Minggu, 13 Juli 2014

Marriage Without Dating: The Reason for The Lies in Episode 3-4

 
Episode minggu ini membuka banyak hal dalam kehidupan Jang Mi dan Ki Tae. Alasan mengapa Ki Tae tidak mau menikah, alasan Jang Mi begitu terburu-buru ingin mengajak Hoon Dong menikah dengannya dan mungkin alasan mereka berdua lah yang pada akhirnya akan mempersatukan mereka di ending kelak hehehe..

SWnim masih mempermainkan kita dengan sikap Ki Tae dan Jang Mi, mereka bilang tak tertarik satu sama lain, tapi dengan kepribadian masing-masing kesannya kok mereka seperti pasangan beneran yah?

Oh iya, drama ini sebenernya memakai konsep flash back, cara yang menarik untuk menarik penonton melihat apa yang terjadi selama episode itu berlangsung, karena di awal episode sudah ada klu scene yang ditampilkan. Tapi aku hanya akan menceritakannya secara random. Semoga tidak bingung.

Apa sebenarnya tujuan ibu mendatangi rumah Jang Mi? Sama sekali bukan membicarakan tentang pernikahan, tapi malah meminta maaf karena Ki Tae tak ada niat untuk menikah. Sementara dia tahu bahwa Jang Mi sangat ingin menikah dengan putranya. Ibu Ki Tae tidak ingin Jang Mi menyia-nyiakan waktunya demi Ki Tae. Ibu Jang Mi menjadi bingung jadi... dia harus berterimakasih?

Jang Mi dan Ki Tae tiba sebelum Ibu Ki Tae pergi dari rumah Jang Mi. Ibu langsung kesal pada Ki Tae dan memaki nya dengan memanggilnya sebagai pria yang memiliki restoran. Ibu Ki Tae bingung karena putranya bukan pemilik restoran, tapi dokter bedah plastik, Jang Mi pun jadi panik.

Ki Tae berbohong bahwa itu adalah ide Jang Mi untuk merahasiakan identitasnya sampai dia benar-benar yakin pada Ki Tae. Yakin tentang apa? Ki Tae juga bingung, padahal dia sudah menunjukkan semua cintanya pada Jang Mi, sepertinya Jang Mi ingin lebih banyak di cintai.

Ibu Ki Tae bengong melihat kelakuan anaknya, Jang Mi pun mengingatkan Ki Tae, namun pria itu berkata dia akan memperlakukan Jang Mi dengan baik. Dia bahkan berkata pada Ibu Jang Mi, bahwa sebenarnya dia ingin bertemu dengan ibu tapi Jang Mi melarangnya. Ki Tae menebak tentang tujuan kedatangan ibunya dan berkata akan segera membawanya pulang.

Apa yang terjadi barusan bagai mimpi bagi ibu Jang Mi, dia tidak percaya jika itu nyata. Calon menantunya adalah Dokter Bedah plastik? Dia harus segera mengatakan ini pada suaminya. Ibu pergi ke restoran dan berencana mengatakannya secara langsung, tapi dia teringat tentang hubungan mereka dan berkata agar Jang Mi menyampaikan apa yang baru saja terjadi. Jang Mi bingung bagaimana mengatakannya.

Setelah ayah bertanya di papan tanya nya, ibu pun mengsms ayah bahwa telah datang tamu ke rumah mereka, ibu dari kekasih Jang Mi, bahkan pria itu pun datang. Ayah jadi penasaran dan bertanya pada Jang Mi, namun putrinya malah gelagapan dan akhirnya Ibu buka suara juga jika Pacar Jang Mi adalah seorang dokter. Ayah semakin girang dan akhirnya dia bertanya lebih banyak pada ibu, Jang Mi hanya pasrah, dalam hati mungkin dia senang karena Ayah dan Ibunya kembali saling bicara.

Jadi semuanya kebohongan? Bibi bilang Jang Mi lah yang sangat ingin menikah dengan Ki Tae, tapi apa yang dikatakan Ki Tae pada Ibu Jang Mi? Ki Tae sengaja membuat ibunya berpikir begitu kok, jika ibu tahu Ki Tae lah yang mengemis-ngemis meminta Jang Mi menikah dengannya, pasti harga diri ibu terluka kan? Entahlah, ibu tidak tahu mana yang sebenarnya merupakan kebohongan.

Menjelang tidur Jang Mi kembali teringat pada Yeo Reum dan perilaku manis nya malam itu, Jang Mi pun tersenyum bahagia mengingatnya. Namun sebuah SMS masuk ke ponsel Jang Mi, dari siapa? Hoon Dong yang mengirimnya. Isinya? "Apakah kau sudah tidur?" Jang Mi tidak ingin menanggapi dan langsung tidur.

Kehidupan Ki Tae benar-benar tak tenang lagi, ibu nya tahu pasword rumahnya, Ki Tae langsung terbangun dan menyambut ibunya dengan dingin. Ibu menyuruh Ki Tae untukn segera mandi, dia membuka kulkas dan membereskan makanan-makanan instan di kulkas. Ki Tae meracau mengapa ibu datang bukan kah setelah membawa Jang Mi rumah itu jadi miliknya? Jadi tujuan Ki Tae adalah memiliki rumah itu? Tentu saja tidak begitu, dia juga ingin memiliki Jang Mi, dan dia butuh privasi dengan Jang Mi, jadi Ki Tae berharap ibunya tidak tiba-tiba datang lagi. Bukan kah ibu ingin melihat Ki Tae menikah?

Hoon Dong galau karena Jang Mi mengabaikan semua sms nya, tapi dia langsung kegirangan karena melihat kedatangan Jang Mi, padahal Jang Mi hanya ingin bertemu dengan Yeo Reum untuk mengembalikan jas nya kemarin. Namun Yeo Reum yang sedang melihat koki memasak sepertinya mengabaikan Jang Mi, bahkan saat Jang Mi mengajaknya makan bersama, Yeo Reum bilang nanti saja. Dia yang akan menelpon Jang Mi nantinya.

Saat keluar restoran Hoon Dong menghadang Jang Mi, dia menuduh Jang Mi sengaja mencari alasan untuk menemuinya. Jang Mi tidak peduli dan pergi ke luar, Hoon Dong masih merecokinya, beruntung Ki Tae datang dan mengajak Jang Mi ke rumahnya. Hoon Dong tidak percaya, Ki Tae bahkan tidak pernah punya tamu. Ki Tae mengabaikan Hoon Dong dan mengajak Jang Mi kedalam mobilnya.

Jang Mi sebenarnya bingung sendiri apa yang sebenarnya sedang dia lakukan, apalagi melihat Hoon Dong begitu giat mengejar mereka. Ki Tae pikir balas dendam Jang Mi berhasil, lihatlah bagaimana sekarang Hoon Dong sangat penasaran pada hubungan mereka, jadi kesepakatan mereka bisa terus di lanjutkan kan? Jang i hanya menjamin hingga Hoon Dong berhenti merusuh.

Awalnya Jang Mi enggan masuk ke dalam rumah Ki Tae, tapi saat masuk Jang Mi langsung takjub betapa bersihnya rumah Ki Tae. Dia tertarik pada berbagai barang namun Ki Tae panik dan melarang Jang Mi  menyentuh barang-barang pajangannya itu. Semakin di larang Jang Mi malah semakin membandel dia melihat akuarium yang berisi ikan Nemo, tapi Ki Tae bilang namanya bukan Nemo dan langsung membersihkan kaca akuarium yang disentuh Jang Mi, karena kesal Jang Mi malah sengaja menggarukan tangannya ke akuarium hahaha..

Jang Mi langsung duduk di kursi pijat dan itu membuat Ki Tae semakin frustasi, apalagi Jang Mi malah dengan santai melepas kaos kakinya. Terdengar suara pintu di buka. Ibu Ki Tae datang! Mereka langsung panik Ki Tae menyembunyikan Jang Mi di dalam selimut di kamarnya dan dia pun melepas bajunya.

Ibu masuk dan melihat sepatu dan kaos kaki yang tercecer di lantai, siapa sebenarnya yang datang? Ki Tae keluar kamar menyambut ibunya namun sengaja meninggalkan pintu kamarnya terbuka dan membuat ibu melihat kaki Jang Mi di atas tempat tidur Ki Tae. Apa yang kemudian dipikirkan ibunya? apalagi Ki Tae tidak memakai baju nya. Ommo! Ki Tae pura-pura kaget dan menutup pintu kamarnya, berkata pada ibu itulah mengapa Ki Tae melarang ibunya datang. Ibu pun pamit pergi.

Jang Mi bertanya apa yang sebenarnya Ki Tae lakukan? Apa maksudnya dia berbuat seperti itu? Jang Mi bertekad untuk mengatakan semuanya pada orang tuanya! Ki Tae malah kaget, jadi Jang Mi belum mengatakan yang sebenarnya? tenang saja, Jang Mi akan segera mengatakannya.

Tiba di restoran Ayahnya Jang Mi malah melihat orang tuanya tampak bahagia karena di datangi pacar Jang Mi dan ibunya. Apalagi pacarnya iru seorang dokter bedah plastik. Mereka bahkan mentraktir para pelanggannya. Jang Mi jadi tidak tega mengatakannya.

Merasa lelah dengan semua ini, Jang Mi merasa ingin minum alkohol dia menelpon Hyoon Hee, tapi sayangnya Hyoon Hee tidak bisa menemaninya. Yeo Reum? Akh tapi Jang Mi tidak tahu nomornya, kapan Yeo Reum akan menelponnya?

Jang Mi akhirnya datang ke restoran Hoon Dong untuk mencari Yeo Reum. Sengaja mengendap-ngendap supaya tidak ketahuan Hoon Dong, malah melihat Hoon Dong sedang memberikan kartu kredit pada seorang gadis, Jang Mi jadi sebal sendiri. Tapi dia fokus pada tujuannya mencari Yeo Reum.

Sayangnya Jang Mi tidak bisa menghindari mata Hoon Dong yang menangkap sosoknya. Hoon Dong sangat bahagia melihat Jang Mi karena sebelumnya dia sedih, setelah tahu Hyoon Hee tahu jika Jang Mi mengabaikan sms nya. Hoon Dong pun langsung memanggil nama Jang Mi.


Jang Mi sebal karena Hoon Dong memergokinya, namun dia kaget saat melihat wanita yang bersama Hoon Dong. Hyoon Hee? Sejak kapan mereka berdua... Jang Mi merasa kecewa, tentu saja bukan karena masih ada hati pada Hoon Dong, tapi kenyataan Hyoon Hee bersama Hoon Dong itulah yang membuatnya syok.

Hoon Dong ingin mengejar Jang Mi, Hyoon Hee melarangnya. Jang Mi yang memulai rencana balas dendam ini. Hoon Dong jadi merasa bersalah karena mungkin Jang Mi akan membenci Hyoon Hee karena dirinya. Hyoon Hee tidak masalah, dia merasa yakin semua orang akan berakhir bahagia.

Belum hilang rasa kesal karena melihat Hyoon Hee bersama Hoon Dong, Jang Mi pun melihat Yeo Reum baru pulang bersenang-senang dengan seorang wanita. Makin kecewalah Jang Mi, saat Yeo Reum melihatnya Jang Mi langsung pergi.

Ki Tae memenuhi kencan 10000 dolarnya bersama Se Ah, mereka berenang dan makan malam bersama. Se Ah menyinggung masalah Jang Mi dan berkata jika bosan lebih baik Ki Tae jalan dengannya saja, jangan berpura-pura. Se Ah tahu jika Jang Mi itu mantannya Hoon Dong. Se Ah mengingatkan mengapa mereka batal menikah. Alasan itu adalah untuk membuat mereka menikmati hidup masing-masing, bukan menghancurkan hidup seseorang (Jang Mi maksudnya) Ki Tae tidak tahu harus berkata apa karena dia tidak bisa jujur tentang kesepakatannya dengan Jang Mi.

Se Ah kemudian bertanya apakah dia boleh ke rumahnya? Ki Tae langsung bingung, terlihat sekali dia tidak suka membawa orang lain ke rumahnya. Se Ah bilang dia tak akan datang kok. Ki Tae langsung berkata sudah waktunya dia pulang.

Jang Mi pulang ke rumah tidak ada siapapun, Jang Mi mengingat masa kecilnya. Dia merasa sendirian, dan Jang Mi sangat takut sendirian.

Ki Tae menikmati kesendiriannya saat akan pergi tidur. Mengapa dia sangat suka rumah itu? Karena rumah itu memberinyakan self-time nya. Apakah dia menyembunyikan sesuatu di rumahnya itu? Ya.. dia menyembunyikannya. Menyembunyikan kesendiriannya itu, tapi.. kesendirian itu lagi-lagi harus terganggu saat Ki Tae mendengar seseorang menekan bel rumahnya. Siapa yang datang malam-malam begini?

Tadaaaa... Jang Mi datang dalam kondisi mabuk, dia langsung meracau mencari panci untuk membuat ramen. Ki Tae mencegah Jang Mi untuk membuat ramen dan akan memanggilkan taksi untuknya.

Tapi... Jang Mi melihat Akuarium, dia pun mendekatinya, dia berkata, "Jika kau tidak mau membuatkan ramen, buatkan aku sup ikan yang pedas" Jang Mi menempelkan wajahnya di akuarium dan berusaha menangkap ikan-ikan sambil memanggil mereka Nemo-ya kemarilah.

Ki Tae langsung panik, dia berusaha menjauhkan Jang Mi dari akuarium, namun Jang Mi berpegangan sangat kuat dan berhasil menangkap ikannya. Ki Tae menarik tangan Jang Mi dan membuat Jang Mi melepaskan ikannya ke lantai, Ki Tae panik dan berteriak "Nemo-ya" dia langsung menyelamatkan Nemo nya, Jang Mi tersenyum girang dan berkata, tuh kan namanya Nemo.

Saking kesalnya, Ki Tae membentak Jang Mi yang sangat kaget dengan tingkah pria itu. Jang Mi langsung terduduk, dia menangis dan merasa Ki Tae itu kasar sekali padahal dia minum alkohol dengan perut kosong. Jang Mi hanya ingin makan ramen.

Walhasil Ki Tae akhirnya mengabulkan permintaan Jang Mi membuatkan ramen untuknya. Ki Tae bahkan sudah mengatur waktunya. Jang Mi mengeluhkan kelakuan manis Yeo Reum, namun pada akhirnya dia tidak menelponnya juga. Ki Tae berkata apakah Jang Mi ingin tahu jawabannya? Ki Tae menunjukkan sebuah judul buku, "Dia hanya memanfaarkanmu" Jang Mi mengabaikannya dan lansung mengambil panci ramen. Ki Tae protes itu belum matang, hidup ini tidak harus selalu teratur.

Mereka makan ramen bersama. Jang Mi menyukai kimchi buatan ibu Ki Tae, buat Jang Mi saja, toh Ki Tae juga akan membuangnya. Jang Mi jadi penasaran mengapa Ki Tae tidak mau menikah? Karena Ki Tae tidak mau hidup dengan orang lain, itukah mengapa Ki Tae tidak suka ibunya datang? Pemikiran Jang Mi sama sekali berbeda dengan Ki Tae, dia percaya setiap orang memiliki waktu untuk tidak sendirian.

Saat Jang Mi terlalu bersemangat makan ramen, Ki Tae langsung protes, Jang Mi seharusnya tidak melewati batasnya. "Emosimu adalah milikmu dan Emosiku adalah milikku" Jang Mi seharusnya memahami hal itu dan tidak melakukan di luar batasannya. Itulah alasan terbesar hubungan Jang Mi dan Hoon Dong tidak berhasil. Jang Mi harus menikmati self-time nya.

Jang Mi masih menunggu telepon Yeo Reum, Ki Tae memperingatan Jang Mi untuk tidak terlalu berharap. SNS nya Yeo Reum itu isinya foto makanan semua, dan Ki Tae yakin Yeo Reum tidak memakannya sendirian. Melihat ponsel jadul Jang Mi, Ki Tae langsung mengkritik seharusnya Jang Mi mengganti ponselnya dengan smartphone. Menurut Jang Mi, smartphone itu untuk orang yang kesepian.

Ponsel Jang Mi berdering, Jang Mi merasa bangga karena ada yang menelpon walo ponselnya jadul. Ternyata itu Yeo Reum. Ki Tae lansung berkata ingat, self-time. Yeo Reum bertanya apakah Jang Mi sedang bersama seseorang? Itu hanya TV. Ki Tae kesal karena disamakan dengan barang elektronik.

Jang Mi pergi ke kamar mandi untuk menerima telepon Yeo Reum, jadi intinya Yeo Reum ingin menjelaskan tentang wanita yang bersamanya tadi. Dia adalah pemenang lelang, jadi Yeo Reum sedang memenuhi kencannya bersama wanita itu. Akh.. begitu kah? Jang Mi pun kegirangan saat Yeo Reum mengajaknya makan bersama.

Saat akan keluar kamar mandi, ternyata pintunya di kunci. Jang Mi panik, apa ini? dari luar Ki Tae berkata jika Jang Mi harus memiliki self-time nya. Menahan dirilah. Tapi itu bukan Jang Mi kan? Keduanta tarik-tarikan engsel pintu. Akhirnya pintu terbuka, tapi engselnya rusak. Jang Mi tidak peduli, dia pun membawa kimchi nya dan pergi dari rumah Ki Tae setelah mengomel pada pria itu.

Jang Mi bertemu dengan Yeo Reum, ternyata Yeo Reum membawakan masakan yang dia buat sendiri. Jang Mi teringat kata-kata Ki Tae tentang isi SNS Yeo Reum, akh... itu karena Yeo Reum suka masaka. Jang Mi mencicipi masakan Yeo Reum, uwah... enak! Jang Mi juga membawakan sesuatu untuk Yeo Reum, apa itu? Ternyata kimchi yang dia bawa di rumah Ki Tae.

Sambil menikmati masakan Yeo Reum, Jang Mi jg memakan kimchi nya, ternyata perpaduannya menjadi sangat enak, Jang Mi ingin Yeo Reum mencobanya, tapi Yeo Reum tidak mau saat  Jang Mi menyuapinya, Jang Mi memelas, "Ayolah, satu kali saja" Akhirnya Yeo Reum mau juga, dan dia setuju dengan Jang Mi, masakannya dan Kimchi perpaduan yang tidak buruk.

Kesamaaan selera mereka membuat Jang Mi berinisiatif, apakah Yeo Reum mau menjadi teman makannya? Teman makan? Ya! disaat mereka tidak ingin makan sendirian, mereka bisa makan bersama. Yeo Reum tidak keberatan, Jang Mi senang dengan hal itu. Kali ini Jang Mi akan melangkah pelan-pelan.

Bibi memberikan laporan tentang pekerjaan Jang Mi yang menjadi pelayan supermarket. Ibu dan bibi tampak tidak senang, tapi sepertinya Nenek tidak keberatan dengan pekerjaan Jang Mi. Nenek malah berkomentar Ki Tae sepertinya mencari wanita yang bertolak belakang dari ibunya. Nenek mengeluhkan kelakuan keluarga mereka menyelidiki Jang Mi dengan cara seperti itu. Ibu pun meminta sesuatu pada Nenek, bagaimana jika Nenek membantunya untuk mencari tahu apa yang ada di pikiran Ki Tae.

Nenek datang ke depan gedung klinik Ki Tae (gedung kliniknya Ki Tae sebelahan sama restoran Hoon Dong yah?) Tapi Ki Tae sedang sibuk, jadi dia tidak bisa menjemput Nenek. Hujan pun turun, Nenek kehujanan dan akhirnya malah pergi menemui Jang Mi di toko nya. Jang Mi juga di telepon Ki Tae karena kedatangan ibunya ke klinik, apakah Jang Mi belum memberitahu yang sebenarnya pada Ibunya? Jang Mi belum sempat, dan dia juga sibuk.

Nenek menagih janji Jang Mi untuk membuatkannya pancake, jadi akhirnya mereka pergi ke rumah Ki Tae, tapi Jang Mi tidak tahu paswordnya. Karena Ki Tae sanga dekat dengannnya Nenek pun menebak, mungkin tanggal lahir Nenek? Salah. beberapa angka nomor ponsel Nenek? Salah. Jang Mi menebak, karena Ki Tae sangat mencintai dirinya sendiri mungkin tanggal lahirnya? Viola... benar sekali!

Jang Mi pun memasak pancake untuk Nenek dan membuatnya terkesima. Mereka makan pancake bersama di temani beberapa botol arak beras. Jang Mi menjadi mabuk, Nenek bertanya apa pendapat Jang Mi tentang Ki Tae. Jang Mi berkata sejujurnya jika Ki Tae adalah orang yang kasar dan egois. Nenek tahu itu, Ki Tae seperti itu karena dirinya. Nenek jadi sedih dan merasa seharusnya dia mati saja jika sudah tua begini. Tiba-tiba nenek pun koleps dengan kepala nya terjatuh di atas pancake. Jang Mi sangat panik.

Melihat Nenek yang tidak bangun juga, Jang Mi menelpon Ki Tae yang memang sedang mencari Nenek, Jang Mi mengatakan jika Nenek pingsan di rumahnya. Ki Tae pun membawa ambulans untuk membawa Nenek dan menyuruh Jang Mi pulang.

Untungnya Nenek tidak apa-apa, semuanya normal. Alasan dia belum bangun juga, karena dia sedang tertidur nyenyak. Jang Mi tiba di RS dan bertemu ibu, bibi dan juga Ki Tae. Bibi mencium bau alkohol di tubuh Jang Mi, sadarlah dia bawa Nenek minum bersama Jang Mi bukan bersama Ki Tae. Jang Mi kena omel bibi. Ki Tae pun akhirnya menarik Jang Mi.

Sekali lagi, Ki Tae mengingatkan, Jang Mi lagi-lagi melewati batas. Apa maksudnya dia pergi bersama Nenek ke rumahnya? apakah Jang Mi benar-benar ingin menikah dengannya? pantas saja Jang Mi mendapat tuntutan stalker oleh ibunya Hoon Dong. Jang Mi pern terpancing emosi dan memutuskan untuk pergi dan tidak ingin lagi berurusan dengan Ki Tae.

Jang Mi mencemaskan keadaan Nenek, dia ingin menghubungi Ki Tae tapi dia menahan diri, tapi Jang Mi terlalu cemas, akhirnya dia mencoba menghubungi Ki Tae tapi... Ki Tae tidak menjawab panggilannya. Jang Mi mencari Ki Tae ke kliniknya tapi dia juga tidak datang. Sudah hampir dua hari, Jang Mi tidak bisa menghubungi Ki Tae, dia jadi cemas. Saat bertemu Se Ah yang sedang berbelanja di toko yang dia jaga, Jang Mi bertanya apakah Ki Tae menghubunginya? Dia bahkan tidak  pergi bekerja.

Dengan tenang Se Ah malah menjawab, bukan kah Jang Mi sudah pengalaman dengan Hoon Dong tentang masalah seperti ini? Alasan mengapa pria menghilang. Ki Tae hanya ingin sendirian lebih baik biarkan dia.

Kemana sebenarnya Ki Tae? Ternyata dia terkurung di kamar mandi rumahnya sendiri karena pintu kamar mandinya rusak setelah konfrontasinya dengan Jang Mi tempo hari. Jadilah selama 2 hari ini, Ki Tae bertahan hidup di dalam kamar mandi hanya dengan segelas anggur. Ki Tae sudah berusaha berteriak meminta bantuan, tapi siapa yang mau membantunya, dia hanya tinggal sendirian di rumah. Tak ada yang mendengar teriakannya.

Dia memikirkan siapa yang mungkin akan datang ke rumahnya. Ibu? Se Ah? Hoon Dong? tidak mereka tidak akan datang setelah apa blocking yang dilakukan Ki Tae selama ini. Aha... Jang Mi! tapi setelah insiden Nenek pingsan sepertinya Jang Mi pun tak akan datang. Setela 48 jam terkurung di dalam kamar mandi, Ki Tae tidak tahan lagi dan akhirnya dia pingsan juga.

Jang Mi pulang ke rumah, namun dia memecahkan gelas, merasa itu pertanda buruk dan mengingat kenangan buruk masa kecilnya dia semakin cemas pada Ki Tae yang menghilang. Jang Mi datang ke rumah Ki Tae dan langsung masuk setelah Ki Tae tidak juga membukakan pintu.

Jang Mi minta maaf karena telah melewati batas. Jang Mi menjelaskan alasan mengapa dia tidak ingin sendirian karena saat usia 5 tahun Jang Mi hampir meninggal karena ditinggal di rumah sendirian. Jadilah dia tidak suka hidup sendiri dan mencemaskan orang-orang yang sendirian.

Tak ada jawaban apapun dari Ki Tae, Jang Mi jadi kesal dan berteriak menantang Ki Tae, suara teriakannya membangunkan Ki Tae. Jang Mi pun mendengar suara lemah Ki Tae dari kamar mandi. Jang Mi akhinya tahu Ki Tae terkurung, dia pun pergi mencari pisau dan membuka paksa pintu kamar mandinya. Setelah berusaha keras akhirnya berhasil juga.

Melihat keadaan Ki Tae yang lemah, Jang Mi sangat khawatir. Apalagi akhirnya Ki Tae pun terjatuh ke lantai, saat mencoba membantunya bangun, Ki Tae malah memeluk Jang Mi dengan erat, bahkan saat Jang Mi melepaskan diri, Ki Tae semakin erat memeluknya.

Jang Mi mengajak Ki Tae pergi ke RS dengan menggendongnya di belakang, mereka bertemu Se Ah yang khawatir pada Ki Tae. Apakah Ki Tae sakit? Jang Mi berspekulasi bahwa kepala Ki Tae yang sakit karena dia bertingkah aneh (tiba-tiba meluk Jang Mi, padahal biasanya gak peduli haha). Tadinya Ki Tae tidak mau diajak ke RS, tapi Se Ah dan Jang Mi memaksanya.

Se Ah mengantar Ki Tae ke RS dengan mobilnya sementara Jang Mi sangat mencemaskan Ki Tae bahkan dia sangat perhatian ketika Ki Tae mengeluh sakit kepala. Se Ah hanya bisa melihat kedekatan mereka dari kaca di mobilnya dengan hati dongkol.

Tak sampai disitu, saat di RS pun Ki Tae malah menyuruh Se Ah pergi, padahal dia sudah sangat perhatian padanya. Se Ah bahkan kaget karena ketika Jang Mi hendak pulang Ki Tae mencegahnya dan memintannya untuk tetap disana. Apalagi sebelumnya Jang Mi bilang dia menepon nenek Ki Tae karena merasa sangat khawatir. Jang Mi bahkan kenal keluarga Ki Tae? dengan santai Ki Tae bilang jika keluarga mereka sudah saling kenal. Se Ah pun akhirnya pergi dan menitipkan Ki Tae pada Jang Mi yang telah menjadi penyelamat hidup Ki Tae.

Isshh, menurut Jang Mi, Ki Tae sangat kekanakan karena membuat Se Ah cemburu seperti itu, bukan begitu.. Ki Tae hanya tidak ingin ibu bertemu dengan Se Ah, lha bukannya bagus, Ibu pasti menyukai Se Ah, nah.. itu dia masalahnya. Ahaa.. Jang Mi mengerti maksud Ki Tae.

Ibu, nenek dan bibi datang ke RS, saat melihat Jang Mi ada disana bibi langsung menyalahkan Jang Mi dan merasa sebal karena punya menantu seperti itu. Jang Mi minta maaf dan berkata saat ini Jang Mi belum jadi menantu mereka, wkwkwk... wajah Ki Tae menahan ketawa bikin ngakak.

Nenek cemas dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Ki Tae langsung membuat jika dia seperti ini karena tidak bisa melihat Jang Mi beberapa hari, Ki Tae sepertinya tidak bisa hidup tanpa Jang Mi. Hueekk,, Jang Mi ampe mau muntah mendengar bualan Ki Tae. Jang Mi segera menjelaskan jika Ki Tae terkurung di kamar mandi selama 2 hari, sekarang sudah tidak apa-apa.

Jika bukan karena Jang Mi, Ki Tae pasti sudah mati. Mendengar Ki Tae berbicara seperti itu Nenek langsung berterimakasih pada Jang Mi karena telah menjadi penyelamat hidupnya. Saat Jang Mi pamit, lagi-lagi Ki Tae mencegahnya karena dia hanya ingin bersama Jang Mi saja, dia malahan meminta keluarganya untuk pulang saja. Bibi sebal mendengarnya, namun Ibu berusaha memahami keinginan Ki Tae dan mengajak Nenek dan Bibi untuk pulang.

Lagi-lagi yah,,, Ki Tae menggunakan Jang Mi, Ki Tae harus berhenti melakukan itu. Tapi bagaimana ya.. situasinya memang menunjang sih.

Esoknya Jang Mi kaget melihat Ibu Ki Tae keluar dari rumahnya. Ibu hanya tersenyum saat ditanya ada apa, Jang Mi bertanya pada Ibunya, tapi Ibu Jang Mi harus segera ke restoran. Jadilah mereka berbicara di restoran. Intinya adalah Ibu Ki Tae meminta Jang Mi membantu hari peringatan kematian Kakek Ki Tae. Apa? Jang Mi menolak, dia akhirnya berkata jujur bahwa dia tidak akan menikah dengan Ki Tae, semuanta hanya pura-pura.

Ada pelanggan yang meminta Jang Mi mengantarkan minuman, Ibu jadi kesal dan akhirnya marah besar pada si pelanggan karena merendahkan putrinya. Ayah mencoba mengatasi hal ini, dan ibu menyalahkan Ayah karena membuat Jang Mi tidak ingin menikah, kalu sudah begini lebih baik mereka cerai saja, ibu langsung mengeluarkan surat cerainya. 

Jang Mi kaget surat itu ternyata masih ada? Selama ini Ibu bertahan karena tidak ingin membuat background keluarga Jang Mi cacat, tapi kini Jang Mi tidak ingin menikah, jadi untuk apa di pertahankan lagi? Jang Mi akhirnya mengalah, dia bersedia datang untuk membantu persiapan hari peringatan kakek Ki Tae.

Saat mendiskusikan masalah tersebut pada Ki Tae, dengan simple Ki Tae menyuruh Jang Mi untuk datang. Untuk apa? Apakah kepala Ki Tae masih sakit karena semalam? Memang itu salah siapa, pintu kamar mandi macet karena di rusak Jang Mi. Tapi semalam Ki Tae langsung memeluk Jang Mi erat saat melihatnya. Tunggu... apakah mungkin Ki Tae mulai menyukai Jang Mi dan benar-benar ingin menikah dengannya? Itu sebabnya dia ingin Jang Mi membantu persiapa upaca peringatan kakeknya.

Tentu saja bukan itu alasannya. Jang Mi harus melakukannya dan membuat Ibu untuk menolaknya menjadi menantu. Kenapa mereka tidak mengatakan semuanya saja dan mengakhirinya. Tidak bisa, ini sudah terlambat. Ki Tae mempertaruhkan harga dirinya dalam kebohongan ini. Dia ingin Ibunya yang menolak memiliki menantu seperti Jang Mi, jadi dia tidak akan lagi dipaksa untuk menikah.

Heeuu.. kenapa Jang Mi harus terlibat dalam pertempuran harga diri antara Ki Tae dan ibunya? Ki Tae meminta satu hal pada Jang Mi, saat membantu persiapan upacara peringatan, tunjukkan ugly face nya.Caranya? Tidak sulit, Jang Mi cukup menjadi diri sendiri, hahaha 

Ki Tae meminta Jang Mi untuk tidak datang ke rumahnya hari ini, dia ingin istirahat. Tidak masalah, Jang Mi juga sudah ada janji. Dengan siapa? Yeo Reum muncul, Ki Tae kaget karena Jang Mi akan pergi makan bersama Yeo Reum dia bahkan menguntit mereka dengan mobilnya dan terlihat tidak senang melihat kedekatan Jang Mi dan Yeo Reum.

Jang Mi dan Yeo Reum makan mie dingin, Ki Tae datang dan memesan shusi-mie. Kenapa Ki Tae datang? Dia tidak bisa membiarkan wanita-nya makan dengan pria lain. Jang Mi sebal, apalagi Ki Tae mengumumkan pada Yeo Reum bahwa Jang Mi adalah kekasihnyanya, tapi Yeo Reum tampak santai karena dia tahu Jang Mi sebelumnya kekasih Hoon Dong dan Ki Tae adalah sahabatnya. Ki Tae tidak peduli tentang hal itu.

Kalau begitu apa mereka perlu bersaing untuk mendapatkan hati Jang Mi? Ki Tae langsung memasang wajah seramnya. Yeo Reum berkata mana berani dia begitu. Ki Tae lebih kaya darinya dan juga... lebih tua, hahaha Jang Mi menahan tawa mendengarnya. 

Pesanan pun tiba, Ki Tae berniat memotong mie dingin milik Jang Mi, tapi Jag Mi melarangnya, ah,,, seleranya sama dengan Yeo Reum. Sementara Ki Tae harus memotong mie nya dulu sebelum dimakan. Ki Tae jadi sebal dan mengambil mangkok mie milik Jang Mi. Dia berkata bahwa dia dan Jang Mi berbagi banyak hal. Tanpa ragu Yeo Reum bertanya, "Apakah kalian sudah tidur bersama?" Ki Tae langsung tersedak dan Jang Mi menjadi panik, meminta mereka untuk berhenti.

Jang Mi menarik Ki Tae keluar warung dia bertanya mengapa Ki Tae seperti itu? Jang Mi yang kenapa? Apakah Jang Mi benar-benar akan berkencan dengan Yeo Reum, dia itu tidak cocok untuk Jang Mi. Dia tidak ingin ibunya melihat Jang Mi bersama pria lain. Bukan kah hubungan mereka akan segera berakhir? Jika Jang Mi ingin berkencan lakukankah setelah urusan mereka berakhir.

Yeo Reum meminta Ki Tae membayar tagihannya, setelah Ki Tae masuk ke warung dia mengajak Jang Mi pergi, kaburrr dah. Ki Tae kesal dan mengirim sms pada Jang Mi, hati-hati,, mungkin bibinya menguntit Jang Mi. Merasa ketakutan, Jang Mi pun mengajak Yeo Reum ke tempat yang sepi.

Jang Mi masih saja cemas, takut bibinya Ki Tae menguntit dirinya. Saat melihat ada mobil menyorot dirinya dan Yeo Reum, makin paniklah Jang Mi, dia langsung mengajak Yeo Reum pergi tanpa tahu mengapa dia harus melakukan itu.

Setelah pelariannya dia malah melihat Ayah Ki Tae bersama seorang wanita. Jang Mi pikir itu Ibu Ki Tae, dia sudah ketakutan, tapi saat syal si wanita itu jatuh.. Ommo... wanita itu bukan Ibu Ki Tae? Jang Mi berusaha agar Ayah Ki Tae tidak melihatnya, namun dia jadi merasa tidak enak hati dan memilih pulang sendiri. 

Yeo Reum di cegat Se Ah yang bertanya bagaimana hubungannya dengan Jang Mi. Sepertinya Jang Mi orang yang spesial hingga semua orang tertarik padanya. Se Ah lebih tertarik pada Ki Tae, jadi dia ingin tahu ada apa sebenarnya diantara mereka. Jang Mi sepertinya tulus pada Ki Tae, tapi dimata Yeo Reum, Ki Tae lah yang memiliki perasaan pada Jang Mi, namun Jang Mi tak peduli karena dia sangat atraktif di hadapannya. 

Se Ah kemudian meminta bantuan Yeo Reum untuk mengetahui apa yang terjadi diantara Jang Mi dan Ki Tae sebenarnya. Se Ah bahkan memberikan bayaran pada Yeo Reum dan membuat dia berpikir dia harus segara tahu tentang Jang Mi.

Mengingat kelakuan Ayah Ki Tae, Jang Mi merasa tidak enak hati, dia menimbang-nimbang apakah harus memberitahu Ki Tae atau tidak. Saat di tempat kerjapun Jang Mi masih cemas, Hyoon Hee bertanya apa yang mengganggu pikirannya? Bukankah mereka selalu berbagi semuanya? apakah Jang Mi marah karena dia bertemu dengan Hoon Dong, Hyoon Hee melakukan itu demi Jang Mi. Maksudnya?

Jadi Hyoon Hee ingin memperbaiki hubungannya dengan Hoon Dong, bahkan Hoon Dong udah nampang aja di hadapan Jang Mi sambil bawa bunga, apa sih ini? Hyoon Hee berpikir Jang Mi bergaul dengan Ki Tae dan Yeo Reum sebagai pelarian dari Hoon Dong, sekarang waktunya bagi Jang Mi jujur pada perasaannya, siapakah yang di sukai.

Jang Mi memastikan satu hal, diantara Gong Ki Tae, Han Yeo Reum dan Lee Hoon Dong, ada satu yang dia tidak sukai, orang itu adalah Lee Hoon Dong. Syok, Hoon Dong masih saja membujuk Jang Mi, tapi Jang Mi melihat Ibu Ki Tae dan dia menyembunyikan Hoon Dong sebelum menemui Ibu Ki Tae yang ternyata minta di ajak belanja.

Saat belanja bersama Ibu Ki Tae, Jang Mi jadi menatapnya pilu saat dia membayangkan kelakuan semuanya. Dia bahkan tidak mendengarkan ucapan ibu tentang mengupas kacang. Jang Mi kemudian mengingat masa kecilnya biasanya para pria yang mengupas di keluarganya, tapi di keluarga Ki Tae hanya wanita yang masuk dapur, bukan kah lebih baik saling bekerja sama?

Jang Mi kaget saat melihat Hoon Dong mengikutinya dengan ibu Ki Tae.Menyadari pandangan Jang Mi ke arah lain, Ibu pun melihat ke arah yang sama, dia melihat Hoon Dong disana, namun saat pergi ke tempat Hoon Dong berada, pria itu sudah pergi.

Ibu Ki Tae minta maaf karena tidak bisa mentraktir Jang Mi makan karena banyak yang harus di persiapkan. Jang Mi ingin membantu, dan akhirnya Ibu memberikan kacang untuk di kupas dan jumlahnya cukup banyak hahaha. Jang Mi menerimanya dengan pasrah. Ibu mengingatkan agar besok Jang Mi datang pagi-pagi. Bibi penasaran apakah Jang Mi akan datang?

Kembali ke Toko, Jang Mi dapat terguran karena pergi saat jam kerja. Jang Mi malah minta ijin off untuk besok. Manager paham jika Jang Mi ingin berhenti setelah menikah, Hyoon Hee bilang ibu mertua Jang Mi mengajaknya untuk membeli hadiah. bukan begitu... Manager ingin melihat apa yang ada di balik punggung Jang Mi, ternyata itu Kacang? Jang Mi jadi malu pada managernya. Hyoon Hee minta maaf karena salah paham.

Jang Mi bingung dengan si kacang, tapi dia kasian pada Ibu Ki Tae jadilah dia mendatangi rumah Ki Tae seperti masuk ke rumah sendiri. Ki Tae bertanya apakah Jang Mi tidak bisa memencet bel? Jang Mi malah heran kenapa Ki Tae tidak menggantu pasword. Kenapa Jang Mi datang? Dia mau mengajak Ki Tae untuk mengupas kacang bersama, hahaha.

Meski tadinya menolak, ujungnya mau juga. Tapi kupasan Ki Tae tidak bagus, Ki Tae bingung mengapa Jang Mi malah bersungguh-sungguh seperti ini membantu Ibu nya. Jang Mi hanya merasa khawatir pada ibu Ki Tae, lha memangnya kenapa? Jang Mi pikir dia bisa mengatakannya pada Ki Tae tentang Ayahnya. Jang Mi juga tahu rasanya bagaimana jika orang tua bertengkar jadi Ki Tae bisa datang padanya, Jang Mi berharap Ki Tae jangan kaget, Ayahnya... punya wanita lain.

Ki Tae meminta Jang Mi untuk berhenti, dari mana Jang Mi tahu? dia melihatnya. Ki Tae langsung marah pada Jang Mi dan bertanya siapa Jang Mi berani mencampuri urusan keluarganya. Jadi Ki Tae tahu? Ki Tae semakin marah, apakah Jang Mi sudah merasa menjadi bagian keluarganya hanya karena sudah memberikan sedikit bantuan? 

Jang Mi juga jadi kesal, apalagi Ki Tae menendang kacang yang sudah mereka kupas. Jang Mi juga tidak ingin peduli, karena dia memang bukan siapa-siapa. Jang Mi memilih pergi. Padahal Jang Mi khawatir pada Ki Tae, mengapa dia malah marah? Namun.. Jang Mi merasa Ki Tae itu bodoh kenapa diam saja jika sudah tahu? Baiklah, besok waktunya mengakhiri semuanya!

Jang Mi datang ke rumah Ki Tae dengan kostum yang sudah dia persiapkan selamaan. Baju sederhana dengan celemek, ibunya bahkan protes meliat tampilan putrinya. Tapi Jang Mi berkilah, toh dia seharian hanya akan membuat pancake kok.

Melihat tampilan Jang Mi ibu Ki Tae juga kaget, tapi Jang Mi lebih kaget saat melihat begitu banyak yang harus di persiapkan dan ibu biasanya melakukannya sendirian? Saat ditanya dimana Kacangnya? Jang Mi bilang Ki Tae yang akan membawanya karena mereka melakukannya bersama. Ibu tampak marah, mengapa Jang Mi membiarkan seorang dokter mengupas kacang? Bagaimana jika tangannya terluka, dia itu kan harus melakukan operasi. Jang Mi minta maaf karena tidak memikirkan hingga kesana.

Di terik sinar matahari, Jang Mi mengoreng pancake hingga keringatnya berkucuran. Jang Mi bahkan bingung mengapa dia melakukan ini sedang serius. Jang Mi segera menelpon Ki Tae memintanya untuk segera data dan jangan lupa bawa kacangnya, dia kesal karena Ki Tae malah sedang membeli minuman segar. Tanpa sengaja Yeo Reum juga mendengar pembicaraan Jang Mi dan Ki Tae.

Hoon Dong menghadang Ki Tae, meminta nya untuk tidak menyakiti Jang Mi. Tentu saja dia tidak akan melakukanya. Hoon Dong tahu jika Ki Tae tidak mau menikah. Tapi bagaimana dong, Ibu nya sangat menyuaki Jang Mi, sekarang Jang Mi malah sedang membantu persiapa upacara peringatan Kakeknya. Hoon Dong kaget, Apakah Ki Tae benar-benar ingin menikah dengan Jang Mi? Ki Tae malah tersenyum sambil merapikan baju Hoon Dong, hahaha... ampun dah Ki Tae ini >.<

Akhirnya Jang Mi selesai membuat pancake nya^^ dia pun menari hingga melakukan spilt. Saat melakukan gerakan menekuk pinggangnya hingga kepalanya ada di bawah, Jang Mi melihat Bibi dan Nenek beserta para Bibi yang lain. Jang Mi di kira pembantu, saat tahu dia pacar Ki Tae bibi nya tidak habis pikir dengan selera keponakannya. Jang Mi sudah senang saja karena para Bibi sudah datang, beban kerjanya mungkin akan sedikit lebih ringan.

Yang terjadi jauh dari prediksi Jang Mi, para Bibi dan Nenek malah tertawa-tawa saja sambil makan pancake. Jang Mi jadi kesal sendiri dan heran mengapa ibu malah tenang-tenang saja diperlakukan seperti itu oleh para Bibi.

Yeo Reum menelpon Jang Mi memintanya untuk datang. Jang Mi sedang sibuk dan akan pulang malam. Yeo Reum bilang dia akan menunggu Jang Mi di restoran. Bibi yang tadinya ingin mengajak Jang Mi minum, jadi menguping karena tingkah Jang Mi mencurigakan, menerima telepon sambil bisik-bisik. Untung Ki Tae datang dan berteriak memanggil Jang Mi.

Kaget! Jang Mi malah melemparkan ponselnya ke bak cuci piring. Bibi juga kaget mendengar teriakan Ki Tae dan akhirnya meninggalkan mereka di dapur. Jang Mi sedih saat sadar ponselnya mati. dia kesal pada Ki Tae yang malah mengejeknya sudah waktunya Jang Mi meninggalkan ponsel jadul itu. Tapi bagi Jang Mi ponsel itu sangat berarti. Ki Tae memperingatkan agar Jang Mi hati-hati semua orang sedang memperhatikannya. Ki Tae tidak lupa membawa kacang yang sudah dikupas semuanya. Mari selesaikan semuanya hari ini.

Upacara peringatan di mulai, Ayah dan Ki Tae memberi penghormatan. Jang Mi berjongkok di belakan para bibi dan ibu yang berjejer. Jang Mi berdiri dan melihat Ayah, dia jadi teringat pada apa yang dilihatnya malam itu. 

Saat acara makan, Jang Mi sama sekali tidak bersemangat, merasa lelah karena seharian menyiapkan segalanya apalagi ponselnya juga mati. Ki Tae berbisik "Ugly face" OK mari memulai kerusuhan ini. Jang Mi meminta Ayah menuangkan minum padanya. Para bibi kaget mendengarnya. Jang Mi menghabiskannya sekali teguk. Dia minta lagi, Bibi dan Nenek sedikit kaget. Saat ketiga kalinya, Semua orang menjadi kaget. Akh.. Jang Mi benar-benar merasa lelah yah? Benar dia sangat merasa lelah, lalu apakah mereka semua tidak merasa bersalah?

Ki Tae sibuk dengan pekerjaannya, Nenek dan Bibi malah pergi ke temat pijat. Para bibi hanya haha hihi saat datang bukannya membantu dirinya dan Ibu. Ayah paham kesulitan Jang Mi, mendengar Ayah bicara Jang Mi semakin meledak, yang paling buruk dari semuanya adalah Ayah! Saat istrinya sedang mengabdikan diri untuk keluarga apa yang Ayah lakukan di rumah. Jang Mi juga ada disana, dia tahu rasa sakit seorang anak saat orang tua mereka bertengkar. Apa maksud Jang Mi? Sebelum Jang Mi berbicara lebih banyak ibu meminta Jang Mi berbicara denganya di belakang.

Para bibi bertanya apakah terjadi sesuatu antara orang tua Ki Tae? mengapa Jang Mi berkata seperti itu? Ki Tae berkata orang tua Jang Mi yang sedang bertengkar. Ki Tae pergi menyusul Jang Mi dan ibunya.

Ibu memberikan nasihat pada Jang Mi, dia tahu ini berat bagi Jang Mi, tapi kelakuan Jang Mi sudah keterlaluan. Jang Mi berpikir ibu bodoh karena mau saja melakukan semua ini tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Bagaimana bisa ibu tidak tahu apa yang sedang terjadi di keluarganya, dia tahu semuanya. Tidak ibu tidak tahu, dia melihat kelakuan suami Ibu di luar, dia... Ibu langsung menampar Jang Mi. Ki Tae kaget melihat apa yang dilakukan Ibu.

Siapa Jang Mi itu? Mengapa bertingkah seolah bagian dari keluaga mereka? Hanya karena sudah memberikan bantuan kecil untuk keluarga mereka, Jang Mi tak lantas menjdi bagian dari keluarga mereka. Kata-kata itu juga yang dikatakan Ki Tae pada Jang Mi. Baiklah, Jang Mi mengerti dia hanya melakukan tugs saja disini, dia yang sudh salah sangka berpikir keluarga ini memperlakukannya seperti bagian dari mereka. Lagipula Jang Mi juga tidak mau menjadi seperti ibu. Menyembunyikan perasaan dan kebenaran, itu bukan dirinya.

Jang Mi meninggalkan ibu dan sempat berpapasan dengan Ki Tae yang tampak merasa tidak enak hati karena Jang Mi sampai segitunya. Tiba di ruang keluarga Jang Mi mendengat para bibi menggosipkan Ayah dan Ibunya. Jang Mi merasa sangat marah, dia bertanya apakah Ki Tae memberitahu tentang orang tua Jang Mi pada mereka? Jadi ini bukan hanya tentang dirinya? Orang tuanya juga? Jang Mi sangat marah dan akhirnya memukuli Ki Tae tanpa ampun.

Para bibi berusaha mencegah Jang Mi, namun amarah membutakan Jang Mi. Dia terus memukuli Ki Tae hingga pria itu tersungkur ke meja sesajian. Rusuh,,, benar-benar rusuh. Ibu bertanya apa yang terjadi dan kaget melihat kondisi Ki Tae. Jang Mi kemudian pamit karena sudah selesai melakuian tugasnya.

Ki Tae menyusul Jang Mi, namun Jang Mi sudah tidak peduli. Dia tidak ingin lagi beruruan denga Keluarga Ki Tae. 

Saat kembali ke dalam, para bibi memarahi ibu karena memberikan restu pada wanita seperti Jang Mi untuk menjadi menantunya. Dari pada Ki Tae menikah dengan oang wanita seperti Jang Mi, lebih baik biarkan Ki Tae melajang. Ki Tae kesal dengan omongan para Bibi dan meminta meraa semua diam. Ki Tae kemudian mengatakan dengan tegas. "Aku hanya akan menikahi Jang Mi, jika tidak aku akan melajang selamanya" Ibu kaget mendengarnya. Setelah apa yang terjadi, Ki Tae masih ingin menikahi Jang Mi?

Bibi melaporkan saat Jang Mi menerima telepon tadi, yang dia dengar mereka akan bertemu di restora. Sepertinya Jang Mi punya sesuatu yang disembunyikan. Ibu langsung menelpon ibu Hoon Dong dan bertanya apakah Hoon Dong punya kekasih? Ada juga stalker, tidak yakin siapa namanya semacam Jal Mi ato apalah. Apa kan Ibu Hoon Dong ingat wajahnya? Tentu saja. Kalau begitu, besok Ibu Ki Tae ingin bertemu dengan Ibu Hoon Dong, dimana? Di restoran Hoon Dong saja.

Di dalam taksi, Jang Mi merasa sangat terluka, dia menatap ponselnya yang mati. Kemudian teringat bahwa Yeo Reum menunggunya di restoran. Jang Mi pun pergi kesana, tapi sudah tutup. Jang Mi baru saja akan pergi, saat Yeo Reum memanggilnya, jadi Yeo Reum masih menunggu? Bagaimana jika Jang Mi tidak datang?

Yeo Reum mengajak Jang Mi masuk, dia membuat masakan untuk Jang Mi sementara Jang Mi meminum alkohol yang ada disana. Setelah masakan siap, Jang Mi sangat menikmatinya, rasanya sangat enak. Yeo Reum bertanya, apakah sangat berat menghadapi Ki Tae? Apakah Jang Mi begitu ingin menikah? Jang Mi kaget karena Yeo Reum tahu.

Bukan seperti itu kok, dia hanya ingin membuat kekacauan, tapi malah benar-benar terjadi kekacauan dan dia merasa buruk karena hal itu. Jadi apa yang dirasakan Jang Mi pada Ki Tae itu serius? Tidak.. Ki Tae dan dirinya bukan dalam hubungan seperi itu.

"Sebenarnya... aku pada Gong Ki Tae, Benar-benar... benar-benar... benar-benar sangat khawatir" 

Jang Mi langsung KO karea sudah berada diambang batas alkoholnyya. Yeo Reum tersenyum dan berkata dia juga sangat mengkahwatirkan Jang Mi.

Di pagi hari, Ibu bersiap bertemu Ibu Hoon Dong di restoran milik Hoon Dong. Ki Tae panik mendengar kabar itu, dia mencoba menghubungi Jang Mi, tapi baru ingat jika ponsel Jang Mi mati. Dimana Jang Mi sekarang? Ternyata dia malah berada di restoran Hoon Dong. Dia ketiduran disana bersama Yeo Reum, apa yang akan terjadi jika Ibu Ki Tae melihat Jang Mi ada disana bersama pria lain? Apakah kebohongan Jang Mi dan Ki Tae akan terbongkar?

***

Jadi Alasan dari semua kebohongan ini adalah Harga Diri! ya ampun, Ki Tae segitunya yah,,, dia pengen ibunya yang nolak Jang Mi dibanding mereka harus mengungkapkan kebohongan dari hubungan mereka. Taoi sepertinya Harga Diri inilah yang akan membuat nya terus melekat pada Jang Mi, ujungnya mereka tak akan terpisahkan deh, hihihi...

Jang Mi sumringah banget yah kalo di depan Yeo Reum, pantes ajalah Yeo Reum mikir kalo Jang Mi itu tidak tulus pada Ki Tae, keliatan banget Jang Mi tertarik sama Yeo Reum, tapi... Jang Mi benar-benar sangat mengkhawatirkan kesendiriaan Ki Tae. Dan ke khawatirannya itu menyelamatkan Nyawa Ki Tae yang hampr saja kemakan sama rumahnya sendiri. Dan tampaknya Ki Tae akhirnya akan kemakan omongan sendiri tuh, tentang tidak ingin menikah jika tidak dengan Jang Mi, mantap!

Apakah Yeo Reum tulus pada Jang Mi? Awalnya sih pastinya tulus, tapi aku jadi meragukan ketulusannya setelah melihat dia sumringah banget menerima uang dari Se Ah. Liat di preview episode 5 juga Yeo Reum terima amplop lagi deh. 

Suka liat ekspresinya Ki Tae dan Jang Mi di drama ini, ekspresif banget >.< hahaha. Apalagi pas mereka bicara pake bahasa mimik muka, seperti sudah lama saling kenal^^

Se Ah dan Ki Tae punya selera yang sama, dan jika Ki Tae membawa Se Ah sebagai kekasihnya pasti langsung disetujui ibunya. Jika Ki Tae menikah dengan Se Ah pun sebenarnya Ki Tae masih tetap bisa menikmati self-timenya, tapi... benarkan itu yang benar-benar di perlukan Ki Tae?

Jang Mi dan Yeo Reum pun punya selera yang sama, tapi... Jang Mi secara tak sadar sangat peduli pada Ki Tae. Sama seperti Ki Tae yang baru pertama kali bertemu dengan wanita yang begitu tulus mencintai seseorang dan ketakutan untuk hidup sendirian. Jang Mi pun baru pertama kali bertemu dengan pria yang begitu ingin sendirian, karena pengalaman buruknya Jang Mi pun jadi sangat mengkhawatirkan kesendiriaan Ki Tae.

Waduh itu bapaknya Ki Tae, selingkuhannya ternyata mak mak juga tuh, kirain beneran daun muda. Mengapa ibu tetap diam, dia hanya ingin  ketenangan di dalam keluarganya. Aku yakin deh yah... Nenek sama Bibi juga udah tau kok Ayah Ki Tae itu selingkuh tapi mereka juga memilih diam dan bersikap tak ada yang salah. btw.. pantesan si bibi masih melajang, jangan-jangan dia takut nikah juga seperti Ki Tae, takut punya suami kayak Kakanya kali yah? hehehe.

Dan beruntunglah Ki Tae itu nurun ke ibunya, coba kali mirip bapaknya yang tukang selingkuh, habislah dia dipukuli Jang Mi hahaha.., nggak bisa nahan ketawa melihat Jang Mi mukulin Ki Tae. Mana musiknya lucu lagi... hihihi...

Hoon Dong ternyata masih ngejar-ngejar Jang Mi nih? Belum waktunya untuk pasangan Hoon Dong dan Hyoon Hee ya sepertinya^^ 

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

23 komentar:

  1. MBAK IRFA YOU'RE JJANG XD
    mau komen panjang tapi ga enak ahahahah
    cukuplah senyum ini yang jadi pertanda saya suka banget sama reviewnya mbak irfa
    tapi mbak, dr. hannya mana? LOL

    BalasHapus
    Balasan
    1. dr. Han bentaran dulu yah... aku tetep nonton dengan menggebu-gebu tapi bikin recaps dan spoilernya cari waktu yang tepat dulu^^

      Hapus
    2. kalo itu ditayangin di indo banyak sensornya ya mbak? hahahaha
      oke mbak, siap nunggu kok spoilernya :D
      makasih^^

      Hapus
  2. Akting keduanya bner2 ekspresif....bner2 dapet gtu feel nya.....mksh ya mba ....ditunggu part selanjutnya....^__^

    BalasHapus
  3. y ampuuun...baca sinop'y aja udh ngakak pa lg nonton'y yh :D
    suka bgt liat kelakuan ki tae sma jang mi pd hal sifat mrk brtolak blakang bgt,,,aqu seneng deh mba irfa bkin sinop drama nie makasih mba smangat yh d'lanjut sinop" eps selanjut'y :)

    BalasHapus
  4. suka-suka sm sinop ini, diterusin ya fa
    semangat

    BalasHapus
  5. oh ya... aku sangat suka karekter ki tae yang sangat suka menyendiri ....
    karena aku juga seperti itu.... seharian dikamar pun tidak jadi masalah ...... malahan kadang2 ada temen yg bertamu disaat self-time ku (ijin ngikut2 nich...) rada gimana gitu .....

    tapi aku bukan org yg kesepian ....aku hanya menyukai kesunyian ...
    ==kesepian adalah disaat kau memerlukan orang lain,
    ===kesunyian adalah saat kau tidak memerlukan orang lain ....
    kira2 seperti itu definisi kesepian dan kesunyian dari drama monstar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, kebalikan mah
      beda-beda nih^^

      Hapus
    2. aku liat karakter Ki Tae mirip sama karakter Ji Jin Hee di The Man who can't get married, tapi nya Ki Tae lebih normal sih, dia menikmati kesendiriannya di rumah aja, kalo Ji Jin Hee kan dimana-mana, sampa nyaris gak peduli sama orang lain

      Hapus
  6. NEMO YAH XD scene fenomenal yang bikin saya jatuh cinta hahahaha
    padahal awalnya gak mau masuk dasar!
    dan strategi ki tae itu lho ckck dia expert banget masalah memanajemen orang *turunan ibunya kata mbak irfa :P
    ga nyangka ternyata jang mi punya masa lalu seperti itu, sigh akankah terulang lagi saat dia "pacaran" sama ki tae? ki tae kan suka sendirian -.-
    hahaha, aku bukan menantu itu beneran GUBRAK ya!
    tapi bukan menantu aja dia segitu perhatiannya, apalagi kalo jadi menantu kan?^^
    biar mbak si ki tae atau siapapun itu menfaatin uri jang mi, nti bakal ada balasannya LOL tapi kok situasinya justru yang sering bikin gitu wkwk
    liat aja ki tae aja ga jadi istirahat cuma gara-gara ngeliat jang mi mau makan bareng yeo reum :)
    bicara pake mimik itu dah keahlian mereka rasanya alias tipe mereka itu ya kayak gitu
    nah, ketemu orang setipe pasti mudah untukk komunikasi hehe sayangnya mereka ga satu pemikiran hem...
    btw iya mbak, masih penasaran sama putusnya ki tae dan se ah dulu, kenapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo gak salah se ah nya gak mau dibawa nikah ... episode ......??

      Hapus
    2. barusan rerun kalo ga salah katanya se ah, ki tae yang bilang kalo mereka itu sulit sama hubungan yang serius jadinya mereka pisah aja
      tapi kan ki tae bilang sama jang mi "itu masalahnya" kalo se ah sama ibunya ketemu
      ibu akan menyukai se ah dan hidup di keluarga ki tae yang nyebelin abis
      mana mau ki tae tega gitu sama se ah, jadinya mending dia ga pernah nikah sama siapapun dan membuat mereka menjadi anggota keluarganya :P
      habisnya saya belum nemuin kata kalo dia takut nikah sama orang yang tidak tepat, jadi saya mikir gitu

      oya setelah rerun juga dapet pengertian tentang maksud mbak irfa kalo ini semua hanya pertarungan harga diri
      jadi mereka sama-sama njaga harga dirinya dengan ga mau mengangkat bendera putih pertama kali
      biar orang lain aja yang duluan nyerah, dengan begitu harga diri mereka tidak terluka
      sigh, tapi dengan kelakuan mereka yang menurut saya kayak anak kecil, justru membuat jang mi yang di tengah-tengahnya menjadi kesakitan
      berapa jam sudah ngeliat jang min nangis hanya karena harga diri mereka? memangnya harga diri jang mi ga penting?
      sebel banget pokoknya, jang mi tidak dapat imbalan apa-apa meski dia berusaha perhatian sama mereka
      sedangkan mereka dapat apa yang mereka mau dari jang mi ckckck pingin cepet-cepet tau perkembangannya
      meski saya tau sepertinya bakal susah untuk melihat jang mi balas dendam ke mereka (cz she's so kind ._.)
      em, seenggaknya pingin liat gimana ki tae usaha banget buat jang mi bisa suka sama dia
      karena setelah lama dengan kebohongan ini, jang mi bisa saja lelah dan tidak lagi menghiraukannya^^

      oya thanks untuk ryathy >.<
      lam kenal ya, saya orang banyak komen nih jadi jeongmal mian kalo ga suka...

      Hapus
    3. yups.. Se Ah emang bilang gitu dira... Se Ah sama Ki Tae itu sebenernya setipe,, ntah Se Ah yang berusaha menyesuaikan diri sama Ki Tae berharap Ki Tae tetep disampingnya, tapi ujung nya Ki Tae yg ga berani komitmen dan gak mau Se Ah terjebak di keluarganya yg penuh kepalsuan itu ninggalin dia juga yah...

      Iya Dira... aku sebenernya Sebel dan sayang sama Ki Tae hahaha.... Sebel karena dia ngorbanini perasaan Jang Mi demi kepuasan dia ngalahin ibunya, bener bgt nih... pengen cepet-cepet liat Ki Tae ngejar-ngejar cintanya Jang Mi, dan kemakan omongannya sendiri tentang menikahi wanita seperti Jang Mi

      Hapus
    4. btw mbak tentang ki tae, kayaknya dia sayang banget sama ibunya
      kelakuannya itu kayak sengaja bikin ibunya berubah,
      di episode 3 waktu dia ngeliat ibunya pergi setelah melihat jang mi di kamarnya, ki tae seperti memandang gimana gitu sama ibunya...
      dia juga yang menyetop bibinya waktu marahin ibu "seharusnya kau tidak menerimanya menjadi menantu"
      sigh, keluarga itu penuh muka :P
      ga nyangka mah saya kalo drama ini lumayan bagus untuk ukuran drama rom-com
      masalah keluarganya dapet banget hahaha

      btw emang ajdi inget princess hours ya?
      lee shin sendiri gamau min hyo rin jadi terbelenggu dalam istana
      ibunya shin juga ga terlalu suka sama chae kyong, ayahnya lee shin juga punya "cerita" masa lalu dengan orang lain dan masih punya perasaan sepertinya
      tapi chae kyong yang kayak gitu yang bikin lee shin suka^^
      btw itu ayahnya ki tae ga di sini ga di soon shin sama istrinya kok diem-dieman
      oya, ki tae ini kayak kaka tirinya jung suk di soon shin ya? haha jo jung suk mah gamau jadi dokter kayak bapaknya

      Hapus
  7. Terimakasih jenk irfa sinopnya ... mulai bolak balik kesini lagi dech he he...

    BalasHapus
  8. Yeeaah...Sy suka drama ini... Dtunggu lanjutnny ya mb irfa... Btw, dsn ud smp brp episod y??? Gomawo ^^

    mulan_

    BalasHapus
    Balasan
    1. Episode 4 nya baru tayang tanggal 12 Juli kemarin, minggu ini jadwal tyg episode 5 dan 6

      Hapus
    2. gagg sabar .... jum'at -- sabtu cepetan datang .... palli..palli....

      Hapus
  9. Suka bgt drama ringan ini,,setelah puyeng liat hotel king. Lanjutkan terus ya sinopsnya,, makasih buanyaakk

    BalasHapus
  10. Lucu mbak :D ditunggu lanjutannya ^^

    BalasHapus
  11. makasih mabak :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^