Sabtu, 09 November 2013

JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 10



Maaf,, lama banget Update nya,, nggak sangka masih ada yang nungguin FF ini, hehehe,,, JinHee Couple Fighting!!

Cerita fanfiction ini hanya fiksi belaka jika ada kesamaan tempat dan cerita itu adalah sebuah ketidak sengajaan. Sementara kesamaan nama dan profesi para tokohnya adalah disengaja. Untuk para fans para seleb yang aku jadikan cast di FF ini,, mian ya,,, karakter mereka bukanlah karakter yang sebenarnya, semua ini hanya karena imajinasi liarku saja^^ 

Sebelumnya di Love is Not Obsession:
The Wedding
For Couple Just Begu
Special Day 
Best Friend?
Misi Pertama

Love is Not Obsession ~Misi Kedua~

Cast:
Lee Jin Wook as himself
Jo Yoon Hee as herself
Kim Hye Sung (OC) as Jo Yoon Hee Manager 
Kim Ji Suk as himself
Kim Yun Ah (OC) as Kim Ji Suk cousin


Ini sudah tiga hari, dan tidak ada kabar apapun dari Yoon Hee. Lee Jin Wook sangat cemas, setiap ada kesempatan dia selalu menatap layar ponselnya. Sesuai saran Ji Suk, selama tiga hari itu Jin Wook sama sekali tidak menghubungi Yoon Hee dan menanti Yoon Hee menghubunginya lebih dulu.

Tapi sekarang tiga hari berlalu begitu saja dan Yoon Hee sama sekali tak menghubunginya. Apakah Yoon Hee benar-benar marah padanya? Apa mungkin saat ini Yoon Hee sedang mempersiapkan gugatan cerainya? Pikiran Jin Wook dipenuhi dengan semua kemungkinan terburuk.

“Kim Ji Suk,,, kau yakin Yoon Hee akan menghubungiku lebih dulu?” Lee Jin Wook bertanya dengan cemas saat mereka berada di rumah.

Ji Suk sedang memainkan ponselnya, dia mendongkak lalu bertanya, “Yoon Hee belum menghubungimu juga?” Lee Jin Wook menangguk kesal…

“Ini aneh,,, aku pikir Yoon  Hee akan menghubungimu setelah dua hari. Tapi ini hari ketiga… Apakah dia benar-benar marah?”

Mendengar perkataan santai temannya itu, Lee Jin Wook menjadi semakin cemas. Apa maksudnya itu, sikap Yoon Hee tidak seperti biasanya kah?

“Apakah kau sudah mencoba menghubunginya lagi?”

“Belum, kau bilang aku jangan menganggu nya”

Kim Ji Suk melongo mendengar jawaban Jin Wook, kenapa sahabatnya ini sebegini tidak pahamnya sih,, dia memang memintanya tidak mengganggunya, tapi tentu saja harus tetap menghubunginya.

“Kau sama sekali tidak menghubunginya selama tiga hari ini? Bahkan satu pesan pun”

“Iya,, kenapa?”

“Lee Jin Wook, apakah kau gila,,, aku memintamu tidak mengganggu nya bukan berarti tidak menghubunginya. Seharusnya kau tetap mencoba menelponnya, tapi jangan memaksanya untuk bertemu, dan jika dia tidak mengangkat, apakah kau tidak berinisiatif untuk mengirimi nya pesan?”

“Tapi katamu,,,”

“Kau…. Akh,,, aku bahkan heran bagaimana Jo Yoon Hee bisa tahan menghadapimu” Kim Ji Suk jadi geram sendiri.

Namun dia harus mengabaikan rasa kesalnya pada sikap sahabatnya itu, saat ponselnya berdering. Jo Yoon Hee?

“Yobseo,,, Wae, Yoon Hee-ya?”

Mata Lee Jin Wook berbinar mendengar Ji Suk menyebut nama istrinya.

“Nde,, suamimu ada disini. Kau ingin bicara dengannya?” Lee Jin Wook semakin merasa senang, meski dia bertanya-tanya mengapa istrinya itu lebih memilih menghubungi Ji Suk dibanding dirinya.

Lee Jin Wook memberikan isyarat pada Kim Ji Suk untuk memberikan ponsel  Ji Suk padanya, dia sangat ingin berbicara dengan Yoo Hee.

“Tidak? Dan aku harus bicara denganmu di kamarku?” Kim Ji Suk mengulangi permintaan Jo Yoon Hee padanya.

“Nde Oppa,, pergilah ke kamarmu, aku tak ingin pembicaraan kita diganggun oleh orang itu” itu suara Yoon Hee disebrang sana. Kim Ji Suk menatap Lee Jin Wook yang terlihat bingung dan penuh harap-harap cemas.

“Baiklah,, tunggu sebentar”

Kim Ji Suk pun berjalan menuju kamarnya. Diikuti tatapan kesal Lee Jin Wook. “Yak! Kim Ji Suk,, mau kemana kau!” Kim Ji Suk tidak menjawab dan segera masuk ke dalam kamarnya kemudian cepat-cepat menutup pintunya, dan,, menguncinya.

Menguncinya? Lee Jin Wook benar-benar dibuat geram kali ini. Setelah Yoon Hee memilih menelpon Ji Suk dibanding dirinya, ternyata Yoon Hee pun tak ingin bicara dengannya, dan lebih menyedihkan lagi, mengapa  dia meminta Kim Ji Suk untuk masuk ke kamar. Apa yang akan mereka bicarakan?

Sepertinya Jin Wook pernah merasakan kesal ini sebelumnya.

***
_Flash Back Awal Maret 2013_

Misi 2: Buat dia Curiga

Lee Jin Wook menatap gadis di hadapannya dengan intens. Jo Yoon Hee yang sedang menerima telepon dari seseorang, dia telihat senang berbicara dengan si penelpon. Bahkan sudah hampir 10 menit mereka berbicara, belum ada tanda-tanda Yoon Hee akan memutuskan hubungan teleponnya.

Mereka sedang break syuting. Seharusnya mereka berdiskusi tentang bagaimana melakukan adegan selanjutnya kan? Tapi Yoon Hee malah sibuk bertelepon ria sejak tadi. Ini membuat Jin Wook sedikit geram, tapi dia tak ingin menyela kesenangan Yoon Hee.

“Nde Oppa,, aku akan menyampaikannya pada Jin Wook Oppa”

Yoon Hee menghentikan kegiatan berteleponnya, dan mendengar namanya disebut, mau tak mau Jin Wook melirik ke arah Yoon Hee.

“Dugu?”

“Mwoga?”

“Yang barusan menelponmu, dan mengapa namaku tiba-tiba disebut-sebut”

“Akh,,, ini,,, Ji Suk Oppa. Dia mengundang kita berdua untuk makan malam bersama di rumah Yun Ah”

Lee Jin Wook melongo. Kim Ji Suk? Kim Ji Suk sahabatnya mengundang dia makan malam melalui Yoon Hee? mengapa dia tidak mengatakan langsung padanya. Tunggu,, tunggu,,, lagi pula.. sejak kapan Yoon Hee dan Kim Ji Suk jadi sedekat itu,, hingga mereka berbicara di telepon lebih dari 10 menit. Apa hubungan mereka?

“Kim Ji Suk?”

“Nde,,, dia bilang… akhir minggu ini Yun Ah harus kembali ke USA, jadi mereka ingin mengadakan pesta perpisahan. Besok malam,, kita bisa datang kan Oppa? seingatku PD Kim mengatakan besok malam kita berdua boleh istirahat untuk tidak syuting dulu”

Jin Wook masih syok, benar-benar Kim Ji Suk, dan apa? Dia tidak pernah bilang jika Yun Ah akan segera kembali ke USA. Ada apa dengan sahabatnya itu.

“Kenapa dia malah memberitahu mu lebih dulu,,, maksudku,,, kemarin kami bertemu di rumah dan dia tidak mengatakan apapun”

Yoon Hee pun terlihat bingung. Sepertinya Jin Wook merasa sangat kecewa karena Kim Ji Suk malah memberitahu nya lebih dulu tentang acara makan malam perpisahan Yun Ah itu.

“Aku.. tidak tahu.. Aku…”

“Yoon Hee-ya”  Belum sempat Yoon Hee menyelesaikan ucapannya, Jin Wook langsung menyelanya, membuat Yoon Hee sedikit kaget.

“Nde?”

“Apa hubunganmu dengan Kim Ji Suk?”

“Akh,,, itu,,, kami,,, hanya berteman tentu saja. Kim Ji Suk Oppa pria yang sangat menyenangkan”

Ini aneh, tak biasanya Kim Ji Suk menjadi pria yang menyenangkan bagi teman-teman wanitanya. Jin Wook merasa keakraban Yoon Hee dan Ji Suk juga sedikit berlebihan. Bukan sekali ini saja Kim Ji Suk bertelepon ria dengan Yoon Hee dalam jangka waktu yang lama. Apa yang sebenarnya mereka bicarakan?

“Hmm,, begitukah? Apa…. kau menyukainya? Sebagai pria maksudku?”

Yoon Hee bingung menjawabnya. Apa yang harus dia jawab, dia tak ingin Lee Jin Wook salah paham, tapi dia ingat akan misinya.

“Entah lah,,, aku tidak bisa memastikannya. Menurutku Kim Ji Suk itu pria yang baik”

Lee Jin Wook menghela napas. Apa ini? Jo Yoon Hee sepertinya tertarik pada sahabatnya itu.

“Oppa… besok malam kau bisa datang ke rumah Yun Ah kan?” Yoon Hee sengaja mengalihkan topik, tanpa menyadari suasana hati Lee Jin Wook.

“Aku rasa bisa, jika PDnim mengatakan kita tidak ada syuting”

Yoon Hee tersenyum bahagia mendengar jawaban Jin Wook, dia sepertinya sangat senang karena bisa makan malam bersama dengan Kim Ji Suk.

‘Jo Yoon Hee sebaiknya kau berhenti tersenyum seperti itu padaku jika kau benar-benar menyukai Kim Ji Suk’ Lee Jin Wook bergunam dalam hatinya.

***

Jin Wook hanya bisa menatap sebal melihat keakraban Yoon Hee dan Ji Suk  di acara makan malam perpisahan Yun Ah, sejak kapan mereka menjadi sedekat itu?  Mereka malah asyik ngobrol berdua selama Yun Ah membawakan makanan penutup mereka.

Jin Wook tidak tahu apa yang mereka obrolkan tapi sepertinya Ji Suk memberikan beberapa lelucon yang membuat Yoon Hee tertawa-tawa. Suasana ruang makan di Apartemen Yun Ah malam itu membuat Jin Wook merasa jengah melihat pemandangan itu.

Yun Ah datang membawa makanan penutup, dan Jin Wook segera mendekatinya. “Kim Yun Ah, kapan mereka menjadi sedekat itu?” Jin Wook berbisik mempertanyakan hal yang sejak tadi menganggu pikiranya.

“Hmm,, entahlah,, tapi setiap kami bertiga pergi bersama, mereka sering sekali mengabaikan aku. Aku lebih sering tak bisa mengikuti pembicaraan mereka. Apakah Oppa juga merasa seperti itu?”

“Maksudmu, mereka sudah sering seperti ini?”

“Nde, bahkan jika aku bertanya apa yang mereka bicarakan, mereka selalu menghindar dan mencari topik lain untuk dibicarakan bersamaku”

Jin Wook tertegun, apa hubungan Yoon Hee dan Ji Suk sebenarnya? Apakah mereka saling tertarik? Selama ini, Ji Suk tak pernah membicarakan apapun tentang Yoon Hee, selama Jin Wook sering menceritakan tingkah Yoon Hee selama di lokasi syuting. Jin Wook sadar benar, dia terlalu banyak bicara tentang Yoon Hee pada Ji Suk, apakah itu yang membuat Ji Suk tertarik pada Yoon Hee sehingga mereka cepat sekali menjadi akrab seperti ini. Ditambah lagi kenyataan bahwa Yun Ah adalah sahabat Yoon Hee, sehingga Ji Suk dan Yoon Hee sering bertemu dengan alasan Yun Ah.

“Apa makanan penutupnya sudah siap?” Yoon Hee bertanya dengan suara riangnya dari sofa di depan TV, sejak tadi Yoon Hee dan Ji Suk memang duduk berdua di Sofa itu meninggalkan Jin Wook yang termenung sendirian di meja makan.

“Nde, cepatlah kemari, jangan asyik ngobrol berdua saja”

Yoon Hee segera berlari menuju meja makan dan tampak takjub pada makanan yang disajikan Yun Ah. “Huuah,,, Kim Yun Ah, kau memang yang terbaik” 

Yoon Hee duduk di samping Ji Suk, sementara Jin Wok duduk disamping Yun Ah. Mereka pun makan dengan tenang, dan sesekali Ji Suk mengambilkan makanan untuk Yoon Hee, tentu saja ini membuat Yun Ah dan Jin Wook merasa keheranan.

“Apakah kalian berkencan?” tanya Yun Ah to the point.

“Siapa?” Ji Suk bertanya dengan bingung.

“Kau dan Yoon Hee, Oppa?”

Ji Suk dan Yoon Hee saling menatap, kemudian keduanya tersenyum. “Apakah kami  terlihat seperti itu?” Yoon Hee malah balik bertanya.

“Tidak juga sih,,, hanya saja,,, aku merasa keakraban kalian itu tidak wajar, bukan begitu Jin Wook Oppa?”

Jin Wook menelan makanananya dengan cepat dan menatap Yun Ah dan Yoon Hee bergantian. “Nde?”

“Apakah kau merasa aku dan Yoon Hee berkencan Jin Wook-ah?” Kini giliran Kim Ji Suk yang bertanya pada Jin Wook, dan pria itu malah terlihat semakin bingung. Sebenarnya dia tidak ingin memperlihatkan rasa penasarannya di depan Ji Suk dan Yoon Hee.

“Aniya,, aku tidak merasa seperti itu”

“Oppa! Bukan kah tadi kau…”

Jin Wook segera mengambilkan makanan dan menyumpal mulut Yun Ah dengan makanan itu. “Kim Yun Ah, sebaiknya kau makan saja dan tidak mencurigai mereka” Jin Wook berpura-pura bijak untuk menutupi rasa penasaran yang tadi dia tunjukan di depan Yun Ah.

Yun Ah merengut kesal dan mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya. Kini dia menjadi lebih heran, ada apa dengan Lee Jin Wook, tadi dia bertanya tentang keakraban Ji Suk dan Yoon Hee, tapi kini dia tidak ingin mengklarifikasi apa yang terjadi diantara mereka? Pria ini benar-benar aneh.

“Jin Wook benar, Kim Yun Ah… tidak seharusnya kau memikirkan masalah aku dan Yoon Hee, kau harus fokus pada rencana pertunanganmu kali ini. Jangan terus melarikan diri seperti sebelumnya” Ji Suk megingatkan Yun Ah, dan itu membuat Yun Ah semakin sebal.

“Kau akan menikah Kim Yun Ah?” Jin Wook tampak terkejut dengan berita yang didengarnya.

“Apakah kau sedih, karena aku akan menikah Oppa?” Yun Ah bertanya antusias saat Jin Wook tertarik pada rencana pernikahannya.

“Tidak. Mengapa Aku harus sedih?”

Yun Ah cemberut mendengar jawaban tegas Jin Wook. Dia berharap, paling tidak sedikit saja mendengar nada sedih dari pria yang selama ini di kejarnya itu.

“Kim Yun Ah, sudahlah,,, kau harusnya sudah tahu bagaimana perasaan Jin Wook padamu, mengapa terus mempertanyakannya?” Kim Ji Suk mencoba menyadarkan sepupunya itu. Selama ini Yun Ah memang terlalu terobsesi pada Jin Wook, hingga beberapa kali gagal menikah karena pikirannya terus tertuju pada Jin Wook.

“Jin Wook Oppa,, apa aku sebegitu tidak menariknya hingga kau selalu mengabaikan perasaanku padamu”

Jin Wook menatap Yun Ah, dia jadi merasa bersalah pada gadis itu. Jin Wook sama sekali tak berniat menyakiti perasaan sepupu sahabatnya itu. Tapi dia punya alasan mengapa dia tak pernah menganggap Yun Ah sebagai wanita, itulah mengapa dia selalu mengabaikan Yun Ah yang secara terang-terangan menunjukan rasa tertarik terhadapnya dan memperlakukan Yun Ah layaknya sahabat saja.

“Kau cantik Kim Yun Ah, menarik dan sangat mempesona. Banyak pria yang ingin menjadi pendamping hidupmu. Sayangnya pria itu buka aku”

“Kenapa? Kita bahkan cocok satu sama lain, punya hobi dan kebiasaan yang sama”

Jin Wook menghela nafas panjang, dia menatap Yoon Hee sekilas yang dia sadari sejak tadi menatapnya, seolah Yoon Hee juga penasaran mengapa Jin Wook tak pernah tertarik pada Yun Ah.

“Karena kau berusaha keras untuk menyesuaikan semua hobi dan kebiasaan mu dengan ku. Aku tidak suka itu, Aku tahu betapa melelahkannya menyesuaikan diri dengan orang lain, terlebih lagi jika orang itu tidak menghargai usahamu”

“Jadi… berhentilah Kim Yun Ah, aku yakin kau akan lebih bahagia dengan pria yang mencintaimu”

Yoon Hee terpana mendengar kata-kata Jin Wook pada Yun Ah. Dia menatap Yun Ah, yang juga kaget mendengar kata-kata pria yang selama belasan tahun ini menjadi obsesinya. Dia tidak pernah menyangka jika Jin Wook menyadarinya, menyadari bahwa kecocokan diantara mereka adalah sesuatu yang dia ciptakan, untuk mengambil hati pria itu.

“Bisakah kita segera menyelesaikan makan malam ini? Besok pagi aku ada jadwal syuting” Jin Wook memecahkan kebisuan diantara mereka.

“Tentu Oppa, selesaikanlah segera, aku tahu kau pasti sedang sibuk” Yun Ah berbicara dengan sedihnya. Entah penolakan keberapa yang dia terima dari Jin Wook hari ini. Namun rasanya ini adalah yang paling menyakitkan. Mungkin Yun Ah memang harus berhenti dan benar-benar memikirkan masa depannya dengan pria lain yang benar-benar mencintainya.

Tiba-tiba ponsel Yoon Hee berdering, membuat semua orang terlonjak kaget. Yoon Hee minta ijin untuk mengangkatnya.

“Yobseo… Mwo? Apakah kau serius Eonnie-ya?”

Yoon Hee tampak kaget mendengar berita yang disampaikan si penelpon. Ji Suk tampak cemas melihat reaksi Yoon Hee. Dia pun bertanya, “Yoon Hee-ya,,, ada apa?”

Yoon Hee menatap Ji Suk, namun tidak mengatakan apapun. Yoon Hee menutup teleponnya dengan mata yang hampir berair. Dia terlihat linglung dan bingung.

“Maaf, aku pergi sebentar”  Yoon Hee pamit seolah ingin menenangkan diri.

“Yoon Hee-ya,, ada apa?” Ji Suk masih penasaran, tapi Yoon Hee mengabaikanya.

“Apa yang terjadi?” Jin Wook bertanya pada Ji Suk.

“Entahlah, aku rasa terjadi sesuatu yang buruk pada orang terdekatnya, apa mungkin kesehatannya Ayahnya memburuk?”

Jin Wook terperangah, bahkan Kim JI Suk mengetahui kondisi kesehatan Ayah Yoon Hee? Seberapa dekat sebenarnya dua orang itu.

“Aku akan menanyakan apa yang terjadi” Yun Ah bersiap menyusul Yoon Hee yang terlihat menjauh ke arah balkon.

“Tidak usah, Kim Yun Ah, biar aku saja yang bertanya” Ji Suk mengatakan itu dengan nada cemas luar biasa dan segera menyusul Yoon Hee ke arah balkon. Jin Wook hanya bisa mematung melihat tindakan sahabatnya itu, tak biasanya Kim Ji Suk bertingkah seperti itu pada wanita. Apa Jo Yoon Hee benar-benar berarti baginya?

***

Jin Wook tak pernah tahu apa yang terjadi pada Yoon Hee malam itu, setelah Kim Ji Suk menyusulnya, dia kembali menjadi Yoon Hee yang normal lagi. Bahka saat Jin Wook bertanya pada Ji Suk apa yang terjadi pada Yoon Hee, Ji Suk berkata bukan sesuatu yang berarti. Hanya sedikit masalah di Agensi nya.

Sikap Yoon Hee di lokasi syuting pun tampak tak berbeda dengan biasanya. jadi Jin Wook mau tak mau harus percaya jika Yoon Hee hanya mendengar berita tentang masalah kecil saja malam itu. Namun Jin Wook tak bisa melupakan keakraban Yoon Hee dan Ji Suk selama makan malam itu. Apakah sahabat dan Lawan mainnya itu benar-benar tertarik satu sama lain?


“Oppa, apa kau akan mengantar Yun Ah ke bandara? Besok pagi dia akan kembali ke Amerika” Yoon Hee bertanya saat Jin Wook sedang fokus pada script adegan selanjutnya. Saat ini mereka sedang break syuting, karena tim produksi Nine sedang mengambil adegan untuk pemain lain.

“Aku rasa aku tidak bisa, besok pagi aku ada syuting di Rumah sakit”

“Akh,, aku lupa,, karena besok pagi aku tidak ada syuting, ku pikir kau juga tidak ada syuting. Ji Suk Oppa tidak bisa mengantar Yun Ah, aku rasa aku harus sendirian mengantarnya ke bandara”

Mwo? Jadi Yoon Hee bertanya setelah dia tahu Ji Suk tidak bisa pergi bersamanya? Jin Wook merasa dijadikan cadangan saja.

“Yoon Hee-ya… boleh aku bertanya sesuatu?”

“Nde?”

“Tentang Kim Ji Suk,,,, Apakah kalian benar-benar berkencan?”

“Mwo?” Yoon Hee tampak kaget mendengar pertanyaan itu.

“Jika kau tak ingin menjawab nya, abaikan saja. Anggap aku tidak pernah bertanya” Jin Wook segera menarik diri dari Zona tidak aman itu. Sebenarnya dia juga takut mendengar jawaban Yoon Hee. Tapi dia terlanjur penasaran.

“Kenapa kau berpikir seperti itu? Apakah kami terlihat seperti sepasang kekasih?”

“Hmm kurasa Yun Ah benar, keakraban kalian sedikit tidak wajar”

“Begitukah? Bagaimana menurutmu? Apakah kami pasangan yang serasi?”

Jin Wook kaget mendengar pertanyaan Yoon Hee. Apakah gadis ini benar-benar tertarik pada sahabatnya itu?

“Apakah aku sudah memperingatkan mu agar hati-hati pada Kim Ji Suk?”

“Nde, kau sudah mengatakannya, tapi sepertinya Ji Suk Oppa pria yang baik”

Jin Wook menarik nafas panjang. Dia memutar otak, apa yang harus dia lalukan? Dia tahu, dia tidak berhak mengendalikan perasaan seseorang, tidak ada salahnya jika Yoon Hee memang menyukai Kim Ji Suk, tapi bagaimana dengan perasaannya?

“Yoon Hee-ya…. jika kau memutuskan berkencan dengan Kim Ji Suk, aku harap kau melakukannya setelah drama kita selesai. Kau tahu kan,,, kita berdua harus membangun chemistry yang kuat sebagai sepasang kekasih di drama ini, dan aku merasa tidak yakin aku bisa melakukannya dengan kekasih sahabatku”

Yoon Hee malah tertawa kecil mendengar ucapan panjang lebar Lee Jin Wook.

“Oppa, kau lucu sekali”

Jin Wook terperangah dengan tanggapan Yoon Hee, lucu? Apa maksudnya itu.

Belum sempat Jin Wook mempertanyakan maksud  dari tanggapan Yoon Hee barusan, Asisten Sutradara memanggil Yoon Hee.

“Yoon Hee-ssi sudah waktunya untuk syuting”

“Nde..”

Yoon Hee bersiap untuk syuting adegannya, sebelum pergi Yoon Hee menatap Jin Wook, lalu berkata, “Oppa,,, kau tenang saja, jika aku memutuskan untuk berkencan dengan seseorang, akan aku lakukan setelah drama kita berakhir”

Yoon Hee pun pergi untuk syuting adegannya sambil tersenyum kecil. Misi 2 Selesai

_Flash Back End_

TBC

***

Ada yang mau kasih saran apa misi ketiga nya? hehehe... *Aku udah punya ide buat misi ketiga sih~~ cuma ya siapa tau saran kalian lebih menarik*

Maaf ya, kejadian masa kininya aku selangi terus dengan flashback, setelah misi ketiga, masalah kehidupan pernikahan Yoon Hee dan Jin Wook akan lebih aku fokuskan lagi. Jadi maaf jika alurnya jadi terkesan lambat,,, fanfic ini buat having fun aja sih...

Just A Breaking News ~Lee Jin Wook sedang ada di New York~ lagi? Huuah,,, keknya tiap tahun Lee Jin Wook pergi ke New York terus nih >.<

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

3 komentar:

  1. menanti part berikutnya...
    fighting!!!

    _silentreaderIndah ^_^

    BalasHapus
  2. Komnt dlu zblum bca..!
    Mkziih bnget mba irfa..!
    Ku zllu mnti'y tw..! Mkzih bnget yaah..!
    Zmngat buat part2 zlnjut'y..!
    GD'y jga yaah..!
    Tnggal 1 part lgi..!
    FIGHTHING eonnie..! :*

    BalasHapus
  3. thanks ya, Mba Irfa udah di lanjutin lg.
    aq tunggu part selanjutnya ya.....

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^