesal dan berkata Yeo Reum bukan berhenti tapi DIPECAT! Tepat saat itu Ibu Hoon Dong datang dan berkata Hoon Dong pun di pecat dari jabatan sebagai CEO di restoran itu.

Jang Mi pun di pecat dari pekerjaannya karena kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu, lagi pula selama ini pun performa Jang Mi tidak baik karena sering mendapatkan tamu pribadi dan ijin tiba-tiba. Meski berusaha membela diri, tapi akhirnya Jang Mi tak bisa berkutik lagi dan menerima pemecatan itu.

Kembali ke toko Jang Mi melihat Hoon Dong dan Hyun Hee yang tertawa bersama para karyawan lain, Hoon Dong mengundang mereka ke acara perpisahan Hyun Hee, karena hari ini adalah hari terakhir Hyun Hee bekerja. Mereka akan menikah. Jang Mi kaget, namun akhirnnya memberi selamat juga. Diam-diam dengan kesedihannya, Jang Mi pun pergi dari sana.

Hoon Dong tahu jika Jang Mi akan menyendiri di kursi itu, apakah Jang Mi sedih karena Hyun Hee yang lebih dulu menikah, bukan begitu… Jang Mi pun bercerita jika kebohongannya dan Ki Tae sudah terbongkar dan semuanya jadi rusuh. Hoon Dong kaget dan merasa bingung mengapa Jang Mi begitu sedih, bukan kah dia masih punya Han Yeo Reum? Yang saat ini pasti sangat sedih adalah Ki Tae, kenapa? Hoon Dong memang bermulut besar, dia mengatakan pada Jang Mi jika Ki Tae menyukainya.

Mendengar hal itu, Jang Mi jadi menangis, bagaimana bisa Ki Tae menyukainya, dia memperlakukan Jang Mi dengan sangat buruk. Ki Tae memang begitu, Jang Mi pun akhirnya menangis lebih keras, Hoon Dong menyadari sesuatu… Jang Mi juga menyukai Ki Tae? Seharusnya Hoon Dong tidak mengatakannya, karena dengan begitu akan sulit bagi Jang Mi untuk melupakan Ki Tae. Apa masalahnya? Mereka kan saling menyukai sekarang ini? Tidak Bisa! Hubungan orang tua mereka sudah rusak, Jang Mi harus segera menghapus perasaannya, itulah yang terbaik untuk semua orang.

Harusnya Jang Mi itu bahagia, mengapa hidupnya begitu menyedihkan? Lalu mengapa Hoon Dong terlihat sedih, dia kan akan menikah? Hari ini dia dipecat, jangan bilang pada Hyun Hee. Jang Mi juga curhat, dia juga di pecat. Hoon Dong sedih karena ibunya tidak akan datang ke pernikahannya. Jang Mi bilang orang tuanya akan cerai. Keduanya menangis bersama.

Mengapa Hoon Dong menangis, dia sebentar lagi akan jadi ayah? Itu lebih menyedihkan karena dia tak punya apa-apa. Jang Mi tidak bisa berhenti menangis karena melihat Hoon Dong menangis, mereka pun berpelukan sambil menangisi nasib masing-masing… Tapi… hujan tiba-tiba turun dan membuat memaksa mereka berhenti menangis karena harus masuk ke dalam, hahahaha… itu hujan ada-ada aja >.<

Ki Tae mencobea menelpon Jang Mi, tapi tak pernah diangkat. Di Tokonya Jang Mi menatap deretan barang mewah yang di pajang, setiap hari dia melihatnya, namun mereka tak pernah jadi miliknya. Mulai hari ini Jang Mi akan mencari apa yang seharusnya menjadi miliknya.

Tiba di depan apartemen, Ki Tae menemukan Jang Mi yang sedang berjongkok, Ki Tae senang dan mengajaknya masuk. Jang Mi menolak, kini tak ada alasan lagi untuk dia masuk, semuanya sudah berakhir. Ki Tae tidak merasa begitu. Apalagi yang Ki Tae inginkan? Bukan kah dia sudah mendapatkan kebebasanya? Seharusnya Ki Tae pulang ke rumah keluarganya. Ki Tae tampaknya ingin mengakui perasaannya pada Jang Mi, namun Jang Mi langsung memotong pembicaraan Ki Tae dan berkata jika Ki Tae keterlaluan, apakah Ki Tae tidak memikirkan perasaan ibunya? Ibu Ki Tae selama ini harus menderita karena suaminya berselingkuh, lalu dia melihat Jang Mi yang dipeluk Han Yeo Reum, Ki Tae harusnya sadar mereka sudah membuat hati ibu semakin terluka.

Pulang ke rumah, Jang Mi melihat Ayah dan ibunya bertengkar… Ibu menuntut harta gono gini, namun Ayah bersikeras tidak memberiak sepeserpun karena itu semua hasil kerja kerasnya. Ibu kesal dan memutuskan meninggalkan rumah, Jang Mi meminta Ayah mencegah ibunya, tapi… Ayah memilih tinggal di toko malam ini. Jang Mi teringat trauma masa kecilnya, dia cemas karena harus sendirian, dia membuka ponselnya berniat menelpon seseorang dan nomor Ki Tae yang dia liat. Tidak! Joo Jang Mi kini bukan anak kecil lagi.

Di rumah keluarga Ki Tae, Nenek dan Bibi tampak bosan karena kehilangan Jang Mi, Ki Tae juga pasti bosan, lalu bagaimana dengan Ayah Ki Tae? Dia malah memikirkan apakah tidak terdengar rumor karena insiden di departemen store? Nenek dan Bibi sebal mendengarnya, dengan santai ibu berkata supaya ayah tinggal di rumah saja jika tidak ingin rumor itu beredar. Nice Ommonim!!

Pulang ke apartemennya, Ki Tae merasa kosong, mendengar suara kunci di buka dia pikir itu Jang Mi, tapi tak ada siapapun, saat membersihkan akuarium dan menyapa Nemo, Jang Mi datang dan menyapa Nemo, saat Ki Tae ingin berbicara dengannya, dia hilang juga. Bahkan saat Ki Tae memasak ramen, Jang Mi datang mencicipi, saat Ki Tae mencegah aksinya… lagi-lagi Jang Mi hilang. Lalu saat Ki Tae berniat akan mandi, Jang Mi memanggil dan memeluknya, tapi… setelah Ki Tae membalas pelukannya, lagi-lagi Jang Mi hilang, yah… semua itu hanya khayalan Ki Tae saking dia kehilangan Jang Mi.

Bahkan apartemennya pun jadi terasa tak nyaman sejak kepergian Jang Mi dalam hidupnya, dia pergi ke sauna dan bertemu Hoon Dong yang diusir dari rumah, lalu apa yang akan Hoon Dong lakukan? Dengan uang yang diam-diam dia sembunyikan dari ibunya, Hoon Dong sudah membeli rumah, setelah menikah dia dan Hyun Hee akan pindah ke sana. Hoon Dong kini jatuh miskin dan dia memiliki banyak hutang. Dengan dinginnya Ki Tae menawarkan Hoon Dong untuk jadi tukang bersih-bersih di kliniknya, hahaha…

Hoon Dong mengundang Ki Tae ke pernikahannya, Hmm… apakah Joo Jang Mi akan datang? Karena dia teman Hyun Hee, mungkin akan datang, lalu apa sebaiknya Ki Tae tidak usah datang? Hoon Dong tidak peduli, Baiklah, Ki Tae akan datang kok, hahaha… Hoon Dong tau dia sebenarnya pasti ingin datang >.<

Hyun Hee memberikan undangan pernikahannya saat Jang Mi mengantarnya ke RS, Jang Mi bertanya tentang keluarga mereka, tenang saja… bagaimana pun Hyun Hee tidak ingin memutuskan hubungan Ibu dan anaknya. Hmm… Apakah Ki Tae akan datang? Sepertinya sih..
Mendengar Ki Tae akan datang, Jang Mi sibuk memilih gaun untuk datang ke pernikahan Hyun Hee, namun kemudian dia tersadar mengapa dia sangat excited karena hal ini?

Hari pernikahan pun tiba, Jang Mi ragu untuk masuk, sementara Ki Tae sudah masuk duluan dan mencari Jang Mi, sambil bertanya-tanya apakah mungkin Jang Mi tidak datang? Jang Mi memutuskan untuk pergi saja karena tidak siap bertemu Ki Tae, tapi Ibu Hyun Hee melihatnya dan memaksanya masuk. Sementara Ki Tae malah bertemu dengan Se Ah.

Ki Tae melihat Jang Mi yang berdiri sendirian, Ki Tae mendekat dan Jang Mi melihatnya, Jang Mi langsung berbalik, dia galau karena Ki Tae akan menghampirinya, namun… momen itu terhalang dengan kedatangan kedua mempelai yang menuju altar, upacara pernikahan pun di mulai, Ki Tae dan Jang Mi kehilangan momen itu.

Setelah semua acara di lalui, Hoon Dong mengcut acara minta restu ortu karena ibunya tidak ada, namun Jang Mi melihat kedatangan ibu Hoon Dong dan berkata bahwa ‘Ommonim’ ada disini^^ Hoong Dong berlari kea rah ibunya seperti anak kecil, dia memeluk ibunya dan berterimakasih karena ibunya telah datang. Hyun Hee pun menghadap mertuanya dan Ibu Hoon Dong berkata mereka harus bahagia. Ibu Hyun Hee datang dan memaksa besannya untuk minum di pesta pernikahan itu.

Se Ah mendatangi Jang Mi yang sedang berdiri sendirian di taman, dia ingin membicarakan sesuatu tentang ketulusannya, Se Ah tahu pasti Jang Mi membencinya karena telah membongkar kebohongan mereka pada Ibu Ki Tae, tapi Se Ah mengenal Ki Tae lebih lama di banding Jang Mi. Selama bersama nya Ki Tae begitu penurut, diajak berkencan OK, diajak menikah OK, itulah mengapa dia sangat ingin memiliki anak seperti Ki Tae, tapi dia sadar jika dia tidak bisa memaksakan perasaannya pada orang lain. 

Orang bilang jika kita melakukan sebuah ketulusan, maka orang lain akan merasakannya juga, lalu mengapa orang-orang tidak bisa merasakan ketulusan Se Ah?  Jang Mi tidak tahu siapa yang menyebar kebohongan pepatah seperti itu, tapi jika seseorang mengharapkan ketulusannya di rasakan oleh orang lain, itu tampaknya bukan sebuah ketulusan lagi.

Jang Mi hendak pergi setelah dia berbincang dengan Se Ah, namun Ki Tae memanggilnya. Jang Mi langsung berhenti dan berbalik dia bingung harus bicara apa, apakah dia harus mengatakan jika dia merindukan Ki Tae? Ki Tae juga bingung harus bicara apa, disaat bersamaan keduanya membuka suara, Ki Tae meminta Jang Mi berbicara duluan, Jang Mi gugup, dalam hati dia terus berkata bahwa dia merindukan Ki Tae, namun yang keluar adalah, “Bersikap lebih baiklah pada Kang Se Ah”

Ki Tae kaget mendengarnya, dia memastikan apakah Jang Mi memintanya untuk bersama Se Ah? Padalah dia tidak mencintainya, bukan kah seharusnya Ki Tae lebih baik menjauhinya saja? Menurut Jang Mi, Ki Tae harus bertanggung jawab pada orang-orang yang mencintainya, apakah itu yang Jang Mi lakukan pada Yeo Reum? Jang Mi akanbertanggung jawab atas apa yang dilakukannya, Ki Tae pun harus melakukan hal yang sama.

 Ki Tae kesal, dan saat dia melihat Se Ah, dia langsung menarik Se Ah bersamanya, melewati Jang Mi yang tampak terluka melihat pemandangan itu. Ki Tae terus menarik Se Ah membuat Se Ah kebingungan sebenarnya mereka itu mau kemana, dia tau hati Ki Tae sedang berkecamuk karena kesal. 

Setelah jauh, Ki Tae melepaskan tangan Se Ah dan mengatur nafasnya. Se Ah berkata dengan hanya melihat sosok belakangnya saja, Se Ah tau bagaimana perasaan Ki Tae, Se Ah pun menyuruh Ki Tae untuk pergi dan meninggalkan Ki Tae sambil menahan tangis.

Dengan tergesa Ki Tae pun berlari mencari Jang Mi, dia mencoba menelponnya, namun Jang Mi yang sudah merasa tak seharusnya ada lagi kaitan dengan Ki Tae memutuskan untuk membuang ponselnya dari Ki Tae. Tepat saat dia melemparkan ponselnya ke perairan, panggilan Ki Tae masuk, namun terlambat Ponselnya sudah tercemplung. Jang Mi baru sadar kemudian, jika dia masih ingin bertemu dengan Ki Tae, dia pun berlari mencari Ki Tae.

****

Karena kelamaan menunda aku jadi malas komentar nih hehe... pokoknya eps 12 ini episode bergalau-galau ria deh... ratingnya aja turun drastis dibanding dengan episode 11 nya, tapi saat masuk episode 13-14 langsung melejit lagi tuh ratingnya, karena banyak sweet scenenya Jang Mi dan Ki Tae >.<

Huaah... Urri So Hee dapet peran begini antara seneng dan sedih sih, soalnya aku kan tersepona sama dia karena kepolosannya di Let's Eat, gak jahat sih, cuma sedikit licik demi mendapatkan Hoon Dong hahaha^^ 

Oh iya.. akhirnya pertanyaan ku terjawab, jadi pas Se Ah sama Yeo Reum datang itu mereka mendengarkan cerita Ki Tae tentang cincin Miss J yah^^ soalnya Se Ah jadi tahu luka hatinya Ki Tae yang selama ini tak pernah dia ketahui karena dia tidak berusaha mencari alasan mengapa Ki Tae jadi takut untuk menikah.

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
1 Komentar untuk "Marriage Without Dating Episode 12: My Friend's Weeding"

Iya ya mbak, kenapa yoon so hee dapet peran kayak gini ya? Padahal dira sukanya gara wild chives…
Baru aja dramanya tamat, eh udah ditawarin karakter yang kayak gini :(
Semoga dramanya yang lain bisa menonjolkan yang lebih keren ya mbak? ^^
dira

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top